No!
.
By donini
.
Chanyeol, Park
Kyungsoo, Do (GS)
Minseok, Kim (GS)
Baekhyun, Byun
.
.
.
Kyungsoo hanya diam di tempat duduknya, sangat kontras dengan keadaan sekitarnya yang begitu riuh memekakkan telinga dan memusingkan kepala. Kyungsoo bahkan seperti tak merasa terganggu dengan itu, tak peduli. Pikirannya kacau melihat sang idol sedang ada tak jauh darinya. Rasanya ingin menangis menjerit-jerit saat Chanyeol dan Baekhyun menunjukkan kemesraan mereka yang mendapatkan teriakkan dari para fan, rasanya ingin berlari keluar dari gedung saat itu terjadi, tapi ia tak tega meninggal Minsek sendirian.
"Kyung, ayolah, jangan hanya diam."
Kyungsoo menatap Minseok yang berdiri di sampingnya. Minseok begitu bersemangat dengan spanduk kecil bertuliskan 'ChanBaek' yang sedari tadi ia angkat tanpa lelah.
"Aku lelah." Minseok mendengus. Kyungsoo bahkan sejak tadi tak melakukan apapu selain duduk dan memperhatikan dengan tenang.
"Terserah kau saja." Minseok kembali fokus dengan spanduk kecil yang ia design sendiri, membiarkan Kyungsoo kembali menikmati acara melamunnya.
Sebenarnya sejak tadi Kyungsoo ingin sekali berteriak seperti yang lain, hanya saja dengan kata-kata yang berbeda. Kyungsoo ingin berteriak menolak hubungan Chanyeol Baekhyun yang sukses membuatnya uring-uringan sebulan belakangan ini, tapi ia masih waras. Kyungsoo tak mau mendapatkan cacian dari para ChanBaek shipper yang mendominasi gedung ini dan pulang dengan wajah babak belur.
Acara hampir selesai, kini member EXO sedang duduk di sebuah meja panjang yang disediakan panitia, siap membubuhkan tanda tangan dan mengucapkan terima kasih kepada fan yang telah hadir.
Satu persatu fan mengantri untuk mendapatkan tanda tangan mereka, banyak dari mereka yang berebut untuk bisa mendapatkan tanda tangan lebih dulu. Berbeda dengan Kyungsoo, gadis itu bahkan tak ingin berdesakkan, ia menarik Minseok yang hendak ikut mengantri dengan fan lain, menyuruh Minseok kembali duduk.
"Yak! Aku ingin ikut mengantri, Kyungsoo!"
"Nanti saja. Kita yang terakhir." Minseok menatap Kyungsoo dengan jengkel. Minseok itu bukan tipe orang penyabar, dan Kyungsoo menyuruhnya sabar menunggu antrian panjang yang entah kapan akan selesai.
Antrian mulai menipis, gedung juga mulai sepi. Setiap fan yang sudah mendapatkan tanda tangan diharuskan keluar dari gedung, menghindari kekacauan. Minseok dan Kyungsoo mulai ikut berbaris di barisan paling akhir. Kyungsoo benar-benar menginginkan posisi akhir.
"Terima kasih sudah datang." Jongin mengucapkan terima kasih kepada seorang fan yang masih menggenakan seragam di balik jaketnya, Kyungsoo berdiri di belakang Minseok yang berdiri tepat di belakang fan itu.
"Halo, Jongin-ssi." Minseok menyerahkan sebuah note kepada Jongin.
"Halo, siapa namamu?" Jongin membubuhkan tanda tangannya pada note yang tadi Minseok berikan.
"Minseok."
"Minseok, terima kasih sudah datang." Jongin tersenyum saat Minseok kembali mengambil note-nya.
Setelah Jongin, Chanyeol. Begitu Minseok menyapa Chanyeol, Kyungsoo menggigit bibirnya, berusaha menahan tangis yang sejak awal tadi ia tahan.
"Halo?" Kyungsoo mengusap wajahnya gusar.
"Kau tak apa, agashi?" Jongin menyentuh tangan Kyungsoo yang berpegangan pada sisi meja, Kyungsoo tersingkap.
"Ah, ne." Kyungsoo mengeluarkan sebuah poster Jongin dari tasnya, menyerahkannya pada Jongin untuk ditanda tangani.
