Ia kemudian berbalik keluar. Melihat Hinata dan Toneri hatinya begitu sakit. Ia sudah tak tahan, ia ingin tahu ada hubungan apa mereka sebenarnya. Naruto menunggu Hinata diluar gedung. Ia ingin memastikan sesuatu. Lima belas menit kemudian Hinata keluar dari gedung. Naruto mendekat dan memanggilnya pelan.
"Hinata," panggil Naruto.
"Naruto?"
.
FIVE'S LOVE STORY
Genre : Romance, Drama, Friendship
Pair : NaruHina, SasuSaku, SaiIno, ShikaTema, NejiTen
.
.
Kisah cinta mereka masih panjang. Setiap pasangan memiliki konflik, tapi konflik terberat adalah konflik NaruHina. Semoga kalian menyukai chapter ini. Terima kasih banyak kalian sudah review FF ini. Maaf aku tidak bisa membalas satu persatu. sekali lagi terima kasih. Happy Reading.
.
.
Untuk lagu-lagu dichapter ini, aku pinjam lagunya
Miwa - Dont cry anymore
Laruku - hitomi no juunin
Utada hikaru - first love
.
.
Hinata tak mengerti kenapa malam-malam begini Naruto masih ada disini. Mata lavender Hinata memandang Naruto dengan perasaan yang mendalam. Tak pernah berubah, Naruto baginya masih pria tampan seperti sebelumnya dan satu-satunya pria yang ia cintai di dunia ini. Mata safir Naruto menatap tajam Hinata. Setiap kali bertemu Hinata, jantungnya kembali abnormal. Detaknya terlalu cepat, rasanya seperti akan keluar dari rongga dadanya. Perasaan Naruto semakin bergemuruh ketika mengingat Toneri.
"Sedang apa kau disini?" tanya Hinata heran.
"Aku menunggumu," jawab Naruto singkat.
"Menungguku, kenapa ?"
"Ada hubungan apa kau dengan Toneri?"
"Toneri? Aku tidak memiliki hubungan apapun."
"Jangan bohong, sejak kapan kau mengenalnya?"
"Sudah aku bilang aku tidak memiliki hubungan apapun dengan Toneri!" Nada Hinata mulai meninggi. Ia kesal dengan pertanyaan Naruto yang terkesan memojokkannya. "Memang apa urusannya denganmu?!
"Tentu saja ini urusanku!" ucap Naruto dengan nada tak yang kalah tingginya.
"Apa? apa yang membuatmu berpikir kalau ini semua urusanmu!"
"Karena aku men…. ." Mata biru safir Naruto tertuju pada leher Hinata. Ia bertanya-tanya, kenapa Hinata tak lagi memakai kalung pemberiannya. Gadis itu tak biasanya bersikap seperti ini padanya. "Kemana kalung pemberianku?"
Hinata tak menyangka Naruto akan menanyakan hal itu. Tapi kebetulan sekali ia menanyakan hal seperti itu, ini kesempatan Hinata untuk menunjukan pada Naruto bahwa ia tak lagi peduli sedikitpun dengan Naruto. Hinata ingin menunjukan semuanya, ia ingin dia bangkit dari rasa sakit yang menujam hatinya. Cinta itu memang tak punya perasaan. Omong kosong tentang cinta. Hinata sedikit menegakkan kepalanya, untuk menyakinkan Naruto kalau semua tentangnya tak memiliki arti.
"Aku membuangnya," ucapnya, namun gadis itu tak berani melihat Naruto.
"Apa, kau membuangnya?" Naruto kecewa berat. Ia tak menyangka Hinata akan tega membuang hadiah darinya. "Baik, lakukanlah sesukamu. Aku tak peduli denganmu!" ucap Naruto kemudian berlalu pergi meninggalkan Hinata.
