Main pair : Kaihun Couple

Cast : Exo ber-12

Genre: campur aduk.

Disclaimer : Milik author, kagak mungkin cerita standar dan banyak Typo gini author copy paste dari Orang(yaelah,author belagu. Peace) EXO milik Tuhan,Ortu dan SM-E of course.

Please.

Enjoyed.

Butuh Kritik dan Saran.. Reader yang pernah follow or Favorites,Gomawo ne. Silent Readers nongol dong yeth.

Judul 3 : Cappu-cappu boy(?)

BRUUGH!

Sehun ambruk seketika dengan nafas tak beraturan,sedangkan Jongin ia tetap tegak berdiri. Karena baginya berpergian dengan menggunakan Teleport bukan hal baru baginya. Ia meringis , tetapi ia masih mengingat sih bagaimana sensasinya saat pertama kali ia baru menyadari memiliki kemampuan Shield dalam bagian Teleport.

Itu mimpi buruk benar-benar mimpi terburuk selama ia hidup dan buruknya lagi itu adalah kenyataan, eeeungh berapa kali dia mengatakan kata 'buruk'. Lupakan saja.

Meski ia benci setengah mati dengan makhluk berkulit putih seputih susu ini, ia tak bisa menyembunyikan ekspresi khawatirnya ketika melihat Sehun dalam kondisi sangat down seperti saat ini.

Sehun tiba-tiba memiringkan tubuhnya dengan wajah menghijau –Hoeek— dan muntah detik itu juga. Jongin semakin memasang wajah khawatir.

"are you oke, Cheese ?" tanyanya tak yakin .

Sehun menyunggingkan senyum ya ekhem terlihat manis dimata Jongin tapi Jongin langsung menggelengkan kepalanya mengusir pikiran yang menurutnya sangat laknat baru saja –Jongin mengedipkan mata bingung ketika Sehun menyuruhnya untuk membungkuk , walau curiga ia pun menuruti perintah Sehun yang pastilah berujung kalau kakinya tidak bengkak pasti mereka berdua akan berdebat hal tak penting .

PLAK!

"Hei ! " pekik Jongin kaget ketika jidatnya dipukul telak oleh Sehun.

Sehun berdiri dengan kepayahan sambil memegangin kepalanya yang terus saja berputar tak jelas rasanya pusing sekali , meski begitu ia masih sempat-sempatnya menyunggingkan senyuman merendahkan sembari berkata sinis"siapa juga yang membutuhkan pertolonganmu , Cookies-Man"ujarnya , benar-benar mengaktifkan hawa panas dan membuat kepulan asap imajiner dikepala Jongin.

Dalam kondisi apapun , Sehun tetaplah Sehun. Albino tengik bermulut setajam silet.

"dengar ya , Cheesy Boy . Kalau bukan karena aku , kau sudah disantap bersih oleh Si Mesum . Dan jangan lupakan si Iblis yang sama pervertnya itu memang dia tidak bermain dengan kita tapi bisa saja dia memaksa kita untuk bercinta dengan gelas-gelas kimia absurdnya atau yang lebih parah kita dicekoki ratusan rumus Matematika yang sampai saat ini bahkan AKU tak mengerti apa fungsinya."jelas Jongin semangat sekali.

Sehun melongo, matanya mengerjap 1 atau dua kali hanya untuk memastikan dan mengorek telinganya apa dia baru saja mendengar Kim Jongin berbicara panjang lebar. Haha , itu menarik juga untuk didengar . Ahh, Sehun sempat kebingungan juga siapa yang dimaksud [ Si Mesum dan Si Iblis] bahkan dia merasa kepalanya semakin berdenyut hanya memikirkan dua julukan baru itu –Jongin dan otak konsletnya yang susah untuk dipahami Xi Sehun.

Kedua kelereng Crimson Jongin berkeliling,dia merasa mengenali tempat kapan dan dimana,entahlah Jongin tidak begitu yakin?

