Hai Minna~
Flaesy datang kembali...
Gomennasai kalau Flaesy updatenya lama banget TAT .. Flaesy terjerat akan tugas-tugas yang mengerikan TTATT
Disini Kazune sangatlah OOC.. Gomennasai kalau chapter kali ini hancur abiiiiiisssss TTATT , Flaesy lagi pusing akan tugas , jadi buatnya apa adanya saja.. hehe XD. Gomennasai m(_ _)m
langsung saja chap 7 Himitsu ^-^...
Disclaimer: Kamichama Karin © Koge Donbo
Story: Himitsu © Flaesy Kujyou
Rated: T
Genre: Romance
Pairing: KazuRin
Peringatan : Ancur, Gaje, OOC, de es be.
~Selamat Membaca~
.
.
~ Himitsu ~
Someone Pov
Kini aku sedang berjalan-jalan di taman bermain. Tentunya aku sendiri dan mengenakan penyamaranku. Aku tidak mau semua mengetahui siapa aku. jika itu terjadi, habislah aku dengan keringat bercucuran karena menghindari kejaran orang-orang disini.
Siapa aku? aku adalah salah satu model terkenal nomber 1. Tapi setelah dia datang dengan kemisteriusannya, dia pun mengambil gelar model terkenal nomber 1ku!. Lanna Hoshina! Model terkenal yang sangat misterius dan dia sudah mengambil gelar model terkenal nomber 1ku!.
Aku sangat membencinya sampai sekarang! Karena dia, banyak perusahaan fashion dan perancang baju terkenal yang biasa memintaku, pergi dan mulai mengejarnya.
Sudahlah! Aku tak ingin mengingat semua hal itu sekarang, aku hanya ingin menenangkan pikiranku dengan berjalan-jalan di taman bermain.
Aku memang suka menenangkan diriku di taman bermain, ditempat keramaian. Entah kenapa aku menyukai tempat ini untuk menjadi pelarianku dari kebingungan.
Duargh!
Aku menabrak seseorang, dan kami berdua jatuh dengan posisi berhadapan. Aku meringis kesakitan karena aku jatuh dengan posisi duduk, yaampun bagaimana bisa aku sebodoh ini?!.
Baru saja aku akan bertanya keadaan orang yang kutabrak, tapi aku urungkan saat melihat kedua iris emeraldnya. Aku mengenali iris emerald itu dan surai brunnet itu, siapa lagi kalau bukan... Lanna Hoshina!.
"Kau?!" tanpa sadar aku mengucapkan sebuah kata.
Sepertinya karena aku mengeluarkan satu kata itu, dia tersadar akan kacamatanya yang terjatuh dan mulai mengenakannya lagi.
Dia menatapku dan mulai menunjukku. "Kau?"ucapnya.
Apakah dia mengenali penyamaranku ini? Bagaimana bisa? Apakah dia tahu jika aku adalah Karasuma Rika?!.
Deg.. semoga tidak,
Deg.. semoga tidak
Deg..
"Kau tak apa?"
Fyuuh! aku kira dia mengetahui penyamaranku ini, aku tak mau diledek olehnya karena pergi ke taman bermain sendirian. Ya, memang tak ada peraturan yang mengatakan tak boleh pergi sendiri ke taman bermain. Tapi, aku tak mau terlihat bodoh dihadapannya. "Hei! Kau tak apa?"tanyanya lagi karena aku tak menanggapinya.
Aku hanya mengangguk sambil menatap sinis kearahnya. Aku mulai berdiri dari posisi dudukku tadi dan mulai melangkah pergi, tanpa mengatakan apapun. baru saja aku meninggalkannya, aku kembali menabrak seseorang tapi untunglah tak sampai jatuh seperti tadi. Aku hanya terdorong sedikit.
Saat aku melihat siapa lagi orang yang kutabrak, aku melongo. Yang kutabrak adalah laki-laki bersurai blonde dengan iris saffire yang indah.
Degh! Degh! Degh!
Jan-jantungku? Ke-kenapa jantungku berdetak kencang seperti ini saat melihat laki-laki ini?
"Kau tak apa?"tanya laki-laki itu. aku yakin kini wajahku sudah memerah, ingin rasanya aku berkenalan dengannya. Tapi mulutku tak bisa terbuka untuk mengeluarkan kalimat apapun. apa aku benar-benar jatuh cinta ?.
