Gomennasai minna T_T , Flaesy baru bisa update..
Flaesy kira nggak bakalan bisa update dan Flaesy terpaksa hiatus. tapi ternyata masih bisa walau lamanya minta ampun -_-'
langsung saja. chap 11 Himitsu ^^
Disclaimer : Kamichama Karin © Koge Donbo
Story : Himitsu © Flaesy Kujyou
Rated : T
Genre : Romance. Friendship
Pairing : KazuRin
Peringatan : AU, Gaje,
.
~Selamat membaca~
.
.
~Himitsu~
SREESH!
Banyak kertas terlihat keluar dari salah satu loker yang ada. Dan sang pemilik loker terlihat kebingungan dengan apa yang keluar dari lokernya itu.
Rika yang merupakan pemilik loker itu mengambil salah satu kertas yang sudah berserakan disekitarnya. Seketika dia terkejut dan marah setelah membaca tulisan yang ada dikertas itu.
"Aku tidak takut dengan kalian!" gumam Rika sambil meremas kertas itu.
.
.
Rika tengah berjalan di koridor sekolah. Berjalan layaknya tengah berjalan diatas karpet merah dan menegakkan kepala layaknya seorang bangsawan.
Murid-murid lainnya tidak menanggapinya, tapi ada beberapa yang berbisik-bisik mengomentari betapa sombongnya Rika itu.
Ketika Rika berbelok ke koridor lainnya, ada 4 orang murid perempuan tengah berdiri di koridor itu, mereka terlihat tengah berbicara satu sama lain. Dan Rika tetap meneruskan perjalanannya menuju kelas.
Tak disangka salah seorang murid perempuan itu yang berambut pendek meletakkan salah satu kakinya didepan Rika. "Hwaaaa!" pekik Rika yang tersandung kaki murid perempuan itu.
BRUK! Dan terjatuh dengan cukup keras.
"Uh.. aw.." rintih Rika.
Ke-4 murid perempuan itu pun cekikikan melihat Rika terjatuh. Itu langsung membuat Rika menatap ke-4 murid perempuan itu dengan marah dan kesal.
Murid perempuan berambut pendek tadi langsung menghampiri Rika yang masih dengan posisi jatuhnya. "Upss.. gomenna, aku sengaja membuatmu terjatuh," ucap murid perempuan berambut pendek itu sambil tersenyum tak bersalah.
Rika menatap murid perempuan itu dengan sangat marah. "Apa mau mu hah?!" ucapnya marah.
"Mauku?" tanya murid perempuan berambut pendek itu masih dengan senyumannya. Lalu senyuman itu hilang dengan cepat dan digantikan dengan tatapan kesal dan merendahkan. "Aku hanya ingin kau terjatuh dengan rasa sakit yang lebih sakit dari jatuhmu sekarang," jelas murid perempuan itu sambil pergi meninggalkan Rika dan diikuti murid perempuan lainnya.
Rika sangat-sangat kesal dengan murid perempuan itu. "Sial! Sial!" gumam Rika sambil memukul lantai koridor.
.
.
.
Rika baru saja akan masuk kekelasnya. Tapi langkahnya terhenti ketika mendengar percakapan teman-teman sekelasnya yang berada didalam kelas.
"Aku yakin! Alasan kenapa Karin-san tidak masuk sekolah sekarang adalah karena Rika!". Rika tersenyum mendengar itu, dia senang karena Karin tidak masuk sekolah hari ini yang tandanya Karin tidak akan bersama Kazune.
"Rika benar-benar jahat, apa salah Karin-san sampai dia membencinya?" . senyuman Rika menghilang dan wajah Rika terlihat kesal setelah mendengarnya. 'Tentu saja aku membencinya! karena dia sudah merebut sesuatu yang seharusnya aku dapatkan!'pikir Rika.
"Tapi aku tak habis pikir. Kenapa Karin-san malah membelanya kemarin?". ekspresi Rika berubah terkejut dengan apa yang dikatakan teman sekelasnya itu.
"Iya, kau benar. Aku tak mengerti dengan Karin-san yang begitu membela Rika yang sudah membentaknya dihadapan kita,".
Rika tidak mengerti apa yang dimaksud dengan pembicaraan terakhir yang dia dengar itu. apa yang dimaksud mereka dengan Karin 'membela' Rika?. Rika tetap terdiam didepan pintu kelasnya sampai suara bel masuk sekolah mengejutkannya.
.
.
.
Jam istirahat sekolah baru saja berbunyi, tapi kantin sekolah sudah cukup ramai dengan murid-murid yang berebutan mengambil makanan yang ada disana. Rika termasuk dari mereka, ini untuk pertama kalinya dia ke kantin. Biasanya dia akan memakan makan siang buatan Kirika, tetapi hari ini Kirika tidak ada dirumah.
