Disclaimer : Tite Kubo

Rate : T

Genre : Romance

.

WARNING : Typo bertebaran dimana-mana, EYD yang amburaul, Penempatan tanda baca yang tidak sesuai, OOC, OC, Gaje dan masih banyak kekurangannya.

PLEASE IF YOU DON'T LIKE DON'T READ

.

.

.

X0X0X0X0X0X0X0X

Parfum keluaran terbaru dari perusahaan ibu Yumichika laku keras dipasaran semenjak hari pertama diluncurkan. Parfum khusus untuk para remaja ini sangat laris terjual ditoko-toko parfum ternama dan di berbagai pusat perbelanjaan besar bahkan dalam satu minggu parfum ini langsung sold out di berbagai toko. Dan ini adalah sebuah pencapaian yang sangat luar biasa sekali.

Itu semua berkat kerja keras Grimmjow yang menjadi model untuk parfum laki-lakinya dan Lee Hana untuk model wanitanya. Keduanya sangat terlihat serasi dan cocok ketika menjadi model untuk produk parfum yang dibandrol dengan harga yang sangat fantastic seratus tujuh puluh lima ribu yen per botol.

"Aku ucapkan selamat atas keberhasilan penjualan parfum milik ibumu, Yumichika." ujar Renji seraya menjabat tangan teman baiknya itu.

"Terima kasih kawan." Yumichika memeluk erat tubuh Renji.

"Ngomong-ngomong kau datang sendirian? Kemana kekasihmu?" tanya Yumichika seraya menoleh ke kanan dan ke kiri mencari keberadaan kekasih temannya itu.

Renji tersenyum kecil melihat tingkah Yumichika, "Rukia-chansedang berada di Kyushu untuk latihan pertandingan Nasional." jawab Renji santai.

Yumichika bernafas lega mendengarnya.

"Kuharap kau menikmati pestanya kawan." imbuh Yumichika.

"Itu pasti, lagi pula gadis disini cantik-cantik sekali." Renji menyeringai nakal menatap para gadis penghibur dipesta ini.

"Jaga ucapanmu Renji, kau tidak takut kalau pacarmu yang sadis itu nanti mendengarnya." raut wajah Yumichika terlihat sedikit takut ketika membicarakan pacar dari sahabatnya itu.

Renji hanya tertawa renyah menanggapinya dan terlihat mulai menggoda para gadis cantik yang datang kepesta ini.

"Semoga Tuhan melindungimu, kawan." gumam Yumichika.

Saat ini tengah digelar acara pesta yang sangat mewah dan besar oleh ibu Yumichika, untuk merayakan kesuksesan penjualan parfum terbaru dari perusahaannya. Dan pesta ini dibuat khusus untuk orang-orang yang sudah membantu dan terlibat dalam pembuatan, juga penjualan dari produk ini sehingga sukses terjual dipasaran.

Grimmjow dan Lee Hana mendapatkan banyak pujian dari berbagai pihak karena sukses menjadi model untuk produk parfum ini. Semua orang terlihat menikmati pesta, akan tetapi orang yang terlihat tidak menikmati pesta ini adalah Grimmjow sendiri.

Dirinya terlihat berdiri didekat pinggir kolam renang, saat Grimmjow tengah asik berdiri diam menatap tenangnya air kolam renang yang dihiasi oleh lilin kecil, seorang gadis cantik datang menghampirinya.

"Apa yang tengah dilamunkan oleh seorang Grimmjow Jaegarjaques?" sindir Nelliel dengan ketus.

Grimmjow hanya menyunggingkan senyum sinis menanggapi perkataan dari sepupunya itu dan menoleh kearah Nelliel, "Lalu dimanakah pangeranmu itu? Apakah ia tidak datang menemanimu kepesta ini?" balas Grimmjow dengan sinis.

"Dia tidak bisa datang karena sedang flu," dengus Nellie yang terlihat tidak mau kalah dan mengalah berdebat dengan Grimmjow.

"Itu hanya alasannya saja." cibir Grimmjow dengan dingin, seraya meneguk wine putih ditangannya.

