The Rookies
Author [ Takii_yuuki]
Genre [drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Lee Taeyong SMRookies
Nakamoto Yuta SMRookies
Johnny Suh SMRookies
Jung Jaehyun SMRookies
Jin Hansol SMRookies
Ten SMRookies
And other character..
Rating : T
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow
I'm Taeyong-Yuta Shipper
Terinspirasi dari para Rookies yang kemarin ikut SMTown di Taiwan, melihat Taeyong-Ten pasangan Tom&Jerry dan Yuta yang sepertinya tidak mengacuhkan Taeyong, mereka dengan dunianya masing-masing, juga saat Taeyong yang hanya perform satu lagu Open the door saja, dia tidak ikut starting line buat dance Supermoon yang digantikan Jaehyun dan saat dance T.O.P juga Warrior Descendant tidak ada tanda-tanda Taeyong ikut serta, mungkin Taeyong sedang cedera, tapi saya jug atidak tahu saya harap tidak.
Rumor mereka akan debut Agustus, kita doakan saja bersama.
.
.
.
Happy Reading
Chapter 3
Previous Chapter :
Mendengar suara ribut di belakang, Yuta pun terusik dan melihat ke belakang, betapa hatinya sangat cemburu saat melihat Taeyong dan Ten berpose 'mesra', baru beberapa jam yang lalu Taeyong bersikap lembut padanya sekarang sudah pindah ke lain hati.
Taeyong memang tidak bicara secara langsung padanya untuk kembali lagi menjalin hubungan tapi pelukan tadi seperti mengisyaratkan kalau ia ingin kembali menjalin hubungan lagi meskipun tidak saat ini tapi itu membuktikan kalau Taeyong masih mencintainya tapi setelah melihat kejadian barusan membuat Yuta berpikir lagi apakah ia akan menerima Taeyong lagi atau menolaknya.
'Apa sebenarnya maumu Taeyong?' Tanya Yuta dalam hati.
.
.
The Rookies
Beberapa jam kemudian mereka sampai di bandara Taoyuan, Taiwan. Mereka menutup wajah mereka dengan masker, karena meskipun belum debut mereka sudah cukup dikenal sebagai karena video pre-debut mereka.
Sejak turun dari pesawat, Yuta menghindari Taeyong, ia memilih bersama Hansol dan Jaehyun yang menempel pada Johnny dan Doyoung. Sedangkan Taeyong, dia memilih bersama Ten, ia belum tahu kalau Yuta sedang mendiamkannya.
Saat menunggu bagasi, Yuta menatap Taeyong dengan tatapan yang sulit diartikan, saat itu Taeyong sedang berbicara akrab dengan Ten, Donghyuck dan Mark.
"Kau kenapa?" tanya Hansol. Yuta hanya menggeleng. "Jangan bohong, pasti Taeyong lagi. Ahh.. memang sulit kalau berpacaran dengan orang seperti Taeyong, dia itu Ice Prince, sulit ditebak apa yang dia mau."
"Hyung, kami sudah putus."
"Tapi kau masih mencintainya kan?"
"Aku tidak tahu, aku tidak tahu apa yang ada dipikiran Taeyong. baru tadi ia bersikap romantis padaku, beberapa menit kemudian ia sudah pindah ke lain hati. Aku sakit hati hyung dengan sikapnya."
"Kau tahu konsekuensinya pacaran dengan Taeyong itu apa, dia orangnya memang cuek tapi sebenarnya kalau dia sudah mencintai seseorang, dia itu setia. Meskipun berkali-kali dia terlihat dekat dengan Ten atau siapapun tapi hatinya hanya untuk orang yang dia cintai, dan itu adalah dirimu. Kau cemburu pada Ten? Itu wajar tapi jangan berlebihan, Ten dekat dengan siapa saja, denganku, dengan Taeyong, Jaehyun, Johnny, dia dekat dengan siapa saja."
"Aku bingung hyung.."
