CHAPTER 2
"Kyuhyun." Heechul tampak terkejut melihat kehadiran Kyuhyun yang berdiri tepat di belakang Siwon. "Kenapa kau bisa ada disini?" tanya Heechul terheran.
"Aku—,"
Belum sempat Kyuhyun menjawab, tetapi Siwon sudah memotong kalimatnya, "Dia rekan kerjaku." jawab Siwon menoleh Kyuhyun sekilas, namun sangat tampak di matanya kalau ia menyuruhnya agar tetap diam dan seakan berkata—biarkan—aku—yang—menjawab-semuanya. "Dia pegawai magang di kantorku dan kami sedang mengerjakan sebuah proyek. Jadi, kami tinggal di rumah yang sama." sambung Siwon menjelaskan.
Heechul hanya mengangguk mengerti. "Pantas saja kau meninggalkan rumah." kata Heechul dengan nada agak sinis.
"Sepertinya kalian saling mengenal. Apa hubungan kalian?" tanya Siwon.
"Dia adik tiriku." sahut Heechul, "Ah—aku lupa. Kau tak sempat melihatnya saat di acara pernikahan Eomeoni –ku."
Kyuhyun membulatkan matanya. Jadi, Siwon datang ke acara pernikahan Ayah –nya. Sungguh, walaupun ia termasuk orang penting di dalam pernikahan itu, tetapi Kyuhyun sama sekali tidak mengetahui daftar tamu yang akan hadir. Jadi, managernya ini menghadari pernikahan yang di benci olehnya itu. Sepertinya Siwon akan berhutang penjelasan padanya, begitu pula sebaliknya.
"Untuk apa kau datang kemari?" tanya Siwon seolah mengalihkan pembicaraan, "Dan darimana kau mengetahui alamat rumah ini?"
"Aku mencari tahunya." jawab Heechul dengan agak misterius, "Dan kau tak perlu tahu darimana itu." sambungnya.
Siwon hanya diam. Itu bukanlah hal penting untuknya.
"Emmm—aku bermaksud untuk mengajakmu jalan-jalan karena aku merasa sangat bosan di rumah. Kau mau kan?" tanya Heechul kemudian tersenyum semanis mungkin.
"Waktu liburku hanya hari ini. Dan aku—," Tangan Siwon menarik pundak Kyuhyun hingga memotong jarak di antara keduanya, "—akan menghabiskan waktuku bersama Kyuhyun." sambungnya.
"Tetapi—,"
"Banyak pekerjaan kantor yang harus kami selesaikan. Ya kan, Kyu?" tanya Siwon kepada Kyuhyun, memotong ucapan Heechul. Siwon menoleh ke arah Kyuhyun, menatapnya dengan tatapan—katakan—ya—bodoh!
Dengan gugup Kyuhyun menimpali, "Ya. Apa yang dikatakan manager –ku ini benar. Ada banyak pekerjaan yang harus diselesaikan."
"Baiklah." Heechul mengangguk kecewa. Di dalam hatinya ia sangat ingin menjambak Kyuhyun. Sekarang Kyuhyun benar-benar membuatnya kesal. Tak hanya itu, pekerjaan kantor itu juga tampak sangat sialan baginya. "Aku akan kembali lain kali. Dan aku akan memastikan kau tidak sibuk, Siwon—ah."
Heechul beranjak dari rumah itu. Ternyata Siwon tidak berubah. Dia masih mementingkan pekerjaan semacam itu daripada berkencan dengan seorang gadis seperti Heechul.
(Well, This is Love)
"Ternyata kau yang dimaksud oleh Heechul selama ini." kata Siwon kembali membuka pembicaraan.
Kyuhyun hanya menunduk. Walaupun ia sangat penasaran apa hubungan antara Siwon dan Heechul, tetapi untuk saat ini ia menahan rasa keingin-tahuannya itu. Ia tak ingin membahas hal ini sekarang.
"Kau membuat pemikiranku banyak berubah." kata Siwon lagi. Ia menyesap sedikit kopinya dan kembali meletakkan cangkirnya di atas meja. Mata Kyuhyun terlihat mengikuti pergerakan cangkir itu.
"Maksud Manager apa?" tanya Kyuhyun kemudian menoleh sekilas ke arah Siwon. Ia tidak mengerti dengan maksud pernyataan Siwon barusan.
"Tidak. Lupakan saja." Siwon enggan mengatakan apa maksudnya. Ia mengambil remote telivisi kemudian menyalakan televisinya.
"Pemikiran berubah? Pemikiran tentang apa itu?" batin Kyuhyun terheran.
