Session Talkshow
Flaesy : hai semuanya, kembali lagi dengan author baru nan gaje ini di fanfic abal nan acur ++ pokoknya . pertama tama flaesy mau ucapin terimakasih buat yang udah baca dan ngereview fanfic ini. Mari kita buka saja season talkshownya bersama pemeran utama dalam fanfic ini , yaitu karin dan kazune.
Karin : halo semuanya karin disini ...#sambil ngangkat tangan# (kayak anak kecil aja #plak#)
Kazune : ... #malas bicara#
Flaesy : kazune sedang sakit gigi ya? #sok perhatian#
Kazune : ...
Karin : biarkan saja dia flaesy, dia sedang badmood sekarang
Kazune : aku bukannya badmood! Aku sedang berfikir kenapa kau memakai margaku?!#sambil nunjuk flaesy#
Flaesy : hehehehe... flaesy suka marga 'kujyou', flaesy juga sempat berfikir semua keluarga kujyou kan pintar-pintar. Mungkin jika flaesy menggunakan marga 'kujyou', kepintarannya akan menular ke flaesy.
Karin : emang bisa ya?, kalau gitu aku juga akan ganti marga#semangat 45 bangkit#
Kazune : ...#sweetdrop#
Flaesy : sudah..sudah.. sekarang karin dan kazune bantu flaesy balas review ya. Balasan pertama untuk Cie . 2 jempol buat tebakan anda,
Karin : baiklah sekarang giliran aku bacain balasan untuk Sofia kazurin siquelle , Uchiha Hanaruhime. terimakasih atas reviewnya .
Kazune : balasan untuk Guest . ini udah lanjut kok.
Flaesy : untuk rezahz . disini flaesy ingin kazune jadi laki-laki yang gampang bersosialisasi dan baik, tapi kalo ada maunya jadi super serius. kalo kenapa karin culun sih, itu karena tak ingin di bully senpai-senpai jahat (ceritanya).
Karin : balasan untuk Wulan , Sazumi Misako . saya mewakili flaesy mengucapkan salam kenal juga dan ini udah lanjut kok.
Flaesy : okedeh.. langsung aja ini dia chapter 2. gomenne kalau sedikit dan gaje tingkat akut(?). Flaesy harap ini dapat menghibur kalian.
Disclaimer: Kamichama Karin © Koge Donbo
Story: Himitsu © Flaesy Kujyou
Rated: T
Genre: Romance; Friendship
Pairing: KazuRin
Peringatan : AU, OOC, Ancur, Gaje, dll
.
~Selamat Membaca~
.
.
~ Himitsu ~
Karin Pov
"Jangan dekati Hanazono-san!"bentak laki-laki yang sepertinya aku kenal. kulihat kedua laki-laki tadi ketakutan setelah salah satu dari mereka terjatuh dan mulai berlari menjauhiku. pandanganku mulai teralihkan setelah kedua laki-laki tadi sudah hilang dari pandanganku. kini pandanganku tertuju pada laki-laki yang menolongku , kulihat dia menatapku dengan serius.
laki-laki yang dihadapanku ini memiliki rambut blonde dan iris blue saffire. tingginya seperti pemain basket sekolahku. tu-tungu dulu! pemain basket?!. ja-jangan jangan . "Ku-Kujyou-san?"gumamku pelan saat sudah mengenali laki-laki yang ada dihadapanku kini.
"Hanazono-san aku ingin bicara padamu"jelas Kazune padaku dengan tatapan serius. aku hanya bisa menelan ludah saat melihat tatapannya yang serius. apa yang akan dia tanya padaku?.
.
.
kini kami berdua sudah duduk santai disebuah cafe. ralat, bukan santai. menurutku ini menegangkan, karena di hadapanku kini ada seorang laki-laki populer dan dia tengah menatapku serius dengan kedua mata saffirenya. "kau.." satu kata terucap oleh laki-laki yang ada dihapanku kini dan itu sudah membuatku terkejut setengah mati.
"Eh? ah ? i-iya?"sahutku gugup. entah ini karena keterkejutanku atau karena seorang laki-laki populer yang ada dihadapanku ini.
"Kau benar-benar Hanazono Karin?" tanyanya dengan nada tak percaya dan menurutku tatapannya begitu konyol sekarang. jika bukan karena tak ingin merusak image ku, sedari tadi sebenarnya aku sudah akan jatuh karena pertanyaan konyolnya.
"Jadi sedari tadi kau memanggilku 'Hanazono-san' dengan pikiran tak percaya?"tanyaku.
"Kau tak usah membohongiku.. kau tak bisa membohongiku seperti orang-orang yang lain" jelas Kazune dengan nada sedikit sinis padaku.
aku hanya menelan ludah saat mendengarkan perkataan Kazune. "kau.."Kazune memberi jeda pada perkataannya. "kau adalah Lanna Hoshina kan?"tanyanya memastikan.