"Tentu, aku juga tak peduli denganmu lagi!" teriak Hinata.
ooOOoo
Satu minggu berlalu. Pagi ini Hinata harus kembali bekerja. Kejadian tadi malam antara dia dan Naruto membuat dirinya tak tenang dan tak bisa tidur. Sejak kejadian itu. Hinata dan Naruto tak pernah bertegur sapa saat bertemu. Ia tak menyangka akan bertengkar hebat dengan Naruto. Walaupun begitu, ia tak boleh patah semangat. Hari selalu berganti, jadi suasana hatinya pn harus berganti, Hari ini Hinata sudah bukan seorang office girl tetapi dia adalah asisten Toneri. Bibi Haruka sangat bahagi karena keponakannya mendapatkan pekerjaan yang lebih layak. Pekerjaan sebagai asisten ini terpaksa ia lakukan karena pria berambut putih itu terus mengancamnya.
Hari ini Hinata menemani Toneri perform di Music Station, kemana-mana ia harus membawa semua perlengkapan dan gitarnya. Manajernya tampak shock dan marah karena jarinya terluka. Namun Toneri bisa menenangkan manajernya dengan baik. Ia juga tak mengatakan sejujurnya bagaimana ia bisa mendapatkan luka itu. Iya, untuk kali ini Toneri terlihat baik. Namun sayangnya, perform Toneri bersamaan dengan perform FoxNine. Hinata benci, kenapa setiap ia pergi selalu ada FoxNine. Parahnya lagi, ruang Toneri jadi satu dengan ruangan FoxNine. Naruto melipat kedua tangannya di dada. Mata safirnya melihat Hinata yang sibuk memperbaiki perban dijari Toneri sekaligus merapikan jaketnya. Sedangkan Hinata tak berani sedikitpun melirik Naruto. Jika keempat member begitu ramah padanya namun untuk.
Tiba-tiba pintu ruangan terbuka. Sosok Haku datang dengan serantang bekal makanan. Keempat member FoxNine terlihat begitu senang. Haku menawarkan bekal bawaanya kepada semua oang yang ada diruangan termasuk para staff namun tidak dengan Hinata. Gadis itu menyadari, dia hanyalah seorang wanita biasa. Jadi perlakuan seperti itu tal masalah untuknya. Dada Hinata terasa panas, ketika tanpa sengaja ia melihat Haku menyuapi Naruto. Pria berambut pirang itu hanya menyeringai kexil padanya. Hinata segera mengalihkan pandangannya. Untuk kedua kalinya pintu ruangan terbuka. Salah seorang staff Music Station menberitahu bahwa Toneri sepuluh menit lagi perform.
"Baiklah, Hinata ayo kita kesana," ajak Toneri senang.
"Baik," jawab Hinata singkat. Toneri menggandeng Hinata lalu membawanya pergi.
"Sebenarnya sejauh mana hubungan mereka?" tanya Sai penasaran.
"Entahlah sepertinya mereka cukup dekat," timpal Shikamaru.
"Apa bisa ia memetik gitar jika keadaan tangannya seperti itu," ucap Sasuke yang melenceng dengan tema yang dibahas oleh temannya.
ooOOoo
Penampilan Toneri tidak seperti biasanya. Hari ini ia harus mengajak seorang gitaris sekaligus teman dekatnya yaitu Itachi untuk mengiringinya. Naiknya Toneri diatas panggung disambut meriah dan teriakan histeris oleh fans. Para fans Toneri yang memiliki sebutan Erie ini berdiri sembari membawa lighstick dan balon berwarna putih. Warna Official Erie adalah putih, para fans sering menamakan Toneri sebagai seoarang malaikat yang suci dan bersih dari scandal maka itu dipilihlah warna putih. Toneri dan Itachi bersiap diatas panggung, itachi sudah memegang gitar dan siap membawakan single baru milik Toneri.
"Halo semua, apa kabar? Maaf hari ini aku tak bisa memetik gitar karena jariku terluka," semua fans mulai kasak-kusuk. "Walaupun begitu aku harap kalian tetap menikmati lagu ini. Aku akan membawakan lagu dari album terbaruku yang berjudul "Tokyo". Teriakan histeri para fans Toneri sangat memekakan telinga. Ia tak menyangka fans Toneri sefanatik itu. Hinata penasaran, ia ingin melihat penampilan Toneri di belakang panggung.