Dinding berwarna silver pudar , sofa empuk berwarna hitam elegan , keramik hitam . Sumpah Jongin pernah masuk kedalam sini, tempat ini semacam Ruang Guru atau hanya perasaannya saja yang sedang menipunya mentah-mentah?

"heh , Karamel Man?"

"hmm.."balas Jongin jengah karena dipanggil Karamel Man tetapi tidak juga protes sadar mulutnya hanya akan berbusa jika menyuruh si Tengik itu untuk berhenti memanggilnya , Karamel Man.

" kau dengan otak jeniusmu itu tahukan kita berada dimana?"

Jongin menoleh cepat kearah si Sehun memberi tatapannya yang setajam mungkin ditatap begitu Sehun sempat bergidik namun sadar dirinya lelaki juga ia pun membalas tatapan itu dengan pelototan.

"ehem-ehem"Jongin langsung berdehem gugup juga mengalihkan pandangan karena dibalas pelototan oleh Sehun, ia merasa ngeri. " tentu saja aku tau , tapi aku tidak yakin kita berada dimana ."

"intinya kau tidak tahu, Grandpa ."sindir Sehun dengan memanggil Jongin dengan sebutan Grandpa berarti Kakek yang juga menjurus masalah ingatan alias Pikun?

" dibandingkan kau , pengendalianku akan Shield masih lebih baik . Dengar ya Cheese , kau tadi hanya menghantam horden dan bukannya menerbangkan Si Kyuhyun dengan Wind sialan Shieldmu itu."balas Jongin bersungut-sungut, kesal juga lama-lama kalau tidak membalas mulut tajam Sehun.

Sementara Sehun mendengus dia tak membalas karena apa yang dikatakan Jongin sepenuhnya benar bahkan ia tak memiliki celah untuk membela diri.

Mata Madu Sehun pun ikut mengedar ke arah sofa, kemudian ia berbalik dan merasa kaget saat baru menyadari ada seseorang disana Di meja kerja terdapat seorang guru.

Wutt~ wutt~

Sehun menarik ujung blazer biru Jongin , si pemilik blazer menghempaskan tangan Sehun kasar. Sehun berseru tanggung" Cookies Sialan , berbaliklah!"

Dengan enggan Jongin berbalik , untuk kedua kalinya blazer biru nya ditarik lebih kuat " apasih jangan bertingkah imut ,kau itu tidak imut sama sekali! " bentak Jongin masih belum menyadari keberadaan orang lain disana selain mereka berdua .

Sehun memanjang wajah sinis.

DUGH

."siapa yang bertingkah imut, Karamel Man."balas Sehun jengkel, sekaligus menendang Jongin yang entah mengapa gagal terus menghindar dari tendangan Sehun.

DUGH!

"ADOH!"Bahkan tendangan Sehun semakin kuat membuat Jongin memekik keras,"Jangan memasang wajah sok manis!"protes Jongin sempat-sempatnya memprotes padahal sekarang ia tengah meloncat-loncat kesakitan, kakinya berdenyut akibat tendangan Sehun yang selalu saja mengeluarkan tenaga jika tengah marah atau bertengkar.

"aiiiish."

"KALIAN! PILIH DETENSI ATAU KU MASUKAN KE JAMBAN!"

Keduanya mematung lalu menoleh kearah sumber suara dengan jantung seakan bertanding siapa yang paling cepat,Oke stop itu terlalu berlebihan.

Ternyata ingatan Jongin tidak salah , ini memang ruang guru—mencengkam, suram dan dingin tidak salah lagi ini Ruangan milik Yifan as Kris. Dia adalah dari sekian guru yang masih sering menegur mereka berdua bersama dengan Mr . Lee Donghae, juga Mr. Cho Kyuhyun.

Melihat kedua biang onar itu bungkam dengan wajah memutih mirip mayat hidup, Guru Kris menghela nafas lalu tersenyum manis, sadis .

