"Aku sangat mengenalnya lebih dari kalian tau, karena aku adalah ayah dari bayi yang dikandung oleh Jongin"

Yixing dan Jongdae terkejut dengan pengakuan Sehun. Apa dia bilang tadi, dia adalah ayah dari bayi yang dikandung Jongin ? pikir Yixing dan Jongdae.

"Tuan anda jangan bercanda, aku harus cepat sekarang kalau kau ingin ikut ayo kita berangkat" Kata Yixing lalu membuka pintu belakang mobil dan memasukkan Jongdae perlahan.

"Sunggung, Yixing hyung aku tidak bercanda" Kata Sehun meyakinkan kepada Yixing kalau perkataannya itu benar.

"Nanti saja kau menjelaskannya Tuan, kita harus cepat" Jawab Yixing lalu masuk kedalam mobil. Sehun juga masuk kedalam mobil milik Yixing lalu duduk disamping Yixing.

Yixing langsung melajukan mobilnya, pikirannya sekarang sedang kalut. Jongin seang pendarahan dia takut terjadi apa-apa dengan Jongin dan bayinya ditambah lagi pengakuan dari Sehun kalau bayi yang dikandung Jongin adalahnya bayinya. Kepala Yixing kini sedikit pusing oleh keadaan yang terjadi saat ini.

.

.

TO BE A GOOD MOM

SUMMARY : kehadiranmu bukanlah sebuah malapetaka bagiku, kehadiranmu yang telah membuatku kuat untuk bertahan didunia ini.

HUNKAI AND OTHER

Typo dimana-mana, saya juga seorang manusia jadi mohon dimaklumi dan disini saya juga mengambil sudut pandang dari Jongin dan Sehun.

.

.

Sehun langsung berlari seperti orang yang dikejar oleh setan, disepanjang lorong semua orangyang berjalan dilorong melihat Sehun berlari kesetanan. Hingga dia bertemu dengan Chanyeol yang duduk ditempat tunggu pasien. Sehun terengah-engah lalu menepuk pundak Chanyeol. Chanyeol terkejut saat dia melihat Sehun dengan waah kacaunya.

"Tuan ada apa anda berada disini ?" Tanya Chanyeol pada Sehun.

Sehun menghembuskan nafasnya menetralkan nafasnya "Bagaimana dengan keadaan Jongin, Hyung ?" Jawab Sehun sambil memandang wajah Chanyeol.

Chanyeol mengernyitkan pelipisnya, bingung dengan pertanyaan yang diberikan oleh Sehun "Maksud anda apa Tuan ?" Tanya Chanyeol lagi dengan wajah serius.

"Bagaimana dengan keadaan Jongin Hyung dan jangan panggil aku tuan" Jawab Sehun sambil menatap Chanyeol.

"oke, Se..Sehun. dia sedang kritis sekarang, aku tidak tau apa yang terjadi didalam tapi yang pasti keadaan Jongin sekarang sangat parah" Jawab Chanyeol sambil menatap Sehun.

Sehun jatuh terduduk lalu menutup wajahnya, air matanya jatuh. Dia menangis dalam diam, Chanyeol yang melihat Sehun menangis hanya bisa diam. Walaupun Chanyeol tidak tahu apa hubungan Sehun dan Jongin saat ini tapi yang pasti adik dari CEO perusahaannya ini yang memiliki wajah dingin seketika menjadi mengenaskan.

Yixing berjalan sambil tergesa dan menggandeng tangan Jongdae. Yixing terkejut saat dirinya sampai didepan Chanyeol menunggu disana terlihat Sehun menangis sesenggukan dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Yixing menuntun Jongdae untuk duduk disamping Chanyeol. Setelah itu Yixing mendekati Sehun lalu memegang pundak Sehun.

"Tenanglah Sehun, aku yakin Jongin dan 3 bayinya akan selamat" Kata Yixing sambil mengusap pundak lebar nan kokoh Sehun yang saat ini bergetar karena menangis.

Sehun mengusap airmatanya lalu menatap Yixing terkejut "Apa kata Hyung 3 bayi ?" Kata Sehun sambil memandang Yixing.

