Rupanya karena Ini Tao Sehun kesal, tapi dia merasa bersyukur juga sih bayangkan saja Tao tidak datang ke perpustakaan untuk menculiknya sudah pasti hal mengerikan terjadi padanya.

"Ayolah,Sehunna. Kali Ini saja.."rayu Tao dengan ekspresi memelas yang ,bagi Sehun itu mengerikan untuknya.

"Ogah."balas Sehun jutek, sembari melipat kedua tangannya didepan kusam dan nampak lelah.

"please, kau tega aku disodomi lelaki ngondek asrama sebelah yang suka nongkrong di WC . Aku hanya ingin menguntit Kyungsoo dan menemaninya berkeliling koridor malam ini,aku kasihan dia selalu sendiri jika bertugas."

"ya sudah kau sendiri saja."

"tidak ,aku ta..."

"intinya kau pengecut. Idiot."Tao mengigit bajunya, menahan lengan Sehun dan ia membelalakan mata terkejut"kau demam Sehunna, kenapa tidak bilang."protes Tao kini langsung berlari kearah dapur berniat mengambil baskom dan sehelai handuk kecil guna mengompres Xi Sehun.

Sehun tidak melihat kepergian Tao dia langsung berlalu mendengus lelah, dia mengabaikan Tao dan melangkah menuju tempat tidurnya siap meloncat dan merebahkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk,hhh membayangkan ke-empukan kasurnya saja membuat Sehun tersenyum autis.

Belum selangkah dia beranjak dari tempatnya berdiri, ia merasakan kerahnya ditarik—wajahnya mengkeruh tak suka ditambah mata pandanya yang bahkan lebih tebal dibandingkan Tao semakin menambah intesitas betapa menyeramkan ekspresi Sehun saat ini.

Sehun berbalik dan dengan kasar membanting tubuh sepupunya itu keatas lantai tetapi spontan ia melompat dan memekik ngeri"SIAPA KAU!"Seru Sehun saat mendapati yang dibantingnya bukanlah Sepupunya tetapi orang lain.

"shhhh,diam. Aku sedang dikejar iblis berwajah Angel."bisik orang itu wajahnya mengkeret ngeri, pundaknya bergidik berulang kali, Sehun mengernyit tak mengerti namun paham seperti nya orang asing ini tengah ketakutan dengan enggan ia mengangguk.

"siapa kau,?"ini suara Tao yang kini sibuk meneguk air minum isotonik dari botol yang ia ambil dari dapur,tangan kirinya membawa baskom berisi air es dan handuk kecil tersampir dipundak kirinya. Sehun memandangnya mengacuhkan tatapan membunuh Sehun dan lebih memfokuskan diri pada manusia berdimple manis didepannya, ia menyuruh Xi Sehun untuk berbaring dan dengan perhatian Tao mengompres dahi Sehun, si empu walau menolak tetapi membiarkan Tao mengompres dirinya.

Mata Sayu, bibir merah tebal dan lembab, dimple yang dalam dan menggoda"ommo,kau manis . Siapa namamu?"Tao berteriak tanggung, ia berusaha untuk tidak mencium pemuda asing yang nampak menggemaskan dengan dimple dipipi kanannya.

Orang asing itu mengerjapkan matanya,lucu."err,aku Zhang Yixing dari Asrama Merah yang baru pindah dan baru sampai beberapa menit lalu."

Sehun dan Tao saling pandang"kau baru sampai?"ulang Tao.

"Iya."jawab Yixing singkat, dia menatap takut-takut kearah pintu yang terbuka seolah ia merasa akan ada monster atau semacamnya yang akan masuk melalui pintu kamar asrama milik kedua sepupu ini.

"bisakah kau menutup pintumu."mohon Yixing, Tao menurutinya.

Tao menatap wajah asing itu prihatin , baru sampai saja sudah ketakutan seperti itu apalagi kalau sudah berada 2 tahun di sini'pikir Tao keheranan sekaligus merasa kasihan.

"leganya~"ujar Yixing setelah merebut botol isotonik Tao dan meminumnya hingga habis, lalu mengulurkan botol kosong itu kepada Tao si empu sendiri mengambilnya dengan wajah mencibir jengkel.