"hah~, kalian berdua . Bisakah sehari saja untuk tidak bertengkar dan menyasar ke ruanganku. Ternyata pengendalian mu akan Shield masih ada dilevel rendah alias Nol besar, Jongin-kun atau bisa ku panggil Kai-kun!"kata Mr. Kris sembari menggeleng-gelengkan kepalanya sok prihatin.

Sedangkan Jongin kini tengah mencibir jengkel , dia sangat suka Nama Kai yang merupakan Nama untuk Shieldnya tetapi kalau di imbuhi –kun rasanya seperti..

"Kai-kun?"koor Sehun sembari menukikan alisnya dalam,ia nampak berpikir keras"coba aku menyebutnya dengan cepat, Kai-KUN, Kai-KUN , ~"Jongin menghela nafas keras , baru saja dia akan berkata seperti itu tetapi Si Tengik ini sudah menyebutnya dengan nada dan wajah yang benar-benar mengundang untuk ditabok.

"HAHAHA, ..."seru Sehun bahagia sekali melihat wajah jongin yang setiap detiknya semakin berkerut kusut, "diam kau!"bentak Jongin sembari membuang muka.

Hidih Jonginkan manusia bukannya jelmaan Ayam Kalkun yang hidupnya di padang pasir yang panasnya tidak manusiawi itu,ya .

Dia itu lahir dari persilangan appa dan ummanya , bukannya appa dan kalkun.

"sudah puas tertawanya , Pretty Meong?"

"hah?"Sehun tidak konek dan Jongin menahan tawanya.

"apa yang lucu, Kai-kun?"di luar dugaan Sehun pikir Jongin akan marah tapi kenapa ia mendapatkan wajah Jongin yang , apa Jongin sedang Blushing .

'ke-kenapa Sehun nampak lucu dan imut ketika menyebut nama ku begitu,eh apa—apa aku bilang Sehun imut dan lucu—Hell, otak ku benar-benar sudah rusak bergaul dengan si Tengik ini' teriak Jongin frustasi , wajah memerahnya telah hilang.

" jangan pernah memanggilku dengan sebutan begitu."ancam Jongin.

Sehun tersenyum iseng"kenapa memangnya , Kai-kun~ ,Kai-kun~ ?"seru Sehun sembari tersenyum semakin imut dia mendekati Jongin dengan kaki melangkah riang, Jongin mendelikan mata merasa ngeri ia memundurkan kakinya 3 langkah lalu berakhir dengan Sehun mengejar Jongin berputar mengelilingi Ruangan .

Si pemilik ruangan pun hanya mendesah pasrah, meski wajahnya sangat lempeng dan tak terlihat emosi sedikitpun padahal dalam batinnya ia tengah memaki kedua biang onar yang kini berlari-lari kejar-kejaran dengan tak tahu diri kesana-kemari menghancurkan tatanan ruangannya yang amat rapi.

"SEHUN!"Teriak Jongin tak tahan karena Sehun terus-terusan mengejar dengan wajah imut begitu.

"APA?"Balas Sehun kini menghentikan langkahnya.

"kalian sudah menikah?"

"TIDAK!"teriak keduanya atas pernyataan yang diajukan oleh Mr. Kris

Mr . Kris mengangguk acuh tak acuh, jemarinya sibuk menekan-nekan pada layar ponselnya berbincang sejenak pada seseorang diseberang sana.

Tuuut , sambungan terputus.

"kalian tau, sebelum kalian tiba-tiba tersasar ke sini Ada pengumuman setiap murid diharapkan untuk tidak menggunakan Shield . Tapi, tadi Mr . Kyuhyun melapor padaku kau dan Sehun melanggar hal itu dalam satu waktu, ooh pasti kalian tidak Seidiot itukan sampai tidak menyadari kalian tersasar ke sini karena siapa?"

Sehun dan Jongin saling berpandangan,

1 detik

2 detik

Mr. Kris memakai Earphonenya.

3 detik

Mr . Kris memilah musik yang di sukainya menekan volume hingga tingkat paling keras masa bodoh kalau-kalau telinganya tuli itu lebih baik daripada harus mendengar pertengkaran absurd dan aneh dua orang juniornya didepan sana.

