Flaesy datang membawa chapter 5, yeay ^-^. bagi yang sudah ngeReview, ngeFav, ngeFollow Fic gaje ini, Flaesy sangat sangat sangat sangat #kelamaan, sangat berterimakasih. sungguh Flaesy sangat berterimakasih #menangisterharu.
Chapter ini masih agak aneh-aneh gimana gitu, mohon dimaklumi ya #senyummemelas. Chapter kali ini, Flaesy udah usahakan untuk lebih panjang. walau hanya nambah 1000 =.=; . jadinya untuk Chapter ini memakan #emangbuaya?, 2,648 word. Yeay ^-^ #nebarbunga. (readers : kok bangga? #sweetdrop). Oiya, sama seperti sebelum-sebelumnya. Kazune dalam fic ini sangatlah OOC, jadi para Kazune lovers dan para readers sekalian. mohon maafkan Flaesy, karena sudah membuat Kazune sangat OOC disini TTATT.
Flaesy harap, para readers sekalian terhibur dengan chap kali ini #nunduk . Baiklah langsung saja, ini dia Chapter 5 Himitsu.
Disclaimer: Kamichama Karin © Koge Donbo
Story: Himitsu © Flaesy Kujyou
Rated: T
Genre: Romance; Friendship
Pairing: KazuRin
Peringatan : Gaje, OOC, AU, Ancur, de es be.
~Selamat Membaca~
.
.
~ Himitsu ~
Kazune Pov
Sejak aku datang ke Rumah Karin, lebih tepatnya 2 minggu yang lalu. Karin bersikap berbeda dari biasanya, dia mulai terbiasa bicara denganku. Maksudku, dia mulai bicara seperti kami sudah lama kenal. Tak seperti sebelumnya, dia yang bersikap cuek terhadapku atau mungkin dia membalas dendam karena aku bersikap cuek padanya.
Kami memang tak banyak bicara disekolah, hanya saat di Perpustakaan saja kami bisa berbicara. Mengapa? Itu karena Karin merasa jika dia bicara dengaku ditempat lain selain Perpustakaan, para fansku yang terbilang sangat banyak akan membullynya jika mengetahui dia dekat denganku.
Hari ini pun sama, saat jam istirahat aku bersama Karin berada di Perpustakaan. Karin sibuk dengan buku pelajaran sedangkan aku hanya memperhatikannya belajar. Kenapa tidak membaca buku? Aku sedang malas membaca buku hari ini.
Entah berapa lama Karin berkutat dengan buku pelajaran itu yang kuketahui pelajaran biologi. Anehnya sedari tadi dia tak kunjung membalikkan halamannya.
" Apa yang kau lihat?"tanyaku.
"Ah.. Ka-Kau kan lihat aku sedang membaca"sahut Karin dengan ekspresi terkejut.
Aku mendengus kesal. "Aku tahu. Maksudku apa yang kau lihat sampai-sampai tak berniat membalikkan halamannya?"tanyaku. "Jangan-jangan kau sedang melihat yang aneh-aneh ya? Tak kusangka kau hentai"godaku.
"Ti-tidak, aku hanya sedang memikirkan sesuatu"sahut Karin sambil kembali menatap bukunya.
Dengan cepat aku langsung mengambil bukunya dan pura-pura mencari sesuatu. "Memikirkan sesuatu? Jangan-jangan ada yang menarik ya disini?"tanyaku.
"Hei! Kazune-kun kembalikan, sehabis ini aku ada Test!"pekik Karin sambil mencoba untuk menarik buku yang tadi aku rampas darinya.
"Benarkah? Tapi aku masih mencari hal menarik didalam buku ini"sahutku sambil menjauhkan buku tersebut dari Karin.
"Itu buku Perpustakaan Kazune-kun, mana mungkin ada yang aneh-aneh didalamnya"seru Karin.
Kreeeeekk ! (author : suara kertas robek gitu ya?). Salah satu halaman Buku yang sedari tadi kami rebutkan robek begitu saja.
