Super Senpai

.

.

.

.

.

.

.

Disclaimer: Naruto ©Masashi Kishimoto

Story by Vonda17

SASUSAKU

T

Romance

Warning: Dilarang Keras mengcopas, meniru dsb yang disebut Plagiat, tanpa izin dari Author Vonda17. Ooc, Alur gaje, Ide pasaran, feel ga dapet, dan perlu di tegaskan kembali Dont like dont read. NO FLAMER!.

.

Hargailah karya orang lain dengan kritik yang membangun bukan kritik yang menjatuhkan karena pasalnya Manusia bukanlah mahluk yang sempurna. Karena kesempurnaan hanyalah milik Tuhan yang Maha Esa.

.

.

.

.

.

.

.

.

Summary: Hey, aku adalah gadis yang manja dan berlaku sesuka hatiku. Tapi semua berubah ketika Monster Ice datang, hanya kak Sasori yang dapat menghentikannya, namun saat aku membutuhkannya ... Dia malah asyik apel dengan pacar barunya. Astaga kenapa aku berdialog seperti prolog di Avatar?! oh lupakan, yang penting... seseorang tolong diriku!.

.

.

.

.

Sakura mengerjapkan matanya dikala sinar mentari menyusup dari celah-celah tirai yang menutup indah jendela kamarnya.

Ia regangkan tubuhnya yang terasa kaku karena semalaman ia harus membuat syal untuk Sai, pemuda pujaan hatinya. Namun sebelum ia menurunkan kedua kakinya dari tempat tidur, Sakura menyadari satu hal.

"Kenapa aku ada disini!? Syal-ku mana?!" Seru Sakura terkejut melihat dirinya terbangun di dalam kamarnya yang nyaman. Apa mungkin ayahnya yang membawanya kesini atau... Ah, sudahlah, Ia pun tak memperdulikan hal itu lagi yang terpenting dimana Syal buatannya berada.

Segera Sakura beranjak dari tempat tidur untuk mencari Syal buatannya. Mata emerald itu tak sengaja menatap kearah meja belajarnya. Disana tergeletak rapih syal buatannya, Sakura pun tersenyum saat melihatnya. Kepala merah jambu itu pun menoleh kearah jam dinding, masih ada 1 jam lagi untuk bersiap-bersiap pergi ke sekolah, dan khusus hari ini mungkin ia akan pergi ke sekolah lebih pagi dari biasanya.

.

.

.

.

.

''Ohayou!" seru gadis pink itu seraya duduk bergabung di meja makan. Kizashi terkejut melihat putri kesayangannya sudah rapih dengan seragam sekolah yang melekat pada tubuh mungilnya, serta rambut pink yang kini terikat sempurna tanpa terlihat kusut. Cepat sekali perubahannya, anak Uchiha itu memang hebat!. Batin Kizashi tersenyum.

"Ohayou, Saki... Tumben bangun pagi-pagi sekali!." seru Kizashi seraya menyeruput kopi hitamnya. Sakura pun tersenyum lebar.

"hari ini, hari spesial... Tousan!" sahut Sakura riang hingha tak menyadari kedatangan Sasuke yang menatapnya heran.

"hari spesial? setahuku hari ini bukan ulang tahunmu, saki" Seru Kizashi menatap penasaran terhadap Sakura.

"unh, rahasia! aku tidak mau memberi tahu siapapun tentang ini!" sahut Sakura. Sasuke yang mendengar itu pun memutarkan kedua bola mata serta menggelengkan kepalanya.

"hanya bertemu seseorang yang dia sukai nanti, sampai bersemangat seperti itu?!" batin Sasuke kesal. Sepertinya Uchiha bungsu ini tak sadar kalau ia tak suka kalau Sakura bertemu dengan gebetannya. Cemburukah kau Sasuke?!.

"hmm, putri Tousan main rahasia-an sekarang ya, mungkin dia sudah punya pacar Kaa-san!'' seru Kizashi pada Tsunade yang menata mangkuk berisi nasi kehadapan mereka. Tsunade pun mendengus geli melihat Sakura yang terkejut dengan semburat merah dipipinya.

"ah, kau seperti tak pernah muda saja Kizashi-kun! hahaha..." sahut Tsunade membuat Kizashi termenung mengkhayal masa mudanya dulu. Sasuke pun hanya terdiam menyaksikan interaksi keluarga tersebut dan perlahan sebuah senyum tercipta di wajah tampannya. Sudah lama ia tak merasakan suasana seperti ini lagi.