"Toneri… Toneri… Toneri… ,"
Petikan gitar Itachi mulai menggema diseluruh ruangan.
girigiri da tte hitori kiri da tte
maketakunai no joudan ja nai wa
I don't cry anymore
I don't cry anymore
tsuyoku naranakya iikikasete ru
donna toki demo nakanai kara
jika kumencapai batas, dan merasa sendirian
aku takkan menyerah, aku tak bercanda
ku takkan menangis lagi
ku takkan menangis lagi
ku yakinkan diriku, aku harus kuat
apapun yang terjadi ku takkan menangis
nukumori kanji nemuru to shiawase datta sore ga
eien ni tsudzuku to omotte ta na no ni
doushite na n darou shinjite ta mono wa uso datta no
konna toki soba ni ite kuretara ii no ni
aku bahagia saat tertidur dalam kehangatanmu
ku pikir akan berlanjut selamanya
kenapa aku seperti percaya pada kebohongan?
harusnya kau bersamaku di saat seperti ini
Suara Toneri begitu merdu. Semua penggemarnya melambaikan tangan mereka sesuai irama. Toneri yang keras kepala dan seenaknya saja itu berubah ketika dia diatas panggung. Ia menjadi orang lain, penampilannya memang luar biasa. Tak heran jika Toneri adalah artis ketiga yang begitu diharapkan oleh K.H Entertaiment. Iya Hinata akui, ketampanannya bertambah sepuluh kali lipat ketika ia diatas panggung. Tiga menit berlalu, penampilan Toneri diakhiri oleh teriakan para Erie. Toneri dan Itachi berjalan keluar panggung dan menghampiri Hinata yang berdiri sendirian.
"Bagaimana penampilanku?" tanya Toneri pada Hinata dengan tampang imutnya.
"Lumayan," jawab Hinata singkat lalu pergi meninggalkan Toneri.
"Ahh, menggemaskan." Puji Toneri, entah kenapa ia sangat suka dengan sikap Hinata yang cuek seperti ini. Pria itu tersenyum lalu berjalan menghampiri Hinata. "Hinata tunggu!"
"Apa lagi?" ucap Hinata sinis.
"Tolong belikan aku Cappucino."
"Hei, aku ini asistenmu. Kenapa kau menyuruhku melakukan hal-hal seperti itu?"
"Justru karena kau Asistenku, kau harus melakukan hal-hal yang aku suruh. Assiten tak hanya menyiapkan segala keperluan artis tapi juga melakukan hal seperti ini," ucap Toneri sembari menyodorkan selembar uang ke Hinata, Dengan terpaksa Hinata mengambil uang itu dan menuruti perintah Toneri.
"Dasar pria gila," gerutunya lalu berbalik meninggalkan Toneri.
"Kau selalu membuatku bergairah Jika berrsikap seperti itu padaku," ujar Toneri.
Mendengar ucapan seperti itu dari Toneri, membuat Hinata tak tahan bermata lavender itu menghentikan langkahnya dan berbalik kea rah Toneri. Pria satu ini benar-benar membuatnya gila. Ingin sekali ia meninju wajahnya sampai hidungnya mengeluarkan darah. Hinata menghembuskan nafas berkali-kali untuk menenangkan bernama Toneri berjalan menjauh. 'Toneri, aku akan memberimu pelajaran.' Hinata melepas sepatu dan melemparnya ke arah Toneri.
"Aduh, sakit… ." Toneri meringis kesakitan dan menggosok-gosok kepala bagian belakangnya. Hinata menyeringai sinis, ia puas lemparannya tepat mengenai kepala Toneri. "Hai, apa yang kau lakukan?"
Hinata tak menggubris Toneri. Ia berjalan mendekat ke arahnya. Toneri tampak bingung melihat ulah Hinata. Sesaat Hinata tersenyum sinis pada Toneri, secepat kilat gadis berambut panjang itu meraih kepala Toneri dan membenturkan dahinya ke dahi Toneri. Terdengar bunyi pletak yang kuat. Toneri merasakan sakit kedua kalinya. Ia menggosok dahinya berulang kali.
"Aduh, sakit. Sebenarnya apa yang kau lakukan?!" protes Toneri.