"Ya, aku tahu itu. Kalau kau tidak mengetahui sifat Taeyong, kau tidak akan betah pacaran dengannya. Apalagi hubunganmu dengannya baru sebentar, kau belum tahu sifat Taeyong seluruhnya. Kau kan tahu sebelum menjalin hubungan dengan Taeyong, Taeyong dekat dengan siapa saja dan dia tak suka dilarang dalam berteman, dia tidak memilih-milih orang untuk dijadikan teman."
"Sebenarnya aku sudah akan merubah sifatku yang kekanakan ini ketika aku masih menjalin hubungan dengan Taeyong tapi baru akan aku mulai, kami putus, Taeyong memutuskanku hyung."
"Itu karena Taeyong merasa kau tidak bahagia dengannya dan dia merasa kau terlalu mengekangnya. Buktikan padanya kalau kau bukan Yuta yang pecemburu lagi, percaya kalau yang dekat dengan Taeyong itu adalah hanya teman dan yang Taeyong cintai adalah dirimu, aku yakin berhasil. Taeyong tidak suka menunjukkan perhatian yang berlebihan pada orang yang dia cintai di depan banyak orang tapi ketika ia hanya bersamamu, aku yakin semua perhatiannya hanya tertuju padamu dan kau akan menjadi orang yang paling bahagia di seluruh dunia."
"Bagaimana dengan Ten? Apa Taeyong benar-benar tidak ada hubungan dengannya?"
"Aku jamin Ten sama sekali tidak ada perasaan pada Taeyong, Ten hanya menganggp Taeyong sebagai kakak, seperti yang lain. Kalau kau tidak percaya, bicaralah dengan Ten, tanyakan padanya langsung daripada kau berspekulasi tentang hubungan mereka." Saran Hansol. Yuta mengangguk menyetujui saran Hansol, ia akan bertanya pada Ten tentang hubungannya dengan Taeyong.
Setelah selesai menunggu bagasi, mereka pun menuju hotel dan bersiap-siap di venue, karena mereka akan tampil pertama. Taeyong tampil dengan membawakan lagu Open The Door, dilanjutkan SuperMoon yang dibawakan oleh Jaehyun, Johnny dan Hansol.
Saat menunggu waktu tampil, para Rookies berlatih di backstage, mereka akan perform Warrior Descendant dan T.O.P dengan susunan Yuta, Ten, Hansol, Johnny dan Jaehyun.
Taeyong hanya melihat karena dia hanya diizinkan tampil sekali karena cedera punggung yang dialaminya, itu saja karena terlalu bersemangat, punggung-nya kembali nyeri beruntung ada Doyoung yang menjaga Taeyong dan membawakan obat milik Taeyong.
"Jangan sedih, besok hyung kan bisa tampil lagi." Hibur Doyoung.
"Aku tidak sedih, hanya saja punggungku sedikit nyeri karena bergerak terlalu berlebihan tadi."
"Hyung sudah minum obat pereda rasa sakit kan?"
"Sudah, tapi sepertinya belum ada reaksi."
"Ah aku bawa Pain relief patch, aku pasang ya, mungkin bisa lebih meredakan nyerinya."
"Iya terserah kau saja." Doyoung mengambil pain relief patch yang dia bawa dari tasnya.
"Buka bajumu hyung." Perintah Doyoung.
"Ha?" tanya Taeyong terkejut.
"Bukan-bukan, maksudku tolong angkat keatas sedikit bajumu yang belakang, mau aku pasang pain relief patch-nya." ralat Doyoung.
"Oh, baiklah." Taeyong mengangkat sedikit kostum nya dan Doyoung menempelkan pain relief patch-nya ke punggung Taeyong yang sakit.
Tanpa sengaja Yuta melihat adegan itu, hatinya berdesir cemburu namun kemudian ia mencoba berpikir positif dan menghampiri mereka.
"Doyoung~ie apa yang terjadi?" tanya Yuta pada Doyoung.
"Oh ini, Taeyong hyung, punggungnya sakit lagi padahal sudah minum obat, karena kebetulan aku bawa pain relief patch, jadi aku pasangkan saja di punggungnya, semoga bisa mengurangi rasa sakitnya."