Aku hanya mengangguk, masih terpesona. "Lain kali hati-hati"ucapnya sebelum pergi meninggalkanku.
Aku berbalik untuk melihat punggung laki-laki itu dan aku menemukan dia sedang berbicara pada Lanna. Samar-samar aku mendengar percakapan mereka.
"Kazune-kun! Kau lama sekali"ucap Lanna sambil cemberut. Ternyata laki-laki itu bernama Kazune.
"Sudahlah Karin, yang penting kau dapat ice cream mu. nih"ucap Kazune sambil memberikan ice cream yang berada disalah satu tangannya pada Lanna. Karin? apakah itu nama aslimu Lanna? Dan siapa Kazune untukmu? Apakah dia kekasihmu?.
Jika dia kekasihmu, tak kan lama lagi dia akan menjadi kekasihku. Kau harus menukar keterkenalanku dengan kekasihmu itu Lanna! Atau aku harus memanggilmu Karin?.
End of Someone's Pov
.
.
.
Karin Pov
Hari ini sungguh menyenangkan! Aku menaiki 6 wahana bersama Kazune dan sesekali ngemil saat perut kami terasa lapar. Disepanjang perjalanan mengelilingi taman bermain untuk menaiki wahana, Kazune terus saja mengoceh karena tidak menemukan keberadaan Himeka dan yang lainnya. Hihihihi, dia lucu saat mengoceh.
Memang sedari tadi aku juga tidak melihat keberadaan Himeka dan yang lainnya. Apa jangan-jangan mereka sudah pulang duluan?! Tidak, tidak, itu tidak mungkin. Karena Himeka pasti akan berkata 'Kita harus menunggu Karin-chan dan Kazune-kun dulu'. Tapi? Tapi kalau dia dihasut Kazusa bagaimana?.
Kenapa aku malah memikirkan hal yang tidak penting ya? kalau ditinggal ya tidak masalah sih, yang penting masih ada transportasiku untuk pulang saja. hehehe...
"Hei! Karin, kenapa kau senyum-senyum terus?"celetuk Kazune.
"Hah?"aku tersadar akan lamunanku. "Hmn.. tidak,"
"Sudahlah, lebih baik kita pulang sekarang saja"ucap Kazune. Aku hanya mengangguk saja, dari pada ditinggal olehnya.
.
.
.
"Kau bilang kita akan pulang?! Kenapa malah kesini?!"gerutuku.
Tadi Kazune mengatakan akan mengantarankanku pulang, tapi dia malah mengajakku ke Taman kosong yang kemarin.
Aku hanya menatap tembok pemisah antara taman dan lahan kosong yang aku pijak.
"Sudahlah, cepat naik"suruh Kazune sambil mendorongku.
Aku menahan dorongannya. "Bagaimana aku bisa naik?! Pijakan yang dulu aku pakai hilang!"pekikku sambil menunjukkan tempat kosong yang dulunya ada sebuah benda yang menjadi pijakanku saat naik.
Set! Aku merasakan sepasang tangan melingkar dipinggangku dan tiba-tiba saja aku merasakan tubuhku terangkat dengan mudahnya.
"Hwaa..! apa yang kau lakukan?!"pekikku pada si pelaku maksudku Kazune.
"Sudah diam! Cepat naik, kau berat!"gerutu Kazune.
Aku hanya cemberut saat dia mengataiku 'berat' . memangnya aku seberat apa sih?.
Setelah aku masuk ke Taman kosong itu, Kazune pun menyusul dengan mudah.
Aku hanya cemberut saat sudah melihat Kazune masuk, masih kesal karena dikatai berat. "Ne! Kazune-kun, mau apa kita kesini?"tanyaku.
Kazune hanya diam sambil melangkahkan kakinya mendekati danau. Aku mengikutinya dari belakang.
End of Karin's Pov
.
Normal Pov
Suasana masih hening. Kazune belum ingin mengatakan sesuatu dan Karin tidak ingin mengatakan sesuatu.
Hanya suara kicauan burung saja yang menemani keheningan disekitar mereka.
Kazune menghela nafas, "Karin,"panggilnya.
Karin yang sedari tadi diam menunggu perkataan Kazune pun terkejut, "Hah?! Eh? I-iya?"
Kazune menatap Karin. "aku..."
