Disclaimer : Tite Kubo

Rate : T

Genre : Romance

.

WARNING : Typo bertebaran dimana-mana, EYD yang amburaul, Penempatan tanda baca yang tidak sesuai, OOC, OC, Gaje dan masih banyak kekurangannya.

.

.

.

PLEASE IF YOU DON'T LIKE DON'T READ

X0X0X0X0X0X0X0X

Saat ini tengah terjadi ketegangan antara Orihime dan Grimmjow, keduanya terlihat saling menatap tajam satu sama lain. Terlebih dengan Grimmjow yang terlihat sangat marah dan tak terima dengan perbuatan Orihime yang dilakukan padanya.

"Beraninya kau menamparku?!" geram Grimmjow.

"Kau memang pantas mendapatkannya rambut biru," dengus Orihime dengan penuh emosi.

Grimmjow memberikan deathglare pada Orihime, namun hal ini tak lantas membuat gadis cantik bermata abu-abu ini takut pada Grimmjow, dan dengan berani Orihime menatap balik Grimmjow dengan tatapan membunuh juga.

Renji dan Yumichika, kedua sahabat dari Grimmjow malah terlihat senang dan asik menonton adegan perkelahian keduanya, tanpa terlihat ingin menghentikan atau melerai keduanya.

"Sepertinya akan ada kejadian seru." gumam Renji dengan senang, ia terlihat mengubah posisi duduknya dan menghadap tepat kearah Grimmjow dan Orihime.

"Habis sudah riwayatmu murid baru." Batin Yumichika seraya menyeringai.

"Menurutmu siapa yang akan menang?" tanya Renji dengan santainya.

"Grimmjow, aku yakin kalau Grimmjow yang akan menang." jawab Yumichika dengan penuh keyakinan.

"Begitukah?!" gumam Renji.

Grimmjow terlihat hendak melayangkan salah satu tangannya dan dengan siap Orihime berusaha menahan pukulan dari pemuda bersurai biru itu.

GREP….

Tanpa diduga tiba-tiba saja Ichigo datang dan langsung menahan tangan Grimmjow agar tidak menampar wajah Orihime.

"Kau?!" geram Grimmjow.

Orihime terlihat diam terpaku dan kaget dengan kedatangan Ichigo yang tidak ia duga sama sekali.

"Jangan ikut campur dengan urusanku Ichigo." dengus Grimmjow.

"Aku tidak akan membiarkanmu melukai temanku." Ichigo masih mencengkram erat pergelangan tangan Grimmjow dengan kuat.

Aura membunuh langsung keluar dari keduanya, melihat akan ada bahaya dan bencana yang akan terjadi antara keduanya, Renji dan Yumichika langsung berlari menghampiri Grimmjow dan Ichigo untuk melerai keduanya agar tidak berkelahi.

"Ichigo bisa kau lepaskan tanganmu dari sahabatku, apa kau tidak tahu kalau seluruh anggota tubuhnya sangatlah berharga." ujar Yumichika yang berusaha melepaskan cengkeraman erat tangan Ichigo.

Pemuda tampan bersurai orange ini tersenyum sinis mendengarnya, dan dengan kasar ia menghempaskan tangan Grimmjow lalu menarik pergi Orihime dari ruangan ini, namun Grimmjow terlihat berlari menghampiri Ichigo.

BUAGH….

Grimmjow meninju wajah Ichigo hingga pemuda bersurai orange itu jatuh tersungkur terkena pukulannya.

"Kurosaki-kun," Orihime membantu Ichigo untuk berdiri.

"Cih!" Ichigo membuang ludahnya yang sedikit bercampur dengan darah.

"Bangunlah Ichigo, bukankah kau adalah pria yang kuat," sindir Grimmjow dengan nada yang terdengar sedikit meremehkan.

Ichigo-pun terpancing ucapan Grimmjow dan perkelahian keduanya tak bisa terhindarkan lagi, Yumichika dan Renji berusaha memisahkan keduanya namun usaha mereka gagal untuk melerai perkelahian antara Ichigo dan Grimmjow, bahkan wajah mereka juga ikut terkena pukulan. Orihime terlihat diam mematung melihat keduanya yang saling baku hantam, gadis cantik ini merasa bingung apa yang harus ia perbuat saat ini.

"Hei kau, mengapa kau hanya diam saja melihat mereka berkelahi." omel Yumichika seraya berkacak pinggang.

