Disclaimer : Tite Kubo
Rate : T
Genre : Romance, Hurt/Comfort, Friendship, Family
Pair : Grimmjow Jaegarjaques x Orihime Inoue
~ Hate or Love? ~
WARNING : Typo bertebaran dimana-mana, EYD amburadul, Penempatan tanda baca yang tidak sesuai, OOC, OCdan masih banyak kekurangannya.
PLEASE IF YOU DON'T LIKE DON'T READ
.
.
.
X0X0X0X0X0X0X0X
Orihime memandangi penampilannya dari atas sampai bawah, sesaat ia menatap heran juga bingung pada pantulan dirinya sendiri didalam cermin.
"Haaah~~" Orihime menghela nafasnya cepat.
Orihime merasa bingung harus berpenampilan seperti apa dan memakai pakaian apa, mengingat tak ada baju yang cukup bagus dan pantas menurutnya juga sesuai ke acara Grimmjow. Tapi jika Orihime tidak datang memenuhi undangan dari Grimmjow itu sama saja ia menggali kuburannya sendiri mengingat kalau pemuda bersurai biru itu akan membeberkan semua rahasianya sebagai pekerja paruh waktu disebuah cafe dan menjadi pengatar makanan di sebuah restaurant siap saji keseluruh sekolah.
Bila itu terjadi Orihime pasti akan dikeluarkan dari sekolah dan Ichigo berserta ayahnya akan menjadi malu karena perbuatannya.
"Sebenarnya aku malas untuk datang tapi jika menolak, pasti pemuda menyebalkan itu akan membongkar rahasiaku." Dengus Orihime seraya beranjak keluar dari kamarnya.
CEKLEK
Orihime keluar dari apartemennya dan tak lupa mengunci pintu.
Baru jua ia menuruni beberapa tangga ia melihat seorang pemuda mengenakan stelan jas mahal tengah berdiri didekat tangga seakan-akan tengah menunggunya dengan tersenyum lebar.
"Hai," sapa pemuda tampan bersurai merah ini ramah.
"Kau!?" seru Orihime kaget.
"Bukankah kau temannya si rambut biru? Kalau tidak salah namamu adalah Renji," kata Orihime mencoba mengingat-ingat nama dari pemuda bersurai merah panjang dihadapannya saat ini.
"Ya, kau benar sekali Orihime," sahut Renji.
GREP!
Renji langsung memegangi tangan Orihime lalu menariknya membawa gadis bersurai oranye kecokelatan kedalam mobil mewah yang terparkir didepan apartemen Orihime.
"Apa yang kau lakukan, aku..."
"Grimmjow menyuruhku membawamu kesalon untuk berdandan dan mengantarkanmu ke acara Fashion Show-nya. Jadi diamlah dan jangan banyak bertanya apalagi berpikir untuk kabur." Sela Renji searaya tersenyum lima jari.
Orihime hanya bisa diam dan tidak protes atau-pun berkata apa-apa pada Renji karena pemuda tampan ini hanya menjalankan perintah dari Grimmjow.
Sruk..
Orihime duduk tenang disamping kemudi.
"Pasang sabuk pengamanmu, Orihime karena aku akan mengebut." Renji menyalakan mobil sport mewah miliknya.
BUUUMMM
Renji langsung menggas mobilnya menuju salon dan berharap kalau dirinya serta Orihime tidak datang terlambat ke acara Fashion Show mengingat Renji sudah telat tiga puluh menit menjemput Orihime karena keasikan berkencan dengan sang kekasih, Rukia Kuchiki.
oOoOoOoOoOo
Tokyo Fashion Week adalah sebuah acara pagelaran fashion terbesar di Jepang dan dihadiri banyak desainner muda juga terkenal ikut menampilkan busana hasil rancangan mereka di acara yang akan diselenggarakan selama tiga hari di kota Tokyo. Para model professional pria maupun wanita akan memakai hasil rancangan para desainner dan memperagakannya di atas Catwalk termasuk dengan Grimmjow yang malam ini akan memakai baju hasil rancangan milik sang ibu, Rangiku Matsumoto sekaligus pemilik label perusahaan pakaian ternama 'Ginko' merek pakaiandan gaun-gaun mewah yang selalu dipakai oleh kalangan atas juga para selebritis ternama baik di dalam Negri maupun mancanegara.
Grimmjow sendiri sebenarnya tidak mau memakai pakaian hasil rancangan sang ibu tapi mengingat kalau dirinya dan sang ibu tidak sedikit akur bahkan sering beradu mulut karena Grimmjow sendiri sangat membenci ibunya.
"Kenapa juga aku harus memakai pakaian dari wanita tua itu." Batin Grimmjow kesal.
