Minna... gomeen *sujud* Flaesy lama amat updatenya TTATT
chap ini gaje abiss T^T ..
okelah langsung ne! chap 9 Himitsu~ ^^
Disclaimer: Kamichama Karin © Koge Donbo
Story: Himitsu © Flaesy Kujyou
Rated: T
Genre: Romance
Pairing: KazuRin
Peringatan : Ancur, Gaje, OOC, de es be.
~Selamat Membaca~
.
.
~ Himitsu ~
Jam pulang sekolah sakura gaoka sudah berbunyi sedari tadi dan semua kelas sudah kosong tanpa penghuni. Dilorong lorong sekolah sudah tak terdengar lagi suara langkah kaki para murid.
Tapi sekolah sakura gaoka tak sepenuhnya kosong, karena di taman belakang ada seorang murid perempuan yang tengah menunggu seseorang. Mata emeraldnya terus memperhatikan sekeliling untuk menemukan orang yang tengah dia tunggu.
Lama dia menunggu, tapi orang yang dia tunggu tak kunjung datang. 'Apa dia sedang mempermainkanku?' pikir perempuan itu, yang tak lain adalah Hanazono Karin.
"Ehm.. sudah menunggu lama ya?" tanya orang yang sudah ditunggu-tunggu oleh Karin.
Karin menatap orang yang sedari tadi dia tunggu. "Ya, tapi tak masalah. Karena aku akan menanyakan sebuah pertanyaan padamu Rika," ucap Karin.
Rika tersenyum. "Kau boleh menanyakan banyak hal padaku,"
Karin menarik nafas dan menghembuskannya dengan pelan. "Untuk apa kau pindah kesini? Apakah karena ingin mencariku?" tanya Karin.
"Ehmn.. aku pindah kesini bukan untuk mencarimu Lanna sayang," ucap Rika sambil mengusap kepala Karin dengan pelan. "Aku kesini untuk membuatmu tersiksa ," ujar Rika sambil tersenyum sinis.
Mata emerald Karin membulat saat mendengar penjelasan Rika. "A-apa ma-maksudmu?"
Rika melipat kedua tangannya didepan dada. "Apa maksudku? Maksudku adalah aku akan membuat seisi sekolah ini tau dirimu yang sebenarnya," jelas Rika sambil menunjuk Karin.
Karin menatap Rika. " Kau tau? Banyak perempuan disekolah ini kesal padamu, mereka iri karena kau bermesraan dengan pangeran mereka. Dan jika mereka tau Lanna berada disekolah mereka, apa yang akan terjadi? Sepertinya akan menarik, ya kan?" tanya Rika sambil tersenyum licik.
Sedetik kemudian wajah Karin memucat. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada dirinya, senior-seniornya pasti akan membullynya. Semua pasti akan menyiksanya. Inilah yang selalu ditakutkan oleh Karin.
Karin menunduk dan kedua tangannya menutup kedua telinganya. "Ja-jangan," gumamnya lirih.
Rika tertawa angkuh. "Apakah kau setakut itu?" tanya Rika sinis. "Hmn.. bagaimana kalau kita membuat sebuah kesepakatan?" tanya Rika.
Karin mendongak menatap Rika. "Ke-kesepakatan apa?" tanya Karin.
"Aku tidak akan membeberkan identitasmu sebagai Lanna pada murid-murid sekolah ini, tapi..." Rika menghentikan perkataannya.
"Tapi?" tanya Karin.
Rika tersenyum licik. "Tapi kau harus menjauhi Kazune-kun, kau tak boleh bersamanya lagi. Jika aku melihatmu bersamanya, kau pasti tau akibatnya kan?"
'Ka-kazune?' pikir Karin.
Karin terdiam. Dia tidak tau harus menyetujui kesepakatan itu atau tidak. Dia tidak bisa melepas Kazune begitu saja, Kazune sudah begitu baik padanya. Mana bisa dia menjauhi Kazune, tapi dia takut jika identitasnya sebagai Lanna diketahui. Jadi apa yang harus dia lakukan? Apa yang harus dia pilih?.
"Bagaimana Karin? apa jawabanmu?" tanya Rika.
Karin menatap Rika. "A-aku..."
.
.
.
Karin terduduk dikasurnya yang empuk. Menekuk kedua kakinya dan memeluknya dengan erat , kedua mata emeraldnya menatap layar ponselnya yang terus berdering.
Berdering karena Kazune terus saja menelponenya, tapi Karin tidak mengangkatnya.
"Go-gomennasai Kazune-kun," gumam Karin lirih.
Deringan ponsel Karin terus terdengar sampai akhirnya terhenti saat jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
.
.
.
Karin mempererat genggamannya pada buku-buku yang sedang dia bawa. Dia tak ingin buku-buku ini terjatuh dan berserakan dilantai lorong yang banyak dilalui oleh murid-murid.
Langkah demi langkah dia lalui dengan pelan agar buku-buku yang ada ditangannya tidak terjatuh. Tapi usahanya sia-sia saat seorang murid yang sedang tergesa-gesa menyenggol Karin dan membuat keseimbangan Karin hilang.
Dan dapat ditebak apa yang terjadi selanjutnya. Karin terjatuh dan semua buku yang tadi ada digenggamannya sudah jatuh berserakan dilantai.
"Haa... buku-bukunya!" seru Karin sambil bergegas mengambil buku-buku yang sudah jatuh berserakan sebelum terinjak oleh kaki-kaki murid lainnya yang tengah melintasi lorong itu.
"Sini aku bantu," ujar seseorang. Dan betapa terkejutnya Karin saat menyadari bahwa orang itu adalah Kazune.