"Oh begitu. Hyung apa punggungmu terasa sakit sekali?" tanya Yuta khawatir.
"Tidak apa-apa, karena tadi bergerak berlebihan jadi agak nyeri saja. Kau sudah selesai latihannya?"
"Sudah, aku ambilkan minum ya, kau kelihatan sakit sekali sepertinya."
"Sebenarnya tidak usah tapi terima kasih."
"Sebentar ya." Yuta mengambil air mineral dan diberikan pada Taeyong. "Ini."
"Terima kasih." Taeyong menerima air minum yang diberikan Yuta padanya.
"Hyung tolong jaga Taeyong hyung sebentar, aku ingin ke toilet." Pinta Doyoung.
"Ah iya.." kemudian Doyoung pergi meninggalkan Yuta dan Taeyong.
"Kau baik-baik saja?" tanya Taeyong memulai pembicaraan setelah Doyoung pergi.
"Tentu saja, memangnya aku kenapa?"
"Terasa aneh jika kau memanggilku hyung. Panggil aku Taeyong saja, seperti biasa."
"Kau lebih tua dariku, sepantasnya aku memanggilmu hyung." Tolak Yuta.
Taeyong menghela nafas, "Baiklah, terserah kau saja."
"Hyung, bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?"
"Apa?"
"Apa benar jika kau mencintai seseorang, kau akan memantapkan hatimu untuknya dan tidak akan beralih meskipun kau dekat dengan teman-temanmu?"
"Ya."
"Kau tidak suka menunjukkan perhatian berlebihan terhadap pasangan di depan umum?"
"Kurang lebih seperti itu."
"Wae?"
"Aku tidak suka saja, aku tidak suka pamer, aku lebih suka menghabiskan waktu berdua saja dengan pasanganku daripada mengumbar kemesraan di depan banyak orang. Wae? Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Tidak, tidak apa-apa."
"Maaf, kalau aku tidak bisa menjadi seperti yang kau harapkan."
"Apa maksudmu?"
"Kau pasti mengerti maksudku. Sekali lagi, maafkan aku."
"Kalau saja kau memberiku sedikit lagi waktu untuk mengenalmu. Hubungan kita tidak akan berakhir seperti ini."
"Waktu tidak terbatas untuk mengenalku, kita bagai bumi dan langit tapi aku percaya ada hal yang bisa menyatukannya. Seiring berjalannya waktu kau akan mengenalku lebih lagi."
"Rookies waktunya tampil." Panggil salah satu staff.
"Sudah saatnya kalian tampil. Kka, semangat!" Taeyong memberi semangat pada Yuta. Yuta tersenyum kemudian ia pergi menyusul yang lain.
"Apa aku sudah boleh masuk?" tanya Doyoung. Taeyong berbalik dan melihat Doyoung berdiri tak jauh darinya.
"Sedang apa kau disana, masuklah." Doyoung tersenyum dan menghampiri Taeyong.
"Aku tidak bisa menganggu kalian, kalian terlihat begitu serius."
"Hanya bicara saat jeda waktu istirahat, bukan pembicaraan penting."
"Penting karena sepertinya Yuta hyung masih mengharapkan untuk menjalin hubungan lagi denganmu. Jangan bodoh, hyung juga tahu itu kan."
"Sepertinya untuk saat ini lebih baik kami berteman saja. kita akan belajar untuk memahami pasangan masing-masing."
"Jangan lama-lama nanti hati Yuta hyung terpaut untuk yang lain."
"Itu malah bagus karena dengan begitu dia akan mendapat orang yang lebih menyayanginya daripada aku."
"Terkadang kita harus sedikit egois untuk mempertahankan orang yang kita sayangi."
"Ya kadang memang harus begitu."
"Sebelum terlambat lebih baik kau mempertahankan Yuta hyung. Yuta hyung orang yang baik dan lucu. Hyung beruntung bisa mendapatkannya." Taeyong tak menjawab, ia hanya tersenyum tapi ia memikirkan sesuatu.
