THE BEAUTIFUL MOMENT

.

.

.

.

WARNING !

Bahasa tidak baku, typo dan missing text bisa terjadi dimana saja.

This is From My Sexy Brain

.

.

.

.

.

Jimin X Yoongi

V X Jungkook

V X Jhope

Rap Monster X Jin

BTS !

.

.

.

.

.

Jangan diplagiat!

.

.

.

.

.

" YAA...JUNG HOSEOK. KAU MAU MATI ?"

Mendengar suara teriakan yoongi dari luar, jimin dengan cepat berlari dan membuka pintu ruangan dimana ketiga orang itu berada. Pikirannya, sesuatu yang buruk terjadi lagi didalam sana hingga membuat kekasih manisnya sampai berteriak mengancam Sahabat terdekatnya Jhope.

" hyung... ada apa ?"

" JIMIN ?"

Yoongi, Jhope, dan sang leader memasang ekspresi terkejut yang berbeda saat tanpa permisi pemuda berwajah cute itu masuk dan mengalihkan perhatian orang-orang yang berada di ruangan tersebut.

Tanpa sepengetahuan ketiganya, Jimin dan V sebenarnya ikut ke gedung agensi berencana berlatih dance malam ini. karena jimin tidak ingin kalah dengan kekasihnya yang setiap hari bekerja keras, maka ia juga ingin melakukan yang lebih baik lagi dan mengajak V sahabat terbaiknya untuk berlatih bersama.

" Video kita. Jelaskan pada kekasihmu ini !" seru jhope malas namun terlihat berlebihan membuat yoongi sangat gemas ingin menendangnya.

"video macam apa ? yoongi hyung, sumpah demi cinta kita aku tidak pernah berbuat aneh-aneh dengan hobie hyung dan merekamnya. Sumpah "

" kyaa.. Park pervert Jimin. apa kau tidak punya pasokan pikiran lain selain pikiran mesum eoh?" –protes Jhope. Meskipun sangat dekat dengan jimin, tapi Jhope lebih berpihak pada V dan akan lebih memilih V kemana-mana daripada Jimin cerewet itu.

" ini video reaksimu bersama hobie hyung tentang music video kita yang terkeren itu" Rapmon meluruskan dengan segala ke-pe-de-annya.

" oh ya..kalau boleh tolong sampaikan salamku untuk teman yang mengenakan pakaian dokter itu. dia sangat cute. Katakan itu padanya" –sambung rapmon lagi sambil menaik-naikkan alis membuat wajah genit dengan lesung pipi di kedua pipinya. Melihatnya Jhope dan Yoongi hanya memasang wajah datar kemudian melewati perkataan yang menurutnya tidak penting dari sang leader

" sialan... leader di kacangin "

Jimin berjalan mendekati kekasih Yoonginya dengan tatapan lembut. mata sipitnya tidak lepas memperhatikan apa yang coba dilakukan makhluk jutek itu dan tersenyum kecil saat ia berdiri tepat disamping kekasihnya melihatnya sibuk menggeser-geser mouse ditangannya dengan gelisah. Meskipun mata kecil yoongi hanya tertuju pada layar komputer di depannya, Jimin sangat yakin kalau pemuda manis itu hanya berpura-pura atau bisa saja nervous karena tubuh atletis yang begitu dikaguminya sekarang tengah berada tepat disampinya memperhatikan gerak-geriknya.

" apa yang bisa ku jelaskan untuk hyung manis ini hm?" jimin berdiri dibelakang kursi yoongi menghimpit bahu sempit itu dengan kedua lengan kekarnya dan bergumam sangat lembut.

" kau hanya mengganggu konsentrasiku " tepis yoongi menyembunyikan kegugupannya dengan sedikit berbalik lalu mendorong jimin menjauh " jangan seperti itu disini " katanya.

" waeyo ? lagipula disini tidak ada kamera jadi kita aman "

" hyaa... kau- "

" ok ok baiklah kita lanjutkan ini nanti. aku akan keluar dan melanjutkan latihanku bersama V "

Jimin pasrah, sebelum mood yoongi berubah ia lebih memilih mengalah dan memutuskan melangkah pergi dari ruangan kesukaan rapper line itu. sebelumnya ia sempat memberi pesan untuk Jhope yang menatapnya dengan tatapan bosan

" sekali lagi mengganggunya... kau berakhir di tembok kamar kita hyung!"