"Hah?!" Orihime menatap heran Yumichika.

"Astaga!" Yumcihika menepuk jidatnya, melihat kebodohan Orihime.

"Hentikan perkelahian mereka berdua, bukankah mereka berkelahi gara-gara kau." teriak Yumichika dengan penuh emosi.

Tanpa berkata-kata lagi Orihime langsung berlari menghampiri keduanya dan berusaha menghentikan perkelahian itu.

"Berhenti, kubilang berhenti kalian berdua!" teriak Orihime dengan keras.

Gadis cantik ini berdiri diantara keduanya seraya merentangkan kedua tangannya, namun perbuatan dari Orihime sama sekali tidak Grimmjow duga.

BUAGH!

Tanpa sengaja Grimmjow meninju wajah Orihime dengan sekuat tenaga dan membuat gadis cantik bermata abu-abu itu jatuh pingsan terkena pukulan dari Grimmjow yang terkenal sangat kuat.

"Orihime!" seru Ichigo.

"AAAAA!" jerit Yumichika dengan histeris, wajahnya juga terlihat pucat pasi saat melihat temannya meninju pingsan Orihime.

"Astaga!" seru Renji dengan kaget.

Yumichika dan Renji terlihat kaget dan tak mengira kalau gadis bermata abu-abu itu akan berdiri diantara keduanya, sedangkan Grimmjow masih diam mematung dan syok tentunya, melihat gadis cantik bersurai orange kecokelatan itu jatuh pingsan terkena pukulannya.

Ichigo langsung menggendong dan membawa Orihime ke ruangan kesehatan tanpa memperdulikan Grimmjow dan kedua temannya.

"Astaga! Apa yang sudah aku lakukan padanya…." gumam Grimmjow.

"Sialll!" Grimmjow mengacak-acak rambutnya dengan frustasi.

*#*

Setelah tak sadarkan diri selama hampir dua jam, akhirnya Orihime siuman juga. Saat Orihime terbangun ia melihat temannya, Ichigo tengah duduk disamping ranjang yang menatap dirinya cemas.

"Kurosaki-kun?" gumam Orihime seraya bangun dari tidurnya.

"Kau sudah bangun Inoue," ucap Ichigo dengan senang, ia membantu Orihime untuk duduk menyandar dikasur.

Gadis cantik ini terlihat menyentuh pipi kanannya yang tertinju oleh Grimmjow dan terasa sedikit sakit juga nyeri.

"Akh!" ritih Orihime.

"Maafkan aku, gara-gara aku wajahmu terluka," Ichigo terlihat menundukkan wajahnya, pemuda tampan ini merasa sangat bersalah pada Orihime.

Melihat wajah Ichigo yang terlihat sedih membuat Orihime tidak enak hati melihatnya, karena apa yang terjadi dengannya bukanlah kesalahan dari Ichigo melainkan dirinya sendiri.

"Sudahlah Kurosaki-kun, itu bukan salahmu lagi pula wajahku tidak apa-apa," Orihime berusaha membuat Ichigo tidak sedih dan merasa bersalah padanya.

Ichigo tersenyum kecil mendengar perkataan Orihime dan hatinya menjadi sedikit lega.

"Sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri? Dan bagaimana dengan pelajarannya?!" Orihime terlihat mencemaskan tentang pelajarannya.

"Hampir dua jam kau pingsan, tenang saja aku sudah memberitahukan hal ini pada Sensei,"

Orihime terlihat bernafas lega dan tak lama ia memandangi wajah Ichigo yang terdapat beberapa luka lebam dan biru akibat perkelahiannya tadi dengan Grimmjow.

"Astaga Kurosaki-kun, wajahmu! Kau harus cepat mengobati luka diwajahmu dan mengompresnya," ujar Orihime dengan panik, gadis cantik ini terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Ichigo tanpa sadar kalau diwajahnya juga terdapat luka lebam akibat pukulan dari Grimmjow.

Srek…

Tiba-tiba saja Ichigo mengelus pelan kepala Orihime seraya tersenyum lembut.

"Kau ini, selalu saja mencemaskan orang lain. Padahal kau sendiri juga terluka," ucap Ichigo dengan setengah tertawa.

Blush,

Wajah Orihime sedikit merona merah karena perbuatan pemuda bersurai orange ini, yang membuat jantungnya berdegup sangat kencang.

