"Bisa saya bicara dengan sanak saudara Tuan Wu Sehun ?" Tanya sang Doketr, mendengar itu Kris langsung berdiri dan berjalan mendekati Dokter tersebut.

"Saya kakaknya dokter, apa yang terjadi dengan adik saya ?" Tanya Kris to the point karena dia ingn jawaban yang cepat.

"Adik anda kehabisan banyak darah dan untuk saat ini stok golongan darah yang diperlukan habis, apakah anda bisa mendonorkannya ?"

"Aku bisa mendonorkannya dokter"

"Baiklah kalau begitu ikut saya, kalau tidak cepat Tuan Wu Sehun akan kehilangan nyawanya"

"Baik dokter"

Lalu Kris mengikuti dokter tersebut dan berdo'a didalam hatinya semoga adik yang selama ini dia kasihi selamat.

.

Berikanlah adikku kekuatan untuk bertahan

Aku ingin melihat dirinya bahagia bersama dengan seorang pujaan hatinya

Bahagia bersama ketiga buah hatinya

Jika ini jalan untuk kau memberinya kekutan, berikanlah untuknya

Biarkan adikku hidup dan bahagia Tuhan...

.

.

.

TO BE A GOOD MOM

SUMMARY : kehadiranmu bukanlah sebuah malapetaka bagiku, kehadiranmu yang telah membuatku kuat untuk bertahan didunia ini.

HUNKAI AND OTHER

Typo dimana-mana, saya juga seorang manusia jadi mohon dimaklumi dan disini saya juga mengambil sudut pandang dari Jongin dan Sehun.

.

.

Suasana ruang khusus bayi ini terlihat tenang, Jongin memandang ketiga anaknya yang kini masih didalam inkubator. Dia tersenyum bahkan saat ini air matanya jatuh, itu bukan airmata kesedihan tapi itu airmata kebahagiaan yang diberikan oleh Jongin untuk ketiga anaknya tersebut. Bagaimana dia dulu sempat ingin menyerah saat tau dia hamil, memikirkan bagimana dia ketika melahirkan anaknya itu membuatnya takut. Tapi itu adalah kenangan yang harus dihapus oleh Jongin, sekarang dia bahagia melihat ketiga anaknya lahir dengan selamat dan sehat.

"Cepatlah tumbuh dengan sehat, lalu kita bermain bersama" Kata Jongin sambil tersenyum sambil menatap ketiga bayinya yang kini sang anak tengah Sena sedang menguap dengan lucunya. Anak perempuan Jongin satu-satunya.

Setelah dirasa dirinya sudah puas melihat ketiga bayinya, Jongin meninggalkan bayinya dan berjalan keluar ruangan Khusus bayi tersebut untuk kembali berjalan-jalan. Dia merasa bosan kalau hanya berada diruang inapnya. Jongin menjalankan kursi rodanya, melewati lorong-lorong rumah sakit yang tidak bisa dibilang sepi tersebut.

Pandangannya kini terfokus pada keramaian pada satu titik yaitu didepan ruang UGD. Disana dia melihat seseorang yang baru tadi pagi menjenguknya. Kris kakak kandung Sehun.

-Apa yang dia lakukan disini- pikir Jongin. Kini dia hanya terdiam ditempatnya, bahkan dia melihat Kris berjalan dibelakang sang Dokter masuk kedalamruang UGD.

Kris berlari melewati Jongin yang kini tengah bertanya-tanya ada apa ? apa yang sudah terjadi. Karena penasaran Jongin menjalankan kursi rodanya menuju ruang UGD. Disana hanya ada Suho yang duduk sambil memegang tangannya gugup. Jongin memegang tangan Suho, Suho terkejut saat seseorang memegang tangannya.

"Apa yang terjadi didalam ? Kenapa Kris Hyung juga ikut ?" Tanya Jongin dengan wajah penasarannya.