Tao membuang botol isotonik itu ketempat sampah,dan kembali memandang wajah asing itu"ada apa denganmu,kau seperti dikejar monster saja?"Yixing menggeleng cepat,dan berkata ngeri"yang ini lebih mengerikan daripada monster, Dia secantik malaikat tetapi sekejam Iblis."

Tao menaikan satu alisnya,"maksudmu siapa? Dari ciri-ciri yang kau sebutkan tadi hanya satu orang yang punya dan dia eeum—siapa ya, ah benar Kim Junmyeon diakan ketua Asrama kita Asrama Merah. Kau benar-benar idiot berurusan dengan manusia itu. Dia memang cantik dan nampak baik tapi kalau sedang emosi,hiih dia seperti sedang PMS saja. Menyeramkan ."ujar Tao sembari membaringkan diri disofa besar kamar Asramanya, memasang wajah ketakutan benar-benar berniat membuat Yixing semakin ketakutan. Oh,Meaan Tao dan otak jahilnya.

"kau boleh beristirahat disini,jika kau ingin nyawamu selamat. Pakai saja kasur kosong itu"dan Sehun dengan jeniusnya menambahi intensitas otak negatif yang sudah ditanamkan oleh Tao sebelumnya, Well dua sepupu yang mungkin sama-sama berotak bengal dan jahil .Rupanya kau salah masuk dan salah meminta pertolongan Zhang Yixing.

Istilahnya lepas dari kandang Kadal malah masuk ke kandang Buayab, Malang sekali kau Yixing.

Yixing yang tentu saja langsung percaya, membaringkan tubuhnya diatas kasur yang tidak lain adalah milik Tao, si empu sendiri sedang asing membaca komik dan berbaring nyaman diatas Sofa.

Main pair : Kaihun Couple

Cast : Exo ber-12

Genre: campur aduk.

Disclaimer : Milik author, kagak mungkin cerita standar dan banyak Typo gini author plagiat(yaelah,author belagu. Peace) EXO milik Tuhan,Ortu dan SM-E of course.

Please.

Enjoyed.

Butuh Kritik dan Saran.. Reader yang pernah follow or Favorites,Gomawo ne. Silent Readers nongol dong yeth.

Judul 4 : Mati tapi tidak Mati.

Hari disaat Sehun melewati masa Detensi.

Sehun memijat lehernya yang mungkin sebentar lagi akan menutup lalu terbuka lagi lalu tertutup lalu..

"HUNNIE-CHAN."

-Terbuka sepenuhnya . Sehun menggenggam Bolpoin birunya erat,matanya yang kini digelantungi oleh mata panda hitam menyebalkan membuat mata cantiknya kini sedikit mulai menuliskan kalimat yang terangkai bak cacing kepanasan diatas kertas putih tak berdosa.

Yang berbunyi"aku tidak akan melanggar peraturan lagi dan tidak akan berpacaran sembarangan lagi,dan tidak akan berkelakuan ganjen lagi juga akan menghilangkan sifat mesumku dan aku'

Srak!

Sehun merobek kertas putih itu dengan bolpoinnya,dibandingkan menuliskan sebaris kalimat dia merasakan tengah menulis jawaban essai yang panjangnya tak manusiawi .Bedebah, Mokpo tengik, .

"sudah baris keberapa?"tanya Donghae sembari tersenyum . Sehun nyaris terjungkal menyadari betapa dekatnya wajah Donghae saat ini .

Tapi,Sehun diam memilih untuk memfokuskan pandangan kaburnya untuk menuliskan kalimat panjang bak pidato membosankan diatas kertas putih tak berdosa , entah mengapa Sehun rasa adu tonjok dan tendang bahkan mungkin adu bacok dengan Kim Jongin si Karamel Man itu masih lebih baik.

"Hunnie-chan, kau ngantuk ya?"tanya dengan nada menyebalkan, Sehun berusaha keras untuk tidak mencolok mata Donghae biar sekalian buta saja, sudah tahu Sehun mengantuk masih saja bertanya.

Mata madu Sehun melirik jam dinding perpustakan yang kini menunjukan jam 2 pagi, Detensi bedebah yang bahkan tidak bisa berbicara namun mampu memotong waktu tidurnya.

"Hunnie-chan, Gege-mu sudah punya kekasih atau belum?"

Srak!

Sehun merobek kertas dekilnya untuk kedua kalinya, wajahnya sangar dan mengerikan . Melihat hal itu Donghae meneguk ludah."dia cantik sekali,apa aku boleh menjadikannya istriku.?"

