TO BE A GOOD MOM
SUMMARY : kehadiranmu bukanlah sebuah malapetaka bagiku, kehadiranmu yang telah membuatku kuat untuk bertahan didunia ini.
HUNKAI AND OTHER
Typo dimana-mana, saya juga seorang manusia jadi mohon dimaklumi.
Note : disini saya pakai 3 sudut pandang, ada dari saya (penulis) , jongin dan Sehun. jadi mohon saya juga tidak terlalu tau penulisan cerita itu seperti apa tapi karena ini adalah hobby saya dan niatan suatu hari nanti bisa membuat sebuah Novel untuk sementara saya menulis cerita di fanfiction ini, yah walaupun cast yang saya pilih selalu dihujat dan ada salah satu orang yang bertanya "dasar lacur kenapa lu bikin Kai jadi Uke"
Ya saya jawab : karena menurut saya Kai itu imut aku suka dia jadi uke Sehun sungguh karena sebenarnya saya tidak terlalu suka official couple. Dan menurut saya kyung soo sangat cocok dengan chanyeol bahkan kyung soo dan chanyeol sudah memiliki cincin couple. Yah tapi kita lain pemikiran terserah deh.
Oh iya maaf saya sangat lama tidak ada update ff apa lagi sebentar lagi saya mengikuti UAS dan UN. Ditambah 1 minggu penuh untuk UKK (ujian kompetensi kejuruan) sungguh membuat saya streeeeeeessssssss. Harus shooting membuat sebuah iklan bahkan saya harus shooting 2 hari berturut-turut untuk menyelesaikan ini. hari pertama dari jam 9 pagi hingga jam 6 sore dan hari kedua baru sebentar Cuma 4 jam saja. Tapi hasilnya memuaskan sungguh. Itu baru shooting dan baru dari tanggal 23 feb - 1 maret baru saya bisa mengeditny dan untuk membuat ff ini adalah penghilang stress saya jadi, Saya minta do'anya ya para readers.
dan juga ff ini bisa pengganti FF LOVE AND BELIEVE. Kalau OBSESSION saya akan tetap meneruskannya tapi setelah saya mengikuti UKK. Ok itu uneg-uneg dalam hati saya untuk saat ini.
Ok happy reading !
.
.
Aku tersenyum kepada salah satu pengunjung yang baru saja berbalik setelah membayar makanan yang dia pesan. Itu adalah pelanggan terakhir hari ini, aku duduk perlahan sambil memegang perutku. Ughh sungguh perutku terasa sakit asal kalian tau, tapi tenang hanya sedikit. Aku melihat Yi Xing Hyung membalik tulisan 'Open' menjadi 'Closed' . lalu dia berbalik menatpku sambil tersenyum menampakkan dimple imutnya itu, akhhh ingin rasanya aku memiliki suami seperti dia tapi aku tau itu hanya MIMPI, oke aku pertegas MIMPI.
Dia mendekati ku lalu menepuk kepalaku "Ganti bajumu, aku dan Jongdae akan mengantarmu pulang sekalian ingin bertemu dengan ibumu" Kata Yixing hyung sambil tersenyum.
Aku tersenyum lalu bangkit dari dudukku secara perlahan, untung Yixing hyung membantuku berdiri lalu menuntunku menuju ruang ganti.
Setelah beberapa menit aku keluar dengan lengkap menggunakan coat dan scraf lusuhku. Jongdae hyung menarikku lalu menuntunku berjalan dan membuka pintu mobil depan dan membantuku untuk duduk. Sungguh aku merasa memiliki seorang kakak yang menyayangiku, ah aku jadi merindukan 2 kakak perempuanku itu. Tak berapa lama mobil yang dikendarai ole Yixing hyung ini berjalan.
.
.
.
Sehun membuka kaca mata hitamnya, dia melirik seseorang dengan mengangkat sebuah kertas bertuliskan namanya. Dia tersenyum lalu mendekati seorang namja tersebut, dia tinggi berambut blonde dan alisnya tersebut mengingatkannya pada sebuah tokoh kartun didalam game 'Angry Bird'. Namja itu tersenyum balik menatap Sehun.
"Kau sudah besar juga ternyata" Kata namja tersebut lalu merangkul pundak Sehun.
"Pasti Hyung, kau sih terlalu lama diCanada dan baru kembali kekorea" Kata Sehun sambil tersenyum.