Yixing mengangguk "Ya kau akan memiliki bayi kembar 3 Sehun" Jawab Yixing.

Chanyeol terkejut saat Yixing berbicara pada Sehun kalau dia akan memiliki 3 bayi dari Jongin.

"Apa maksudnya dengan Sehun akan memiliki 3 bayi dari Jongin ? kalian bisa menjelaskannya" Kata Chanyeol panjang lebar.

Sehun menatap Chanyeol "Aku adalah ayah dari bayi yang Jongin kandung Hyung" Jawab Sehun. Mendengar itu Chanyeol terkejut seangkan Yixing dan Jongdae hanya diam karena dia tahu saat Sehun ingin ikut kerumah sakit.

"Aku yang sudah menghamili Jongin sebelum aku pindah keChina, aku meninggalkannya 8 bulan yang lalu. Malam harinya aku memperkosa Jongin dan besok paginya aku berangkat keChina. Bahkan setelah aku pindah aku lost kontak dengan Jongin, aku menyesal meninggalkannya tanpa kabar hingga aku kembali lagi kesini aku terkejut saat mengetahui Jongin sedang hamil" Jawab Sehun lagi panjang lebar, airmatanya kini menetes melalui pipi tirusnya. Sehun membiarkan image cool nya hilang didepan Chanyeol, Yixing dan Jongdae. Yang dia pikirkan saat ini adalah Jongin dan 3 bayi kembarnya.

"Aku menyesal meninggalkannya waktu itu Hyung, bahkan selama 7 bulan dia hamil aku tidak pernah tau keadaannya seperti apa. Seharusnya aku menemaninya saat dia terpuruk dan hamil waktu itu, aku memang pengecut kan hyung." Tambah Sehun lagi sambil sesenggukan.

Yixing mengelus pundak bergetar Sehun "Kau bukan seorang pengecut Sehun, kau hebat. Aku tau kau tak menemaninya, tapi asal kau tau Jongin selalu bangga padamu walaupun Jongin tidak pernah cerita tentang dirimu lebih banyak tapi aku selalu ingat apa yang dikatakan Jongin tentangmu..."

"Dia adalah lelaki yang hebat, sahabat yang ada saat aku susah walaupun dia pergi aku tau dia sampai saat ini masih menyayangiku"

Sehun terkejut, dia kembali menangis sesenggukan seperti anak kecil, Jongin masih memperdulikannya, masih memujinya, masih menyayanginya walaupun Sehun meninggalkan Jongin seperti itu.

Jongdae tersenyum "Berdoalah yang terbaik untuk Jongin dan 3 bayi kembarmu Sehun, aku tau Jongin pasti kuat didalam sana" Kata Jongdae.

Sehun menghapus airmatanya lalu tersenyum menatap Jongdae. Merasa melihat Sehun baikan, Yixing menyuruh Sehun untuk duduk didepan Jongdae dan Chanyeo lalu Yixing duduk disamping Sehun.

"Chan, kau sudah menelpon ibu Jongin ?" Tanya Yixing pada Chanyeol.

"Sudah ,aku langsung menyuruh paman Kang untuk langsung keflat Jongin untuk menjemput ibu Jongin kesini. Mungkin sebentar lagi mereka sampai" Jawab Chanyeol.

"Hyung bagaimana dengan resepsi pernikahanmu, maafkan Jongin sudah mengacaukan pestanya" Kata Sehun pada Chanyeol.

Chanyeol tersenyum "Tidak apa-apa, aku tak mau Jongin kenapa-napa. Asal kau tau Jongin itu sudah kuanggap seperti adikku sendiri dan asal kau tau Kyungsoo sangat menyayangi Jongin" Jawab Chanyeol.

"Terima kasih banyak hyung"

Chanyeo mengangguk, lalu mereka kembali menunggu dengan wajah cemas.

.

.

Setelah beberapa saat menunggu, pintu ruang operasi terbuka menampakkan wajah Kyungsoo yang terlihat pucat dan tatapannya kosong ditambah dengan tangan Kyungsoo terlumuri oleh darah. Melihat istrinya seperti itu, Chanyeol langsung mendekati Kyungsoo.

