Hollaa minna w)/ ada yang kangen Flaesy? *dilempar ke jurang karena lama Update*

Gomenna T.T Flaesy baru update

maaf kalau makin Gaje karena Flaesy sudah lama nggak nulis lagi :''3

lngsung saja! chap 12 ;3


Disclaimer : Kamichama Karin © Koge Donbo

Story : Himitsu © Flaesy Kujyou

Genre : Romance , Friendship

Peringatan : AU, Gaje, Ancur, de el el

.

~selamat membaca~

.

.

~Himitsu~

"Aku telah mengambil keputusan yang salah" ucap Karin sambil menundukkan kepalanya.

Kira yang tengah duduk disamping Karin terus menatap Karin yang begitu menyesal akan keputusannya. "Jadi, kau memilih untuk menjauh dari Kujyou-san. Aku yakin Kujyou-san sedih" ucap Kira.

"Maka dari itu! aku mengatakan aku mengambil keputusan yang salah!" ucap Karin kesal pada Kira. Lalu ia kembali menatap lantai kamarnya. "Aku yakin dia benci padaku" ucap Karin.

Kira tersenyum. Salah satu tangannya mengelus kepala Karin dengan lembut. "Jika kau sudah tahu dia akan membencimu, kenapa kau tidak meminta maaf padanya?"

Karin menatap Kira. "Tapi, jika dia tidak memaafkanku bagaimana? tanya Karin.

Kira menyentil dahi Karin dengan keras. "Aw! Sakit Nii-chan!" bentak Karin kesal karena sentilan Kira yang cukup keras.

"Jika itu terjadi, kau hanya perlu berusaha agar Kujyou-san memaafkanmu kan?" tanya Kira. 'Nii-chan benar, aku hanya perlu berusaha' pikir Karin.

Lalu Karin tersenyum dan mengangguk. Tapi seketika senyumannya menghilang, "Lalu bagaimana dengan Rika?"

"Hanya kau yang tahu apa yang harus kau lakukan" ucap Kira.

"Aku yang tahu? Apa maksud Nii-chan?" tanya Karin lagi.

"Tanyakan pada dirimu sendiri apa yang harus kau lakukan" ucap Kira. Kira langsung berdiri dan berjalan keluar kamar Karin. ia menghentikan langkah kakinya sebelum ia benar-benar keluar dan berbalik menatap Karin. "Cepatlah turun sebelum makanannya dingin" ucap Kira. Lalu ia kembali berjalan meninggalkan kamar Karin.

Karin masih menatap pintu kamarnya yang masih terbuka. Kira belum menutupnya, tapi itu bukan masalah. 'Apa yang harus aku lakukan?' pikir Karin.

Tuk!

Karin tersentak. Lalu ia menatap ke arah terdengar suara itu dan menemukan sebuah gantungan berbentuk kelinci berwarna biru dengan pita dilehernya.

Karin langsung mengambilnya. "Ini yang diberikan Kazune-kun" gumam Karin sambil menatap gantungan itu.

Tiba-tiba saja Karin berdiri sambil tersenyum. "Aku tahu apa yang harus aku lakukan!" ucap Karin semangat.

Kira yang berada dilantai bawah bisa mendengar kegembiraan Karin dan ia pun senang karena akhirnya adiknya itu bisa tersenyum lagi.

.

.

.

Di koridor sekolah terlihat beberapa laki-laki tengah berdiri didekat jendela. "Hari ini ada tes ya?" tanya salah satu dari mereka.

"Ya begitulah! Menyebalkan sekali" sahut temannya.

Lalu tiba-tiba salah satu dari mereka menatap ke arah jendela dengan serius. "Hei.. hei.. lihat! Perempuan itu sangat cantik" ucapnya antusias sambil menunjuk ke arah perempuan berambut brunnet yang tengah berjalan di halaman sekolah.

Teman-temannya yang mendengar itu pun langsung menatap ke arah yang ditunjuk. "Aku tidak pernah melihatnya, apa dia murid pindahan?" tanya salah satu dari mereka.

