The Rookies
Author [ Takii_yuuki]
Genre [drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Lee Taeyong SMRookies
Nakamoto Yuta SMRookies
Johnny Suh SMRookies
Jung Jaehyun SMRookies
Jin Hansol SMRookies
Ten SMRookies
And other character..
Rating : T
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow
I'm Taeyong-Yuta Shipper
Terinspirasi dari para Rookies yang kemarin ikut SMTown di Taiwan, melihat Taeyong-Ten pasangan Tom&Jerry dan Yuta yang sepertinya tidak mengacuhkan Taeyong, mereka dengan dunianya masing-masing, juga saat Taeyong yang hanya perform satu lagu Open the door saja, dia tidak ikut starting line buat dance Supermoon yang digantikan Jaehyun dan saat dance T.O.P juga Warrior Descendant tidak ada tanda-tanda Taeyong ikut serta, mungkin Taeyong sedang cedera, tapi saya jug atidak tahu saya harap tidak.
Rumor mereka akan debut Agustus, kita doakan saja bersama.
Typo : Taeyong cedera pinggang ya, bukan punggung, saya salah menulis. maaf.
.
.
.
Happy Reading
Chapter 4
Previous Chapter :
Beberapa menit kemudian, mereka melepaskan ciumannya, benang saliva sempat tercipta namun kemudian putus seiring dnegan lepasnya ciuman keduanya. Wajah Yuta memerah begitu juga bibirnya. "Sekarang, kau percaya padaku?" tanya Taeyong. Yuta mengangguk. Yuta kembali memeluk Taeyong, ia seperti enggan melepas Taeyong meskipun hanya kembali ke kamarnya.
Dibalik pintu access rooftop, seseorang melihat semua kejadian itu, dari awal hingga akhir. Ia tersenyum meskipun hatinya sakit. Setidaknya dengan melihat kedua sahabatnya bahagia, Johnny juga turut bahagia. Cinta tak harus memiliki, aniya?
.
.
The Rookies
"Kita hari ini mau kemana Hyung?" tanya Ten sambil menggelayut malas di lengan Hansol.
"Pertama kita ke Jiufen lalu…-" / "Jiufen itu apa?"sela Ten / "-…hmm jangan menyela-ku kalau aku belum selesai bicara." ucap Hansol sedikit kesal.
"Iya maaf."
"Jiufen itu salah daerah disini. Sepertinya kita akan melakukan pemotretan. Setelah itu kita akan bermain ice skating."
"Ice Skating, kedengarannya seru."
"Tapi sebelumnya kita sarapan di restaurant dekat sini sebelum pemotretan." Ujar Hansol senang. Hansol, Yuta dan Ten lebih dulu ke restaurant, Johnny, Taeyong, Jaehyun dan Doyoung menyusul.
.
At Restaurant
Ten, Yuta dan Hansol datang lebih dulu,kemudian mereka memesan makanan dan tak lama makanan yang mereka pesan telah terhidang di meja.
"Tadi malam apa kau pergi dengan Taeyong hyung?" tanya Ten pada Yuta yang duduk di sebelahnya.
"Oh itu, iya. Hanya berbincang."
"Hanya berbincang?" tanya Hansol tak percaya.
"Ya, memang hanya berbincang, menurut kalian, kami melakukan apa?" tanya Yuta sambil menyendok es krim yang terhidang di depannya.
"Dia tidak mengajakmu menjalin hubungan lagi?" sela Ten. Yuta hanya menggeleng, "MWO! Jinjja? Ku kira semalam dia keluar untuk mengajakmu kembali padanya."
"Belum, nanti kalau saatnya tiba, kami akan bersama."
"Kapan?" lagi-lagi Yuta menggeleng. "Jadi dia menggantungkan hubungan kalian?"
"Dia memintaku untuk menunggunya beberapa saat, katanya ada yang harus dia cari dan saat dia menemukannya, dia akan kembali padaku..-" / "A…" / "-…jangan tanya padaku apa itu, karena aku juga tidak tahu." Ucap Yuta sebelum Ten bertanya lebih lanjut.