"Bagaimana dengan operasinya sayang ? Jongin dan 3 bayinya selamatkan ?" Tanya Chanyeol pada Kyungsoo.

Kyungsoo diam, tatapannya masih kosong walaupun saat ini dirinya dipeluk oleh Chanyeol. Melihat istrinya tak merespon, Chanyeol langsung melepas pelukannya menggoyang badan mungil Kyungsoo.

"Sayang kau tak apa-apa, Bagaimana keadaan Jongin dan bayinya ?" Tanya Chanyeol sekali lagi.

Kini akhirnya Kyungsoo merespon lalu menatap Chanyeol, airmatanya jatuh "Aku Gagal park... aku Ga...gal ..." Jawab Kyungsoo sambil menangis sejadi-jadinya.

Chanyeol yang melihat itu langsung memeluk istrinya menenangkannya "Sttttt, apa yang gagal sayang" Kata Chanyeol lagi.

"Salah satu bayi Jongin meninggal dan 2 bayinya lagi sedang kritis didalam inkubator" Jawab Kyungsoo masih menangis sesenggukan.

Mendengar itu Sehun langsung berlari masuk kedalam ruang operasi, Sehun membelalakkan matanya saat melihat Jongin kini menangis tersedu-sedu sambil memeluk bayi mungil mereka.

"Sayang ayo bangun, ini ibu kau mendengarnya kan sayang" Kata Jongin sambil sesenggukan menangis mencoba membangunkan bayinya yang sudah divonis meninggal tersebut.

Sehun terjatuh, saat ini badannya lemas. Dia menangis melihat keadaan Jongin dan bayinya. Melihat itu 4 orang yang berada diluar ruangan dan beberapa asisten Kyungsoo yang ikut menangani persalinan Jongin yang seharusnya Jongin melahirkan 2 bulan lagi kini hanya menatap Jongin dan Sehun iba.

"Tae oh ayo bangun sayang, ibu disini. kau tidak ingin bergabung bersama hyung dan noona mu istirahat disana" Kata Jongin sambil menunjuk sebuah inkubator yang diisi oleh 2 bayi.

Sehun kembali menangis, dadanya sakit melihat Jongin seperti itu. Mencoba membangunkan bayinya yang tak mungkin hidup lagi. Sehun berjalan dengan gontai mendekati Jongin, mengelus tangan Jongin yang memeluk bayi kecilnya tersebut. Secara perlahan Sehun merebahkan badannya disamping Jongin, melepas bajunya lalu juga ikut memeluk bayi kecilnya yang sudah divonis jantungnya tak berdetak lagi itu. Jongin tidak memperhatikan Sehun, saat ini yang Jongin pikirkan adalah agar bayi yang sudah dia beri nama Taeoh tersebut bisa bangun.

"Taeoh sayang kau tak ingin bangun, disini ada ibu dan ayah apa kau tak mau bertemu ibu dan ayah" Kata Sehun sembail memeluk bayi yang masih kecil karena bayi yang lahir prematur tersebut.

Jongin terkejut saat mendengar suara yang selama ini dia rindukan, yang selalu dia pikirkan saat sebelum tidur. Ayah dari ketiga bayinya, Jongin makin menangis saat melihat Sehun kini juga mendekap bayi mungilnya tersebut.

Kyungsoo dan Jongdae menangis haru melihat itu, demi bayinya Jongin dan Sehun kini berjuang membangunkan bayinya yang jantungnya tak berdetak lagi.

Bahkan ibu Jongin yang baru saja datang melihat adegan seperti itu juga menangis haru apa lagi ibu Jongin. Dia tidak menyangka melihat Sehun lagi setelah kejadian 8 bulan yang lalu.

Jongin dan Sehun kini terus mengeratkan pelukan mereka pada bayi mungil mereka. Mencoba memberikan kehangatan pada bayi mereka agar bayinya bisa bangun. Jongin menangis sesenggukan, bahkan kalimat-kalimat agar bayi mungilnya itu bangun terus Jongin lantunkan ditelinga bayinya. Hingga pergerakan tangan mungil itu membuat Jongin menatap bayinya.

