Flaesy datang untuk memberikan chapter 4 yang meragukan dimata Flaesy TTATT. tapi karena otak Flaesy udah ketemu tembok dan takutnya Flaesy nggak bisa update, maka hari ini, jam ini, menit ini, detik ini Flaesy akhrinya mengupdate chapter 4.
Maaf kalau Kazune sangat ooc di chapter 4 ini, Flaesy juga bingung kenapa Flaesy seneng banget sih kalo Kazune ooc ==; .
Yaudah kita langsung saja. ini dia chapter 4 Himitsu yang sangat meragukan dimata Flaesy TTATT.
Disclaimer: Kamichama Karin © Koge Donbo
Story: Himitsu © Flaesy Kujyou
Rated: T
Genre: Romance; Friendship
Pairing: KazuRin
Peringatan : AU, OOC, Ancur, Gaje, dll
.
~Selamat Membaca~
.
.
~ Himitsu ~
Normal Pov
Suasana Sekolah Sakura Gaoka tidak berbeda dari biasanya. Semuanya masih seperti biasa. Tapi suasana hati salah satu siswanya yang merupakan murid terpintar, terpopuler, ketua tim basket, dsb (author: saking banyaknya Flaesy males tulis #plak). Yang tak lain dan tak bukan adalah Kazune Kujyou.
Mengapa begitu? Tanyakan sendiri padanya #ditendang, ehm saya ulangi lagi—itu karena sang Kujyou sedari tadi pagi tidak menemukan sang Kekasih pura-puranya yang entah pergi kemana #plak. Lupakan tentang itu.
Tapi hal itu memanglah benar. Sang Kujyou tengah ber-Galau-ria karena tak bertemu dengan sang Kekasih, yang tak lain dan tak bukan adalah Hanazono Karin. Yang hari ini tidak masuk karena Demam. Dan itu semua disebabkan oleh sang Kujyou sendiri yang selalu menggoda Karin saat mereka bersama. (Kazune: Kenapa aku yang disalahkan?!).
Karena Kazune merasa bersalah, Ups salah—Karena Kazune khawatir dengan Karin, dia memutuskan untuk menjengguk Karin sepulang sekolah. Kenapa dia begitu khawatir? Mungkin itu karena mulai ada rasa Cinta di hati dingin sang Kujyou #ditendang. Tapi dia masih belum mengakuinya, sama seperti Karin.
"Kazune-kun.."panggil Himeka yang tak jauh dari tempat Kazune berada dan itu langsung membuyarkan lamunan Kazune. Sesampainya Himeka dihadapan Kazune, Himeka mulai menjelaskan tentang kegiatannya sepulang sekolah. "Ne, Kazune-kun. Aku dan Kazusa-chan akan mengerjakan tugas sekolah diRumah Miyon-chan sepulang Sekolah. apa tak masalah jika Kazune-kun membuat makan siang sendiri?"tanya Himeka.
"Tak masalah.. aku juga sepulang sekolah akan menjenguk Karin" jelas Kazune masih dalam mode Galaunya #plak.
"Memangnya Karin-chan kenapa?"tanya Himeka dengan raut wajah khawatir dan tidak tahu keadaan Karin. Itu karena Himeka tidak sekelas dengan karin.
"Tadi Yuuki mengatakan Karin tidak masuk hari ini karena demam"jelas Kazune.
"Yah.. aku juga ingin menjengguk Karin-chan"rengek Himeka.
"Tidak usah, kau kan ada tugas jadi kerjakan saja dulu tugas itu"sahut Kazune.
"Baiklah, aku titip salam untuk Karin-chan ya Kazune-kun. Kalau begitu aku kembali kekelas, bye"jelas Himeka sembari berlari kecil meninggalkan Kazune menuju kelasnya.
Setelah Himeka pergi, Kazune kembali ber-Galau-ria #plak .
.
.
Teng! Teng! Teng!
Bel pulang sekolah di Sakura Gaoka sudah terdengar, pertanda baik bagi para muridnya yang otaknya sudah berat karena pelajaran yang begitu susah.
Tak perlu waktu yang lama, semua Kelas pun sudah tak ada siapapun. Termasuk Kelas 2-1, yang tak lain adalah Kelas Kazune. Yang biasanya meninggalkan seorang murid laki-laki yang tak lain adalah Kazune sendiri. Tapi tidak untuk hari ini. Karena saat bel pulang sekolah sudah berbunyi, Kazune langsung melesat pergi ke parkiran dan mengendarai motornya menuju sebuah Rumah, yang tak lain adalah Rumah Karin.
Saat sudah sampai didepan Rumah tujuannya, Kazune langsung memarkirkan motornya.
Saat akan mengetuk pintu, Kazune mendengar suara teriakan dan diikuti suara benturan dari dalam Rumah Karin. Kazune mengetahui siapa pemilik suara itu, Karin. Siapa lagi?.