"Kau tidak takut, jika di tengah penantianmu Taeyong beralih ke namja atau Yeoja lain?" tanya Hansol.
"Tidak, aku percaya padanya."
"Kalau aku jadi kau-Hyung, aku akan minta kejelasan hubungan kami dan kalau dia masih mencintaiku, aku minta kami segera menjalin hubungan lagi tanpa perlu menunggu."ujar Ten berapi-api.
"Aku bukan tipe pemaksa Ten, aku mencintainya dan dia juga mencintaiku, meskipun saat ini kami tdak ada hubungan tapi setidaknya aku tahu dia masih mencintaiku dan selamanya akan seperti itu. Aku akan belajar mengenalnya." Bela Yuta.
"Ya sudah itu terserah kau-Hyung." Akhirnya Ten menyerah dan mereka melanjutkan makannya. Tiba-tiba Johnny datang dan menyodorkan Takoyaki pada Yuta. "Eh… Takoyaki, Kau beli dimana hyung?" tanya Yuta senang saat mendapat makanan favoritnya. Johnny pun mengambil tempat duduk di samping Yuta.
"Aku beli di depan, kebetulan mereka menjual takoyaki jadi aku beli, kau suka Takoyaki kan?" tanya Johnny sambil melihat-lihat menu-nya.
"Terima kasih hyung." Yuta mulai menyantap takoyaki-nya tak lupa ia membaginya pada Ten dan Hansol.
Beberapa menit kemudian Taeyong masuk dengan membawa bungkusan makanan, ia celingukan mencari Yuta dan gotcha! Dia menemukan Yuta duduk bersama Hansol, Ten dan Doyoung.
Saat ia akan mendatangi Yuta, baru beberapa langkah ia berjalan ia pun berhenti, ia melihat Yuta memakan Takoyaki dan itu sama dengan makanan yang dia bawa. Taeyong hanya menyunggingkan senyum tipis kemudian menyembunyikan bungkusan yang dia bawa.
PUK! Tiba-tiba ia mendapat tepukan di bahunya dan pelakunya adalah Jaehyun. "Sedang apa disini hyung? Kenapa tidak duduk?"
"Ah kau, iya baru mau kesana."
"Kau bawa apa?" tanya Jaehyun melihat bungkusan yang disembunyikan Taeyong. Taeyong sedikit terkejut, tapi kemudian ia menyodorkan bungkusan itu pada Jaehyun."Oh ini, untukmu." Taeyong memberikan bungkusan itu pada Jaehyun dan berjalan lebih dulu menghampiri Yuta, Ten, Hansol dan Johnny.
"Ini apa?" Jaehyun membuka bungkusan itu dan melihat isinya, ternyata Takoyaki. "Takoyaki? Mm-mm lumayan." Kemudian Jaehyun menyusul Taeyong.
"Kalian darimana saja?" tanya Ten.
"Ada urusan sebentar." Jawab Taeyong singkat.
"Kau bawa apa Jae?" tanya Yuta saat melihat Jaehyun membawa bungkusan.
"Oh ini, Tae hyung memberiku Takoyaki." Jawab Jaehyun mulai membuka bungkusan yang diberikan Taeyong.
"Takoyaki?" tanya Yuta tak percaya.
"Nde, aku juga tidak tahu kenapa dia memberiku takoyaki tapi tidak masalah untukku. Sepertinya enak." Jawab Jaehyun senang dan ia pun mulai mencicipi takoyaki-nya. Yuta melihat Taeyong yang sedang sibuk memilih menu dengan tatapan yang sulit tatapan itu terputus saat Doyoung datang bersama Nuuna Kim dan asistennya. Doyoung memilih bersama para Rookies sedangkan Nuuna Kim bersama asistennya.
"Hai semua." Sapa Doyoung, "Loh Jae, kau beli Takoyaki? Kau bilang kau tidak mau tadi?" tanya Doyoung heran saat melihat Jaehyun memakan takoyaki pemberian Taeyong.
"Tae hyung yang memberikannya."jawabnya tanpa melihat Doyoung.
"Jinjja? Dalam rangka apa Tae hyung membelikanmu takoyaki?"