"Tangannya bergerak" Kata Jongin lirih. "Kau bangun sayang" Kata Jongin lagi, saat ini jemari anaknya menggenggam erat jari telunjuknya.

"Hueee...Hueeeee...hueee..."

Suara tangisan bayi mungilnya menggema diruang operasi tersebut, membuktikan kepada semuanya bahwa bayi mungilnya masih bisa hidup. Keajaiban kini datang pada Sehun dan Jongin.

"Hei Jangan menangis sayang, Ibu disini bersama A...ayah" Kata Jongin lagi, merasa ragu menyebutkan kalimat ayah bagi Jongin untuk berbicara pada bayi mungilnya tersebut.

Melihat itu , Kyungsoo langsung berlari lalu mendekati Jongin dan Sehun. Sehun langsung melepas pelukannya dan beranjak dari ranjang, Kyungsoo langsung menggendong bayinya dan membawanya untuk diberi perawatan lebih lanjut. Sehun memakai kemejanya, lalu kembali mendekati Jongin yang kini sedang membenarkan posisi tidurnya, perutnya masih merasakan nyeri. Sehun mengelus puncak kepala Jongin lalu menciup pelipis Jongin lama. Jongin hanya diam ketika Sehun mencium pelipisnya.

Ibu Jongin langsung mendekati Jongin, memeluknya lalu menciumi puncak kepala Jongin berkali-kali. Airmata ibunya menetes, airmata bahagia kini menyelimuti ibu Jongin.

"Bagaimana keadaanmu sayang ?" Kata ibu Jongin sambil melepas pelukannya dan menangkup pipi Jongin.

"Tak apa bu, hanya nyeri diperut setelah melahirkan." Jawab Jongin tersenyum sambil mengelus tangan ibunya.

Ibunya tersenyum lalu kembali memeluk Jongin, Sehun hanya diam disamping ibu Jongin melihat Jongin yang kini tersenyum membuatnya bahagia setengah mati.

Ibu Jongin menatap Sehun "Terima kasih kau kembali lagi nak, ibu bersyukur kau menemani Jongin disini" Kata ibu Jongin sambil mengelus tangan Sehun.

Sehun mengangguk "iya, bibi sama-sama" Jawab Sehun sambil tersenyum.

Jongin hanya diam tidak menanggapi, saat ini dirinya memang merasa senang karena bayinya lahir dengan selamat walaupun kejadian tadi membuatnya sedih ditambah lagi engan adanya Sehun dia semakin sedih. Dia belum bisa menerima Sehun walaupun Sehun kini ada disampingya. 8 bulan lau membuat Jongin tidak ingin lagi bertemu Sehun tapi apa dayanya, 3 bayinya juga perlu kasih sayang sang ayah jadi Jongin harus bisa membuka hatinya untuk menerima Sehun untuk 3 bayinya.

"Bibi, Jongin harus dipindahkan keruang rawat inap dan juga 3 bayi kembarnya akan kami pindahkan diruang khusus bayi" Kata Kyungsoo.

Ibu Jongin mengangguk lalu keluar dari ruangan tersebut bersama Sehun. menunggu Jongin dipindahkan keruang rawat inap.

.

.

Setelah dipindah diruang rawat inap, Jongin hanya diam. Melihat kearah jendela yang kini sedang menampilkan indahnya kota Seoul saat tengah malam. Gemerlapnya cahaya yang berasal dari lampu-lampu yang ada digedung-gedung besar tersebut. Saat ini dirinya bersama Sehun diruang ini, sang ibu pulang bersama Kyungsoo dan Chanyeol dan akan kembali besok sambil membawa keperluan Jongin dan 3 bayi kembarnya.

Sehun hanya diam menatap Jongin yang tidak mengeluarkan sepatah kalimat pun sedari tadi, bahkan Jongin kini tak mau menatapnya apakah Sehun seburuk itu dimata Jongin saat ini ?