"Ada apa disini ribut-ribut?! Apa kalian tidak tahu ini Perpustakaan?!"seru Kirio-sensei yang merupakan penjaga Perpustakaan dan salah satu sensei tergalak di Sakura Gaoka.
Kami masih dalam posisi tadi. Aku memegang buku yang utuh dan Karin membawa halaman yang robek.
Aku hanya bisa menelan ludah saat mata tajam milik Kirio-sensei menatap ke arah kami, tanpa basa basi lagi aku langsung menutup buku yang halamannya robek dan langsung mendorong Karin keluar dari Perpustakaan.
"Hahaha.. kami tahu itu Kirio-sensei. Baiklah kalau begitu kami pergi"sahutku sambil berjalan keluar Perpustakaan sembari mendorong Karin yang masih shock. "Dalam hitungan ketiga langsung lari"bisikku pada Karin.
"Satu..."aku mulai berhitung. "dua..."kami hampir sampai dipintu keluar Perpustakaan. "tiga.. lari!"seruku sambil berlari saat sudah berada diluar Perpustakaan dan Karin sudah berada didepanku.
Seperti dugaanku saat kami lari—"Kujyou-san! Hanazono-san! Jangan lari kalian!"seru Kirio-sensei dari pintu keluar Perpustakaan.
Untung saja kami sudah jauh dari Perpustakaan dan Kirio-sensei tidak berminat mengejar kami.
.
Normal Pov
Kazune dan Karin terus berlari sampai didepan Gudang Sekolah yang lumayan jauh dari Perpustakaan.
Kazune langsung duduk menyender ditembok dan disebelahnya ada sebuah lemari kayu yang diatasnya ada sebuah globe. Karin memposisikan duduknya disamping Kazune.
"Ini salahmu Kazune-kun"kata Karin dengan nada marah.
"Iya, iya aku yang salah. Tapi aku masih penasaran dengan buku ini, apa ada yang menarik? Atau ada sebuah kertas tersembunyi disini?"tanya Kazune sambil membuka buku yang tadi robek dengan terbalik dan mengoyang-goyangkannya. Kazune memang sedari tadi membawa buku tersebut dan untung saja Kirio-sensei tak pernah menghintung semua buku di Perpustakaan jadi tak masalah jika satu buku hilang di Perpustakaan.
"Sudah kubilang disana tidak ada yang mena—"ucapan Karin terputus.
BUK! Semua halaman buku tersebut jatuh ke lantai dan ditangan Kazune hanya tersisa covernya saja.
"rik.."sambung Karin sambil menatap Kazune yang masih terpaku dengan halaman buku yang serempak jatuh kelantai. "Hahahaha..."Karin mulai tertawa karena kejadian itu. Dan selanjutnya diikuti oleh Kazune.
Mereka terus tertawa sampai sebuah globe yang tadinya berada diatas lemari kayu jatuh menimpa kepala Kazune.
"I-Itaii"rintih Kazune sambil mengelus kepalanya yang kejatuhan globe gratis. Bukannya membantu, Karin malah mentertawakan Kazune.
"Hahahahah ... Kazune-kun lucu"tawa Karin semakin kencang saja saat melihat Kazune yang sedang meringis kesakitan.
"Apanya yang lucu? Ini sakit, bukannya lucu!"gerutu Kazune sambil terus mengelus kepalanya yang sakit.
"hihihihi.. kau tambah lucu jika marah Kazune-kun"kata Karin sambil cekikikan. "Sini,sini , yang mana sakit? Yang ini?"tanya Karin akhirnya, sambil membantu mengelus kepala Kazune.
Kazune terpaku akan wajah Karin yang manis saat dia mengelus kepala Kazune dengan pelan. "Manis"gumam Kazune pelan tapi itu tetap dapat didengar oleh Karin.