Karin pun mempercepat gerakannya, "Ti-tidak usah," ucap Karin sambil mengambil buku yang sudah ada ditangan Kazune.
Baru saja Karin akan melangkahkan kakinya untuk pergi dari tempat itu, tapi langkahnya terhenti saat tangannya ditahan oleh Kazune.
"Apa aku melakukan kesalahan?" tanya Kazune pada Karin.
Karin mencoba untuk melepaskan tangannya dari genggaman Kazune. "Tidak," ucap Karin pendek.
"Jika kau marah karena kemarin, aku minta maaf!" ujar Kazune.
"Aku sudah katakan tidak! Bukan itu!" ujar Karin sambil terus mencoba untuk melepaskan tangannya dari Kazune.
Kazune menarik Karin agar menatap matanya,tpi hal itu membuat semua buku yang ada digenggaman Karin terjatuh. "Ah.. aku tidak bermaksud," ucap Kazune sambil mengambil buku-buku itu.
Karin terdiam menatap Kazune yang merapikan buku-buku yang terjatuh itu. "Ka-kau.." gumam Karin.
Kazune yeng mendengar gumaman itu pun mendongak untuk menatap Karin. "Apa?" tanya Kazune.
"Jangan mendekatiku lagi!" ujar Karin sambil pergi meninggalkan Kazune dan buku-buku yang masih berserakan.
Kazune menatap kepergian Karin dengan wajah bingung. Dia tidak mengerti dengan Karin hari ini, apakah ada hal yang terjadi pada Karin?.
.
.
.
Karin terus berlari sampai pada akhirnya dia menabrak seseorang. "Aduuh!" rintih orang yang ditabrak Karin.
"Go-gomennasai!" ucap Karin sambil menunduk ke orang yang telah dia tabrak.
"Huh! Untung saja aku tidak terjatuh," gerutu orang yang ditabrak Karin, yang tak lain adalah Rika.
Karin terkejut saat mengetahui yang ditabraknya adalah Rika. "Ini kedua kalinya kau menabrakku," gerutu Rika sambil menunjuk Karin.
"A-aku tidak sengaja," ucap Karin.
"Ya, ketidaksengajaan yang bisa membuatku terjatuh untuk kedua kalinya!" ucap Rika kesal.
Karin menatap Rika dengan ekspresi menyesal. Dia tidak pernah ingin menabrak Rika, apalagi membuatnya terjatuh.
"Karin!" panggil Kazune sambil membawa buku-buku yang tadi dia jatuhkan.
Mata emerald Karin membulat. 'Oh tidak!' gerutu Karin dalam benaknya. Karin takut kalau Rika menyangka dirinya dengan Kazune masih bersama-sama dan mengira Karin tidak mencoba untuk menjauhi Kazune.
tapi ternyata dugaan Karin salah, karena Rika langsung tersenyum manis dan langsung berjalan mendekati Kazune. "Kazune-kun," panggil Rika dengan manis.
Kazune terkejut dengan kedatangan Rika. "Kau? bukankah kau yang waktu itu?"
Rika tersenyum manis. "Iya, aku sekarang bersekolah disini,"
Kazune mengangguk dan kemudian dia mengalihkan pandangannya ke Karin. "Karin! kau meninggalkan buku-bukumu," ujar Kazune.
Terlihat ekspresi Rika langsung berubah kesal saat Kazune menyebut nama Karin. dengan ragu Karin mengambil buku-bukunya dan bergegas pergi, tapi lagi-lagi dia dicegah oleh Kazune.
"Hei! Kau kenapa?" tanya Kazune.
Karin tidak menjawab. "Sudahlah Kazune-kun, mungkin dia sedang terburu-buru. Ya kan Karin?" tanya Rika.
Karin mengangguk kaku. "Ah.. I-iya," ucapnya.
"Tapi.. kata-katamu tadi—" ucapan Kazune dipotong oleh Rika.
"Haa.. bisakah kau mengantarku berkeliling Kazune-kun? Aku baru saja pindah, jadi tidak terlalu tau sekolah ini," ucap Rika memelas sambil memeluk tangan Kazune dengan manja.
Terlihat Kazune sangat risih saat Rika memeluk tangannya. "Baiklah," ucap Kazune sambil mencoba melepaskan tangannya dari Rika.
Sebelum pergi dari sana. Kazune sempat melirik kearah Karin, tapi dia tidak menemukan Karin disana. Kapan Karin pergi dari sana?
.
.
Karin memperhatikan Kazune yang pergi menjauh bersama Rika disampingnya dari tembok tempatnya bersembunyi. Hati Karin sakit saat melihat Rika dengan manja memeluk tangan Kazune.
"A-apakah a-aku bisa melewati ini?" gumam Karin sedih.
.
.
TBC
Terimakasih untuk :
alice dreamland
Cherryflower-chan
Guest
rika'i
Fujimoto Hanami
sakura monica
queenamethyst
sakura monica mo
Rin-chan 2930
Fitri-chan
Yuichi Ayamano
Ichama hanatako
Chieya
gomenne T^T Flaesy nggak bisa bales satu-satu.. tpi Flaesy sangat sangat berterimakasih karena sudah mau mereview fic gaje ini :D
gomenne Flaesy lama amat updatenya.. Flaesy juga baru sadar klo fic ini hampir 2 bulan nggak di update TT^TT
ne.. hmn.. Flaesy nggak bisa janji untuk update kilat ne T^T , karena tugas mulai pada dateng *pundung*
pokoknya.. fic ini akan terus Flaesy update walau nggak bisa kilat T^T
dan jangan lupa review ya ne ^^ . Flaesy akan tunggu reviewnya ^^
oke! Jaa nee~