Itu pasti, dia sudah meninggalkan Jongin tanpa ada penjelasan pasti waktu itu. dengan perlahan Sehun mendekati Jongin. Menarik kursi yang berada disamping ranjang yang ditempati Jongin, menggenggam tangan Jongin dan mengelusnya.

Merasa ada tangan lain yang menggenggam tangannya, Jongin melihat kesamping. Disana Sehun sedang menggenggam tangannya lalu mengusapkannya dipipinya yang tirus tersebut. Jongin tersenyum miris lalu kembali menatap kearah jendela.

Tidak ada yang berbicara, hanya hembusan angin yang menemani dua insan tersebut. Bersama bintang yang bersinar diatas langit. Sampai akhirnya mereka tertidur dengan damai hingga pagi menjelang.

.

.

Sehun terbangun saat cahaya matahari masuk melalui celah ventilasi dan jendela yang kini gordennya sudah terbuka dengan lebar. Disana ada ibu Jongin yang sedang membereskan baju-baju bayi kembarnya dan menyiapkan sarapan pagi. Sehun merenggangkan badannya, semalaman dirinya tertidur dengan terduduk dan menggenggam tangan Jongin.

"Sehun kau sudah bangun ?" Tanya ibu Jongin sambil tersenyum melihat Sehun.

Sehun tersenyum canggung saat ibu Jongin menyapanya "Ya" Jawab Sehun singkat.

"Sebaiknya kau sarapan Sehun, aku dengar dari Yixing kalau kau harus pergi bekerja hari ini" Kata ibu Jongin sambil mendekati Sehun.

"Aku tidak bekerja hari ini bi, nanti aku akan menelpon atasanku kalau aku izin hari ini" Jawab Sehun.

"Begitu kalau begitu ayo sarapan, biar Jongin ibu yang membangunkan" Kata ibu Jongin menenuntun Sehun untuk berjalan menuju sofa yang disana diatas meja sudah tersaji makanan. Setelah menyuruh Sehun makan, ibu Jongin mendekati Jongin lalu mulai membangunkan Jongin.

"Sayang ayo bangun sudah pagi" Kata ibu Jongin sambil mengelus pipi Jongin agar Jongin bangun.

Sehun makan sambil melihat Jongin yang kini menggeliatkan badannya dan masih tertidur. Satu hal kebiasaan yang masih Sehun ingat soal Jongin.

Suka tidur dan susah untuk dibangunkan.

Dan itu terbukti sekarangkan, perlu sepuluh menit ibu Jongin membangunkan Jongin dan menghabiskan setengah sarapan Sehun, Jongin baru bangun mengerjapkan matanya. Menatap ibunya lalu mencoba untuk duduk bersandar diatas bantal yang sengaja untuk dibuat tinggi. Ibu Jongin langsung mengambilkan makan untuk Jongin, setelahnya Jongin makan diatas ranjang.

"Akhirnya kau bangun Jong, buanglah kebiasaan suka tidurmu itu. sekarang kau sudah memiliki tiga bayi." Kata ibu Jongin sambil mengupas buah apel disamping Jongin yang kini sedang sarapan.

"Iya bu aku tau" Jawab Jongin singkat.

Sehun yang melihat itu hanya tersenyum dan akhirnya dia selesai menghabiskan sarapannya. Berjalan keluar ruangan tersebut meninggalkan kedua orang yang masih bercengkrama tersebut.

Sehun mengambil ponselnya dikantong lalu men- dial salah satu nomor diponselnya.

"Ge, hari ini aku tak masuk kerja oke" Kata Sehun to the point.

"oke, titip salam untuk tiga bayi kembarmu itu ya" Kata Kris ditelepon.

Sehun terkejut saat Gege nya tahu perihal tentang bayinya "Darimana gege tau kalau aku sekarang memiliki bayi ?" Kata Sehun.

"Ceritanya panjang, oh iya nanti Gege akan kesana membawakanmu baju ganti sekalian juga menengok bayimu" Kata Kris.