Lalu selang beberapa detik tepatnya detik ke-4 , dua manusia berbeda kulit itu saling mendelik dan berteriak " apa lihat-lihat!" kemudian saling membuang muka .

" dasar Kulit Karamel!" dumel Sehun dengan wajah cemberut yang lucu.

" Kulit keju,!"

"Cookies Boy!"

"Kepala pitak"

"Anak kalkun?"

"tengkorak berjalan,"

"Cappu-cappu boy—"

Jongin mengernyit bingung"apaan tuh?"tanyanya benar-benar tidak mengerti dan merasa ingin menangis saja , kenapa sih kalau sedang bersama Sehun tingkah Cool nya yang disukai para cewek sirna dengan mudahnya, bahkan pertengkaran ini membuat Karakternya semakin keluar jalur saja.

" kulitmu tidak jelas warnanya kadang membuat otak ku berdebat , apakah kulit mu itu serupa dengan Cappuchino atau Coklat. Heh , Cookies Man kenapa sih kau itu tidak jelas sama sekali!"

" alasan macam apa itu?" teriak Jongin dongkol , " otak mu itu yang tidak jelas , aneh-aneh saja!"ujar Jongin geleng-geleng heran , dia lalu melirik ke arah Guru Kris .

TUING!

Jongin memundurkan wajahnya ketika sudah berdiri di samping " ASTAGA ! IBLIS! Eeeh —maksud ku ! Mr. Kyuhyun " sambung Jongin keceplosan , Guru Kyuhyun cuek saja .

"aku dapat amanah , dari Kepala Sekolah Leeteuk ? kalian mendapat detensi , aah Jongin kau ikuti aku dan Kau Albino cantik kau ditunggu Daddy Mokpo di perpustakaan?"

Sehun ber-hah ria , karena dia tidak tahu siapa Ayah Mokpo yang dia tau Mokpo itu Ikan peliha—benar juga . " maksud anda , Lee Donghae —Sir?"tanya Sehun ragu-ragu wajahnya kini pucat lagi, Kyuhyun mengangguk cuek dia mendekat ke arah jongin menyentuh pundak Jongin—bukan mau grepe-grepe .

Jongin meneguk ludah pasrah .

Singh~

Mr. Kyuhyun dan Jongin menghilang dalam sekejap mata. Meninggalkan wajah Sehun yang merasa ngeri— satu ruangan ditempat sepi bersama Si Mesum itu , lebih baik Sehun berhadapan dengan dementor saja, eh tidak deh itu sih sama saja.

" kenapa kau masih disini, pergi sana ! menganggu privasi saja."omel Guru Kris yang masih sibuk dengan ponselnya, Sehun mendengus tanpa berkata apapun dia keluar dari Ruangan .

.

.

.

Kenapa sih dari sekian Guru harus si GURU PERVERT itu yang memberikannya detensi, kenapa tidak Guru Eunhyuk atau Guru Sulli saja kan lumayan—meski wajah dua guru itu pasti akan berekspresi tegas dan cuek bebek itu masih lebih baik daripada berhadapan dengan wajah tampan si Guru Donghae yang terkadang pervertnya kelewatan kalau sedang bersamanya.

Didalam setiap detik Sehun melangkah sengaja ia memperlambat langkahnya, dan ketika ia mendongak diujung sana ia menemukan wajah Panda a.k.a Si Huang zi tao yang tengah sibuk menggoda siapa itu ciri-cirinya—mata bulat bening bersuara merdu aaah benar itu Do Kyungsoo ,

Huang Zitao sepupu jauhnya yang dengan kurang ajar selalu datang dan pergi seperti jelangkung.

Koridor tengah sepi karena pastinya mereka telah kembali ke asrama masing-masing, ooh Poor Kyungsoo, walau Sehun 100% sebal pada Jongin dia tidak ada rasa kesal sedikit pun pada sahabat Jongin satu itu, jadi karena khawatir Sepupunya yang lumayan pervert itu melakukan yang tidak-tidak , pada akhirnya Sehun berlari tanpa suara selain ingin balas dendam , Sehun juga berniat menyelamatkan keperjakaan Do Kyungsoo—namja kalem yang merupakan ketua asrama Biru itu.