"Dasar pria mesum!" teriak Hinata.
ooOOoo
Hinata duduk disebuah kafe yang tak jauh dari stasiun TV yang menyiarkan music station. Ia ingin melepaskan penat sejenak, siapa tahu ice cream bisa membuat pikirannya tenang. Hinata memakan ice creamnua sedikit demi sedikit. Tanpa sengaja telinganya mendengar seseorang menyebutkan nama sebuah band yang terkenal yaitu FoxNine. Hinata menghentikan aktivitasnya, matanya kemudian beralih melihat televisi yang berada di sudut café. Kelima member FoxNinen sudah naik ke atas panggung. Mata levendernya tertuju pada sosok pria yang memiliki nama stage Kyuubi. Pria itu mau bagaimanapun penampilannya ia tetap tampan.
"Foxie, bagaimana kabar kalian?" teriak Naruto menyapa para penggemar. Para Foxie menjawab pertanyaan Naruto dengan sebuah teriakan. "Hari ini, kami akan membawakan lagu terbaru kami yang kedua. Lagu ini berkisah tentang rasa cinta seorang pria kepada seorang gadis dan ingin hidup bersama selamanya. Hitomi No Juunin."
Alunan music mulai menggema diseluruh ruangan. Naruto sebagai vocalis, Shikamaru sebagai Bassis, Sai dan Sasuke sebagai gitaris dan terakhir Neji sebagai drum. Suara alat music mereka berbaur menjadi satu sehingga menghasilkan music yang harmonis. Mereka benar-benar berkharisma. Tak heran jika banyak perempuan di Jepang yang tergila-gila pada mereka.
Kazoe kire nai... demo sukoshi no saigetsu wa nagare
Ittai kimi no koto wo dore kurai wakatteru no kana?
Yubisaki de chizu tadoru you ni wa umaku ika nai ne
Kiduite iru yo fuan sou na kao kakushiteru kurai
Tak terhitung… masa-masa yang telah terlewati
Seberapa besarkah aku sungguh- sungguh mengenal dirimu?
Tak sesederhana menyusuri selembar peta dengan jarimu
Aku tahu engkau sedang mencoba menyembunyikan raut kegelisahanmu
Soba ni ite zutto kimi no egao wo mitsumete itai
Utsuri yuku shunkan wo sono hitomi ni sunde itai
Dokomademo odayaka na shikisai ni irodorareta
Hitotsu no fuukeikan no naka yorisou you ni toki wo tomete hoshii eien ni
Aku ingin duduk di sampingmu, selamanya memandangi senyumanmu
Ingin tinggal di sepasang mata itu dan merasakan berbagai untaian peristiwa
Seperti pemandangan lembut terlukis dalam keindahan rangkaian warna
Aku ingin menghentikan waktu selamanya
Mereka memang hebat. Liriknya begitu menancap di hati. Manis sekali. Hinata tersenyum kecil sambil melihat TV. Wajah Naruto begitu jelas, walaupun dari layar TV jantungnya selalu abnormal jika bertemu ataupun melihat pria itu. Hinata meraba dadanya, mencoba merasakan detak jantungnya yang tak lagi beraturan.
"Apa aku boleh duduk disini?" ucap Haku yang datang tiba-tiba. Hinata tampak terkejut, ia hanya mengangguk ragu. "Sedang apa kau disini?"
"Aku membelikan cappuccino untuk Toneri," jawab Hinata dengan senyum yang dipaksakan. Haku hanya mengangguk, matanya beralih melihat acara music station di televisi. Gadis itu tersenyum bahagia. Kedua pipinya bersemu merah. Hinata tahu, hanya Naruto yang bisa membuat artis secantik Haku tergila-gila.
"Kau menjalin hubungan dengan Toneri?" tanya Haku santai, pandangan matanya masih tertuju pada televisi.
"Ti… tidak. Aku dan dia hanya sebatas rekan kerja itu saja," elak Hinata.
"Tapi sepertinya Toneri menyukaimu. Oh ya, bagaimana bisa kau mengenal FoxNine?"
