TO BE A GOOD MOM

SUMMARY : kehadiranmu bukanlah sebuah malapetaka bagiku, kehadiranmu yang telah membuatku kuat untuk bertahan didunia ini.

HUNKAI AND OTHER

Typo dimana-mana, saya juga seorang manusia jadi mohon dimaklumi.

maafkan saya yang terlambat update, karena saya sudah siap-siap untuk mengikuti Ujian Sekolah dan Ujian Nasional. Ditambah lagi saya dilema harus memilih jurusan apa saat kuliah, orang tua saya menginginkan saya untuk mengambil jurusan TI sedangkan yang saya inginkan antara Sastra inggris dan ilmu bahasa mandarin . Maafkan juga kalau sampai chap 4 ini saya belum bisa membalas review kalian semua tapi tenang saja saya tetap membaca review anda semua. Bahkan menurut saya ada review yang lucu, bahkan ada juga yang menebak jalan ceritanya seperti apa. Tapi tenang untuk ff ini akan saya bedakan. Disini saya tidak membuat sifat Jongin yang gampang menerima Sehun kembali.

Mungkin setelah ini saya akan hiatus untuk beberapa saat, karena akan menghadapi UN, bahkan saya mengetik ini disela-sela saya sedang bosan belajar untuk UAS dan terakhir supaya lebih akrab panggil saya ling-ling atau Eonni saja supaya lebih akrab. Saya lahir 12 jan 1997.

.

.

.

Happy Reading!

.

.

.

Sehun menghembuskan nafasnya berkali-kali sambilmenumpukan kepalany disetir mobilnya, hingga dia menepikan mobilnya disebuah minimarket. Setelah keluar dari mobilnya Sehun memasuki minimarket tersebut mengambil 3 botol Bir dan 1 botol Coffe dingin didalam pendingin minimarket tersebut. Dia berjalan menuju kasir lalu membayarnya tanpa melihat sang Kasir.

Sehun berjalan menuju tempat duduk yang disediakan diminimarket tersebut. Mulai membuka soju pertamanya. Saat baru meneguknya mata Sehun menyipit melihat seseorang yang dia cari. Seseorang tersebut berjalan sambil membawa belanjaan dan sambil memegang perut membuncitnya. Melihat itu adalah Jongin, Sehun berlari keluar mengejar Jongin yang akan masuk kedalam Bus tersebut. Sehun berlari yang secepat dia bisa hingga akhirnya Bus tersebutpun berjalan dan dikaca Bus tersebut dia melihat dengan jelas bahwa itu adalah sileut laki-laki yang selama ini dia cari. Pujaannya hatinya, penakluk hatinya itu. Sehun mengejar Bus tersebut, hingga akhirnya Bus tersebut bergerak jauh meniggalkannya. Sehun terduduk dijalan, dia bersimpuh sambil menitikkan air matanya. Dia menangis sambil menutup matanya, dia mengutuk dirinya. Tinggal sedikit lagi dia bisa memeluk Jongn lagi, bisa berjalan bersama Jongin lagi. dia ingin bersama Jongin nya, sungguh dia ingin bertemu Jongin.

.

.

Tinggal selangkah aku bisa menggapaimu

tapi mengapa kau terbang secepat daun kering yang tertiup angin.

Aku ingin memeluk tubuh rapuhmu itu, kembali melindungimu dari rasa sakit itu.

Rasa sakit yang selama ini aku tinggalkan.

Menjaga anugerah tuhan yang diberikannya kepada kita.

Tuhan bantu pendosa ini untuk bisa mendekapnya, aku ingin berada disampingnya.

.

.

.

.

Jongin berjalan perlahan setelah dirinya keluar dari dalam lift. Menekan password flatnya lalu membukanya secara perlahan.

"Ibu aku pulang" Serunya sambil melepas sepatu yang dia pakai dan menggantinya dengan sendal rumahan.

Mendengar suara Jongin, ibu Jongin langsung menghampiri Jongin lalu membantu Jongin membawa barang belanjaannya dan menyusunnya didalam lemari pendingin.

"Oh iya Jongin, ada paket untukmu dari Eun Jung untukmu" Kata sang ibu.

Jongin berjalan menuju kamarnya melepas coatnya dan duduk diranjangnya. Mengambil paket yang diberikan oleh kakak keduanya. Membukanya dan Jongin langsung tersenyum ketika melihat barang yang diberikan kakaknya tersebut. Sepasang baju bayi dan segala peralatannya, walaupun kakak keduanya itu sudah pergi entah kemana dia selalu mengirimkan barang ataupun uang untuk Jongin dan ibunya. Jongin mengambil sebuah kertas merah kecil yang terseip diantara baju bayi tersebut.

