No!

.

By donini

.

Chanyeol, Park

Kyungsoo, Do (GS)

Minseok, Kim (GS)

Baekhyun, Byun

.

.

.

"Apa ada cara lain agar kau bisa memaafkan Chanyeol?" Baekhyun melangkah sedikit lebih dekat dengan Kyungsoo. Pria dengan ciri khas eyeliner itu menatap Kyungsoo dengan sendu yang malah mendapat balasan sinis dari Kyungsoo.

"Ada." Kyungsoo membenarkan posisi duduknya yang sepertinya mulai terasa tak nyaman. Kyungsoo gugup sebenarnya. "Tapi aku tak yakin kekasihmu itu bisa mengabulkannya." Penakanan begitu kentara di kata 'kekasih' yang Kyungsoo ucapkan.

Chanyeol merasa keringat di telapak tangan dan dahinya semakin banyak dan begitu membuatnya merasa semakin tegang. Menjilat bibirnya yang terasa kering sebelum berkata, "Katakan. Apa saja akan aku lakukan."

"Well," Kyungsoo melakukan hal yang sama dengan Chanyeol; menjilat bibir heartshapenya yang mendadak kering. "Putuskan hubunganmu dengan Baekhyun dan jadilah kekasihku."

.

—No!—

.

Gila. Kyungsoo tahu apa yang baru saja keluar dari mulutnya itu gila. Lebih gila dari Minseok yang mendukung Chanyeol Baekhyun. Lebih gila dari dari segala macam hal gila yang pernah ia lakukan. Ini sungguhan lebih dari gila.

Dan Kyungsoo sungguhan sudah gila.

Well, lelaki tinggi dengan telinga peri itu adalah tersangka utama atas kegilaan Kyungsoo.

Lelaki yang kini tengah membulatkan matanya yang sudah bulat dengan bibir yang mengatup rapat. Tubuh tingginya menegang tak bergerak bagai patung yang dipajang di etalase toko pakaian. Napasnya tercekat, seperti ada sesuatu yang menghalangi udara masuk dan keluar dari paru-parunya.

Kyungsoo mencoba menenangkan lebih dulu degup jantungnya yang mengila seperti otak dan pikirannya. Mencari posisi duduk ternyaman agar ia siap menghadapi yang akan terjadi nanti. Mengambil napas dengan rakus secara diam-diam seperti tikus liar di selokan seberang rumahnya.

Hening di antara sembilan muda-mudi itu. Tak ada yang berniat untuk memecahkan keheningan. Bahkan jarum jam pun seolah ikut bungkam setelah Kyungsoo mengucapkan kalimat gilanya itu. Luhan yang biasanya akan setia mengomentari setiap ucapan yang dilontarkan Kyungsoo juga ikut bungkam tak mau bicara.

Luhan tak mau ikut masuk ke dalam masalah yang ia tak tahu akarnya dimana.

Di tengah keheningan, Kyungsoo malah terkekeh renyah tanpa dosa. "Kau menganggapnya serius?" Matanya tepat menatap Chanyeol yang masih terdiam.

Baekhyun menundukkan kepalanya. Mata sipit berhiaskan eyeliner itu terpejam; mencegah airmata yang ingin menampakkan diri dan turun.

"Aku hanya bercanda. Don't take it seriously." Bibirnya mengulas senyum bermakna licik. Selain pandai berdebat, Kyungsoo juga pandai membuat orang merasa ingin mati.

"Kyungsoowl!" Minseok masuk sambil berteriak sedikit teredam karena masker yang ia kenakan. Langkahnya yang sedikit melompat berhenti ketika melihat siapa saja yang ada di dalam kamar rawat Kyungsoo.

"OMO!" Mata sipitnya membulat. "E-EXO."

Minseok berjalan mundur menghampiri ranjang Kyungsoo; matanya tak mau lepas dari ketujuh pria tampan yang sedang berdiri tak berapa jauh darinya itu. Bibir yang tertutup maskernya ia bekap dengan kedua tangannya. Matanya masih membulat tak percaya.

"Mwo?" Kyungsoo menatap garang pada Minseok saat sahabat berpipi bakpaonya itu menatapnya seolah ia adalah seorang pencuri ulung yang sudah lama menjadi incaran.

Minseok menggulirkan bola matanya ke arah EXO, mengisyaratkan Kyungsoo untuk memberitahunya bagaimana bisa idola mereka bisa ada disini.