"Manis? Apa yang manis Kazune-kun?"tanya Karin dan menghentikan kegiatannya untuk mengelus kepala Kazune. tanpa sadar Kazune berkata, "Kau". Karin sangat terkejut dengan kejujuran Kazune, saking terkejut dan malunya. Karin langsung salah tingkah dan dipipinya sudah muncul semburat merah.
"Ah, su-sudahlah. A-ayo kembali ke kelas"kata Karin sambil bangun dari tempatnya duduk. Kazune yang baru sadar pun ikut bangun. Sebelum Karin berjalan menuju kelasnya, Kazune menghentikannya dengan menggenggam salah satu pergelangan tangan Karin.
"Nanti kau ada acara? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat"tanya Kazune.
Degh! Degh! Degh! Jantung Karin mulai berdetak tak beraturan dan dia mulai merasakan panas dikedua pipinya. 'apa aku akan demam lagi?'pikir Karin.
"E-entahlah, a-aku ti-tidak tahu. Karena a-aku ti-tidak tahu jadwal pe-pemotretanku"sahut Karin sambil menundukkan kepalanya. Kazune merasa kecewa akan jawaban Karin. "Ta-tapi... mu-mungkin hari ini ti-tidak ada,"sahut Karin lagi. Kazune merasa sedikit lega, karena ajakannya tidak ditolak.
"Baiklah.. aku yakin kau akan menyukai tempat yang akan kutunjukkan. Aku akan menjemputmu jam 4 nanti, bye"jelas Kazune sambil meninggalkan Karin yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus.
Kazune sudah lama menghilang menuju kelasnya dan Karin masih terpaku disana dengan wajah yang seperti kepiting rebus. "Ke-Ke-Ke-Kencan?! Tidak, tidak, tidak . dia hanya ingin menunjukkan suatu tempat padaku"jelas Karin pada dirinya sendiri.
.
.
.
"Ni-Nii-chan"panggil Karin. Ya, Karin sudah berada dirumah saat ini. Lebih tepatnya diruang keluarga bersama Kira.
Kira yang merasa terpanggil pun mengalihkan pandangannya dari surat kabar yang ada dihadapannya. "Ada apa?"tanya Kira.
"Hmn.. ha-hari ini ada pe-pemotretan?"tanya Karin sambil menundukkan kepalanya.
Kira seperti berfikir untuk mengingat-ingat apa ada jadwal pemotretan untuk Karin hari ini. "Hmn.. sepertinya tidak ada. baru kali ini kau bertanya soal itu, memang kenapa?"tanya Kira. Karena sebelumnya Karin tak pernah peduli dengan jadwal pemotretan.
Karin langsung mengangkat wajahnya yang sudah memerah. "A-aa.. Ti-tidak a-aku hanya iseng.. hehehe"sahut Karin sambil tertawa kikuk.
"Jangan berbohong pada Nii-chan mu ini Karin. kau tak mau mendapat karma kan?"jelas Kira dengan senyum iblis yang menakutkan.
"I-Itu.. A-aku ingin keluar bersama... Teman"sahut Karin.
"Teman? Teman atau Kekasih? Aku tebak, hmn...Kujyou-san?"tebak Kira.
Karena tepat sasaran Karin hanya menghela nafas pasrah diiringi dengan sebuah anggukan.
"Baiklah, aku izinkan kau pergi bersamanya"sahut Kira. 'Memangnya aku tadi minta izin ya?'pikir Karin sweetdrop. "Jangan pulang malam ya~"kata Kira dengan nada banci #plak, sambil meninggalkan Karin yang masih sweetdrop melihat Kira yang begitu aneh akhir-akhir ini.
"Nii-chan sudah gila. Aku mau cari Nii-chan baru saja dan yang pasti Nii-chan baru tidak aneh seperti dia"gumam Karin sambil sweetdrop melihat Kira yang sedang menari-nari gaje dan langsung masuk kekamarnya.
.
.
.
