TO BE A GOOD MOM

SUMMARY : kehadiranmu bukanlah sebuah malapetaka bagiku, kehadiranmu yang telah membuatku kuat untuk bertahan didunia ini.

HUNKAI AND OTHER

Typo dimana-mana, saya juga seorang manusia jadi mohon dimaklumi.

Note : disini saya pakai 3 sudut pandang, ada dari saya (penulis) , jongin dan Sehun. jadi mohon saya juga tidak terlalu tau penulisan cerita itu seperti apa

Ditambah lagi terima kasih sudah mengoreksi ceritanya, jadi Byun Baekhyun saya ganti menjadi Song Mino dari Winner untuk Zhang Yixing Disana ada kalimat "disebelahnya Park Chanyeol dia seorang composer dan pencipta lagu bersama Zhang Yi Xing tapi saat ini Yi Xing pulang kekampung halamannya diChangsa bersama istrinya". Intinya kalimat itu Byun Baek *ganti Mino disampingnya Cahnyeol dan Zhang Yixing itu emang gak ada disana tapi Kris memperkenalkan Zhang Yixing dan bilang kalau Yixing KeChangsa. Jadi disini saya typo di Byun Baek saja, jadi mohon baca dengan seksama. Maaf kan saya membuat typo yang sangat fatal.

Dan terimakasih atas do'anya, saya berhasil melewati UKK dan video iklan saya mendapat coment yang bagus tapi satu yang bikin saya sedih, divideo itu harus tergantung lap kotor. Tapi saya suka dapat coment yang bagus.

Happy Reading!

.

.

.

Sedikit, sedikit lagi aku sudah bisa meraihmu, tapi kenapa saat aku sudah akan meraihmu kau menghilang secepat itu.

.

Sehun berjalan masuk kedalam rumah sang kakak Kris, disana hanya ada Suho dan Jimmy yang sedang makan. Suho yang melihat raut wajah Sehun yang terlihat sangat mengerikan itu membuatnya lebih baik diam. Sehun berjalan ditangga menuju lantai 2 kamarnya. Dia masuk kamar lalu melepas semua pakaian yang melekat ditubuhnya, memasuki kamar mandi dan menguncinya. Sehun mulai menyalakan Shower disana duduk dibawah guyuran air shower, dia melipat kakinya dan membenamkan kepalanya dilututnya, dia menangis. Sehun menangis sejadi-jadinya, tinggal selangkah lagi dia bisa memeluk namja manis itu, yang telah dia tinggalkan, dia ingin memeluk tubuh itu, mencium shampoo yang selalu dipakainya. Sehun bertambah kencang menangis saat dia melihat perut membuncit namja manisnya itu, apakah karena kesalahannya itu Jongin hamil ? eoh berdosalah kau Oh Sehun, setelah kau tiduri namja itu lalu hamil dan kau meninggalkannya. Terkutuklah kau Oh sehun. pikir sehun. Sehun menutup matanya, berpikir keras. Dia ingin cepat-cepat menemukan belahan hatinya itu bagaimanapun caranya.

Aku ingin memelukmu, tertawa bersamamu. Tuhan, aku ingin dia kembali padaku, bisakah kau mendengarkan do'a anak pendosa ini. kalau kau mendengar kabulkanlah, aku mohon.

.

.

Jongin berjalan sedikit susah saat berbolok untuk menuju flat kecilnya, ibunya yang berada disamping setia menggandeng tangannya agar dia bisa berjalan agak sedikit lebih cepat. Jongin tersenyum memandang ibunya yang kini sedang tersenyum melihat foto hasil USG nya tadi.

"Lihat Jongin, bayimu berebut tempat. Ah ibu jadi tidak sabar ingin melihat bayimu lahir" Kata ibu Jongin sambil mengelus perut Jongin.

Jongin tersenyum "Ibu, tinggal 3 bulan lagi aku akan melahirkan tunggu saja, aku juga sudah tidak sabar melihat mereka kalau sudah besar akan berebut makanan ditambah lagi mereka akan selalu menggunakan baju yang sama" Kata Jongin juga ikut mengelus perutnya.