.
.
SM Town pun berakhir dan ditutup dengan ending song Hope, seluruh artis SM Town berkumpul jadi satu di panggung tak terkecuali SM Rookies, untuk yang Rookies hanya yang Rookies dewasa, para Rookies mini dan Doyoung tidak ikut (saya tidak tahu kenapa) Tao yang tidak ikut EXO perform, juga ikut berkumpul di panggung.
Chen dan Kyuhyun mengawali lagu Hope dilanjutkan Taeyeon dan Rapp oleh Yunho. Sehun mendadak menjadi photographer keliling. Ia mengambil foto para artis SM, dan juga para penonton.
Xiumin fanboy no.1 TVXQ! dari EXO berlari memeluk Changmin. Changmin cukup terkejut dengan pelukan mendadak XIumin tapi sepertinya Xiumin benar-benar tak bisa menahan kekaguman-nya terhadap Changmin bahkan ia pernah memposting foto Changmin yang topless dengan menunjukkan abs yang wow, membuat mata para yeoja terbelalak sangat bertolak belakang dengan Yunho yang terlihat sedikit Chubby, (maaf Yunho tapi Changmin lebih Hot, really…).
Yunho pun tak mau kalah, ia bersama sahabatnya Donghae saling rangkul dan bernyanyi bersama.
Changmin juga menunjukkan suaranya yang cetar membahana dan membuat para penonton menjerit dibuatnya. Tak lupa Eunhyuk dan Donghae menularkan virus dance Chok-chok. (Silahkan cek di Youtube dance mereka berdua.)
Dari awal lagu sebelum mereka berjalan ke center stage, mereka (SM Rookies) tidak menunjukkan fanservis seperti yang lain. Susunan berdiri mereka, Johnny, Ten, Taeyong, Hansol, Yuta dan Jaehyun. Hanya terlihat di awal Yuta bergandengan dengan Hansol dan mereka berfoto bersama masih dengan photographer yang sama, Mr. Oh Sehun.
Taeyong tidak terlalu banyak bergerak ia terlihat kelelahan dilihat ia merenggakan ototnya berkali-kali. Bahkan ketika Sehun selesai mengambil foto mereka, ia harus merangkak beberapa langkah sebelum berdiri.
Saat di center stage, Taeyong menempel pada Jaehyun dan Ten meskipun ada Yuta di depannya mereka tak menunjukkan interaksi. (Mereka tidak saling bicara. Disini saya focus ke Taeyong&Yuta) beberapa kali Taeyong menggandeng tangan Jaehyun dan saling berbisik.
Amber juga mengajak mereka untuk selfie. Key/Onew Shinee (maaf gak terlalu jelas tapi itu member Shinee) mengajak para Rookies untuk ikut dance, lebih tepatnya jumping bersama. mereka melakukannya dengan penuh semangat meskipun Taeyong tidak terlalu keras melakukannya. Minho Shinee juga mengajak para Rookies untuk melompat lebih tinggi.
Setelah lagu berakhir mereka membungkuk memberi salam perpisahan kepada para penonton dan berjalan kembali ke main stage. Sehun sepertinya menikmati sekali menjadi photographer dadakan.
Saat menuju main stage, Taeyong memegang tangan Yuta dan berjalan bersama tapi hanya sebentar karena saat di main stage mereka berpisah. Taeyong berada di antara Hansol, Ten, lalu Johnny, Yuta dan Jaehyun dan mereka di pojok main stage.
Yunho memperlihatkan rasa sayangnya pada para Rookies dengan mengajak para Rookies untuk melambai pada para penonton, secara tidak langsung Yunho mengenalkan para Rookies kepada mereka.
Sebelum meninggalkan panggung, mereka (Seluruh artis SM) kembali berfoto, dengan Sehun dan seorang lagi, (saya tidak tahu) sebagai photographer-nya. dan terakhir Onew dan Minho mengangkat banner sebagai ucapan perpisahan kepada para penonton.