"Jaga ucapanmu Grimmjow!" Nelliel meninggikan suaranya, ia merasa tidak senang kalau kekasihnya disudutkan.

Grimmjow hanya terkekeh pelan seraya menyeringai pada sepupunya itu. Disaat mereka berdua tengah berdebat, Orihime lewat didepan keduanya dengan menggunakan pakaian pelayan seraya memegang nampan yang berisikan gelas-gelas wine yang sudah kosong.

Orihime terlihat cuek ketika melewati keduanya. Akan tetapi Nelliel, langsung menarik tangan Orihime dan menghentikan langkah kaki gadis cantik bersurai orange kecokelatan itu.

"Apa yang kau lakukan disini? Apakah kau menguntitku?" tanya Nelliel dengan menatap tajam gadis bermata abu-abu itu.

Orihime memutar matanya dengan kesal dan menatap malas Nelliel, "Aku sedang bekerja, dan aku tidak menguntitmu Nona menyebalkan." Jelas Orihime dengan ketus.

"Apa kau bilang? Nona menyebalkan? Berani sekali kau mengataiku seperti itu." Dengus Nelliel dengan sedikit emosi.

Grimmjow terkekeh kecil melihat pertengakaran antara Nelliel dan Orihime. Ia tidak menyangka kalau ada juga orang yang berani melawan, bahkan membuat sepupunya itu marah, bahkan tidak berkutik seperti ini.

"Gadis yang sangat menarik." Batin Grimmjow.

"Aku akan mengadukanmu pada Ichi-kun, aku tidak terima perkataanmu. Dasar gadis kampungan, jelek." Maki Nelliel dengan kejam.

"Terserah padamu saja Nona, aku tidak peduli." balas Orihime dengan ketus.

"Maaf aku harus kembali bekerja dan tidak ada waktu untuk melayanimu." Sambung Orihime seraya pergi meninggalkan Nelliel dan Grimmjow.

"Huh, dasar gadis menyebalkan!" Nelleil menghentakkan kakinya kelantai dengan keras.

"Hahahaha..." Grimmjow tertawa cukup keras melihat kemarahan dari Nelliel.

Nelliel menatap tajam Grimmjow yang malah menertawainya dan bukannya membantunya tadi saat berdebat dengan Orihime.

"Mengapa kau mentertawakanku Grimmjow!? Apakah ada hal yang lucu disini?" sungut Nelliel dengan kesal.

"Entahlah!" sahut Grimmjow seraya menggidikkan bahunya.

Grimmjow pun ikut pergi meninggalkan Nelliel, karena ia malas mendengar suara sepupunya itu yang sedang marah-marah, karena membuat telinganya sakit. Grimmjow pergi mencari keberadaan gadis bersurai orange kecokelatan itu, dirinya semakin penasaran saja dengan gadis cantik bermata abu-abu itu, mengapa gadis bersurai orange kecokelatan itu bisa mengenal Nelliel dan Ichigo.

Akan tetapi Yumichika menemukan Grimmjow saat hendak mengikuti Orihime kearah dapur. Grimmjow dibawa paksa menemui ayah Yumichika dan rekanan bisnis keluarganya.

"Ayah ini Grimmjow Jaegarjaques, teman sekaligus sahabatku." Ujar Yumichika pada seorang pria paruh baya bersurai hitam yang merupakan sang ayah.

Grimmjow langsung membungkukkan badannya dan memperkenalkan dirinya pada ayah Yumichika dan pada beberapa orang rekanan bisnis keluarga dari sahabatnya itu.

Grimmjow sangat disambut baik, oleh ayah Yumichika dan teman-teman rekanan bisnisnya, mengingat Grimmjow adalah anak dari keluarga terpandang dan kaya. Sebagian orang-orang dari kalangan elit sangat mengenal dengan keluarga Grimmjow. Terlebih sang ayah adalah pemilik sebuah Hotel internasional bintang lima, juga kerajaan bisnis Real Eastate di beberapa Negara Eropa dan Asia.

Gara-gara hal ini Grimmjow tidak bisa menemui Orihime dan menanyakan sesuatu pada gadis bersurai orange kecokelatan itu ada hubungan apa ia dengan Nelliel dan Ichigo.