Hiiiis, mati kau panda'inner Sehun berteriak keras , wajahnya suram dengan awan mendung hitam berkelebatan diatas kepalanya.

.

Di Posisi Tao dalam mode on—proses PDKT Kepada Kyungsoo yang entah selalu gagal dan entah kapan akan jadiannya—Tao yang selalu berekspresi genit dan Kyungsoo yang selalu memasang ekspresi Limit. Paduan yang tidak mungkin bersatu—tetapi Dasar Tao namja ngeyel yang punya ambisi berlebihan itu, sampai sekarang belum menyerah tuh.

"Hello, my Owl?"sapa Tao dengan suara seraknya yang sekseeh, sementara yang disapa hanya balas menatapnya datar dan tak minat.

'mau apa sih bocah jelangkung ini, tidak tahu apa aku sedang sibuk'inner Do berkomentar, eeung—ternyata tidak hanya Sehun yang memberikan julukan jelangkung ternyata Kyungsoo juga begitu.

"Dio—dear ! dimana anakmu(Jongin) kok aku tidak melihatnya ?" tanya Tao, sedangkan Kyungsoo mengerjapkan matanya imut.

ANAK!dia masih perjaka kok belum punya istri. Dasar Panda Jelangkung'umpat Dio didalam benaknya lagi.

"kenapa diam? hmmm?"

Kyungsoo hanya menggeleng, matanya membola ketika mendadak Tao tersandung[eeh salah terjeremab kearahnya], penyebabnya karena ada seseorang ooh itu Sehun[menendang bokong Tao].

Kyungsoo ingin tertawa rasanya,tapi tidak jadi saat merasakan tubuh tinggi Tao jatuh ke arahnya—dan..

BRRRRUGH!

Tubuh kecilnya tertindih oleh Tao, yang kini berwajah gelagapan dan juga tidak santai"Ma—maaf , Kyungsoo? A-aku tidak..."gagap Tao , dia memang suka menggoda Kyungsoo tapi kalau untuk berbuat tidak senonoh dia masih pikir-pikir apalagi sekarang Kyungsoo berada dibawahnya dengan wajah putih yang memerah—What Tao ingin berteriak gemas rasanya , Kyungsoo dan WAJAH MERAH MERONA sangatlah manis.

Glare !

"ehehe, baiklah-baiklah ! kenapa menatapku begitu,Dear—" jeda . "—minta ku cium?"ucap Tao setelah berdiri tegak dan menghindar dari tendangan kedua yang dilayangkan orang—aah itu Sehun , Tao baru sadar untung saja dia tidak langsung membalas tendangan yang telak mengenai bokongnya, tangan Tao melambai seolah berkata –hello,Sehun— dan si Panda memasang wajah santai tidak merasa bersalah sama sekali , karena tidak adanya dia disamping Sehun hampir saja keperjakaan Sehun direnggut oleh , manusia bertittle Mesum dan merupakan ayah SAH DARI Ikan bernama MOKPO—Alias Mr. Lee Donghae.

"mati kau, JELANGKUNG!"

Slash~

Ctak!

Tao menjetikan jemarinya dan waktupun terhenti, dia berencana kabur tentu saja sebelum pergi dia mengangkat tubuh Kyungsoo hingga berada dalam posisi berdiri, ia mendekatkan bibirnya pada kening Do Kyungsoo , menciumnya lembut dan berbisik " Wo ai ni,Kyungsoo ?" dan berlari dengan cepat , menuju dimensi lain atau tepatnya Toilet—karena dia sedang mengalami masalah perut yang tidak lain adalah diare,penyakit perut tidak tau diri yang datang tiba-tiba.

