Gomennasai Minna~ TTATT, Flaesy lama banget updatenya..
ini semua dikarenakan Flaesy lagi fokus belajar, karena pelajarannya susah pake banget!
Gomenne kalo chapter kali ini Gaje abis karena Flaesy lagi pusing, gomen kalo ada yang membuat para readers sekalian bingung saat membacanya...
dan gomennasai kalo chap kali ini sedikit, inspirasi Flaesy lagi ketemu tembok sekarang. jadi hanya segini saja yang dapat Flaesy keluarkan sebelum mendapatkan tembok lagi. dan sama seperti chap sebelumnya, Kazune sangat OOC dan di chap ini lebih OOC lagi ,jadi mohon maklum ne~ (_ _)
langsung saja, silahkan dibaca. Himitsu chap 6 ^-^ , semoga menghibur para readers sekalian
Disclaimer: Kamichama Karin © Koge Donbo
Story: Himitsu © Flaesy Kujyou
Rated: T
Genre: Romance
Pairing: KazuRin
Peringatan : Ancur, Gaje, OOC, de es be.
~Selamat Membaca~
.
.
~ Himitsu ~
Normal Pov
Degh! Degh! Degh!
Degh! Degh! Degh!
Degh! Degh! Degh!
Jantung Karin terus saja berdetak keras dan tak beraturan. Bukan hanya jantung yang sedikit bermasalah tapi kedua pipinya juga. Kedua pipinya itu bersemu kemerahan saat memandang Kazune yang sudah mengenakan pakaian yang akan digunakan untuk pemotretan dan serasi dengan pakaian Karin (author : gomen, Flaesy nggak pinter mendeskripsikan pakaiannya. Jadi imajinasikan sendiri ya ne~, hehehe).
Jantung Karin makin menjadi-jadi saat Kazune mendekatinya dan membisikan sebuah kalimat yang membuat Karin tambah blushing. "Kamu cantik,"bisik Kazune sebelum dia pergi meninggalkan Karin.
Karin hanya tersenyum kaku saat sudah ditinggal oleh Kazune. 'Awas Nii-chan! kalau bukan karena suruhannya yang mengancam itu, aku tak mungkin mengajak Kazune-kun!'Karin menggerutu dibenaknya. Ya, Kira meminta Karin untuk membawa Kazune ke Studio atau lebih tepatnya Kira menyuruh Karin untuk mengajak Kazune datang ke Studio untuk menggantikan partner Karin yang pergi entah kemana (?) dan sedikit mengancam Karin dengan ancaman akan membuang semua boneka yang terpajang dengan indah dikamar Karin.
Selama pemotretan, Karin sangat blushing karena fotografer memintanya untuk mendekatkan diri ke Kazune.
Dan kini posisi Karin sedang berada didalam pelukan Kazune. Kazune memeluk Karin dari belakang. sesekali Kazune membisikkan sebuah kalimat, "Kau kenapa?" . "Kau tambah cantik saat blushing" dan sebagainya. Karin diam tak menjawab karena dia yakin jika dia menjawabnya, ucapannya akan terbata-bata karena malunya.
Setelah pemotretan Karin tetap diam dengan wajah yang masih blushing. Kira yang melihatnya pun berjalan mendekati Karin. tapi langkahnya terhenti saat melihat Kazune yang sudah berada disamping Karin. sebuah ide jahil pun terlintas dibenak Kira. Dengan cepat Kira melangkahkan kakinya menjauhi Karin.
"Kenapa kau diam saja?"tanya Kazune pada Karin yang berjalan dalam diam disampingnya.
Karin menoleh sekilas dan kembali menatap kedepan. Karin menggelengkan kepalanya.
"Apa kau sakit?" Kazune bertanya lagi dengan nada khawatir. (author : sungguh, kau sangat perhatian Kazune..). lagi-lagi Karin hanya menggelengkan kepalanya.
"Baiklah"ucap Kazune. "Kau pulang dengan siapa?"
"Dengan Kira-nii"ucap Karin. setelah mengucapkan itu, ponsel Karin yang berada ditas kecilnya pun bergetar.
DRRRT! DRRRT!
Dengan cepat Karin mengambil ponselnya dan menatap layarnya. Sebuah pesan dari Kira.
From : Kira-nii
Karin, kau pulang dengan Kazune ya. kasihan pacarmu itu, jika kau pergi dengannya dan pulang tanpanya. Jadi kau bisa melanjutkan kencanmu sebelum pulang kerumah.