"Beristirahatlah, luka diwajahmu sudah diobati. Aku akan kembali kekelas dulu," ujar Ichigo seraya beranjak bangun.

"Kalau begitu aku juga akan kembali kekelas," sambung Orihime.

"Tidak, ka….."

"Aku hanya terkena pukulan saja Kurosaki-kun dan luka ini bukankah sudah diobati." tunjuk Orihime pada luka diwajahnya.

Orihime beranjak turun dari kasur dan ikut dengan Ichigo untuk kembali kekelas, bagaimanapun ia tidak boleh sampai ketinggalan pelajaran dan mendapatkan nilai jelek sama sekali jika masih ingin bersekolah ditempat ini.

Saat Orihime masuk kedalam kelas, ia langsung menjadi pusat perhatian semua teman-teman dikelasnya karena luka diwajahnya, namun gadis cantik bermata abu-abu ini tidak menghiraukannya dan langsung duduk dimejanya mengikuti pelajaran kembali.

"Psst…Kenapa dengan wajahnya?" bisik salah satu teman sekelas Orihime.

"Entahlah aku tidak tahu, tapi pasti terjadi sesuatu dengannya."

"Ya kau benar sekali Hana dan aku jadi penasaran sekali ada yang terjadi dengan gadis menyebalkan itu."

Para murid perempuan terdengar membicarakan tentang Orihime, namun gadis cantik bermata abu-abu itu menulikan pendengarannya dan memfokuskan diri mendengar pelajaran yang tengah disampaikan tanpa memperdulikan bisak-bisak para murid perempuan dikelasnya.

Sedangkan Grimmjow yang duduk dibelakang Orihime, terlihat terus memperhatikan gadis cantik bersurai orange kecokelatan ini dengan penuh arti.

TING….TONG….

Bel pelajaran terakhir berbunyi, Orihime terlihat membereskan buku pelajarannya dan terlihat bersiap-siap untuk pulang, saat hendak keluar dari kelas Grimmjow terlihat menarik tangan Orihime.

"Kau?!" Orihime menatap tajam Grimmjow.

"Apa maumu rambut biru?" tanya Orihime dengan kesal.

Gadis cantik bersurai orange kecokelatan ini berusaha melepaskan cengkeraman tangan Grimmjow namun usahanya sia-sia.

"Ak…."

Ucapan Grimmjow terhenti karena kedatangan Ichigo dan Nelliel kekelasnya.

"Hei kau," teriak Ichigo dari depan pintu kelas.

Semua murid yang masih ada didalam kelas langsung menatap kearah Ichigo, pemuda bersurai orange itu terlihat datang bersama sang kekasih, Nelliel.

"Lepaskan tanganmu darinya, Grimmjow," Ichigo terlihat berjalan mendekat kearah mereka berdua diiringi oleh Nelliel sang kekasih disampingnya.

"Ck! Dia lagi," batin Grimmjow.

Pemuda bersurai biru mau tidak mau melepaskan cengkeraman tangannya dari Orihime dan menatap tajam pada pemuda bersurai orange itu.

"Apa kau belum puas melukainya?" Ichigo mencengkram erat kerah baju milik Grimmjow.

Pemuda bersuari biru ini hanya terkekeh kecil dan tersenyum sinis pada Ichigo, "Bukan urusanmu Ichigo,"

BUAGH...

Ichigo memukul Grimmjow hingga membuat pemuda tampan bersurai biru itu jatuh tersungkur ketanah dan para murid yang masih berada didalam kelas terlihat langsung pergi dan tak mau melihat atau terlibat perkelahian antara Ichigo dan Grimmjow.

"Cih…" Grimmjow mengelap darah disudut bibirnya seraya bangun.

Disaat Grimmjow hendak memukul kembali Ichigo, gadis cantik bermata abu-abu terlihat berdiri dihadapan Grimmjow dan mencoba menghentikan perbuatan dari pemuda besurai biru itu.

"Kau…."

"Cukup!" teriak Orihime dengan tegas.

Grimmjow menurunkan kepalan tangannya dan tak jadi meninju balik wajah Ichigo, karena dihalangi oleh Orihime.

Grep,

Tiba-tiba saja Orihime menarik tangan Grimmjow dan membawa pergi pemuda bersurai biru itu keluar dari kelas meninggalkan Ichigo juga Nellie.