Sebagai seorang model yang profesional dalam pekerjaannya Grimmjow harus tetap menjalankan tugasnya sebagai model walaupun dengan berat hati ia melakukannya tapi Grimmjow akan bekerja semaksimal mungkin dan tidak membuat malu nama sang ibu.
"Apakah kau nyaman memakainya Grimmjow?" tanya wanita cantik bersurai orange bergelombang seraya membenarkan pakaian yang dikenakan oleh Grimmjow.
"Hn," sahut Grimmjow dingin.
"Ibu sengaja mendesainnya untukmu dan ini adalah tuxedo untuk acara per..."
"Cukup ibu! Aku tidak mau mendengarnya apalagi membahasnya di acara ini karena itu bisa membuat moodku jelek," sela Grimmjow ketus.
Rangiku tersenyum kecil mendengarnya, "Baiklah, tapi ibu akan membahas ini di rumah bersama ayahmu." Kata Rangiku.
"Terserah kalian saja. Tapi aku tetap menolaknya apapun yang terjadi." Dengus Grimmjow seraya pergi meninggalkan sang ibu beserta para asistennya.
Rangiku tersenyum sinis mendengarnya, "Kita lihat saja Grimmjow. Kau akan menuruti perkataan ibu juga ayahmu karena kau adalah boneka serta tambang emas kami." Gumam Rangiku searaya tersenyum licik.
TAP
TAP
TAP
Grimmjow berjalan cepat menuju ruang make up menemui Yumichika, karena mood Grimmjow langsung berubah jelek karena sang ibu membahas tentang pertunangannya dengan Nozomi yang beberapa hari lalu ditolaknya. Sebab Grimmjow tidak menyukai gadis bersurai hijau pendek itu terlebih ia tidak mau dijadikan boneka oleh orang tuanya demi keuntungan mereka berdua karena Grimmjow tidak mau bernasib seperti kedua orang tuanya menikah karena dijodohkan tapi tidak pernah bisa mencintai satu sama lain.
Dan kehadiran Grimmjow di dunia ini adalah sebuah kesalahan mengingat sang ayah selalu berusaha melenyapkannya beberapa kali tapi selalu gagal mungkin para malaikat serta Tuhan masih melindungi dan menjaganya. Ditambah dengan sikap sang ibu yang selalu dingin tak pernah menunjukkan perasaan kasih sayang padanya membuat Grimmjow sangat membenci keduanya.
TAP
TAP
TAP
Grimmjow menghampiri Yumichika sang sahabat yang ikut andil dalam acara malam ini. Pria feminim itu tengah duduk mendandani para model wanita.
"Hei, Yumichika," panggil Grimmjow.
"Ya," sahut Yumichika yang tengah sibuk mendandani wajah para model wanita.
"Apakah Renji sudah datang dengan gadis itu?" tanya Grimmjow.
"Belum, mungkin mereka berdua sedang dalam perjalanan," jawab Yumichika yang masih sibuk dengan pekerjaannya.
Grimmjow sedikit menekuk wajahnya karena merasa sebal juga kesal. Padahal sebentar lagi acara akan dimulai dan ia akan tampil memperagakan busana hasil rancangan sang ibu tapi batang hidung Orihime dan Renji belum terlihat juga.
"Kemana dia?! Kenapa belum juga sampai, apa dia mencoba mempermainkanku." Batin Grimmjow.
Grimmjow sengaja mengundang Orihime untuk melihatnya berlenggak-lenggok diatas Catwalk dan memamerkan pesona pada Orihime tapi sampai acara berlangsung hampir tiga puluh menit gadis bersurai oranye kecokelatan itu belum menunjukkan batang hidungnya bersama Renji ditempat ini membuat Grimmjow kesal.
"Grimmjow kini sekarang giliranmu." Ujar seorang pria dibalik panggung Catwalk.
Dengan perasaan kesal, sebal juga marah Grimmjow-pun mulai berjalan ke arah Catwalk dan bersiap-siap menjalankan tugasnya.
TAP
TAP
TAP
Saat ini Grimmjow tengah memperagakan busana dari sang ibu tapi iris birunya terus memperhatikan tiap derettan bangku penonton paling depan mencari sosok gadis bersurai oranye kecokelatan yang tengah dinantikannya.
"Sial! Ternyata dia belum datang." Umpat Grimmjow dalam hati.
Selama acara berlangsung Grimmjow terlihat diam karena menahan kesal juga marah pada Orihime dan yang membuat pemuda bersurai biru ini semakin marah adalah kedatangan Nozomi mantan calon tunangannya bukan Orihime.
Grimmjow bersumpah akan membuat Orihime menyesali perbuatannya karena sudah berani melawan perintahnya.