Suho menghapus airmatanya "Adik iparku sekarat didalam, dan Kris ingin membantunya dengan mendonorkan darahnya" Jawab Suho sambil menatap Jongin.

"Jadi Hyung isri Kris hyung ?"

"Ya aku istrinya, namaku Wu Junmyeon. Tapi panggil saja Suho"

"Suho Hyung, siapa nama adik ipar hyung ?"

"Wu Sehun"

DEG

Jantung Jongin serasa terhenti beberapa detik saat mendengar siapa yang sekarat didalam ruangan UGD tersebut. "Apa yang dia lakukan sampai dia kritis didalam ?" Tanya Jongin sambil menahan airmatanya yang sebentar lagi akan jatuh tersebut.

"Dia melakukan percobaan bunuh diri didalam kamar mandi, untung saja para maid mengetahuinya jika tidak mungkin nyawa Sehun akan melayang" Jawab Suho.

Jongin terdiam, ada rasa bersalah didalam dirinya saat ini. ayah dari anak-anaknya kini tengah kritis didalam sana. Airmata Jongin tak terbendung lagi, dia mengusap airmatanya dengan kasar. Dia berdo'a semoga Sehun bisa diselamatkan.

Saat Jongin masih menunduk dan berdo'a, Kris keluar dari ruang UGD. Kris menghembuskan nafasnya agak sedikit kasar, Suho mendekati Kris dan mengelus tangannya. Jongin yang masih berada disana langsung menggengam ujung baju Kris "Hyung bagaimana keadaan Sehun, apakah dia baik-baik saja ?" Tanya Jongin to the point.

Kris melihat Jongin dengan pandangan terkejut, dia tidak tau kalau Jongin ada disana. "Dia Kritis didalam, tapi kata dokter setelah mendapatkan transfusi darah kini dia mulai sedikit membaik. Berdo'alah semoga dia baik-baik saja" Jawab Kris lalu mengelus puncak kepala Jongin.

Jongin menghembuskan nafasnya agak sedikit tenang saat mendengar jawaban dari Kris. Jongin diam saja saat berada didepan ruang UGD, dia tidak tau lagi apa yang ingin dia tanyakan pada Kris dan juga Suho.

"Eoh iya bagaimana dengan sikembar ?" Tanya Kris sambil menatap Jongin.

"Mereka baik-baik saja, hanya saja mereka harus berada dirumah sakit sampai 1 bulan kedepan." Jawab Jongin sambil tersenyum.

"Kau memiliki bai kembar, waow kau hebat kalau boleh tau nama ayahnya siapa ?" Tanya Suho dengan wajah sumringahnya.

"Kau tau ayahnya sayang, Wu Sehun ayah dari bayi-bayi yang dilahirkan oleh Jongin" Jawab Kris tenang.

Sedangkan Suho terkejut saat mendengar jawaban Kris "Jadi dia yang selama ini Sehun cari, seorang pujaan hati Wu Sehun." Jawab Suho sambil menatap Jongin, yang ditatap hanya menundukkan kepalanya takut "Wah beruntungnya Sehun bisa menemukanmu dan bisa melihat bayi kembarnya. Laki-laki atau perempuan ?" Tanay Suho pada Jongin.

"Dua laki-laki dan satu perempuan" Jawab Jongin.

"Jadi kembar tiga ?"

Jongin mengangguk, Suho tersenyum lalu mengusak rambut Jongin. Suho bangga melihat calon adik iparnya ini, dia manis.

Setelah menunggu satu jam akhirnya dokter yang menangani Sehun keluar, wajahnya terlihat sumringah. "Tuan Sehun selamat,tapi dia mengalami koma. Jadi kami akan memindahkan tuan Sehun keruang rawat inap" Kata sang dokter panjang lebar.

"Terima kasih dokter" Jawab Kris lalu melihat brankar Sehun dijalankan menuju ruang inap. Kris, Suho dan Jongin mengikuti suster yang mendorong brankar Sehun yang dibawa keruang rawat inap.