Karin Pov
Degh! Degh! Degh! Jantungku sedari tadi tak mau berdetak dengan normal. Sejak Kazune datang ke Rumahku, aku merasa dia begitu baik dan aku tak mau bersikat cuek pada orang yang sudah baik padaku. Tapi aneh, aku merasa sangat aneh saat bersikap baik padanya. Maksudku, aku merasa gugup dan malu sendiri.
Memang setelah perubahan sikapku, Kazune perlahan-lahan menjadi jahil padaku. Tapi aku tak terlalu marah saat dia menjahiliku. Karena ujung-ujungnya dia akan membuatku tertawa, bukan karena leluconnya. Tapi karena wajahnya yang kesal, marah, dan kesakitan membuatku tertawa, mungkin ini kebiasaan baruku.
Seperti biasa tadi dia menjahiliku dengan memperhatikanku saat aku sedang belajar. Siapa yang tidak gugup saat diperhatikan saat belajar? Aku sangat malu saat itu dan dia mengira aku sedang berfikir yang aneh-aneh. Aku sedikit kesal saat dia mengambil buku yang sedang aku baca, karena setelah itu aku akan menerima Test dari Kirika-sensei. Tapi rasa kesalku hilang saat melihat dia meringis kesakitan karena tertimpa globe. Hihihihi, dia sangat lucu saat itu.
Aku sangat kaget saat dia berkata aku ini manis. Aku sangat malu saat itu, ini pertama kalinya aku malu saat seseorang memujiku. Sudah banyak yang bilang aku ini cantiklah, manislah, imutlah, dan lainnya. tapi saat Kazune mengatakan aku manis, jantungku berdegup kencang tidak karuan. Apa ini rasa yang dirasakan saat jatuh cinta? Oh ayolah mana mungkin. Kami hanyalah teman yang sedang berkerja sama untuk menyembunyikan rahasia kami masing-masing.
Lupakan yang tadi, lebih baik aku bersiap-siap untuk pergi keluar bersama Kazune karena jam sudah menunjukkan pukul 15.21 .
.
.
Normal Pov
Jam sudah menunjukkan pukul 15.52 dan Karin sudah siap untuk pergi. Untuk kali ini dia tak berminta untuk mengenakan rok ataupun sejenisnya dan kacamata min yang tak pernah lepas dari Karin sudah terpasang dengan indahnya. Setiap kali triple date, Karin selalu mengenakan kacamatanya.
"Karin, Kujyou-san sudah datang"jelas Kira dari depan pintu Karin.
Karin pun tersadar dari lamunannya dan bergegas keluar kamar. Dilihatnya Kira sedang tersenyum aneh saat keluar kamar. 'Kalau begini terus aku akan mencari Nii-chan baru'pikir Karin sambil terus berjalan keluar rumah tanpa mempedulikan Kira yang begitu aneh.
Saat keluar rumah Karin melihat Kazune tengah menaiki sepeda. Seperti biasa dia lebih senang menggunakan sepeda dari pada motor. Setiap kali diajak triple date dengan yang lainnya, Kazune juga lebih memilih sepeda.
"Kita mau kemana?"tanya Karin saat sudah berada didekat Kazune.
"Lihat saja nanti dan cepatlah naik"jelas Kazune.
Karin hanya menurut saja, seperti anjing dengan manjikannya #digebukin—maksudnya seperti istri dengan suaminya #ditebas—maksudnya seperti anak dan ibunya #plak—terserah, semuanya dibilang salah sama Kazune dan Karin #sebel.
Kembali kecerita.
Kazune terus mengayuh sepedanya dan berhenti didepan sebuah Toko Aksesoris. Karin turun dari sepeda dan tercengang dengan Toko Aksesoris. Bukan karena senang, tapi kaget karena Kazune mengajaknya kesini. Bukankah ini Toko biasa bagi seorang perempuan?.
"Kau mengajakku kesini? Ini tempat yang ingin kau tunjukkan padaku?"tanya Karin tak peracaya.
"Bukan, nanti ku jelaskan. Ayo masuk"ajak Kazune sambil menarik Karin untuk masuk bersamanya.