"Kyaaaaa..". "Duargh"
Tanpa basa basi lagi, Kazune langsung membuka kasar pintu Rumah Karin. "Karin!"teriak Kazune yang begitu khawatir.
Terlihat Karin tengah terduduk didekat tangga sambil mengelus dagunya. Sepertinya Karin terjatuh dari tangga. Kazune langsung mendekati Karin yang masih meringis kesakitan.
"Kau tak apa?"tanya Kazune dengan nada yang begitu khawatir walau wajahnya masih datar.
"Eh? Ka-Kazune-kun? Kapan kau datang?"tanya Karin dengan polos. Wajahnya masih sedikit memerah karena suhu badannya.
'Apa dia tidak mendengar saat aku mendobrak pintu rumahnya?'pikir Kazune sambil sweetdrop karena Karin tidak mendengar saat Kazune membuka kasar pintu Rumah Karin.
"Mana Kira-san?"tanya Kazune saat menyadari Rumah Karin begitu sepi.
"Aku tidak tahu"sahut Karin sambil mencoba bangun, tapi karena masih lemas. Hampir saja Karin terjatuh kembali, untung saja Kazune dengan sigap langsung menahan tubuh karin agar tidak terjatuh.
"Lalu kenapa kau disini? Bukankah kau harusnya berada dikamar?"tanya Kazune lagi.
"Aku bosan"sahut Karin sambil melepaskan pegangan Kazune, karena dia merasa sudah bisa berdiri sendiri. "Sudahlah Kazune-kun.. jangan bertanya lagi, aku masih lel—"ucapan Karin terputus karena dia jatuh tak sadarkan diri.
CUP! Ciuman singkat pun terjadi antara bibir Karin dan Kazune. Karena Karin jatuh menimpa tubuh Kazune.
Degh! Degh! Degh! Jantung Kazune tiba-tiba berdetak kencang tak terkendali. Bagaimana tidak? Seorang gadis berada diatas tubuhnya dan sebelumnya mereka ciuman?.
"Ka-Karin"panggil Kazune dengan pelan sambil membangunkan tubuh Karin yang berada diatas tubuhnya.
"hn.."gumaman pelan dari Karin yang menandakan Karin sedang tertidur.
Kazune menghela nafas berat saat mengetahui dia harus mengangkat tubuh Karin. Dengan rasa terpaksa Kazune pun mengangkat tubuh Karin dan meletakkan tubuhnya disofa ruang tamu karena tidak mengetahui dimana kamar Karin.
"Jika sedari tadi karin sendiri, berarti dia belum makan siang. Lebih baik aku buatkan makan siang"gumam Kazune sembari berjalan meninggalkan Karin yang masih tertidur.
.
.
Aroma masakan tercium sampai kehidung Karin, dan itu langsung membuat Karin tersadar dari alam mimpi.
"umn.. bau apa ini?"gumam Karin sambil mengubah posisinya menjadi duduk disofa. "Kenapa aku ada disini?"tanyanya pada diri sendiri.
"Kau sudah bangun?"tanya Kazune yang baru saja keluar dari dapur dan ditangannya sudah ada semangkuk bubur yang masih hangat.
"Eh? Kau sedang apa disini Kazune-kun?"tanya Karin polos. Sepertinya dia tidak ingat kejadian saat dia terjatuh dari tangga dan melihat Kazune datang.
"Kau tak ingat saat kau terjatuh? Kau juga pingsan dan men—"ucapan Kazune terhenti.
"Men? Men apa Kazune-kun?"tanya Karin ingin tahu.
"Men-Men-Menindihku"sahut Kazune berdusta.
Saat mendengar itu wajah Karin langsung merah seperti buah tomat. "A-a-aku minta maaf"sahut Karin sambil menundukkan kepalanya karena malu.
'Aku bilang menindih saja dia malu seperti itu. Apalagi aku bilang menciumku?'pikir Kazune.
"I-iya.. tak apa"sahut Kazune. "Oiya, aku sudah membuatkanmu bubur"jelas Kazune sambil memberikan bubur yang tadi dia bawa.
"A-Arigatou Kazune-kun"sahut Karin sambil menerima bubur tersebut.
Dengan perlahan Karin memasukkan sesendok bubur kedalam mulutnya. Satu sendok, dua sendok, tiga sendok, dan seterusnya sampai isi mangkuk itu habis.
Kazune hanya menatapnya dengan seulas senyuman. Tak pernah ada perempuan yang bisa membuatnya senang seperti ini, selain Keluarganya. Untuk pertama kalinya dia selalu mengembangkan senyumanya saat bersama seorang perempuan.
"Zune-kun, Kazune-kun"panggil Karin dan itu langsung membuyarkan lamunan Kazune.
"Apa?"tanya Kazune dengan tenang, walau sebenarnya dia sangat kaget.
"Kenapa melamun saja? ini sudah jam 4 sore. Apa kau tak pulang?"tanya Karin sambil menujuk sebuah jam dinding.
"Iya, iya aku pulang. Tapi apa kau sudah baikan?"tanya Kazune.
