The Rookies

Author [ Takii_yuuki]

Genre [drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]

Main cast :

Lee Taeyong SMRookies

Nakamoto Yuta SMRookies

Johnny Suh SMRookies

Jung Jaehyun SMRookies

Jin Hansol SMRookies

Ten SMRookies

And other character..

Rating : T

Length : Chaptered

Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.

Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow

I'm Taeyong-Yuta Shipper

Terinspirasi dari para Rookies yang kemarin ikut SMTown di Taiwan, melihat Taeyong-Ten pasangan Tom&Jerry dan Yuta yang sepertinya tidak mengacuhkan Taeyong, mereka dengan dunianya masing-masing, juga saat Taeyong yang hanya perform satu lagu Open the door saja, dia tidak ikut starting line buat dance Supermoon yang digantikan Jaehyun dan saat dance T.O.P juga Warrior Descendant tidak ada tanda-tanda Taeyong ikut serta, mungkin Taeyong sedang cedera, tapi saya jug atidak tahu saya harap tidak.

Rumor mereka akan debut Agustus, kita doakan saja bersama.

.

.

Sebelumnya, Saya mau bertanya sama reader urutan umur para Rookies dari yang tertua-paling agak bingung soalnya. hehehe.

ini datanya.

Lee Taeyong 1 Juli 1995

Ten Chittaphon Leechaiyapornkul 27 February 1996

Nakamoto Yuta 26 Oktober 1995

Jung Jaehyun 14 February 1997

Ji Hansol 21 November 1994

Seo Youngho / John Seo / Johnny 9 Februari 1995

Doyoung 1 Februari 1996

Jadi kalau seandainya di cerita ini dan cerita-cerita sebelumnya, ada yang typo bagian panggilan, contohnya harusnya Taeyong panggil Johnny itu hyung tapi ternyata malah panggil nama biasa, besok di chapter selanjutnya akan saya perbaiki. Untuk semua member Rookies, kalau manggilnya salah chapter depan diperbaiki.

Apa seperti ini urutannya : Hansol, Johnny, Taeyong, Yuta, Doyoung, Ten, Jaehyun ? kalau salah mohon diperbaiki. terima kasih.

.

.

Happy Reading

Chapter 2

Previous chapter :

"Kenapa kau bawa-bawa Johnny?"

"Karena aku merasa kau sedang membandingkanku dengan dia."

"Taeyong…"

"Yuta, ayo kita putus…"

"MWo!"

The Rookies

"MWO!" seru Yuta, "Putus apa maksudmu? Bukankah kau kita tidak ada masalah apapun? Ya, aku minta maaf sikapku agak berlebihan tapi hal ini karena aku terlalu menyayangimu Taeyong. Kumohon maafkan aku, tapi jangan putuskan aku." Mohon Yuta

"Kita memang tidak ada masalah, aku yang bermasalah. Aku tidak bisa menjadi apa yang kau mau dan kau inginkan. Maafkan aku. Aku tak bisa bersamamu lagi Yuta."

"Itu bukan alasan Taeyong, aku bahagia denganmu. Maafkan aku kalau sikapku begitu kekanakan sekarang. Kumohon jangan begini."

Taeyong menggeleng. "Ini bukan salahmu, kau tidak bersalah sama sekali, ini salahku, aku merasa kalau aku tidak bisa membuatmu bahagia dengan caraku. Selama kau bersamaku, aku jarang melihatmu tertawa lepas seperti saat kau bersama yang lain, yang ada aku selalu membuatmu marah dan menangis juga cemburu, kita tidak seperti pasangan kekasih yang lain, yang romantis, saling berbagi, saling memperhatikan. Maaf kalau aku tidak bisa seperti itu. Aku kelihatan tidak acuh sebagai namjachingumu, kaku, tak bisa mengerti apa maumu dan aku tidak bisa mencintaimu lagi, aku mencoba bertahan tapi sulit, aku.. " Taeyong tertunduk ia tak bisa meneruskan kata-katanya.

Nunmulcheoreom nae sarang-i jeomjeom heuryeojyeo

Like falling tears, my love is slowly dissipating

Michidorog neoreul guriwohan naega byeonhaega

Me who went crazy missing you, is gradually changing

"Taeyong, meskipun kadang aku ingin hubungan kita seperti pasangan kekasih yang lain tapi aku sudah cukup bahagia dengan keadaan kita seperti ini. Aku tidak ingin putus darimu. Aku akan berubah, aku akan belajar menerima keadaanmu. Aku mencintaimu Taeyong."