Sakura pun melirik kearah arloji yang tersemat di pergelangan tangannya.

"aku ada urusan! Itadakimasu!"

Dengan rakus Sakura memakan hidangan yang disediakan oleh neneknya. Ia ingin cepat sampai ke sekolah untuk bertemu dengan sahabat-sahabat dan tentu saja, Sai sang pujaan hati Haruno Sakura.

.

.

.

.

.

.

.

Super Senpai

Vonda17 Present.

.

.

.

.

.

.

.

"Inoooooo!"

Pekikakan girang memenuhi ruang kelas itu. Mata aquarimne itu pun menoleh ke arah pintu dan mendapati sesosok gadis berambut merah mudah menghampirinya.

"Forehead! tumben pagi-pagi sekali kau datang?! kepalamu tidak terbentur apa-apa kan?" Sahut gadis Yamanaka itu seraya menyentuh jidat lebar Sakura dengan punggung tangannya.

"ah, Ino ga asyik... " cemberut Sakura dan membuang tangan sahabat kuningnya itu.

"Sakura? apa itu kau?" Sahut pemuda berambut merah dengan tato ai di jidatnya dan berwajah tampan

"memang yang kau lihat ini apa? hantu begitu?! mata panda!" seru Sakura menjitak kepala dengan surai merah itu.

"aw, ternyata benar kau... Pendek!" seru pemuda itu meringis merasakan salam manis dari gadis Haruno itu.

"Gaara... kau juga sama tak asyik!" sahut Sakura.

"hehe..." tawa Gaara sambil memeletkan lidahnya.

"Oh, ayolah hari ini hari spesialku kenapa kalian bertingkah sangat menyebalkan, huh!"

Ino dan Gaara hanya mengendikan bahu, membuat Sakura menghelakan nafas melihat kelakuan ke 2 sahabatnya yang abnormal.

"Forehead, memang ada apa sampai kau meng-spesialkan hari ini?" tanya Ino pada Sakura yang sudah duduk dibangkunya disamping Ino.

"ah, itu..."

" aku penasaran! kau juga bertingkah aneh hari ini... Berangkat sekolah pagi-pagi, seragam mu rapih dan rambutmu di kuncir! biasanya kan kau pecicilan!" timpal Gaara sambil memegang dagu nya seraya menerawang kejadian beberapa puluh menit yang lalu, dan sukses membuat sebagian siswi yang berada disitu berteriak girang karena pose keren pemuda Sabaku tersebut.

"itu tidak lucu, mata panda!" sungut Sakura kesal.

"Sudahlah kalian berdua... Gaara kau juga kenapa suka sekali menggoda forehead!" sahut Ino yang hanya di balas siulan oleh Gaara.

"jadi, bisakah kau bagi ceritamu dengan kami... Forehead?" Sakura pun tersenyum dengan wajah yang merah.

"Well, hari ini aku akan berikan syal serta perasaanku pada orang yang aku suka!"

"APA!?"

Sakura cepat menutup kedua telinganya. Ino terlihat terkejut bukan main apalagi Gaara, pemuda itu sampai terjungkal dari meja yang ia duduki setelah mendengar penuturan sahabat merah jambunya itu.

"S-Sakura... a-a-apa kau bilang?!" tanya Gaara gemetar seraya memangku kepalanya di atas meja.

"hahh~ aku menyesal bilang ini pada kalian..." racau Sakura tertunduk.

"siapa pemuda tidak beruntung itu ya?" seru Ino yang membuat aura hitam muncul disekitar tubuh Sakura.

"Inooo~…"

"Kyaaaaa! Foreheaaaad... maafkan aku! maafkan akuuuuu!"

.

.

.

"Ohayou, anak-anak... Gaara! kembali ke tempatmu!" tanpa mereka sadari, waktu telah memasuki jam pelajaran hingga terpaksa membuat pemuda Sabaku tersebut berjalan gontai ke bangkunya. Beda dengan Sakura yang masih antusias menceritakan rencananya pada Ino tanpa memperdulikan guru yang ada di depan kelas.

"kau tahu Pig, Sai itu tampan... blablabla.."