Namja itu mengangguk "Ayo cepat, Suho dan Jimmy pasti sudah menunggumu" Kata namja itu sambil mengambil alih koper yang sedari tadi dibawa Sehun.
Sehun hanya tersenyum lalu mengikuti 'Kris atau Oh Yifan ' namja itu menuju tempat parkir.
Sekarang aku bisa menghirup udara malam Seoul, dan semoga aku bisa bertemu denganmu lagi Jongin.
.
.
.
"Hati-hati dijalan Hyung,dan terimakasih peralatan bayinya itu sangat imut. maaf aku tidak bisa mengantar kalian hingga keluar dari gedung" Kata ku sambil tersenyum.
"Tidak apa-apa Jongin, sampaikan terima kasihku pada ibumu. Sungguh bimbimbap buatan ibumu sangat enak. Ya sudah kami pulang dulu" Jawab Jongdae lalu melambaikan tangannya padaku.
Aku mengangguk, merasa Jongdae dan Yixing hyung telah menghilang dibalik belokan aku masuk kedalam flat ku , menutup pintunya secara perlahan karena perutku yang mulai membesar. Aku berjalan perlahan-lahan menapaki latai flatku, kalian tau sungguh sangat lelah membawa 1 orang nyawa lagi didalam perutku. 1 ? ah bahkan selama ini aku belum ada USG kehamilanku ini, tapi ibu mengatakan anakku akan kembar karena ddilihat dari perutku yang lebih besar daripada kehamilan biasanya.
Aku melihat ibu mencuci piring didapur dan melihat jam dinding dan ini masih jam 11 malam. "Ibu" Panggilku pada ibu, dia tak menengok dan hanya membalasnya dengan bergumam kebiasaan ibuku jika sudah sibuk sendiri dengan dunianya dia tidak akan menjawab panggilanku dengan benar. Aku mendekatinya "Ibu besok bisa antarkan aku kerumah sakit untuk memeriksakan kandunganku ?" Tanyaku lagi pada ibu. Dia menghentikan membilas mangkuk dan menengokku.
"Sungguh kau tidak bercandakan" Eoh ibu jangan memulai "Biasanya kau akan banyak alasan kalau disuruh kerumah sakit untuk memeriksakan kandunganmu. Seingat ibu terakhir kali kau memeriksanya saat kau hamil 4 bulan." Tuh kan ibu memulainya "Memang ada apa kau ingin memeriksakan kandunganmu ?" Tambah ibu lagi sambil meneruskan membilas mangkuk.
"Eum aku hanya ingin tau tentang bayiku bu, dan kata ibu aku bisa memiliki bayi kembar" Jawabku sambil mengelus perutku yang kata Ibu bukan hanya ibu sebenranya kata orang-orang terlalu besar untuk usia kandungan 6 bulan.
Ibu tersenyum sambil masih terus membilas mangkuk dan piring-piring tersebut "Ya ibu akan mengantarmu besok, semoga perkiraan ibu benar. Akan sangat hebat kan kalau kau memiliki 2 jagoan kecil mengingat kau tidak memiliki suami, jadi anak-anakmu bisa menjagamu jika ibu sudah tak ada" Eoh Ibu dia mulai lagi dengan cerita sedihnya.
"Ibu sudah kukatakan jangan berbicara seperti itu, bayiku akan sangat sedih bila neneknya pergi" Kataku sambil mengelus perutku dan ah ini yang kubenci mempoutkan bibirku sendiri.
Ibu kembali tersenyum sambil mengusak perutku "Ayo tidur ini sudah larut, dan juga kau besok tidak bekerja ?" Tanya Ibu lagi sambil mengelap tangannya lalu berjalan keluar dapur dan aku mengikutinya dari belakang.
"Tidak, Yixing hyung bilang dia dan Jongdae akan pulang ke Changsa untuk bertemu keluarga Yixing hyung dan ingin memberikan berita bahagia kalau Jongdae hyung hamil" Kata ku.
"Sungguh, pantas saja dia tadi bilang kalau ingin kimbimbap buatan ibu, kenapa kau tidak bilang kalau Jongdae hamil. Seharusnya tadi ibu membuatkan lebih banyak lagi untuk Jongdae" Kata ibu sambil mendudukkan tubuhnya diatas karpet.
