Desclaimer : Pure milik Saya, kagak mungkin fanficition banyak typo gini ctrl+v dari *smbongamatgua*
Pair : Kaihun karena authornya Kaihun Lover, (seriusan,kagak yakin yesungdalah)
Judul : Apa awal dan akhirnya?
.
.
.
Silahkan dimakan *eh* dinikmati...
8 Pagi
22 Maret 2015
Lee Donghae bersenandung pelan mengikuti irama musik yang berasal dari I-pod yang tersambung dengan kedua headset yang bertengger manis -dikedua telinganya,kedua tangannya dimasukan kedalam saku celana- ciri khasnya yang selalu memasang Image cool. Tapi akan berbeda jika ada sosok Sehun di sekitarnya , bersiaplah kau sesak nafas jika itu sampai terjadi.
Koridor itu cukup ramai tetapi damai meski sesekali terkadang beberapa murid cewek memandangnya lalu terkikik pelan -sedikit membuatnya bergidik,entahlah dia juga tak mengerti Wanita dan Imajinasinya itu terkadang susah diMengerti sekaligus menakjubkan- perkumpulan para Fujoshi- dan sebagai Guru Cool plus populer ditambahi embel-embel Gentlemen.
Lee Donghae si Teacher wannabe yang Cool selalu menghargai juga menganggumi Imajinasi(yadong)para wanita(yang selalu membuatnya mimisan) luar biasa.
Ketika kakinya berpijak dikoridor lantai 2 yang tadinya tenang kini sedikit berisik karena beberapa gadis(Fujoshi dan Straight)berbisik-bisik tetapi pada dasarnya telinganya tajam bisik-bisik itu terdengar seperti sebuah obrolan biasa.
"Lihat-lihat itu sitampan dari Keluarga Lee—"
"benar-benar. Kyaaa,siapkan kamera -aku tidak mau ketinggalan Moment nya dengan Si Sehun atau pria tidak lurus lainnya..hihihi"sahut yang lainnya.
"aaah—pangeran tampanku—"
"Keren- "
"Memukau- "
"Perfect Teacher- "
Setiap langkahnya bisik-bisik kekaguman murid cewek terus terdengar -percayalah walau wajahnya bisa dijajarkan dengan tembok(hati)Lee Donghae tengah tersenyum-senyum bangga dan bernarsis-narsis Ria.
"—ah Suami impian—"
Donghae spontan memperlambat langkahnya yang tadi sedikit mendengar suara itu berasal dari arah depan.
"apanya yang suami impian- Seris?"sebuah suara terdengar oleh telinga Lee Donghae ,dan ia cukup tertarik karena kali ini suara itu suara pria—ah 2 pria.
"Yaa,dia memang suami impian,tampan,kalem, dan yang pasti dia Tajir—gehehe. Kau tidak tertarik dengannya Master Eunhyuk?"
"cih- si Pervert itu tak lebih dari seorang pria yang bersembunyi diketiak orang tuanya- "suara yang membuat Lee Donghae tertarik itu terhenti sejenak dengan was-was dibalik wajah temboknya Donghae tengah menunggu"haaaah,rasanya ingin kuculik lalu- "suara itu terhenti lagi dan dia semakin penasaran, sumpah Donghae merasa tidak asing dengan suara asing itu.
"Lalu akan kucabik-cabik wajah angkuhnya itu."
Sett—
Ketika kepala Eunhyuk Menoleh kekiri, sorot coklatnya menemukan 2 sosok pria dengan beda tinggi juga warna kulit yang berbeda.
"he-hei,Lihat Master dia menoleh ke arah kita"salah seorang yang lebih pendek berwajah imut mulai gelagapan saat Donghae mendekat sedangkan pria tinggi berkulit sedikit gelap –eksotis- memandang malas diarah Donghae datang.
"memang aku peduli"balas Eunhyuk berhasil memperburuk keadaan, Seris dengan senang hati kabur dari Situ.
Donghae kini berdiri berhadapan dengan sosok yang memanglah tidak asing, Eunhyuk si Kepala Asrama Biru –yang berisi benalu bernama Kim Jongin.
"apa masalahmu, Master Dance?"tanya Donghae coklatnya memandang intents tubuh yang lebih tinggi beberapa inchi darinya.
"Masalahku, tidak ada tetapi mataku terasa akan rusak karena melihat kau tebar pesona seperti itu"
"Tebar Pesona?hahaha , di lihat darimananya aku tebar pesona. Bilang saja Kau Iri Master Eunhyukkie"
Eunhyuk mendengus jijik,"kau menjijikan, Iri kepada orang kekurangan perhatian saja otakku masih waras untuk melakukan hal menggelikan seperti itu."ujar Eunhyuk pedas.
"Kau?"desis Donghae.
"Apa?"tantang Eunhyuk.