"Oke ge"

Dan setelahnya kris memutuskan sambungan teleponnya, Sehun menghembuskan nafasnya lalu kembali masuk kedalam ruang rawat inap Jongin. Melihat Jongin kini sedang makan disuapi oleh ibunya, Sehun mendudukkan dirinya disofa didalam ruangan tersebut. Hingga selesai Jongin sarapan Sehun tidak beranjak dari sofa. Matanya saling menatap saat ibu Jongin mengambil peralatan makannya dan kembali menaruhnya kedalam keranjang. Tapi Jongin langsung kembali memalingkan wajahnya kejendela.

"Jongin, ibu tinggal dulu bersama Sehun ya. Ibu ingin meneruskan rajutan milik ibu" Kata ibu Jongin memecahkan keheningan disana.

Jongin mengangguk lalu ibu Jongin berpamitan pada Sehun dan Jongin untuk pergi. Disana tertinggal Jongin dan Sehun saja. Tidak ada yang memulai percakapan dengan keberanian Sehun berjalan mendekati Jongin diranjang menarik bangku dekat ranjang Jongin kembali memegang telapak tangan Jongin yang terpasang alat infus itu. Mengelusnya, lalu menempelkannya dipipinya. Sehun menutup matanya meresapi kelembutan telapak tangan Jongin hingga beberapa menit lalu menciumnya. Jongin, dia hanya diam tapi diamnya itu menyiratkan rasa sakit yang dalam dihatinya.

"Aku merindukanmu, Jong" Kata Sehun menatap Jongin yang kini masih setia melihat langin pagi yang biru dan indah tersebut.

"..." Tak ada jawaban dari Jongin. Sehun paham betul kalau Jongin belum bisa menerimanya untuk saat ini. ini memang salahnya pergi tanpa memberi tahu Jongin, penyesalan memang datang terakhirkan ? penyesalan tidak pernah datang diawal kalaupun ada Sehun tak akan melakukannya kan ? .

Sehun menghembuskan nafasnya kasar, "Aku minta maaf Jongin, ayo kita kembali seperti dulu kita buat keluarga kecil bersama 3 bayi kita dan kita akan... "

"Aku sudah memaafkanmu dari awal Sehun, tapi untuk kembali bersamamu untuk saat ini aku tidak bisa. Hatiku masih enggan untuk bersamamu jadi aku mohon untuk saat ini jangan menggangguku tapi kalau kau memang ingin bertemu anak-anak silahkan pintu rumahku akan selalu terbuka untukmu"

Sehun terdiam saat Jongin memotong pembicaraannya dan jawaban Jongin membuat hati Sehun hancur. Keheningan kembali terjadi diantara mereka berdua.

"Sehun bisa tinggalkan aku sendiri" kata Jongin sambil menatap Sehun dan dengan perlahan menarik tangannya yang digenggam oleh Sehun.

Sehun mengangguk lalu meninggalkan Jongin sendiri diruangan tersebut. Merasa Sehun sudah keluar Jongin kembali melihat kearah jendela, menekuk kakinya lalu menenggelamkan kepalanya diantara lututnya. Jongin menangis keras diantara lututnya tersebut hingga langit cerah tersebut berganti dengan awan hitam pekat dan turu hujan sangat lebat.

Sedangakn Sehun setelah keluar dari ruang inap Jongin dia langsung berlari, tidak menghiraukan orang yang berada dilorong rumah sakit ketukan kakinya saat berlari begitu memekakkan telinga hingga ketukan kaki tersebut berganti dengan suara hujan yang begitu nyaring diluar. Sehun sudah berada diluar rumah sakit berlari meuju taman rumah sakit walaupun hujan dia masih terus berlari hingga tak terasa airmatanya juga jatuh membasahi pipinya yang bercampur dengan air hujan.

.

.

.

.

TBC

Hallo semuanya maafkan Lingling yang update lama, setelah ini Lingling akan hiatus. Lingling minta restu kepada para reader agar UN saya berjalan lancar dan lulus dengan nilai yang memuaskan. Terima kasih sudah mau membca FF milik saya.

Ini akses kalau ingin lebih dekat dengan Lingling

FB : Vieta Ramadhani

IG : lingling_ramadhani

WA : 085386742090