"Harap tenang, pelajaran akan segera dimulai!" Sahut guru berambut hitam serta codet di wajahnya yang tak lain. Ibiki sensei.

Siswi-siswa yang ada di kelas itupun menatap horror ke arah Sakura. Bagaimana tidak , Ibiki sensei adalah sensei matematika dan juga sensei ter-killer seantero sekolahnya. Dan Sakura tak pernah takut pada guru yang satu ini.

"Hahaha... Ino kau tahu aku sangat senang sekali hari ini... blablabla"

"hehehe ..." timpal Ino tanpa melihat Sakura karena takut dimarahi Ibiki sensei.

" sialan kau Forehead, kau mau aku di marahi juga oleh guru jahat ituuuuu!" batin Ino meringis.

"Haruno Sakura! keluar dari kelasku sekarang!"

DEG!

Semua orang yang berada di kelas itu pun seketika menelan ludah kecuali Sakura, saat mendengar perintah mutlak itu. Suasana di kelas itu pun serasa mencekam seperti kuburan. Tak ada satupun yang berani bersuara kecuali gadis Haruno itu.

" Inoo~ kau mendengarkanku tidak?! kenapa diam saja?" sahut Sakura tambah keras dan tak memperdulikan hirauan Ibiki sensei.

"Haruno Sakura, kau...!"

"biar, aku saja sensei... Sumimasen."

Semua mata tertuju pada sosok yang baru saja masuk kelas. Pekikan tertahan dari para gadis itupun mengiringi setiap langkahnya. Ibiki sensei pun menatap sosok yang berjalan angkuh menuju bangku Haruno Sakura itu.

"hahaha Ino... hahaha..."

.

BLETAK

.

!

.

Ino, Gaara, Ibiki sensei dan lainnya yang ada di kelas itu pun hanya dapat melongo melihat aksi pemuda yang baru masuk ke kelasnya itu. Pemuda itu dengan beraninya memukul kepala gadis tergahar di sekolahnya dengan sebuah gulungan buku, dan itu sukses membuatnya terdiam.

Sakura yang dipukul kepalanya itupun jadi tak terima. Siapa yang berani melakukan hal nista itu terhadapnya?! oh, orang yang melakukan itu pasti sedang bosan hidup hingga berurusan dengannya. Sakura pun membalikan tubuhnya untuk melihat pelaku yang memukul kepalanya.

"Sialan kau cari ma..."

JRENG!

Mata emeraldnya membulat dikala menatap sosok yang ada didepannya. Onyx kelam nan tajam mampu membius dalam sekejap mata meskipun terhalang kacamata persegi panjangnya, wajah datar nan tampan , dan tubuh tegap atletis dibalut seragam hitam sekolahannya. Oh, Sakura sungguh tahu siapa yang sedang berdiri saat ini dihadapannya.

!

"Di sekolahpun bertindak liar seperti ini, kera betina!"

"Kau!"

"Hn, mulai saat ini... Sudah aku putuskan akan mendidikmu di manapun kau berada!" Sahut pemuda itu yang ternyata Sasuke, pendidiknya yang menyebalkan.

"Kenapa dia ada disiniiii!..." teriak batin Sakura.

.

.

.

.

Istirahat Time.

.

.

.

"Jadi, senpai baru itu pendidik di rumah kamu!?" Sahut Ino serius sambil membawa makanannya ke arah meja kantin. Ino penasaran pada pemuda Uchiha yang menjadi murid baru di kelas XII-SAINS A dan menanyakan perihal tersebut pada Sakura.

"iya, hahh semenjak ada dia... Rumahku serasa seperti neraka!" sahut Sakura lesu.

"aku iri padamu forehead, kau selalu saja dekat dengan pria tampan seperti Gaara dan senpai... siapa namanya?" tanya Ino.

"Sasuke, Uchiha Sasuke!"

Ino pun ber'o' ria seraya meletakan makanannya di meja kantin yang di ikuti oleh Sakura. Ino dan Sakura pun mulai menyantap jajanan mereka.

.

PUK!

.

"jangan makan sembarangan!"

.

SET!

Entah dari mana Sasuke datang dan merebut makanan yang di beli Sakura dan di ganti dengan bekal yang sudah ia buat dari rumah. Sakura yang mendapat perlakuan itu pun segera berdiri menantang Sasuke.