X0X0X0X0X0X0X0X

"Bagaimana Inoue, apakah kau mau menerima tawaran dari ayahku?" tanya Ichigo pada teman masa kecilnya itu.

Orihime hanya diam dan terlihat sedikit bingung menjawab pertanyaan dari Ichigo, hingga satu menit kemudian Orihime membuka mulutnya, "Maafkan aku Kurosaki-kun aku tidak bisa. Aku tidak memiliki uang sebanyak itu untuk bersekolah disana," jawab Orihime.

"Lagi pula aku harus..."

"Melunasi semua hutang kakakmu?" potong Ichigo dengan cepat.

Orihime sedikit mengangkat wajahnya dan menatap Ichigo, "Ya, Kurosaki-kun," sahut Orihime dengan pelan.

Ichigo menghembuskan nafasnya dengan cepat, "Jika yang kau pikirkan tentang itu. Tenang saja Inoue, ayah sudah melunasi semua hutang kakakmu beserta bunganya," tutur Ichigo.

Orihime membelalakkan kedua matanya dan menatap tak percaya.

"Apa?!" seru Orihime.

"Bagaimana mungkin Kurosaki-kun, ayahmu..." Orihime tidak bisa melanjutkan kata-katanya lagi, karena terkejut.

Ichigo tersenyum menatap wajah Orihime, ia menggenggam erat salah satu tangan Orihime, "Sudah saatnya kau meraih mimpimu Inoue. Bukankah kau bercita-cita ingin menjadi seorang guru."

Orihime masih terlihat diam membisu, ia benar-benar sangat kaget sekali dan bingung. Entah apa yang harus ia lakukan dan katakan saat ini, apakah saat ini ia harus merasa senang atau sebaliknya.

"Jika kau diam berarti kau menerima tawaranku. Dan ini adalah seragam dan perlengkapan sekolah," ucap Ichigo seraya memberikan sebuah tas berukuran sedang pada Orihime.

"Tapi Kurosaki-kun, aku..."

"Sudahlah Inoue, jangan kau pikirkan terus," sambung Ichigo seraya mengacak-acak pelan rambut Orihime. Ia pun beranjak bangun dari duduknya dan meraih tas sekolahnya.

"Bye Inoue, sampai jumpa besok." Ichigo melambaikan tangannya dan tersenyum.

Pemuda bersurai orange ini pun pergi meninggalkan cafe, sementara itu. Orihime masih terlihat duduk diam menatap bingung pemberian dari Ichigo.

"Apa yang harus kulakuan?! Ya Tuhan, tolong aku!" gumam Orihime dalam hatinya. Dirinya segera beranjak pergi seraya membawa pemberian dari Ichigo.

Orihime masih tidak percaya kalau Ichigo dan ayahnya, bisa berbuat seperti ini padanya. Ia tidak tahu harus membalasnya seperti apa. Namun Orihime berjanji akan mengganti uang milik Ichigo yang telah membayar semua hutang sang kakak.

*#*

Yumichika dan Grimmjow hanya bisa menatap heran dan ngeri wajah dari Renji. Saat ini keduanya tengah menjenguk Renji dikediamannya karena sudah dua hari ini pemuda bersurai merah panjang itu tidak masuk sekolah.

"Wa-wajahmu kenapa Renji?" Tanya Yumichika yang menatap ngeri wajah pemuda besurai merah itu.

"Aku habis diberi hadiah spesial oleh Rukia-chan," jawab Renji seraya memamerkan senyuman lima jarinya pada kedua sahabatnya.

Yumichika langsung bergidik merinding mendengarnya, karena saat ini wajah temannya itu terlihat babak belur dan biru lebam. Entah apa yang telah dilakukan oleh Rukia pada Renji.

"Wanita itu sangat mengerikan sekali," celetuk Grimmjow.

"Bagiku ia sangat manis," sahut Renji bangga.

"Kurasa otak dan penglihatannya mulai rusak. Dari sisi mananya, gadis medusa itu manis!" batin Yumichika.

"Seleramu sangat aneh sekali kawan." ledek Grimmjow.

