"maaf, Danna...tapi kami harus menagkapmu"
*CLIK* *CLIK*
.
.
.
Tiba-tiba saja siang ini Shinsengumi mengebung kediaman Yorozuya, kapten divisi 1. Okita Sougo memimpinanak buahnya untuk memasangkan borgol di tangan pemilik Yorozuya dan menyretnya masuk ke mobil patroli
"TUNGGU!" tentu saja yang tiba-tiba di borgol protes besar dan membelot saat ditarik "APA-APAAN INI?"
"APA YANG KALIAN LAKUKAN PADA GIN-CHAN?" Kagura berlari dan menyerang Sougo dengan tendangan melompat namun serangan itu bisa dihindari dan gadis itu malah berakhir merusak pintu keluar dan terbentur pagar balkon
"maaf...tapi kali ini adalah masalah serius" Sougo tersenyum masam sekaligus terlihat sedih "aku akan menjelaskan nanti di perjalanan, Danna"
Gin berhenti membelot dan menatap wajah remaja di depannya dengan tatapan tajam tidak mengatakan apapun
"O,Okita-san" Shinpachi baru berani mengeluarkan suaranya sekarang. Melihat wajah kapten divisi 1 yag serius membuatnya agak sedikit cemas "...apa ada hubungannya dengan kasus tempo hari?"
Sougo menoleh lagi ke belakang, mulanya mata coklatnya itu menatap Shinpachi dengan lekat dan langsung, namun sedetik setelahnya ia mengalihkan pandangannya ke tembok rumah yang polos "kurang lebih" jawabnya kembali memutar badan dan mulai keluar dari ruangan
"ka,kalau begitu berarti aku dan Kagura-chan..."
"saat ini yang kami butuhkan adalah penjahat dengan kelas seperti danna"
Shinpachi terlalu gugup membuat saat ia berkata-kata begitu lambat dan Sougo mendahuluinya dengan nada yang sedikit lantang dan menusuk
"ini terdengan kasar, tapi kami sedang tidak membutuhkan kalian" lanjutnya
"..." Gin diam. Meski kedua laki-laki di kanan kirinya tidak menariknya untuk melangkah dengan sukarela ia menuruni tangga dan berjalan menuju mobil yang dimaksud.
Kagura hampir menagis, Sadaharu yang memelas dan Shinpachi yang memasang wajah super cemas terlihat di balik kaca mobil.
Sougo duduk di sebelah sopir dan Gin duduk di belakang masih ditemani oleh kedua laki-laki yang menghimpitnya. Ia benar-benar merasa seperti tahanan sekarang
"jadi, apa alasanmu untuk memborgolku kali ini Okita-kun ?" tanya Gin dengan nada malas biasanya, tidak terlihat sedikitpun dia panik ataupun takut
mobil berjalan cukup jauh Sougo masih tidak menjawabnya sampai mobil itu terkena lampu merah dan berhenti Okita mulai membuka mulutnya "ini tentang Hijikata-san"
"apa urusanku dengan si brengsek itu?" Gin menyatukan kedua alisnya saat mendengar nama tersebut "jangan katakan kalau dia seenaknya memerintahkanmu untuk menangkapku" di ahir kalimat ia menghentakkan kakinya dengan keras dan mengguncangkan mobil
"sebaliknya...aku yang seenaknya menangkapmu"
"hah?!" ekpresi Gin melembut dengan kebingungan "apa-apaan kau ?" ia menyandarkan punggungnya "kali ini aku melakukan kesalahan apa ?"
Mobil mulai berjalan lagi dan Sougo juga diam lagi.
Ini benar-benar tidak seperti biasanya, si pengeran sadis itu melamun di sepanjang terkadang melirik Gin dari kaca spion tengah
Apa yang terjadi? Apa yang diinginkan Shinsengumi darinya ? begitu banyak pertanyaan yang ingin dilontarkan Gin pada remaja satu itu.
Tapi ia tahu mengatakannya juga akan percuma karena mulut bocah itu akan tetap rapat meski ia meneriakinya atau menguncang mobil ini dengan memberontak
"tsk ..." ia mendecih dan melempar pandangannya ke kaca di sebelahnya . ia memutuskan akan menunggu dan berpikir aah...aku akan tahu setelah aku sampai ke markas mereka...
.
.
.
...
Di halaman belakang Kondo menyambut mereka dengan wajah panik dan penuh tanda tanya "apa-apaan ini?" tanyanya pada Sougo. Apakah mungkin kapten divisi 1 ini benar-benar bergerak atas kemauannya sendiri karena bahkan komandan juga tidak mengerti apa yang sedang terjadi di sini "kenapa Gintoki kau borgol dan seret begini ?"
