CHAPTER 3
Kyuhyun mendudukkan tubuhnya di atas kursi. Meja makan tampak berantakan karena berkas-berkas yang masih berserakan. Untuk itu, ia ditugaskan oleh Siwon untuk membereskan semuanya. Pria yang lebih tua darinya itu memutuskan untuk menunda pekerjaannya dan akan melanjutkannya di keesokkan harinya.
Beberapa saat yang lalu Siwon pergi meninggalkannya bersama Heechul hanya untuk berjalan-jalan. Sekarang ia keheranan dengan sikap Siwon setelah melihat video rekaman di ponsel milik kakak tiri perempuannya itu.
Setelah beberapa hari serumah dengan Siwon, Kyuhyun tahu manager –nya itu bukanlah tipikal orang yang suka meninggalkan pekerjaan penting hanya untuk sekedar berjalan-jalan dengan wanita—yang bahkan belum resmi menjadi pacarnya. Tunggu! Ia masih belum tahu apa isi rekaman itu. Tentu ia sangat penasaran dengan isinya. Menurutnya sangat ajaib karena bisa mengubah jalan pikiran Siwon dalam sekejap.
Kyuhyun menyandarkan dirinya di sandaran kursi. Ia sedang malas untuk membereskan berkas yang berserakan itu. Lagipula ia yakin Siwon tak akan kembali secepat itu. Ia menghembuskan napasnya panjang. Entah kenapa ia merasa tak suka dengan sikap Siwon yang seperti itu. Terlebih dengan menerima ajakan Heechul.
Kyuhyun menyukai Siwon?
Ah, jangan bercanda! Dia hanya tidak suka dengan sikap Siwon yang lebih memilih Heechul ketimbang menyelesaikan pekerjaannya. Lagipula dia masih normal. Ya, akan ditekankan lagi, Kyuhyun adalah normal!
Kyuhyun mengambil ponselnya yang terletak di atas laptopnya dan memeriksanya. Sebuah pesan masuk. Eh dari Heechul? Sepertinya sebuah video rekaman.
Kyuhyun mengerutkan dahinya. Kenapa ada gambar Eksekutif Kim di sampul video? Ah—dia akan melihatnya sekarang.
—Ah, apa kameranya sudah menyala? Emhh sepertinya ya. Choi Siwon, apa kau melihatku sekarang? Baiklah ada sesuatu yang harus aku katakan padamu.
Apa Heechul sudah sampai di rumah itu—ah atau aku harus menyebutnya dengan rumahmu sekarang. Sebelumnya aku akan mengatakan ini—ehem—Kim Heechul adalah keponakanku.—
Pause!
Kyuhyun menghentikan video rekaman itu. Ia menegakkan posisi tubuhnya. Terkejut, tentu saja, sangat malah. Jadi, Heechul adalah keponakan Eksekutif Kim? Ah—jangan katakan lagi kalau Eksekutif Kim adalah salah satu tamu penting di pernikahan Ayah –nya dan lagi ia tak mengetahui hal ini.
Pikirannya berputar untuk beberapa saat. Jangan-jangan Ayah –nya sudah mengenal baik Eksekutif Kim. Bahkan Kyuhyun memikirkan tentang pekerjaannya sekarang. Apa mungkin Ayah –nya mengizinkan bekerja di perusahaan itu karena Eksekutif Kim adalah calon iparnya?
What the hell! Kyuhyun benar-benar ingin berteriak kencang sekarang.
Play!
—Heechul adalah keponakanku satu-satunya. Kau tahu? Kemarin malam, ia semalaman menangis di kantorku dan memohon padaku untuk membujukmu. Maka dari itu aku membuat video ini untuknya. Choi Siwon, aku mohon hanya untuk sekali saja kau menerima ajakannya. Tak ada salahnya kan? Aku tahu kau masih bekerja, tetapi kau bisa menundanya untuk beberapa jam ke depan.