Renji hanya tersenyum lebar menanggapinya, sementara Yumichika hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. Dan merasa aneh dengan selera dari temannya itu, mengapa dirinya bisa-bisanya jatuh hati pada gadis kasar dan kuat itu walaupun Rukia adalah seorang gadis dari keluarha bangsawan Kuchiki yang terkenal dikota ini.

"Itulah namanya cinta." ujar Renji seraya tersenyum lebar.

"Cinta katamu?! Aku tidak percaya akan hal itu." Grimmjow tersenyum sinis menatap sahabatnya itu.

"Suatu hari nanti juga kau akan jatuh cinta juga Grimmjow." Ucap Renji penuh keyakinan.

Sedangkan Grimmjow tersenyum sinis menanggapinya karena ia tidak percaya adanya cinta, baginya cinta hanyalah sebuah perasaan semu dan tak nyata. Itu semuanya karena kedua orang tuanya, yang membuatnya tidak mempercayai adanya cinta.

X0X0X0X0X0X0X0X

Orihime menatap penampilan dirinya didepan cermin, rambutnya ia kuncir satu keatas dan merapihkan seragam sekolahnya sebelum pergi kesekolah. Ia menghela nafasnya secara perlahan.

"Kakak doakan aku." gumam Orihime dalam hatinya.

Hari ini Orihime memulai aktifitasnya, yaitu bersekolah. Ia terpaksa menerima penawaran beasiswa bersekolah di Alice Gakuen dari Ichigo, sahabatnya. Pagi-pagi sekali Ichigo sudah menjemput Orihime dengan mobil mewahnya didepan apartemennya.

"Kurosaki-kun?" Orihime menatap heran dan bingung Ichigo.

"Masuklah Inoue, jika tidak ingin datang terlambat pada hari pertamamu," ajak Ichigo dari dalam mobilnya.

"Tapi..."

"Ayo masuklah," Ichigo membukakan pintu mobil bagian depan untuk Orihime.

Dengan ragu dan bingung Orihime masuk kedalam mobil Ichigo dan mereka pergi kesekolah bersama. Orihime hanya diam dan tak banyak bicara saat didalam mobil dirinya merasa sedikit canggung berada dekat dengan Ichigo.

Sosoknya saat ini sangat jauh sekali berbeda ketika mereka masih kecil dulu, kini Ichigo sudah tumbuh menjadi pria yang sangat tampan sekali.

Setelah menempuh perjalanan hampir tiga puluh menit, mereka berdua sampai di Alice Gakuen. Orihime sangat terpukau dengan bangunan sekolah elit ini.

"Besar sekali!" seru Orihime.

Ichigo tersenyum kecil melihat reaksi dari Orihime yang terlihat terpukau dan takjub melihat bangunan sekolahnya.

Baru juga Ichigo keluar dari dalam mobil, Nelliel sang kekasih sudah menghambur memeluknya dengan erat sekali.

"Selamat pagi Ichi-kun," sapa Nelliel dengan manja.

"Pagi juga Nelliel." balas Ichigo lembut.

Raut wajah Nelleil langsung berubah menjadi cemberut dan marah ketika melihat Orihime yang turun dari mobil Ichigo, terlebih gadis ini memakai seragam yang sama dengan yang dipakainya.

"Ichi-kun! Kenapa dia bisa disini?!" tunjuk Nelliel dengan sebal.

Orihime agak cemberut dan tak suka melihat sikap dari Nelleil yang lagi-lagi menunjuk-nunjuk dirinya.

"Mulai hari ini ia akan bersekolah disini, berteman baiklah dengannya," ujar Ichigo seraya mengelus pelan puncak kepala Nelliel.

"Aku tidak mau," tolak Nelleil dengan keras.

Orihime menghela nafasnya dengan pelan, ia agak sedikit cemburu dan hatinya terasa panas melihat kemesaraan mereka berdua didepan matanya.

"Kurosaki-kun, aku akan segera keruang guru," pamit Orihime tanpa mengucapkan sepatah katapun pada Nelliel, sang kekasih temannya itu.