Grimmjow terlihat tertegun sesaat melihat tangannya yang digenggam erat oleh Orihime, ia merasa kalau tangan Orihime sangat lembut dan hangat.

"Hei ki…."

Orihime menghentikan langkah kakinya didepan perpustakaan dan menatap tajam pada Grimmjow dan tiba-tiba saja meninggalkan Grimmjow begitu saja, tanpa berkata sepatah katapun padanya membuat pemuda bersurai biru ini dibuat bingung dan heran dengan sikap Orihime.

"Hei kau!" teriak Grimmjow yang mencoba menghentikan Orihime, namun usahanya sia-sia gadis cantik itu tetap saja berjalan dan tak menghentikan langkah kakinya.

"Ck! Menyebalkan…." gerutu Grimmjow.

Tiba-tiba Orihime terlihat menghentikan langkah kakinya dan menoleh kebelakang menatap Grimmjow sesaat, gadis cantik bermata abu-abu itu mengambil sesuatu dari dalam kantong roknya seraya berjalan kebelakang menghampiri Grimmjow.

"Ini pakailah," Orihime memberikan sebuah plester bergambar binatang panda pada Grimmjow.

Grimmjow hanya diam membisu melihatnya dan tak lama Orihime meraih tangan kanan Grimmjow dan memberikan plester itu.

"Pakailah, wajahmu juga terluka dan perlu diobati," ucap Orihime dengan tersenyum kecil.

"Dan maaf atas perbuatan Kurosaki-kun karena sudah memukul wajahmu." sambung Orihime seraya melenggang pergi.

Deg…Deg….Deg….

Tiba-tiba jantung Grimmjow berdetak tak karuan saat melihat senyuman dari Orihime, sesaat ia merasa kalau Orihime terlihat sangat cantik sekali dimatanya, ia juga merasa aneh dengan debaran jantungnya saat ini.

"Astaga! Apa yang barus saja aku pikirkan," Grimmjow menggelengkan kepalanya dengan cepat, menghapus pikirannya tentang Orihime dan langsung pergi menemui teman-temannya.

Saat Orihime hendak kembali kekelas untuk mengambil tasnya, tanpa sengaja ia berpapasan dengan Ichigo dan Nelliel dikoridor.

"Inoue, apa kau tidak apa-apa? Apakah Grimmjow melukaimu lagi?" Ichigo terlihat cemas menatap teman kecilnya itu.

"Tidak Kurosaki-kun," sahut Orihime.

"Syukurlah, kalau Grimmjow menganggumu lagi beritahu aku karena aku akan memberinya pelajaran,"

Orihime terkekeh kecil mendengarnya, "Ya sudah kalau begitu aku akan kembali kekelas dan mengambil tasku,"

"Kau tidak usah kembali kekelasmu, karena aku sudah membawanya," Ichigo memberikan tas sekolah milik Orihime dan gadis cantik itu menerimanya.

"Kalau begitu ayo kita pulang Inoue," ajak Ichigo.

"Hah?!" Orihime tertegun sesaat, wajahnya juga terlihat kaget.

"Maksudmu kau mengantarkanku pulang?" tanya Orihime dengan setengah tak percaya.

"Ya, memangnya salah jika aku ingin mengantarkanmu pulang," jawab Ichigo seraya diiringi senyuman.

Hati Orihime langsung berbunga-bunga mendengarnya dan tanpa sadar ia tersenyum kecil menatap Ichigo namun saat ia menoleh kesamping, Nelliel terlihat diam seraya menekuk wajahnya dan Orihime mengerti dengan gelagat dari kekasih temannya itu.

"Astaga!" Orihime terlihat panik menatap jam tangannya.

Sepasang kekasih itu terlihat bingung melihat tingkah Orihime yang dinilainya sedikit aneh.

"Ada apa Inoue?"

"Sudah hampir jam lima dan sepertinya aku harus segera pergi. Kalau begitu sampai jumpa besok Kurosaki-kun, Nelliel." Orihime terlihat melambaikan tangannya seraya berlari meninggalkan sepasang kekasih itu.

"Inoue tunggu…" teriak Ichigo, namun sayangnya temannya itu sudah keburu pergi jauh meninggalkannya bersama Nelliel.