Ibu jongin tertawa lalu mengusak rambut Jongin sambil menjingkitkan kakinya sedikit.

"Oh iya, ngomong-ngomong calon suamin Dokter Kyung Soo apakah tampan ?" Tanya ibu Jongin sambil menekan tombol lift, saat ini mereka sudah berada didalam gedung flatnya.

"Eum dia tampan, berwajah jenaka dan asal ibu tau telinga calon Suami Kyung Soo hyung seperti peri sangat besar dan lebar. Seperti Dobi" Kata Jongin lalu menarik telinganya agar telihat lebih besar.

Ibu Jongin yang melihat adegan Jongin mencontohkan telina Chanyeol tertawa "Kau ini, ingat sekarang kau sedang hamil jangan berbicara sembarangan kau ingin 3 anakmu ini bertelinga peri seperti calon suami Dokter Kyung soo" Kata Ibu Jongin.

"Tidak, aku tidak mau. Aku ingin anakku tampan dan cantik nantinya" Kata Jongin sambil tersenyum.

"Tampan seperti Sehun dan cantik seperti dirimu begitukan sayang" Kata ibunya lalu membuka kunci pintu flatnya.

Jongin diam membeku saat ibunya mengatakan seperti itu, hingga ibunya masuk dan sudah memakai sandal rumahan. Ibu Jongin melihat Jongin hanya diam didepan pintu tanpa ada niatan masuk ibu Jongin memanggil Jongin "Jongin cepat masuk udara diluar dingin sayang" Kata ibu Jongin.

Jongin tersentak mendengar panggilan ibunya, lalu tersenyum dan masuk kedalam flat kecilnya. Jongin berjalan masuk menuju kamarnya. Jongin melepas scraf dan coatnya lalu merebahkan badannya dikasur, dia ingin istirahat sejenak.

"Ibu akan memasak untuk makan malam, kalau semua sudah siap nanti ibu akan membangunkanmu." Kata ibu Jongin dari luar kamarnya.

"Iya ibu" Jawab Jongin.

Lalu dia menutup matanya, merehatkan pikirannya yang tadi mulai berpikir menuju Sehun. Ah dia jadi merindukan namja itu.

.

.

Sehun melilitkan handuk putih dipinggangnya, dia keluar kamar mandi karena Suho berteriak sudah waktunya makan malam. Dia mencari baju didalam lemari, setelahnya memakai pakaiannya. Saat dia berdiri didepan cermin Sehun kembali memandang dirinya sedih. Betapa pendosanya dia, meninggalkan seseorang yang telah kau tiduri lalu kau tinggal pergi. Sehun menundukkan kepalanya, airmatanya kembali menetes. Penyesalan memang datang belakangan, inilah penyesalannya. Dia mengambil hanphone, melihat refleksi seseorang yang menjadi wallpaper hanphonenya. Foto Jongin dan dirinya saat upacara kelulusannya dimana Jongin begitu manjanya menaruh kepalanya dipindak Sehun sambil membawa karangan bunga. Dia kembali tersenyum getir.

"Sehun makan malam sudah siap" Itu panggilan kesekian kalinya dari kakak iparnya, dia menaruh hanphonenya. Menghapus jejak air mata dipipinya, menghirup udara sebanyak-banyaknya. Kembali menampakkan tampang dinginnya, khas seorang Oh Sehun.

Saat menuju ruang makan, Kris dan Suho sudah bersiap berada disana tanpa Jimmy. Mungkin sikecil Jimmy sudah tidur. Sehun duduk didepan Suho, tersenyum lalu menggumamkan kalimat "apakah GeGe dan Hyung menunggu lama ?" Kata Sehun sambil tersenyum.

"Tidak, makanannya juga baru matang" Jawab Suho sambil mengambil nasi untuk suaminya.

Sehun tersenyum lalu juga mengambil piring yang juga sudah diisi nasi oleh Suho. Mereka bertiga makan dengan khidmat, tidak ada yang berbicara hingga Sehun sudah selesai dan permisi untuk tidur terlebih dahulu.