"aku juga bertanya-tanya tentang hal ini tapi ia tetap mengabaikanku" tambah Gintoki masih kesal dengan gelagat sok serius Sougo
"...tentu untuk mengembalikkan Hijikata-san" jawab Sougo sambil melambaikan tangannya ke belakang memberi sinyal pada bawahannya untuk menjauh dan pergi "apa lagi ?" lanjutnya sambil melirik Gintoki dengan sebelah mata
"tunggu...kau berniat untuk menyerahkan Gintoki!?" wajah Kondo memucat "masih banyak penjahat kelas kakap lain seperti Takasugi atau Katsura yang sedang meraja rela"
"terlalu lama" Sougo merogoh kantung celananya dan mengeluarkan kunci kecil "percuma saja terburu-buru mengejar mereka" lalu meleparkannya pada Gintoki yang masih terlihat binggung dengan alur pembicaraan mereka
"terus menangkapku begitu?" sambil cemberut Gintoki menangkap kunci borgol yang dilemparkannya. Dengan sedikit meloncat dan agak sedikit susah mengingat saat in kedua tangannya terikat ke depan "apa kalian kurang kerjaan ?" gerutunya sambil berusaha memasukkan kunci ke lubangnya
"dia benar Sougo...meski untuk Toshi ini sedikit..." Kondo berhenti lalu menghela nafas panjang kelihatannya ia tidak ingin melanjutkan kalimatnya
"CUKUP!" teriak Gin sudah merasa muak dengan semua rahasia atau apalah yang sedang mereka sembunyikan "sebenarnya apa yang sedang terjadi di sini?" ia membanting borgol yang berhasil di lepasnya ke samping beserta kuncinya "jujur saja, aku tidak punya niat untuk berurusan dengan Shinsengumi "
Kondo dan Sougo saling menatap. Si komandan hanya menaikkan pundaknya sambil menghela nafas lalu memutar tubuhnya dan berjalan kembali ke ruangannya, sedangkan Sougo tetap berdiri di tempatnya
"...Danna" ia mulai membuka mulutnya "saat ini, Hijikata tidak sedang berada di sini"
"aku tidak bertanya soal itu, aku tidak peduli kemana si brengsek itu pergi atau di mana dia sekarang" geram Gin makin panas dengan jawaban yang sama sekali tidak sesuai dengan harapannya
"tenang dulu" Sougo melambaikkan tangannya ke atas dan ke bawah "si brengsek itu diusir dari Shinsengumi"
"!?" Gin terhenyak mendengarnya, matanya berhenti berkedip saat bola matanya membulat semurna ia ingin bertanya kenapa? Namun lidahnya terasa sangat berat, entah kenapa
Tidak perlu ia mengatakannya remaja itu bisa membaca raut wajahnya seperti buku "dia tidak sepenuhnya di usir" ia mulai menjelaskan "berhubung kasus pembunuhan oleh dewa pencabut nyawa tempo hari tidak membuahkan laporan yang jelas...mereka menyalahkan wakil komandan dan dengan tidak ditemukannya pelaku sebenarnya merupakan buah dari keteledoran Hijikata-san"
"..."
"entah kenapa si pak tua itu menjadi beringas dan memberi kami ancaman jika Shinsengumi tidak menangkap sala satu penjahat yang bisa membuktikan kehebatan mereka maka...kami akan di bubarkan"
"..."
"tentu tidak segampang itu membubarkan Shinsegumi maka karna itu mereka memulai yang lebih kecil yaitu memecat wakil komandan yang saat itu sedang turun dalam kejadian, tapi tidak bisa melakukan apapun...maa...mereka pikir siapa tokoh utama Gintama? Itu bukan kami tapi kalian, Yorozuya. Tentu saja kami tidak bisa berbuat apapun"
Kalimat Sougo terlihat santai tapi Gin bisa melihat ada amarah di baliknya. Bisa dilihat dengan tangan Sougo yang mengepal sangat erat dan raut wajah bocah itu
"bukannya kau ingin jadi wakil komandan?" akhirnya Gin membalas "seharusnya kau senang bukan, mungkin Kondo akan menunjukmu untuk menggantikannya"
"tapi bukan seperti ini caranya..."
Seperti macan mengeram tiba-tiba saja suara Sougo memberat dan menatap Gintoki dengan sangat tajam seolah ingin memengal kepala gulali si rambut perak. Entah kenapa Sougo terlihat sangat marah
Gin tak habis pikir kalau bocah itu begitu memikirkan Hijikata yang katanya begitu ingin ia bunuh
Mau tak mau Gin mulai bertanya-tanya sebenarnya bagaimana perasaan Sougo sebenarnya terhadap Hijikata ?. tentu tidak akan diucapkannya begitu saja. Ia masih ingin hidup, rasa susu strawberry dan parfait masih enak, ia masih ingin belum mati ditangan bocah yang emosinya sedang tidak karuan ini.
.
.
.
To be Continue