Taeyong menggeleng, "Itu tidak cukup Yuta,aku tahu kau tersiksa dengan hubungan seperti ini. Yuta, aku sangat menyayangimu tapi aku tidak ingin memaksamu mengikuti mauku." Taeyong menggenggam tangan Yuta, "Mungkin sebaiknya kita menjadi sahabat saja, aku akan tetap menyayangimu sebagai sahabatku. Kau tidak perlu cemburu padaku lagi kalau aku dekat dengan Ten, Jaehyun, Doyoung maupun Hansol hyung. Aku yakin kau akan mendapat orang yang lebih bisa membuatmu bahagia."

Neoreul butjab-assdeon nae sarang-I, jeomjeom heuryeojyeo

My love for you that I held on so tightly, is slowly dissipating

Michidorog neoreul guriwohan naega byeonhaega

Me who went crazy missing you, is gradually changing

"AKu tidak mau, aku tidak mau putus darimu Taeyong. aku tidak mau…" potong Yuta sambil menangis.

Mos chajneun geolkka / Naege dasi dor-a oneun gil?

Couldn't you find it / The road that leads back to me?

Deo iss-eoya halkka?/ Na yeogie deo iss-eoya halkka?

Should I wait a little while more? /Should I wait here a little longer?

"Jangan menangis, jangan mengeluarkan airmata untukku lagi." Yuta menggeleng, ia memejamkan matanya dan terus menangis. "Yuta, aku sangat menyayangimu tapi kita tidak bisa bersama lagi sebagai sepasang kekasih. Kita akan menjadi sahabat dan sebagai sahabat aku akan selalu melindungimu,menjadi tempat kau berbagi keluh kesah dan turut berbahagia kalau kau juga bahagia. Itulah sahabat, hubungan kita akan jauh lebih erat dari saat kita menjadi sepasang kekasih."

"Hiks…hiks.." Yuta terisak. "Berjanjilah kau akan kembali menjadi Yuta si healing smile lagi untuk semua orang, menjadi Yuta yang ceria dan lucu yang selalu memberikan kegembiraan untuk orang di sekitarnya bukan Yuta yang sekarang, yang selalu menangis karena aku sakiti." Taeyong mencium kening Yuta dan kemudian mengusap airmatanya.

"Senyum-mu sangat manis itu yang membuatku menyukaimu, senyum-mu menghilangkan rasa lelahku, tapi sejak kita menjalin hubungan, aku tidak melihatnya lagi. Aku tidak mau senyum-mu hilang karena keegoisanku, aku tidak mau." Taeyong menyibak poni Yuta yang sedikit menutupi matanya, "Mulai saat ini kau harus banyak tersenyum dan jangan cemberut lagi. Kau sangat jelek kalau kau marah." Goda Taeyong, Yuta tersipu, ia tak menangis lagi tapi matanya masih memerah. "Maukah kau berjanji padaku?" Tanya Taeyong.

Yuta mengangguk, meskipun berat tapi ia tak mau memaksakan Taeyong untuk bersamanya. "Nde, aku berjanji. Aku akan menjadi Yuta si healing smile lagi dan Kita akan menjadi sahabat."

Ije bonaeryeogo hae / Jeongmal kkeutnaeryeogo hae

I'll let it go now / I'm really trying to finish this

Ijen neoreul jiwoya hana bwa

I should forget you now

"Terima kasih Yuta." Taeyong menangkup pipi Yuta dengan kedua tangannya dan kemudian mencium bibir Yuta. Ciuman lembut tanpa nafsu.

Setelah beberapa detik berciuman, Taeyong segera melepaskannya, ia tersenyum pada Yuta dan kemudian berbalik meninggalkannya. Meninggalkan Yuta yang masih berdiri di taman itu. Airmata Yuta kembali mengalir. 'Taeyong..' bathinnya pilu.

Nareul jinacheyo, tteonan neoneun

You passed me by, leaving me

Niga okka bwa / Gidarin naul sigandeuri

Hoping you'll come back / I'm spending my time waiting

Ije bonaerago hae / Neoreul jurago hae

I'll let it go now / I'll forget you now

Areumdaun uri sigandeur-eun chueogi doeeo

The times we spent together were beautiful and they're all memories now

Michidorog neoreul guriwohan nunmulmajeodo / Hogsirado niga okka bwa meomchwossdeon sigan

I miss you like crazy and even tears fall / In case you would come back and time stops

Ijen neoreul dugo tteonaryeogo hae

I'll let you go and leave now

Taeyong berjalan meninggalkan Yuta, ia berjalan sambil menahan tangisnya agar tidak keluar, meskipun hatinya sakit tapi inilah yang terbaik untuknya, melepaskan Yuta agar Yuta mendapat kebahagiaannya. Sungguh ia sangat menyayangi Yuta tapi ia tak mau terus menyakitinya.