Tapi saat Grimmjow hendak kembali kebelakang panggung iris birunya menangkap Orihime dan Renji terlihat baru datang kemudian duduk dibangku yang sudah disiapkan. Senyuman tipis menghiasi wajah tampanya ternyata gadis bersurai orange kecokelatan itu benar-benar datang menghadiri acara ini.
"Sepertinya Grimmjow sudah memperagakan busana dari ibunya," ujar Renji pada Orihime.
"Apa ibunya adalah seorang Desainner?" tanya Orihime penasaran.
"Ya dan apa kau tahu label baju Ginko yang terkenal di Negara ini?" lirik Renji dengan mengerlingkan matanya.
Orihime menganggukkan kepalanya lalu menatap heran serta penuh tanda tanya pada Renji.
"Label pakaian mewah itu milik ibunya Grimmjow," ujar Reji seraya tersenyum lebar menatap Orihime.
"Apa?!" seru Orihime dengan wajah terkejut.
Orihime terdiam lebih tepatnya kaget mendengar pernyataan Renji barusan. Pantas saja jika setiap hari Grimmjow selalu memakai pakaian mewah, bagus serta modis. Ternyata pemuda bermata biru itu anak dari pemilik label pakaian mewah Ginko yang sangat terkenal di Jepang.
"Apa kau syok dan kaget mendengarnya Orihime?" goda Renji karena melihat wajah terkejut dari gadis bersurai oranye kecokelatan yang saat ini tengah duduk disebelahnya.
"Ti-tidak juga," elak Orihime seraya membuang wajahnya kesamping.
Renji tertawa kecil melihat reaksi serta jawaban dari Orihime, "Jika aku beritahu kalau Grimmjow adalah putra tunggal pemilik perusahaan internasional Jaeguar, apakah kau terkejut juga Orihime?!"
Kedua iris abu-abu milik Orihime melebar sempurna mendengarnya.
Apa? Putra tunggal sekaligus pewaris utama perusahaan raksasa yang terkenal itu. Pantas saja jika pemuda bersurai biru itu selalu bersikap angkuh, kurang ajar, sombong serta seenaknya.
Orihime mengumpat dalam hati karena mengetahui kenyataan siapa Grimmjow yang sebenarnya.
"Jika Grimmjow berasal dari keluarga kaya raya, mengapa dia masih bekerja sebagai model? Padahal dia akan mewarisi semua kekayaan dari kedua orang tuanya," selidik Orihime yang merasa penasaran pada kehidupan pribadi Grimmjow.
"Itu rumit untuk aku jelaskan dan sebaiknya kau tanyakan saja sendiri pada Grimmjow nanti," usul Renji jahil.
"Tidak mau." Tolak Orihime cepat seraya memandang ke depan.
Pandangan mata Orihime fokus melihat para peragawan serta peragawati yang tengah berlenggak-lenggok diatas Catwalk memperagakan busana hasil rancangan para Desainner ternama di negeri ini.
"Membosankan sekali." Keluh Orihime dalam hati.
Orihime merasa sedikit aneh serta tidak mengerti acara apa yang sedang didatanginya saat ini mengingat dirinya bukanlah orang yang modis atau-pun mengenal serta mengeti tentang fashion. Bagi Orihime, pakaian yang bagus itu adalah tahan lama, warnanya tidak mudah luntur dan yang terpenting harganya murah juga terjangkau dengan kantongnya serta nyaman digunakan.
"Huam!" Orihime menguap lebar menahan rasa kantuknya.
Acara Fashion show ini membuat Orihime mengantuk karena bosan dan disamping Orihime memang tidak mengerti juga paham dengan acara seperti ini. Jika diminta untuk berkomentar mengenai pakaian yang sedang diperagakan karena memang ia tidak mengerti tentang fashion apalagi tren baju apa yang tengah nge-hits saat ini.
"Kapan sih, acara ini selesai? Aku mengantuk sekali." Dengus Orihime dalam hati.
Salah satu tangan Orihime menutupi mulutnya, "Huaammm..."
"Kau mengantuk Orihime?" tanya Renji.
"Ya dan aku bosan sekali dengan acara ini," jawab Orihime seraya berbisik ditelinga Renji.
"Tahan sebentar, karena acara akan selesai," kata Renji.
"Baiklah." Ujar Orihime yang kembali memfokuskan kedua matanya melihat ke arah panggung.
Acara Fashion show ditutup dengan semua Desainner hadir diatas panggung seraya melambaikan tangan dan membungkukkan tubuh mereka ke arah penonton yang hadir untuk berterima kasih atas kehadirannya di acara ini termasuk ibu Grimmjow yang ikut hadir dan muncul dihadapan seluruh penonton.
