Hiks TTATT ... Minna-san~ maafkan Flaesy yang menghilang beberapa bulan ini TTATT
Flaesy diculik oleh tugas-tugas dan ulangan (?) .
Mohon maafkan Flaesy *sujud* TTATT
Dan karena Flaesy mengerjakan chap ini sedikit terburu, jadi beginilah jadinya.. pokoknya Gaje T^T , dan Kazune tetep OOC ...
Langsung saja~ ... Chapter 8 Himitsu ^^
Disclaimer: Kamichama Karin © Koge Donbo
Story: Himitsu © Flaesy Kujyou
Rated: T
Genre: Romance
Pairing: KazuRin
Peringatan : Ancur, Gaje, OOC, de es be.
~Selamat Membaca~
.
.
~ Himitsu ~
Kazune masih memeluk Karin, tanpa menyadari bahwa ada sepasang mata yang berkilat marah melihat mereka berdua berpelukan didalam perpustakaan. Pemilik mata itu pun mulai mendekati sepasang kekasih gadungan (?) yang sedang berpelukan itu.
"EHM!,"
Dengan mendengar dehm-an yang menggema itu, Karin pun melepaskan tubuhnya dari pelukan Kazune.
Kazune dan Karin langsung membeku saat melihat siapa yang berdehm dengan mata yang berkilat marah. Siapa lagi kalau bukan, Kirio-sensei.
GLEK!
"Apakah kalian tidak tahu?! Perpustakaan itu tempat untuk belajar, bukan untuk pacaran!" ucap Kirio-sensei dengan menekankan kata 'pacaran'.
Bukannya mengangguk, Kazune malah tertawa kaku . "haha.. kami tidak sedang pacaran sensei, tadi Hanazono-san ketakutan karena melihat laba-laba dan dia langsung memelukku," ucap Kazune memberikan keterangan palsu kepada Kirio-sensei.
Karin yang mendengar alasan Kazune langsung melongo, karena diakhir kalimat Kazune mengatakan bahwa Karinlah yang memeluknya.
Tanpa pikir panjang Karin langsung menginjak kaki Kazune. tanpa mendengarkan rintihan Kazune yang kesakitan karena dia injak, Karin tersenyum kearah Kirio-sensei. "Iya.. tadi aku melihat laba-laba dan tanpa sengaja..."Karin menatap Kazune sambil tersenyum aneh.
"aku memeluk Kujyou-san," dan injakkan Karin pun mulai mengeras.
Kazune semakin kesakitan karena injakan itu. "Oh.. baiklah, kali ini kalian berdua aku bebaskan. Kalau lain kali aku menemukan kalian disini sambil berpelukan lagi, aku jamin kalian tidak akan lepas,"ucap Kirio-sensei sambil berlalu pergi.
Saat Kirio-sensei sudah pergi, Karin pun memindahkan kakinya yang berada diatas kaki Kazune dan Kazune pun bernafas lega karena terlepas dari injakan maut Karin.
"Kenapa kau menginjakku?"ucap Kazune sedikit kesal.
"Seharusnya aku yang bertanya, kenapa kau mengatakan pada Kirio-sensei kalau aku yang memelukmu?!"ucap Karin kesal.
"Yah.. itu kan hanya alasan," ucap Kazune enteng.
"Alasan yang menyebalkan," ucap Karin sambil cemberut.
"Ngomong-ngomong soal pelukan, tadi kau tak menolak saat aku peluk"ucap Kazune sambil menyeringai.
Wajah Karin langsung memerah saat mengingat kejadian pelukan tadi. Dengan gugup Karin menjawab, "I-itu ka-karena aku .. aku se-sedang ketakutan!".
"Oh ya?" tanya Kazune belum puas akan jawaban Karin. "Apakah bukan karena kau mulai menyukaiku?"tanya Kazune sambil mendekatkan wajahnya ke Karin.
Rona merah diwajah Karin makin menjadi-jadi saat wajah Kazune semakin dekat dengan wajahnya. Dengan reflek Karin langsung mendorong Kazune untuk menjauhi wajah Kazune yang sudah semakin dekat itu.
DUARGH! kepala Kazune terbentur pintu perpustakaan karena dorongan Karin yang lumayan bertenaga itu.
"I-itai.." rintih Kazune.
"Ada apa lagi disini?"tanya Kirio-sensei yang sudah berada dibelakang Karin.