Orihime berjalan mencari ruangan guru, dirinya merasa sangat bingung dengan bangunan sekolah ini yang dinilainya sangat besar dan luas sekali. Orihime harus ekstra sabar mencari ruangan guru dan menyerahkan surat rekomendasi dari Ichigo.

BUUMMM...

Grimmjow memarkirkan motor besar miliknya, ia membuka helm motronya dan menaruhnya diatas motor. Ia meraih tas sekolahnya dan bergegas berjalan menuju kelas. Para siswi diam-diam melirik kearahnya dan curi-curi pandang pada pemuda tampan bersurai biru ini.

"Yo, Grimmjow!" teriak Renji dengan penuh semangat.

Disebelah Renji sudah ada Rukia, gadis manis dan mungil dari keluarga bangsawan Kuchiki kekasih dari sahabatnya itu.

"Selamat pagi Grimmjow." sapa Rukia dengan ramah dan sopan.

"Pagi juga Rukia." balas Grimmjow dengan datar.

"Kau sudah sembuh?" tanya Grimmjow pada Renji.

"Tentu saja, karena kemarin Rukia datang karumah dan merawatku." Jawab Renji dengan tersenyum lebar.

"Berarti kau lebih hebat dari dokter Rukia."

Rukia hanya bisa tersenyum menanggapinya dan rona merah masih menghiasi wajah cantik ini. Dan dari kejauhan para gadis terlihat iri dan cemburu melihat dengan santainya Rukia berbicara dengan Grimmjow.

"Andai kita juga bisa mengobrol bebas dengan Grimmjow." Jerit para gadis seraya menangis.

Disekolah ini yang bisa berbicara dengan bebas dan dekat dengan Grimmjow hanya Nelliel yang merupakan sepupunya, juga Rukia yang merupakan kekasih dari Renji, sahabat baiknya. Tak heran jika para gadis iri pada keduanya, namun mereka juga tidak bisa berbuat apapun mengingat Rukia yang merupakan juara Juudo Nasional dan Nelliel yang merupakan primadona disekolah ini dan kekasih dari Ichigo Kurosaki, pemuda yang cukup berpengaruh disekolah ini.

Saat ketiganya sedang berbicang-bincang, seorang gadis bersurai orange kecokelatan tiba-tiba saja lewat didepan ketiganya, wajah Grimmjow terlihat kaget melihat gadis itu. Dengan cepat ia langsung mengejar gadis itu dan meninggalkan sepasang kekasih itu tanpa berkata sepatah katapun.

"Hei Grimmjow!" teriak Renji.

Namun sayangnya temannya itu sudah pergi jauh dan tidak mendengar teriakkan dari Renji.

"Huh! Dasar anak itu." Dengus Renji.

"Sudahlah Renji, kau tak perlu marah." Ucap Rukia datar.

Renji menghela nafasnya cepat, "Ayo Rukia-chan kita kekelas." Renji mengulurkan salah satu tangannya.

Rukia menyambut uluran tangan itu dan mereka berjalan bersama seraya bergandengan tangan. Walaupun Rukia adalah gadis yang sangat kuat, keras dan galak, namun menurut Renji kekasihnya itu memiliki sisi manis dan feminim dari seorang wanita dan punya hal yang sangat istimewa dalam dirinya yang membuat Renji jatuh cinta pada Rukia.

"Dimana sebenarnya letak ruang guru? Sekolah ini sangat membuatku bingung dan pusing!" geram Orihime yang sudah hampir satu jam ini mencari ruang guru.

Saat Orihime hendak menaiki tangga tiba-tiba kesimbangan tubuhnya hilang, ternyata seorang pemuda bersurai biru menarik tangannya dengan keras dan hampir membuatnya jatuh dari tangga.

"Ekh!" teriak Orihime.

Gadis cantik bermata abu-abu ini menoleh dan menatap pemuda besurai biru yang menarik tangannya, "Kenapa kau menarik tanganku?" tanya Orihime dengan kesal.

Grimmjow hanya tersenyum evil menatap Orihime yang tengah memelototinya. Baru kali ini ada gadis yang berani menatap matanya, bahkan menatapnya dengan tajam.