(Well, This is Love)
Kyuhyun membuka lembar demi lembar berkas miliknya. Libur seharian penuh membuatnya agak bosan, apalagi seharian ini ia hanya berada di rumah itu seperti tanpa ada seorang pun yang menemaninya. Siwon? Jangan tanyakan makhluk cuek itu. Dia bukanlah tipikal teman ngobrol yang baik. Untuk sekedar berjalan-jalan pun Kyuhyun tampaknya sedang malas. Tak ada satupun taman di sekitar perumahan itu. Menyebalkan bukan? Memang. Sangat malah.
Di sisi lain, Siwon sedang menuju ke kamar Kyuhyun. Ia hanya merasa penasaran dengan apa yang dilakukan oleh pegawai magangnya itu. Hanya sekedar melihatnya, tidak ada salahnya kan?
Siwon mengulurkan tangannya, bersiap untuk memutar kenop pintu. Beberapa detik ia tampak ragu, namun pada akhirnya pintu itu di buka olehnya. Siwon menelan ludahnya. Bukan Choi Siwon namanya jika ia membuka obrolan terlebih dahulu. Tetapi apa boleh buat, manager muda itu terlalu bosan dengan suasana rumah yang tak ada hangatnya sama sekali.
"Kau sedang apa, Kyuhyun—ssi?" tanya Siwon yang berdiri di ambang pintu, memandangi Kyuhyun sejak tadi. Sungguh, ia malah merasa jenuh ketika melihat Kyuhyun berkutat dengan kertas-kertas yang lebih tampak seperti sampah itu.
Kyuhyun berbalik. Beberapa saat ia tertegun melihat Siwon yang sedang memperhatikannya. "Emhh—aku… Aku hanya mempelajari beberapa berkas untuk proyek itu, Manager." jawab Kyuhyun agak gugup. Tangannya mengusap-usap tengkuknya. Entah kenapa angin dingin terasa melewati tengkuknya.
"Oh." sahut Siwon singkat, "Kau tak ingin keluar?" tanya Siwon lagi.
"Ke—keluar?" tanya Kyuhyun agak terkejut, "Ah—tidak. Lagipula aku tidak memiliki kendaraan. Akan sangat sulit jika aku menggunakan bus." jawab Kyuhyun disertai dengan tawa canggung.
"Keluarlah bersamaku!" kata Siwon singkat namun sangat tegas. Dan tentu saja sukses membuat Kyuhyun tertegun dan terkejut dalam sekali waktu—dan itu untuk yang kesekian kalinya.
"Tetapi—."
"Tidak ada penolakan. Aku akan menunggu di depan rumah." Siwon meninggalkan kamar Kyuhyun dan ia membiarkan pintu kamar Kyuhyun yang terbuka.
"Ba—baiklah, Manager." Kyuhyun menghela napas berat.
(Well, This is Love)
Siwon menghentikan mobilnya di sebuah kedai kaki lima yang menjual soju. Hell, apa jalan-jalan yang Siwon maksud adalah mengajak Kyuhyun untuk minum soju? Tampar Kyuhyun jika perlu. Ia berani bertaruh, hari ini akan menjadi hari pertamanya untuk mengendarai mobil setelah ia bekerja. Sebelumnya, terakhir ia mengendarai kendaraan beroda empat itu di hari wisuda.
"Man—Manager apa kau—."
Siwon memotong, "Aku lebih suka jika kau diam, Cho Kyuhyun. Ayo turun!"
Kyuhyun hanya menuruti apa yang dikatakan oleh Siwon. Ia mengikuti langkah Siwon dan tetap mengekor di belakangnya. Mereka menuju sebuah meja berbentuk persegi yang kecil dengan sebuah kursi di setiap sisinya. Mereka duduk berseberangan.
Siwon segera memesan.
"Bibi, aku pesan 5 botol soju dan beberapa potong daging!" kata Siwon agak berteriak.
Di bawah meja, Kyuhyun memainkan jari-jarinya. Dalam dirinya bergejolak tak tenang. Sikap Siwon agak mengerikan. Ya, walaupun minum soju bukan hal tabu bagi pria kantoran seperti mereka, tetapi Kyuhyun merasakan sesuatu yang tak beres di dalam diri Siwon.
"Aku yakin kau sering melakukan hal ini bersama Abeoji –mu." ucap Siwon menatap Kyuhyun datar.
Kyuhyun hanya mengerjapkan matanya. Apa yang dikatakan Siwon benar. Kyuhyun terheran. Manager –nya ini seperti tahu segala kehidupan yang dijalani Kyuhyun sebelumnya.