Setelah membeli sebuah roti dan segelas minuman. Rika pun berjalan ke tempat duduk yang ada dikantin. setelah mendapatkan tempat duduk, Rika pun bersiap untuk memakan makan siangnya.
Ketika Rika akan memakan makan siangnya. Lengan murid perempuan yang ada disebelahnya menyenggol minuman Rika dan membuatnya tumpah mengenai baju Rika.
"Gomenna.. aku tidak sengaja," ucap murid perempuan itu dengan ekspresi tidak bersalah.
Rika berdiri dari tempat duduknya dan menatap murid perempuan itu. dan Rika baru menyadari murid perempuan itu adalah salah satu dari ke 4 murid perempuan yang tadi pagi menghalanginya. Disebelah murid perempuan itu ada teman-temannya yang salah satunya adalah perempuan berambut pendek tadi pagi yang kini tengah tersenyum.
Rika benar-benar kesal, tapi dia tidak ingin membuat masalah dengan mereka kali ini. jadi dia pun pergi meninggalkan kantin tanpa menghabiskan makanannya.
.
.
.
Hari ini benar-benar sial bagi Rika. Karena seharian ini ke-4 murid perempuan yang Rika tidak kenal sama sekali. Mereka terus mengerjai Rika selama disekolah dan membuat batas kesabaran Rika habis.
Tapi untunglah jam pulang sekolah cepat berbunyi dan membuat Rika bebas dari ke 4 murid perempuan itu. Tapi ternyata itu salah, karena ke 4 murid perempuan itu langsung menarik Rika ke dalam gudang tua dibelakang sekolah.
"Lepaskan aku!" teriak Rika sambil mencoba melepaskan dirinya dari 2 murid perempuan yang menahannya.
"Lebih baik kau diam saja" ucap murid perempuan berambut pendek. "Ikat dia" suruhnya kepada 2 murid perempuan yang menahan Rika.
Mereka pun mengikat Rika disebuah kursi yang ada disana. "Lepaskan aku! lepaskan!" teriak Rika.
"Diam!" bentak murid perempuan berambut pendek.
Tapi Rika tidak mendengarkannya. "Lepaskan! Lepask—"
PLAK!
Sebuah tamparan yang cukup keras mengenai pipi mulus Rika. "Sudah kubilang diam! Apa kau tidak bisa mendengar hah?!" bentak murid perempuan itu.
"Ugh.. ug.. kau!" geram Rika.
"Apa? hah?! Kau marah? Hei.. hei.. lihat! Dia marah!" ucap murid perempuan berambut pendek itu kepada ke 3 temannya dan mereka pun tertawa.
"Kalian pasti akan mendapatkan balasan untuk ini!" geram Rika.
GREB! Murid perempuan itu menarik rambut Rika. "AA..a" rintih Rika.
"Apa? bisa kau ulangi lagi?" tanya murid perempuan itu sambil terus menarik rambut Rika.
Rika terlihat kesakitan. "A..kau..akan .. mendapatkan balasannya!" teriak Rika.
Murid perempuan itu tersenyum dan dengan perlahan melepaskan genggamannya pada rambut Rika. "Aku? menapatkan balasan ?" tanyanya.
GREB! Murid perempuan berambut pendek itu menarik kembali rambut Rika. "Itu hanya dalam mimpimu!"
Untuk pertama kalinya Rika merasa takut seperti ini. takut akan seseorang yang bahkan tidak sebanding dengannya.
Melihat tatapan kemarahan yang ada dihadapannya kini. Rika yakin dia tidak akan baik-baik saja. "Hmn.. rambutmu terlihat indah ya" ucap murid perempuan berambut pendek itu tiba-tiba. "Pasti sayang kalau kita biarkan seperti ini terus, bagaimana kalau kita potong saja?" ucapnya sambil memperlihatkan gunting yang sudah ada ditangannya.
"Ti-tidak!" teriak Rika ketika gunting itu mendekat.
"Hahaha... lihatlah! Dia ketakutan. Ah! Aku lupa, penampilan adalah segalanya" ucap murid perempuan itu. "Tapi aku tidak peduli denganmu!"
Rika menutup matanya dan berharap murid perempuan itu tidak benar-benar akan melakukannya. Tapi sepertinya itu tidak akan terjadi dan Rika hanya bisa pasrah. Sampai—.
DUARG!
Tiba-tiba pintu gudang yang sebelumnya sudah dikunci rapat terbuka dengan lebar. Dan terlihat murid laki-laki berambut blonde tengah berdiri didepan gudang.