Kyungsoo berdecak.

"K-kyungsoo-ssi." Itu Baekhyun. Kepalanya yang menunduk ia angkat. Matanya terlihat memerah, begitu juga dengan hidungnya. Wajahnya pucat pasi seperti orang yang dehidrasi. "A-aku akan putus dengan Chanyeol."

Kyungsoo melebarkan matanya. Sial! Baekhyun ini pasti sedang bercandakan?

Tadi itu Kyungsoo sungguhan hanya bercanda, tak ada niat sedikitpun untuk melakukan itu. Meskipun Kyungsoo mengucapkan itu dengan nada menyindir dan penuh dengan kesinisan, tapi sungguhan tak ada niatan untuk mengucapkan itu secara serius.

Demi semua photobook yang Kyungsoo simpan dengan rapi! Ia mengutuk dirinya sendiri ke neraka paling kejam!

Heol! Jika Baekhyun memutuskan hubungannya dengan Chanyeol karena ucapannya tadi, itu artinya Kyungsoo perusak hubungan orang 'kan? Oh God! Kyungsoo paling benci dengan itu! ia selalu mengutuk orang yang merusak hubungan orang lain. Dan sekarang ia yang menjadi si perusak itu? seseorang tolong pukul kepala Kyungsoo dengan keras sampai ia hilang ingatan dan melupakan semua ini.

"B-baek." Chanyeol menyetuh bahu Baekhyun. "K-kau—"

"Ayo kita akhiri hubungan kita, Yeol."

Minseok mengerucutkan bibirnya kesal. Tangannya ia lipat di depan dada. Kaki kirinya ia tumpuk di atas kaki kanannya. Pipi yang tersapu blush on warna oranye itu mengembung seperti anak kecil yang tak dibelikan permen, coklat dan balon. Mata sipitnya menatap tajam ke arah Kyungsoo yang sedang asik memakan buah-buahan yang baru saja dikupas Luhan.

Kyungsoo sadar jika sedari tadi Minseok melihatnya dengan tatapan tajam seolah ada pisau tak kasat mata yang menusuknya. Tapi ia tak peduli.

Sahabatnya itu kesal, marah, dan segala bentuk kebencian lainnya karena Baekhyun dan Chanyeol resmi berpisah di hadapan matanya karena Kyungsoo. Eksklusif.

Baekhyun dan Chanyeol sungguhan berpisah. Baekhyun sungguhan mengikuti ucapan gila Kyungsoo tadi. Meskipun sepertinya Chanyeol terpaksa mengakhiri hubungannya dengan Baekhyun. Berakhir pula juga segala macam tameng sinis dan teman-teman lainnya yang Kyungsoo pakai.

Kyungsoo mengambil ponsel pintarnya di samping nakas ranjangnya. Membuka aplikasi internet untuk membuka account twitternya; mencari berita terbaru tentang idolanya yang lain. Selain EXO, Kyungsoo juga mengidolakan BTS dan BIGBANG.

Jemari lentiknya dengan perlahan tapi pasti terus mengusap layar ponselnya, terus membaca setiap kata yang mampu layar ponsenya tampilkan. Sesekali meretweet sesuatu yang sepertinya harus ia bagi dengan followersnya yang mungkin belum tahu tetang itu. Tak ada berita baru tentang idolanya sepanjang ia menjelajah isi yang ada pada timeline twitternya. Hanya foto-foto baru dan lama yang fanbase ataupun fansite unggah.

Tak ada sampai ia melihat sebuah retweet-an.

Ada fotonya yang sedang tergeletak tak berdaya setelah Jinah menyerangnya dengan beringas dengan caption;

'Gadis ini sungguh memalukan. Ia ingin merusak image oppa kita. Dia berkata seolah ia sungguhan tahu tentang keluarga Chanyeol. Terima kasih kepada temanku yang sudah menghajarnya sampai sekarat. Aku harap dia sungguhan sekarat.'

Jantungnya tiba-tiba saja melemah nyaris berhenti berdetak. Tangannya langsung berkeringat begitu pula dengan dahinya. Mulutnya sedikit terbuka tak percaya dengan apa yang baru saja dibacanya. Aku berharap dia sungguhan sekarat. Kata-kata itu bagai ribuan belati yang dilempar dengan sekuat tenaga dan menghantam setiap sudut tubuhnya. Rasanya begitu sakit dan menyesakkan.