"Aku tidak tahu. Tanya saja Tae hyung, ish kalian ini. Kenapa kalian yang bingung saat aku dibelikan takoyaki oleh Tae hyung, Tae hyung sendiri saja tidak keberatan kok."
"Aneh saja."
"Yuta hyung juga dibelikan Johnny hyung." Celetuk Ten. Mendadak Jaehyun menghentikan makannya. Ia melihat takoyaki-nya dan kemudian melihat Yuta dan kembali melihat takoyaki-nya.
"Kau lupa Jae, tadi malam aku berjanji padamu untuk membelikanmu takoyaki saat kau menang bermain game melawanku?" ucap Taeyong tiba-tiba.
"Huh?" Jaehyun mengerutkan dahinya,
"Kau lupa?" Taeyong melihat Jaehyun dengan tatapan Jawab-saja-iya.
"A-a-ah aku ingat tadi malam kau kalah main game denganku hyung dan kita taruhan kalau aku menang kau membelikanku takoyaki. Ya-ya aku ingat itu."jawab Jaehyun bohong tapi meyakinkan.
"Game? Game apa? bukannya tadi malam kau tidur lebih dulu." Sanggah Ten.
"AKu bangun tengah malam."
"Kenapa tidak ada suara kalian bermain?" tanya Ten masih tak percaya.
"Kami bermain game online. Ya online."jawab Jaehyun mulai bingung.
"Game apa?"
"Poker-poker kami bermain poker." Jawab Taeyong membantu Jaehyun.
"Oh begitu, tapi sejak kapan Jaehyun bisa bermain poker, setahuku dia hanya bisa bermain…"
"Ten…!" panggil Taeyong dengan nada agak keras. Ten pun terdiam begitu juga yang lain, mereka pun menoleh ke Taeyong, "Kau tidak lupa mengirim email padaku tentang yang aku tanyakan beberapa waktu yang lalu itu kan?"
Ten berpikir sejenak kemudian ia menepuk dahinya, "Ah aku lupa, maaf hyung. Nanti aku kirim ke emailmu."
"SO! apa yang kalian lihat, lanjutkan makan kalian!" perintah Taeyong, dan mereka pun melanjutkan makannya.
"Bagaimana pinggangmu? Apa masih sakit?" tanya Johnny pada room-mate nya, Taeyong.
"Sudah lebih baik hyung tapi kadang kalau bergerak berlebihan, terasa sakit lagi." Johnny mengambil sesuatu dari tasnya dan di berikan pada Taeyong.
"Apa ini hyung?"
"Tadi aku pergi ke toko obat di daerah sini, niatku untuk membeli vitamin tapi aku teringat cedera-mu jadi sekalian aku belikan obat untukmu. Mereka bilang obat itu bagus untuk orang yang sedang mengalami cedera."
"Terima kasih hyung." Ucap Taeyong saat menerima obat yang diberikan Johnny.
"Sering-sering kau minum itu, kata mereka itu tidak terlalu pahit, kalau pahit kau bisa memberi madu sebagai pemanisnya."
"Nde, terima kasih hyung."
"Dan untuk kalian juga." Johnny membagikan vitamin yang dia beli untuk memberi lain, jangan lupa diminum sebelum tidur dan sesudah sarapan, itu akan membantu menjaga daya tahan tubuh dan stamina kalian."
"Terima kasih hyung." Ucap mereka satu persatu.
"Dan untuk Yuta, aku juga belikan vitamin lain. Akhir-akhir ini kau pucat, sepertinya kau kena anemia. Jadi sekalian aku belikan penambah darah."
"Terima kasih hyung. Sebenarnya aku hanya kelelahan saja hyung. Kau tidak usah berlebihan." Ucap Yuta merasa tidak enak pada Johnny, sebenarnya juga yang lain.
"Tidak apa-apa, aku tidak mau sahabatku sakit karena terlalu lelah berlatih, mereka juga sama,kalau mereka sakit,aku akan membelikan obat seperti yang aku lakukan padamu."