" sebelum kau melakukannya, akan kupastikan kau lebih dulu berakhir di bawah ranjangku Park Bboong"

V datang entah dari mana dengan lengannya yang panjang meraih leher jimin dan membawanya menyingkir dari sana. membuat Jhope terlonjak kaget kemudian memasang wajah blank –khas V

" Kimtae itu apa maunya sebenarnya ?" Jhope bertanya dalam hati.

Kim Taehyung yang semakin hari semakin membuat frustasi itu selalu jadi troublemaker tetap yang membuat Jhope sering berganti mood dalam sekejap. Sesaat ceria, sesaat marah, sensitif dan yang lainnya. Karena ia merasa hatinya dipermainkan oleh V Kim Taehyung yang masih belum bisa menetapkan hati dan pilihannya pada satu orang. ia masih suka bermain dan bermesraan dengan jungkook dan tidak jarang juga membuat Jhope berbunga-bunga karena perhatian dan sentuhannya.

"ahh..aku bisa gila "

Jhope menggeser kembali kursinya mendekat pada layar komputer didepannya. setidaknya ia harus menyelesaikan lagu tentang perasaan sakit yang sudah lama digarapnya –secara rahasia karena Kim taehyung V itu

.

.

.

Kim taehyung yang populer dengan nama V, sahabat line park jimin. the best couple hasil musyawarah seluruh member. Keduanya tengah asik melakukan latihan didepan jejeran cermin besar diruang latihannya. Couple 95 yang kadang akur kadang ricuh ini adalah gambaran kecil dari BTS. bukan hidup kalau selalu mulus. Begitu juga persahabatan. Dibumbuhi pertengkaran kecil hingga besar adalah bagian dari mereka. Bagaimana-pun, jimin dan V tetap sahabat. Tidak perduli bagaimana mesranya jimin pada V atau mesranya V pada Jimin... Yoongi atau Jhope tidak akan pernah merasa cemburu. karena selain cinta, persahabatan masih memegang peranan penting dalam hidup mereka.

Tapi jangan berharap kalau itu jungkook. Jhope maupun yoongi masih sulit mengendalikan perasaan mereka saat yang berada disamping tercinta mereka adalah Golden Magnae Troublemaker Jungkook.

" taehyung-ah... "

" ne ?"

" sebenarnya kau dan hobie hyung ini apa?"

" menurutmu apa?"

" hufft " Jimin mengelus dada menahan dorongan batin yang sejak tadi meronta-rota sangat gemas ingin melayangkan tendangan pada salah satu spesies alien yang terdampar di sampingnya.

Sedetik kemudian ia kembali menggerakkan tubuhnya seirama lantunan musik yang ia nyalakan dari ponsel pintarnya. Dalam geraknya jimin berpikir sendiri. Setidaknya ia tidak sekejam V yang mempermainkan hati dua orang. setidaknya jimin menetapkan hatinya, meskipun terkadang Jungkook lebih menggoda dari yoongi -_- eakk

" kau sudah lihat bangtan bomb ku ?" tanya-nya kemudian. ia menghentikan tariannya dan berjalan mendekat pada V yang baru saja membaringkan dirinya di lantai.

" hm..sudah. melihat pujianmu pada jungkook juga sudah " V sedikit melirik dan tersenyum kecil. "kenapa diam?" –sambungnya lagi begitu melihat jimin hanya diam terlihat berpikir-pikir

"tae-ah.. apa mungkin yoongi hyung juga –? "

" juga menginkankan yang 'itu' ?"

" tolong ya..yang 'itu'nya sedikit- "

" sedikit menggoda. hahaha "

" Byuntae! "

" Pesek sipit jelek pendek gila pervert mesum !"

PLAKKK

Satu pukulan berhasil dilayangkan Jimin kepada tubuh sahabat terbaiknya dan mendarat dengan sempurna bersama ringisan dari bibir pulm milik V.