Sejujurnya ingin sekali Orihime diantar pulang oleh Ichigo, namun mengingat kalau ada Nelliel disamping temannya itu, dan wajahnya yang terlihat sudah hampir menangis, membuat perasaannya menjadi tidak enak pada gadis cantik itu.

"Sayang sekali." batin Orihime yang terus berlari keluar dari sekolah.

X0X0X0X0X0X0X0X

Saat ini tengah terjadi kehebohan ditempat Orihime bekerja, semua teman-temannya terlihat kaget dan cemas melihat wajah Orihime yang terluka.

"Orihime, kenapa dengan wajahmu?" teriak Midoriko dengan histeris.

"Tenanglah Midoriko aku tidak apa-apa, ini hanya luka kecil saja kok," Orihime menanggapinya dengan santai.

"Dasar kau ini, jangan bersikap sesantai itu. Apa kau tidak tahu kalau wajah kita ini adalah asset kita untuk mendapatkan pasangan," omel Midoriko, yang merasa sedikit sebal dengan sikap santai dari Orihime.

"Hehehehe…" Orihime hanya terkekeh kecil menanggapinya dan tidak mau ambil pusing mengenai luka diwajahnya.

"Hei kalian berdua, cepat bekerja jangan mengobrol terus di pantry." omel Ryou yang dari arah depan seraya memberikan pesanan pada Ururu yang merupakan koki di café ini.

Midoriko dan Orihime-pun kembali bekerja, untuk sementara waktu Orihime bekerja di dapur untuk membantu Ururu dalam memasak hingga luka diwajahnya sembuh.

Kling,

Terdengar suara lonceng dari depan pintu masuk, Midoriko langsung berjalan kedepan dan menyambut pelanggan yang baru masuk kedalam café.

"Selamat datang di café ka…kami," Midoriko terlihat terpesona pada sosok pemuda tampan bersurai biru yang baru masuk kedalam café yang terlihat sangat keren dan modis sekali.

"Ya ampun tampannya," jerit Midoriko dalam hatinya.

Pemuda tampan ini langsung duduk dimeja dekat jendela dan Midoriko terlihat sedikit gugup melayani pemuda tampan ini, setelah melihat-lihat menu di café ini pemuda ini memesan makanan juga minuman special di café ini.

Midoriko terlihat berjalan tergesa-gesa menuju pantry untuk memberikan daftar menu pada Ururu dan saat ia masuk kedalam pantry gadis cantik ini terdengar berteriak dengan kerasnya.

"AAAA…Tampannya!" jerit Midoriko dengan histeris didekat pintu masuk pantry.

Mendengr suara jeritan dari Midoriko, Orihime dan yang lainnya langsung berlari menghampiri gadis cantik itu.

"Ada apa Midoriko! Mengapa kau berteriak seperti itu?" tanya Orihime dengan bingung.

"Apakah ada tikus?" sambung Ryou yang terlihat menoleh kenanan dan kekiri mencari binatang yang paling ditakuti oleh temannya itu.

"Aku tidak apa-apa, dan tidak ada tikus disini," ujar Midoriko yang masih terihat berbunga-bunga membuat teman-temannya bingung dan heran pada gadis bersurai hitam itu.

"Lalu, kenapa kau berteriak?" tanya Orihime dengan bingung.

"Apa kalian tahu, kalau ada pemuda super tampan yang datang ke café ini," ujar Midoriko dengan setengah berteriak.

"Apakah setampan itu, hingga membuatmu sampai seperti ini?!" Orihime memandangi cemas Midoriko yang terlihat senang sekali.

Karena penasaran Orihime dan Ryou keluar dari pantry untuk melihat pemuda yang tengah dibicarakan oleh Midoriko, raut wajah keduanya terlihat berbeda saat melihat pemuda bersurai biru yang tengah duduk santai didekat jendela café seraya mengutak-atik ponsel canggihnya.

"Midoriko benar, ternyata pemuda itu sangat tampan sekali," Ryou terlihat ikut terpesona melihat wajah pemuda itu.

Sedangkan wajah Orihime terlihat pucat pasi melihat pemuda bersurai biru itu, yang tak lain adalah Grimmjow orang yang sangat menyebalkan sekali disekolahnya.

"Grimmjow? Apa yang dilakukan olehnya disini?" batin Orihime yang masih mengamati gerak-gerik dari pemuda bersurai biru itu, yang tak lain adalah teman sekelasnya.