Kazune tampak bingung dan Karin tampak cemberut. Kazune bingung karena tidak tahu dimana tempat benda yang ingin dia cari. Sedangkan Karin cemberut karena Kazune terus menariknya seperti anjing #ditebas.
"Karin, bisakah kau memilih dua gantungan yang bagus dan serasi?"tanya Kazune akhirnya, saat dia sudah menemukan tempat benda yang dia cari.
Karin yang sedari tadi cemberut dan tidak memperhatikan apa-apa pun kagum dengan apa yang dilihatnya. Sederet gantungan lucu dan imut tergantung dengan indah ditempat itu.
"Untuk apa?"tanya Karin.
Kazune diam untuk memikirkan sebuah alasan yang bagus. "Untuk Kazusa dan Himeka"sahut Kazune berbohong.
"Hmn.. Baiklah"sahut Karin akhirnya dan mulai melihat-lihat gantungan yang bagus, padahal semuanya bagus.
"Aku kesana dulu ya Karin, nanti aku kesini lagi"jelas Kazune sambil meninggalkan Karin yang masih sibuk melihat-lihat gantungan.
Karin tertarik saat melihat 2 buah gantungan berbentuk kelinci. Salah satunya mirip Kazune, gantungan kelinci putih dengan pita biru dilehernya. Karin tertawa kecil saat melihatnya. Dan yang lagi satu, entah mirip siapa. Mungkin dirinya sendiri, gantungan kelinci putih dengan pita pink di salah satu telinganya.
"Bagaimana dengan yang ini Kazu—"Karin baru sadar Kazune tidak ada didekatnya. Tadi dia tidak mendengar Kazune pergi sebentar karena terlalu sibuk melihat-lihat gantungan.
Karin mulai melangkahkan kakinya dan baru beberapa langkah dia langsung bertemu dengan Kazune. "Kau kemana saja?! kenapa meninggalkan aku sendiri?"tanya Karin dengan kesal.
"Bukankah aku sudah bilang padamu?"tanya Kazune.
Karin diam, 'mungkin tadi aku tak mendengarkannya'pikirnya. "Ya sudahlah, bagaimana menurutmu dengan dua gantungan ini Kazune-kun?"tanya Karin sambil memperlihatkan 2 gantungan tadi. "Yang ini mirip denganmu ya"jelas Karin sambil menunjukkan gantungan kelinci putih dengan pita biru dilehernya.
"Kenapa kau bilang begitu?"tanya Kazune sedikit kesal karena disamakan dengan gantungan kelinci itu.
"Aku suka melihat ekspresinya.. lucu, seperti kau Kazune-kun"jelas Karin sambil mengembangkan senyumannya.
"Kalau ini mirip denganku. Yang itu mirip denganmu"celetuk Kazune sambil menunjuk gantungan yang lainnya.
Karin hanya diam tak ingin berdebat dengan Kazune soal gantungan yang lainnya, karena menurutnya gantungan itu memang mirip dengannya.
"Ya sudah, sini. Aku mau membayarnya"jelas Kazune sambil mengambil kedua gantungan itu. "Kau tunggu diluar saja sana"jelas Kazune sambil meninggalkan Karin.
Karin pun bergegas pergi keluar dan menunggu Kazune. Saat sudah diluar, Karin melihat kedalam Toko itu lagi. Entah kenapa hati Karin terasa sakit saat Kazune berbicara dengan penjaga Toko itu yang merupakan seorang perempuan.
Saat Kazune berbicara dengan perempuan itu, dia terlihat sangat senang. Seperti sudah lama mengenal perempuan itu.
Karin masih melamun dan tidak menyadari jika Kazune sudah berada disampingnya. "Karin"panggil Kazune.
Karin yang baru sadar pun terkejut. "Ah.. I-Iya?"tanya karin.
"Kau kenapa?"tanya Kazune. Karin hanya menggelengkan kepalanya untuk menanggapi pertanyaan Kazune. "Ya sudah, ayo"ajak Kazune. Karin hanya menurut saja.
