Holla Minna 'w')/ Flaesy datang kembali...

Hari ini Flaesy bawa Chap 13 ne.. semoga menghibur :3


Disclaimer: Kamichama Karin © Koge Donbo

Story: Himitsu © Flaesy Kujyou

Rated: T

Genre: Romance; Friendship

Peringatan : AU, OOC, Ancur, Gaje, dll

.

~Selamat Membaca~

.

.

~ Himitsu ~

"Aku tidak membencinya" ucap Kazune.

"Kalau begitu cari dia dan katakan langsung padanya!" ucap Rika kesal. "Karin-chan pasti merasa sangat bersalah karena kau selalu menghindarinya!"

Rika masih menatap Kazune. "Ketika kau memintaku untuk berteman dengannya, sebenarnya aku tak yakin aku bisa melakukannya" ucap Rika.

"Tapi ketika aku mendengar saat Karin-chan membelaku dan mengatakan ia akan tetap menjadi temanku walau tak ada yang mau berteman denganku, aku.. mengingat sahabat masa kecilku" jelas Rika dengan sedih.

Rika menundukkan kepalanya. "Hanna-chan pernah mengatakan hal itu padaku, tapi... hiks..tapi.. hiks" dengan perlahan air mata Rika mulai berjatuhan. "O-oy? Kau.." Kazune terkejut saat melihat air mata Rika.

"Tapi aku malah menghindarinya saat ia tak sengaja membuatku marah" lanjut Rika dan itu langsung membuat Kazune terdiam.

"Aku terus mengacuhkannya saat ia meminta maaf padaku, hiks..." Rika masih tetap menunduk dengan air mata yang terus saja berjatuhan. "Sampai pada saat Hanna-chan kecelakaan, ia tetap meminta maaf padaku dan itu menjadi kalimat terakhir yang kudengar darinya.." ucap Rika lirih.

Rika kembali menatap Kazune dengan matanya yang masih berkaca-kaca. "Maka dari itu! jika ada sesuatu terjadi pada Karin-chan, kaulah orang pertama yang akan kutemui!" seru Rika tegas.

Kazune mengalihkan pandangannya dari Rika. "Kau benar-benar kekanakan" ucap Kazune.

"HA? APA?" tanya Rika kesal. "Dan aku sama kekanakannya denganmu" lanjut Kazune.

"Aku akan mencari Karin" ucap Kazune serius sambil melangkahkan kakinya untuk pergi.

Sebelum Kazune benar-benar jauh, Rika langsung mengatakan. "Kazune-kun! Kumohon temukan Karin-chan!"

"Pasti!" jawab Kazune.

.

.

.

Sudah hampir pukul 9 malam, tapi Karin belum juga ditemukan. Ponselnya masih saja tidak aktif.

Kazune sudah mencari Karin di beberapa tempat yang sering ia kunjungi. Tapi tidak ada jejak kalau Karin sempat mampir ke tempat-tempat itu.

Kazune juga sempat bertemu Kira yang juga sedang mencari Karin. Dan Kira tidak menemukan petunjuk kemana Karin pergi.

Sesekali Rika menghubungi Kazune hanya untuk menanyakan apakah Karin sudah ketemu atau belum. Tapi hanya belum yang didengar oleh Rika.

Tap!

Kazune menghentikan langkah kakinya tepat didepan toko aksesoris yang pernah ia kunjungi bersama Karin.

Kazune menatap ke toko tersebut. Kazune ingat saat itu ia membeli 2 gantungan kelinci dan memberikan salah satunya kepada Karin. Kazune memberikannya di taman yang sudah lama ditutup.

Kazune kembali melangkahkan kakinya. Taman yang saat kecil menjadi tempatnya bermain bersama Kazusa dan Himeka. Dan sekarang itu menjadi tempat rahasianya bersama Karin.

Kazune berhenti kembali. "Tempat rahasiaku dan Karin" gumam Kazune.

Lalu ia bergegas pergi saat menyadari sesuatu. "Aku harap kau ada disana Karin" gumam Kazune.

Kazune ingat ia membuat janji dengan Karin saat itu dan entah Karin menganggap serius atau tidak janji itu. Tapi entah apa yang membuat Kazune berpikir Karin berada disana, walau ia tak yakin sepenuhnya.