Mog-I meeoseo na hal su eobs-eossdeon / Ibyeor-iran apeun geu mal

I'm choking, i couldn't say /Those heartbreaking words of parting

Areumdaun neoui gieogdeur-eun / Ije nareul dugo tteonaryeogo hae

All my beautiful memories of you / It's leaving me right now

Yuta menatap punggung Taeyong yang makin lama makin menjauh, ia membekap mulutnya dengan kedua tangannya dan kembali menangis.

Nado ijen neoreul jiwoya hana bwa / Jiwoya hana bwa

I should erased it all now / Should erased it now

Ijen neoreul jiwoya hana bwa / Annyeong….

I should forget you now /Goodbye

.

.

Taeyong berjalan tak tentu arah, ia memutuskan untuk tidak pulang ke dorm karena ingin mencari udara segar menghilangkan kepenatan dan sedikit melupakan masalah yang terjadi.

Saat ia berjalan melewati mini market, tiba-tiba BRUk! Ia tak sengaja menabrak orang yang baru saja keluar dari dalam karena ia berjalan sedikit tertunduk.

"Maaf, maaf aku tidak sengaja." Ucapnya langsung berlalu.

"Taeyong…" panggil orang yang dia tabrak itu. Taeyong berhenti, ia berbalik dan melihat orang yang baru saja dia tabrak.

"Ten?"

"Kau kenapa? kenapa wajahmu kusut sekali? Bukankah tadi kau keluar bersama Yuta, Yuta dimana? Kenapa kau sendiri?" Tanya Ten bertubi-tubi.

Taeyong menghela nafas pelan, "Aku baru saja putus dengan-nya."

"MWO! Putus? Bagaimana bisa?" Tanya Ten terkejut. Taeyong menggeleng tak menjawab.

.

Taeyong dan Ten duduk di taman dekat lapangan basket. Ten memberikan kopi pada Taeyong untuk menjaganya tetap hangat."Kenapa kalian putus? Bukankah kalian tidak ada masalah? Bukan karena kedekatan kita kan? Sungguh Taeyong, aku hanya menganggapmu sebagai sahabatku tidak lebih."

"Tentu saja bukan, aku yang bermasalah bukan dia. aku tidak bisa membahagiakannya, Aku tidak seperti yang dia harapkan."

"Memangnya dia mengharapkan apa?"

"Dia ingin hubungan romantis seperti pasangan yang lain dan aku tidak bisa karena aku terlalu kaku dan aku bukan orang yang bisa mudah mengungkapkan perasaanku di depan banyak orang. Kau tahu julukanku apa, Ice Prince. Dingin, kaku, sombong, egois, itu aku."

"Kata siapa kau begitu? Kau baik, perhatian pada semua member."

"Itu tidak cukup untuk membuat Yuta bahagia, aku tidak mau melihatnya menangis karena terus cemburu padaku. Dia cemburu pada kita, pada Hansol hyung, Jaehyun, Doyoung."

"Itu tandanya dia sangat mencintaimu. Kau mencintainya juga kan?"

"Tentu saja aku mencintainya tapi ada yang lebih mencintai Yuta daripada aku."

"Siapa?" Tanya Ten, "-… Ah Johnny hyung, ya Johnny hyung. Tebakanku benar kan?" Taeyong mengangguk pelan.

"Mereka terlihat lebih cocok daripada Yuta denganku. Kau merasakan itu juga kan?"

"Ya, aku bisa melihat perhatian Johnny hyung sangat besar untuk Yuta, tapi Yuta kan hanya menganggap Johnny hyung sebagai kakak untuknya. Yuta hanya memandangmu Taeyong."

"Aku cemburu tapi aku tidak mau membuat hubungan persahabatan ku dengan Johnny hyung renggang. Kami sudah bersahabat lama dan aku tidak ingin gara-gara cinta hubungan persahabatan kami putus. Sudahlah aku tidak apa-apa, aku baik-baik saja."

"Ya sudah kalau begitu, ayo kita pulang. Lusa kita berangkat ke Taiwan. Kita kan belum berkemas."

"Nde.." Taeyong pun menurut dan pulang bersama Ten. Saat mereka melewati sebuah toko, tiba-tiba Ten menghentikan langkahnya. "Ada apa?"