Jangan marah, dan jangan mengutuk aniki mu yang baik hatinya sepertiku. Oke? Have Fun, Karin ^-^
Karin menatap horor pesan itu. bagaimana bisa Kira meninggalkannya begitu saja, hanya dengan sebuah pesan?. 'aku tidak akan mengutukmu Nii-chan! aku hanya akan memukulmu sampai aku puas' Karin menggerutu dalam benaknya.
Kazune yang melihat isi pesan itu pun tersenyum.
dengan cepat Karin memasukkan kembali ponselnya. Dia sedikit menimbang-nimbang untuk pulang dengan Kazune.
Karena Karin hanya diam, Kazune langsung menarik Karin menuju sepedanya yang tadi dia naiki bersama. Karin terkejut dengan tarikan Kazune yang tiba-tiba.
Saat akan membuka suara, Karin mengurungkan niatnya karena mengerti maksud Kazune yang sebenarnya saat melihat sepeda yang terparkir didepannya.
"Ayo,"ajak Kazune
"Kemana?"tanya Karin bingung.
"Tentu saja pulang, memang kau mau kemana malam-malam begini?"Kazune tersenyum jahil.
"Hah? Oh, iya"ucap Karin malu dan dia pun memposisikan duduknya dikursi belakang.
.
.
.
"Kenapa pulangnya cepat?"tanya Kira heran. Karena Karin datang beberapa menit setelahnya.
Karin menatap Kira dengan kesal. Diurungkannya niat untuk memukul Kira sepuasnya karena dia masih menyayangi aniki satu-satunya itu.
Tanpa mengatakan apapun, Karin langsung masuk kekamarnya dan mengunci pintu kamar. Ingin merenungi sesuatu.
Karin berjalan kearah ranjangnya dan duduk dipinggiran sambil mengambil sebuah boneka teddy bear. Ditatapnya boneka itu, "Apa aku menyukai Kazune-kun?"tanya Karin entah pada siapa, mungkin pada bonekanya.
"Ayo jawab! Apa aku menyukainya?"Karin terus bertanya pada bonekanya yang pasti tidak akan menjawab.
Karin cemberut karena boneka yang ditatapnya sama sekali tidak menjawab pertanyaannya.
Karin menghela nafas, dikembalikannya boneka itu ditempatnya. Kembali dia renungi pertanyaan-pertanyaan yang dia lontarkan pada bonekanya tadi.
DRRT! DRRT! DRRT!
Ponsel Karin kembali bergetar. Karin tersadar dari lamunannya dan mulai mencari ponselnya. Saat sudah menemukan ponselnya yang berada didalam tas kecilnya, Karin pun menatap pesan yang didapatnya itu.
From : Kazune
Besok Himeka dan Kazusa meminta kita ikut dalam acara kencan mereka. Bersiap-siaplah, besok jam 11 pagi aku akan menjemputmu.
Karin menghela nafas pasrah. Setelahnya Karin meletakkan ponselnya dimeja sebelah ranjang dan membaringkan dirinya diranjang tanpa mengganti pakaian.
.
.
Tik! Tok! Tik! Tok!
Suara jam terdengar dalam kesunyian dipagi buta dikamar Karin. tadi Karin sudah tertidur, tapi kembali terbangun saat jam menunjukkan pukul 3 pagi.
Karin masih berbaring diranjangnya dengan mata terbuka lebar yang menatap kosong langit-langit kamarnya. Warna biru langit-langit kamarnya biasanya bisa menghilangkan rasa bingungnya, tapi kali ini tidak.
Karin meletakkan tangannya didada kirinya, "Aku ? apakah aku menyukainya?".
Karin kembali diam dan tidak tertidur lagi sampai Kira yang baru terbangun pada saat jam menunjukkan pukul 7 pagi mengetuk pintu kamarnya untuk bangun.
"Karin, bangun"suara Kira yang terdengar seperti baru bangun itu membuyarkan lamunan Karin yang sudah berlangsung berjam-jam.
Karin bangun dan melangkahkan kakinya keluar kamar. Turun dari tangga dan melangkahkan kakinya menuju dapur untuk mengambil segelas air.
Semua rasa bingungnya dan semua pertanyaan yang sama pun menghilang seketika digantikan tawa. Kenapa? itu karena Karin melihat Kira tengah menggunakan baju tidur berwarna merah muda dengan hiasan love.