"Orihime, itu ibunya Grimmjow," Renji menyenggol pelan tangan Orihime memberikan tanda.
Iris abu-abunya menatap penuh kagum pada wanita cantik bersurai orange panjang bergelombang, ibu kandung dari Grimmjow.
"Cantik dan anggun sekali." Batin Orihime.
Gadis cantik bersurai oranye kecokelatan ini tidak mengira kalau ibukandung Grimmjow secantik ini bahkan memiliki tubuh yang indan juga sexy, penampilannya-pun tidak seperti wanita berusia empat puluhan melainkan seperti gadis berusia dua puluh tahunan.
"Cantik dan elegan," celetuk Renji dan Orihime hanya melirik menatap pemuda bersurai merah disampingnya, "Ya, kau benar." Sahut Orihime.
Acara Fashion show selesai dan seluruh penonton terlihat mulai meninggalkan bangku mereka masing-masing.
"Haah~" Orihime bernafas lega karena acara sudah selesai dan itu berarti ia bisa segera pulang kerumah untuk beristirahat.
Tapi pemikiran serta keinginan Orihime tidak bisa terwujud karena Renji langsung membawanya kebelakang panggung menemui Grimmjow diruang ganti model.
"Mau apa kita kesini?" Orihime memandang horor sebuah pintu berwarna cokelat tua dengan tulisan 'Grimmjow Room'.
"Aku tidak mau kesana, aku mau pulang!" Tolak Orihime keras.
Grep!
"Sudah ayo kau masuk saja," Renji menarik tubuh Orihime masuk kedalam ruangan Grimmjow.
CKELEK...
Saat masuk Grimmjow tengah duduk santai disebuah sofa panjang berwarna hitam dan sudah berganti pakaian dengan sebuah kaos putih ketat dengan sebuah tulisan 'It's My Life' didepannya.
Senyum kecil menghiasi wajah tampan Grimmjow saat melihat Renji datang bersama Orihime tapi gadis cantik bersurai oranye kecokelatan itu berdiri diam didekat pintu masuk enggan untuk berjalan mendekat kearah Grimmjow.
"Kemarilah, Hime," Grimmjow melambaikan tangannya meminta Orihime untuk mendekat padanya.
Orihime berdiri memantung didepan pintu masuk, gadis cantik ini enggan untuk mendekat pada Grimmjow.
Wajah Grimmjow terlihat bete karena merasa perintahnya diacuhkan dan tak digubris oleh Orihime.
"Apa aku harus melakukan cara kasar agar kau mau mendekat?" ancam Grimmjow seraya menatap tajam Orihime.
Tapi hal itu tidak membuat Orihime takut dan gentar, ia masih berdiri diam didepan pintu masuk menatap malas dan sebal pada Grimmjow.
Mengerti akan suasana hati dari Grimmjow yang sedang tak baik, tanpa berkata sepatah kata-pun Renji langsung mendorong tubuh Orihime mendekat pada Grimmjow. Tubuh gadis bermata abu-abu itu terdorong kedepan lalu jatuh dengan indah dalam pelukkan Grimmjow.
BRUK
"Aaaaaa!" pekik Orihime kaget.
GREP
Grimmjow memeluk erat tubuh Orihime, "Terima kasih Renji, kau memang teman yang pengertian,"
Renji tersenyum lebar dengan mengangkat jempol kanannya pada Grimmjow.
"Le-lepaskan aku rambut biru!" ronta Orihime.
"Tidak mau, aku akan memberikan hukuman padamu karena datang terlambat juga tidak menuruti perintahku tadi," Grimmjow mengurung tubuh ramping Orihime dalam pelukkan posesifnya.
Orihime sangat risih sekali dengan perlakuan Grimmjow, "Salahkan saja temanmu yang datang terlambat menjemputku," Orihime membela diri.
Grimmjow melirik tajam pada Renji, "Benarkah itu?"
Renji tersenyum kaku dan sedikit salah tingkah pada Grimmjow, "I-itu...Ah, tadi jalanan macet," elaknya.
"Kau jangan membohongiku Renji, katakan saja yang sejujurnya kalau kau terlambat karena keasikan berkencan dengan Rukia," kata Grimmjow sinis.
Glek!
Renji menelah ludahnya susah payah dan keringat dingin mulai muncul didahinya, pria tampan bersurai merah ini tertawa kikuk menatap sahabat baiknya itu, "Ma-maafkan aku Grimmjow. Ta-tapi aku sudah membawa Orihime ke acara ini sesuai permintaanmu," ujarnya berharap Grimmjow mau memaafkannya.
"Baiklah, tapi..." ucapan Grimmjow terhenti karena pintu rungannya terbuka.
CKELEK...