"Guru Donghae ."panggil Sehun lembut namun menusuk,"pertama, Hannie-gege itu cowok macho setulen-tulennya, dan kedua sampai bumi kiamat bahkan mungkin aku menjadi kakek-kakek aku tidak akan sudi mempunyai Gege pervert sepertimu."ujar Sehun sarkatis, sembari menulis kalimat tengik detensinya dengan semangat berlebihan atau pelampiasan kekesalan , begitu sulit membedakannya.

"waaah, kalau kau marah wajahmu semakin manis saja."

Srak!

Untuk ketiga kalinya kertas tak berdosa itu robek ditangan dingin milik Xi Sehun ini bukan karena salah, tetapi karena ucapan Donghae .

Habis sudah, tulisan terapi yang ia tulis sepenuh hati dan malas setengah hidup kini habis tak berbekas dan terlepas dari bukunya,Oh Mati Kau Donghae pervert .

Spontan Sehun berdiri,"Kau!"jeda."PERGI KE NERAKA SANA! Hiaaaaa."

Swooooosh!

"Uwaaaagh!"

Dan berakhir Guru Donghae yang menempel di dinding bak tokek buntung karena terpaan Wind Shield , Sehun yang tumben tidak salah sasaran.

Bruuugh!

Donghae jatuh keatas lantai, Dia berdiri dengan susah payah meraba-raba dinding agar bisa berdiri tegak, sok kuat dia berbalik dengan langkah tegap ia berjalan menuju arah Sehun tak lupa ia menyematkan Seringaian diujung bibirnya.

"menurut para Fojushi bidadariku, Kau dan Luhan itu sangat mirip tetapi bagiku tidak sama sekali."celetuk Donghae nampak baik-baik saja padahal sehabis diterbangkan oleh Xi Sehun dengan tenaga penuhnya."dia cantik dan menawan, sedangkan kau Jelek dan nakal."ucap tak lupa tersenyum iseng apalagi mendapati wajah Sehun yang memasang wajah tak terima.

'apa dia bilang,Luhan-gegeku yang ganteng bak pangeran itu dibilang cantik dan menawan. Oooh, si Pervert minta diterbangkan lagi rupanya.'oh,Mr Donghae salah paham. Sehun memasang wajah tak terima bukan karena dibandingkan tetapi terlebih atas 'pujian' namun menurut Sehun KATA CANTIK adalah Hinaan bagi Gegenya.

"Peduli setan."Sehun kembali mengangkat telapak tangannya dan membuka lebar-lebar,dia siap menggunakan Wind Shieldnya lagi."Ke laut sa.."

Ziing!

Tubuh Sehun terpental ke atas meja, "wadaw!"ia memekik sakit karena kepala dan bokongnya mendarat duluan.

"Eh, tidak deh. Kau itu cantik juga kok, tadi itu Cuma becanda ."Donghae kembali menggoda Sehun, lagi dan lagi tanpa kenal rasa lelah.

"Cecunguk pervert,mati kau!"

Donghae menaikan alis matanya, kedua tangannya menumpu tubuhnya disamping kiri dan kanan Xi Sehun, ia menundukan wajahnya memasang wajah setenang patung matanya bergerak tenang memandang wajah Sehun yang kini memasang wajah geram dan emosi.

"aaah,kau mengumpat padaku. 25 point ku curi dari nilai poinmu dibagian Biologi. Hmm, 75 dikurang 25,hhh. Miris sekali nilaimu Hunnie-chan."ucap merasa kasihan padahal wajahnya lempeng dan tidak merasa bersalah sama sekali.

"aku tidak butuh rasa kasihanmu."balas Sehun datar dengan emosi menantang.

Donghae mengangkat tangan kanannya jari telunjuknya menyusuri wajah Xi Sehun dengan gerakan sensual, Sehun bukannya tak mau melawan bukan karena tak bisa tetapi Donghae itu memiliki kemampuan untuk membuat orang tak bergerak dan jika ingin bisa Saja Si Daddy Mokpo ini mengendalikan tubuhnya sesuka hati.

"kau manis,aah aromamu manis seperti Wine. Sangat enak."bisik Donghae nafas dinginnya menerpa leher Sehun yang kini memejam mata begitu erat ia merasa lemah karena tak bisa berkutik, seharusnya selagi sempat akan lebih baik menerbangkan Si Pervert ini sejauh mungkin agar dia bisa mengerjakan detensi dengan tenang dan pulang kekamarnya dengan tubuh masih utuh sepenuhnya namun itu hanyalah harapan yang mungkin terwujud.