"Ke-kenapa?"tanya Karin penasaran karena Kazune menggantungkan kalimatnya.
"Aku..." ucap Kazune lagi. "Aku hanya ingin mengatakan, bagaimana kalau tempat ini kita jadikan tempat untuk menghilangkan kejenuhan atau beban?"jelas Kazune tidak jelas.
"Hah? Apa maksudmu?"tanya Karin tak mengerti.
"Hmn.. ma-maksudku, tempat ini akan kita jadikan tempat curahan hati jika salah satu dari kita tak bisa menemani atau bisa saja menjadi tempat yang kita tuju jika sedang rindu satu sama lain"jelas Kazune panjang lebar.
Karin diam, mencerna baik-baik kalimat panjang Kazune. "Untuk apa aku rindu padamu"
"Siapa tahu kau naksir padaku"ucap Kazune narsis. "Aku pasti akan rindu padamu, jika kau tak ada disampingku. Aku menyukaimu"ucap Kazune lagi.
Karin hanya diam sambil menatap danau. Ada sedikit rona merah yang nampak dikedua pipinya itu, tapi dia terus berusaha agar Kazune tidak melihatnya.
"Aaa... kau terharu ya? bagaimana denganmu? Apa kau menyukaiku?"tanya Kazune sambil mencoba menatap wajah Karin. tetapi Karin terus saja menghindar dengan memutar tubuhnya agar wajahnya tak dilihat oleh Kazune.
Tap! Kazune menggenggam salah satu tangan Karin dan dengan cepat Kazune mencium pipi Karin yang merona itu. seketika itu wajah Karin menjadi merah padam.
"A-apa yang ka-kau lakukan?! Da-dasar me-mesum!"ucap Karin sambil berjalan meninggalkan Kazune yang masih saja menggodanya.
"Siapa yang mesum? Aku kan hanya mencium pipimu! Hei!"Kazune menggejar Karin yang sudah berjalan mendahuluinya.
Karin tidak mau menjawab, tidak peduli. Lebih tepatnya terlalu malu untuk peduli dan terus berjalan meninggalkan Kazune.
.
.
.
Karin melangkah masuk kerumahnya dengan jantung yang terus berdetak kencang. Sudah sedari tadi jantungnya berdetak kencang, lebih tepatnya saat bersama Kazune. Dan pada saat Kazune mencium pipinya.
Walau Kazune sudah pulang beberapa menit yang lalu, tetap saja jantungnya masih saja berdetak kencang. Seakan akan Kazune masih bersamanya.
"Karin"panggil Kira saat Karin baru saja akan menaiki tangga untuk kekamarnya.
Karin yang sedari tadi melamun sambil berjalan pun terkejut setengah mati karena tiba-tiba saja Kira muncul disampingnya sambil memanggil namanya. "Eh?! Ah. I-iya? Ada apa?"tanya Karin cepat.
Kira tersenyum jahil. "Bagaimana?"tanyanya.
"Ba-bagaimana apanya?"tanya Karin gugup.
"Tentu saja kencanmu!"
Wajah Karin kembali memerah. "Su-sudahlah! Ja-jangan bicarakan itu!"ucap Karin sambil berlari kekamarnya.
Karin sempat mendengar suara cekikikan Kira yang senang akan reaksinya yang Karin perlihatkan.
Setelah mengunci kamarnya dengan rapat, Karin langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang.
"Kenapa tadi Kazune-kun menciumku?"tanya Karin pada dirinya sendiri sambil memegang pipi yang sempat dicium oleh Kazune. "Hwaaa! Apa maksud dari ciuman itu?!"pekik Karin tanpa sadar.
"Ehmn... siapa yang mencium siapa?"tanya Kira dari balik pintu Karin. sepertinya dia mendengar pekikan Karin.
"Sudah diam, Nii-chan!"pekik Karin lagi karena malu.
.
.
.
Karin berjalan dengan santai ke kelasnya. awalnya santai-santai saja, tapi saat melihat majalah edisi baru yang dilihat oleh murid-muird perempuan. Karin langsung mendung, kalut, takut akan reaksi yang akan dikeluarkan oleh murid-murid perempuan itu yang tak lain adalah Fans Kazune.
"Bagaiamana bisa?! Bagaimana bisa Lanna bermesraan dengan Kazune-kun seperti ini?"pekik salah satu dari mereka. Karin mencoba untuk tenang saat melewati kerumunan itu.