Seorang wanita paruh baya bersurai orange bergelombang menghambur masuk dengan seorang gadis cantik bersurai hijau pendek berjalan dibelakangnya. Kedua wanita berbeda warna rambut ini menatap kaget juga syok melihat pemandangan didepan mata, dimana Grimmjow tengah memeluk mesra seorang gadis.
"Grimmjow! Siapa gadis itu!?" tanya sang ibu dengan nada tinggi.
Gadis cantik bersurai hijau pendek yang ikut masuk bersama sang ibu terlihat berdiri dibelakang tubuh Rangiku dengan wajah sedih bahkan air mata sudah menggenang dikedua matanya.
Sementara itu Renji hanya bisa berdiri diam sebagai penonton menyaksikan apa yang tengah terjadi saat ini.
Grep..
Grimmjow semakin memperat pelukkannya pada Orihime, "Dia adalah kekasihku, gadis pilihan hatiku," dikecupnya lembut pipi kanan Orihime membuat syok serta marah sang ibu.
"Jangan bercanda denganku Grimmjow! Putuskan hubunganmu dengan gadis itu, karena..."
"Cukup! Aku bukan boneka kalian berdua, aku memiliki gadis pilihanku sendiri dan aku tidak mau bertunangan dengan gadis itu atau gadis lainnya," Grimmjow menatap penuh arti pada Orihime lalu menatap sang ibu dingin, "Karena satu-satunya gadis yang kucintai dan inginkan adalah Orihime,"
JDGHEERR!
Bagai disambar petir disiang bolong itulah yang mungkin saat ini tengah dirasakan oleh Orihime serta Rangiku atas pernyataan Grimmjow barusan.
"A-apa?!" Orihime menatap syok Grimmjow, "Ja-jangan ber-bercanda denganku rambut biru," ujar Orihime bingung.
"Aku tidak bercanda dan aku serius dengan perkataanku, Hime," sahutnya dengan wajah serius.
Iris abu-abu milik Orihime melebar sempurna mendengarnya, bagaimana bisa pemuda tampan nan menyebalkan ini mengatakan dengan entengnya kalau ia mencintai Orihime dan menginginkannya. Jika saja yang mengatakan hal itu bukanlah Grimmjow mungkin Orihime akan merasa senang dan tersipu malu tapi tidak untuk saat ini, gadis cantik bermata abu-abu ini malah marah karena merasa dipermainkan oleh Grimmjow.
DRAP
DRAP
DRAP
Nozomi langsung pergi meninggalkan ruang ganti Grimmjow dengan berlinangan air mata.
"Nozomi-chan!" teriak Rangiku.
Wanita cantik bersurai orange menatap tajam serta penuh benci pada Orihime, "Kau sungguh keterlaluan Grimmjow, ibu dan ayahmu tidak akan membiarkan hal ini," ujar Rangiku kemudian pergi meninggalkan ruang ganti.
Wajah Grimmjow terlihat senang karena berhasil membuat sang ibu marah serta kesal.
Srek
Orihime berdiri menatap tajam Grimmjow.
PLAK!
Ditamparnya wajah Grimmjow oleh Orihime.
"Hei! Ap..." Grimmjow menatap kaget Orihime yang wajahnya terlihat menahan tangis.
"Kau sungguh keterlaluan rambut biru. Aku benci padamu!" teriaknya dengan berlinang air mata.
DRAP
Orihime berlari keluar meninggalkan Grimmjow dengan perasaan kesal serta sedih. Entah mengapa ia merasa seperti ini tapi dirinya sangat tahu kalau pemuda bermata biru itu memanfaatkan dirinya untuk membuat marah sang ibu serta sedih gadis cantik bersurai hijau itu yang kalau tak salah bernama Nozomi salah satu murid di SMA Alice Gakuen.
"Ck! Kenapa harus jadi seperti ini." Racau Grimmjow seraya mengacak-acak kasar rambutnya.
.
.
.
Hari ini cuaca tidak sedikit baik karena, sejak pukul empat pagi hujan turun membasahi kota Karakura dan udara juga terasa begitu dingin. Orihime mendesah sebal menatap langit yang terlihat mendung dari jendela kamarnya, padahal semalam ia sudah memasang boneka teru-teru bozu berharap kalau cuaca hari ini akan cerah. Tapi sepertinya boneka buatannya tidak berhasil cuaca pagi ini mendung bahkan hujan turun cukup deras.
Srek...
Orihime memakai jas hujan polos berwarna putih transparan, agar sepatu sekolahnya tidak basah Orihime memakai sepatu boots karet dan mengayuh sepedahnya ditengah hujan untuk pergi sekolah karena ia tidak mungkin untuk bolos masuk sekolah, sekali-pun hujan badai terjadi gadis cantik bermata abu-abu ini akan tetap pergi kesekolah mengingat ia adalah murid beasiswa disekolah Alice Gakuen.
