Love,love changes everything.
Hands and Faces. Earth and sky.
Love,love changes everything.
How you live and how you die
.
.
.
Neji mengernyit saat melihat Hinata merajut sambil menggumamkan lagu."Ada apa?"baru kali ini ia mendengar adiknya menggumam bahagia.
Hinata mengangkat pandangannya,dia menelengkan kepala"Hah?"
"Kau tampak sangat bahagia ,ada apa?"tanyanya lagi. Hinata tersenyum ,senyum yang sudah lama tidak pernah Neji lihat.
"Tidak ada apa-apa Neji-nii" jawabnya. Neji yakin tidak mungkin tidak ada apa-apa.
.
.
Naruto milik Masashi Kishimoto.
Kuroko no Basuke milik Tadashiko Fujimaki.
Abal/Typo/OOC
Dont like dont read
RnR
.
Sambil sesekali melirik Hinata yang merajut,Neji meneruskan acara membacanya walaupun pikirannya tertuju kepada adiknya yang manis."Hinata berubah!"Neji menggenggam erat bukunya.
Jika ia ingat-ingat,Hinata sudah berubah sejak 3 minggu yang lalu.
Tiba-tiba saja Hinata menanami halaman belakang dengan bunga-bunga bewarna merah[padahal Neji yakin Hinata tidak begitu suka warna merah].Ada Mawar merah,Lily merah,Akasia merah,hingga Aster merah. Ia sampai malas bersantai di teras belakang padahal awalnya itu adalah tempat kesukaannya .Bunga-bunga merah itu membuat matanya berkedut sampai perih.
Ia benci warna merah.
.
Kira-kira dua minggu lalu,Hinata menanyakan banyak hal tentang kuda. Sang kakak tak habis pikir,apa yang membuat adiknya yang lemah lembut itu tiba-tiba terlihat antusias untuk belajar berkuda.
Neji benar-benar gelisah saat mengajari Hinata berkuda. Firasatnya terbukti saat kuda yang dinaiki Hinata meringkik keras dan mengangkat dua kaki depannya. terlempar dari kudanya dan hampir membentur tanah dengan kekuatan tinggi jika Neji tidak langsung meloncat dan membekap Hinata dalam pelukannya.. Syukurlah Ia dapat menangkap Hinata tepat waktu.
Hari itu ia habiskan dengan mengingatkan Hinata agar jangan sekali-kali berkuda sendirian.
.
Seminggu yang lalu,Hinata minta diajari shogi saat melihat Kakaknya bertanding melawan ketua klan Nara dan berakhir dengan Neji migrain karena Hinata susah sekali mengerti shogi.
Gadis seperti Hinata itu bisa dengan cepat membedakan antara tanaman beracun dan tanaman obat,Arsenik dan Sianida,atau bintang Hikoboshi dan Orihime dalam sedetik tapi mengapa,Neji benar-benar frustasi, susah sekali mengingatkan padanya bahwa kinshou dan ginshou itu berbeda?
Neji menyerah mengajari Hinata shogi."Mungkin kau bisa mendatangi orang yang lebih pintar dan sabar dalam mengajari pemula"saran Neji pada Hinata.
.
Selain itu,masih banyak perubahan dalam diri Hinata yang tak luput dari pengamatan sang kakak. Hinata lebih ceria,lebih sering tertawa,sering melamun,dan ia terlihat sangat bahagia.
Terlalu bahagia untuk gadis yang tahu takdir apa yang dipikulnya.
Neji kembali melirik sang gadis berambut gelap, yakin seratus persen akan tahu penyebab adiknya berubah,cepat atau lambat.
.
Love,love changes everything.
Hands and Faces. Earth and sky.
Love,love changes everything.
How you live and how you die
.
Sore itu,Neji dengan kimono mahalnya yang bewarna putih menuju warung dango. Ia ada janji bertemu Sakura di sana.
'kuharap tidak terlambat..'batinnya gugup
'Kenapa harus gugup,inikan bukan kencan.'omelnya pada dirinya sendiri.
Pada saat memasuki warung dango,Sakura sedang duduk di meja paling pojok. Gadis itu memakai baju pink tua nya dan celana putih gadingnya yang terlihat santai,berbeda dengan neji yang serapih pengantin.
'Tentu saja ia santai,inikan bukan kencan.'omel Neji .''kau saja yang terlalu konyol'
Ia segera menghampiri Sakura saat gadis itu melambai padanya.
"Kau rapi sekali Neji-kun,Apa ada janji selain dengan ku?"tanya Sakura saat Neji sudah duduk di hadapannya. Neji berusaha tidak terlihat malu "Hanya janji denganmu."Sakura hanya mengangguk
"Mau?"Sakura menawarkan setusuk jajanan manis itu yang langsung ditolak ,Neji kurang suka dango "baiklah"Sakura membetulkan pose duduknya,wajahnya terlihat serius."Kau kenal Akashi seijurou kan?"
Neji mengernyit tanda ia tak kenal."kau tak kenal?"tanya Sakura bingung."Hinata kan akrab dengannya."Hah?Kenapa Hinata tidak pernah bercerita?
"Siapa si Akashi ini?"tanya Neji,ia tak pernah mendengar nama bermarga Akashi "Pemuda yang Hinata selamatkan waktu itu."Neji langsung ingat dengan si pemuda mencurigakan berambut merah yang terluka beberapa minggu lalu. Apa tadi kata Sakura?Hinata akrab dengannya?
"Jadi Sakura..."kata Neji,dalam hati ia bersiap-siap untuk mengintrogasi Hinata nanti malam."Ada apa dengan Akashi?"
Sakura menghela nafas."Ia orang asing di sini dan dia sudah baikan. Ia tidak bisa menetap di rumah sakit terus-terusan."Mata Sakura tampak memohon"Maukah kau menampungnya sampai sembuh?.Dia orang baik kok Neji-kun."
'Tidak'Neji tidak mau dan suka ada orang asing mencurigaan di kediaman Hyuuga,apapun pujian Sakura untuknya .Melihat diamnya Neji,Sakura buru-buru menambahkan "Kalau merepotkan,tak apa. Ia bisa tinggal bersama ku."
Neji tertohok mendengar perkataan Sakura. Ia kan tinggal sendiri di flatnya. Bagaiman jika si Akashi itu melakukan hal-hal yang tidak senonoh?Bagaimana jika ia penjahat?Tidak mungkin Neji membiarkan Sakura tinggal seatap dengan orang itu.
Neji berpikir keras,jika Akashi tinggal di kediaman Hyuuga,Neji bisa menempatkannya di paviliun kecil pojok komplek,Ia juga bisa lebih mengawasi Hinata agar tak dekat-dekat si asing itu dan jika si Akashi itu orang jahat,ia bisa langsung menebas si kepala merah itu .Neji tersenyum puas.
Neji merasa ini keputusan terbaik bagi Sakura dan Hinata."Baiklah Sakura,Ia bisa tinggal di rumahku"katanya akhirnya.
Neji tak tahu hal apa yang akan terjadi akibat keputusannya.
.
.
.
TBC
.
AN:Terima kasih buat yang udah -bener ngebuat Karin semangat ya buat yang nanya ini setting nya dimana,Karin agak bingung juga desa Konoha tapi gak ada ninjanya.
Sekali lagi,makasih udah review :).