"Hahahaha"tawa Karin memecah kesunyian pagi.
Kira yang sadar akan apa yang ditertawakan Karin langsung cemberut. "Sudah diam! Aku takkan menggunakan ini jika baju tidurku yang lain tidak dicuci!"
"Ya, ya aku percaya Nii-chan. tapi dimana kau membelinya? Mungkin aku akan membelinya, hahaha"ucap Karin disela-sela tawanya.
Bukannya cemberut, Kira malah tersenyum jahil pada Karin. "Kau mau membelinya? Kau ingin memberikannya pada Kujyou-san ya?"
Karin menghentikan tawanya. "Hah?!"
"Apa kau tidak tahu? Ini baju tidur sepasang!, tentunya sepasang kekasih."Kira masih tersenyum jahil.
"Lu-lupakan! Su-sudah! Jangan merusak pagiku"ucap Karin sambil melanjutkan langkahnya menuju lemari es. Membukanya, mengambil sebotol air dan meminumnya.
"Untuk pertama kalinya kau bangun tanpa aku bangunkan,"celetuk Kira. Karin tidak menjawab. "Apa kau bangun pagi karena Kujyou-san mengajakmu kencan?"
Karin tersedak. "Uhuk..uhuk, jika aku bangun siang salah, jika bangun pagi juga salah. Lalu kapan aku harus bangun?"
"Tidak usah bangun"ucap Kira asal.
Karin hanya diam tak menyahuti Kira yang masih setengah sadar itu.
.
.
.
"Karin! Kujyou-san datang,"
"Iya,"ucap Karin.
Kini dia sudah siap untuk pergi bersama Kazune. Sudah jadi kegiatan rutinnya setiap hari minggu, walau awalnya dilakukan dengan berat hati ,tapi kini sudah dijalani dengan senang hati.
Kazune sudah menunggunya didepan dengan motor. Yah, terkadang Kazune juga menggunakan motor saat mereka diundang dalam acara nge-date Himeka dan Kazusa.
Karin sangat ngeri saat Kazune menggunakan motor karena Kazune membawa motor dengan kecepatan yang 'WOW', yang dapat menerbangkan 7 nyawa Karin dengan sia-sia.
"Kenapa bawa motor? Aku kan sudah bilang, aku tidak suka naik motor jika kau yang mengendarai!"gerutu Karin saat sudah berada disamping Kazune.
"Sudahlah, cepat naik!"suruh Kazune.
Karin cemberut. "Tidak mau,"
"Lalu bagaimana? Apa kau ingin jalan kaki?"
"Tidak,"sahut Karin cepat. "Aku akan naik, tapi ada syarat!"
"Apa?"
"Nanti belikan aku ice cream"ucap Karin.
Kazune tersenyum. "Baiklah"
Dengan satu kata itu, Karin pun menuruti perkataan Kazune. Seperti biasa jika Kazune membawa motor, Karin akan melingkarkan kedua tangannya di perut Kazune.
Dan seperti biasa pula, Kazune akan menerbangkan 7 nyawa Karin dengan kecepatan 'WOW'nya itu.
Saat sudah sampai tempat tujuan. Karin langsung cepat-cepat turun agar semua nyawanya kembali utuh sebelum menghilang lagi saat pulang.
"Karin-chan"panggil Himeka sambil melangkahkan kakinya mendekati Karin.
"Ah? Hai, Himeka-chan"ucap Karin sambil membenarkan posisi kacamatanya yang sedikit turun. "Mana Kazusa-chan , Jin-kun dan Michi-kun?"tanya Karin saat tidak menemukan ketiga orang tersebut dibelakang Himeka.
"Kazusa-chan dan Jin-kun sudah memulai permainan mereka, sedangkan Michi-kun sedang membeli minuman"jelas Himeka.
"Ah? Permainan?"tanya Karin. Karin mulai melihat sekelilingnya dan ternyata dia berada di Taman Bermain. "Oh"akhirnya hanya itu yang terucap oleh Karin.
"Baiklah, kau dan Kazune-kun langsung saja bermain. Aku akan menghampiri Michi-kun dulu, jaa"ucap Himeka sambil melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan Karin.
"Bagaimana? Kau ingin main apa?"tanya Kazune yang baru saja datang setelah memparkirkan motornya.