Salah satu dari mereka yang berambut blonde lebih terkejut dari mereka. "Ka-karin?" gumamnya. Yang tak lain adalah Kazune.

Teman-temannya dapat mendengar gumaman Kazune yang cukup keras itu. "Ha? Ma-maksudmu Hanazono Karin yang cupu itu?" tanya salah satu teman Kazune tidak percaya.

Kazune tidak menjawabnya dan ia langsung mengalihkan pandangannya dari Karin.

.

.

.

"O-Ohayou" sapa Karin seperti biasanya.

Tapi reaksi teman-teman sekelasnya tidak seperti biasanya. Mereka malah menatap Karin seperti tidak pernah melihat Karin sebelumnya.

Memang Karin sedikit merubah penampilannya. Ia tidak lagi mengikat rambutnya, ia membuarkan rambutnya terurai. Ia juga melepas kacamatanya dan memperlihatnya warna mata emeraldnya yang indah.

"Ka-kau Lanna-chan kan?" tanya salah satu teman perempuan Karin.

"He? Y-ya" ucap Karin kikuk.

"Astaga! Ternyata benar Lanna-chan!" . "Kenapa kelas kita selalu kedatangan model terkenal sih?" . "Ternyata dia benar-benar cantik jika dilihat langsung"

Begitulah reaksi teman-teman sekelasnya ketika mendengar jawaban Karin. "Etto, kau murid menjadi murid baru disini?" tanya murid perempuan itu lagi.

Karin menggelengkan kepalanya. "Sebelumnya maafkan aku karena telah menyembunyikan diri dari kalian" ucap Karin.

"Ha? Menyembunyikan?" . "Apa maksudnya?"

"Aku Hanazono Karin, selama ini menyembunyikan diriku yang sebagai Lanna Hoshina dari kalian. Aku benar-benar minta maaf" ucap Karin sambil menunduk.

Teman-teman sekelasnya begitu terkejut dengan pengakuan Karin. mereka benar-benar tidak menyadari kalau ia sebenarnya adalah Lanna.

"Kau tak perlu meminta maaf, kami yakin kau punya alasan tersendiri kenapa kau menyembunyikan identitasmu" jelas salah satu temannya sebagai perwakilan.

Karin menatap teman-temannya. Ternyata hal yang selama ini ia pikirkan tidak benar-benar terjadi kali ini. Karin tersenyum. "Terimakasih semuanya" ucapnya tulus.

Teman-teman Karin pun membalas senyumannya.

"Ah, aku jadi mengerti mengapa Rika membencimu. Pasti karena dia iri! Dia kan akhir-akhir ini tidak terlalu mencolok didunia model. Dia pantas menerimanya karena tingkah angkuhnya!" ujar salah satu temannya yang berambut panjang.

"Iya pasti! Dia angkuh dan sombong! Aku senang kalau kau yang populer Karin!" ucap murid perempuan yang berada disamping Karin.

Wajah Karin terlihat tidak senang dengan ucapan teman-temannya ini. "Kalian tidak boleh mengatakan hal itu" ucap Karin.

"Kenapa kau membelanya lagi Hanazono-san?"

"Aku membelanya karena dia temanku. Walau dia masih belum menerimaku sebagai teman" ucap Karin. "Jadi jangan berbicara seperti itu"

"Tapi dia itu sangat angkuh! Siapa yang mau berteman dengannya?!"

"Aku! aku yang akan berteman dengannya!" seru Karin yakin.

Tap! Suasana kelas tiba-tiba saja hening ketika seseorang menghentikan langkah kakinya tepat didepan pintu kelas yang terbuka.

Karin yang menyadari teman-temannya terfokus pada seseorang yang baru saja masuk itu pun langsung menoleh dan melihat Rika tengah berdiri didepan pintu sambil menatapnya.

Rika berjalan mendekati Karin. Karin merasa takut ketika Rika berjalan kearahnya dengan eksrepsi yang sulit untuk diartikan. Teman-teman sekelasnya pun ikut memperhatikan Rika yang tengah berjalan mendekati Karin.