TES
TES
TES
Hujan turun semakin deras dan tubuh Orihime merasa sedikit dingin walaupun ia sudah memakai jas hujan untuk melindungi tubuhnya dari terpaan air hujan.
Disaat Orihime tengah mengayuh sepedah penuh perjuangan menuju sekolah, tiba-tiba sebuah mobil sport berwarna merah melaju cepat disampingnya membuat sepedah Orihime oleng dan terjatuh ke sebuah selokan.
BRUK...
BYUR...
Orihime dan sepedahnya masuk kedalam selokan.
"Astaga!" teriak Orihime kesal.
"Hey, tunggu!" Orihime meneriaki pengendara mobil itu untuk meminta pertanggung jawaban tapi sayangnya mobil itu sudah melaju jauh dan sulit untuk Orihime kejar.
Seluruh tubuh Orihime basah serta bau terkena air selokan, bahkan ban depan sepedahnya penyok.
Ingin rasanya Orihime berteriak kencang meluapkan perasaan kesalnya. Dan kenapa pagi-pagi ini Orihime harus se-sial ini. Kedua lutut Orihime lecet karena tejatuh dari sepedah dan dengan sedikit tertatih Orihime mengangkat sepedahnya dari selokan.
"Bagaimana aku pergi kesekolah?" Orihime memandang bingung sepedahnya.
CKIEEETTT
Sebuah mobil mewah berhenti dibelakangnya, "Orihime?!" panggil seorang pria bersurai merah dari dalam sebuah mobil mewah.
Merasa dipanggil Orihime menolehkan wajahnya dan mencari tahu siapa yang memanggilnya, "Ashido-Senpai?!" serunya.
"Kau kenapa Orihime?" tanya Ashido bingung melihat penampilan Orihime yang basah kuyup serta sedikit kotor.
"Tadi aku terjatuh kedalam selokan," jawab Orihime.
"Apakah kau tidak apa-apa? Lalu bagaimana kau pergi sekolah, seragammu basah juga tubuhmu," Ashido menutup hidungnya, "Sedikit bau," ucapnya.
Orihime langsung mengendus-endus tubunya dan aroma tidak sedap menguar dari tubuhnya. Memang benar apa yang dikatakan oleh Ashido kalau tubuhnya bau, Orihime mundur teratur menjauh dari Ashido karena merasa malu dengan bau tubuhnya.
"Ma-maaf..." cicitnya.
"Kalau begitu naik mobilku saja dan masalah sepedahmu aku akan membelikan yang baru untukmu," Ashido menawarkan bantuan.
"Terima kasih atas bantuannya, Ashido-Senpai. Tapi maaf aku tidak mau membuatmu repot dan aku bisa memperbaiki sepdah milikku jadi anda tidak perlu membelikan yang baru untukku," Orihime membungkukkan tubuhnya sedikit lalu membawa sepedahnya yang roda depannya sedikit penyok berjalan menjauh dari mobil Ashido.
Orihime merasa kalau hari ini dirinya sangat sial, sudah jatuh tertimpa tangga pula mungkin itu yang tengah dirasakan oleh Orihime saat ini. Ditambah kenapa juga ia harus bertemu dengan Ashido mengingat pemuda tampan bersurai merah itu juga merupakan daftar pemuda yang tidak ingin didekati Orihime sama sekali.
GREP
Ashido menarik tangan Orihime dan membawanya masuk kedalam mobil. Orihime tediam bengong dengan aksi Ashido, "Se-Senpai..."
"Diamlah dan duduk dengan tenang di sini," Ashido langsung menjalankan mobilnya.
Orihime mendesah pasrah dan hanya diam duduk disamping Ashido. Gadis cantik bermata abu-abu ini berharap kalau para gadis yang merupakan fans dari Ashido tidak melihatnya dan mengamuk padanya karena merasa cemburu serta iri. Setibanya disekolah, Orihime langsung pergi ke loker baju untuk mencuci seragamnya dan menggantinya dengan seragam sekolah satunya lagi yang disimpannya di loker takut-takut kalau terjadi sesuatu, contohnya seperti ini.
TING TONG
Bel masuk sudah berbunyi dan Orihime sudah duduk manis dibangkunya membaca buku pelajaran tanpa ikut sibuk berbincang atau bergosip ria dengan teman-teman sekelasnya mengingat ia tidak memiliki teman dikelas dan sekolah ini karena hanya Ichigo yang dikenal serta dekat dengannya disekolah.
"Selamat pagi anak-anak," sapa Sensei.