.
.
Para Rookies kembali ke hotel dengan van yang telah disiapkan. Secara kebetulan Yuta duduk disebelah Taeyong di kursi penumpang paling belakang. Taeyong duduk dekat jendela. Disamping Yuta ada Mark dan Donghyuck. Jaehyun-Doyoung di depan Mark-Donghyuck, Ten-Hansol di depan Taeyong-Yuta dan Johnny di depan Jaehyun, sendirian.
"Lelah?" tanya Taeyong pada Yuta.
"Tidak, hyung sendiri bagaimana? Apa punggungmu masih sakit?"
"Sudah lebih baik. Pain relief patch milik Doyoung berguna sekali. Tidurlah, nanti kalau sudah sampai hotel, aku akan membangunkan-mu."
"Kau tidak tidur hyung?"
"AKu tidak bisa tidur meskipun aku ingin. Sudah tidurlah. Besok kita masih ada jadwal."
"Baiklah. Eum..Bolehkah aku bersandar di bahumu?"
"Silahkan saja." Yuta pun akhirnya menyandarkan kepalanya dibahu Taeyong.
"Terima kasih."
"Untuk apa?"
"Untuk menggenggam tanganku tadi."
"Nde?" Tanya Taeyong bingung tapi Yuta tak menjawab, ia sudah memejamkan matanya sepertinya sudah tertidur.
Tak berapa lama kemudian, Ten yang duduk di depan Taeyong, berbalik dan melihat mereka. "Cieee yang CLBK." Goda Ten.
"Sssttt… jangan berisik. semua sudah tidur Ten." Taeyong memberi isyarat pada Ten, Ten menutup mulutnya, "Ups maaf. Ternyata sudah tidur semua." Ucapnya sambil melihat sekitarnya.
"Kau sendiri kenapa belum tidur?"
"AKu minum kopi hitam satu gelas penuh saat istirahat tadi dan hyung tahu sekarang, aku tidak bisa tidur. "
"Dasar nekat."
"Tadi aku mengantuk jadi aku putuskan untuk minum, ternyata imbasnya seperti ini."taeyong hanya menggelengkan kepalanya mendengar cerita dongsaengnya ini. "Tae hyung," panggil Ten.
"Heum.."
"Kau masih mencintai Yuta hyung kan?"
"Pertanyaan macam apa itu?sepertinya kau butuh tidur?" Ten menggeleng. "Lebih baik kau tidur daripada kau bertanya hal yang macam-macam seperti itu."
"Buktinya kau menggandeng tangannya tadi di stage."
"Aku juga menggandeng tanganmu, tangan Hansol hyung dan Jaehyun. Sama saja kan."
"Itu beda hyung. Ish kau ini masih tak mau mengakuinya. Ya-ya-ya kau ini kan Ice Prince, kau bukan tipe orang mudah mengungkapkan perasaan dan mengakuinya."
"Memang kau mengenalku sampai sejauh mana?"
"Heum, kau ini memiliki tatapan yang mengintimidasi dan kau ini sangat cool. Memang kau itu sulit ditebak, kau juga namja yang serius dan sibuk tapi Sebenarnya kau itu namja yang simple."
"Lalu?"
"Tapi jika kau bertemu pacarmu, kau akan membuat quality time bersamanya, jadi pertemuan kalian tidak akan sia-sia meskipun dalam seminggu kalian hanya bertemu sekali. "
"Wow, kenapa kau malah lebih mengenalku daripada diriku sendiri."
"Percaya atau tidak aku memiliki pengalaman dengan orang-orang yang sifatnya sama seperti dirimu,bahkan lebih dari itu."
"Kenapa tidak kau saja yang jadi pacarku? Kau lebih mengerti diriku daripada yang lain." Goda Taeyong.
"Aku tidak mau, kau bukan tipe-ku." Tolak Ten. "Tapi hyung, sebenarnya kau ingin memiliki pacar yang seperti apa sih? Menurutku Yuta hyung sangat baik. Aku rasa dia sudah masuk dalam tipe-mu."