Sehun merebahkan badannya, kembali mengambil handphone dimeja nakas. Membuka tobol kunci dilayar handphonenya, mencari nama kontak seseorang. Ah, ternyata Sehun masih menyimpan nomor Jongin. Sehun mencoba mengetik pesan dan mencoba mengirim pesan singkat itu pada Jongin dan diapun mengirimnya. Semoga nomor Jongin masih aktif. Kata Sehun dalam hatinya.

Lalu dia mulai menutup matanya, menghantar dirinya pada dunia mimpi dimana Sehun ingin didunia mimpi itu dia bisa kembali bertemu dengan Jonginnya.

Jongin kau disana, kau tau aku merindukanmu.

.

.

.

Jongin makan tidak dengan berselera, melihat itu ibunya menatap Jongin keheranan. "Sayang kenapa kau tidak memakannya ?" Tanya ibunya khawatir.

"Ibu, boleh aku minta sesuatu ?" Tanya Jongin pada Ibunya sambil menaruh mangkuk berisi nasi tersebut.

"Apa yang kau inginkan sayang ?" Tanya ibunya lagi.

"Bisakah ibu menyuruh Seung hyun Hyung tetangga sebelah kita untuk membelikan TtokkBokki untukku ?" Kata Jongin sambil kembali mempoutkan bibirnya.

"Eoh Jongin kenapa harus menyuruhSeung Hyun, ibukan bisa membelikannya" Kata ibunya lalu mencoba untuk beranjak berdiri, tapi tangan sang ibu dia tarik.

Jongin menggeleng "Tapi aku ingin Jiyong hyung yang membelikannya, pasti Jiyong Hyung mengerti" Kata Jongin.

Eoh masa ngidam yang terlambat, kata ibunya dalam hati. "Baiklah, ayo kita keflat sebelah" Kata ibunya.

Jongin tersenyum girang lalu berdiri dengan sedikit kesusahan. Dia langsung menggandeng tangan ibunya. Tepat didepan pintu sebuah flat, Jongin menekan tombol dan tak berapa lama pintu terbuka. Menampakkan seorang namja manis dengan wajah amburadulnya, namja itu tersenyum "eomonim , Jongin ada apa datang kesini ? Ayo masuk" Kata Jiyong namja manis itu sambil mempersilahkan Jongin dan Ibu Jongin masuk.

"eoh maaf Eomonim dan Jongin tempatnya sangat berantakan" Kata Jiyong lagi sambil membereskan mainan mobil-mobilan.

"Tidak apa-apa Jiyong, apakah Seungri sudah tidur ?" Tanya Ibu Jongin sambil membantu Jongin duduk.

"Ne eomonim baru saja dia tidur, dia begitu rewel." Kata Jiyong lalu duduk disamping Jongin "Dan ada apa Eomonin dan Jongin datang kesini ?" Tanya Jiyong sambil tersenyum.

"Begini hyung, aku mau Seung Hyun hyung membelikanku ttokbokki. Apa boleh ?" Tanya Jongin sambil menundukkan kepalanya.

Jiyong tersenyum "Tentu, sebentar aku panggilkan Seung Hyun" Kata Jiyong sambil berjalan menuju salah satu kamar dan meninggalkan Jongin dan Ibu Jongin.

Tak berapa lama, Seung Hyun datang lalu membelikan ttokbokki untuk Jongin. Sambil menunggu Seung Hyun, mereka bertika berbincang. Jiyong begitu menyayangi Jongin seperti adiknya sendiri, dia terkadang sedih kalau melihat Jongin, dimana Jongin masih muda tapi masa mudanya harus dihabiskan untuk bekerja dan saat ini sudah bersiap untuk menjadi seorang ibu. Dirinya dulupun juga seperti Jongin tapi bedanya Seung Hyun mau menikahi Jiyong, sedangkan Jongin dia harus menjaga kehamilannya tanpa ada suami disampingnya.

Hingga tak berapa lama Seung Hyun datang sambil membawa ttokbokki dan mereka makan bersama sampai habis.