Dalam sekejap semua terkejut termasuk Karin karena tiba-tiba saja Rika memeluk Karin. "Maafkan aku, aku sudah bersikap tidak baik" ucap Rika merasa bersalah.

Karin tersenyum dan ikut memeluk Rika. "Dan terimakasih sudah mau menjadi temanku" ucap Rika.

Karin menggelengkan kepalanya. "Kau tak perlu berterimakasih karena kita memang berteman"

Rika melepaskan pelukannya. "Aku sudah salah menilaimu, aku tidak seharusnya melakukan hal itu. yang dikatakan mereka benar. Aku iri padamu" ucap Rika sambil menundukkan kepalanya.

"Tak apa, aku malah berterimakasih karenamu aku bisa melepaskan bayang-bayang masa laluku. Kamu membuatku berusaha untuk mempertahankan sesuatu yang berharga dariku" jelas Karin.

Rika tersenyum dengan mata yang berkaca-kaca menatap Karin. 'Kazune-kun, sepertinya aku tidak perlu menuntun Karin karena ia sudah tahu apa yang harus ia lakukan' pikir Rika.

.

.

.

"Setelah ini kelas Bahasa kan?" tanya Rika.

Karin mengangguk. "Ya. oiya, kemarin apa ada catatan atau tugas?" tanya Karin.

Kini mereka berdua tengah berjalan di koridor sekolah. Mereka baru saja kembali dari kantin. Mereka berdua kini sudah akrab dan berteman dengan baik.

Orang-orang sekeliling pun terkejut dengan perubahan sikap Rika dan juga karena baru mengetahui kalau Lanna sebenarnya adalah Karin yang selama ini mereka anggap anak cupu.

"Ah! Iya, ada. Kau mau meminjam catatanku?" tanya Rika.

Karin tersenyum. "Apa aku bo—" senyuman Karin menghilang ketika melihat Kazune yang tengah berjalan menaiki tangga.

Kazune terkejut ketika melihat Karin. lalu dia memilih untuk menuruni tangga.

"Kazune-kun" gumam Karin.

'Ada apa dengannya?! Bukankah ini kesempatan bagus?!' pikir Rika kesal.

"Kenapa Kazune-kun menghindariku?" gumam Karin.

"Mungkin dia melupakan sesuatu jadi dia turun kembali!" ucap Rika.

Karin mengangguk. "Semoga saja"

Ternyata Kazune benar-benar menghindari Karin. karena setiap kali Kazune melihat Karin, ia pasti akan memilih untuk menghindar.

Walau Karin sudah memanggil namanya. Kazune tetap tidak mempedulikan Karin, ia tetap menghindar.

Kazune benar-benar membencinya sekarang, itulah yang dipikirkan Karin saat ini.

Rika yang sudah menyadari hal ini pun pergi menemui Kazune yang entah apa yang sudah membuatnya berpikir kekanakan seperti itu.

"Apa yang kau lakukan?! Kenapa menghindar seperti itu?" tanya Rika kesal.

Kazune menatap keluar jendela. "Aku hanya ingin menghindarinya"

Rika tidak mengerti maksud dari perkataan Kazune. kemarin ia mengatakan kalau ia ingin Karin bersamanya, lalu sekarang ia malah menghindari Karin! benar-benar aneh!. "Apa maksudmu? apa kau sedang mempermainkannya?"

"Tidak.. aku hanya menunggu waktu yang tepat untuk berbicara padanya" jelas Kazune.

Rika masih tidak mengerti dengan apa yang diucapkan Kazune. "Tapi jika Karin sampai menangis atau apapun, aku akan menghajarmu" ucap Rika kesal sambil pergi meninggalkan Kazune.

Kazune tersenyum mendengar ancaman Rika. Ia senang akhirnya Karin dan Rika bisa saling berteman.

.

.

.

