Photos

Mikagura Gakuen Kumikyoku © Last Note


Foto 2 :

Sendok yang berada di tangan, potongan telur dadar di atasnya sudah berada dalam mulut orang lain. Foto hasil stalking Rumina selama seminggu itu, kini ia simpan sendiri. Oh, dan jangan lupakan Fujishiro berwajah masam yang menyempil di pojok.

Human!Bimii x Eruna


Bukannya Bimii tidak tahu dia dikuntit atau apa, tapi Bimii memang terlalu malas untuk mengurusinya. Terlebih, Rumina Rikyuu–penguntitnya sekaligus repsentatif Klub Koran–tak akan mendapat informasi apapun darinya, jadi kenapa harus ambil pusing?

Lagi, hari ini Bimii dalam wujud manusianya berjalan menuju klub yang dibuat Eruna. Apa namanya? Houkago Rakuenbu? Ah, sudahlah. Peduli amat. Dia masuk ke sana juga menanggung beban karena harus pura-pura jadi anggota klub dalam wujud manusianya, sedangkan dalam wujud kucingnya ia tetap pembimbing di sana.

Bimii terlihat ragu saat berada di depan pintu ruang klub. Terdengar suara gaduh di dalam. Akhirnya, setelah mengambil napas dalam dan menghembuskannya, Bimii akhirnya membuka pintu.

"... Selamat siang, ryui." sapa Bimii pada kedua anak didiknya ini. Eruna yang tengah cengengesan itu langsung melambai.

"Hei, Bimii! Sini, sini!"

Bimii menurut, kemudian mendekati Eruna dan Otone, anggota klub lainnya, lalu berhenti di depan keduanya. Sebuah telur dadar tersaji di meja. Bimii menatap mereka datar.

"Ada apa ryui?"

"Eeeeh? Ngomongnya datar amat!" Eruna berseru lagi, lalu menunjuk-nunjuk telur dadar di atas meja "Lihat, deh. Otone-chan masak telur dadar, lho. Ayo makan bareng~"

Bimii menggeleng. Tadi dia sudah makan siang bersama Kurumi di ruang guru.

"Eeeeh?! Ayo makaaan,"

"Tadi sudah makan, ryui."

"Kalau begitu, makan lagi!"

Sekarang Bimii mengerti kenapa Shigure dan Eruna itu sepupu. Sifat keras kepalanya itu, lho...

"Eruna-chan, sudahlah. T-toh Fujishiro bukannya mau telur dadar ini dicicipi oleh Bimii-sensei..."

"Ih, Otone-chan tsundere, deh!"

"F-fujishiro enggak tsundere kok!"

Padahal mukanya ngarep, tuh. batin Bimii. "Baiklah, akan kumakan. Segigit saj–augh!"

Sebuah sendok yang di atasnya terdapat potongan telur dadar masuk ke dalam mulut Bimii. "Aaaam~" Eruna seenak jidatnya langsung berkata begitu setelah Eruna memasukkan sendok itu ke mulut Bimii.

Ngomongnya telat, tahu! batin Bimii berkoar-koar.

Cekrik

Ketiga anggota klub Houkago Rakuenbu itu langsung menoleh ke arah pintu ruang klub. Di sana, terlihat Rumina dengan kamera terpampang di depan dada.

"Ah, padahal niatnya mau memotret si murid misterius ini. Kenapa dua kutu juga terpotret!" wah wah, Rumina ngajak ribut rupanya.

Bimii tidak lagi heran saat ketiga gadis tersebut mulai berargumen. Dia tidak terlalu peduli, kali ini. Nanti saja dia hentikan kalau mereka mulai main jambak-jambakkan.

Sambil menunggu para gadis itu berhenti bertengkar, Bimii berlutut dan mengambil foto yang Rumina bilang ada 'dua kutu' di dalamnya. Ah, apa ia lupa bilang kalau Rumina membawa kamera polaroid?

Sambil memerhatikannya dengan seksama, Bimii diam-diam tersenyum dan mengecup singkat foto itu sebelum akhirnya ia masukkan ke dalam saku baju.

Biarlah foto itu jadi miliknya seorang.

End


Halo haloo, saya kembali membawa req dari Kuzuryuu

Semoga memuaskan, ya :'D apalagi Bimii kedengerannya ignorant banget di sini :'D (saya sadar Bimii agak OOC uhuk) maaf saya gak punya ide lain :'D

Don't forget to review

iwanagahimesama