"Kaos Couple."

"Hah?" Tanya Taeyong bingung.

"ITu, kaos couple Tom and Jerry, aku ingin beli itu."

"Wae? Memang Siapa yang akan memakainya?"

"Kita."

"MWO!"

"Ya, sebagai sahabat kita akan memakai itu besok saat kita berangkat ke Taiwan. Ayolah, please.. pasti lucu kalau kita memakai itu. Tom and Jerry, itu kartun favoritku."

"Ya sudah terserah kau saja."

"Terima kasih Taeyong, kau tunggu disini sebentar, aku akan membelinya." Taeyong mengangguk, ia menunggu Ten membeli kaos itu dan tak lama kemudian Ten keluar.

"Sudah?"

"Sudah… ayo kita pulang." Mereka melanjutkan perjalanan pulang.

.

.

CKLEK! "Kami pulang…!" ucap Ten saat ia masuk ke dorm. Taeyong melepas sepatunya dan masuk lebih dulu.

Langkahnya terhenti saat melihat Yuta berdiri di dekat ruang tamu, sepertinya ia belum lama datangnya, "Kenapa kau baru pulang? Kenapa Yuta pulang sendiri? Bukankah tadi dia keluar bersamamu?" Tanya Johnny.

"AKu pulang…" Ten menyusul, "Loh ada apa ini? Kenapa kalian berkumpul disini?"

"Kenapa kau pulang bersama Ten? Bukankah tadi dengan Yuta?" Mereka masih terdiam.

"T-tadi Taeyong mampir ke mini market sebelum pulang ke dorm karena aku sedang tidak enak badan jadi aku memutuskan untuk pulang lebih dulu dan meninggalkan Taeyong di mini market. Mungkin kebetulan Ten juga ada di sana jadi mereka bertemu, benar kan Taeyong?"

"N-nde-nde, tadi aku mampir ke mini market lebih dulu karena Yuta merasa tidak enak badan jadi dia pulang lebih dulu."

"Kau kan bisa mengantar Yuta pulang lebih dulu baru ke mini market. Kau ini namjachingu-nya seharusnya lebih perhatian pada Yuta."

"Maaf hyung." Ucap Taeyong sambil menunduk.

"Sudahlah hyung, ini bukan salah Taeyong, harusnya aku tidak mengajak Taeyong keluar padahal aku sedang sakit."

"Harusnya Taeyong sebagai namjachingu-mu lebih perhatian dan mengerti keadaanmu bukan malah.."

"Hyung, ini juga bukan salah Taeyong, dia ke mini market juga beli obat untuk Yuta." Ten mengambil sesuatu dari kantong belanja yang dia bawa. "Ini obat untuk Yuta." Ten menyodorkan vitamin itu untuk Yuta, padahal itu adalah vitamin miliknya tapi ia tak mau Johnny menyalahkan Taeyong.

"T-Terima kasih Ten." Ucap Yuta menerima vitamin itu. Ia sedikit terkejut karena tiba-tiba Ten memberinya vitamin. Ia menebak pasti vitamin itu miliknya dan dia berikan karena ingin melindungi Taeyong.

"Maaf, aku tidak berniat menyuruhmu pulang sendiri tapi kau memaksa akhirnya aku putuskan sekalian membeli vitamin untukmu. Jangan lupa diminum, kau tidak boleh sakit. Aku ke kamar dulu. Selamat malam hyung, selamat malam Yuta, selamat malam Ten." Taeyong meninggalkan Johnny, Yuta dan Ten untuk kembali ke kamarnya.

"Kalau begitu aku juga mau tidur, selamat malam hyung, selamat malam Yuta." Ten melenggang pergi.

Sekarang tinggalah Johnny dan Yuta di ruang tamu itu. "Kalau begitu kau juga istirahat, jangan lupa minum vitaminmu. Lusa kita berangkat ke Taiwan, jangan sampai kau sakit." Johnny mengacak-acak rambut Yuta gemas.

"Hyung…" rengek Yuta manja.

"Kka, masuklah ke kamar. Besok aku bantu kau berkemas."

Yuta mengangguk, "Siap bos. Hehehe." Ucap Yuta sambil berpose memberi hormat dan tersenyum kemudian ia kembali ke kamarnya.

Dari balik pintu kamarnya, Taeyong melihat kebersamaan Yuta dan Johnny. "Senang bisa melihatmu kembali tersenyum. Maafkan aku tidak bisa membuatmu bahagia." Taeyong tersenyum miris dan kemudian menutup pintunya kembali.