Kazune sudah menghindari Karin selama 2 hari dan itu membuat Karin merasa kalau Kazune benar-benar sangat membencinya saat ini.

"Aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan" gumam Karin di tempat duduknya.

Jam pulang sekolah sudah berbunyi sedari tadi. Beberapa temannya sudah bergegas pulang dan sisanya tengah mengikuti kegiatan ekskul.

Rika sudah pulang karena ia memiliki jadwal pemotretan hari ini. jadi Karin hanya sendiri kali ini.

Karin menghela nafasnya dan meletakkan kepalanya diatas tasnya yang sedari tadi sudah berada di mejanya. "Apa yang harus aku lakukan sekarang?" gumam Karin.

Mata emeraldnya menatap gantungan kelinci yang sudah terpasang ditasnya. Kelinci yang ekspresinya mirip dengan Kazune.

Karin tersenyum melihat gantungan itu. Lalu ia teringat sesuatu. "Aku tahu!" serunya semangat sambil bergegas pergi.

.

.

.

"He? Benarkah? Ini pertama kalinya aku bisa pemotretan bersama Karin-chan!" seru Rika senang.

Kirika yang melihat tingkah adiknya itu pun tersenyum. Ia senang karena Rika sudah tidak membenci Karin lagi dan ia sudah mendengar cerita Rika kalau mereka berdua sudah berteman.

"Tapi, kenapa tadi Karin-chan bilang tidak ada jadwal pemotretan?" tanya Rika pada dirinya sendiri.

"AH?! Apa?! Lanna-chan menghilang?" seru salah satu Kru yang sedang menelpon.

Rika langsung menoleh ke arah Kru itu. "Ah, maaf" ucap Kru itu ketika yang lainnya menatap ke arahnya.

Rika langsung menghampiri Kru itu ketika ia sudah selesai menelpon. "Apa maksudmu Lanna menghilang?"

Kru itu sedikit terkejut ketika Rika berada disampingnya. "Ah, Rika-chan! ehmn, begini. Tadi Kira mengatakan Lanna belum pulang dari sekolah dan telponnya tidak aktif. Sekarang Kira tengah mencarinya" jelas Kru itu sebelum pergi meninggalkan Rika.

Rika berjalan ke arah Kirika. "Nee-chan! aku harus pergi sebentar" ucap Rika dan langsung pergi tanpa menunggu jawaban Kirika. Kirika hanya tersenyum melihat tingkah baru adiknya itu.

Kini tujuan Rika adalah sekolah. Mungkin saja Karin masih ada disana karena tadi Karin seperti tidak ingin meninggalkan tempat duduknya.

Tapi dugaan Rika salah. Karin sudah tidak ada lagi di kelas. "Dimana Karin-chan ya?" gumam Rika.

Ketika akan pergi dari sekolah Rika berpapasan dengan Kazune yang baru saja selesai mengikuti ekskulnya. "Kenapa kau masih disekolah?" tanya Kazune.

"Karin menghilang dan aku mengira dia masih disekolah" ucap Rika pelan.

"Menghilang?" gumam Kazune.

"Ini pasti karena Kazune-kun sudah menghindarinya selama 2 hari! Dia pasti berpikir kau benar-benar membencinya!" jelas Rika kesal.

"Aku tidak membencinya" ucap Kazune pada Rika.

Rika benar-benar kesal. "Kalau begitu cari dia dan katakan langsung padanya!" ucap Rika kesal.

.

.

.

TBC


Thanks to :

Aisha958

Kagatsune Miku

ayu

Guest

Karin Ashiya

Resy

rika'i ri-chan

Umroh Yoshioka

Sakura Myori

Benedicta P

Vii Violetta Anais

Lia


Liburan~~ liburan~~ :3

karena Flaesy sudah mendapatkan jatah liburan, Flaesy akan usahakan Upkil! kalau nggak ada gangguan, hehe XD

Terimakasih buat yang udah membaca Fic gaje Flaesy ini TvT, dan terimakasih reviewnya ne ;3

sampai jumpa di chap selanjutnya ;3