Semua pasang mata yang ada didalam gudang langsung menatap murid laki-laki itu, yang tak lain adalah Kazune.
"Ka-kazune..."
"Jika kalian tidak ingin ditangkap karena telah melakukan kekerasan. Lebih baik kalian pergi sekarang" jelas Kazune.
Dan itu langsung membuat wajah ke 4 murid perempuan itu pucat. Mereka pun lari keluar dari gudang meninggalkan Rika yang masih terikat dikursi.
Kazune langsung mendekati Rika dan melepaskan ikatannya. "Kenapa kau datang kemari?" tanya Rika.
"Karena aku tidak ingin hal ini terjadi pada Karin" jawab Kazune.
Rika tidak mengerti maksud Kazune. "Apa maksudmu?"
"Hal ini terjadi karena mereka melihat dirimu yang seorang model adalah orang yang sombong" jelas Kazune. "Jika mereka melihat itu pada dirimu, mereka pasti akan mengira model lainnya sama denganmu"
Rika terdiam mendengar ucapan Kazune. Perbuatannya memang benar-benar keterlaluan. Dia selalu menganggap rendah murid lainnya. Dan Rika sadar selama ini dia bersikap tidak baik kepada semua orang yang menurutnya tidak sebanding dengannya.
Setelah tali yang mengikat Rika terlepas, Kazune dan Rika keluar dari gudang tua itu. "Besok aku akan mengatakan pada Karin untuk tidak menghindarimu lagi dan terimakasih sudah menolongku,"
Kazune menghentikan langkah kakinya dan membuat Rika ikut menghentikan langkah kakinya juga. "Kau tidak perlu melakukan itu. karena aku ingin dia menyadari suatu hal" jelas Kazune.
Rika tidak mengerti apa yang dimaksud Kazune. "Tapi... aku ingin kau melakukan sesuatu" ucap Kazune sambil menatap Rika.
"Apa itu?" tanya Rika.
.
.
.
Hari ini Karin tidak masuk sekolah dan sudah seharian ini dia mengurung dirinya sendiri dikamar.
Kira sangat cemas akan keadaan Karin yang seperti ini. Kemarin Karin pulang dengan wajah sedih dan Karin langsung masuk ke kamar dan menguncinya. Samar-samar Kira juga mendengar Karin menangis.
"Karin, keluarlah. makanan sudah siap, ayo makan" ajak Kira dari depan pintu kamar Karin.
Karin tidak menjawab ajakan Kira. Sedari pagi Karin tidak pernah menjawab ucapan Kira dan itu membuat Kira sangat sedih.
"Karin.." panggil Kira. Tidak ada jawaban lagi.
"Karin, bukankah sedari kecil jika kau punya masalah kau akan mencariku? tapi kenapa kali ini kau tidak mencariku? mencari Onii-chanmu?" tanya Kira. Masih tidak ada jawaban dari Karin.
"Aku pasti akan mendengarkan masalahmu Karin, pasti. Kapanpun kau mau menceritakannya padaku" ucap Kira. tapi masih tidak ada jawaban dari Karin.
Kira hanya menatap sebentar pintu yang masih terkunci rapat itu, lalu dia mulai melangkahkan kakinya untuk pergi.
Tapi langkahnya terhenti. "Onii-chan" panggil Karin.
Kira menatap pintu kamar Karin yang perlahan terbuka dan menampakkan diri Karin. "Onii-chan.." panggil Karin yang matanya kini sudah mulai berlinang air mata.
Kira sangat sedih melihat keadaan adik perempuannya ini. "Karin.. sebenarnya ada apa?" tanya Kira.
"Onii-chan, sebenarnya..."
.
.
.
TBC
Thanks to :
himeka chan
sakuramonicamo
Kirigaya Zikarishika
Fujimoto Hanami
Yumi Azura
Vii Violetta Anais
tharissa
Guest
25
dhldr
Rika'i
KazuRin
Meydiana585
Aisha958
ayu
BYKKSKRNVFVX LOVERS
Seriaryu Kairu syin
Kurumi
viwa05
Silent Reader
azahnurbandini
Arina eyes
Chinatsu Kinoshita
salsa
Annisa KK
NameAna
Keiko Kazumi
misao
nisa-chan
Erika719
Resy
karin Ashiya
Arigatou ne sudah mau membaca fic gaje Flaesy ini ^w^
gomenne, Flaesy tidak bisa update kilat -_-. karena semenjak kelas 3. hari-hari Flaesy penuh dengan les TvT,
tapi klo sempet, Flaesy pasti akan upkil ^w^
okedeh.. Jaa ne ^^)/