Kazune menghentikan langkah kakinya tepat di depan tembok yang memisahkan taman yang sudah ditutup itu.

Setelah berhasil masuk ke dalam setelah melewati tembok itu, Kazune langsung melihat bayangan seseorang yang tengah duduk di dekat danau. Cahaya bulan cukup terang dan Kazune dapat melihat sosok itu dengan cukup jelas.

"Karin" panggil Kazune saat ia sudah berada didekat sosok itu.

Karin sedikit terkejut, lalu cepat berbalik untuk menatap Kazune. "Ka-Kazune-kun"

Kazune berjalan mendekati Karin. Kazune berhenti tepat didepan Karin. Mereka hanya saling memandang, tak ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Suasana sunyi pun menambah kesan.

Lalu—Tuk!

"Aw! Sakit Kazune-kun!" ucap Karin sambil mengelus dahinya yang sakit setelah disentil oleh Kazune.

"APA KAU BODOH HAH?!" teriak Kazune dengan marah.

Karin terkejut saat melihat Kazune semarah itu. "Kenapa kau tidak pulang dan menghilang berjam-jam?! Kenapa kau malah diam disini?! Kenapa ponselmu tidak aktif?! Apa kau mau membuat semuanya khawatir?!"

Mata Karin berkaca-kaca. "Maafkan aku..."

"Kau membuat kakakmu khawatir! Tidak hanya dia! Rika juga! Dan... aku" ucap Kazune sambil mengalihkan pandangannya.

Air mata Karin sudah berjatuhan dengan deras. "Hwaaa.. maafkan aku!" ucap Karin. "A-aku tidak tahu harus apa setelah kau mengacuhkanku, lalu aku berpikir untuk pergi ke sini" jelas Karin.

"Hiks.. aku, aku mengira kau sangat membenciku" ucap Karin.

"Aku—"

"Kau sangat membenciku sampai kau mengacuhkanku bahkan tak mau bertatap muka denganku" ucap Karin lagi.

"Aku tidak—"

"Hiks.. kau seperti menganggapku tidak ada" ucap Karin.

"Aku tidak me—"

"Kau pasti membenciku saa—"

Cup!

Kazune memberikan ciuman singkat kepada Karin yang terus saja mengoceh. "Bisakah kau mendengarkanku dulu?" tanya Kazune yang kesal karena ucapannya terus dipotong oleh Karin.

Karin yang masih terkejut hanya diam saja. "Aku tidak membencimu" ucap Kazune sambil mengalihkan pandangannya dari Karin.

Sedikit rona merah terlihat di wajahnya. "Aku tidak tahu harus bicara bagaimana denganmu yang tiba-tiba saja datang ke sekolah dengan tampilan yang berbeda" ucap Kazune. "Dan juga karena aku cemburu ketika murid laki-laki lain memperhatikanmu" lanjut Kazune dengan nada tidak suka.

Karin terkejut dengan ucapan Kazune. Kazune? cemburu? Benarkah?.

"Aku benar-benar minta maaf karena sudah bersikap kekanakan" ucap Kazune.

Karin tersenyum. "Permintaanku terkabul" ucapnya tiba-tiba.

"Ha? Apa?" tanya Kazune tak mengerti.

"Aku meminta permohonan dengan melempar koin ke danau seperti yang kau katakan saat itu" ucap Karin. "Aku berharap kita bisa bersama seperti dulu lagi dan itu terkabul"

Kazune langsung memeluk Karin. "Ka-kazune-kun?" panggil Karin terkejut.

"Sebentar saja, biarkan aku memelukmu seperti ini" ucap Kazune masih memeluk Karin.

Karin mengangguk pelan dengan wajahnya yang sudah merah padam.

Cukup lama posisi mereka seperti itu. Lalu Kazune dengan pelan melepaskan pelukannya. Mereka berdua saling berpandangan dengan disinari cahaya bulan yang indah.

Perlahan jarak antara mereka semakin dekat, jantung keduanya pun berdetak tak karuan, nafas mereka tertahan.

Karin menutup matanya saat jarak antara mereka hanya beberapa centi saja. lalu—.

Kriiing! Kriiing!