"hai Jongin, bagaimana kabarmu adikku sayang ? pasti baikkan. Bagaimana dengan ibu juga baikkan. Aku tidak ingin banyak menulis jadi langsung keinti saja.

Maaf kakak hanya membelikan sepasang baju bayi, kyung Soo terlambat memberitahuku tentang kalau kau akan memiliki 3 bayi kembar. Maafkan aku, oh iya sampaikan salamku untuk ibu. Kalau kau ingin menelponku aku telah menyisipkan nomor teleponku juga"

Jongin tersenyum lalu mengambil ponselnya mengetik nomor kakaknya, Jongin langsung men-dial nomor sang kakak. Tak berapa lama teleponpun tersambung.

"Hallo" Suara diseberang telepon terdengar.

Jongin menelan salivanya gugup "Hallo" Jawab Jongin gugup.

"Ini siapa ?" Tanya sang kakak lagi.

"Noona ini aku Jongin" Kata Jongin berjalan mendekati ranjang lalu duduk dengan susah payah.

"Jongin, sungguh Ini Jongin. Akhirnya kau menelpon juga" Jawab sang kakak lagi. Jongin tersenyum.

"Maafkan aku noona dan asal noona tau paketnya juga baru datang. Terima kasih bajunya, kau tau itu sangat bagus" Kata Jongin sambil memegangi salah satu baju bayi tersebut.

"Sama-sama Jongin-ah, yang seharusnya meminta maaf itu aku. Seharusnya aku beli baju bayi itu 3 pasang. Kyung Soo terlambat memberi tahuku" Kata sang kakak lagi sambil menggerutu diseberang telepon.

Jongin kembali tersenyum "Tak apa Noona , bahkan aku baru 1 minggu yang lalu memeriksanya jangan salahkan Kyung Soo Hyung. Noona Ingin berbicara dengan Ibu ?" Tanya Jongin.

Hening diseberang telepon, sang kakak tak ada berbicara "Kalau Noona belum siap, aku akan menyampaikan salam Noona ke ibu saja" Kata Jongin sambil tertawa lirih.

"terima kasih Jongin, kalau begitu telponnya akan aku tutup" Jawab sang kakak.

"Baiklah kalau begitu, tidur yang nyenyak Noona" Kata Jongin lalu memutus sambungan teleponnya dengan sang Kakak.

Jongin menghembuskan nafasnya, memandang foto keluarganya lagi. seburuk-buruknya kakak keduanya itu pergi meninggalkannya, kakak nya itu tetap perhatian padanya. buktinya dengan selalu mengirim paket setiap bulan untuk dirinya dan ibunya, tapi paket bulan ini adalah paket istimewa yang dikirim oleh kakaknya, yaitu baju bayi dan nomor telepon kakaknya.

Beberapa bulan yang lalu sang kakak tak mau memberitahu nomor ponselnya, sang kakak hanya berhubungan dengan Kyung Soo dan Kyung Soo tak mau menceritakannya kepada Jongin dan Ibunya.

Jongin kembali tersenyum, lalu melipat sepasang baju bayi tersebut. Lalu menaruhnya dilemari khusus perlengkapan bayinya. Minggu depan kehamilannya sudah memasuki bulan ketujuh, dia sudah tidak siap untuk melihat ketiga bayinya lahir. Dia tersenyum membayangkannya. Hingga suara lembut sang ibu membuyarkan lamunannya tentang 3 bayi lucunya.

Jongin berjalan lalu duduk didepan ibunya untuk makan. Sang ibu tersenyum lalu mengambilkan nasi untuk Jongin.

"Ibu, Eun Jung Noona memberi salam pada ibu" Kata Jongin sambil memandang ibunya.

"Sungguh, bagaimana keadaan Noonamu itu" Jawab sang ibu yang sibuk mengambil nasi untuk dirinya sendiri.

"Dia Baik ibu, tadi aku baru saja menelponnya" Jawab Jongin, membuat kegiatan sang ibu terhenti. Suasana menjadi hening seketika, Jongin menjadi serba salah sendiri "Tadi aku menyuruh Noona untuk berbicara pada ibu tapi Noona bilang dia belum siap" Tambah Jongin lagi. setelah itu ibunya mulai meletakkan mangkuk berisi nasi miliknya.