Karin terkejut akan kedatangan Kazune, tapi dia masih bisa mengendalikan keterkejutannya. "Hmn.. bagaimana dengan itu?" Karin menujuk sebuah wahana, yang tak lain adalah roller coaster.
"Kau yakin?"tanya Kazune tak percaya.
"Aku yakin, dulu Nii-chan tak mengijinkanku menaiki itu. aku sudah lama ingin naik itu"
"Baiklah, ayo"Kazune langsung menarik tangan Karin.
.
.
.
"Kau tak apa?"tanya Kazune saat mereka berdua sudah turun dari roller coaster.
Karin mengangguk, walau jantungnya masih lompat-lompat saking takutnya. Saat sudah merasa jantungnya membaik, Karin pun menoleh kearah Kazune. "Mana janjimu untuk membelikanku ice cream?"tanya Karin.
"Baiklah, akan aku belikan sekarang"ucap Kazune. "Kau duduk dikursi sana saja, aku akan membelikannya sekarang"
"Baik!, ingat rasa chocolate ya"ucap Karin sebelum melangkahkan kakinya menuju sebuah kursi kayu yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri tadi.
Saat sudah hampir sampai dikursi kayu itu, tanpa sengaja ada seorang perempuan menabrak Karin dan membuat keduanya terjatuh dengan posisi berhadapan.
Kaca mata Karin pun terjatuh dan tampaklah kedua iris emerald Karin.
"Kau?"ucap perempuan yang menabrak Karin.
Karin yang sadar akan kacamatanya yang terjatuh pun langsung mengambil kacamatanya dan memakainya dengan cepat. Karin menatap perempuan yang ada dihadapannya setelah kacamatanya sudah terpasang dengan benar.
"Kau?"ucap Karin sambil menujuk perempuan yang ada dihadapannya.
.
.
.
TBC
Balasan Review :
Manda : Gomenne Flaesy lama updatenya dan chap ini sepertinya gaje abis, Review lagi ya ne~
Yumi Azura : Teruslah penasaran Yumi-chan dan teruslah ngeReview #modus , hehehehe XD .
Guest : Gomennasai karena Flaesy nggak bisa update kilat (_ _) , mohon Reviewnya lagi ya . heheehee
Hayashi Hana-chan : Iya, endingnya KazuRin ^-^. Kazune sangat OOC disini, jadi Flaesy mohon maklum ya ne~
Shiho miyano : Arigatou sdah dibilang bagus dan Gomennasai karena Flaesy lama update ne~
Chinatsu Kinoshita : hehehe, Karin emang hentai *dibantai . jangan lupa review lagi ne~
Ka-chan : Ini udah lanjut Ka-chan, gomenne Flaesy lama updatenya dan mohon reviewnya lagi ya ne
Sazumi Misako : kok Sazumi-chan tahu? Sazumi-chan peramal ya? Flaesy minta diramal dong, hehe XD , jangan lupa tinggalkan review~
Yukari Hanashita : -_- ternyata dirimu yang mengambil uang jajanku? sungguh kau teganya teganya teganya #plak , teganya kau Yukari TAT. okelah kau harus Review lagi ne!
Kujyou athena: ini sudah update dan gomennasai kalau Flaesy lama updatenya (_ _) , jangan lupa review ya ne~
mo : Flaesy setuju sama mo-san (?) , Kazune itu cool dan Karin itu kawaii mereka harus disatukan ^-^ . jangan lupa review lagi ya ne~
aki hiyori : gomennasai karena membuat hiyori-san penasaran berlama-lama karena Flaesy lama updatenya ne~ , jangan lupa review ya
taing123 : Yoroshiku ne~ , gomen kalau kelamaan ya ^-^ . mohon review lagi
okelah, hanya segitu saja review untuk chap 5 sebelumnya.
Flaesy nggak janji akan update cepat. mungkin 3 minggu lagi baru bisa update lagi, klo bisa cepet Flaesy akan langsung update. tapi klo nggak bisa yah lagi 3 minggu atau lebihlah. Flaesy janji tidak akan menelantarkan Fic Flaesy, Flaesy janji akan menuntaskannya sampai akhir.
Flaesy benar-benar minta maaf jika chap ini tidak menghibur dan gaje abis TTATT
okelah, sampai jumpa di chap 7 yang akan datang 3 minggu lagi atau lebih ne~
Dan mohon REVIEWnya ne~ ^-^