"Ah, perekenalan kami tanpa aku duga sebelumnya. Saat berlibur, mereka tersesat dan tak punya uang karena aku merasa kasihan. Aku beri mereka tumpangan untuk tinggal. Itu saja," jelas Hinata panjang lebar.
"Apa kau menyukai Naruto?" tanya Haku blak-blakan. Matanya menatap tajam Hinata. Hinata tak percaya Haku akan bertanya hal semacam itu.
"Apa? ten… tentu saja tidak. Aku tak memiliki perasaan apapun padanya. Bukankah Naruto itu kekasihmu?" ucap Hinata terbata-bata.
"Syukurlah kalau begitu. Aku lega mendengarnya. Iya benar Naruto hanya milikku, jika ada seseorang yang berusaha merebutnya dariku. Aku tidak akan tinggal diam dan hidup orang itu tak akan bahagia. Jadi kau jangan pernah memainkan api denganku."
"Apa?" tanya Hinata tak percaya.
"Aku pergi," pamit Haku.
Hinata tertegun mendengar pernyataan Haku. Ia tak percaya Haku mengancamnya. Ternyata artis terkenal ini begitu mengerikan. Selama ini kehidupannya di depan layar ternayta penuh kepalsuan. Seandainya semua orang tahu khususnya para pria muda kalau tingkah laku seperti ini pasti tak ada satu pun yang menyukainya.
ooOOoo
Mentari pagi memancarkan sinarnya tanpa malu. Sakura bangun dari tidurnya dan merenggangkan otot-ototnya. Jam sudah menunjukan pukul enam pagi. Setiap harinya, Sakura selalu mengawali hari dengan berolahraga karena ia seorang atlet. Jadi fisiknya harus kuat dan memiliki nafas panjang. Saat gadis bersuari merah jambu itu membuka pintu rumah, tepat didepannya ada sebuah kardus berukuran sedang bertuliskan "Poop Me" di atasnya.
"Apa ini?" gumam Sakura. Sakura kembali ke rumah dan membuka kardus misterius itu.
Saat ia membukanya, terdapat banyak sekali balon kecil berwarna-warni di dalamnya. Selain balon, ada sebuah memo bertuliskan "Ayo letuskan aku. Susunlah, nanti kau akan tahu semuanya." Karena begitu penasaran, Sakura bergegas menuju dapur, ia membawa pisau kecil. Sakura mulai menusuk balon-balon itu. Saat balon meletus, sebuah foto berukuran 4x6 jatuh dimeja. Ia tampak kaget ketika tahu bahwa itu adalah foto Sasuke. Sakura semakin semangat meletuskan balon-balon itu. Ada banyak foto Sasuke yang tertutup wajahnya oleh tangan. Sakura bingung harus ia apakan foto-foto itu. Ketika semua balon sudah ia letuskan, ada sebuah memo lagi di dalam kardus. "Temui aku di Kawachi Fuji Garden pukul tiga sore. Dengan syarat, kau harus menyelesaikan misimu."
Sakura melenguh pelan, ia kesal karena sebelum bertemu dengan pujaan hatinya ia harus menyelesaikan misi konyol ini. Demi Sasuke ia akan melakukan apapun. Sedikit demi sedikit Sakura menyusun potongan-potongan foto itu secara teliti. Satu jam sudah ia berkutat dengan foto-foto itu. Sakura lega karena ia bisa menyelesaikan misi dari Sasuke.
"Kyaaa akhirnya aku menyelesaikan misi ini," ucap Sakura bangga.
Potongan foto itu membentuk sebuah lambing cinta pada umumnya yaitu hati. Sakura terharu, setitik air mata jatuh membasahi pipinya yang putih. Ia tak menyangka artis terkenal seperti Sasuke mau membuat sesuatu seperti ini pada seorang gadis biasa. So Sweet, ia bertanya dalam hati apakah simbol hati melambangkan perasaan Sasuke kepadanya. Entahlah, ia tidak begitu yakin. Jawaban itu akan ia dapat dari Sasuke nanti di Kawachi Fuji Garden.