Siapa orang yang telah mengupload fotonya ini dengan caption yang begitu kejam?

Terima kasih kepada temanku yang sudah menghajarnya sampai sekarang. Apa pelajar yang waktu itu memisahkan Jinah darinya?

Kyungsoo mencoba menguatkan jemarinya yang bergetar untuk melihat bagaimana respon yang lainnya.

Apa yang gadis itu katakan tentang oppaku?

Jika itu benar, aku juga beharap gadis itu sungguhan sekarat.

Crazy girl!

Wow! Dia sungguh mengejutkan.

Apa yang dia bicarakan hingga kau mendoakan keburukan untuknya?

Dan berbagai macam lagi yang Kyungsoo tak sanggup untuk membacanya. Matanya sudah berair dan mengeluarkan bulir demi bulir air mata. Ia tak mengira jika ada seseorang yang mengambil fotonya dan mengunggahnya ke sosial media.

Kyungsoo membuka tab mention. Tumben sekali banyak mention yang masuk. Ada 999+.

Air mata semakin deras mengalir dari kedua mata bulatnya. Ada lebih banyak lagi kebencian di dalam kolom mentionnya. Ada beberapa yang memberi simpati dan juga dukungan, tapi tetap saja semuanya lebih dominan pada kebencian. Apalagi saat sebuah account memberinya sebuah link artikel yang memuat kekacauan yang ia buat di fanmeet EXO tempo hari.

"Kyung?" Minseok mengubah tatapannya menjadi penuh tanda tanya. "Kau kenapa?"

Meskipun kesal dengan Kyungsoo, tapi Kyungsoo tetaplah sahabat terbaik Minseok. Ia tak pernah tega melihat Kyungsoo bersedih apalagi sampai menangis. Melihat Kyungsoo yang menyebalkan lebih baik daripada melihat Kyungsoo yang menangis.

Kini tak hanya air mata yang keluar mengaliri pipinya. Isak tangisnya juga menyusul memberikan kesan lebih menyedihkan pada Kyungsoo. Ia menjerit tertahan. Wajahnya sudah basah oleh air mata yang coba ia tepis berkali-kali. Hidungnya memerah seperti badut.

"Yak! Kenapa kau menangis?" Tanya Luhan. ia menghentikan kegiatannya mengupas buah untuk Kyungsoo.

"Aku jahat!" Tangannya memukul dengan cukup keras bagian dada dekat jantung. "Aku bodoh! Seharusnya aku tak melakukan itu. Kyungsoo babo!"

"Ada apa? Kenapa kau bilang kau jahat?" Minseok mencoba untuk menghentikan tangan Kyungsoo yang terus menyakiti dirinya sendiri dengan beringas.

"Aku merusak hubungan Baekhyun Chanyeol. Aku membuat diriku sendiri dibenci banyak orang! Kyungsoo babo!"

Minseok menggigit bibirnya. Matanya ikut berair sama seperti Kyungsoo. Ia memang kesal karena Kyungsoo menjadi tersangka utama rusaknya hubungan Chanyeol dan Baekhyun, tapi hanya sekedar kesal, tak sampai membenci atau mencaci maki. Mereka sudah biasa bertengkar, dan esoknya pasti sudah berbaikan. Minseok selalu menjaga perasaan Kyungsoo dan begitu juga sebaliknya. Bagi Minseok, Kyungsoo itu sahabat sekaligus adik kecil yang harus dijaga.

Dan sekarang ia merasa gagal menjaga Kyungsoo.

Sebenarnya Minseok tahu semua ini. Kemarin ia sudah lihat tweet yang Youngji—Minseok tahu namanya karena ia melihat nametagnya—buat. Ia ingin menyuruh Youngji untuk menghapus tweet tersebut agar tak menjadi masalah yang lebih besar lagi. Tapi terlambat. Respon yang diberikan para fan maupun netizen begitu cepat seperti tisu yang terendam dalam air. Menyuruh Youngji untuk menghapus tweetnya juga akan jadi sia-sia saja jika sudah seperti itu. Bahkan salah satu web sudah membuat artikel tentang itu.