"Dan aku yakin, sejak Abeoji –mu menikahi wanita lain semuanya berubah."
Bingo!
Tebakan Siwon benar—lagi. Walaupun belum genap satu minggu Ayah –nya menikah lagi, tetapi Kyuhyun sudah merasakan atmosfer yang berbeda di dalam diri Ayah –nya. Bukan hanya itu, rumahnya sendiri pun terasa berbeda saat 2 wanita asing hadir di dalam keluarganya.
"Setelah proyek ini berhasil, aku akan menganggap diriku tidak memiliki Abeoji." sahut Kyuhyun agak datar. Walaupun hatinya terasa tertoreh ketika mengatakan kalimat itu, tetapi ia sudah memutuskannya.
Siwon hanya tersenyum penuh arti merespon kalimat yang dilontarkan oleh Kyuhyun barusan.
Pesanan datang.
Seorang wanita paruh baya membawa nampan yang dimana di atasnya sudah diletakkan 5 botol soju dan semangkuk daging mentah. Wanita itu kemudian menyalakan kompor yang berada di tengah-tengah meja. Ia juga meletakkan beberapa potong daging di atas panggangan.
"Silahkan menikmatinya." katanya ramah, lalu meninggalkan meja tempat Siwon dan Kyuhyun.
"Makanlah yang banyak!" Siwon mempersilahkan. Suaranya memang terdengar dingin, tetapi Kyuhyun akan segera terbiasa dengan suara dingin itu. Bahkan Kyuhyun akan menganggap itu sebagai suara yang `ramah`.
Kyuhyun meraih sumpit yang berada di sebelah kanan mangkuk kecilnya. Beberapa saat lagi, potongan daging mentah itu akan segera matang.
"Manager." ucap Kyuhyun—memberanikan diri.
"Hm."
"Apa kau—emhh mempunyai pengalaman yang serupa? Maksudku, mungkin kau mempunyai kehidupan seperti apa yang aku alami."
Siwon hanya diam. Matanya menatap daging yang mulai matang. Ia enggan menjawab pertanyaan yang dikatakan oleh Kyuhyun barusan.
"Dagingnya sudah matang. Makanlah!" kata Siwon. Ia malah mengatakan hal lain. Sumpit yang berada di tangannya ia gerakkan untuk menyumpit sepotong daging kecil. Siwon memindahkan daging itu ke mangkuk kecil yang berada di depannya. Ia mengetuk-ngetukkan dagingnya itu sebentar, lalu memasukkan ke dalam mulutnya.
Mata Kyuhyun mengerjap. Dengan gugup Kyuhyun mengambil sepotong daging dari atas panggangan. Kyuhyun melakukan hal yang sama seperti yang Siwon lakukan tadi.
Siwon menelan habis daging itu. "Suatu saat nanti kau akan tahu jawabannya." katanya. Mungkin hanya itu jawaban yang bisa di terima oleh Kyuhyun.
Tangan Siwon meraih botol soju, ia berniat menuangkan isinya ke dalam gelas soju –nya. "Biar aku saja, Manager." Kyuhyun meraih botol itu dari tangan Siwon, kemudian menuangkan segelas untuk Siwon. Ia juga menuang segelas untuknya.
Siwon menegaknya habis—dalam sekali teguk.
Tangannya meraih botol itu lagi. Kemudian menuangkannya ke dalam gelasnya. Siwon meneguknya habis—lagi.
Siwon melakukan itu berulang-ulang. Jika dibandingkan, mungkin yang Siwon sudah meminum melebihi 7 kalinya yang yang diminum oleh Kyuhyun.
Sekarang kelima botol itu sudah habis—ah bukan, bukan hanya 5 botol, tetapi ada 8 botol kosong disana. Meja itu tampak berantakan. Siwon sudah mabuk. Penampilannya pun sangat berantakan. Kyuhyun hanya menghela napasnya panjang melihat keadaan manager –nya.
Setelah membayar tagihannya, Kyuhyun membawa Siwon ke dalam mobil milik Siwon. Kyuhyun mendudukkan Siwon di jok penumpang bagian depan dan juga memasang seat belt –nya.
"Apa yang sebenarnya terjadi padamu, Manager?" lirih Kyuhyun.
(Well, This is Love)
Kyuhyun merebahkan tubuh Siwon di atas ranjang. Daritadi pria yang lebih tua darinya itu merancau tak karuan. Ia menarik selimut lalu menyelimuti Siwon sebatas lehernya. Sepertinya Siwon tampak lebih tenang dan terlihat sudah tertidur nyenyak.