"Jiyong-ah, Seung Hyun-ah terima kasih sudah mau membantu Jongin" Kata ibu Jongin sambil membungkukkan badannya.

"ah eomonim tak apa, aku suka membatu kalian" Jawab Jiyong sambil tersenyum.

"Kalau begitu kami pulang dulu hyung, selamat malam" Kata Jongin sambil membungkukkan badannya.

"Ne, mimpi indah Jongin, eomonim" Kata Jiyong.

Lalu Jongin dan ibunya berjalan menuju flatnya, tidur dengan mimpi indah, semoga. Tapi, tidurnya agak sedikit terganggu karena handphonenya berbunyi pertanda 1 pesan masuk tapi karena matanya yang sudah tidak bisa diajak kompromi tersebut dia langsung menghapusnya tanpa melihat siapa yang mengirim pesan tersebut untuknya.

.

From : Sehun –Baby Yehet-

Jongin kau disana, kau tau aku merindukanmu.

.

.

.

1 minggu sudah Sehun tinggal kembali diSeoul, betapa sibuknya Kota Seoul ini sama halnya dengan di China. Bahkan pekerjaannya sebagai pelati dance pun juga semakin sibuk, dia tau walaupun dia sebenarnya adalah calon pengganti Kris sebagai CEO diperusahaan ini tapi, kakaknya tersebut tidak akan pandang bulu kepada siapapun itu. Kris tidak pernah membedakan siapapun didalam perusahaan yang dia Kuasai, walaupun itu adiknya sendiri.

Sehun menepuk kan tangannya, memberikan isyarat kepada Boy Group yang akan debut 2 minggu lagi.

"Hari ini latihan cukup sampai disini, silahkan istirahat untuk latihan besok. Dan untuk Tae Yong berlatihnya lebih keras lagi karena 2 minggu lagi kau dan 3 temanmu akan debut. Oke" Kata Sehun dengan wajah dinginnya.

"Ne, pelatih" Jawab Tae Yong sambil membungkuk.

Setelah itu Sehun mengangguk lalu meninggalkan 4 pemuda tersebut diruang latihan. Sehun berjalan dengan wajah khas nya, datar dan tidak berekspresi bahkan para Traeeni yang menyapanya hanya dia balas dengan gumaman. Sehun mendudukkan tubuhnya diSofa diruangan yang khusus untuknya. Mencoba untuk memejamkan matanya untuk menghilangkan rasa lelahnya seharian ini. otaknya sedikit terkusah karena jam mata kuliahnya lalu setelahnya melatih para Traeeni yang akan debut 2 minggu lagi. saat matanya mulai menutup dan menyapa alam mimpi pintu ruangannya diketuk, Sehun sedikit geram tapi dia hilangkan kegeramannya tersebut.

"Masuk, pintunya tidak dikunci" Kata Sehun masih tetap merebahkan badannya disofa.

Tak berapa lama seorang namja jangkuk masuk lalu mendudukkan dirinya di Sofa single disamping Sehun.

"Tuan" panggil lelaki tersebut sambil menepuk kaki Sehun.

Sehun membuka matanya lalu beranjak untuk duduk sedikit mengucek matanya "Ada apa Chanyeol Hyung ?" Tanya Sehun sambil melihat Chanyeol.

Chanyeol menyodorkan sebuah undangan sambil tersenyum "Besok pesta pernikahanku, jadi saya mengundang Tuan untuk datang" Kata Cahanyeol.

"Apakah Kris Ge juga kau undang ?" Tanya Sehun lagi sambil melihat kertas berwarna ungu tersebut.

"Iya tuan, seluruh staff dan Traeeni disini saya undang termasuk Presedir" Jawab Chanyeol.

Sehun mengangguk "Oke besok aku akan datang" Jawab Sehun akhirnya final.

Cahnyeol tersenyum "Kalau begitu saya keluar dulu tuan, selamat malam" Kata Chanyeol berpamitan kepada Sehun.

Lalu Chanyeol pergi meninggalkan Sehun diruangan itu sendiri, Sehun tersenyum miris melihat Undangan pernikahan milik Chanyeol.