Parahnya, web itu memposting artikel yang berlebihan. Si penulis artikel menambahkan kata-kata tak pantas yang bahkan tak pernah Kyungsoo ucapkan seumur hidupnya. Menambahkan adegan Kyungsoo menampar Chanyeol yang sepertinya hanya ada dalam khayalan si penulis artikel. Minseok tahu setiap artikel perlu bumbu untuk membuat artikel itu menarik. Tapi sungguh! Bumbu yang digunakan dalam artikel yang menyangkut Kyungsoo sudah terlalu banyak, berlebihan. Minseok berjanji akan menghajar siapa saja yang menulis artikel tersebut.

"Itu keputusan mereka, Kyung." Luhan menangkan Kyungsoo sambil memeluk adik satu-satunya itu.

"Keputusan yang mereka ambil karena ucapan konyolku." Balasnya terbata karena tangis yang masih mendera.

Luhan mendesah. Meskipun adiknya itu menyebalkan dan suka sekali membuat kepalanya pening, tapi Luhan menyayanginya.

Dalam berbicara Kyungsoo memang terlihat seperti tak peduli dengan perasaan orang lain, tapi sesungguhnya tidak. Kadang kali setelah mengucapkan kata yang disadarinya secara terlambat itu menyakitkan, ia merasa bersalah. Mengutuk otak dan juga bibirnya yang sulit untuk dikontrol.

Hening. Ruang kamar yang biasanya sangat ramai itu kini menjadi hening. Tak ada yang berniat untuk membuat suatu kebisingan sekecil apapun. Pergerakkan jarum jam menjadi satu-satunya penyumbang kebisingan. Tapi tetap tak merubah suasana yang sedikit canggung bercampur sendu juga perasaan mendalam.

Diantara keduanya juga tak ada yang berniat untuk saling menatap atau paling tidak berhadapan sama sekali. Keduanya duduk sambil saling memunggungi satu sama lainnya. Pikiran mereka terpecah belah seperti kaca tipis yang terhempas ke lantai kasar. Keduanya sibuk untuk memikirkan sesuatu untuk bisa dijadikan awal pembicaraan. Tapi tak bisa.

Mereka terlalu larut memikirkan nasib di antara mereka hingga tak sempat untuk memikirkan cara untuk memecah keheningan.

Si mungil, Baekhyun memainkan ponselnya secara random. Mencari apa saja yang terlintas di pikirannya agar tetap terlihat sibuk. Agar Chanyeol tak mengganggu jalan pikiran kusutnya.

Jemari rampingnya membuka segala aplikasi yang ada di dalam ponsel. Permainan, pesan, buku telepon, apa saja. Hingga akhirnya ia lebih memilih untuk menetap pada internet. Membuka account twitter yang ia buat secara diam-diam tanpa ada seorang pun yang tahu. Mengetik namanya sendiri pada kolom pencarian setelah ia berhasil membuka accountnya. Ada banyak sekali pengguna twitter yang menuliskan namanya pada tweet mereka.

Membaca setiap tweet yang ditampilkan pada layar lebar ponselnya. Alisnya mengkerut semakin dalam setiap kali jemarinya terus mengusap layar; mencari tweet lebih banyak untuk ia baca. Mata sipitnya terpaku pada sebuah tweet yang menuliskan insiden Kyungsoo di acara fanmeetnya tempo hari beserta beberapa foto Kyungsoo dalam keadaan tak berdaya dan juga foto Kyungsoo dalam bentuk selca yang entah di dapat si penulis tweet itu dari mana.

Gadis ini yang ingin merusak hubungan Chanyeol dan Baekhyun.

"Y-yeol." Suaranya sedikit serak ketika menyebut nama Chanyeol.

Chanyeol yang masih sibuk dengan pikirannya menoleh, mendapati Baekhyun sedang menatapnya sambil menunjukkan layar ponselnya.

Chanyeol menaikkan sebelah alisnya. "Ada apa?"

"Seseorang mengunggah kejadian saat di fanmeet." Ponsel Baekhyun berpindah tangan.

Chanyeol menerima ponsel Baekhyun dengan tatapan penuh tanya. Memangnya kenapa jika seseorang menguggah kejadian saat fanmeet? Biasanya juga begitu bukan? Para pengurus fanbase atau fansite yang hadir dalam setiap acara mereka selalu mengunggah kejadian apa saja yang ada. Bahkan sampai kedetail terkecil pun. Jongin pernah ketahuan memakai boxer disney karena para fan terlalu detail memperhatikan.