Okay, ini bukan sejenis nepotisme. Sebagai paman, aku sangat tidak tega saat keponakanku satu-satunya menangis di depanku hanya karena seorang laki-laki yang mengacuh…—
Brak!
Kyuhyun melempar ponselnya ke atas meja makan. Ia tidak ingin melihat isinya lagi. Well, apa dia sedang marah? Sepertinya begitu. Entahlah marah karena apa. Hanya ada tiga kemungkinan. Pertama, ia kesal karena Siwon berhasil di bujuk oleh Eksekutif Kim dengan tindakan nepotisme –nya itu. Kedua, ia kesal pada sikap manis Heechul yang palsu itu, dan ketiga, ia sangat marah pada Ayah –nya yang seakan menyembunyikan segala sesuatu darinya.
Kyuhyun bangkit dari posisi duduknya. Mungkin tidur dapat memulihkan mood –nya yang turun drastis itu.
(Well, This is Love)
Cklek
Siwon membuka pintu rumah. Tadi Heechul menawarkan dirinya untuk menginap di rumah itu, namun ia menolaknya. Ia hanya malas menerima tamu perempuan semacam Heechul.
Mata Siwon membesar saat akan melewati ruang makan. Meja makan masih tampak berantakkan. Seingatnya, ia sudah menyuruh Kyuhyun untuk membereskannya. Tetapi dimana anak itu?
Siwon memeriksanya ke kamar Kyuhyun, namun ia tak berada disana. Mungkin Kyuhyun sedang membeli makanan keluar, pikirnya. Ia menuju ke kamar miliknya. Langkahnya terhenti saat melihat siapa yang sedang berbaring dengan nyenyaknya di atas ranjang miliknya.
"Kenapa dia tidur disini?" gumam Siwon, lalu tersenyum.
Ia melangkah mendekat ke ranjang. Siwon duduk di pinggir ranjang. Tangannya meraih ujung selimut dan merapatkannya ke tubuh Kyuhyun. "Ah apa yang aku lakukan?" Siwon menarik tangannya, mengalihkan pandangan ke arah lain. Bukankah seharusnya ia marah karena orang lain memasuki kamarnya bahkan tidur disana? Belum lagi dengan berkas-berkas yang berserakan di meja makan, tentu ia akan marah besar karena ini. Tetapi sekarang ia tak dapat melakukan hal itu.
Siwon bangkit dari posisi duduknya, menuju ke meja makan. Ia memutuskan untuk mengambil pekerjaan yang sempat dilimpahkan pada Kyuhyun. Setidaknya ia tak ingin selembar berkas pun hilang dalam keadaan seperti itu.
"Eungghh—manager apa yang kau—engghh."
Sekelebat bayangan melintas di benaknya. Ah—kejadian malam itu kembali menghampiri pikirannya. Ia dapat mendengar dengan jelas saat pertama kali Kyuhyun mendesah untuknya. Ingin mendengarkan untuk yang kedua kalinya? Ya, itu akan terjadi saat ia memang ingin tidak menjadi normal kembali.
Siwon kembali berkonsentrasi dengan berkas-berkasnya. Suara itu bahkan mengganggu pikirannya sekarang. Semakin lama semakin jelas saja. Ia tampak gelisah.
"Manager, apa yang kau lakukan?" tanya Kyuhyun yang baru saja tiba di ruang makan. Wajahnya tampak suntuk. Ia terheran melihat Siwon yang sepertinya tidak nyaman.
Siwon menoleh, kemudian kembali pada pekerjaannya, "Melakukan tugas yang seharusnya dilakukan olehmu."
Kyuhyun berlari kecil menghampiri Siwon. Ia turut merapikannya, "Maaf, aku lupa harus merapikan ini. Mungkin belakangan ini aku kurang tidur sampai—."
"Tidak usah membuat alasan!" Siwon berkata ketus. "Bereskan sisanya, aku ingin tidur." katanya lalu beranjak.