" ini bahkan sudah bertahun-tahun dan kau masih sering memukul " V menggelengkan kepalanya saat jimin memposisikan diri ikut berbaring disampingnya

" lalu kau mau di apakan? Dicium? Kemarilah ! "

" aku punya sesuatu yang sangat ingin kuceritakan padamu jimin " V berbalik ke arah jimin dan menatapnya dengan serius.

" ada apa ? "

" hobie hyung... entah kenapa aku merasa aneh dengannya akhir-akhir ini. dia jadi makin sulit kukendalikan "

" jinjja ? katakan lebih jelas lagi. aku sedikit. Kau tau lah. Keke~ " jimin merubah posisinya. Duduk di dan memasang wajah serius menunggu kalimat selanjutnya yang akan diucapkan oleh V.

" dia suka berganti mood secara tiba-tiba. Saat ini dalam rangkulanku tersenyum, tak lama kemudian memarahiku dengan omelan-omelannya. Sekarang dia sudah hampir mengalahkan tajamnya ucapan yoongi hyung. Ini serius" –jelasnya panjang lebar

Jimin mengangguk mengerti dengan penjelasan sahabatnya. Tapi pikirannya sedikit berproses pada bagian Yoongi yang katanya mempunyai ucapan tajam dan oh tolong yah V aka Kim Taehyung BTS, sekarang Yoongi sudah tidak punya banyak pasokan ucapan tajam semenjak jimin ehem.. jadi kekasihnya.

" tapi ini hanya pembicaraan kita berdua Chim. Jangan beritahu siapapun. OK?"

" eyy.. Kau seperti tidak mengenalku saja V. Ini park jimin! yang akan selalu menjaga privasi kawannya. Tenang saja. Pasti bocor kok. Keke~ "

" coba saja, akan kubocorkan juga Yoongi mu "

" kalau kau bisa! Atau kau yang akan bocor olehnya. Hahaha "

Apa ini (?)

Suara tawa jimin diikuti V menggema di dalam ruangan yang hanya dihuni oleh keduanya. Setelah berbagi rahasia dan tetap berakhir dengan candaan dan pukulan anarkis, dua sahabat ini tetap betah menghabiskan waktu bercerita dan berlatih di dalam ruangan luas tempat mereka selalu mengeluarkan keringat dan bernafas terengah hingga terjatuh kelelahan setelah latihan keras.

.

.

.

.

.

.

The Beautiful Moment

.

.

.

.

.

Jimin termenung. Duduk sendirian didepan cermin besar yang menyorot seisi ruangan. Ia tengah berhadapan dengan bayangan dirinya sendiri didalam cermin sana tanpa mengucapkan sepatah katapun sejak beberapa menit yang lalu.

Jangan tanyakan kemana perginya sahabat hiper yang sejak tadi bersamanya disini karena jiminpun tidak yakin sejak kapan bahkan kemana manusia setengah alien itu pergi meninggalkannya dengan beban pikiran yang beratnya berkali-kali lipat dari benda-benda yang sering di angkatnya di ruangan Gym. Heol.

" dekati Jungkook untukku. Sementara aku akan memperbaiki hubunganku dengan hobie hyung. Hanya sampai konser keliling dunia kita berakhir. Ayolah Setelahnya kau bisa kembali dengan yoongi hyung lagi "

Ayolah V, memangnya hubungan macam apa yang kau miliki dengan Jhope ?

Jimin bisa apa? Jimin mah apa (?)

Dengan waktu konser keliling dunia yang sebentar lagi tiba jimin hanya bisa diam disini. Hanya menatap wajah sedih yang terpampang sangat jelas di hadapannya. Bahkan jika perintah untuk menyakiti Yoongi itu dari Bang Shihyuk PD-Nim, Jimin tidak akan mau. Apalagi ini V Kim Taehyung. seseorang yang bertemu dan bersamanya atas nama Sahabat. Seseorang yang saat ini dan sepertinya bertahun-tahun kedepan adalah keluarga yang akan lebih mengenalnya daripada adiknya sendiri yang berada di busan.