Mata bulatnya berguling pelan membaca setiap kalimat yang ada di ponsel Baekhyun dan berhenti ketika ia melihat sebuah tweet beserta foto Kyungsoo.

"B-bagaimana bisa? Gedung sudah nyaris kosong ketika kejadian ini terjadi."

"Apa mungkin para staff?"

"Jika mereka bosan menerima setumpuk uang, mungkin." Chanyeol menggaruk kepalanya yang tak gatal. "Apa mungkin fan dan temannya yang menyerang Kyungsoo? Jika teman Kyungsoo itu sudah pasti tidak mungkin."

Baekhyun menganggukkan kepalanya setuju akan pendapat Chanyeol. "Aku rasa juga begitu. Saat itu hanya mereka berempat fan yang masih ada di dalam gedung." Baekhyun mendesah.

"Lalu kau mau apa dengan ini?" Baekhyun menoleh.

"Entahlah. Aku tak tega melihat Kyungsoo dihujat fan kita, Yeol." Mata sipit dan mata bulat itu bertemu pandang. "Tapi aku lebih tak tega melihat seseorang yang aku cintai terluka."

Chanyeol mengkerutkan alisnya. "Apa maksudmu, Baek?"

"Kyungsoo begitu karena ia bicara tentang keluargamu yang kecewa. Dan aku tahu kau terluka karena itu." Baekhyun mengambil jeda untuk kembali melanjutkan kalimatnya. "Kau meminta maaf tapi Kyungsoo tak mau memaafkanmu karena ia kecewa pada kita."

"Baek—"

"Kyungsoo bilang ia baru akan memaafkanmu jika kita putus dan kau menjadi kekasihnya."

"Hentikan, Baek!"

"Kita sudah berakhir, Yeol. Jadilah kekasih Kyungsoo supaya dia mau memaafkanmu."

"Kau gila!" Nada bicara Chanyeol naik, emosi. "Fan akan semakin menghujat Kyungsoo jika mereka tahu kita putus karena dia."

Baekhyun tersenyum. "Kau sudah memikirkan perasaannya. Aku rasa tak sulit untuk mencintainya." Mata sipitnya menatap lembut Chanyeol. "Tapi jika kita teruskan, kau akan terluka. Kau akan terus memikirkan cara lain untuk mendapatkan maaf dari Kyungsoo. Aku tak mau melihatmu terluka, Yeol."

"Tidak! Aku tidak peduli dengan kata maaf dari Kyungsoo!"

"Kau bohong." Baekhyun menjawab dengan cepat. "Aku tahu kau, Yeol. Kau memang terlihat selalu bahagia, tapi tidak pada kenyataannya. Kau selalu memikirkan mereka yang membencimu. Kau bisa terlihat baik-baik saja tapi tidak dengan hatimu."

"Aku sungguhan baik, Baek." Suara bassnya kembali melembut. Berjalan mendekati Baekhyun dan menangkupkan wajah mungilnya. "Aku sungguh baik. Aku selalu baik selama kau di sampingku, Baek."

"Tidak, Yeol. Semua akan jauh lebih baik jika aku tak ada di sampingmu." Baekhyun menyingkirkan dengan halus kedua tangan Chanyeol di wajahnya. "Sebentar lagi kontrakku akan berakhir dan aku tak ingin memperpanjangnya. Aku akan keluar dari EXO."

Chanyeol menarik Baekhyun masuk ke dalam pelukannya. "Tidak, Baek. Ku mohon jangan lakukan."

"Aku harus, Yeol. Demi kau."

"Persetan dengan diriku! Aku hanya butuh kau."

"Kau butuh keluargamu, Yeol. Kau jauh lebih butuh mereka ketimbang membutuhkanku." Baekhyun melepaskan diri dari Chanyeol. Melangkah menjauh mendekati pintu kamar. "Aku pergi."

.

.

.

To be continue.

.

Adakah yang seneng saat ff ini update? Ada dong, nini seneng bisa update ini ff. Semoga kalian juga ya?

Ini lebih panjang gak sih dari yg kemarin? Semoga deh ya, hehe!

Yang mau temenan sama nini di twitter atau askfm atau mau tanya-tanya ngobrol sama nini juga boleh langsung PM aja ya? Hehe!

.

Makasih untuk yang masih setia mengikuti dan membaca apalagi yang review! I love u to the moon and back! /kiss Kyungsoo/ jangan lupa review lagi, ya?

.

Review juseyo?

.

Donini.