Wolf~

Setelah Kepergian Tao , mendadak semuanya bergerak lagi. Sehun mendengus menyadari Tao menghilang dalam sekejap inilah mengapa dia memberikan julukan jelangkung untuk Tao—panda itukan pengendali waktu,yang bisa menghentikan waktu kapan saja dia mau.

"kemana dia?"tanya Kyungsoo memecah keheningan diantara keduanya, kemudian kedua mata Kyungsoo menatap Sehun lalu memberikan senyuman manis"Sehun, kembali ke asrama ne! Kau dari asrama merahkan, aku heran kemana ketua asramamu?"

"i-ya, aku inginnya sih begitu! Tapi aku—eumm ada detensi"

Kyungsoo tertawa pelan"kalian berdua bertengkar lagi,?"tanya Kyungsoo dan dibalas anggukan oleh Sehun " ya sudahlah , hati-hati ne?"ujar Kyungsoo lalu berbalik pergi.

Sebenarnya Kyungsoo agak bingung kenapa dia yang tadinya berbaring jadi berdiri tapi dia kemudian mengingat—kata Jongin si Panda jelangkung itu pengendali waktu , jadi prediksi Kyungsoo sebelum pergi Tao pasti membuat tubuhnya dalam posisi berdiri dan pergi . Kyungsoo hanya berharap si panda jelangkung itu tidak berbuat aneh-aneh, misalnya Mencium keningnya begitu.

Sehun yang ditinggal pergi sedang menunduk lesu ia meneruskan langkahnya menuju—perpustakaan.

"kau harus bisa Sehun,jangan kalah dengan guru Mesum itu! Yaah—harus berani."gumam Sehun, dan menyemangati dirinya sendiri.

.

.

EXO

.

.

Malam hari saat makan malam di kantin.

Tao melangkah santai dikoridor yang terang karena terdapat penerangan disetiap koridor jika malam hari. Bibirnya bersiul-siul pelan dengan nada yang berubah terkadang panjang lalu pendek memelan lalu ke nada tinggi—jika menyatu terdengar mengerikan, karena mirip dengan nada lagu Lingsir wengi.

"apanya sih yang seram dari lagu ini,menurutku sih biasa saja?"komentar Tao menghentikan acara bersiul-siulnnya memilih untuk bersenandung saja.

Krieet! Tubuhnya membeku, wajahnya berubah ngeri.

Krieeeeet!

"eomaaaaa!"dan Taopun lari terbirit-birit.

Yeah, bolehlah Tao bersombong diri karena tidak takut dengan lagu begitu tetapi kalau merasakan atau melihat secara langsung—aaah, dia seperti orang kerasukan.

Dasar Panda.

###

Didalam ruangan dengan ukiran unik dan nampak bersejarah .2 orang manusia dengan tinggi yang hampir sejajar berdiri berhadapan, berkontak mata dalam waktu yang lama kemudian salah seorang yang lebih dewasa memecah kesunyian.

"Dia akan memulainya."ujar Seseorang dengan wajah datar,dengan suara merdu seindah petikan harpa yang beradu dengan tempo beraturan.

"benarkah?"suara lainnya menyambut ucapan tersebut.

"kau harus menjaganya ."kembali suara merdu itu berujar.

"baiklah!"dan disanggupi oleh suara kedua.

###

Sesampainya dikantin yang cukup ramai di isi oleh para siswa, Tao berdehem sejenak memasang wajah Cool padahal wajahnya sudah seputih mayat jadi mau bertingkah sekeren apapun yaah jatuhnya pasti muka ketakutan yang terlihat—Tao dan sifat Jaimnya.

Terlalu pusing atau masih berusaha menormalkan jantungnya yang masih saja berdetak tak karuan, Dengan seenak perutnya dia duduk disalah satu kursi panjang milik siswa Asrama Biru—sedangkan dia sendiri dari Asrama merah—sekaligus menyeruput segelas es jeruk milik orang lain tak memperdulikan sepasang mata onyx yang memandangnya dengan ekspresi terganggu.

Slurrrp—slurrrp,

"segarnya~"gumam Tao.