Kyuhyun memiringkan kepalanya, entah kenapa ia merasa ada yang aneh dari cara Siwon berjalan. Tetapi ia tak terlalu memikirkan hal itu. Setelah ini ia akan memasak untuk makan malam mereka.
(Well, This is Love)
2 minggu terlewati begitu saja. Berarti waktu Kyuhyun tinggal 1 bulan 16 hari. Masih cukup lama. Seminggu lagi ia dan Siwon akan ke Jepang untuk melihat proyek yang mereka kerjakan.
Okay, lupakan tentang pekerjaan karena Kyuhyun lebih memikirkan berapa kali setelah hari itu Siwon keluar bersama Heechul. Selama itu, err—kurang lebih kelima kalinya.
Hari ini mereka berencana akan ke taman di dekat kantor. Kyuhyun akan mengikutinya sekarang. Walaupun ini terlihat seperti `tidak punya kerjaan`, tetapi rasa penasarannya lebih besar ketimbang hal itu. Mungkin ia akan sedikit kesulitan karena masih harus menggunakan taxi. Err—ponsel Siwon cukup membantu untuk melacak keberadaan pemiliknya.
"Kau akan pergi sekarang?" tanya Kyuhyun saat Siwon menuruni tangga.
Siwon mengangguk, "Memasaklah sedikit untukku. Aku tidak akan lama sekarang." Siwon mengacak pelan rambut Kyuhyun. Selama 2 minggu terakhir mereka terlihat makin akrab.
Siwon melangkah menuju ke pintu, "Tunggu!" Kyuhyun menghentikannya.
"Apa yang kau perlukan, Kyu?" tanya Siwon.
"Ah itu—kau ingin memakan apa malam ini? Hehehe…" Kyuhyun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Mungkin olahan daging sapi. Kau bisa memasak apa saja dengan bahan dasar itu." sahut Siwon, lalu menarik gagang pintu rumahnya.
"Minum… Kau ingin meminum apa?" tanya Kyuhyun. Setidaknya ia bisa mengulur sedikit waktu Siwon.
"Soju." Siwon tersenyum dan sekarang ia benar-benar menghilang di balik pintu.
"Ba—baiklah." sahut Kyuhyun setengah berteriak.
—Kyuhyun PoV—
Aku mengambil jaket yang terletak di atas ranjangku kemudian memakainya. Aku berencana untuk mengikuti perginya Manager Choi hari ini. Bagaimana aku harus mengatakan ini? Tetapi beberapa hari terakhir ia berubah menjadi pribadi yang hangat. Aku tak tahu, mungkin ia juga seperti itu pada Kim Heechul. Dan ya, semakin hari aku semakin menyukainya. Aku tak dapat menjelaskan rasa suka apa itu, tetapi kejadian malam itu memang benar-benar tak dapat aku lupakan. Dialah yang menyentuhku untuk pertama kalinya dan aku… err—menyukainya—sangat.
Taxi yang aku pesan tiba di depan rumah. Manager Choi pergi ke taman yang berada dekat dengan kantor. Aku tahu taman itu. Setelah beberapa lama di perjalanan aku sampai. Tampak mobil miliknya yang terparkir di parkiran taman.
Aku memakai topi kupluk yang menyatu dengan jaketku. Kalau kau bertanya kenapa aku tampak repot seperti ini, aku tak memiliki alasan yang cukup jelas. Aku hanya ingin tahu, mungkin dapat dikatakan seperti itu.
Aku mengendap dari balik pohon. Mereka sedang duduk pada sebuah bangku panjang disana. Hanya mengobrol, ya itu yang aku lihat. Tetapi aku akan menunggu beberapa menit ke depan apa yang akan mereka lakukan.
—Kyuhyun PoV End—
(Well, This is Love)
"Ini ke-6 kalinya kau menyetujui ajakanku untuk jalan-jalan." Heechul membuka pembicaraan.