Sang ibu tersenyum "Begitu ya, kalau kau nanti menelpon kakakmu itu lagi bilang padanya ibu tidak marah kepada kakakmu itu dan juga bilang pada Eun Jung cobalah untuk pulang sesekali" Kata sang ibu lalu memasukkan nasi kedalam mulutnya.

Jongin tersenyum, lalu juga mengikuti sang ibu untuk makan.

.

.

.

Aku terus memandang jalan dengan tidak minat, didepan banyak sekali mobil yang berlalu lalang. Aku kembali meminum soju yang tadi aku beli. Lampu merahpun berubah menjadi lampu hijau, aku melajukan mobilku. Pikiranku kosong untuk saat ini, kalian tau tinggal selangkah lagi aku bisa kembali memeluknya, tapi Tuhan tak mengizinkannya untuk aku memeluknya saat ini. Bahkan sampai saat ini air mataku masih jatuh membasahi pipiku. Sepertinya Tuhan memang sudah tak mengabulkan do'a bagi pendosaku sepertiku. Aku menghembuskan nafasku lalu membelokkan mobilku menuju sungai Han. Aku membuka pintu mobil lalu mengambil 2 botol soju dan berjalan untuk mencari tempat duduk.

Aku duduk dipinggiran sungai Han dan kembali meminum soju milikku. Pikiranku terbang entah kemana. Sungguh aku ingin bertemu dengan malaikatku itu. Tuhan kabulkan do'aku sekali ini saja.

Aku terus meminum soju itu hingga habis dan membuat kepalaku seikit pening. Aku melempar batu kesungai Han. Menyandarkan badanku disenderan tempat duduk tersebut. Mencoba memejamkan mataku, mencoba untuk menghilangkan pikiranku tentang Jongin.

Hingga aku tersadar sekrang sudah jam 1 pagi ya ampun, aku langsung beranjak dari empat duduk itu dan berlari menuju mobil melupakan rasa pening dikepalaku. Lalu aku mulai melajukan mobilku memecah keramaian jalanan Kota Seoul.

.

.

.

Sehun mengerjapkan matanya, lalu kembali menaikkan selimutnya lagi hingga sampi menutupi seluruh tubuhnya. Malam tadi dia baru pulang jam 1 malam lalu tidur. Tadi malam dia terlalu banyak menghabiskan waktunya di sungai Han menghilangkan rasa sedihnya karena gagal lagi untuk menemui Jongin.

"Sehun kau tak bangun, sarapan sudah siap" Itu suara Suho yang membangunkan Sehun untuk segera bangun dan sarapan.

Sehun membuka selimut tersebut. Memijat pelipisnya sebentar lalu beranjak dari ranjangnya untuk mandi dan bersiap-siap untuk keperusahaan.

Sehun duduk didepan Suho, hari ini Jimmy tidak ada. Batita itu menginap dirumah neneknya yaitu orang tua Suho.

Mereka bertiga makan dengan keheningan, tidak ada yang memulai pembicaraan. Kris tau sang adik sedan ada masalah, lebih baik dia akan menanyakannya saat sudah dikantor tanpa Suho tau permasalahannya.

Tak berapa lama acara sarapan mereka pun selesai, Kris dan Sehun langsungberangkat menuju gedung SM ent.

.

.

"Ada masalah ?" Tanya Kris pada Sehun saat ini mereka sudah berada dilobby gedung SM Ent.

"Tidak ada Ge" Jawab Sehun singkat sambil melihat ponselnya.

"Sungguh, aku tak percaya padamu. Kau tak pandai berbohong Little Oh" Kata Kris sambil tersenyum kepada salah satu pegawainya.

Sehun mendongak "Sungguh Ge" Jawab Sehun sambil menaruh ponselnya disaku celana hitamnya.

Kris mendengus lalu berjalan menuju lift yang terbuka diikuti oleh Sehun dibelakangnya. Beberapa pegawai yang berada satu lift dengan Kris dan Sehun langsung membungkukkan badannya.

Kris tersenyum melihatnya sama juga dengan Sehun. tak berapa lama mereka pun sampai diruangan. Saat Sehun akan masuk kedalam ruang latihan dance Kris memegang pundaknya

"Hari ini kita akan pulang cepat, karena hari ini Chanyeol akan menikah" Kata Kris.