"Ka-kau salah orang Ku-Kujyou-san"sahutku gugup karena tatapan serius masih terpasang dimata saffirenya.
"Sudah kubilang kau takkan bisa membohongiku. tak mungkin ada 2 orang yang memiliki wajah mirip dengan fisik yang mirip juga, tapi mereka tidak memiliki hubungan darah. kecuali..."Kazune menggantungkan kalimatnya. "kecuali mereka adalah orang yang sama"sambungnya.
JLEB!
dia benar, tapi kenapa orang-orang yang biasa melontarkan pertanyaan seperti Kazune tak pernah mempunyai kesimpulan seperti itu?. mungkin karena yang dihadapanku ini adalah si rangking 1 dan anak pertama dari seorang dokter. sialnya diriku, kenapa harus dia yang mengetahuinya.
"Jika kau tak ingin rahasia mu terbongkar, kau harus memenuhi persayaratan yang kubuat"jelas Kazune dan itu langsung membuyarkan lamunanku karena terkejut.
"A-APA?!"pekik ku tak percaya.
kazune menutup kedua telinganya saat aku memekik, "Hei, kecilkan suaramu. syaratnya gampang kok"jelas Kazune santai.
"Apa syaratnya?"tanyaku ketus.
"Kau hanya perlu kencan denganku setiap hari minggu"jelas Kazune santai.
"Ha-hari mi-minggu?! kau gila ya? hari minggu adalah hari untukku bersantai dengan jalan-jalan disekitar sini.."jelasku dengan nada yang sedikit tinggi karena tak terima dengan persyaratan yang harus mengorbankan hari mingguku yang berharga.
"Yasudah kalau tidak mau.. aku tak memaksamu, itu pilihanmu. pilihan menentukan segalanya lho"jelas Kazune, sepertinya dia sedang memancingku agar menerima persyaratannya.
jika aku menyetujuinya aku akan aman dari senpai-senpai jahat, tapi hari mingguku jadi korban. jika aku menolaknya hari mingguku selamat, tapi hari-hariku disekolah tak akan selamat. ini pilihan yang sulit!. setuju, tolak. setuju, tolak. setuju, tolak.?
"A-aku... aku butuh waktu untuk berfikir.."jelasku sambil memohon pada kazune.
"Maaf.. tidak ada waktu untuk itu"sahutnya dengan ekspresi datar.
dia ini, aku jadi meragukan dirinya. kenapa dia begitu populer sih? laki-laki tanpa belas kasihan ini begitu populer? dunia pasti akan kiamat.
aku menghela nafas, "Baiklah, aku setuju. tapi hanya minggu depan saja"tawarku pada Kazune.
"Hei hei , yang menentukan persyaratan adalah aku. aku mengatakan setiap hari minggu. apa seberat itukah kau melepas hari minggu mu yang sendiri dengan hari minggu bersamaku?"tanyanya tak percaya.
"Tentu saja berat.."sahutku lemas.
"Jadi? apa pilihanmu?"tanya Kazune manuntut jawaban dariku.
"Baiklah aku setuju" sahutku pada akhirnya. kulihat dia tersenyum , menyeringai.
.
.
Kini aku sedang menyusuri lorong sekolah, seperti biasa aku mengenakan style cupuku. entah kenapa di hari ini pikiranku penuh dengan hal-hal mengenai kencan hari minggu. ini antara aku tidak sabar atau aku memikirkan hal yang akan dilakukan Kazune padaku saat kencan.
disaat aku masih berkutat dengan pikiranku. aku melihat Kazune tengah bicara dengan 4 temannya, 2 diantaranya adalah perempuan yang stylenya imut. aku suka style kedua perempuan itu. ugh! andai hari ini tidak sekolah, pasti aku sudah menggunakan aksesories imut seperti mereka.
pandanganku kini tertuju pada kazune, dan Kazune juga melihatku. seperti sebuah kode, tatapannya mengatakan ingat-hari-minggu. entah itu karena aku sudah gila karena memikirkan kencan hari minggu atau memang tatapannya mengatakan itu?. sepertinya aku harus kedokter sepulang sekolah.
"Ne, Kazune-kun kau sedang lihat siapa?"tanya salah satu teman perempuan Kazune, yang ku ketahui bernama Himeka. karena memiliki suara yang begitu lembut.
saat Himeka mengatakan itu, aku langsung cepat-cepat sembunyi agar tidak dilihat. "Tidak ada. ayo kekelas"ajak Kazune.
setelah kurasa mereka sudah pergi. aku pun keluar dari tempat persembunyianku. "Apa yang akan terjadi dihari minggu besok ya?"gumamku pelan.
.
.
.
TBC
flaesy : mohon review ~