.

.

Keesokan harinya mereka mulai berkemas, Taeyong tidak membawa banyak kostum karena ia hanya tampil sekali. Tok-tok-tok! "Masuk!" ucap Taeyong dari dalam. Cklek! Pintu terbuka, muncullah Ten dengan gummy smilenya.

"oh kau Ten, ada apa?" Ten masuk dengan posisi tangan dibelakang menempel punggung. "Kau kenapa?"

"Ini.." tiba-tiba Ten menyodorkan tas kecil pada Taeyong.

"Apa ini?" Taeyong menerima tas itu, "-…ah kaos couple Tom and Jerry." Taeyong manggut-manggut.

"Janga lupa dipakai besok. Kita akan jadi Tae-Ten brothers. Hehehe."

"Iya, kau sudah selesai berkemas?"

"Nde, Doyoung sudah memasak untuk makan siang. Ayo kita keluar kalau kau sudah selesai."

"Iya, tunggu sebentar lagi. Kau keluar saja dulu." Ten mengangguk dan keluar ke ruang makan.

.

Mereka pun berkumpul di ruang makan. "Nuuna Kim menyuruh kita ke agensi nanti sore membahas persiapan keberangkatan kita besok." Ujar Hansol.

"Kalian siapkan passport masing-masing. Kostum jangan lupa." Johnny menambahkan.

"Siap hyung." Jawab Jaehyun, Yuta, Doyoung dan Ten.

"Yuta jangan lupa bawa vitamin-mu." Johnny mengingatkan Yuta.

"Siap Johnny hyung." Balas Yuta dengan penuh semangat.

"Johnny hyung perhatian sekali pada Yuta, sebenarnya pacarnya Yuta itu Johnny hyung atau Taeyong hyung sih?" Tanya Jaehyun spontan. Taeyong menghentikan makannya, Johnny pun terlihat salah tingkah, begitu juga dengan Yuta tapi kemudian Taeyong tersenyum.

"Kami sekarang hanya bersahabat. Jadi siapapun yang ingin mencurahkan perhatiannya pada Yuta, silahkan saja, kalian tidak perlu merasa tidak enak padaku. Benarkan Yuta?"

"Nde-nde, kami sekarang bersahabat. I'm single now." Jaehyun, Hansol dan Doyoung hanya terdiam, mereka juga terlihat salah tingkah.

"Kalian kenapa? ayolah, kami baik-baik saja. ayolah bersikap seperti biasa saja. Ok." Taeyong mencoba mencairkan suasana. Mereka pun mengangguk kikuk dan meneruskan bergantian menatap Taeyong dan Yuta. entah apa yang dia pikirkan saat ini, haruskah dia senang atau sedih karena sahabatnya baru saja putus atau senang karena dia ada harapan bersama Yuta.

Sedangkan Ten diam-diam melirik Johnny, ia melihat Johnny menatap Yuta dengan tatapan sayang. Ten hanya bisa menghela nafas, kemudian ia mengelus punggung Taeyong yang berada di sampingnya. Taeyong terkejut dengan yang dilakukan Ten, ia menoleh ke Ten tapi Ten hanya tersenyum.

Tak sengaja Yuta melihat Taeyong dan Ten saling bertatapan, hatinya terasa sakit tapi kemudian ia mengabaikannya dan kemudian melanjutkan makannya.

.

.

.

D-Day Incheon Airport

Mereka tiba di Airport beberapa jam sebelum keberangkatan. Mereka memakai masker dan topi untuk menutupi wajah mereka. Meskipun belum debut tapi mereka sudah dikenal karena SM sudah melakukan promosi penerbangan mereka masih beberapa jam kedepan, mereka melepaskan penat dan kebosanan dengan belanja, makan dan juga berselfie ria.

"Taeyong kemari." Panggil Ten.

"Ada apa?" Tanya Taeyong.

"Sini, Nuuna Kim meminta kita membuat video. Lepas jaketmu, dia ingin melihat kaos couple kita."

"Nde?"

"Ayo.." Ten menghampiri Taeyong dan menarik tangannya. Taeyong membuka jaketnya dan nampaklah kaos couple Tom and Jerry yang dia pakai bersama Ten.

"Nuuna Kim akan merekam dan kita akan menjawab pertanyaan dari Nuuna Kim, seperti wawancara."

"Ya terserah kau saja." ucap Taeyong pasrah. Dan mereka pun mulai membuat videonya.