Mereka sedang duduk pada sebuah bangku panjang di taman dekat dengan kantor Siwon. Jarak yang cukup—menurut perhitungan Siwon—memisahkan mereka berdua.
"Aku hanya tidak ingin di pecat." sahut Siwon dengan santainya, "Aku lebih suka menjadi diriku sendiri ketimbang menjadi orang lain dan aku lebih suka pada pribadi yang tidak memaksa."
Heechul hanya mengangguk canggung. Bagaimanapun kalimat Siwon cukup menukiknya. Ia sadar, melalui pamannya, Eksekutif Kim, secara tidak langsung Heechul memaksa Siwon untuk berkencan.
"Kau tidak berubah."
"Apa yang harus aku ubah dari diriku?" tanya Siwon, "Aku sudah cukup mendapat jawaban di masa lalu, Kim Heechul—ssi. Menurutku kaulah yang banyak berubah."
"Aku berubah karena kau."
"Sudah terlambat. Bagaimanapun kau berusaha, aku tidak akan pernah menyukaimu lagi."
Heechul menelan ludahnya kasar. Siwon, kata-katanya lebih menusuk dari yang biasanya. "Emh bisakah kita tak membicarakan masa lalu?"
Siwon tersenyum, menatap Heechul, "Kaulah yang memulainya." Ia berdiri, memasukkan kedua tangan ke dalam saku celananya, "Baiklah, aku akan mengakhirinya sekarang." katanya setelah menarik napas yang cukup panjang.
Siwon segera beranjak, meninggalkan Heechul yang masih duduk disana.
"Tunggu!" Heechul menahan tangan Siwon, namun ia menepisnya kasar.
"Jangan pernah menyentuhku lagi." katanya datar.
Namun Heechul mengacuhkan peringatan itu. Ia menangkup kedua pipi Siwon, lalu menciumnya dalam. Emhh—tentu saja tanpa seizin Siwon.
Siwon tampak terkejut atas perlakuan Heechul. Matanya membulat sempurna. Sesaat kemudian tangannya mendorong kasar gadis yang menciumnya selama beberapa detik itu. "Aishh dasar gila!"
Siwon yang tampak marah itu meninggalkan Heechul tanpa memperdulikannya lagi.
(Well, This is Love)
Kyuhyun membulatkan matanya. Tangannya menutup mulutnya yang refleks menganga. Heechul menangkup pipi Siwon dan menciumnya. Managernya itu tak melawan. Ia berbalik, meninggalkan tempat yang ia gunakan untuk mengintai. Entah bagaimana, tetapi air matanya mulai menuruni pipinya.
"Apa dia melakukan itu pada perempuan ataupun laki-laki lain? Cihh dasar."
(Well, This is Love)
"Sudah pulang, Manager Choi?" tanya Kyuhyun. Ia menyambut Siwon yang baru saja memasuki rumah dengan kedua tangan yang dilipat di depan dadanya.
Siwon tersenyum, "Ada apa dengan nada bicaramu? Sepertinya kau sedang kesal." Ia mendekat ke arah dimana Kyuhyun sedang berdiri. Tangannya terulur lalu mengacak pelan rambut Kyuhyun, "Ini pertama kalinya kau berbicara kasar padaku setelah 2 minggu. Apa kau semakin berani karena sikap hangatku kepadamu?"
Glek!
Kyuhyun menelan ludahnya kasar, "Tidak, nada bicaraku biasa saja. Mungkin itu hanya perasaanmu saja. Heh? Sikap hangat? Kau selalu dingin, seperti saat kita belum serumah." Ia berbalik, beranjak menuju ke dapur.
"Apa yang kau masak hari ini?" tanya Siwon mengikuti langkah Kyuhyun.
"Seperti yang kau minta, masakan berbahan dasar daging sapi."