"Sekali lagi terima kasih hyung." Taeyong hanya bisa tersenyum, ia melihat perhatian Johnny yang begitu besar pada Yuta membuatnya merasa kalah. Taeyong tidak ingin berharap banyak, jika nanti Yuta memilih Johnny, dia akan merelakannya. Johnny adalah namja yang baik, dan ia percaya kalau Johnny akan memberikan Yuta kebahagiaan yang tak bisa ia berikan.
Para member yang lain terlihat bingung saat Johnny mulai memberikan perhatian pada Yuta di depan Taeyong. mereka pun memilih melanjutkan makannya daripada nanti malah membuat keadaan semakin rumit.
.
.
Dan mereka pun memulai perjalanan ke old street di Jiufen dan melakukan sesi pemotretan disana.
.
*Sekilas tentang Jiufen, lokasi pemotretan SMRookies : Old Street Jiufen atau Chiufen jalan tua di Taipe, lokasinya terletak diatas bukit, agak jauh dr pusat kota Taipe, jalan tua ini sudah berumur ratusan tahun, jalan sempit penuh sesak di jalan ini dipenuhi toko-toko yangg berjualan berbagai macam cindramata China, begitu juga dgn kedai-kedai / resto-resto makanan, disini terdapat beberapa kedai makanan yg menjual semacam nasi campur, antrinya panjang sekali, bahkan bisa sampai ratusan orang yangg mengantri di tempat yg sempit, bayangkan! Di desa ini paling dikenal jenis kue kenyal seperti kue muaci, yang juga berisikan kacang ijo, memang enak! Banyak dari bangunan tua di bukit. Berjalan kaki di sepanjang jalan berbukit, banyak toko-toko yang menjual suvenir dan rumah teh. Terutama melayani untuk wisatawan. Itu yang saya baca.*
.
"Hyung, sebenarnya Takoyaki itu untuk Yuta hyung kan?" tanya Jaehyun memulai pembicaraan. Saat itu mereka menjalani sesi foto berdua. Sepertinya Taeyong tak mendengar pertanyaan Jaehyun, ia terlihat menikmati pemandangan di Jiufen.
"Hyung…" panggil Jaehyun lagi lebih keras. Taeyong pun menoleh. "Ya, ada apa?"
"Kau mendengarkanku tidak?"
"Iya aku dengar, untuk siapapun takoyaki itu tidak masalah kan?" jawab Taeyong santai.
"Kau kalah cepat dari Johnny hyung."
"AKu tidak peduli."
"Ishh.. hatimu itu terbuat dari apa sih? Apa kau tidak pernah merasakan sakit hati, cemburu atau patah hati saat melihat kekasihmu di dekati orang lain? Pantas saja Yuta hyung tidak betah padamu, aku pun juga begitu kalau jadi pacarmu, mungkin hanya kuat 24 jam saja."
"Kalau begitu tidak usah jadi pacarku." Celetuk Taeyong tanpa melihat Jaehyun.
"Yakk!Memang siapa juga yang mau denganmu, dasar ice prince."
"Kau cerewet sekali, pantas saja kau dipilih jadi MC di Show Champion."
"Itu tidak ada hubungannya hyung. Kau ini,dasar hyung menyebalkan." Seru Jaehyun sebal. "Minggir hyung, kau menghalangi pandangan, aku mau foto sendirian." Taeyong hanya terkekeh kemudian ia minggir dan membiarkan Jaehyun berpose cute dengan background old street dan asisten Nuuna Kim sebagai photographer-nya.
Taeyong menunjukkan ketampanan-nya dan sikapnya yang cool, calm - I can't say anything – dengan berpose mengelus kepala anjing yang duduk di tanjakan old street
Di lain tempat, Hansol melakukan sesi pemotretan dengan Doyoung. (saya tidak melihat Johnny dan Ten juga Yuta tapi Yuta muncul dengan Hansol dan Ten di salah satu foto saat mereka makan di restaurant)
Tujuan mereka berikutnya, bermain ice skating di BigCity Mall. (setelah saya mengubek-ubek foto para Rookies saat bermain ice skating ternyata mereka di BigCity mall. Dugaan awal saya di Polar Bear Ice Skating Arena atau Taipei Arena tapi ternyata saya salah saudara-saudara, mereka pergi ke BigCity. Terima kasih pada fans yang mengambil gambar mereka dan ada tulisan BigCity.)