Jimin bersumpah akan membubarkan Vmin couple kalau sampai V itu sungguh-sungguh dengan ucapannya tadi. Mendekati jungkook dan bersenang-senang bersama memang bukan hal yang sulit bahkan sangat mudah mengingat jimin masih punya bekas cinta untuk sang magnae. Tapi untuk meninggalkan yoongi rasanya butuh,

Butuh waktu

Butuh tenaga

Butuh air mata

Butuh perjuangan

Butuh pengorbanan

Butuh uang (?)

" AHH... KIM TAEHYUNG "

Jimin frustasi. Ia mengacak-acak rambutnya kasar dan membuang tubuhnya terbaring di atas lantai licin yang kilatannya menyilaukan mata bersama pantulan lampu ruangan yang sangat terang. Membuat hatinya semakin panas. Seseorang, tolong buang jimin ke rawa-rawa(?)

Kalau dipikir lagi, permintaan taehyung itu sedikit,- menggoda iman

Ini Jeon Jungkook man. Anak bergigi putih bersih rapi rapat menggemaskan lucu dan cantik(?) idola park jimin di masa lalu dan sepertinya sampai sekarang -_-

Sampai Yoongi datang dan membuyarkan hayalan jimin tentang senyuman jungkook yang sekarang sudah hampir mirip dengan cengiran kurang ajar milik taehyung. bedanya cengiran jungkook lebih tampan dan menggoda (?)

" kau tidak pulang ?"

yoongi duduk menyandarkan dirinya pada cermin tak jauh dari jimin berbaring. Menyadari kedatangan kekasihnya, jimin sedikit tersentak kaget dan tidak menyangka karena beberapa jam lalu pemuda manis ini bahkan mengusirnya dari ruangan studio.

" oh hyung? Pekerjaanmu sudah selesai?"

" hmm... "

Jimin dengan segera memutar tubuhnya berbaring di pangkuan yoongi dan tersenyum setelahnya. Sedangkan yoongi hanya diam memasang wajah heran dengan pipi merona dan jantung yang berdegub cepat. Sulit untuk berbohong tentang perasaan pada pemuda seksi ini.

Yoongi tidak bersuara. Menghayati pagi yang sunyi dengan melirik sedikit ke arah jam dalam ponselnya kemudian menyamankan kepalanya turut bersandar di cermin itu dan memejamkan mata mengikuti jimin yang sedetik lalu terlihat memejamkan mata 'damai' melihatnya.

Pukul 04.00 KST

" Jimin "

" hmm?"

" kau tidak bosan ?"

" wae ?"

Jimin dan kekasihnya kembali terdiam masih dengan mata terpejam, keduanya terlalu nyaman dengan posisi dan situasi hangat yang langka seperti ini.

" ada apa hm? Apa yang mengganggumu hyung? ceritakan padaku"

" anii... aku hanya ingin kita fokus pada pekerjaan kita dan mengesampingkan perasaan kita masing-masing. berhenti memperlihatkanku sebagai milikmu di atas panggung. Jangan libatkan perasaan kita. dan Lupakan kalau kita saling memiliki "

Jimin membuka kedua matanya perlahan bersamaan dengan permintaan panjang lebar kekasihnya. ia memperhatikan wajah yoongi saat bercerita dari bawah dimana ia berbaring, memperhatikan Bibir tipis merah itu bergerak indah membuatnya tidak begitu menyimak kalimat yang keluar dari sana. dan hanya membenarkan saat yoongi kembali menutup bibir menyudahi perkataannya.

" baiklah ayo sama-sama melakukan yang terbaik untuk grup ini " –jawabnya. Membuat sedikit raut kecewa di wajah yoongi karena menganggap jimin benar-benar menyetujui permintaannya untuk melupakan hubungan mereka.

" hm.. " yoongi berusaha santai. " kalau begitu ayo pulang " –lanjutnya lagi sambil menggerakkan tubuhnya berusaha berdiri dari jimin yang masih berada dipangkuannya.

" sedikit lagi hyung "

Jimin memutar tubuhnya menghadap perut yoongi dan mendekatkan wajahnya disana. Ia melingkarkan lengannya di pinggang kecil yoongi membawanya lebih dekat dengan wajahnya yang sudah tenggelam dalam perut itu. jimin menghirup aroma tubuh yoongi selama mungkin sampai sang pemilik menemukan alasan untuk lepas dari pelukan yang tidak hentinya membuat debaran abnormal di bagian dadanya.