"Kau—"Tao menoleh kearah sumber suara,matanya berbinar senang"apa kau berniat mencari masalah—atau otakmu sedang error hingga tersasar ke Meja kami(Asrama Biru)hah? Micheso panda!"

Di Sekolah ini kantin memiliki deretan panjang meja dan kursi yang tersusun rapi sesuai Asramanya juga kelas masing-masing.

Bukannya marah atau tersinggung karena dikatai—Error, Huang Zipanda alias Tao. Kini merapatkan tubuhnya pada tubuh Kyungsoo sembari tersenyum tipis"Hey, My Owl?"panggil Tao jauh dari nada genit.

"apa mau mu?"tanya Kyungsoo dengan ekspresi Limit, ciri khasnya.

Melihat Ekspresi Kyungsoo yang seperti itu lagi . Tao tersenyum saja dan berkata" Hai, Kyungsoo~"berbeda dengan yang sebelumnya kali ini suara Tao berdendang genit, membuat Kyungsoo bergidik tanpa lupa membawa nampannya yang masih berisi makanan , Kyungsoo segera beranjak berdiri menggeser bokong sejauh 3 meter.

Matanya memicing tak suka dan mulut berseru"berani kau menggeser bokongmu,aku bersumpah besok pagi kau jadi panda sungguhan yang mati mengenaskan karena terkubur dalam tanah."ancamnya tak main-main.

"huuu! Aku takuuut~"berbeda dengan apa yang dipikirannya,bibir itu kembali menyenandungkan nada suara beraksen genit"kok,Kyungie jahat Tidak baik loh menyumpahi orang~"sambung Tao mengimbuhi kalimat bijak yang tentu saja tidak mengena sama sekali karena diucapkan dengan nada—absurd(menggoda)bagi para gadis tapi(menjijikan)bagi Do Kyungsoo.

Kyungsoo berdecih dengan bersungut-sungut dia memasukan satu suapan sup kedalam mulutnya,cukup puas saat Tao tak bergerak barang seinchi biarlah wajah Tao yang berekpresi sok manis dan terkesan di sangar-sangari(?) walau memang berkarisma.

But,the hack sampai matipun Kyungsoo tidak akan mengakuinya, sekali, dua kali makanan berkuah segar itu masuk kedalam mulutnya, tiba-tiba mata Kyungsoo berbinar terang saat mendapat kakak kelas (Favorit)nya kini duduk diseberangnya bahkan kakak kelas Favoritnya menyematkan senyuman manis , Byun Baekhyun itulah namanya Lelaki berwajah imut dengan mata yang berbinar natural seperti ada kerlipan bintang disana.

"Hei, Kyungsoo . Kau sendiri?"bahkan Kyungsoo merasa Suara Baekhyun sangatlah merdu,dia hanya mengangguk-ngangguk antusias tak lupa membalas senyuman Baekhyun tak kalah manis."uukh—well, Tuan Huang kau baik-baik saja. ?"

Tao yang sejak kedatangan Baekhyun langsung memasang wajah masam(tak enak dipandang) cukup menarik perhatian Baekhyun ,Tao melirik sekilas lalu menggeram tak jelas sebagai jawaban atas pertanyaan Baekhyun ."abaikan saja,Manusia konyol satu itu Baekhyun—hyung"ini suara Kyungsoo.

Tao semakin semangat menusuk-nusuk ayam panggangnya[yang entah dia dapat darimana] saat mendengar suara Kyungsoo sangat bersahabat ketika berbicara dengan Baekhyun—yang kebetulan adalah salah satu mantannya[salah satu yang terbaik dan juga terkejam[Tao ketahuan selingkuh dan akhirnya dia masuk rumah sakit setelah Baekhyun mengetahui Perselingkuhannya]niat Tao ingin move on dari Baekhyun tetapi sampai sekarang Kyungsoo sangat sulit untuk didapatkan tetapi sebenarnya dia tidak begitu serius untuk menjadikan Kyungsoo kekasihnya karena dia tahu Kyungsoo ada hati Dengan salah satu sunbae mereka Park Chanyeol.