.

.

.

Satu minggu sudah Sehun juga belum sadar, Jongin dengan telaten menjaga Sehun. sebenarnya Jongin sudah pulang dari tiga hari yang lalu tapi dia kerumah sakit ingin menengok ketiga bayinya dan juga sekalian Sehun. diapartemen kecilnya pun juga sudah tidak ada siapa-siapa lagi. Ibunya kini sudah iku kakaknya yang berada dibusan, Ibunya juga sebenarnya juga tidak ingin meninggalkan Jongin tapi setelah mendengar penjelasan dari Kris bahwa setelah Sehun sembuh Jongin akan tinggal serumah dengan Sehun membuat ibunya mau tinggal dengan kakaknya Jongin yang dibusan.

Jongin saat ini tengah membuka gorden rawat inap Sehun, sinar matahari langsung terpancar diruangan tersebut. Setelah itu Jongin mengganti bunga mawar dan lily yang sudah layu tersebut dengan bunga baru yang baru saja tadi pagi dia beli saat ingin kesini. Saat dirinya membenarkan selimut Sehun yang agak sedikit tersingkap, tangan Sehun kini memegang tangannya. Jongin terkejut setengah mati lalu menatap Sehun yang kini tersenyum padanya.

"Apa yang kau lakukan, sejak kapan kau sudah siuman eoh ?" tanya Jongin lalu mengelus pipi Sehun.

"Dari semalam saat kau membawa Hunjong kesini" Jawab Sehun sambil tersenyum.

"Bodoh, jadi semalam kau berpura-pura masih koma"

"Maafkan aku"

Jongin tersenyum "Tidak apa-apa, aku panggil dokter dulu ne" kata Jongin lalu berdiri tapi tangannya dicekal oleh Sehun.

"Tidak usah dokter sudah tau kalau aku sudah siuman. Aku hanya ingin kau berada disini" Jawab Sehun lalu menggenggam tangan kecil Jongin.

Jongin kembali duduk lalu tersenyum "Kalau begitu kau harus sarapan, untung aku membawa ekstra makanan untuk sarapan" Kata Jongin lalu melepas genggaman Sehun dan berjalan menuju meja dan sofa yang berada diruangan tersebut. Jongin menyiapkan makanan tersebut lalu kembali duduk disamping ranjang Sehun.

Setelah membantuSehun untuk duduk Jongin langsung menyuapkan makanannya pada Sehun. hening tidak ada yang memulai pembicaraan hinggamakanan itupun habis dan Jongin sudah kembali membersihkannya.

Jongin kembali duduk disamping ranjang Sehun, dia tersenyum saat Sehun kembali menggenggam tangannya.

"Jongin-ah maafkan aku sudah meninggalkanmu waktu itu" Kata Sehun sambil mengelus punggung tangan Jongin.

"Aku sudah memafkanmu dari dulu" Jawab Jongin lalu tersenyum pada Sehun.

"Jadi apakah kita bisa memulainya dari awal ?" Tanya Sehun pada Jongin.

"Kalau itu, maafkan aku untuk saat ini aku belum bisa memulainya. Maafkan aku" Jawab Jongin sambil menunduk.

Sehun mengangguk dia lalu mencium pelipis Jongin "Jika itu kemauanmu, apa dayaku" Jawab Sehun.

Lalu keheningan itu kembali melanda mereka. Membiarkan matahari pagi menyinari mereka berdua.

.

.

Hingga akhirnya satu bulan sudah saatnya ketiga bayi kembarnya boleh pulang. Sang ibu yang datang dari Busan langsung membantu Jongin sang ibu yang kini sedang membereskan baju bayi.

"Kau sudah selesai Jongin ?" Tanya ibunya sambil memandang Jongin yang kini sedang mengangkat sang anak pertama –Hunjong- untuk diberikan susu melalui dot yang kini sedang dipegangnya.