.
.
.
Karin susah payah memanjat tembok tinggi yang memisahkan Taman dengan tanah kosong tempatnya berpijak. Untung saja dia hari ini tidak berminat untuk menggunakan rok, jadi dia mudah untuk menaiki tembok tanpa harus takut kalau Kazune mengintipnya dari bawah.
Karin masih bingung kenapa Kazune bersikeras mau mengajaknya masuk—ralat, menerobos kedalam Taman yang sudah ditutup beberapa bulan yang lalu. Karin sendiri tidak pernah datang ke Taman itu sebelumnya.
BUUK! Karin jatuh dengan tidak mulus diatas dedaunan kering dan langsung bangun untuk membersihkan dedaunan yang tersangkut dipakaiannya.
Beberapa saat kemudian Kazune sudah masuk untuk menyusul Karin. Kazune melompat dengan santai didepan Karin dan mendarat dengan mulus. Tentu saja, dia kan seorang pemain basket dengan tinggi yang yah.. begitulah. (author: Flaesy iri.. ne~ TAT)
"Kenapa kita kesini Kazune-kun? Tempat ini kan sudah ditutup"tanya Karin.
"Aku tahu tempat ini sudah ditutup. Hanya saja aku ingin kesini, sudah lama aku tidak kesini"jelas Kazune.
Karin menatap Kazune bingung. Sudah 2 minggu lebih dia mengenal Kazune, tapi hari ini Kazune begitu berbeda. Seperti ada hal yang baru diketahui oleh Karin, yang langsung diungkapkan oleh Kazune.
"Aku jamin kau akan menyukai tempat ini. Ayo, aku akan membawamu melihat-lihat"ajak Kazune sambil meraih tangan Karin dan mulai menelusuri Taman kosong itu.
Keadaan Taman itu tidak terlalu bagus dan tidak terlalu jelek. Karena Taman itu begitu sejuk dan menentramkan hati, walau sudah tak terawat.
Tiba-tiba saja Karin merasa damai saat suara kicauan burung yang merdu bagaikan nyanyian sore abadi terdengar sampai ketelinganya. Saat sedang asyik menikmati damainya Taman itu, Kazune mulai berbicara.
"Aku sering kemari saat aku masih kecil. Tentunya bersama Kazusa dan Himeka, tapi saat kami sudah berada disini. Mereka berdua langsung menghilang dan meninggalkan aku sendiri"jelas Kazune sambil membawa Karin kedepan Danau yang kondisinya tak terlalu baik. Walau begitu, Karin tetap merasa damai disana.
"Setiap kali mereka berdua menghilang, aku akan duduk disini dan memandangi pemandangan sore hari"jelas Kazune. Karin hanya mendengarkan penjelasan Kazune yang menurutnya begitu menarik.
"Kau tahu? Banyak orang berkata jika kita melempar koin kedalam Danau dan meminta permohonan, pasti akan terkabul"jelas Kazune.
Karin menatap Kazune tak percaya. "Kau percaya itu?"tanya Karin.
"Tidak"sahut Kazune cuek.
Mereka berdua langsung diam dan tenggelam dalam lamunan masing-masing.
"Ini"Kazune menyodorkan gantungan kelinci dengan pita biru dilehernya, yang Karin bilang mirip dengan Kazune.
"Bukankah tadi kau bilang ini untuk Kazusa-chan dan Himeka-chan?"tanya Karin sambil mengambil gantungan yang disodorkan Kazune.
"Aku berbohong"sahut Kazune.
"Kenapa?"tanya Karin.
"Kau bilang gantungan kelinci itu mirip denganku kan?"tanya Kazune. Karin pun mengangguk. "Aku merasa saat kau bersamaku, kau menjadi dirimu sendiri. Aku fikir jika kau bayangkan itu adalah aku, kau akan menjadi dirimu sendiri saat bersama orang lain"jelas Kazune.