Ryou terlihat sangat terpesona dan jatuh hati pada Grimmjow, terlebih ada beberapa pelanggan café yang datang menghampiri pemuda bersurai biru itu untuk meminta tanda tangan atau sekedar berfoto membuat Orihime bingung dan penasaran dibuatnya.

"Ah, aku ingat siapa pemuda tampan itu," teriak Ryou seraya menjetikkan jarinya membuat Orihime kaget dengan perbuatannya.

"Memangnya dia siapa Ryou?" tanya Orihime dengan polosnya.

"Dia adalah Grimmjow Jaegarjaques, si top model yang terkenal itu," ujar Ryou dengan penuh kagum.

"Apa model?" gumam Orihime.

"Ternyata wajah aslinya sangat tampan sekali, aku jadi ingin berfoto bersama dengannya." Ryou terlihat sangat terpesona sekali pada Grimmjow.

Sementara Orihime merasa aneh dan bingung pada teman-temannya yang mengatakan kalau Grimmjow adalah pemuda yang sangat tampan dan keren sekali.

"Tampan dari mananya? Kurasa mata mereka semua bermasalah." gumam Orihime dalam hatinya, gadis cantik ini memutuskan untuk kembali kedalam pantry dan melanjutkan pekerjaannya.

Gadis cantik bersurai orange kecokletam ini tidak tertarik atau ikut-ikuttan seperti teman-temannya membicarakan tentang Grimmjow yang seketika langsung menjadi idola di café baik untuk teman-temannya juga pelanggan café ini.

.

.

.

Sudah lima hari ini Grimmjow tidak masuk sekolah, menurut kabar yang beredar kalau pemuda berusrai biru itu tengah berada di Hawai melakukan sesi pemotretan untuk sebuah majalah terkenal bersama dengan Lee Hana, model terkenal asal Negeri gingseng yang beberapa waktu lalu ikut sukses menjadi model parfume wanita dari perusahaan milik ibu Yumichika.

Bagi Orihime sendiri dengan ketidak hadiran Grimmjow disekolah membuat kehidupan disekolahnya menjadi tenang dan damai sekali.

"Kyaaa! Tampan sekali Grimmjow dimajalah ini," puji Senna yang merupakan salah satu fans berat Grimmjow disekolah ini.

"Kau bernar sekali Senna, Grimmjow terlihat sangat tampan dan keren sekali di majalah ini." sambung Hana yang merupakan teman baik Senna.

Kedua gadis ini terlihat sangat terpesona dan mengagumi Grimmjow dimajalah mode yang tengah mereka baca saat ini. Orihime merasa bingung dan heran dengan para gadis yang sangat tergila-gila dan mengidolakan Grimmjow, pemuda yang sangat menyebalkan sekali untuk Orihime.

"Haa~~" Orihime menghela nafasnya dengan cepat.

Gadis cantik ini menaruh tas sekolahnya dan duduk dimejanya, untuk mengisi waktu luanganya menunggu pelajaran mulai, Orihime membaca sebuah novel yang ia pinjam dari perpustakaan sekolah dan disaat ia tengah fokus juga serius membaca novelnya, tiba-tiba terjadi keributan dari para gadis dikelasnya karena kedatangan seorang pemuda bersurai merah yang merupakan Kapten klub basket sekolah ini.

"Ashido Senpai," teriak para gadis dengan histeris.

Pemuda tampan ini terlihat berjalan kearah Orihime dan gadis cantik bermata abu-abu itu tidak menyadari kedatangan Ashido sama sekali.

"Apakah kau yang bernama Orihime Inoue?" tanya Ashido dengan sopan.

Orihime mengangkat wajahnya dan menatap pemuda tampan itu, "Ya, ada apa?"

Ashido terlihat malah tersenyum penuh arti pada Orihime membuat gadis cantik itu dibuat bingung dengan sikap dari Ashido.

"Bisakah kita bicara sebentar," ajak Ashido yang mengundang teriakkan histeris para gadis yang syok juga kaget.

"Untuk apa? Lagipula aku tidak mengenalmu sama sekali," tolak Orihime dengan dingin.

Ashido malah terkekeh kecil melihat sikap Orihime dan mengatakan kalau gadis cantik itu tidak mengenalinya sama sekali padahal disekolah ini ia sangat populer dikalangan para siswi.