"Iya bu aku sudah selesai" Jawab Jongin sambil menatap Hunjong, bayi yang baru berumur 1 bulan tersebut sangat menikmati susu formula itu.

Setelah itu Jongin menaruh Hunjong dikereta dorong bayi, lalu si cantik Sena dan terakhir sigemuk Taeoh. Walaupun pertama kali mereka bertiga lahir Taeoh lah yang sangat mengenaskan sudah didiagnosa meninggal dan sebuah keajaiban dia kembali hidup tapi sekarang dia yang terlihat lebih gemuk.

Setelah melihat Jongin sudah menidurkan 3 bayi kembar tersebut dikereta dorong khusus bayi. Ibu Jongin langsung mengangkat 2 tas yang berisi baju bayi. Saat mereka berdua ingin keluar , pintu ruang inap Jongin terbuka menampakkan Sehun yang kini sedang terengah-engah sambil memegang dadanya.

"Apakah aku terlambat ?" Tanya Sehun sambil memandang Jongin yang kini sedang memegang pegangan untuk mendorong kereta bayi tersebut.

"Tidak, bisa kau bantu bibi membawa 2 tas ini ? Aku akan membantu Jongin membawa bayinya, sebenarnya aku tak tega melihat 3 cucu kembarku harus ditaruh dikerita bayi itu" Jawab ibu Jongin lalu mengambil Taeoh yang kini sedang menggeliat tersebut.

Setelah itu mereka berdua berangkat, didalam mobil mereka berdua hanya diam yang kini berada didepan kemudi ada supir dan ibu jongin yang sedang membawa Taeoh, Jongin berada dijok belakang menggendong sicantik Sena dan Sehun yang kini sedang menggendong Hunjong. Sebenarnya selama 3 bayinya itu di rawat dirumah sakit, setelah dirawat dirumah sakit, Sehun selalu datang menjenguknya dan juga 3 bayinya. Jongin juga tau kalau saat ini hatinya belum bisa terbuka untuk Sehun, walaupun mereka sudah membaik 2 minggu yang lalu. tapi apa boleh buat Sehun juga memiliki hak untuk bertemu dengan 3 bayinya. Jongin tidak mau dicap sebagai ibu yang tega kepada 3 bayinya yang tidak mau membolehkan ayah nya untuk bertemu dengan anaknya.

Setelah mengelus pipi Sena Jongin langsung menatap kearah luar jendala mobil, dirinya merasa janggal ini bukan jalan menuju flat kecilnya. Mobil tersebut kini masuk kedalam jalanan perumahan mewah di daerah Gangnam. Dia menyipitkan matanya ketika mobil tersebut berhenti disebuah rumah kecil minimalis yang masih terlihat sangat mewah tersebut. Jongin terdiam ketika semua orang sudah keluar, hingga Sehun membuka suara.

"Jongin kau tidak turun ?" Tanya Sehun pada Jongin yang kini masih tertegun melihat rumah tersebut.

"Ah ya" Jawab Jongin, Jongin pun keluar dalam mobil tersebut.

Mereka bertiga dan 1 orang supir yang kini membawa 2 buah tas itu mengikuti Sehun lalu setelahnya ada salah satu maid yang membukakan pintu rumah tersebut. Jongin dibuat kagum dengan dekorasi rumahnya. Walaupun minimalis tapi masih terlihat megah didalamnya dibalut dengan warna cream dan putih menambah indah rumah tersebut.

Setelah berdecak kagum dengan arsitektur rumah tersebut dia diajak lagi oleh Sehun dan ibunya memasuki sebuah kamar kecil berwarna biru muda dan tua juga ditempeli oeh wallsticker yang berbau anak kecil. Didalam sana terdapat 2 ranjang bayi yang disisi kanan dan bawahnya terdapat pagar. Sehun dan ibu Jongin langsung menidurkan Taeoh dan Hunjong disalah satu ranjang bayi yang muat 2 orang tersebut. Jongin masih berdecak, melihat itu Sehun langsung mendekati Jongin.