"Aku merindukanmu."
ooOOoo
Pukul tiga sore, Sakura sudah berada di Kawachi Fuji Garden. Kawachi Fuji Garden adalah salah satu taman bunga yang begitu Indah di Tokyo. Taman ini adalah sebuah taman atau kebun tanaman Wisteria yang diatur menyerupai terowongan gua. Sekitar 150 tanaman wisteria dari 20 spesies yang tumbuh di taman tersebut. Waktu terbaik untuk mengunjungi The Kawachi Fuji Gardens adalah pada akhir April hingga pertengahan Mei, ketika "Fuji Matsuri" atau "Wisteria Festival" diadakan. Bunga wisteria adalah bunga yang menggelantung dengan berbagai warna. Ada yang berwarna ungu, putih, biru, merah jambu dan merah. Terowongan wisteria ini menjalar ke seberang dan menutupi bagian atas dari jalan dengan nuansa ungu dan biru. Benar-benar mempesona. Sakura begitu takjub dengan keindahan taman ini. Luar biasa romantis.
Selangkah demi selangkah Sakura menyusuri jalan dan beberapa terowongan bunga Wisteria. Matanya melihat setiap sudut taman. Namun ia masih tak menemukan Sasuke. Tak lupa ia membawa misi yang berhasil ia selesaikan. Ia sudah tak sabar ingin bertemu dengan Sasuke. Dari kejauhan, ia melihat sosok pria dengan rambut raven hitam pekat berdiri. Senyum Sakura mengembang, ia begitu bahagia akhirnya ia bisa menemukan sosok Sasuke. Sakura berlari, ia ingin segera melihat Sasuke dari dekat.
"Sasuke!" panggil Sakura. Pria itu berbalik dan tersenyum indah ke arahnya.
"Kau sudah datang?" tanya Sasuke ramah dan penuh senyuman. Sakura mengangguk cepat. "Apa kau membawa misimu?" untuk kedua kalinya Sakura mengangguk dan memberikannya pada Sasuke. "Lalu apa jawabanmu?"
"Apa? jawaban apa?" tanya Sakura bingung.
"Jadi kau tak paham? Apa kau tahu tanganku ini membentuk sesuatu? Apa kau juga tak mengerti kenapa aku memilih tempat ini?"
"Aku tahu, tanganmu membentuk hati," jawab Sakura.
"Jadi apa maksudnya?" tanya Sasuke lagi.
"Aku tidak tahu. Memang kenapa kalau tanganmu itu membentuk hati?" ucap Sakura. Sebenarnya ia mengerti apa maksud Sasuke. Tapi Sakura ingin menggoda pria tampan ini.
"Aku mencintaimu, kenapa kau tidak peka dengan semua ini?!"
Sakura tak bergeming mendengar pernyataan yang keluar dari mulut Sasuke. Gadis itu tersenyum bahagia. Ia tiba-tiba memeluk Sasuke erat. Sedetik kemudian, Sakura melepaskan pelukannya. Kedua telapak tangannya merengkuh pipi Sasuke kemudian mendekatkan bibirnya ke bibir Sasuke. Ciuman Sakura yang awalnya hanya sebuah ciuman biasa. Berubah menjadi sebuah ciuman yang liar dan mendebarkan. Jantung Sasuke seolah ingin keluar dari tulang rusuk yang mengurungnya. 'Ini gawat, jika diteruskan aku tak bisa mengontrol tubuhku.' Sasuke, mendorong Sakura begitu saja. Tatapan Sakura terlihat kecewa, kenapa Sasuke menghentikan semuanya?
"Jangan menatapku seperti itu. Aku tak bisa meneruskannya. Aku takut aku tak bisa mengontrol tubuhku. Aku tak mau kau hamil sebelum menikah denganku," ucap Sasuke polos.
"Apa? hahahahaha….!" suara tawa Sakura pecah.
"Apa? kenapa kau tertawa? Apanya yang lucu?" protes Sasuke.
"Aku tak menyangka kau adalah pria mesum. Hahaha."
"Mesum bagaimana? Aku tidak seperti itu!"
"Iya kau seperti itu," seru Sakura.
"Sudah aku bilang aku tidak seperti itu!"