Aku tersenyum lalau duduk disampingnya dengan kesusahan "maafkan aku ibu" Jawabku sambil menatap ibu.
"Ini sudah larut ayo tidur besok pagi kita kerumah sakit" Ajak ibu sambil membantuku berdiri.
Aku berjalan menuju kamarku, "Ibu..." Panggilku pada ibu, ibu berhenti berjalan lalu menengokku.
"Maafkan aku, coba saja saat itu aku tidak membantah perkataan ibu mungkin saaat ini aku tak akan merepotkan ibu" Kataku sambil memegangi perutku, eoh sungguh aku sangat bersalah pada ibu.
Ibu mendekatiku lalau memelukku "Itu sudah terjadi Jongin, jadi jangan pikirkan masa lalumu. Sekarang pikirkan masa depanmu bersama bayimu ini, walaupun waktu itu ibu kecewa mendengarnya tapi apa boleh buat bayi ini tak salah kalian berdualah yang salah" Jawab ibu sambil mengelus perutku.
Air mataku jatuh, ya tuhan terimakasih telah memberikan ibu sebaik ibuku ini. dia menghapus air mataku yang telah jatuh kepipi ku. "Tapi bu, bagaimana nanti jika bayiku sudah besar dan menanyakan ayahnya dimana aku harus bagaimana ?" habis sudah pertahananku saat ini.
Ibu mengelus pundakku "Aku tau Sehun pasti kembali dan mencarimu, jadi jangan takut jika anakmu nanti bertanya tentang ayahnya." Kata ibu sambil tersenyum aku melihatnya "Sekarang tidurlah besok kita kerumah sakit, aku tidak sabar ingin melihat calon cucu ibu. Apakah benar perkiraan ibu kalau cucu ibu ini kembar" Tambah ibu lagi sambil tersenyum.
Hatiku tenang saat melihat ibu tersenyum, aku menganggu lalu mencium pipi ibu berjalan menuju kamarku . merebahkan badanku dan tak lupa untuk berdo'a.
.
.
.
Pagi ini aku sarapan dengan sebuah keluarga kecil kakak kandungku si naga Oh Kris dan si malaikat cantik Suho beserta malaikat kecil mereka Jimmy wu yang baru berusia 2 tahun. Aku tersenyum saat melihat Jimmy yang memakan sarapan paginya yang belepotan, ah aku ingin juga memiliki anak asal kalian tau aku itu suka anak kecil.
"Oh ya Sehun hari ini kau akan langsung melihat keadaan dikantor" Kata Kris Ge membuyarkan pandanganku pada si imut Jimmy.
"Eum bisa Ge, sekalian aku juga ingin mulai belajar menjadi seorang presedir denganmu" Jawabku kembali menatap Jimmy dan memakan roti panggangku.
"Ya sudah setelah ini bersiap-siaplah, oh iya yeobo hari ini kau jadi kerumah sakit ?" Tanya Kris Ge pada Suho hyung, aku mendekati Jimmy lalu melihatnya menyuapkan bubur kedalam mulutnya dan itu sangat lucu.
"Eum ya" Jawab Suho hyung sambil mengelap pipi tembam belepotan milik Jimmy.
"Ya sudah kalau begitu, ayo Sehun kita berangkat" Ajak Kris Ge, lalu aku mengikutinya dari belakang. Memasuki mobil mewahnya.
Selama diperjalanan aku dan Kris Ge hanya diam, kalian tau aku dan Kris Ge memiliki sifat yang sama dan kata orang wajahku dan dia mirip. Aku dan Kris Ge memang terlahir dari ibu yang sama, tapi ayah dan ibu bercerai ketika aku berusia 4 tahun dan Kris Ge dibawa oleh ayah keCanada sedangkan aku bersama ibu diKorea lalu saat usiaku menginjak 8 tahun ibu menikah dengan seorang duda kaya dan membawa 1 orang anak laki-laki Yaitu Tao Ge yang berbeda usia 3 tahu diatasku. Aku dan Tao Ge sangat akrab bahkan aku sudah menganggap dia kakakkua sendiri selain kakak kandungku sendiri Kris Ge. Saat usian Kris Ge 16 tahun dan aku berusia 12 tahun ayah kandungku meninggal dan Kris Ge tinggal bersama kami tapi diusianya 18 tahun dia kembalik ke Canada untuk mengurus perusahaan Baba, walaupun Baba hanya mengenal Kris Ge selama 2 tahun Baba tau pasti Kris ge hebat memegang kendali perusahaan Baba di Canada, dan itu berhasil. Tapi saat mendengar Baba meninggal Kris Ge kembali ke Korea dan yang memegang kendali perusahaan diCanada adalah bawahan Kris Ge yang sangat dipercaya. Setelah mendengar aku kembali ke Korea dan akan memegang kendali perusahaan dikorea, Kris Ge dan keluarga kecilnya juga kembali keKorea untuk membantuku mengurus perusahaan.