Seluruh murid memperhatikan kejadian ini, mereka semua sangat penasaran dengan Orihime. Karena membuat seorang Grimmjow Jaegarjaques mendekatinya dan mengajaknya bicara.

"Huh! Siapa gadis menyebalkan itu?!" geram para siswi perempuan yang merasa marah melihat Grimmjow mengobrol dengan gadis itu.

Orihime memutar matanya dengan sebal, "Sampai kapan kau terus memegangi tangannku? Bisakah kau melepaskannya?" teriak Orihime dengan kesal.

Grimmjow malah semakin mengeratkan pegangan tangannya dan hal ini membuat Orihime meringis kesakitan.

GREP...

Ichigo menarik tubuh Orihime dan menjauhkan tubuh temannya dari Grimmjow. Namun Grimmjow menarik sebelah tangan Orihime dan saat ini tubuh Orihime berada ditengah-tengah keduanya.

"Ada urusan apa kau dengannya Grimmjow?" tanya Ichigo dengan dingin.

Grimmjow terkekeh kecil mendengarnya, "Jangan ganggu urusanku Ichigo, kembalilah dalam pelukkan kekasihmu," usir Grimmjow.

Tubuh Orihime ditarik dengan kuat oleh Grimmjow agar mendekat kearahnya dan Ichigo pun tidak mau kalah. Ia juga ikut menarik tubuh Orihime.

Kedua tangan Orihime terasa sakit sekali karena ditarik-tarik oleh keduanya, ia pun sangat kesal dan marah dengan sikap keduanya terlebih dengan Grimmjow.

"Lepaskan aku rambut biru." bentak Orihime.

Grimmjow tertegun sesaat ketika mendengarnya dan tak lama ia tertawa kecil, "Kau panggil apa diriku? Rambut biru, aneh sekali nama itu," kekeh Grimmjow.

Seluruh siswa menonton kejadian ini dan mereka bertiga langsung menjadi pusat perhatian seluruh siswa Alice Gakuen. Nelliel dan sahabat Grimmjow pun langsung datang melihat kejadian ini.

"Ichi-kun!" seru Nelliel.

Gadis cantik ini langsung mendekati sang kekasih dan menatap bingung juga heran dengan Orihime yang saat ini tengah diperebutkan oleh Ichigo dan Grimmjow.

"Astaga! Apa yang dilakukan oleh sibodoh itu?" ujar Yumichika yang menonton paling depan.

Keduanya terlihat tidak mau melepaskan Orihime sama sekali, hingga gadis bersurai orange ini menghempaskan tangan keduanya dengan keras.

"Cukup! Aku bukan boneka dan tanganku terasa sangat sakit sekali." Orihime langsung pergi meninggalkan keduanya dan pergi mencari ruangan guru.

Ichigo juga Grimmjow masih saling menatap tajam satu sama lain.

"Jangan kau ganggu dia, jika berani menyakitinya kau akan kubuat menyesal." Ancam Ichigo.

"Menarik sekali, aku ingin lihat seberapa jauh kau akan melindungi gadis itu." Tantang Grimmjow.

Pemuda bersurai biru ini langsung pergi menuju kelasnya tanpa memperdulikan Ichigo yang terlihat marah dan kesal dengan perkataan darinya.

Hal ini semakin membuat Grimmjow semakin ingin mendekati Orihime dan menyakiti gadis bermata abu-abu itu. Karena dirinya merasa bisa membuat Ichigo menderita dan terluka lewat Orihime. Apapun akan dilakukan dan ditempuh untuk menyakiti Ichigo, sama seperti apa yang sudah dilakukan Ichigo pada dirinya. Karena pemuda bersurai orange itu sudah merebut dan mengambil apa yang menurutnya paling berharga dalam hidupnya yaitu kasih sayang ibunya.

*#*

Setelah hampir satu jam mencari ruangan guru juga dengan kejadian yang dialaminya, akhirnya Orihime menemukan ruang guru dan mengurus administrasi disekolah barunya. Orihime masuk dikelas 2-A dan yang tidak ia ketahui adalah kelas dari Grimmjow, pemuda bersurai biru yang sangat menyebalkan menurutnya.