"Paman mesum, darimana kau bisa tahu alamatku?" tanya Sakura.
"Dari Hinata. Hei, jangan panggil aku seperti itu!"
ooOOoo
Inoe dan grup Orchestranya sibuk berlatih seperti biasanya. Hari ini adalah hari yang begitu keras. Karena mau tidak mau untuk hari ini lagu yang dibawakan harus rapi. Tidak ada lagi not-not yang salah. Inoe adalah orang yang harus berusaha lebih keras karena dilagu ini, piano sangat berperan penting. Ruangan latihan begitu berisik dengan nada-nada yang tak teratur. Suasana menjadi hening ketika pelatih datang.
"Mohon perhatian semuanya!" serentak semua berhenti memainkan alat musiknya. "Hari ini kita mendapat jadwal baru dalam konser yang kita adakan nanti. Selain menunjukan performance solo group orchestra kita, kita juga di beri kesempatan untuk mengiringi salah satu band terkenal di Jepang dan membawakan lagu mereka yang di kemas dalam musik orchestra."
Tiba-tiba terdengar seseorang yang mengetuk pintu. Ketika pelatih membukakan pintu. Ino tidak percaya dengan apa yang dia lihat. Itu FoxNine, iya Itu benar-benar FoxNine. Matanya langsung melihat seorang yang dicarinya yaitu Sai . Ino menelan ludah. Dia begitu bahagia akhirnya ia bisa bertemu dengan Sai. Tidak hanya Inoe yang terlihat shock, namun begitu juga dengan Sai.
"Kita akan mengiringi FoxNine. FoxNine di pilih oleh Ibu negara dalam acara ulang tahun putrinya. Ibu negara merasa mereka adalah anak-anak yang berbakat. Jadi mereka memtuskan untuk mengundang mereka. Lagu yang akan mereka bawakan adalah First Love. Tolong pelajari not-notnya." Asisten pelatih itu memberi masing-masing anggota kertas notnya".
"Mohon bantuan dari kalian senang bisa bekerja sama!" Semua anggota orchestra histeris melihat salam perkenalan dari Neji.
"Ino," panggil pelatih.
"Iya?" jawab Ino
"Pelajari dengan baik, jangan melamun lagi disaat latihan."
Ino tersenyum kepada pelatih. Mendengar kata Ino, Sai langsung melihat gadis yang pelatih maksud. Ternyata benar itu adalah Ino yang dia sayangi selama ini. Sai tak menyangka akan bertemu dengan Ino seperti ini. Perasaannya luar biasa bahagia. Namun Sai tak ingin terlihat gembira didepan orang umum. Mereka hanya bisa tersenyum. Walaupun sebenarnya dia ingin sekali langsung meluk Ino. Dan mulai hari ini mereka berlatih bersama.
ooOOoo
Jam demi jam terlewati. Latihan hari ini lumayan menyulitkan karena ketidakhadiran Sasuke yang pergi entah kemana. Semua anggota orchestra sudah pulang. Termasuk juga member FoxNine yang lain. Di ruangan latihan tak ada orang lain, hanya ada Sai dan Ino. Mereka memang sengaja tidak pulang dulu karena mereka ingin berbicara bersama.
"Ino, aku tidak nyangka kita bisa bertemu denganmu disini," ucap Sai tak percaya.
"Iya, aku juga, dan yang paling mengejutkan aku mengiringi FoxNine perform di acara yang besar. Apa lagi ini acara yang di adakan oleh ibu negara. Sugoi!" jawab Ino.
"Heheheh, oh ya aku ingim menyanyikan sebuah lagu untukmu. Aku harap kau suka." Sai berjalan mengambil sebuah gitar. Dia mulai memainkan sebuah lagu untuk Ino. Petikan gitar dari tangan Sai menghasilkan bunyi yang harmoni dan menyejukkan.