"Bagaimana dengan kamarnya, maaf kalau ini jelek untuk anak kita" Kata Sehun sambil menggandeng bahu sempit Jongin.

"Ini sungguh bagus Sehun, terima kasih untuk hadiahnya dan kenapa kau juga harus membeli rumah. Diflatku juga bisa didekorasi ini sangat menyusahkanmu" Jawab Jongin sambil memandang Sehun.

Sehun tersenyum "Tidak ,aku sebagai memang ayah harus memberikan yang terbaik untuk anak-anakku kan. Oh iya kamarmu ada disebelah kamar ini dan kamarku ada disamping kamarmu" Kata Sehun panjang lebar.

Jongin mengangguk lalu menidurkan Sena diranjang bayi yang satunya.

"Oh iya bibi dan juga Jongin aku kembali kekantor dulu, aku harus melatih para Idol itu untuk tampil jam 3 sore nanti. Dan kalau kalian memerlukan sesuatu kalian tinggal panggil bibi Jung. Aku berangkat" Kata Sehun lagi lalu pergi meninggalkan mereka berdua.

Jongin berjalan mendekati jendela membuka tirainya dan tampaklah taman belakang rumah yang indah dengan bunga yang kini tumbuh disana. Sehun sangat pintar mendekorasi rumahnya, dan Jongin menyukainya sungguh.

Setelah membuka tirai tersebut Jongin berjalan mendekati ranjang dan kembali melihat ketiga bayinya. Dia tersenyum, lalu berjalan meninggalkan ranjang tersebut menutup pintunya secara perlahan. Menuju kamar disebelah kamar bayinya, membukanya secara perlahan dan Jongin kembali berdecak. Kamarnya sangat bagus dan indah. Jongin tersenyum lalu duduk diranjang tersebut, menyentuh seprai yang begitu halus ditelapak tangannya.

Merebahkan badannya secara perlahan, menutup matanya dan menghembuskan nafasnya sejenak. Pikiran Jongin sekarang berkecamuk, mulai saat ini dirinya akan tinggal bersama Sehun dan ketiga bayinya tanpa sebuah ikatan. Jongin tahu ini demi kebaikan ketiga anaknya, tapi hatinya masih belum bisa menerima Sehun seutuhnya. Dia masih membenci Sehun, bahkan sebenarnya bertemu dengan Sehun itu adalah sebuah bencana besar dihati Jongin sebenarnya. Tapi apa boleh buat, ini demi ketiga anaknya. Jongin harus bertahan dan berpura-pura bisa bertahan bersama dengan Sehun walaupun hatinya menolak dengan keras.

.

.

.

TBC

Maaf saya baru bisa update lagi, untuk minggu-minggu ini saya sedikit repot karena ada urusan untuk membuat persyaratan kerja. Sebelumnya say sudah baca review kalian. Saya baru lulus SMK jdi waktu kejadia Baekhyun itu saya tengah prakerin dan tempat prakerin saya dikantor.

Terima kasih buat saran dari kalian semua, saya tidak akan mengulanginya lagi. dan untuk seseorang bernama 'Gwen' terimakasih sebelumnya sudah membaca ff buatan saya dan memberikan reviewnya. Sebenarnya saya tidak mencari sensasi dan dimintai belas kasihan, saya hanya ingin memberikan pengalaman saya sebagai seorang fangirl dari Byun Baekhyun itu saja.

Banyak juga yang tanya kenapa harus pendek, karena saya sudah membuat konsep bahwa saya tidak akan lebih mengetik ff berchapter lebih dari 3k words. Jadi ini ff memang saya buat pendek perchapternya.

Maaf kalau semakin seperti sinetron dan alurnya kecepetan

Buat yang sudah baca terima kasih atas kritik dan saran kalian. Jadi untuk chap ini mohon lebih banyak lagi reviewnya.