Tiba-tiba saja ponsel Kazune berbunyi dan mereka langsung menjaga jarak kembali. Wajah keduanya merah padam.

Kazune merutuki siapa yang menghancurkan kesempatannya itu. Karin hanya mengalihkan pandangannya dari Kazune untuk menormalkan kembali detak jantungnya yang sudah berdetak tak karuan.

Kazune menatap layar ponselnya. Rika. Itulah nama yang tertera diponselnya.

"Ha—" belum sempat Kazune berbicara, Rika sudah mengoceh disebrang sana.

"Bagaimana Kazune-kun? Karin-chan sudah ketemu? Sudah?" tanya Rika.

"Ya, sudah. Dia ada disampingku sekarang" sahut Kazune.

"BENARKAH? Berikan ponselmu ke Karin-chan! CEPAT!" perintah Rika.

Kazune langsung menyodorkan ponselnya ke Karin. "Rika" ucap Kazune saat Karin hanya menatapnya.

Dengan cepat Karin langsung mengambil ponsel itu dari tangan Kazune dan berbicara dengan Rika. Wajah Karin terlihat bersalah ketika berbicara awalnya, lalu wajah cerianya kembali terlihat setelahnya.

"Sepertinya seru sekali saat berbicara dengan Rika" ucap Kazune saat Karin mengembalikan ponselnya. Karin hanya tersenyum menanggapi ucapan Kazune.

"Baiklah, ayo. Aku antar kau pulang" ucap Kazune.

Ketika sudah melewati tembok. Kazune baru menyadari kalau Karin berjalan dengan tertatih-tatih sambil menahan rasa sakit.

Lalu ia melihat lutut Karin terluka. Kazune langsung menghentikan langkah kakinya dan Karin mengikuti. "Kakimu kenapa?" tanya Kazune.

Karin tertawa pelan. "Haha.. aku terjatuh saat menaiki tembok itu" jawab Karin.

Kazune langsung berjongkok membelakangi Karin. "Naiklah, aku aku menggendongmu"

"Ah, tidak.. itu akan merepotkanmu" tolak Karin.

"Akan lebih merepotkan ketika kita sampai rumahmu besok pagi" ucap Kazune.

Karin hanya menurut saja ketika mendengar ucapan Kazune.

Karin menyenderkan dirinya dipunggung Kazune. 'Bahu Kazune-kun tak selebar Nii-chan, tapi aku tetap merasa nyaman' pikir Karin.

Karin tersenyum. 'Wangi Kazune-kun selalu mengingatkanku akan hangatnya Kazune-kun'

Kazune tersenyum. 'Aku senang bebanmu sudah menghilang Karin'

"Terimakasih untuk semuanya Kazune-kun. Aku mencintaimu"

"Aku juga mencintaimu Karin"

.

.

.

FIN


Balasan Review :

Arina Marioka : Arina-chan nggak jadi buang Flaesy ke sumur kan? TwT Apalagi ditemenin Sadako TwT , Flaesy dimusuhin sadako soalnya 'w' hehe XD

Amanahsulis : Flaesy sudah isi adegan sweet yang menurut Flaesy udah sweet#ngomong apa coba# XD , semoga Lis-chan menyukainya ;3

Asharinchan : Iya Flaesy juga bingung kok tiba-tiba gtu ya?#ditendang XD . Flaesy lupa, dulu Flaesy maunya kayak gimana setelahnya. Biasalah penyakit pikun =w=. Flaesy libur nggak enak ne TwT, tapi sekolah nggak juga sih#plak #murid apa kau ni nak?# hehe XD

Lia : Lia-chan QwQ arigatou ne sudah review, semoga dapat menghibur ne XD

HanaZune Ran : Ran-chan ternyata melihat Typo yang bertebaran di chap kemarin XD, itu karena kemarin Flaesy lupa meriksa ulang QwQ. Arigatou ne Ran-chan 'w'


Akhirnya Fic ini Tamat Juga QwQ, Yah walau agak gaje sih endingnya =w=

Terimakasih buat yang sudah ngereview, ngefav, dan ngefollow Fic Gaje ini.. Dan juga terimakasih yang sudah mau membacanya TwT

Maaf kalau Fic ini gaje mulu QwQ,

Jaa ne ^w^