Dia sudah terpojok, tinggal bergerak sedikit saja maka habislah sudah.

"fuuuh, boleh tidak aku menyentuhnya..."tanya Donghae , ditanya begitu Sehun hendak menjawab namun pertanyaan itu bukanlah ditujukan untuk Xi Sehun melainkan untuk orang lain.

"kau itu semakin payah saja. Kau selalu datang menganggu ketika aku akan menyentuhnya. Dasar benalu , cepat Keluar."perintah Donghae kesal.

Ziing!

Merasa telah bebas dengan kasar Sehun mendorong tubuh Donghae lalu berdiri dipojokan dengan wajah takut dan tubuh gemetaran.'siapa dia aku tidak mengenalinya.'pikir Sehun kalut, merasakan sifat Donghae saat ini lebih agresif tetapi lebih dingin dibandingkan sebelumnya ketika Kim Jongin sekali lagi tersasar atau muncul disaat yang tepat.

Jongin tersenyum tenang, mata crimsonnya berpendar keunguan didalam remangnya cahaya."aku tidak sudi membagi Musuhku dengan Vampire brengsek seperti mu , Tuan Lee ."ujar Jongin santai, ia melangkah mendekat sosoknya amat tampan dibawah terpaan cahaya bulan yang masuk melalui celah jendela.

"Vampire?"koor Donghae merasa lucu kemudian tertawa berlebihan"Hahaha,kau terlalu banyak menonton film fantasy. Freak"ujar Donghae kini wajahnya berubah drastis, matanya memicing tajam dengan pendar kemerahan berbanding terbalik dengan milik Kim Jongin.

"dunia kita sekarang adalah dunia fantasy. Tuan Lee "balas Jongin tenang, auranya nampak menguar Sehun bahkan hampir tak mengenali sosok Jongin yang seperti ini kecuali Kulit kecoklatan Jongin hal itulah satu-satunya yang Sehun ingat.

"siapa sebenarnya kalian berdua."tanya Sehun tiba-tiba, merasa tidak suka menjadi orang yang paling bodoh karena tak memahami pembicaraan dua manusia yang kini saling berpandangan tajam dengan jarak 2 meter.

"kami manusia biasa, Hunnie-chan."

Wolf~

"Sehunna."

"woaaah!"

Tao datang dan menghentikan waktu, tetapi ia membiarkan Sehun untuk masuk kedalam Shieldnya dan membawa Sepupunya untuk pergi dari situ."kenapa kau bisa tau aku ada disini."tanya Sehun bingung,Tao hanya tersenyum dan membawa sepupu sekaligus sahabatnya kembali ke Kamar Asrama.

Wolf~

Waktu berputar kembali, Donghae dan Jongin memandang geram saat menyadari Sehun telah menghilang. Keduanya sama berpikir satu hal, pastilah Si pengendali waktu itu yang membawa Sehun pergi.

"gara-gara kau! Dia hilang. Dasar penganggu."seru Donghae membanting Jongin kedinding lalu pergi begitu saja dengan wajah muak yang amat kentara.

Jongin bangkit perlahan, ia berjalan tertatih biarlah dia terluka yang terpenting Sehun telah selamat. Karena, jika Sehun jatuh ketangan yang salah semuanya akan berakhir mengerikan dan dia tidak ingin berakhir dalam keadaan mengenaskan.

To Be Continued, Next Chap.5 ^_^

A/N

Sorry, Chapter ini kurang greget dan nggak lucu, malah nambah Cast Tuh si Unicorn muncul. Dan author mau bikin Suho jadi Uke,haha pengennya sih gitu. Yixing jadi Seme yang lugu gimana gitu kayaknya unik .

Oh,iya Kalau Kyungsoo lebih baik sama siapa Si Panda atau si Rapper alias Chanyeol.

Dan Tao balikan lagi dengan Baekhyun, atau Reader mau nentuin pairnya. Tulis aja dikotak Review ne. Kalau kagak ada yang koment ya udin Pairnya jadi gini : Kaihun, Taosoo , and Chanbaek , yang lain nyusul.

Last Word : RnR please. ^_^