Dari kejauhan Yuta melihat kebersamaan Taeyong dan Ten dengan perasaan campur aduk. Antara kesal dan cemburu tapi dia tidak bisa mengungkapkan-nya karena saat ini mereka tidak ada hubungan. Yuta pun mengalihkan pandangannya dan pergi mencari Jaehyun dan ia menemukan Jaehyun sedang berbincang dengan Doyoung dan Hansol.

"Jaehyun…" panggil Yuta.

"Nde hyung, ada apa?" Tanya Jaehyun.

"Temani aku." Jawab Yuta singkat.

"Kemana hyung?" Tanya Jaehyun.

"Temani aku beli bubble Tea."

"Aku?" tunjuk Jaehyun.

"Iya, siapa lagi. Ayo.. aku lapar." Yuta menarik tangan Jaehyun dan membawanya pergi. Doyoung dan Hansol saling bertatap muka mengisyaratkan kebingungan.

"Apa yang terjadi? kenapa Yuta hyung menarik Jaehyun hyung seperti itu?" Tanya Mark yang mendatangi Hansol dan Doyoung. Mereka menggeleng. "Eh itu Taeyong hyung dan Ten hyung sedang apa?"

"Dimana mereka?" Tanya Hansol.

"Itu." Tunjuk Mark kearah belakang. Hansol dan Doyoung menoleh ke belakang. "Oh jadi begitu ceritanya." Ucap Hansol dan Doyoung bersama.

"Apa hyung?" Tanya Mark bingung. Mereka berbalik dan menghela nafas, "Jadi karena cemburu dia melampiaskannya dengan Jaehyun."

"Maksudnya?" Tanya Mark masih bingung tapi Hansol dan Doyoung tak menjawab, mereka malah mengambil ponsel dan sibuk sendiri mengabaikan Mark. "Hyungg…." Rengek Mark.

.

.

"Taeyong naiklah ke troli." Ten menyodorkan troli ke Taeyong dan memintanya menaiki troli. "Aku dorong ya. Nuuna Kim jangan lupa direkam." Taeyong naik ke Troli dan Ten mendorongnya. "Wuusshh…"

"Pelan-pelan. Nanti aku jatuh."

"Siap bos."

.

.

"Hyung, yakin kau pesan 3 bubble tea? Untuk siapa saja?" Tanya Jaehyun bingung.

"Johnny hyung."

"Tapi semua yang kau beli vanilla, dia suka cokelat hyung."

"Dia pasti akan suka…-" / "-… Terima kasih." Ucap Yuta sambil membayar bubble tea-nya.

"Kau aneh sekali hari ini."

.

.

"Johnny hyung…" panggil Yuta. Johnny menoleh, "Yuta, hei.." balasnya sambil tersenyum.

"Untukmu." Yuta menodorkan bubble tea pada Johnny.

"Bubble tea? Terima kasih…-" Johnny menerima Bubble tea itu, "-…. Vanilla ya?" ia melihat warna bubble tea-nya.

"Nde, kau suka kan?"

"Eum, ya-ya aku suka." Jawabnya sungkan.

"Ayo diminum."

"Nde-nde…" Johnny meminumnya dengan sedikit terpaksa karena ia tak terlalu suka vanilla tapi demi Yuta dia meminumnya.

.

Taeyong melihat kebersamaan Johnny dan Yuta yang sedang minum bubble tea bersama dengan sedikit kecemburuan tapi ia menepisnya.

"Kau lihat apa?" Tanya Ten pada Taeyong.

"Tidak, aku tidak lihat apa-apa." Jawab Taeyong bohong. Ten mengikuti arah pandangan Taeyong.

"Oh itu, ayo ikut." Ten menarik lagi tangan Taeyong dan mengajaknya ke kafetaria.

"Untuk apa kita kemari?" Tanya Taeyong.

"Aku traktir bubble tea, kka belilah."

"Serius?"

"Tentu saja, ayo cepat sebelum aku berubah pikiran." Taeyong tersenyum dan ia pun memesan bubble tea.

.

.

"Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa mereka seperti sedang saling memanasi dengan pasangan baru mereka…?" Tanya Jaehyun pada Hansol dan Doyoung.

"Ten-Taeyong, Yuta-Johnny? Memangnya mereka putus karena apa? Setahuku mereka tidak ada masalah." Tanya Hansol.

"Taeyong pernah bercerita padaku kalau akhir-akhir ini Yuta begitu posesif padanya. Taeyong merasa tidak nyaman karenanya." Jawab Doyoung.