Saigou no KISU wa
TABAKO no flavor ga shita
NIGAkute setsunai kaori
― Ciuman terakhir kita
― Terasa seperti rokok
― Sedikit berbau pahit dan menyakitkan
You are always gonna be my love
Itsuka dareka to mata koi ni ochitemo
I'll remember to love
You taught me how
You are always gonna be the one
Ima wa mada kanashii love song
Atarashi uta utaeru made
― Kau selalu akan menjadi cintaku
― Bahkan jika suatu hari aku jatuh cinta pada orang lain
― Aku akan ingat untuk mencintaimu
― Kau ajarkan aku bagaimana
― Kau selalu akan menjadi satu-satunya
― Sekarang ini masih lagu cinta sedih
― Sampai aku bisa menyanyikan sebuah lagu baru
Ino menangis dan terharu mendengar nyanyian Sai. Ino hanya bisa tersenyum dan meneteskan air mata. Ia tak menyangka Sai bisa seromantis ini. Lagu ini adalah salah satu lagu kesukaan ino milik FoxNine. Tak ada hal yang bisa membuatnya bahagia kecuali ini. Sai adalah laki-laki yang begitu bisa mengikat hatinya. Karena ikatan itu terlalu kuat sehingga hatinya tak bisa terbuka untuk orang lain.
"Ino, you gonna be my love, my dream and my destiny," ucap Sai kepada Ino dengan mata yang berbinar-binar.
Mendengar pernyataan seperti itu membuat Ino tercengang, ia bingung harus bagaimana dan berbuat apa. Tubuhnya serasa melayang ke angkasa. Ia tak menyangka sosok artis terkenal seperti Sai jatuh cinta kepadanya yang merupakan seorang gadis biasa.
"Sai, maksud perkataanmu tadi?" tanya Ino ingin lebih memsatikan bahwa apa yang didengarnya benar. Cup, bibir Sai yang merah merekah mengecup mesra. Hinata tercengang, kepalanya serasa ingin pecah.
"I love you, Ino."
ooOOoo
Satu bulan berlalu, kehdiupan Hinata semakin lama semakin berat. Semua itu karena Toner yang i menyebalkan itu. Satu bulan menjadi asistennya, satu bulan juga permntaan Toneri aneh-aneh. Sepertinya hanya kehidupannya saja yang mengenaskan. Sai, Shikamaru, Sasuke dan Neji. Sudah bersama cinta mereka. Naruto dan Haku, masih tak terpisahkan walaupun kadang Hinata sering mengetahui Naruto bersikap dingin dengan Haku. Ahh, entahlah apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka. Yang jelas masih tak ada kemajuan dalam kehidupan asmaranya. Hinata termenung di tepian pantai. Matanya memandang lurus ke arah Toneri yang sibuk melakukan pemotretan dengan model berbikini. Gadis itu hanya memandang sinis ke arah Toneri, walaupun pria itu seringkali melambaikan tangan ke arahnya.
"Hinata!" panggil Toneri dari jarak satu meter. Toneri berjalan mendekat ke arahnya.
"Apa lagi?" tanya Hinata malas.
"Ada kabar baik. Sutradara yang biasa menangani MV ku memilihmu sebagai model video klip terbaruku. Dia sangat menyukai wajah cantik dan polosmu," jelas Toneri girang.
"Heh, kenapa harus aku, masih banyak model cantik di Jepang. Aku tidak mau," protes Hinata.
"Kau tak bisa menolaknya, karena bibimu sudah menandatangani surat kontraknya,"
"APAAAAA! Hei kenapa tiba-tiba begini?! Kenapa tidak aku saja!"
"Entahlah, jadi kau tak bisa melanggar perjanjian kontrak itu. jika kau melanggar, bibimu akan di penjara. Oh ya ada lagi, ada adegan ciuman antara kau dan aku nanti. Jadi persiapkan dirimu," ucap Toneri tanpa merasa bersalah lalu pergi begitu saja dengan ekspresi puas.
"APA, ADEGAN CIUMAN?! AKU TIDAK MAU! HEI TONERI KEMARI KAU, DASAR BRENGSEK!" Teriak Hinata mencoba meluapkan amarah.
TO BE CONTINUE
THANK YOU BUAT TEMAN-TEMAN YANG MASIH SETIA MENUNGGU FF DARIKU. I LOVE YOU GUYS