KLEK...

Pintu kelas dibuka dan seluruh murid terlihat diam saat Sensei masuk kedalam kelas.

"Selamat pagi anak-anak." Sapa Hirako ramah.

"Selamat pagi juga Sensei." Balas seluruh murid dengan kompak.

"Hari ini kita mempunyai teman baru. Gadis manis masuklah." ujar Hirako.

Seluruh murid terlihat penasaran dengan sang murid baru, namun tidak untuk Grimmjow yang terlihat bosan dibangkunya dan tidak tertarik dengan sang murid baru, karena saat ini pikirannya tengah fokus memikirkan Orihime.

Namun kedua bola matanya terlihat sedikit melebar ketika melihat murid baru yang masuk kedalam kelasnya.

"Gadis itu," gumam Grimmjow.

Orihime terlihat berdiri didepan kelas, dan memperkenalkan dirinya didepan teman-teman sekelasnya. Grimmjow terlihat memperhatikan Orihime dengan serius.

"Namaku Orihime Inoue, senang berkenalan dengan kalian semua." Orihime membungkukkan tubuhnya didepan kelas.

Seluruh murid hanya diam dan tak bereaksi ataupun berkomentar apapun pada Orihime.

Orihime tidak sadar kalau dirinya sekelas dengan Grimmjow, pemuda yang sangat menyebalkan sekali karena sikapanya yang tidak sopan padanya tadi.

"Nah, Orihime tempat dudukmu didepan Grimmjow." ujar Hirako seraya menunjuk kearah Grimmjow yang tengah tersenyum lebar seraya menopang dagunya.

Orihime menoleh kearah yang ditunjuk Hirako dan betapa terkejutnya ternyata ia duduk didepan pemuda menyebalkan yang tadi pagi.

"Orang menyebalkan itu!" geram Orihime dalam hatinya.

Mau tak mau Orihime langsung berjalan kebangkunya dan langsung duduk dan mulai memperhatikan pelajaran dari Hirako tanpa memperdulikan pemuda bersurai biru itu yang terus saja memperhatikan dirinya.

Namun tiba-tiba saja Grimmjow mendekati Orihime dan berbisik sesuatu ditelinga gadis cantik itu.

"Welcome to the hell, Hime." bisik Grimmjow seraya menggigit cuping Orihime. Membuat gadis bersurai orange ini langsung berteriak dengan keras.

"Aaaaa..." jerit Orihime.

Seketika seluruh murid termasuk Hirako menoleh kearah Orihime dan menatap bingung gadis cantik bermata abu-abu itu.

"Ada apa Inoue? Sensei harap kau tidak membuat keributan dikelas ini." ujar Hirako dengan dingin.

Wajah Orihime terlihat sedikit memerah dan ia menundukkan wajahnya, "Ma-maafkan aku Sensei." ucapnya penuh sesal.

Grimmjow hanya tersenyum senang melihat Orihime yang terlihat sedikit takut padanya. Dirinya tidak menyangka kalau gadis bersurai orange ini akan sekelas dengannya bahkan duduk didepannya. Menurut Grimmjow ini adalah sebuah keberuntungan untuknya.

"Ichigo tunggu dan lihatlah, akan kubuat dia menderita." gumam Grimmjow seraya menyeringai kejam.

Selama pelajaran berlangsung buluk kuduk Orihime terus saja merinding dan tenguknya terasa dingin karena Grimmjow menatapnya dengan tajam dan menusuk, tak henti-hentinya Grimmjow tersenyum kejam menatap gadis cantik yang duduk didepannya saat ini.

Sedangkan Orihime mempunyai sedikit firasat buruk dengan pemuda bersurai biru itu. Entah apa yang akan diperbuat pria bersurai biru itu padanya, namun Orihime harap itu bukan sesuatu hal yang buruk yang akan menimpanya.

"Kakak lindungi aku." gumam Orihime.

TBC

Fic ini terisnpirasai dari drama korea The Heirs namun jalan ceritanya akan jauh berbeda.

Terima kasih sudah membaca Fic ini.

Jika berkenan Read and Riviewnya.

Inoue Kazeka