Sehun mengangguk lalu langsung masuk kedalam ruang latihan, disana sudah ada para trainee yang akan dia latih terlebih lagi 1 minggu lagi boygrup baru akan debut. Maka dari itu Taeyong –sang leader- dan 3 member lainnya sudah mulai sibuk pembuatan teaser, photoshoot, dan latihan keras. Sehun sebenarnya tidak ingin membuat anak-anak asuhnya tertekan jadi untuk hari ini dia akan melatih Taeyong dan 3 member lainnya dengan santai terlebih hari ini akan pulang cepat untuk datang keacara resepsi pernikahan Chanyeol dan Kyungsoo.

Sehun tersenyum pada semua Trainee, "Untuk hari ini kita hanya akan berlatih hingga jam makan siang saja. Karena khari ini kita akan pulang cepat. Kalian pasti tau kenapa kita pulang cepat" Kata Sehun sambil tersenyum.

Jaehyun, salah satu anak asuhnya mengangguk mengerti dan diikuti oleh yang lainnya.

"Kalau begitu, let's start to dance kids" Kata Sehun kepada semua trainee.

Mendengar instruksi sang pelatih , Taeyong dan 3 membernya mulai berdiri dan mengatur posisi mereka untuk berlatih.

.

.

.

"Ge, hari ini aku boleh pulang cepat ?" Tanya Jongin kepada Yixing yang kini bersiap untuk menuju SM ent untuk bekerja.

"Boleh saja, pasti kau akan keacara resepsi pernikahan Kyungsoo kan" Kata Yixing sambil menatap Jongin.

Jongin mengangguk "Gege juga akan kesana ?" Kata Jongin sambil duduk.

Yixing mengangguk "Ya, kalau aku tidak datang dipastikan besok siYoda itu akan membrondongiku banyak pertanyaan. Nanti kau berangkat denganku dan Jongdae saja, oke ?" Jawab Yixing.

Jongin tertawa "Oke ge, hati-hati dijalan" Kata Jongin.

"Oh iya bilang pada Chen jangan lupa untuk menutup kedai sehabis jam makan siang" Jawab Yixing sambil berlari menuju mobilnya.

Jongin menepuk keningnya, kenapa dia tadi meminta izin pulang lebih cepat kalau kedainya juga akan tutup setelah jam makan siang. Setelah itu Jongin kembali melayani para pembeli yang akan membayar pesanan mereka.

.

.

Pesta pernikahan Chanyeol dan Kyungsoo begitu meriah dan juga penuh sesak dengan para tamu undangan. Dari rekan kerja Chanyeol di SM ent dan rekan kerja Kyungsoo di rumah sakit, sahabat dan seluruh kerabat keluarganya datang.

Jongin keluar dari mobil dengan susah payah dan untungnya Yixing membantunya untuk berdiri. Mereka bertiga langsung masuk kedalam gedung resepsi, ibu Jongin tidak ikut karena kurang enak badan. Mereka bertiga berjalan beriringan menuju gedung resepsi. Penampilan Jongin hanya biasa. Celana jeans hitam dipadukan dengan coat panjang coklat tua yang menutup perut besarnya.

Hingga akhirnya mereka sampai didalam gedung resepsi, Jongdae memegang tangan Jongin lalu menuntunnya menuju sang mempelai –Chanyeol dan Kyungsoo- yang kini sedang berbincang dengan salah satu rekan kerja Chanyeol di SM ent.

Mereka bertiga menghampiri sang mempelai, melihat Yixing, Jongdae dan Jongin mendekatinya. Kyungsoo langsung menggoyangkan tangan Chanyeol untuk menghentikan pembicaraannya pada rekan kerjanya. Melihat kode dari Kyungsoo, Chanyeol langsung berpamitan lalu menatap Yixing.

Kyungsoo berjalan mendekati Jongin lalu memeluknya dan bergantian dengan Jongdae. Chanyeol pun sama dia memeluk Yixing dengan gaya para lelaki biasanya.

"Selamat Kyungiie" Kata Jongdae sambil tersenyum dan bersalaman pada Kyungsoo dan Chanyeol.

"Gomawo Hyung" Jawab Kyungsoo sambil tersenyum.

"Selamat Hyung" Kata Jongin sambil tersenyum.

"Sama-sama Jongin, hei diamana ibumu tidak kau ajak ?" Tanya Kyungsoo pada Jongin.

"Eum ibu sedang tidak enak badan Hyung, jadi maaf kalau ibu tidak bisa datang" Jawab Jongin.

"Eoh begitu tidak apa-apa, sampaikan salamku untuk ibumu ya dan bilang cepat sembuh" Kata KyungSoo sambil tersenyum kepada Jongin.