"Aku tak bisa membiarkan ini! Bisa-bisanya Lanna seperti ini?!"pekik yang lainnya.
"Aku akan menarik rambutnya itu dan memotongnya kalau bisa!"pekik yang lainnya lagi.
Glek! Karin menelan ludah, segitu parahkah Karin saat pemotretan bersama Kazune?.
Dia terus berjalan sampai dia berpapasan dengan Kazune yang baru saja keluar dari perpustakaan sambil membawa buku yang sepertinya baru dia pinjam di perpustakaan.
"Ka-Kazune-kun"panggil Karin dengan ekspresi ketakutan.
Kazune yang mengerti ketakutan Karin pun menarik Karin masuk ke perpustakaan yang masih sepi karena masih pagi.
"Ada apa?"tanya Kazune khawatir.
"Ba-bagaimana i-ini? Hiks.. hiks.. a-aku takut, me-mereka.. me-mereka a-akan menyiksaku, hiks.."ucap Karin sambil terisak.
Kazune menarik Karin kedalam pelukannya, "Jangan memikirkan mereka, aku akan melindungimu. Aku janji"ucap Kazune.
"Aku takut mereka a-akan menemukanku.. hiks.."ucap Karin dalam pelukan Kazune.
"Aku tak akan membiarkan mereka menemukanmu"ucap Kazune untuk menenangkan Karin.
Karin mendongak. "Hontou?"tanyanya.
Kazune mengecup kening Karin, "Ya, aku janji"
.
.
.
"Jadi disinilah Lanna, ah tidak. Seharusnya aku memanggilnya Karin"ucap seorang perempuan bersurai gelap didalam mobilnya yang terparkir didepan Sakura gaoka.
"Aku akan memulai permainanku, tunggu saja"ucapnya lagi. "Kita pergi sekarang,"
"Baik, Rika-sama"ucap sang sopir sambil mengendarai mobilnya menjauhi Sakura gaoka.
.
.
.
TBC
Balasan Review :
mo (1) : Gomennasai karena membuat mo-chan menunggu (_ _) , mo-chan belum punah kan? hehehe XD . mohon reviewnya ne~
Guest : Flaesy sudah mengusahakan agar lebih panjang. tapi mungkin ini masih pendek ya? mohon maaf ne~ Flaesy sudah berusaha -_-', mungkin chap selanjutnya akan Flaesy panjangkan walau hanya bertambah sedikit, hehe XD. mohon reviewnya lagi ya
riki : hihihi XD , Flaesy udah janji akan melanjutkan fic Flaesy sampai selesai walau mungkin Flaesy akan sangat lama updatenya .. hehe. mohon reviewnya lagi ya ne~
Rizkia : hihihi XD , Flaesy udah janji akan melanjutkan fic Flaesy sampai selesai walau mungkin Flaesy akan sangat lama updatenya .. hehe. mohon reviewnya lagi ya ne~
Yumi Azura : gomennasai kalo Flaesy lama updatenya Yumi-chan dan mohon review lagi..
Daisyflower Erika-chan : Hihihi XD , arigatou udah review . mohon reviewnya lagi
Akira-Bellachan : Arigatou Bella-chan, gomennasai kalo Flaesy lama updatenya dan mungkin chap ini hancur, gaje, dsb . mohon reviewnya lagi ya~
Akihabara bakain: Arigatou sudah dibilang bagus dan gomennasai karena tidak bisa update kilat (_ _) . mohon reviewnya ne
Yukari Hanashita : iya.. iya.. ini sudah lanjut ne~ . mohon review ya
mo (2) : hehehe XD , oke mo-chan ^-^ . Flaesy sudah usahakan untuk cium pipinya, tapi kalau lebih. hmn.. nanti Flaesy coba untuk buat ne~. mohon reviewnya lagi ne~
Okelah, hanya segini saja untuk chap kali ini.
Gomennasai kalo chap ini hancccuuurr banget -_-
Dan mungkin Flaesy lagi lagi akan lama updatenya. jadi mohon maaf, kalo nggak bisa update kilat ne~
oke, Sampai jumpa di chap selanjutnya ^-^ dan mohon reviewnya ya, semakin banyak review yang datang. semakin semangat Flaesy buatnya ^-^