Meskipun terkesan tak berminat untuk mengikuti fanmeet ini, tapi Kyungsoo tetap menyiapkan semuanya dengan baik. Bagaimana pun juga, jiwa fangirl Kyungsoo masih begitu kental.
"Siapa namamu?" Jongin tersenyum menatap Kyungsoo yang menatap Chanyeol sambil melamun. "Agashi?"
"K-kyungsoo. Namaku Kyungsoo." Kyungsoo menggigit bibirnya, merasa ia telah merepotkan Jongin karena ia melamun.
"Kyungsoo, Kyungie, Sooie." Kyungsoo menatap Jongin yang masih menunduk, masih menggoreskan beberapa tetes tinta yang ia bentuk menjadi tanda tangannya.
"Terima kasih sudah datang, dan jangan melamun lagi, okay?" Jongin mengembalikan poster itu pada Kyungsoo sambil tersenyum, membuat pipi gembil kyungsoo merona malu. Idolanya baru saja memergokinya saat sedang melamun, memalukan!
"Terima kasih, Jongin-ssi. Makan yang banyak dan jangan lupa istirahat, okay." Kyungsoo sedikit membungkukkan tubuhnya, membuat Jongin terkekeh dengan sikap Kyungsoo itu. Menggemaskan.
Kini Kyungsoo berhadapan dengan Chanyeol, sedangkan Minseok sedang meminta tanda tangan Baekhyun yang duduk di sebelah Chanyeol. Bibir heartshapenya ia gigit, ia tak yakin dengan ini. Ia takut hatinya tak siap. Ia takut kejadiannya dengan Yoora kembali terulang.
"Halo." Suara bass Chanyeol mengembalikan Kyungsoo kepada kenyataan.
"H-hai." Kyungsoo menyerahkan poster Chanyeol untuk diberi tanda tangan.
"Kau sedang sakit, agashi?"
"Tidak." Entah kenapa, tapi Kyungsoo menjawab itu dengan cepat, seolah ia tak ingin Chanyeol untuk bertanya lebih lanjut.
"Boleh aku tanya sesuatu?" Chanyeol menghentikan gerak tangannya, menatap Kyungsoo yang sedang menatapnya penuh harap.
"Iya, silahkan saja."
"Bagaimana keadaan ibumu? Apa dia baik-baik saja?" Kyungsoo bisa melihat dengan jelas mata Chanyeol sedikit membesar, begitu pula dengan Baekhyun yang menghentikan gerak tangannya yang sedang memberikan tanda tangan untuk Minseok. Minseok bahkan sampai menoleh ke arah Kyungsoo.
"Ibuku? D-dia baik-baik saja." Chanyeol mengulum bibirnya, terkesan seperti sebuah senyum yang dipaksakan.
"Benarkah? Waktu itu kakakmu hadir sebagai pembicara di kampusku, aku bicara cukup banyak dengannya."
"B-benarkah? Aku sudah lama tak bertemu dengannya."
"Dan dia bilang ibumu sakit semenjak ia mendengar beritamu dengan Baekhyun. Apa sekarang beliau sudah sembuh?" Kyungsoo mengencangkan cengkramannya pada tali tasnya.
Rahang Chanyeol mengeras, Baekhyun menatap Kyungsoo dengan mata sendu. Bukan hanya Baekhyun, tapi semua orang yang masih ada di gedung itu juga menatapnya, hanya saja dengan cara yang berbeda.
"Kyung, apa yang k-" Minseok berdecak kesal saat Kyungsoo memotong ucapannya.
"Kakakmu juga bilang jika ayahmu marah besar. Ia sudah coba untuk menghubungimu tapi kau tak pernah menjawabnya. Kau bahkan tak membalas panggilannya." Ujung mata Kyungsoo menatap seorang fan yang berdiri di depan Minseok, orang itu seperti seekor elang yang siap menerkam mangsanya.
"A-aku, aku hanya terlalu sibuk."
"Terlalu sibuk atau takut menghadapi mereka?" Kyungsoo menaikkan sebelah alisnya, menatap Chanyeol dengan tatapan menantang. Masa bodo dengan tatapan orang terhadapnya.
"Kyungsoo-ssi, kau bicara apa?" Jongin keluar dari balik mejanya, menghampiri Kyungsoo.