Jongin mengangguk dan tersenyum kepada Kyungsoo. Setelah itu Kyungsoo mengajak Jongin dan Jongdae untuk memakan hidangan yang ada. Mereka berbincang dan tertawa sesekali dengan lelucon milik Chanyeol.

Kyungsoo menyuruh Jongin untuk duduk agar Jongin tak kelelahan berdiri. Saat Jongin akan duduk, Jongin merasa perutnya sangat sakit. Otomatis Jongin memegangi perutnya sambil meringis dan menjatuhkan gelas yang tadi dia pegang.

Melihat itu Kyungsoo langsung mendekati Jongin "Apa yang terjadi dengamu Jongin ?" Tanya Kyungsoo khawatir.

Jongin masih meringis sambil memegangi perutnya "Aku tak tau hyung, tapi ini sangat sakit Ughhh" Jawab Jongin sambil terus mengaduh kesakitan.

Keringat dingin kini memenuhi wajahnya, melihat itu Kyungsoo langsung menyuruh Chanyeol untuk menggendong Jongin untuk dibawa kemobil dan menuju kerumah sakit. Chanyeolpun langsung menggendong Jongin ala pengantin lalu berlari melewati kerumunan para undangan. Kyungsoo mengikuti juga dibelakangnya, Yixing dan Jongdae juga mengikuti tapi hanya berjalan mengingat kini Jongdae juga sedang mengandung maka dari itu Jongdae tidak mengambil resiko.

Chanyeol dan Kyungsoo semakin khawatir saat darah kini mengaliri kaki dan tangan Chanyeol. Saat sampai didalam mobil Chanyeol langsung memasukkan Jongin dijok belakang mobil lalu diikuti oleh Kyungsoo. Tak banyak bicara Chanyeol langsung melajukan mobilnya menuju rumah sakit.

.

.

Sehun keluar dari mobilnya, bersama Kris dan Suho. Mereka berjalan berbarengan menuju geung resepsi. Saat sampai didalam gedung resepsi, mereka bertiga disuguhi oleh hiruk pikuk para undangan yang ada. Tapi saat mereka akan berjalan jauh kedalam gedung resepsi keributan terjadi. Mereka melihat Chanyeol berlari sambil membawa seseorang digendongannya, seseorang tersebut terlihat meringis dan menahan sakit diperutnya. Bahkan kini darah sudah melumuri tangan Jongin, Kyungsoo yang mengikuti Chanyeol terlihat sangat khawatir.

Sehun pertama melihat dengan tidak minat itu langsung membelalakkan matanya saat melihat sileut seseorang yang digendong Chanyeol itu seperti malaikatnya.

"Yixing ada apa ? Apa yang terjadi ?" Tanya Kris kepada Yixing yang juga ingin mengikuti Chanyeol dan kyungsoo tersebut.

"Adikku mengalami pendarahan Sajangnim" Jawab Yixing, kini wajah Yixing tampak terlihat khawatir.

"Apa pendarahan, siapa namanya ?" Kata Kris lagi.

"Jongin, Kim Jongin" Jawab Yixing lalu membungkukkan badannya untuk berpamitan bahwa dia juga harus mengikuti Chanyeol dan Kyungsoo kerumah sakit.

Bagai disambar petir, wajah Sehun kini pucat pasi. Dia langsung berlari meninggalkan Kris dan Suho didalam gedung resepsi. Sehun mengejar Yixing untuk ikut menuju Rumah sakit.

"Hyung" Kata Sehun sambil menepuk pundak Yixing.

Merasa pundaknya ditepuk dan dipanggil Yixing menengok kesamping "Ya ada apa, Tuan ?" Tanya Yixing.

"Bisa aku ikut denganmu kerumah sakit untuk bertemu Jongin" Kata Sehun.

"Tentu, memang anda mengenal Jongin ?" Kata Yixing lagi sambil berjalan menuju mobilnya dengan menggandeng tangan Jongdae yang terlihat bergetar.

"Aku sangat mengenalnya lebih dari kalian tau, karena aku adalah ayah dari bayi yang dikandung oleh Jongin"

.

.

.

.

TBC

Review yang banyak ya, karena review juga menentukan update ff nya.

Oh iya untuk menambah teman para author atau pembaca dan tanya-tanya tentang FF ini boleh add:

FB : Vieta Ramadhani

IG : lingling_ramadhani

WA : 085386742090