"Aku tidak memiliki criteria khusus dalam mencari pacar. Tidak perlu bersikap berlebihan dan ya, aku menyukai sebuah kesederhanaan. Membawakan handuk dan air minum saat aku selesai berlatih dance, adalah suatu bentuk perhatian yang menurutku sangat manis, sederhana tapi begitu bermakna." Ten mendengarkan Taeyong dengan seksama.
"Ketika kami akan berlibur ke suatu tempat, aku akan memilih London. Disana ada restaurant yang bagus dan aku akan membawanya kesana, hanya berdua. Tempat dimana tidak akan ada orang yang mengganggu kami."
"Romantis sekali."
"Sesibuk apapun, aku akan berusaha meluangkan waktu untuknya,meskipun artinya aku datang tengah malam hanya untuk menemuinya. Saat valentine aku akan menyiapkan makan malam yang romantic di rooftop dan menghabiskan malam bersama dengan melihat bintang. Aku akan memeluknya sepanjang malam…" Taeyong menghela nafas.
"Kau tahu, sebenarnya hyung itu sangat romantic hanya saja keromantisanmu tertutupi sikap dinginmu itu." Sela Ten, "Kau itu seperti Minjoon di You Who Cam From The Star. Awalnya dia dingin tapi lama-lama kau terbuka pada pasanganmu dan kau akan mengatakan pada pasanganmu kalau kau tak bisa tanpa dia." Taeyong hanya tersenyum kecut.
.
Beberapa saat kemudian, supir memberitahu mereka bahwa sebentar lagi mereka sampai di hotel. Taeyong yang kebetulan tidak tidur, memanggil Ten yang saat itu juga tidak tidur setelah pembicaraan singkat yang mereka lakukan tadi dan memintanya membangunkan yang lain.
Taeyong mencoba membangunkan Yuta pelan-pelan. "Yuta, hei bangun." Taeyong mengguncang tubuh Yuta pelan-pelan, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Yuta, "Hei, ireona.. Yuta." dan tiba-tiba mobil itu melewati lubang dan membuatnya terguncang hingga CUP! Taeyong mencium Yuta dengan tak sengaja.
DEG~ Yuta terbangun, ia melihat bibir Taeyong menempel di bibirnya. Ia terbelalak begitu juga Taeyong. mereka segera melepas ciuman mereka.
"Ma-maaf tadi aku berniat membangunkanmu tapi mobil terguncang dan aku tak sengaja…" Taeyong mencoba menjelaskan pada Yuta, ia sedikit gugup sedangkan Yuta ia tak menjawab hanya mengangguk saja, bingung dan masih mencerna apa yang terjadi.
"Hyung, Tae hyung…" panggil Mark.
"Ah-ya-ya Mark. Ada apa?" tanya Taeyong sedikit tergagap.
"Kita sudah sampai."
"Ah iya, baiklah. Yu-yuta, ayo kita turun." Ajak Taeyong
"Nde-nde-nde.." Mereka keluar lebih dulu dan yang terakhir adalah Taeyong.
.
Mereka kembali ke kamar masing-masing. Johnny-Yuta-Doyoung, Taeyong-Ten-Hansol-Jaehyun, sisanya para Rookies mini.
Tengah malam Taeyong terbangun, ia tak bisa tidur setelah kejadian ciuman tak sengaja yang dia lakukan tadi. Ia memutuskan untuk keluar dan pergi ke balkon, mencoba menenangkan diri.
Taeyong menikmati pemandangan malam di Taiwan. Ia memejamkan matanya sambil menghirup udara malam.
CKLEK! Pintu Rooftop terbuka. Taeyong membuka matanya dan melihat seseorang yang datang. Ia terkejut melihat orang itu, "Y-Yuta?"
"Hyu-hyung, kau disini juga?" tanya Yuta tak kalah terkejutnya.
"Oh, aku-aku hanya menenangkan diri saja, kau sendiri, apa yang kau lakukan disini?"