Karin yang terkejut akan kedatangan Kirio-sensei yang sudah berada dibelakangnya itu pun berpindah posisi kesamping Kazune yang sedang mengelus kepalanya yang sakit karena terbentur pintu
"Gomennasai sensei, tadi... tadi..ada laba-laba dipundak Kujyou-san, jadi tanpa sengaja aku mendorongnya," ucap Karin berbohong.
Kirio-sensei menatap langit-langit dan sudut-sudut diperpustakaan, "Sepertinya aku harus memanggil pembasmi serangga,"ucap Kirio-sensei sambil berlalu pergi.
Karin menghela nafas karena alasannya diterima begitu saja oleh Kirio-sensei. "Jangan lakukan hal itu lagi padaku,"ucap Karin sambil melangkahkan kakinya keluar dari perpustakaan, meninggalkan Kazune yang masih mengelus kepalanya yang sakit.
.
.
.
"Karasuma Rika, Yoroshiku,"ucap murid baru yang sedang memperkenalkan dirinya kepada Karin dan teman-teman sekelasnya.
Karin menatap murid baru itu dengan seksama, Karin merasa pernah bertemu dengan Rika sebelumnya. "Ah! Aku ingat," ucap Karin. "Dia yang waktu itu menabrakku di Taman bermain,"
"Baiklah Karasuma-san, kau duduk disebelah Hanazono-san,"ucap sensei.
Tanpa menunggu Karin mengangkat tangannya, Rika sudah berjalan mendekati meja disebelah Karin. "Kau Hanazono Karin kan?"tanya Rika.
"Ya,"ucap Karin.
Rika duduk dikursinya. "Baiklah, aku akan memanggilmu Karin.. atau Lanna, mungkin?"ucap Rika sambil tersenyum sinis.
Karin terkejut akan ucapan Rika. 'Da-dari mana dia tahu? Si-siapa dia?'pikir Karin sambil menatap Rika dengan ekspresi terkejut.
"Ah.. ka-kau hanya salah mengenaliku saja. mana mungkin aku adalah model La—"ucapan Karin dipotong oleh Rika.
"Lanna.. Lanna.. kau bisa membohongi semua orang, tapi kau takkan bisa membohongiku dengan penampilanmu ini," ucap Rika sambil menatap Karin dari atas sampai bawah.
Baru saja Karin akan mengelak, tapi dia urungkan karena sensei sudah menegur mereka berdua yang tidak mendengarkan materi yang sedang dijelaskan didepan.
Rika tersenyum senang atas kemenangannya karena telah memojokkan Karin dihari pertama permainan yang sudah Rika rencanakan.
.
.
.
"Karin-chan," panggil Himeka di pintu kelas Karin.
Karin yang terkejut akan kedatangan Himeka pun segera menghampirinya. "Ada apa?" tanya Karin dengan ekspresi bertanya-tanya. Karena ini pertama kalinya Himeka datang kekelasnya untuk mencari Karin.
"Ne.. ne.. aku dengar dikelasmu ada murid baru, dan murid baru itu adalah model yang terkenal?"tanya Himeka antusias sambil sesekali melirik kedalam kelas.
"Memang ada murid baru, tapi... aku tidak tahu kalau dia itu model terkenal," ucap Karin sambil membenarkan letak kacamatanya.
"Kau bagaimana sih Karin-chan,"ucap Himeka sambil cemberut. Lalu, Himeka memperlihatkan sebuah majalah fashion ke Karin. "Ini, ini kan murid barunya? Murid barunya adalah Rika-chan?"
Karin melihat seorang perempuan bersurai gelap yang tadi dia lihat dikelas berada pada cover majalah fashion yang dibawa oleh Himeka.
Tertera sebuah tulisan yang membuat alis Karin naik, 'Rika kalah saing dengan Lanna'
"Apa maksudnya ini?"tanya Karin sambil menunjukkan tulisan itu pada Himeka.
"Hmn.. itu, kau tahu kan model Lanna-chan? semenjak dia muncul, job Rika-chan sedikit menurun."ucap Himeka.
"Oh"ucap Karin. 'Apakah Rika-san mencari tahu tentang aku sampai sejauh ini karena ingin membeberkan identitas asliku?'pikir Karin.
Karin tersenyum kearah Himeka, "Kalau kau mencarinya sekarang, kau tidak akan menemukannya. Karena dia tadi izin pulang lebih dulu, tapi aku tidak tahu apa alasannya"ucap Karin sambil mengingat kejadian tadi saat Rika tiba-tiba meminta izin pada sensei karena harus segera pergi. Tanpa menanyakan alasannya, sensei yang mengajar langsung memberikan izin untuk Rika.