Donghae memalingkan wajahnya, sewot dan tak sengaja mendapati sosok Sehun yang berjalan sambil melamun tepat ke arahnya."HUNNIE-CHAN~ "
Sehun mendongak, matanya berputar karena kesal.
Donghae berlari lalu berpose seolah-olah akan memeluk Sehun, dan tentu saja si Albino cantik menghindar dengan gesit. Detik itu juga wajahnya mengkeruh."mau apa kau kali ini?"
"aku kangen denganmu."
"tapi, maaf saja aku tidak."
"kejam sepertia biasa,huh!
Eunhyuk pergi menjauh.
"Fuckin Shit , kau melepas feromon sialanmu lagi."
Donghae tersenyum manis"hahaha, begitulah."
Sehun berjalan mundur dan –bruuk- ia merasakan telah menubruk seseorang ketika berbalik dan mendapati Kim Jongin, tengah tersenyum lembut kepadanya.
Dugdugdug – jantungnya berpacu cepat.
"Morning, Cheesy."sapa Jongin, wajahnya nampak sumringah. Ia mengeluarkan telapak tangannya dari kantong celana lalu menepuk puncak kepala Sehun –perilaku yang mungkin akan jadi kebiasaan mulai sekarang.
Sehun bungkam menundukan wajahnya, pipinya memerah sempurna dan itu terlihat manis dimata Jongin.
"isssh, penganggu. Kenapa sih kau datang saat aku tengah bermesraan dengan Hunnie-chan~"Donghae memberikan tatapan muak yang amat kentara, Jongin tetap tersenyum terkesan sinis.
"Morning Sir."
Dan Jongin menghilang dengan teleportnya, dan tentu saja menghilang bersama Sehun.
Donghae berdecak.
.
.
"The Heck."umpat Sehun.
"Sorry, kau pasti belum sarapan. Ayo ke kantin."ajak Jongin sembari menautkan jemarinya dengan milik Sehun.
"tidak, dan pergi jauh-jauh sana. Kau ini kenapa sih?"tanya Sehun, dan melepaskan tautannya.
Jongin menaikan kedua alisnya"aku, memang ada apa denganku. Aku hanya mencoba bersikap baik dan ingin akur dengan musuhku. Apa salahnya?"
Sehun pergi menjauhi pintu kantin yang terbuka lebar dibelakangnya.
Zingh~
"mau kemana?"
"ke kelas!"jawab Sehun pendek, tak terkejut lagi ketika Jongin dapat berpindah dengan cepat.
"masih setengah jam lagi, Cheesy?"
"kau?"Sehun memijat pangkal hidungnya"kepalaku seperti berputar, aku tidak terbiasa berteleport sensasinya benar-benar tidak nyaman."lanjut Sehun.
Jongin tertawa"kau akan terbiasa."
"jawab."manik madu itu memberikan sorot menuntut."kenapa kau mendadak bersikap seperti ini."
"aku hanya ingin akur denganmu."
"hanya karena itu?"
"hmm..."gumam Jongin mendekatkan wajahnya pada wajah tatapan penuh dan memantulkan sosok Sehun didalam mata menyelami manik madu Sehun."dan juga.."ia tersenyum lembut,"berterimakasih padamu, karena berkat kau Sulli berubah sekarang?"dan Jongin memberi rengkuhan pada tubuh Sehun, memberikan kehangatan pada tubuh Sehun.
"eng –Jongin."panggil Sehun sembari melepaskan pelukan Jongin.
"wauw, rasanya terdengar manis kalau kau yang menyebut namaku."
"Ya sudah aku pergi, kalau niat mu hanya itu.."
Jongin diam tak menghentikan langkah Sehun, berusaha keras untuk tidak berlari dan menahan Sehun lalu kembali memeluk sosok itu lagi dan berbisik –saranghae, My Enemy- tapi Ia diam dan seakan pasrah terhadap keadaan. Dia bukan siapapun di sini, dan ditanya siapa yang lebih berhak Lee Donghae lah yang berhak atas Sehun.
A/N
Cerita ini merupakan wujud/bentuk kemalasan author, xixixi. Silahkan timpuk , makin dikit yeth. Kagak tau dah masih ada yang nunggu apa kagak! chapter ini buat pendinginan doang . Sekaligus chapter SAY HELLO ! siapapun yang baca dan gak ngasih review. Tidak apa-apa gue kagak nangis kok sumveh *seriusdah* xixixi, oh iya buat AUTHOR YANG LAIN TETEP SEMANGAT YETH, MESKIPUN REVIEW DIDAPET CUMA SEDIKIT ITU BERARTI NGASIH TAU KALAU KARYA KITA PERLU DISEMPURNAIN LAGI. EAAAA, SABAR YETH YANG BANYAK VISITOR TAPI REVIEWNYA DIKIT. HEMEH, Kok kesannya saya curhat...mianhe... jeongmal miaanheeeee *nyanyibarengSehun*
Next Chapter sebenernya(Mungkin)... Please enjoy selalu. okeee