"Sama sepertimu,menenangkan diri."Yuta berjalan menghampiri Taeyong dan berdiri disampingnya. "Indah sekali." Yuta kagum dengan pemandangan malam Taiwan.
"Nde, indah sekali. Langit cerah, kita bisa melihat bintang dengan jelas di langit."
"Hyung…" panggil Yuta.
"Nde?"
"Maafkan aku."
"Kenapa?" tanya Taeyong bingung.
"Aku mendengar semua yang kau bicarakan dengan Ten."jawabnya tanpa menoleh ke Taeyong.
"Mwo?" Seru Taeyong terkejut.
"Maafkan aku. Aku tidak tahu kalau kau ternyata sesederhana itu dan bodohnya aku tak cepat mengerti bagaimana dirimu."
"A-apa maksudmu? Aku tidak mengerti." Taeyong berbalik dan melihat Yuta begitu juga dengan Yuta sehingga mereka saling berhadapan.
"Berikan aku satu kesempatan untuk lebih mengenalmu lagi. Aku benar-benar sangat mencintaimu hyung."
"Yuta.."
"Aku ingin lebih mengenalmu hyung, aku akan belajar mengerti dirimu."
"Kau tidak perlu seperti ini Yuta, seiring waktu berjalan, kau akan mengenal diriku. untuk saat ini aku tidak bisa kembali padamu, tidak saat ini.." Taeyong memegang kedua pundak Yuta, "Berikan aku waktu, jika saatnya tiba, aku akan kembali padamu." Taeyong tersenyum dan melepaskan kedua tangannya dari bahu Yuta dan berbalik akan meninggalkannya tapi baru berapa langkah ia berjalan tiba-tiba Yuta memeluknya dari belakang.
GREP~ "Jangan pergi. tetaplah disini, sebentar saja." pinta Yuta. tak bisa dipungkiri kalau Taeyong juga masih memendam rasa untuk Yuta tapi entah kenapa, ia tak bisa kembali pada Yuta saat ini, ada sesuatu yang hilang dan dia ingin menemukannya.
Setelah beberapa menit backhug, Taeyong melepaskan pelukan Yuta dan berbalik, membuatnya berhadapan dengan Yuta. Mereka saling bertatapan, "Aku akan kembali padamu, pasti tapi tidak saat ini. Aku ingin menemukan sesuatu yang hilang dari dalam diriku sebelum benar-benar kembali padamu. Selama itu,maukah kau menungguku?" tanya Taeyong pada Yuta.
Dengan mata yang berkaca-kaca, Yuta mengangguk, "Nde, aku akan menunggumu." Jawabnya. Taeyong menangkup kedua pipi Yuta dan menciumnya, french kiss. Yuta mencengkram jaket Taeyong erat. "Euumphh…"Yuta melenguh.
Beberapa menit kemudian, mereka melepaskan ciumannya, benang saliva sempat tercipta namun kemudian putus seiring dnegan lepasnya ciuman keduanya. Wajah Yuta memerah begitu juga bibirnya. "Sekarang, kau percaya padaku?" tanya Taeyong. Yuta mengangguk. Yuta kembali memeluk Taeyong, ia seperti enggan melepas Taeyong meskipun hanya kembali ke kamarnya.
Dibalik pintu access rooftop, seseorang melihat semua kejadian itu, dari awal hingga akhir. Ia tersenyum meskipun hatinya sakit. Setidaknya dengan melihat kedua sahabatnya bahagia, Johnny juga turut bahagia. Cinta tak harus memiliki, aniya?
.
.
END/TBC?
MAAF KALO CERITANYA SEMAKIN GAK JELAS, MUTER-MUTER DAN MEMBINGUNGKAN. ABSURD DAN SEJENISNYA. MAAF... AUTHOR SUDAH BERUSAHA SEKERAS MUNGKIN. #DEEPBOW
TERIMA KASIH BANYAK SUDAH MAU MEMBACA CERITAKU. MAAF TYPO BERTEBARAN. GOMAWO...!