Tapi dia bersumpah, tak sedikit niatan pun untuk mempermainkan Kyungsoo . Dia benar-benar menyukai namja imut itu tetapi dia semakin putus asa karena pendekatannya tak ada kemajuan sedikit pun.

Baekhyun kembali memandang Tao menghentikan acara mengobrol santainya dengan Kyungsoo.

" Tuan Huang , kau benar tidak apa-apa?"

Apanya yang tidak apa-apa ,aku sedang cemburu asal kau tau'dumel Tao dalam benaknya.

"tidak ko k, Byunnie~. Aku pergi dulu yaa—lain kali kita berbicara face to face tanpa kehadiran manusia bermuka dua"sindir Tao , Kyungsoo mencibir dalam diam saat Tao berbalik pergi. Baekhyun mengedikan bahu tak habis pikir.

Tidak sadarkah Kau Tao ,kau juga bermuka ,ish.

"hei, Kyungsoo .Ku dengar dari Minseok Si Huang selama seminggu ini berusaha mendekatimu dengan cara yang unik dan lucu(ini didengar Minseok dari para Fujoshi tentu saja)?"

Kyungsoo mengangguk tak minat dan juga menggeleng"yeah Melakukan proses pendekatan,.Kau tau Baekhyun-hyung aku tidak mengerti kenapa para cewek sangat mengidolakannya..."Kyungsoo berhenti sejenak hanya untuk meminum seteguk es jeruk yang tersisa setengah[setengahnya diminum Tao]"bahkan menurutku jika dia memang berniat mencari perhatian..."lagi Kyungsoo meneguk es jeruknya hingga habis tak bersisa.

"...cara pendekatan yang dilakukannya sangat menyedihkan"tandas Kyungsoo kejam,terakhir dia mengangkat mangkuk itu lalu menyeruput kuahnya dalam sekali teguk—efek rasa jengkel karena kekonyolan Tao yang membuat kepribadiannya yang selalu kalem—sedikit terseret menjadi ikut-ikutan konyol selama seminggu ini.

Baekhyun hanya tertawa,beginilah jika mereka berdua mengobrol dibandingkan Baekhyun .Kyungsoo akan lebih sering berbicara panjang lebar tentang betapa konyolnya Kim Jongin atau betapa menggelikannya Huang Zi Tao, "Hello, kembali ke sini . Baekhyun ?"

Ctak'Kyungsoo menjetikan jarinya berhasil menarik Baekhyun kembali kealam sadar dan Baekhyun yang ketahuan melamun dan bukannya mendengarkan Do Kyungsoo kini terkekeh malu.

"sudahlah , Baek-hyung. Aku ingin bertamasya dikoridor dulu."ucap Kyungsoo meninggalkan Baekhyun yang memandangnya dengan kosong.

To Be Continued, Next To Chap.4 ... ^_^

A/N :

Cuma mau bilang :

Kemarin memang masih banyak banget Typo, tapi suer deh udah di edit sana sini tetep aja banyak ngilang gitu kalimat nya. Sumvah author bahkan malu setengah hidup kalau ngelihat Typonya naudzubilah banyak banget. Miris, beginilah newbie yang bener-bener newbie yang perlu banyak belajar, oke stop dulu.

NEED KRITIK/SARAN, SUMVAH AUTHOR SENENG BANGET ADA YANG MAU NGASIH TAU SOAL KESALAHAN AUTHOR.

yang udah follow and favorite Ff ini, Reader yang udah ngikutin dari Chap 1 sampai Chap 2 jangan pergi,Ne.

Reader baru,selamat datang di dunia author yang penuh ketidakjelasaan tapi semoga saja~menghibur.

Silent Readers yang bahkan hampir mendekat 500 orang lebih, Nongol dong komentar pedes juga kagak apa-apa, author ikhlas yang penting jangan menghina para pemain yang ada didalam Fanfiction yang AUTHOR buat.

*Deep Bow*