Kyuhyun berbalik, bersiap meninggalkan kamar tidur milik Siwon. Tetapi, baru selangkah Kyuhyun melangkah, Siwon menahan tangannya. Ia menarik Kyuhyun hingga terjatuh di atas ranjang. Siwon sedikit menggeser tubuhnya, memberikan ruang untuk Kyuhyun.
"Man—Manager. Apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun agak gugup. Darahnya mengalir begitu deras saat Siwon melingkarkan kedua tangannya di pinggang Kyuhyun—dan tentu itu berarti Siwon merapatkan jarak di antara keduanya.
"Kau masih ingin mengetahui jawaban atas pertanyaanmu tadi?" tanya Siwon balik. Matanya terpejam. Rupanya ia kembali mengingatkan Kyuhyun akan pertanyaan yang dilontarkan saat di kedai itu.
Tentu saja. Kyuhyun masih—sangat—ingin tahu. "Hm." Kyuhyun berdehem disertai anggukan—meskipun anggukan itu tak dapat dilihat oleh Siwon.
"Cih." Siwon berdecih. Bibirnya melengkung membentuk sebuah senyuman—atau mungkin lebih tepatnya seperti senyuman yang mencibir. "Kau memiliki rasa keingin-tahuan yang tinggi. Aku suka itu." kata Siwon. Mungkin ia lebih tampak seperti sedang merancau tak jelas.
Kyuhyun hanya diam. Ia memperhatikan raut wajah yang begitu dekat jaraknya. Bahkan ia dapat melihat lekuk wajah Siwon dengan—sangat—jelas. Lebih jelas dari yang sebelumnya.
"Laki-laki itu menikahi perempuan lain dan menelantarkanku sejak saat itu." kata Siwon, "Sama seperti yang dilakukan oleh Abeoji –mu Cho Kyuhyun. Aku sangat membenci tipikal orang tua seperti itu."
Beberapa saat kemudian, napas Siwon terdengar teratur. Tunggu! Apa dia tertidur? Lalu, bagaimana Kyuhyun melepaskan dekapan kedua tangan Sang Manager yang begitu kuat? Ah—sepertinya Kyuhyun harus menginap di kamar Siwon malam ini.
Kyuhyun menoleh ke arah lain. Matanya tampak menerawang jauh, entah itu tertuju pada apa. Choi Siwon, apa dia menjadi lebih dingin hanya karena dia belum dapat menerima wanita lain untuk menjadi Ibu –nya? Pria yang tampak tangguh dan arogan ini rupanya memiliki tekanan mental di dalam keluarganya. Ya, Kyuhyun mengalami hal yang sama. Ia juga masih belum dapat menerima Ibu Heechul untuk menjadi Ibu –nya. Kyuhyun masih sangat ingin mempunyai keluarga seperti dahulu. Siwon memang menjadi dingin dan datar karena itu, tetapi Cho Kyuhyun, dia lebih ingin menjadi monster. Suatu saat ia akan menghancurkan semuanya. Ya, semuanya!
(Well, This is Love)
Siwon membuka matanya. Cahaya matahari yang masuk melewati jendelanya membuatnya agak terganggu. Bau soju masih tercium bahkan sudah menyebar ke seluruh sudut kamarnya. Ia merasakan kedua tangannya yang mendekap sesuatu, namun Siwon yakin itu bukanlah sebuah bantal guling.
Siwon menguap sembari memfokuskan pandangannya pada pemuda yang semalaman ia peluk dan tentu saja menemani tidurnya kemarin malam. Kyuhyun, ia masih tertidur lelap tanpa terusik sedikit pun.
"Sangat manis." Siwon membatin.
Ia terkagum untuk beberapa saat.
Sudah sejak lama ia tak melihat wajah yang begitu manis dan teduh seperti ini. Bahkan Kyuhyun tampak sangat cantik walaupun nyatanya ia adalah seorang laki-laki.
Tangan Siwon terulur. Telapak tangannya membelai pipi Kyuhyun. Sangat lembut dan tentunya agak kenyal. Pemuda ini masih tak terganggu. Sangat menggemaskan menurut Siwon. Mungkin setelah ini, Siwon harus menarik kata-kata 'kalau—aku—ini—adalah—seorang—yang—normal.'.
"Eunghh." lenguh Kyuhyun. Matanya sedikit terbuka.
Siwon salah tingkah. Ia berusaha menutupi kalau beberapa menit yang lalu, ia sedang mengagumi pegawai magang yang berada di tim –nya itu.