Siwon mengangguk. Ia mengambil tempat pada salah satu kursi yang mengelilingi meja makan. "Kau tak makan?" tanyanya pada Kyuhyun ketika melihat pegawainya itu menuju ke ruang tengah.
"Tidak. Aku sudah makan tadi." sahut Kyuhyun tanpa melihat Siwon.
Siwon mengambil sumpit lalu menyumpit sepotong daging sapi yang dibumbui. "Hey, kau itu kenapa? Tidak biasanya kau bersikap seperti ini." katanya sambil mengunyah dagingnya, "Aku kira semakin lama kita semakin akrab berteman. Hyaa… Kenapa kau tiba-tiba seperti seorang gadis yang baru saja memergoki pacarnya berciuman dengan gadis lain?"
Blush!
Jika Siwon dapat melihat, mungkin pipi Kyuhyun sudah sangat memerah. Jangan katakan kalau Siwon tahu jika ia mengikutinya tadi. Ah—tidak-tidak! Mungkin itu hanya tebakannya yang beruntung. Tunggu! Pacar? Gadis? Heol! Kyuhyun itu laki-laki, kenapa Siwon menyebutnya gadis? Dan pacar, siapa pacarnya?
"Aku bukan seorang gadis dan aku sedang tidak memiliki pacar." Kyuhyun berkata ketus.
"Hahaha benar, tetapi kau manis seperti seorang gadis. Err—mungkin karena kau terlalu manis, gadis-gadis enggan mendekatimu."
Kyuhyun berbalik, menuju salah satu kursi yang berada di seberang Siwon, lalu duduk di kursi itu. "Heol! Apa kau sedang meledekku sekarang?" tanya Kyuhyun dengan nada yang agak tinggi.
"Hey, kenapa nadamu seperti orang yang marah? Apa kau ingin di pecat karena membentak boss –mu?" tanya Siwon dengan nada yang tak kalah tinggi.
"Aishh… Baiklah-baiklah. Aku minta maaf. Tetapi, bisakah kau melihatku sebagai laki-laki? Kejadi—."
"Aigoo… Aku lapar sekali. Kau sangat cerewet, jadi berhentilah berbicara untuk beberapa menit ke depan!" Siwon mengarahkan sumpitnya ke selembar daun selada, "Cihh… Bagaimana aku tak menyebutmu gadis, kau tampak lebih cerewet dari Ibu –ku." gumamnya lalu memasukkan daun selada itu ke mulutnya.
(Well, This is Love)
Srek!
Kyuhyun membalik tubuhnya ke kanan. Malam ini ia tak bisa tidur. Matanya membandel karena tak bisa membuatnya tidur dengan nyenyak. Berbagai bayangan melintas di depannya seperti sedang menonton tayangan di layar proyektor.
"Aku kira semakin lama kita semakin akrab berteman. Hyaa… Kenapa kau tiba-tiba seperti seorang gadis yang baru saja memergoki pacarnya berciuman dengan gadis lain?"
Telinganya dengan jelas mendengar kalimat yang diucapkan oleh Siwon saat di ruang makan dan sampai saat ini kalimat itu masih terngiang di telinganya. Kyuhyun masih terheran kenapa atasannya itu menyebutnya dengan sebutan `gadis`.
"Hahaha benar, tetapi kau manis seperti seorang gadis. Err—mungkin karena kau terlalu manis, gadis-gadis enggan mendekatimu."
Srek!
Kyuhyun lagi-lagi membalik tubuhnya. Apa dia terlalu manis sampai-sampai ia tak memiliki pacar? Tetapi Siwon juga tidak memiliki pacar, apa dia juga manis sepertinya?
Eh! Ia lupa kalau Siwon akhir-akhir ini berkencan dengan Heechul. Jadi, anggaplah Heechul adalah pacar Siwon.