*Sekilas tentang BigCity (hasil Translate di Google Translate) - Ini 8 lantai megamall meniup pikiran saya-(blew my mind). Bawah tanah adalah supermarket sangat bagus. Lantai pertama memiliki struktur plexiglass eskalator raksasa / logam cukup elegan yang akan membawa Anda ke food court. Food court menawarkan sejumlah pilihan - Coldstone, Pizza Hut, tempat krep, tempat Boba (a crepe place, a Boba place), dan banyak restoran Asia yang lebih tradisional lainnya (sedikit lebih mahal daripada daerah sekitarnya). Di lantai yang sama adalah sebuah teater IMAX. Lantai di antara menjual segala sesuatu dari pakaian olahraga untuk mesin cuci (from exercise clothes to laundry machines). Lantai 7 adalah penciptaan kembali dari San Francisco, lengkap dengan troli mock, Pier 39, seorang nelayan Wharf, dan gelanggang es dikelilingi oleh roller skating rink (The 7th floor is a re-creation of San Francisco, complete with mock trolleys, Pier 39, a Fisherman's Wharf, and an ice rink surrounded by a roller skating rink).Terakhir, lantai 8 adalah arcade mencolok dilengkapi dengan bowling (yang ada juga gang mini bowling dengan penjaga rel untuk anak-anak kecil)
Satu-satunya keluhan akan harga. Untuk semua atraksi, itu lebih dari "pergi melihat sekali" jika saya tidak bisa benar-benar membeli sesuatu. Sebagian besar pakaian adalah harga ~ $ 40 - $ 100, kecuali jika Anda pergi ke bagian clearance, di mana mereka dapat ditemukan untuk ~ $ 10 (My only complaint would be the prices. For all the attractions, it's more of a "go see it once" if I can't really buy anything. Most of the clothes are priced ~$40 - $100, unless you go to the clearance section, where they can be found for ~$10).
Namun, untuk harga yang sama Anda dapat menemukan pakaian yang lebih baik di toko-toko lokal. Mangga di supermarket yang $ 350 NT, sedangkan mangga kami membeli di Yu Jing adalah sekitar $ 25 NT. Bus ke yang lain Sogo mal juga sangat dekat dengan kereta api / bus station.I pasti akan merekomendasikan mampir! (The bus to the other Sogo mall is also very close to the train/bus station.I would definitely recommend stopping by!)*
.
Mereka juga jalan-jalan ZhongZhang District,Taiwan (saya kurang tahu tepatnya, sepertinya Di Hankou Street, Saya juga tidak tahu rute perjalanan mereka bagaimana, apakah mereka ke Jiufen - Hankou Street – BigCity Mall atau sebaliknya. Saya tidak tahu tapi para Rookies datang ketiga tempat ini)
Doyoung membawa handycam untuk mengabadikan moment mereka selama di Taiwan dan juga Taeyong. meskipun belum debut tapi banyak orang yang mengambil foto mereka/fantaken.
.
.
At BigCity Mall
Taeyong, Johnny, Yuta, Hansol, Ten, Doyoung dan Jaehyun berserta Nuuna Kim dan asistent-nya lebih dulu registrasi sebelum bisa bermain di Indoor Sport mall lantai 8F. setelah registrasi mereka mengambil sepatu skating dan perlengkapan lainnya.
"Hyung pinggangmu masih sakit?" Tanya Yuta saat mereka bersiap-siap untuk bermain.
"Sudah tidak sesakit kemarin."
"Sayang sekali kau tidak bisa ikut bermain."ucap Yuta sedih.
"Tidak apa-apa, bersenang-senanglah. Hati-hati jangan sampai jatuh." Pesan Taeyong.
"Siap bos!" balas Yuta dengan semangat.