Sungguh ceritaku rumit bukan, aku saja sudah tidak terlalu mengingatnya dan akhirnya aku sampai diperusahaan milik Baba 'SM ENT' perusahaan yang bergerak dibidang entertainment, perusahaan Baba ini sangat pesat berkembang diKorea Selatan bahkan artis terkenal sebagian di Korea Selatan adalah jebolan perusahaan ini.
Kris Ge pun keluar dari mobilnya diikuti olehku, aku berjalan beriringan bersama Kris ge, aku melihat para traeeni calon artis disini terlihat membungkukkan badannya hormat ketika Kris Ge dan diriku berjalan melewati mereka. Kris Ge membuka pintu yang bertuliskan 'CEO' dan masuk. Kris Ge mempersilahkan aku duduk. "Sehun untuk sementara ini setelah kau pulang kuliah kau akan menjadi pelatih dance disini, dan ketika kau sudah lulus dari kuliahmua barulah kau menggantukanku sebagai presedir disini" Kata Kris Ge panjang lebar.
"Eum oke Ge" jawabku seadanya.
"Oh iya, untuk hari ini kita akan melakukan meeting untuk memperkenalkan dirimu dengan karyawan yang ada disini" Kata Kris Ge "Ayo" dan berjalan keluar menuju ruangan kaca yang didalamnnya ada beberapa karyawan yang sudah duduk disana.
Aku masuk dan duduk disamping Kanan Kris Ge.
"Seperti janjiku semalam, aku akan memperkenalkan pelatih dance yang baru dan calon presdeir disini bernama Oh Sehun" Kata Kris Ge.
Aku berdiri lalu membungkuk hormat sambil menggumamkan namaku dan sedikit basa-basi.
"Eoh iya sehun perkenalkan disebelah kiri ku ini Byun Baekhyun dia sekretaris dan penanggung jawab kapan tampilnya para artis sebelum manager, disebelahnya Park Chanyeol dia seorang composer dan pencipta lagu bersama Zhang Yi Xing tapi saat ini Yi Xing pulang kekampung halamannya diChangsa bersama istrinya . Disampingmu ada Lee Taemin dia juga pelatih dan pencipta koreograpy bersama Hyoyeon" Kata Kris Ge panjang Lebar, eoh aku lelah sungguh.
"Kau sudah mengerti Sehun ?"
"Ne, aku mengerti"
"Kalau begitu, rapat hari ini selesai. Silahkan bubar"
Dan setelahnya kami semua bubar dan akupun diantarkan mengelilingi tempat digedung ini bersama Byun Baekhyun.
.
.
.
"Wuah Jongin lihat bayimu kembar 3" Kata Ktung Soo antusias ketika menggerakkan alat untuk USG diperut Jongin.
Jongin terkejut "Sungguh Hyung, kau jangan bercanda" Kata Jongin tak percaya melihat layar didepannya.
"Tidak Jongincoba lihatlah, Aigoo pasti kalau mereka sudah lahir pasti sangat lucu." Kata Kyung Soo lagi. "Kau lihat tangan mereka ada enam, kepalanya ada 3 Jongin" Tambahnya lagi.
Tak terasa Jongin menitikkan airmatanya "Aigoo aku tak percaya ini hyung sungguh" Kata Jongin melihat takjub bayi yang ada dilayar monitor.
Kyung Soo tersenyum "Kau hebat Jongin bisa menjaga 3 bayimu ini, untung saja saat itu kau tak jadi bunuh diri kalau jadi maka 4 nyawa akan hilang sekaligus" Kata Kyung Soo lalu menaruh alat USG dimeja, dan mengambil lap untuk mengelap perut Jongin dan menutupnya.