Wajah Himeka terlihat sedih saat mendengar yang dikatakan oleh Karin. "Huh~ baiklah, mungkin lain kali."ucap Himeka. "Baiklah, jaa~ Karin-chan," Himeka pun berjalan pergi meninggalkan Karin.
sesaat Karin hanya terdiam didepan pintu kelasnya. terlalu banyak pertanyaan yang berputar dikepalanya tentang Rika. "Huh~ yasudahlah," gumam Karin sambil berbalik untuk masuk kekelasnya.
saat Karin akan masuk ke dalam kelasnya. posel Karin yang berada dikantung roknya bergetar.
Karin langsung merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya. saat melihat layar ponselnya, sebelah alis Karin naik karena dia mendapatkan pesan dari nomor yang tidak dikenal. tanpa pikir panjang, Karin langsung membuka pesan itu.
From : Unknown
Lanna.. Ups, maksudku Karin .aku yakin sekarang ada berbagai pertanyaan dibenakmu yang ingin kau tanyakan padaku... jadi aku menunggumu ditaman belakang sepulang sekolah
Karin menatap pesan itu dengan serius. 'Rika..?'
.
.
.
TBC
Balasan Review :
Cherryflower-chan : ah? benarkah? Flaesy sudah sedikit memperjelas di chap ini, menurut Cherry-chan bagaimana? apakah sudah jelas? ^^ .. Flaesy yakin belum, karena Flaesy juga nggak tahu dimananya Flaesy jelasin T^T #plak . review lagi ya~
Guest : Guest-chan .. gomenna *sujud* Flaesy tidak bisa update kilat dan Flaesy menghilang beberapa bulan ini T^T . dan gomennasai jika chap ini Gaje, dan tdk bisa menghibur T^T . Review lagi ya~
rika'i : Hiks.. TT_TT Rika-chan .. gomennasai, Flaesy lama banget updatenya. pokoknya setelah ini Flaesy akan usahakan untuk mempercepat updatenya ^^ . mohon reviewnya ne~
Rin-chan 2930 : Gomennasai Rin-chan... Flaesy lama banget updatenya. *sujud* , review lagi ya ne~
dciii : Arigatou dcii-chan ^^ ... gomennasai karena membuat dcii-chan menunggu lama TTATT . review lagi ya
Yumi Azura : Hwaa... Yumi-chan jangan bom Flaesy.. TTATT *lari menjauhi Yumi* . gomennasai karena Flaesy lama updatenya ne~ . Review lagi ne~
Benedicta P : Hehe.. Arigatou Dicta-chan. ^^ . benarkah kecepetan? hmn.. sepertinya di chap ini kecepetan juga deh =_=' . review lagi ne~
Arisa chan : Arigatou Arisa-chan... Ini sudah lanjut ne ^^ , gomenna karena sudah membuat Arisa-chan menunggu lama TTATT . review lagi ya
Vii Violetta Anais : Karin mah nggak usah dikasihani (Karin : APA?! *melempar shi ke Flaesy*) *kena cakar shi* hiks.. TTATT . review lagi ne
YumailaSeki : Hwaa? benarkah? Arigatou *terharu* TTvTT . gomenna membuat Seki-chan menunggu. review lagi ya~
dhldr : hehe...Flaesy kesenengan buat Kazune OOC w . gomennasai membuat dhldr-chan menunggu. review lagi ne
hanazono karin : Iya.. Flaesy jadi kesel _ . andai ada lagi ^w^ . review lagi ya
achan. toujou : Arigatou a-chan ^^ . Flaesy masih pemula kok.. hehe. wah.. benarkah membuat a-chan kecanduan? ^w^ . review lagi ne
Baiklah.. berhubung beberapa hari ini Flaesy masih sibuk jadi Flaesy mungkin akan melanjutkannya 2 minggu lagi.. mohon maaf karena membuat para readers sekalian menunggu lagi TT^TT
Tapi Flaesy janji akan update sesegera mungkin... janji! ^w^
Oiya.. Flaesy mengucapkan terimakasih kepada para readers yang sudah memFav dan Follow Fic gaje Flaesy ini... dan sudah mau menyempatkan untuk membacanya, hehe XD
Flaesy harap Chap ini dapat menghibur readers sekalian ^0^
Baiklah, sampai jumpa.. jaa~
