Photos
Mikagura Gakuen Kumikyoku © Last Note
Foto 3 :
Rangkulan di bahu, serta wajah yang bersemu. Segunung PR menumpuk di kiri-kanan–oh, dan jangan lupa tonjokan di pipi.
"Eruna-chwaaaann~~"
Seluruh penghuni Akademi Mikagura tahu darimana suara tersebut berasal. Tak perlu dipertanyakan lagi. Lagipula, siapa coba yang selalu berlari kesana-kemari mencari Ichinomiya Eruna sampai kalang kabut begitu, selain sepupunya Ninomiya Shigure?
Pemuda tertampan di Mikagura tersebut berlari di koridor. Tangan terangkat ke atas, wajah yang menampakkan kebahagiaan dan juga penuh cinta tersebut terlihat nista dimata beberapa siswa. Bagaimana tidak? Ninomiya Shigure sang senpai keren berubah seratus delapan puluh derajat sejak sepupunya masuk ke akademi ini. Tapi, hei, bukankah mereka juga terkejut karena Shigure bisa menampakkan wajah sebahagia ini?
Greek
Pintu ruang klub Houkago Rakuenbu terbuka, menampakkan wajah coretmesumcoret penuh cinta Shigure. Otone cuek saja. Eruna apalagi. Sepertinya cuma Bimii yang baik di sini...
"Ah, selamat siang ryui. Kau mencari Eruna, ya?"
"Eruna-chan~"
Bimii dilewati begitu saja. Ternyata Shigure sama iblisnya dengan sepupunya itu.
"Eruna-chan-ki yang manis, cantik, baik–"
"Berisik, ah, Shigure! Enggak lihat apa, orang lagi sibuk!"
Shigure mengedip-ngedipkan matanya. "Eh~ jahat. Memangnya ada apa, sih?"
cDia telat masuk kelas. Lagi." Otone angkat bicara "Dia disuruh menyelesaikan semua PR ini dan dikumpulkan besok." gadis bersurai putih-ungu tersebut memberi gestur ke arah tumpukan kertas di atas meja, sebelum kembali mengutak-atik kamera tua di rangannya.
"Oh~ begitukah? Biar kubantu~"
Eruna yang mendengarnya langsung mendongak dengan mata berbinar sebelum berseru, "Serius?!"
Shigure mengangguk dan membalas "Sudah agak lupa materi kelas satu, sih. Tapi kalau dibaca ulang juga nanti ingat, kok."
"Benarkah?! Terima kasih, Shigure!"
Sementara sepasang sepupu itu berkutat dengan lusinan PR, Otone memilih cuek dan lanjut mengutak-atik kamera tua di depannya. Kamera tua tersebut dibawa Bimii pada pertemuan tadi pagi. Katanya masih bagus, namun ada beberapa bagian yang perlu dibersihkan dan diperbaiki. Bermodalkan beberapa alat, gadis itu menawarkan diri untuk memperbaikinya. Entah bagaimana cara ia memperbaikinya, namun yang pasti pekerjaannyabtelah selesai.
Otone tersenyum puas ketika kamera itu sudah kinclong dan tampak seperti baru lagi. Sekarang tinggal mengetesnya. Ia mencari-cari obyek di sekitar ruangan yang tampak bagus untuk dipotret, dan kemudian berpikir sebaiknya ia memotret Shigure dan Eruna saja.
Gadis itu mendorong bangkunya ke belakang sekilas, mencari angle dan pencahayaan yang bagus untuk memotret. Dia kemudian duduk dan mengatakan, "Kalian, coba pandang sini! Kalian akan kufoto!"
"Eruna-chan, sini~" Shigure dengan sigap merangkul bahu Eruna, membuat wajah sang gadis bersemu merah.
"Eh? Eruna-chan, wajahmu ken–"
"D-di-diaaaaam! Shigure bodooooh!"
Buak
Cekrik.
"Fotonya akan kucuci dulu. Nanti kalau sudah jadi, akan kuberikan pada kalian." Otone kemudian berlalu sambil menyeret Bimii, meninggalkan Eruna yang pingsan karena malu dan Shigure yang panik tingkat dewa.
Dasar Otone kejam.
End
Hai hai~ kali ini saya bawa rikuesan dari Luna (Guest)
Semoga memuaskan ya~
Mind to review?
iwanagahimesama