"Selamat pagi juga, Sensei," balas semua murid bersamaan.
Pagi ini pelajaran pertama adalah Matematika dan Orihime terlihat antusia mendengarkan setiap penjelasan dari Sensei serta mencatata semuanya tanpa terlewat satu-pun. Kehidupan sekolah Orihime terasa damai dan tenang karena sudah seminggu ini Grimmjow tidak masuk sekolah setelah kejadian acara Japan Fashion Week beberapa waktu yang lalu. Karena pemuda tampan bersurai biru tengah berada di Paris, Perancis untuk menghadiri acara Fashion Show disana selama beberapa hari.
Orihime merasa senang dan damai dengan ketidak hadiran pemuda bersurai biru itu disekolah karena tidak akan mengganggu serta membully-nya.
Siang ini saat jam istirahat Isane, gadis yang pernah di bully oleh Grimmjow datang ke kelas Orihime, "Kau?! Ada apa kau kemari?" tanya Orihime datar.
"Bisakah kita bicara setelah pulang sekolah?"
"Untuk apa? Seingat-ku, kita berdua tidak memiliki masalah atau-pun hal yang bisa aku bahas denganmu," tolak Orihime dingin.
Isane meremas erat ujung roknya, "I-ini me-mengenai Grimmjow," ujar Isane gugup.
Alis Orihime naik ke atas satu menatap heran dan bingung gadis bersurai putih itu, "Lalu ada hubungan apa Grimmjow denganku?"
Isane terlihat gugup serta gelisah, "A-aku mohon padamu Orihime. Sepulang sekolah nanti aku akan menunggumu dibelakang sekolah," ujar Isane dan tak lama kemudian gadis cantik bersurai putih ini pergi meninggalkan Orihime.
Orihime hanya mendengus heran melihat sikap Isane yang menurutnya aneh dan tak biasa. Apakah gadis bersurai putih itu menyimpan perasaan suka pada Grimmjow?
Jika memang benar. Dari sisi mananya pria bersurai biru menarik. Memang wajahnya bisa dikatakan tampan, dengan dagu lancip, hidung mancung, bibir tipisnya yang terlihat sensual dan matanya yang berwarna biru lalu...
Orihime langsung memegangi kepalanya lalu mengacak-acak rambutnya pelan, "Kenapa aku jadi memujinya," ujarnya kesal.
"Argh...Menyebalkan." Kata Orihime sebal.
Gara-gara Isane, ia jadi membayangkan sosok Grimmjow dan membuatnya bersikap aneh.
TING TONG
Bel pulang berbunyi.
Orihime bersiap-siap untuk pulang dengan merapihkan semua buku serta peralatan tulisnya dan memasukkannya kedalam tas sekolah. Namun baru juga Orihime keluar dari kelas, ia menemukan Isane berdiri disamping pintu kelas.
"Kau?!" seru Orihime kaget.
"Hai," sapa Isane.
"Mau apa kau disini? Dan sejak kapan kau berada disini?" tanya Orihime bingung.
Isane hanya tersenyum kemudian menarik tangan Orihime membawanya pergi ke luar gedung sekolah dan tanpa sengaja Yumichika melihatnya.
"Bukankah itu Isane? Ada urusan apa Orihime dengan gadis itu?" Pikir Yumichika.
Karena merasa penasaran sekaligus diberi amanat oleh Grimmjow untuk menjaga serta mengawasi Orihime ketika pemuda bersurai biru itu tidak ada. Mau tidak mau Yumichika mengikuti Orihime dan Isane dari kejauhan.
Kedua mata Yumichika menyipit tajam ketika melihat Ashido dan beberapa teman prianya berjalan mengikuti Orihime serta Isane dari belakang. Hal ini membuatnya curiga dan merasa ada hal yang tidak beres sedang terjadi.
Dan benar saja, Yumichika melihat Ashido membekap mulut Orihime dari belakang dan membawa paksa masuk gadis bersurai oranye kecokelatan itu kedalam mobil sedangkan Isane hanya berdiri diam melihatnya tanpa berniat melakukan apa-apun terlebih berteriak meminta pertolongan.
.
.
.
Bandara Narita.
Seorang pemuda tampan bersurai biru dengan mengenakan kacamata hitam yang tengah in saat ini berjalan santai mendorong trolly berisikan tas miliknya. Pemuda ini sedikit menjadi pusat perhatian para gadis disekitar bandara karena penampilannya yang dinilai modis serta keren.
"Selamat datang Tuan muda," sapa seorang pria berpakaian serba hitam.
KLEK
Dibukakan pintu bagian belakang, "Silahkan masuk, Tuan muda."
