Camping dan Safari Malam

Cast: BoBoiBoy (Lima-limanya)

Genre: Family

Author: IceCandy03

Note(s): Ini FF real punya Author. Harap dimaklumi jika banyak typo dan kekurangan. Kesamaan alur cerita mungkin hanya suatu kebetulan. Author baru, mohon bimbingannya!

Disclaimer: Boboiboy punya Animonsta, cerita punya IceCandy03

Haaaai! Nah, Candy balik lagi dengan "Camping dan Safari Malam" chapter 2! Yeeee *lompat-lompat ala Api*.

Nah, ini dikarenakan ada yang minta lanjut. Jadi Candy lanjutin deh. Mumpung masih ada ide yang nyangkut (?).

Ok, daripada kebanyakan ngomong, kita langsung ke ceritanya yaa.. Happy Reading!~

.

.

.

.

.

.

.

Hari ini, kegiatan camping pramuka sudah selesai. Semua murid berhamburan pulang ke sarangnya (?), eh, rumahnya deng.

Nah, sebelum pulang ke rumah masing-masing, murid-muridnya disuruh membersihkan kelas.

Halilintar disuruh bersihin kaca kelas. Bukannya niat, malah menggerutu. Maklumlah, anak kebo + temperamental #disetrum.

Taufan disuruh nyapu. Yang ini sama kayak Halilintar, tapi dia nggak menggerutu, malah ngeluh "capek" terus. Maklumlah, dia nggak pernah bantu bersihin rumah, jangankan bersihin rumah, bersihin kamar aja kagak pernah, pemalas -_- #ditendangTaufan.

Gempa disuruh nge-pel. Ngerjainnya sungguh-sungguh, kayak ngerjain tugas. Nggak pernah ngeluh capek. Maklumlah, 'kan dia rajin, jadinya kagak capek.

Api disuruh bersihin papan tulis. Udah dikasih yang mudah malah ngeluh aja kerjaannya, Katanya "bosan". Maklumlah, dia 'kan belum pernah bersihin papan tulis. Kerjaannya menghilangkan tekanan terus sih.

Air disuruh yang paaaaaling gampang, alias nyusun meja. Ngerjainnya santai banget, Nggak ngeluh sih.

Setelah itu mereka pulang.

.

.

.

.

Skip Time~

.

.

.

.

Di rumah…..

"Huaaaah! Capeeeek!" ujar Taufan sambil menghempaskan dirinya ke sofa. Lalu dia mengingat apa yang terjadi kemarin.

"Kemarin enak ya. Udah camping, acara api unggun, safari malam lagi," kata Taufan.

"Enak dari mana? Dari Hong Kong? Aku nggak bisa tidur tau. Kamu nendang aku mulu," protes Halilintar. Taufan cengengesan.

"Aku mah sukanya pas Safari Malam," kata Gempa. "Iya, enak, jalan-jalan pas tengah malam. Eh, aku jadi ingat pas kita dikasih kopi. 'Kan Kak Hali minta yang banyak, hahahaha," tawa Api.

"Kan kopi enak, wajar dong kalau aku minta banyak," protes Halilintar (lagi).

"Aku jadi ingat saat aku lagi tidur dipeluk Kak Api," kata Air.

Blush~ Api langsung blushing mendengar itu.

"Eh, beneran?" tanya Api tidak percaya. Air mengangguk lalu berkata, "Kak Api meluk aku, rasanya hangat. Aku ingin dipeluk lagi," kata Air.

Api makin nge-blush mendengar hal itu. Dia nggak tahu kalau saat tidur dia meluk Air. Yah, mungkin karena dia terbiasa tidur dengan bantal guling, jadinya dia kira Air bantal guling terus dia peluk deh.

"Aku juga jadi inget dengan apa yang terjadi kemarin," kata Taufan melirik Halilintar dengan senyuman mesum. Sekarang, giliran Halilintar yang nge-blush .

"Memangnya ada apa?" tanya Gempa.

"Jadi, kemarin itu…." Taufan mulai bercerita.

Flashback: On

Setelah mereka bangun & gosok gigi…

Taufan di tinggal sendirian di kamar mandi karena dia gosok giginya yang terakhir. Lalu, dia mendengar suara pluit ditiup.

'Ya ampun, aku harus cepat,' batin Taufan. Pluit tersebut adalah tanda bahwa mereka harus segera berkumpul.

Setelah mengganti baju, Taufan langsung berlari kencang ke lapangan. Tanpa disangka-sangka, dia berpapasan dengan Halilintar yang juga sedang berlari kencang, sedang mencari Taufan. Halilintar berhenti berlari, dan Taufan mencoba untuk menghentikan lariannya. Namun, dia terlambat…

Bruk!

"Owh,"

"Sakit,"

Keduanya jatuh, dengan posisi Taufan berada di atas Halilintar. Keduanya nge-blush. Setelah sadar akan apa yang terjadi, Taufan langsung ke kelas untuk teriak-teriak GaJe. Sementara Halilintar yang masih JaIm menutup wajahnya dengan topi agar tidak kelihatan bahwa dia sedang blushing.

Flashback: off

"Begitu ceritanya," kata Taufan. Semuanya melirik ke arah Halilintar yang sedang blushing. "Apa?" tanya Halilintar dingin.

"Untung nggak ketahuan sama kakak pembinanya," kata Gempa. "Iya, kalau iya, pasti dihukum karena dianggap telah melakukan adegan yaoi," kata Taufan.

"Itu mah bukan "dianggap" lagi kak, tapi itu emang udah termasuk yaoi," kata Api. Taufan cengengesan (lagi).

"Gempa juga lucu tuh pas ditolong sama Fang. Pas megang tangannya Fang, dia malah blushing," kata Taufan. Gempa yang mendengarnya langsung blushing.

"Wah, jangan-jangan Gempa suka nih sama Fang," goda Api. "Eng…enggak kok," kata Gempa masih tetep blushing. "Bohong tuuuh," goda Taufan. Gempa makin nge-blush.

Semuanya tertawa.

FIN~

.

.

.

.

.

Haaaaai! Ini Candy (lagi). Gimana Chapter kedua? Tentang pairing-pairingnya, awalnya Candy nggak mau ada pairing, tapi, gara-gara Candy pikir pairing-pairingnya pada imut, jadinya Candy selipin deh.

Ok, last is….

Review?

Don't be a silent reader!