Jika aku masih berada disampingmu, apakah kita akan menikah dan membangun keluarga kecil yang bahagia ?

.

.

.

Jongin tersenyum sambil menyeka keringat yang ada didahinya "Terima Kasih sudah mau datang kerestoran kami Tuan" Katanya sambil membungkuk.

Pelanggan tersebut pun juga tersenyum "Kalau bayimu sudah lahir beritau aku oke Jongin" Kata sang pelanggan sambil tersenyum.

Jongin tersenyum sambil mengangguk "Iya bibi pasti aku akan membritaumu" Katanya sambil sedikit tertawa.

Setelah itu sang pelanggan tersenyum keluar retoran, Jongin kembali mendudukkan tubuhnya dikursi, tak berapa lama Jongdae datang sambil menepuk pundak Jongin.

"2 minggu lagi kau akan cuti kan, akhh aku pasti akan merindukanmu Jongin" Kata Jongdae sambil menampilkan wajah sedikit sedihnya.

"masih 2 minggu Hyung, tenang aku masih disini. Oh iya kata Yixing Ge, hyung harus istirahat. Kau ini malah kesini jalan-jalan kalau ada apa-apa dengan kandumanmu hyung bagaimana ?" Kata Jongin.

"Kau tau aku bosan dirumah, Yixing akan datang malam. Kau tau katanya dia harus mengaransemen musik lagi dari awal bersama Chanyeol karena ada musik yang tidak balance. Aku jadi merindukannya" Kata Jondae sambil mengelus perutnya yang masih rata.

Jongin tersenyum "Oh iya hyung boleh aku izin pulang lebih dulu ?" Tanya Jongin pada Jongdae.

"Boleh saja Jongin, mau aku antarkan pulang ?" Tanya Jongdae pada Jongin.

Jongin menggeleng "Tidak Hyung, aku ingin berjalan saja. Aku nanti juga akan mampir ke minimarket." Jawab Jongin.

"Ya sudah kalau begitu, hati-hati dijalan oke" Kata Jongdae.

Setelahnya Jongin langsung menggganti bajunya lalu berjalan keluar restoran melalui pintu belakang. Jongin mengeratkan coatnya sambil menggesekkan telapak tangannya. Tak berapa lama dia sampai diminimarket langganannya. Dia tersenyum kepada seorang perempuan muda yang menjaga kasir diminimarket tersebut setelah itu Jongin mulai berjalan menuju rak-rak yang bersisi makanan dan keperluan sehari-hari.

Setelah 20 menit mengambil barang-barang keperluannya Jongin membawanya kekasir. Perempuan pejaga kasir tersebut kepada Jongin "Hanya ini yang kau beli, oppa" Tanya perempuan tersebut sambil mencek harga barang-barang yang dibeli Jongin.

"Eum, seperti biasa. Bagaimana dengan sekolahmu Dami ?" Tanya Jongin sambil mengelus perutnya tersebut.

"Seperti itulah Oppa, Besok aku akan mengikuti Ujian. Do'akan aku ya oppa" Katanya sambil memasukkan barang-barang pembelian Jongin kedalam plastik belanja.

Jongin Tersenyum "Pasti, apa yang tidak untuk adik cantikku ini" Kata Jongin sambil mengusap tangan Dami.

"terima kasih oppa, ini belanjaanmu" Kata Dami lalu menyerahkan belanjaan Jongin.

Jongin membayarnya lalu mengambil belanjaannya hingga Dami memegang tangannya membuat Jongin mendongak menatap Dami.

"Oh iya oppa, kemarin saat aku pulang dari sekolah aku melihat baju bayi dan aku membelinya untuk keponakanku ini. apakah bagus ?" Kata Dami sambil menampilkan baju bayi berwarna putih dan sedikit corak berwarna aqua.

Jongin tersenyum lalu menaruh belanjaannya "Ini bagus Dami, terima kasih telah membelikan baju untuk 1 bayiku" Kata jongin sambil mengelus perutnya.

