No!
.
By donini
.
Chanyeol, Park
Kyungsoo, Do (GS)
Minseok, Kim (GS)
Baekhyun, Byun
.
.
.
"Aku sungguhan baik, Baek." Suara bassnya kembali melembut. Berjalan mendekati Baekhyun dan menangkupkan wajah mungilnya. "Aku sungguh baik. Aku selalu baik selama kau di sampingku, Baek."
"Tidak, Yeol. Semua akan jauh lebih baik jika aku tak ada di sampingmu." Baekhyun menyingkirkan dengan halus kedua tangan Chanyeol di wajahnya. "Sebentar lagi kontrakku akan berakhir dan aku tak ingin memperpanjangnya. Aku akan keluar dari EXO."
Chanyeol menarik Baekhyun masuk ke dalam pelukannya. "Tidak, Baek. Ku mohon jangan lakukan."
"Aku harus, Yeol. Demi kau."
"Persetan dengan diriku! Aku hanya butuh kau."
"Kau butuh keluargamu, Yeol. Kau jauh lebih butuh mereka ketimbang membutuhkanku." Baekhyun melepaskan diri dari Chanyeol. Melangkah menjauh mendekati pintu kamar. "Aku pergi."
.
—No!—
.
Kyungsoo sudah pulang dari rumah sakit sejak dua minggu lalu. Dan kehidupannya berubah total.
Saat pertama kali Kyungsoo keluar dari rumah sakit, banyak sekali wartawan dan fan EXO yang menunggu di depan rumah sakit. Menghampirinya seperti kerumunan buaya yang diberikan daging segar setelah tak makan berminggu-minggu.
Para wartawan langsung memboyongnya dengan berbagai macam pertanyaan yang lebih membuat kepala Kyungsoo pusing ketimbang pertanyaan soal matematika saat ia masih sekolah dulu. Dan puluhan fan yang datang menghinanya dengan kata-kata tak pantas, apalagi banyak diantara mereka yang masih mengenakan seragam sekolah. Sungguh memalukan!
Kini Kyungsoo juga tak bisa lagi dengan leluasa pergi kemanapun ia mau. Bisa saja sih kalau Kyungsoo sudah tak sayang lagi pada wajahnya dan juga tubuhnya. Bisa-bisa ia kembali dirawat di rumah sakit, atau mungkin lebih parahnya lagi istrirahat selamanya. Para fan EXO itu sungguh membencinya setengah mati.
Kyungsoo harus menggunakan penyamaran seperti para idolanya. Kalau Kyungsoo sih terlihat seperti seorang buronan yang takut tertangkap polisi; jaket hitam tebal, topi yang menutupi wajahnya, syal hitam, masker hitam, kacamata hitam. Seperti orang yang sedang berduka setelah kehilangan salah satu sanak saudaranya. Kyungsoo sebenarnya memang sedang berduka. Kebebasannya sudah mati setelah ia berulah di fanmeet EXO.
"Kyungsoowl!" Minseok datang seperti biasanya; berjalan dengan sedikit melompat dan berteriak seperti di hutan.
"Hm." Sahut Kyungsoo singkat. Jemari lentiknya masih sibuk menyalin kata-kata ke buku catatannya.
"Mau menemaniku?" Minseok menempatkan bokongnya di kursi kosong di hadapan Kyungsoo. Mereka sedang berada di kantin, ngomong-ngomong.
"Kemana?"
"Tidak penting. Yang pasti ini akan menyenangkan."
"Kalau begitu aku tidak mau."
"Ayolah, Kyung. Temani aku."
"Ya, kemana?" Kyungsoo menghentikan kegiatannya dan menatap Minseok sedikit jengkel.
"Kamong cafe." Mata sipit Minseok berbinar begitu mengucakan cafe milik kakak dari personil EXO itu, Kim Jongin.
Berbanding terbalik dengan Kyungsoo yang merasa dunianya berhenti dalam sekejap mata.
"Aku dengan juga semua member EXO akan ada disana." Lanjut Minseok. Tak merasakan ekspresi Kyungsoo yang sungguhan seperti burung hantu; mata melotot.
Minseok ini peka atau tidak, sih? Tidak bisa membaca situasi, ya? Atau Minseok itu lupa kalau belakangan ini Kyungso sedang berusaha mati-matian untuk meghindari segala sesuatu yang berhubungan dengan EXO? Kyungsoo harus kembali mempertanyakan kembali tentang persahabatan mereka nanti.
.
.
.
To be countinue.
.
.
.
Terusannya akan segera di update!^^
.
Review juseyo?
.
Donini.