"Kurasa itu bukan alasan utamanya tapi aku rasa Taeyong cemburu dengan kedekatan Johnny dan Yuta, tapi karena alasan persahabatan Taeyong tidak mau atau tidak bisa mengungkapkan kecemburuannya pada Johnny…" ujar Hansol

"Ya aku tahu, mereka sangat dekat, apalagi mereka roommate. Taeyong bilang kalau Yuta lebih cocok dengan Johnny hyung daripada dengannya. Taeyong kaku, dan bukan orang yang mudah menunjukan suatu perhatian pada orang lain." Tambah Doyoung.

"Ice Prince, yeah I know it." Jaehyun manggut-manggut.

"Tapi sepertinya mereka akan kembali lagi. Dilihat sebenarnya mereka berdua masih saling mencintai hanya saja ego mereka yang terlalu besar hingga mereka enggan mengakuinya." Ujar Hansol

"Ya, Hansol hyung benar, sepertinya putusnya mereka tidak akan lama. kita lihat saja besok sepulang dari Taiwan, mereka pasti bersama lagi." Ucap Jaehyun sambil meminum bubble tea-nya.

.

.

Taeyong melihat Yuta semakin akrab dengan Johnny, bahkan dia berani menggelayut manja di lengan Johnny. Entah kenapa rasa cemburunya kembali membuncah, ia ingin sekali menarik Yuta dan membawanya pergi tapi ia sepertinya ucapan Hansol tentang ego-nya (Taeyong) yang besar memang benar adanya, ego-nya menahan Taeyong agar Taeyong tidak melakukan yang dipikirkannya. Taeyong mengusap wajahnya berkali-kali."Taeyong, kau kenapa?" Tanya Ten bingung.

"Yuta lagi?" Tanya Ten lagi. Taeyong tidak menjawab dan hanya menggeleng. "Kalau kau masih ingin bersamanya, kejar dia, bilang padanya kalau kau masih mencintainya, masih menyayanginya, bilang kalau kau cemburu. Aku tahu kau masih mencintainya tapi kau terlalu…"

"Aku tidak bisa, aku selalu menyakitinya, aku tidak bisa menjadi orang yang bisa dia harapkan."

"Aku yakin Yuta ingin kembali padamu. Kka..! kejar dia mumpung dia sendirian. Johnny hyung sepertinya ke toilet. Ayo Taeyong." ujar Ten sambil memberi semangat pada Taeyong. Taeyong terlihat masih berpikir tapi Ten terus mendorongnya. "Ayo sebelum Yuta pergi." Akhirnya Taeyong bangkit, dia pun pergi menghampiri Yuta. Ten tersenyum senang melihat Taeyong.

.

Yuta saat ini sendirian karena Johnny pergi ke toilet, sambil meminum bubble tea-nya, ia berjalan-jalan sekitar lobby yang entah kenapa saat itu sepi. Dari belakang Taeyong berlari mengejar Yuta.

"Yuta…!" panggil Taeyong. Yuta yang merasa namanya dipanggil menoleh dan melihat Taeyong berlari ke arahnya.

"Taeyong?" Tanya Yuta bingung.

"Yuta…" panggil Johnny dari arah berlawanan. Yuta pun berbalik dan melihat Johnny tak jauh darinya berjalan menghampirinya setelah dari toilet.

"Hyung…" balas Yuta. Tiba-tiba, GREP! ia merasa ada yang memeluknya dari belakang. Yuta terkejut dengan pelukan mendadak yang dilakukan Taeyong. Ia pun hanya terdiam, mencoba mencerna apa yang terjadi saat ini, Taeyong memeluknya. Langkah Johnny pun terhenti melihat adegan itu.

"Biarkan seperti ini sebentar, kumohon." Bisik Taeyong. Yuta masih tak bisa bicara. Ia menunduk melihat kedua lengan Taeyong yang saat ini melingkar erat di perutnya. Pelan-pelan Yuta menggerakkan tangannya dan menyentuh lengan Taeyong. Nyata,itulah yang Yuta rasakan. Ia pun tersenyum.

Johnny akhirnya menyunggingkan senyumnya dan ia pun mundur perlahan meninggalkan Yuta dan Taeyong.

.

.

Mereka menunggu keberangkatan yang hanya tinggal 1 jam lagi, Taeyong memilih duduk di samping Donghyuck. Mereka saling berbincang seru dan Taeyong juga membisiki Donghyuck tentang sesuatu.

Saat sedang membisiki Donghyuck , tiba-tiba.. Bruk! Seseorang duduk disampingnya dan itu adalah Yuta. Taeyong sedikit terkejut dan menjauhkan dirinya dari Donghyuck.