"Kau kira aku ini anak TK yang buta pilih makanan, hah?" seru Sakura dengan lantang membuat beberapa pasang mata memperhatikannya.

"Sakura!" cicit Ino.

"Iya!" jawab Sasuke yang semakin membuat kemarahan Sakura menjadi.

"Aku tidak butuh ini semua! aku benci kamu".

PRAK!

.

Sakura pun pergi dengan membuang bekal yang di berikan Sasuke, sedangkan Ino menatap iba Sasuke sekaligus berojigi minta maaf.

"Gomennasaii, Sasuke-senpai..." sahut Ino yang di balas anggukan pemuda Uchiha bungsu itu. Ino pun segera menyusul kepergian Sakura.

"hn, dasar keras kepala!" gumam Sasuke seraya mengambil bekal yang tergeletak dilantai. Untung saja bekal tersebut tertutup rapat hingga tak membuatnya repot untuk membersihkan lantai tersebut.

.

.

.

.

Skip Time.

.

.

.

.

Hari sudah mulai sore, jam pelajaran pun sudah berakhir dan waktunya Sakura untuk pulang. Seperti biasa sore ini pun ia setia menunggu kereta yang membawanya pulang dan satu lagi yang sangat ia tunggu-tunggu.

"Sore... Sakura-san!"

Sai, pemuda itu lah yang ditunggu dan saat ini tengah menyapa dirinya.

"Sa-Sai kun..." seru Sakura dengan semburat merah dipipinya. Sai pun tersenyum dan berdiri di samping gadis Haruno itu.

"menunggu kereta lagi?" tanya Sai. Sakura pun mengangguk iya.

"A-ano Sai... aku punya sesuatu untukmu!" Sahut Sakura yang kini hatinya tengah berdebar kencang saat menatap kedua mata onyx milik Sai.

"hm, apa?" tanya Sai mengernyitkan alisnya. Sakura pun mengeluarkan bingkisan dari tas yang ia selempangkan di bahunya.

"Ini.."

Sai pun menerima bingkisan itu dengan senyuman di wajahnya. Jari-jemari tegas itu perlahan membuka bingkisan itu dan menarik keluar isinya.

SET

Mata onyx pemuda itu terpana mendapati sebuah Syal berwarna biru muda di tangannya. Ia pun beralih menatap gadis pink yang kini tengah tertunduk malu dengan wajah merahnya.

''Aku buat syal itu sepenuh hatiku, kuharap kau mau menerimanya... Maaf kalau rajuttanya beran..."

"Aku tak bisa menerimanya!" seru Sai memotong perkataan Sakura.

SYUUU...~

Angin berhembus menerbangkan helaian merah muda itu. Emeraldnya tak berkedip menatap kedua onyx yang menatapnya datar.

"A-apa?!" seru Sakura terkejut.

Sakit, Sakura merasakan sakit di dadanya bukan tapi di hatinya. Ia tak salah dengarkan?! Sai menolak syal buatannya kan?! yang juga berarti menolak perasaannya. Perasaan suka yang sudah lama ia pendam.

"Ini berat! maksudku aku tahu kau menyukaiku tapi aku tak bisa menerimamu... kau mengertikan?!" seru Sai tanpa melepaskan senyum di wajahnya.

.

DEG.

.

Sakura tak tahu harus bagaimana lagi, ia ingin menangis sekarang juga tapi ia tak bisa melangkahkan kakiknya sejengkal saja dari tempat itu. Ia malu, sungguh hargai dirinya sudah di injak oleh pemuda yang bernama Sai itu. Bagaimana ini... Seseorang tolong aku!. Batin Sakura menangis.

"o-oh begitu... go-gome..."

.

GREB!

.

!

Tiba-tiba saja seseorang memeluk tubuh Sakura dengan cepat. Menyembunyikan wajah Sakura didalam dekapannya. Apakah ini yang disebut doa yang terkabulkan.

"Rajutannya jelek, masih belum rapih dan harus belajar lagi... kau payah dalam merajut! nenek-nenek saja dapat mengerjakannya lebih baik daripada kau... "

Sepertinya Sakura mengenal suara dan harum tubuh yang memeluknya ini.

"jangan berkata kasar begitu pada Sakura-san!" sahut Sai.

"Berkata kasar katamu?!..." sahutnya penuh emosi. Sakura pun mendongakan wajahnya dan emeraldnya melebar dikala mendapati Sasuke yang kini tengah memeluknya.