"Tapi—"ucapan Karin terputus karena ponselnya bergetar.
"Moshi-moshi"kata Karin saat ponselnya sudah dia letakkan ditelinganya.
"Karin! aku lupa.. aku lupa.."jelas orang disebrang, yang tak lain adalah Kira.
"Ada apa Nii-chan? apa yang kau lupakan?"tanya Karin dengan tenang.
"Aku lupa. Aku lupa jika kau hari ini ada jadwal pemotretan, tadi pagi saat kau disekolah ada jadwal baru untukmu dan aku lupa memberitahukannya padamu"jelas Kira gelisah.
"Tak usah gelisah begitu Nii-chan..aku akan kesana sekarang"sahut karin dengan santai.
"Bagaimana tidak gelisah? Seharusnya kau sudah datang dari tadi, dan model laki-lakinya yang harusnya menjadi partnermu sudah muak menunggu dan sudah meninggalkan studio!"pekik Kira semakin gelisah.
"A-Apa?"tanya Karin ikutan gelisah. Kazune yang melihat Karin gelisah pun mencoba untuk bertanya.
"Ada apa?" tanya Kazune. Karin tidak menjawabnya sama sekali karena masih sibuk berbicara dengan Kira dan Kazune tidak mempermasalahkannya.
"Aku mendengar suara Kujyou-san, apa kau masih bersamanya?"tanya Kira disebrang sana.
"I-Iya.. memang kenapa?"tanya Karin. Karin merasakan firasat buruk setelah ini.
.
.
.
TBC
Balasan Review :
Yukina Yume : Terimakasih untuk Review + sarannya Yukina-chan, jika ada saran lagi mohon diberitahukan ^-^. Jangan lupa review lagi ya ne~
Chinatsu Kinoshita : Hihihi.. Flaesy juga kurang tahu klo demam bisa nular ==; yah, apapun bisa terjadi di fanfic ne~ ^-^. Terimakasih sudah ngeReview + ngeFav + ngeFollow Fic Gaje ini. okedeh, jangan lupa review lagi Natsu-chan ^-^.
Guest : Terimakasih untuk reviewnya ne~, semoga chap ini juga seru dan menambah rasa penasaran anda ne~ hihihihi ^-^. jangan lupa review lagi ne~
inu : Terimakasih untuk reviewnya ne~, benarkah lucu? waaa.. terimakasih #terharu. Flaesy udah usahakan lebih panjang dari chap-chap sebelumnya. klo kurang panjang, mohon maafkan Flaesy yang inspirasinya cuma segitu TTATT. oke, jangan lupa review lagi ya ne~
Manda : Maaf klo chap kemarin membingungkan,#nunduknunduk. cepet sembuh Manda-chan, biar bisa ngeReview fic ini terus, hehehehe #modus. jangan lupa review lagi ya ne~
Yumi Tiffani : Terimakasih sudah ngeReview ne ^-^. semoga chap ini dapat menambah rasa penasaran anda ^-^, gomen klo telat #nunduknunduk. jangan lupa review lagi ya ne~
Bagaimana dengan chap ini? apakah yang penasaran tambah penasaran? klo penasaran, review ya ne~
Oiya Flaesy mau cerita, Flaesy sempet bingung untuk tempat yang akan ditunjukkan Kazune. saat Flaesy tanya ama sahabat Flaesy, dia malah bilang Dinner aja klo nggak ke Toko Aksesoris. pilihan kedua sih Flaesy ambil, tapi masih ragu. jadinya Flaesy baca novel 'Dear Love' , dan Flaesy sempet ketemu ide saat membacanya. Taman kosong, itulah yang Flaesy dapat dari novel tersebut. #kokkayakngedongeng?.
Baiklah sekian dulu dongeng Flaesy#plak. gomen, maksudnya sekian dulu untuk fic ini Flaesy harap para readers sekalian terhibur dengan chap kali ini. Akhir kata Mohon Reviewnya ne~