"Hah aku capek." Keluh Yuta.

"Yuta hyung.." sapa Donghyuck.

"Ya Hyuckie.." balas Yuta.

"Kau darimana?" Tanya Taeyong beralih pada Yuta.

"Tadi dari kafetaria menemani Hansol hyung membeli camilan. Dia beli banyak sekali. Dia kira di pesawat nanti tidak diberi makan apa? Belanja sampai 1 kantong penuh."

"Mungkin dia memang lapar Hyung." Sela Donghyuck.

"Memangnya sarapan tadi pagi kurang sehingga dia harus beli sebanyak itu." Ucap Yuta sambil mengibas-ibaskan tangannya.

"Kau kenapa?" Tanya Taeyong sedikit khawatir dengan Yuta.

"Tidak apa-apa."Taeyong menarik tangan Yuta dan melihatnya. Tangan Yuta sedikit memerah seperti habis membentur sesuatu.

"Tanganmu kenapa? kenapa merah seperti ini?"

"Tadi tanganku tak sengaja menabrak troli. Aku tidak apa-apa Taeyong. kau tidak usah khawatir." Taeyong mengusap-usap tangan Yuta yang sedikit memerah tadi.

"Lain kali hati-hati. Jangan sampai terluka lagi."ucap Taeyong dengan nada khawatir.

"Nde, aku akan lebih berhati-hati lagi." Ucap Yuta sambil tersenyum.

"Pesawat Korean Airlines …." Terdengar panggilan untuk keberangkatan ke Taiwan dan mereka pun bersiap-siap. "Sepertinya sudah waktunya. Ayo berangkat." Ucap Taeyong. Yuta mengangguk begitu juga yang lain menyiapkan diri untuk berangkat.

.

.

Di dalam pesawat, Taeyong duduk dengan Ten, Doyoung-Jaehyun, Hansol-Johnny dan Yuta-Mark, dan sisanya, para 'mini'rookies dengan pasangan masing-masing.

"Taeyong, ayo foto denganku." Ajak Ten tiba-tiba.

"NDe?" Tanya Taeyong bingung.

"Ayo kita selfie. Saudaraku meminta foto kita berdua, dia bilang, dia fans beratmu. Dia ingin menunjukkan ke teman-temannya kalau aku sebagai saudaranya berteman denganmu."

"Hah?"

"Ayolah, kalau dia menangis, bisa-bisa seminggu baru diam." Pinta Ten sedikit berlebihan.

"Ya baiklah."

"Hore.. tunggu sebentar." Ten menyiapkan iphone 6 miliknya dan kemudian bersiap-siap berpose dengan Taeyong.

"Tunggu-tunggu. Aku rekam ya untuk dokumentasi. Kebetulan kalian kan memakai kaos couple. Ya-ya-ya?" Pinta Jaehyun dengan sedikit memelas.

"Dokumentasi apa?"

"Web Rookies, ayolah, kalian selfie juga tidak sampe 1 jam kan?" Jaehyun menyiapkan handycam-nya.

"Terserah kau saja." jawab Taeyong pasrah. Kemudian ia dan Ten melanjutkan selfie yang tertunda dengan Jaehyun yang merekamnya untuk web SM Rookies mereka.

Mendengar suara ribut di belakang, Yuta pun terusik dan melihat ke belakang, betapa hatinya sangat cemburu saat melihat Taeyong dan Ten berpose 'mesra', baru beberapa jam yang lalu Taeyong bersikap lembut padanya sekarang sudah pindah ke lain hati.

Taeyong memang tidak bicara secara langsung padanya untuk kembali lagi menjalin hubungan tapi pelukan tadi seperti mengisyaratkan kalau ia ingin kembali menjalin hubungan lagi meskipun tidak saat ini tapi itu membuktikan kalau Taeyong masih mencintainya tapi setelah melihat kejadian barusan membuat Yuta berpikir lagi apakah ia akan menerima Taeyong lagi atau menolaknya.

'Apa sebenarnya maumu Taeyong?' Tanya Yuta dalam hati.

.

.

TBC

MAAF KALO CERITANYA SEMAKIN GAK JELAS, MUTER-MUTER DAN MEMBINGUNGKAN. ABSURD DAN SEJENISNYA. MAAF... AUTHOR SUDAH BERUSAHA SEKERAS MUNGKIN. #DEEPBOW

TERIMA KASIH BANYAK SUDAH MAU MEMBACA CERITAKU. MAAF TYPO BERTEBARAN. GOMAWO...!