" jimin..aku mengantuk. Ayo pulang !"

" eoh.. ayo pulang !"

Yoongi menghela nafas lega saat jimin tidak lagi terbaring dalam pangkuannya. Ia meraih ponselnya lalu berdiri dan tanpa ragu melangkah, namun di langkah keduanya yoongi berhenti karena lengannya ditarik oleh jimin.

Keduanya saling berhadapan. Jimin dengan jari telunjuknya menyapu lembut ujung poni yoongi yang terlihat dibalik bannie kemudian menurunkan jemarinya menggenggam dan menautkannya dengan jemari yoongi yang dingin.

" si pirang ini... yang terus menggodaku. Kajja ayo pulang dan biarkan si pirang ini tertidur mendapatkan istirahatnya !" -seru jimin sambil tersenyum menarik yoongi pergi dari sana.

Dalam langkahnya, yoongi tersenyum manis, sendiri. Tidak perduli itu perkataan jujur atau sekedar rayuan, yoongi hanya ingin tersenyum. Ia tidak ingin terlihat munafik oleh dirinya sendiri karena menyembunyikan perasaan dalam dirinya yang berbunga-bunga karena sedikit saja perlakuan manis dari kekasihnya

.

.

.

" tidak ingin memberiku ciuman selamat tidur hm ?"

" jangan memanfaatkan keadaan rumah yang sunyi, jimin !"

" wae? Kita bahkan bukan hanya sekali dua kali melakukannya "

" andwae!"

" sekedar menempelkannya saja. Sebentar saja. Ayolah hyung "

Jimin terus mendekat tanpa ragu setelah menghimpit tubuh yoongi di balik pintu dorm mereka. Sekali lagi ia memperlihatkan tatapan tajam menggodanya pada yoongi yang sudah gemas setengah mati ingin menggigit bibir cerewetnya agar diam karena jungkook atau V atau siapapun yang sedang menyalakan playstation di kamar jimin bisa saja mendengar suaranya dan memergoki posisi intim mereka.

" hyaa...park mesum"

Chu~

Jimin berbohong, ia mengingkari janjinya untuk hanya sekedar menempelkan bibirnya dengan bibir yoongi. nyatanya ciuman panjang adalah yang terlihat dibalik pintu sana.

Tangan yoongi yang tadi berusaha menahan dada jimin kini malah melingkar indah di leher kekasihnya. seolah tidak ingin mengakhiri ciumannya yoongi memiringkan kepalanya mengisap dengan lembut lidah dan bibir jimin secara bergantian. Membuat jimin semakin bergairah beradu kelembutan dengan yoongi , ia merangkul tubuh kecil kekasihnya erat memuaskan bibir yoongi dengan kelembutan dari bibir sensualnya –sampai yoongi hilang kendali memasukkan tangannya kedalam baju jimin mengusap-usap perut abs kesukaan-nya.

Tidak mau kalah, jimin menurunkan ciumannya pada leher mulus yoongi dan memberinya kissmark.

.

.

.

.

.

.

.

" pintunya terkunci hyung "

" masa sih ? tidak, ini tidak terkunci. Sepertinya hanya di tahan oleh seseorang "

" eh ? tapi siapa yang mau melakukan hal bodoh itu jam segini?"

" Taehyung-ah...jangan-jangan ada SET.. "

" apa hyung ? dul SET bang..tan! " (blank-tae)

.

.

.

.

-TBC-


*bow *bow *bow *bow *bow

Readers-nim... ! Saranghaeyo *joget tants ma badeh ala Jhope \~0~/

Faktanya V ngaku di kiss radio kalau Jhope adalah Hyung yang paling susah dia kendalikan /eak-,- pengen di sodok tuh si Jeyop. Wkwkwk

Sorry yah yang Vkook. V-nya minmin culik ke hobie dulu. Siapa suru ciuaman di TRBinLA. Kan Army mau -,-

Tunjukkan keberadaan kalian dengan meReview !