Karin langsung memegang dahinya, "hmn.. sudah, sudah tidak panas lagi"sahut Karin dengan polos sambil mengembangkan senyumannya yang begitu manis.
Entah kenapa, itu langsung membuat semburat merah muncul dipipi Kazune.
"Ne, Kazune-kun.. kenapa pipimu memerah? Jangan-jangan kau akan demam"jelas Karin dengan nada yang begitu khawatir.
"Entahlah aku tak tahu, baiklah aku harus pulang sekarang"jelas Kazune sambil mengambil tasnya yang tergeletak tak jauh dari tempatnya berada.
"Baiklah, Arigatou sudah membuatkanku bubur Kazune-kun, mari aku antar keluar"jelas Karin sambil mencoba bangun dari sofa.
"Tidak, lebih baik kau istirahat. Aku tak mau kau pingsan lagi"jelas Kazune sambil menahan Karin agar tidak bangun.
Karin mengembungkan pipinya kesal karena perlakuan Kazune. "Aku kan sudah baikan". Kazune hanya terkehkeh pelan saat mendengar itu.
"Baiklah, aku pulang. Bye"jelas Kazune sambil berjalan keluar Rumah Karin.
"Hati-hati Kazune-kun"sahut Karin sebelum Kazune keluar dari Rumah Karin.'Kazune-kun baik sekali padaku..'pikir Karin sambil senyum-senyum sendiri.
.
.
Kazune Pov
"Jaga Kazunenii-chan ya Q-chan"jelas seseorang yang kuketahui adalah Kazusa.
Tapi entah kenapa saat aku ingin membuka mataku, hal itu terasa berat. Saat sudah terbuka, aku melihat Kazusa tengah berbicara pada Q-san yang merupakan pembantu keluarga Kujyou.
"Ada apa Kazusa?"tanyaku.
Kazusa pun mengalihkan pandangannya kearahku. Dia sudah mengenakan pakaian sekolah. Dia sudah akan berangkat ke sekolah. Jadi aku telat bangun?.
Aku pun berusaha bangun dari tempat tidur. Tapi Kazusa langsung menahanku. "Nii-chan! apa yang Nii-chan lakukan?!"tanya Kazusa dengan nada marah.
"Tentunya aku harus bangun! Aku akan kesekolah"jelasku.
"Nii-chan sedang demam, lebih baik istirahat"jelas Kazusa sedikit melembut.
Demam? Jangan-jangan aku tertular Karin. Ya, sudahlah. Hari ini juga tak ada hal khusus yang ingin kukerjakan, selain ingin melihat senyuman Karin. Apa Karin akan menjengukku? Apa aku boleh berharap?. Ah, lupakan saja.
.
.
TBC
Balasan Review:
Sazumi Misako : Terimakasih sudah mau mereview Sazumi-san. yang chapter 3 menarik? terimakasih. Bagaimana dengan yang ini? Menarikkah? pasti tidak TTATT , Flaesy aja nggak yakin. Jangan lupa review lagi ne~
Manda : Flaesy juga senyum-senyum sendiri saat lihat review Manda-san . terimakasih sudah mereview dan jangan lupa review lagi ne~
Guest : Flaesy juga nggak tau, tapi itu memang buatan Flaesy sendiri. Terimakasih sudah mereview ne~
Meirin Hinamori 16 : Flaesy udah jelasin di PM kan? dan Terimakasih sudah mereview ne~
Vii Violetta Anais : Terimakasih sudah dibilang bagus, tapi Flaesy nggak yakin Vii-san (?) akan menyukai chapter ini TTATT . okedeh, jangan lupa Review lagi ne~
Fujimoto Hanami : Iya, Kazune emang jahat .-. Terimakasih sudah mau mereview dan jangan lupa review lagi ne~
Yolanda : Hai juga... Gomennasai kalo Flaesy lama updatenya TTATT, Terimakasih sudah mereview~
: Flaesy suka.. Flaesy suka.. Flaesy suka sama review sofia-san. waa benarkah imotou sofia-san juga suka? Terimakasih.. Jangan lupa review lagi ne~
Akaba31 : Terimakasih Akaba-san. Akaba-san jangan lupa review lagi y~
Furaenika Viina : Arigatou Furaenika-san. Flaesy juga bingung kenapa Kazune malah ooc di Fic Flaesy? ==; . Jangan lupa review lagi ne~
Gomenne kalau chapter 4 nya Gaje banget, dan Gomennasai karena lama updatenya *sambil nunduk*. Flaesy amat sangat nggak yakin ama chapter ini =.='. Flaesy takut para readers nggak terhibur dengan chapter ini TTATT . Oiya Flaesy baru ingat, Flaesy nggak janji akan update kilat. dikarenakan bulan ini liburan, jadi Flaesy nggak punya uang untuk beli pulsa modem. yah, kalo ada saudara yg ngasih pasti Flaesy usahakan.
Jika ingin Fic ini berlanjut, Flaesy minta reviewnya ne ...