Pelipis Dami mengerut "Apa maksud oppa dengan 1 bayi ?" Tanya Dami

Jongin menepuk pelipisnya "Oh iya aku belum memberitahumu bahwa aku akan memiliki anak kembar 3" Kata Jongin.

Dami membelalakkan matanya "Oppa jangan berbohong padaku" Kata Dami.

"Sungguh aku tak berbohong Dami, aku juga baru tau 1 minggu yang lalu dari Kyung Soo Hyung" Jawab Jongin sambil tersenyum.

"Wuah berarti nanti aku akan memiliki 3 keponakan, maafkan aku hanya membeli 1 baju saja" Kata Dami dengan wajah sedihnya.

Jongin mengelus pundak Dami walau susah karena terhalang oleh meja kasir "Tak apa, aku sudah senang kau mau membelikan baju bayi ini. sungguh Dami" Jawab Jongin tersenyum "Oh iya, kalau begitu aku pulang dulu ya" Tambah Jongin.

Dami mengangguk lalu menggumamkan kalimat "hati-hati dijalan oppa" katanya lalu kembali fokus kembali menjaga kasir.

Setelah keluar dari mini market tersebut Jongin berjalan sebentar menuju tempat pemberhentian Bus. Dia duduk disana bersama orang-orang yang menuggu Bus untuk pulang, ini baru jam 8 malam jadi pantas banyak orang yang baru pulang dari kantor. Jongin sedikit kesusahan saat dia duduk dihalte Bus tersebut. Dia menaruh tangannya dikantung Coatnya. Hingga tak berapa lama Bus yang dia tunggu pun datang, Jongin berdiri lalu berjalan masuk menuju Bus. Dia memilih masuk paling terakhir karena dia tidak mau mengambil resiko untuk masuk berdesakan.

Setelahnya dia duduk lalu mengambil tempat duduk disamping sorang yeoja paruh baya dan Bus pun mulai bergerak meninggalkan halte Bus tersebut.

.

.

.

Sehun menghembuskan nafasnya berkali-kali sambilmenumpukan kepalany disetir mobilnya, hingga dia menepikan mobilnya disebuah minimarket. Setelah keluar dari mobilnya Sehun memasuki minimarket tersebut mengambil 3 botol Bir dan 1 botol Coffe dingin didalam pendingin minimarket tersebut. Dia berjalan menuju kasir lalu membayarnya tanpa melihat sang Kasir.

Sehun berjalan menuju tempat duduk yang disediakan diminimarket tersebut. Mulai membuka soju pertamanya. Saat baru meneguknya mata Sehun menyipit melihat seseorang yang dia cari. Seseorang tersebut berjalan sambil membawa belanjaan dan sambil memegang perut membuncitnya. Melihat itu adalah Jongin, Sehun berlari keluar mengejar Jongin yang akan masuk kedalam Bus tersebut. Sehun berlari yang secepat dia bisa hingga akhirnya Bus tersebutpun berjalan dan dikaca Bus tersebut dia melihat dengan jelas bahwa itu adalah sileut laki-laki yang selama ini dia cari. Pujaannya hatinya, penakluk hatinya itu. Sehun mengejar Bus tersebut, hingga akhirnya Bus tersebut bergerak jauh meniggalkannya. Sehun terduduk dijalan, dia bersimpuh sambil menitikkan air matanya. Dia menangis sambil menutup matanya, dia mengutuk dirinya. Tinggal sedikit lagi dia bisa memeluk Jongn lagi, bisa berjalan bersama Jongin lagi. dia ingin bersama Jongin nya, sungguh dia ingin bertemu Jongin.

.

.

Tinggal selangkah aku bisa menggapaimu

tapi mengapa kau terbang secepat daun kering yang tertiup angin.

Aku ingin memeluk tubuh rapuhmu itu, kembali melindungimu dari rasa sakit itu.

Rasa sakit yang selama ini aku tinggalkan.

Menjaga anugerah tuhan yang diberikannya kepada kita.

Tuhan bantu pendosa ini untuk bisa mendekapnya, aku ingin berada disampingnya.

.

.

.

TBC

Review yang banyak ya, Review juga menentukan cepat dan lambatnya update.