"Bangunlah! Hari ini kita memiliki sangat banyak pekerjaan." ujar Siwon ketus. Badannya sedikit ia geser, menjauhi Kyuhyun yang masih terbaring di sebelahnya.
Kyuhyun kikuk, "Ah ya, Manager. Aku akan membuat sarapan, kemudian akan menyiapkan berkasnya." Kyuhyun bergegas, bangkit dari posisi berbaringnya. Dengan langkah cepat, Kyuhyun menuju ke pintu.
"Jangan lupa untuk mandi!" Siwon mengingatkan dengan nada setengah berteriak.
(Well, This is Love)
Disanalah mereka saling duduk berhadapan, sibuk dengan lembaran-lembaran kertas yang berserakan di atas meja makan. Setelah sarapan sederhana, mereka memutuskan untuk mengerjakan pekerjaan mereka. Setidaknya mereka mendapat kesempatan untuk mengerjakan hal ini di rumah itu. Rasanya waktu 2 bulan akan berlalu dengan cepat.
"Kau memiliki ide lain?" tanya Siwon tanpa mengalihkan pandangan dari setumpuk proposal penting.
Kyuhyun mengetuk-ngetuk pensilnya. Apa yang bisa dilakukan selain membangun spa? Err—mungkin yang dimaksud untuk melengkapi itu.
"Aku pikir, kita bisa memproduksi kosmetik sendiri." sahut Kyuhyun, "Jadi, maksudku seperti ini. Bukankah spa ini akan di bangun di Shizouka? Selain ramai dengan tempat peristirahatan karena dekat dengan Gunung Fuji, disana juga dikenal dengan produksi teh –nya. Jadi, kita bisa bekerja sama dengan para petani untuk membuat kosmetik organic berbahan teh." tutur Kyuhyun.
Siwon terdiam sesaat. Mungkin ini akan menguntungkan.
"Baiklah, aku akan membicarakan ini besok." Siwon mengangguk-angguk setuju. Tangannya dengan cekatan menulis apa yang dikatakan oleh Kyuhyun di laptopnya. "Dan aku harap ini disetujui." Ia menambahkan.
Ting tong ting tong…
Mereka menoleh secara bersamaan.
"Mungkin Eksekutif Kim." kata Siwon seraya berdiri, siap menuju ke pintu.
Kyuhyun mengangguk mengiyakan. Sorot matanya mengikuti langkah Siwon yang menuju ke pintu. Ia menutup laptopnya, kemudian melangkahkan kakinya menuju ke pintu masuk rumah, mengikuti Siwon.
Kyuhyun mengerutkan alisnya. Heechul? Dia datang lagi? Hell, apa sebenarnya yang diinginkan oleh gadis itu? Sungguh, ini membuatnya terganggu. Meskipun sebenarnya Heechul akan berurusan dengan Siwon, tetapi secara tidak langsung ia akan melihat wajah Heechul juga. Dan itu membuatnya agak kesal.
"Annyeong, Siwonnie." sapa Heechul ketika melihat Siwon yang membukakan pintu untuknya.
"Apa yang kau inginkan?" Siwon bertanya dengan ketus—tanpa membalas sapaan dari Heechul. "Ku pikir kau akan datang seminggu kemudian."
"Seperti tawaranku kemarin, aku ingin kita pergi keluar. Mungkin kita bisa melakukan sesuatu yang dilakukan oleh sepasang kekasih."
Siwon menghembuskan napasnya. Pasangan kekasih? Siwon bahkan tak dapat membayangkan bagaimana jika mereka menjadi pasangan.
"Aku yakin kali ini kau tak akan bisa menolak." Heechul merogoh sesuatu dari tas tangan miliknya. Ponsel miliknya.
Heechul mengulurkan ponsel itu pada Siwon. Dengan agak ragu ia mengambil ponsel itu. Sebuah rekaman terputar. Tunggu! Bukankah itu Eksekutif Kim? Untuk apa Heechul menyimpan rekaman dari Eksekutif Kim?
To Be Continue…
Annyeong . yuhuuu… akhirnya bisa update FF lagi. Kemarin emang sempet posted ff lain, tetapi kebetulan itu ff udah aku buat sebelum hiatus ujian xD. Jadi, cuma perlu post aja /plakk/
Ada yang kangen? /ga ada/
Terima kasih untuk komentar, favorit atau pun follow –nya. ^.^
Hehehe walaupun komentar di chapter 1 jauh banget dari komentar di prologue, gpp, yang penting masih ada yang baca. :D
Sekali lagi terima kasih ya. Maaf ga bisa sebutin satu per satu.
Untuk lanjutannya, aku usahakan secepatnya ^.^ :)