"Terima kasih, Kija." Ujarnya seraya masuk kedalam mobil dan duduk nyaman dibelakang kemudi supir.
Hari ini Grimmjow pulang dari Perancis setelah menghadiri acara Fashion Show terbesar di sana selama beberapa hari dan meninggalkan sekolah serta teman-temannya demi pekerjaannya sebagai model internasiolan.
Seluruh tubuh Grimmjow terasa pegal dan dirinya benar-benar lelah serta mengantuk setelah melakukan perjalanan jauh dari Perancis ke Jepang. Ditambah selama didalam pesawat Grimmjow tidak bisa tidur sama sekali karena memikirkan tentang Orihime dan hal ini membuatnya kesal serta bingung.
"Kija, tolong kau antrkan aku ke rumah Yumichika," ujar Grimmjow pada supir pribadi keluarganya itu.
"Tapi, Tuan muda..."
"Sudah kau turuti saja perkataanku. Aku sedang malas pulang kerumah dan ingin berisitrahat di rumah Yumichika karena malas mendengar ocehan nenek tua itu," sela Grimmjow sinis.
"Baik Tuan muda." Sahut pria bersurai cokelat pendek ini.
Grimmjow menyenderkan kepalany yang terasa pusing.
DEG'
Tiba-tiba perasaan Grimmjow tidak enak dan pikirannya terus memikirkan tentang Orihime entah apa yang sedang terjadi dengan gadis bersurai oranye kecokelatan itu mengingat sudah seminggu ini ia tidak masuk sekolah dan bertemu dengannya setelah kejadian waktu itu.
"Kenapa aku jadi memikirkannya." Batin Grimmjow bingung.
Deg
Deg
Deg
Perasaan Grimmjow semakin tak enak dan ini tidak biasanya terjadi.
"Aku akan mencoba menghubunginya," Grimmjow meraih ponsel canggih miliknya dan langsung menekan tombol dua di ponselnya.
Tuuuuuutttttt...
Orihime tidak mengangkatnya sama sekali, "Kenapa tidak diangkat sih!" dumel Grimmjow yang masih mencoba menghubungi Orihime tapi tidak diangkat juga membuatnya kesal.
BUGH
Grimmjow meninju kursi didepannya, "Sial!" racaunya.
Kaji yang berada dikursi kemudi terlihat takut serta heran pada Grimmjow karena tiba-tiba marah setelah menelpon seseorang.
Ddddrrrtttt...
Ponsel milik Grimmjow bergetar dan ketika dilihat ternyata Yumichika yang menghubunginya.
"Ada apa Yumichika?" tanya Grimmjow ketus karena saat ini suasana hatinya sedang kacau.
"Grimmjow cepatlah datang kemari, ada hal gawat terjadi pada Orihime," jawab Yumichika panik.
Kedua iris biru milik Grimmjow melebar sempurna, "A-apa?!"
Raut wajah Grimmjow terlihat syok dan kaget mendengar berita yang didengar dari Yumichika, "Baiklah aku segera kesana." Grimmjow menutup ponselnya kasar lalu meminta Kaji memutar arah dan mengantarnya kesebuah gudang tak terpakai dekat tapi pantai.
Dengan kecepatan tinggi Kaji melajukan mobilnya sesuai dengan permintaan sang Tuan muda. Grimmjow sendiri duduk gelisah sambil terus meremas erat kedua tangannya menahan gejolak emosi hatinya.
"Ashido." Desisnya penuh kebencian dan amarah.
TBC
A/N : Hallo apa kabar?
Apakah masih ada yang menunggu dan menantikan Fic ini?
Mohon maaf Inoue baru bisa melanjutkan kembali Fic ini#Bungkuk badan dalam-dalam.
Karena sibukan didunia nyata dengan setumpuk pekerjaan, mentok ide dan jarang memiliki waktu luang hal hasil Fic ini terbengkalai. Untuk kelanjutan Fic ini mungkin akan dilanjutkan tahun depan mengingat Inoue akan HIATUS hingga akhir tahun karena banyaknya kegiatan serta pekerjaan di dunia nyata yang menyita waktu serta tenaga.
Inoue sangat berterima kasih kepada yang sudah memberikan riview di Fic ini walaupun tidak banyak^^ Tapi Inoue cukup senang karena masih ada yang menyukai Fic ini dan menjadi penyemangat untuk saya melanjutkan Fic ini hingga tamat#Entah sampai chapter berapa.
Maafkan Inoue tidak bisa membalas Riview yang sudah masuk tapi Inoue merasa senang ketika membacanya.
Inoue mengucapkan banyak terima kasih kepada siapapun yang sudah mau membaca Fic ini apalagi jika berkenan memberikan Riviewnya.
Inoue Kazeka.