"Coba ulangi lagi perkataanmu yang secara tak sadar menolaknya dengan kasar! kalau tidak kuhabisi kau sekarang juga" Sai pun ingin membalas perkataan Sasuke namun kalah cepat dengan pemuda tampan itu.

"Kau pikir kau siapa dengan seenaknya menginjak harga diri gadis ini yang tulus membuat syal itu untukmu! cih, mulut kampungan!" Sai pun menggertakan giginya dengan rasa malu yang dalam. Pemuda berambut klimis itu pun pergi tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Sakura.

"hiks..."

!

"hiks... hiks..."

Masih dalam dekapan Sasuke. Gadis Haruno itupun tak dapat lagi menampung air mata yang sudah menumpuk dipelupuk matanya. Hatinya teramat sakit atas penolakan yang dilakukan oleh Sai dan entah apa jadinya kalau Sasuke tidak datang dan membela dirinya. Tunggu dulu membela dirinya bukan termasuk tugas pendidik kan?.

"hiks... akuh mau pulangh.. hiks hiks..." isak Sakura. Sasuke pun dengan terpaksa melepas pelukannya dan meraih tangan Sakura.

"Hn,kita pulang!." Sasuke pun menggandeng tangan itu. Ia bawa Sakura pada halte bus terdekat. Karena tak mungkin lagi menunggu kereta dengan kondisi Sakura yang seperti itu.

.

.

.

Sesampainya didalam bus, Sakura tak mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya yang mungil. Ia hanya menatap jalanan dari balik jendela, pikirannya melayang entah kemana, hidung dan matanya sembab dan pipinya masih merah karena habis menangis.

"ini punyamu!'' Sahut Sasuke memberikan Syal itu pada Sakura. Sakura pun perlahan mengambil syal itu tanpa mengeluarkan sepatah kata pun. Sasuke yang melihat kondisi Sakura yang seperti itu pun merasa hatinya tercubit. Ia tak suka dengam sikap Sakura yang diam seperti ini, tak ada pertengkaran yang selalu terjadi di antara mereka membuat suasana sedikit sepi dan aneh. Walaupun ia tak pernah akur dengan gadis yang disampingnya bukan berarti ia menginginkan pertengkaran terus terjadi di antara mereka tapi dengan interaksi seperti itu, hubungan mereka terasa semakin dekat dan baik.

"Sasuke..." Sahut Sakura tanpa menatapanya.

"hn?"

"..."

Hening, tak ada lagi suara yang memecah keheningan itu selain panggilan tersebut hingga tak terasa bus yang membawa mereka pulang pun telah berhenti didepan rumahnya. Sakura pun turun tanpa memperdulikan Sasuke yang mengikutinya dari belakang. Hanya satu yang ia inginkan. Istirahat.

.

.

.

.

.

.

.TBC.

.

.

.

.

.

.

.

Behind The Scene.

Sai: Mulut kampungan?! hey Sasuke kau benar-benar marah padaku? kalimatnya tidak ada dalam skrip!

Sasuke: Hn. Penjiwaan film.

Ino: hey, kenapa aku tidak disandingkan dengan honey bunny Sai-kun?! aku protes!

Sai: Tuntutan film sayang...

Sakura: Sasuke-kun aku iri pada mereka! Pig jangan peluk Sai di hadapanku!

InoSai: Biarin :p

Sakura: :(

Sasuke: sakura kemarilah!

Sakura: apa?

Sasuke: ini untukmu!

CUPS!

.

Gyaaaaaa _

Happy Birthday Papih Sasuke :D

well maaf untuk keterlambatannya, dan kelihatannya fict ini tambah gaje aja ya?! hahaha tapi jangan lupa tinggalkan review kalian ya...

Maaf ga bisa balas review kalian satu-satu dan insyaAllah aku akan bisa membalasnya chapter depan. Keep or Delete?!.

.

Sign Vonda17 :D

A/n: maaf atas kesalahan penyisipan karakter Sasori di atas yg sharusnya mnjadi kakak Sakura malah jd sahabatnya (benar" fooled bgt) dan itu benar-benar kesalahan Miss Vonda yg lupa sma summary nya hahahaha oya Sasori aku ganti sama Gaara ja ya... Hontouni Gomennasai Readers san... (^/\^)