"Aku bicara tentang temanmu, Jongin-ssi." Kyungsoo bahkan masih bisa tersenyum di saat hatinya sedang bergemuruh tak karuan.
"Yak! Apa yang kau bicarakan tentang oppaku? Kau ingin menjatuhkan imagenya, eoh?" fan di depan Minseok ikut menghampirinya, untung saja Minseok menghalangi.
"Aku bukan ingin menjatuhkan imagenya. Aku hanya ingin memberitahunya jika keluarganya kecewa atas beritanya dengan Baekhyun. Yoora-ssi bahkan sampai mengurung diri selama seminggu setelah berita itu tersebar." Kyungsoo berbalik menghadap fan yang masih berusaha melepaskan diri dari Minseok.
Semua member EXO dan fan yang masih ada di dalam gedung terdiam. Menatap Kyungsoo dengan pandangan beragam. Ada yang menatapnya tak percaya, jengkel, benci, yang jelas Kyungsoo tak peduli. Ia hanya ingin mengingatkan Chanyeol dan sedikit mencurahkan kekecewaannya dengan Chanyeol.
"Maaf jika mungkin ucapanku menyakitimu, Chanyeol-ssi. Aku hanya ingin memberitahumu, dan sedikit mengutarakan kekecewaanku padamu sebenarnya." Kyungsoo terkekeh di akhir kalimatnya. "Apa kau sudah selesai menandatangani posterku?" Kyungsoo melirik poster yang masih di pegang Chanyeol.
Chanyeol menggelengkan kepalanya, mencoba fokus kembali.
"I-ini. Terima kasih sudah datang."
"Jangan lupa untuk menghubungi keluargamu." Kyungsoo tersenyum.
Kyungsoo hendak melangkah maju untuk mendapatkan tanda tangan Baekhyun, tapi langkahnya terhenti saat fan yang tadi di tahan Minseok menamparnya, menjambak rambutnya dan juga memakinya sambil berteriak.
"Neo saekki-ya! Oppaku tidak seburuk itu!" fan itu mendorong Kyungsoo hingga terjatuh di bawah kaki Jongin, menendang Kyungsoo, memukul, menampar,menjambak. Dan Kyungsoo sudah pasrah dengan itu.
"Apa yak kau lakukan pada temanku. Hey! Yak! Kau gila!" Minseok mencoba menjauhkan Kyungsoo dari serangan fan itu, tapi sepertinya tenaga Minseok tak sebanding dengannya.
"Agashi, hentikan!" Jongin ikut melerai.
"Jinah-ah, hentikan! Apa yang kau lakukan? Berhenti!" seorang fan lain ikut melerai, sepertinya temannya.
Kyungsoo sudah terbebas dari serangan Jinah—fan yang tadi menyerangnya—berkat bantuan Youngji—teman Jinah—yang ikut menenangkan Jinah.
Kini Kyungsoo tergeletak tak berdaya, Jinah masih berusaha untuk menyerang Kyungsoo lagi jika saja Youngji dan Chanyeol tak menahannya. Minseok merapikan beberapa anak rambut yang kusut menutupi wajah Kyungsoo yang penuh dengan lebam, sudut bibirnya bahkan sampai mengeluarkan darah.
"Kyungsoo-ya, kumohon tetaplah sadar, Kyungsoo-ya!" Minseok nyaris menangis saat melihat Kyungsoo yang diambang kesadaran, napas Kyungsoo bahkan terdengar begitu berat dengan sesekali terbatuk.
"Bawa saja kerumah sakit." Jongin menyelipkan tangannya di antara kedua lutut dan juga tengkuk Kyungsoo, membopongnya untuk membawanya ke rumah sakit.
Chanyeol hanya diam sambil menahan Jinah yang masih terselimuti emosi, matanya menerawang setelah mendengar ucapan Kyungsoo. Apa ia sungguhan seburuk itu?
.
.
.
To be continue
.
Halooo! Update nih, hehe! Ada yang nunggu ga? (pengen banget ditunggu?) btw, makasih untuk yang udh review, fav, follow, sider, terima kasih!
Maaf kalau chap ini mengecewakan dan bikin jengkel atau apalah. Otak nini lagi buntu, hehe!
Jangan lupa review lagi biar nini makin semangat yaa!
.
.
.
Review juseyo?
.
Donini.