TING…TONG…

Bel masuk-pun berbunyi, para murid yang tengah berada diluar kelas terlihat mulai masuk dan duduk dibangku mereka masing-masing, Ashido masih berdiri disampig bangku Orihime padahal pelajaran pertama akan segera dimulai.

"Kenapa kau masih berada disini? Kembalilah kekelasmu," usir Orihime dengan ketus.

"Baiklah, tapi istirahat aku akan kemari lagi." ujar Ashido seraya beranjak pergi dari kelas Orihime.

Namun gadis cantik bersurai orange kecokelatan ini terlihat tidak terlalu menanggapi serius perkataan dari Ashido, sang Kapten klub basket juga teman dari Ichigo.

Baru juga pelajaran pertama dimulai, tiba-tiba saja Grimmjow terlihat membuka pintu kelas dan masuk kedalam kelas. Semua murid juga guru yang berada didalam kelas terlihat memandangi Grimmjow, namun pemuda tampan ini tidak terlalu memperdulikannya sama sekali dan terlihat berjalan santai menuju bangkunya.

Orihime terlihat berpura-pura tidak melihat Grimmjow dan mendiamkan pemuda tampan itu, namun tiba-tiba saja Grimmjow mendekatkan bibirnya tepat dikuping Orihime.

"Selamat pagi Hime." bisik Grimmjow seraya menggigit pelan kuping kiri Orihime.

Blush…

Wajah Orihime langsung merah padam karena perbuatan dari Grimmjow, ingin sekali ia berteriak namun tidak bisa dan harus menahan suaranya agar tidak keluar. Jika ia berteriak akan tidak terjadi keributan dikelas karena ulahnya itu.

Jika saja ini bukan ditengah-tengah pelajaran sudah pasti Orihime akan meninju wajah Grimmjow, baru juga Orihime merasa ketenangan disekolah ini akan tetapi iblis biru ini sudah kembali dari pekerjaannya dan mulai menggangu kehidupan tenangnya disekolah.

"Dasar cowok menyebalkan!" dengus Orihime.

Sementara itu Grimmjow terkekeh kecil dan tersenyum senang saat melihat wajah Orihime yang terlihat malu dan menahan kesal karena ulah darinya.

Selama jam pelajaran Grimmjow terlihat tertidur tenang dibangkunya tanpa ada satupun dari para guru juga murid yang lainnya berniat menegurnya atau membangunkannya.

Ting…Tong….

Tak terasa bel istirahat berbunyi pelajaran kelima-pun selesai dan kini waktunya untuk istirahat makan siang para murid terlihat keluar dari kelas untuk makan siang, Orihime juga bersiap-siap kekantin untuk makan siang namun saat ia baru keluar kelas ia melihat Ashido tengah berdiri didepan kelasnya.

"Kau?!" seru Orihime.

"Hai," sapa Ashido seraya tersenyum lima jari.

"Apakah kau mau kekantin Orihime?" tanya Ashido dengan ramahnya.

Para murid perempuan terlihat kaget juga syok melihat Ashido yang merupakan salah satu dari pangeran disekolah ini, bersikap baik pada Orihime dan secara terang-terangan mendekati gadis bersurai orange kecokelatan itu didepan mereka semua.

"Ya." sahut Orihime dengan datar.

"Kalau begitu ayo kita kekantin bersama." Ashido terlihat meraih tangan Orihime dan mengajaknya pergi kekantin.

Grep…

Tanpa diduga sama sekali kalau Grimmjow melepaskan tangan Ashido dari Orihime.

"Dia akan makan siang bersamaku." Grimmjow langsung membawa pergi Orihime dan menjauhkannya dari Ashido.

"Ekh!" Orihime terlihat kaget dan bingung dengan sikap Grimmjow.

Ashido terlihat terdiam mematung melihat Orihime dibawa pergi oleh pemuda bersurai biru itu dan para murid perempuan terlihat sangat syok, kaget juga marah pada Orihime yang dianggap mereka cewek penggoda karena berhasil merebut perhatian dari kedua cowok populer disekolah ini.

"Grimmjow Jaegarjaques." Desis Ashido dengan penuh amarah.

TBC

Fic ini terinspirasi dari drama Korea The Heirs namun jalan ceritanya akan jauh berbeda.

Terima kasih sudah mau membcanya.

Jika berkenan Read and Riviewnya.

Inoue Kazeka