"Ah tidak-tidak! Kenapa aku menjadi salah tingkah? Ah ayolah Cho Kyuhyun! Setelah ini kau ingin menjadi monster, bukan laki-laki yang disamakan dengan gadis yang manis!" Kyuhyun menangkup kedua pipinya dengan tangannya.
Sebenarnya ia agak frustasi dengan kata-kata Siwon. Pria itu jauh dari perkiraannya. Awalnya, sejauh ini ia mengira akan serumah dengan makhluk cuek bermarga Choi itu akan membuatnya mati berdiri karena hari-harinya yang akan selalu datar. Namun semuanya di luar dugaan. Mulut Siwon cukup pedas untuk membuat Kyuhyun memerah, entah itu karena marah atau karena sanjungannya yang tidak berlogika.
"Apa aku menyukainya? Tetapi… Dia laki-laki, apa aku bisa? Arghh! Berhenti berpikir bodoh Cho Kyuhyun!"
(Well, This is Love)
Ting tong ting tong…
Kyuhyun berjalan gontai menuju ke pintu. Tidur nyenyaknya terganggu saat bunyi denting sialan itu terdengar. Matanya setengah terpejam berjalan menuju ke pintu. Menurutnya masih terlalu pagi untuk menerima seorang tamu. Ah—mungkin ini orang yang berasal dari perusahaan, ya setidaknya pemuda itu mencoba untuk berpikir—sangat—positif.
"Annyeong, Kyuhyun." sapa seorang gadis saat Kyuhyun menarik daun pintu.
Sedetik setelahnya Kyuhyun menutup pintunya kembali. Ia hanya malas melihat wajah itu. Siapa lagi kalau bukan kakak tirinya, Kim Heechul.
"Hey! Kyuhyun buka pintunya!" Heechul berteriak kencang sambil menggedor-gedor pintunya.
Dari arah tangga tampak Siwon sedang melangkah mendekati pintu masuk.
"Kau mau apa?" tanya Kyuhyun.
"Kau tak dengar dia sedang berusaha menerobos masuk? Aish aku bisa gila kalau ia melakukan itu seharian. Lebih baik aku membuka pintu ini untuknya."
Kyuhyun menempelkan tubuhnya di pintu sambil merentangkan tangannya—menghalangi pintu. "Aku tak akan membiarkan Manager menemuinya lagi. Tidak!"
"Cho Kyuhyun—ssi, aku sedang tidak ingin bercanda. Minggir!"
"Tidak!"
"MInggir atau kau aku pecat!"
"Ba—baiklah." Dengan berat hati Kyuhyun membiarkan Siwon untuk membuka pintunya.
Cklek…
"Annyeong, Siwonnie." sapa Heechul tersenyum.
"Ada apa?" tanya Siwon ketus.
"Hari ini Ayah –ku mengundangmu ke acara makan malam keluarga. Aku harap kau bisa datang emhh—bersama Kyuhyun juga." jelas Heechul dengan nada agak malas di akhir kalimat.
"Itu saja?"
Heechul mengangguk sambil memamerkan senyum terbaiknya, berharap kalau Siwon akan membiarkannya masuk ke dalam rumah itu.
"Baiklah. Selesai." kata Siwon lalu berbalik dan menutup pintu rumah itu. Tak lupa juga ia menguncinya.
Siwon melirik Kyuhyun yang berdiri di dekat pintu sambil memainkan jari-jarinya. Ia menghela napasnya panjang. "Kita ada acara malam ini." kata Siwon.
Kyuhyun mengangkat wajahnya. "A—acara?"
Siwon berdecih. "Ayah –mu mengundangku untuk makan malam keluarga. Sepertinya dia juga ingin kau ikut." jelasnya, "Aku harap kau tidak akan membunuh Ayah –mu malam ini karena semakin hari kau semakin tampak membencinya."
Ia menarik napasnya lalu menghembuskannya, "Baiklah aku akan memenuhi undangan itu malam ini. Sepertinya dia merencanakan sesuatu." gumam Siwon pelan.
TBC