Setelah itu Jongin duduk dibantu Oleh Kyung Soo "Terimakasih hyung, mungkin kalau waktu itu hyung tidak ada maka aku akan membunuh 3 nyawa bayiku dan diriku sendiri" Kata Jongin sambil tersenyum.
"Sudahlah itu sudah berlalu jangan diingat, oh iya kau ingin fotonya Jongin" tanya Kyung Soo lalu duduk didepan komputernya.
"Eum ya, aku akan memperlihatkannya pada ibu" Jawab Jongin lalu turun dari Ranjang secara perlahan.
Kyung Soo mem-printkan foto tersebut dan memberikannya pda Jongin, "prediksiku mengatakan sepertinya jenis kelamin bayimu 2 laki-laki dan 1 perempuan." Kata Kyung Soo lalu berdiri disamping Jongin dan berjalan berdampingan bersama Jongin.
"Jinjja Hyung, Wuah aku akan memiliki 2 pangeran dan 1 putri" Kata Jongin antusias.
Melihat Itu Kyung Soo hanya tersenyum lalu sampailah Jongin diruang tunggu, disana sudah ada ibunya yang menunggunya. Jongin menghampirinya dan duduk disamping ibunya.
"Ibu lihatlah, kata Kyung Soo hyung aku akan memiliki bayi kembar 3" Kata Jongin sambil memberikan foto hasil USG pada ibunya.
Ibunya terlihat terkejut lalu memandang Kyung Soo "Sungguh dokter" Kata Ibu Jongin tak percaya.
"Ne, eomonin bayi Jongin kembar 3" Jawab Kyung soo.
Ibu Jongin memandang takjub Jongin lalu mengusak rambutnya "Aigoo anak cerobohku ini ternyata akan memilik 3 bayi sekaligus. Ommo ibu tak percaya Jongin" Kata ibunya sambil tertawa.
Jongin memberenggut lalu mempoutkan bibirnya.
"Eoh iya Eomonin, Jongin. Jangan lupa untuk datang kepesta pernikahanku minggu depan" Kata Kyung Soo tersenyum.
"Pasti dokter kami akan datang" Jawab Ibu Jongin sambil tersenyum "dan terima kasih dokter" Tambah ibu Jongin lagi sambil membungkuk sopan.
"Eoh ne eomonin, hati-hati dijalan" Kata Kyung soo.
Lalu Jongin dan ibu Jongin keluar rumah sakit dengan hati bahagia.
.
.
.
Sehun mendudukkan badannya dibangku taman, dia menutup matanya merasakan udara segar didaerah taman ini. tak berapa lama dia membuka matanya, mentap lurus kedepan tidak tau apa yang dia lihat tapi isi kepalany dipenuhi dengan pikiran untuk segera bertemu Jongin. Dia ingin cepat-cepat bertemu Jongin, dia ingin memeluk tubuh ramping Jongin lagi, membuat lelucon lagi bersama, latihan dance bersama dan makan ice cream bersama. Tapi apakah Jongin akan menerimanya lagi setelah kejadian memalukan tersebut.
Sehun menghembuskan nafasnya berat, dia berjalan mendekati penjual ice cream, mengingat Jongin dia jadi ingin makan ice cream.
"Ahjusii aku pesan ice cream coklat 1" Kata Sehun, lalu mengedarkan pandangannya kejalanan yang penuh dengan orang-orang yang berjalan.
Matanya menyipit ketika melihat seorang namja yang kini sedang tersenyum sambil mengelus perut besarnya disebelahnya ada wanita paruh baya yang juga terlihat mengelus perut buncit tersebut. Dia seperti melihat siluet seseorang yang selama ini dia cari, itu seperti Jongin, Sehun ingin mengejarnya "Tuan ini ice creamnya" Kata penjual ice cream menepuk pundak Sehun.
Sehun mengambil ice cream lalu membayarnya secara serampangan, lalu berlari untuk mengejar siluet tersebut tapi terlambat. Siluet manis itu menhilang dari pandangannya, Sehun berteriak membuang ice creamnya sembarangan. Dia terduduk lemas sambil menangis. Tak dihiraukannya orang-orang yang melihatnya sekarang, dia harus kehilangan siluet manis itu lagi.
Sedikit, sedikit lagi aku sudah bisa meraihmu, tapi kenapa saat aku sudah akan meraihmu kau mengilang secepat itu
.
.
.
TBC
Mohon reviewnya yang banyak ya