Yuta, Hansol, Jaehyun, Ten dan Johnny bermain ice skating (Doyoung, saya tidak lihat dia bermain, mungkin dia bersama Taeyong memilih untuk melihat saja-karena Taeyong memang tidak ikut bermain ice skating, ada fotonya.) Mereka berlima terlihat begitu bahagia dan senang saat bermain.
"Kenapa kau tidak ikut?" tanya Taeyong pada Doyoung.
"Sedang malas hyung. Kepalaku sedikit pusing."
"Istirahatlah."
"Nde, pinggangmu bagaimana? Apa masih sakit?"
"Sudah lebih baik." Tiba-tiba ponsel Taeyong berdering, ada orang yang menelponnya tapi tidak ada namanya dan itu yang menelponnya adalah nomor baru.
'821-34XX calling!' "Siapa ini?" Taeyong mengerutkan dahinya, ia belum mengangkatnya.
"Ada apa hyung? Kenapa tidak diangkat?"tanya Doyoung bingung.
"Nomor baru…haruskah aku angkat?"
"Angkat saja mungkin penting." Taeyong mengangguk pelan kemudian mengangkatnya.
"Yeoboseyo…"
"Kenapa baru diangkat, dasar Lee Taeyong paboo.." Taeyong menjauhkan telinganya dari ponselnya karena si penelpon bicara dengan nada keras.
"Ini siapa?"
"Kau melupakanku? Juara kelas yang tak pernah bisa dikalahkan oleh Lee Taeyong, satu-satunya kemenanganmu kau mendapat nilai matematika saat ujian dengan nilai 95, satu poin diatasku, hanya sekali dan itu saat ujian tanggal 7 Juli." Taeyong terdiam sejenak, ia mengerutkan dahinya dan kemudian…
"Karin!" Tebak Taeyong kemudian.
"Hai Taeyong Pabooo…"
.
.
"Siapa hyung?" tanya Doyoung setelah Taeyong menutup teleponnya.
"Sahabatku." Jawab Taeyong singkat.
"Yeoja?"
"Ne. setelah lulus SMP dia pindah ke Amerika untuk melanjutkan SMA-nya." Taeyong memasukkan ponselnya ke dalam sakunya.
"Ada apa dia menelponmu? Maaf bukan bermaksud ikut campur."
"Oh itu, dia akan kembali untuk liburan tapi tidak tahu kapan."
"Hati-hati, nanti ada yang cemburu."
"Huh?"
"Kau tahu maksudku kan? Yuta hyung? Hati-hati, jangan sampai kesalahpahaman membuat hubungan kalian semakin rumit."
"Dia hanya sahabatku, nanti aku akan mengenalkannya pada kalian. dia memang sedikit cerewet dan semaunya tapi sebenarnya dia baik."
"Aku harap begitu, semoga Yuta hyung tidak salah paham."
.
.
Setelah menyelesaikan semuanya, mereka berangkat dari hotel ke Taoyuan Airport dengan mobil jemputan. Di dalam mobil, Nuuna Kim mengambil foto Hansol dan Ten untuk web official Rookies. Di foto, Hansol terlihat kalem dan cool, ia menikmati pemandangan kota Taiwan sebelum mereka kembali ke Korea, sedangkan Ten, ia melakukan V pose dan terlihat ceria dalam foto itu.
Mereka menunggu sekitar 30 menit sebelum pesawat take off dan selama waktu itu, mereka habiskan dengan berselfie atau membuat video. Ten dan Jaehyun membuat video lucu, mereka bergerak lucu seolah-olah sedang digelitik. Yuta terkekeh saat melihat mereka.
PING! Sebuah pesan masuk, Yuta melihat ponselnya dan membaca pesan yang masuk, 'Pulang dari Korea, kita beli bubble tea di café favorit kita. Aku traktir.' Yuta tersenyum, ia celingukan mencari seseorang yang mengiriminya pesan dan ia melihat Taeyong sedang menunduk sambil memegang ponselnya. Kemudian ia membalasnya, 'Aku yang pilih bubble tea-nya ' Send!
30 detik kemudian pesan balasan masuk, 'Terserah kau saja. :-)' Yuta semakin sumringah, ia akan 'kencan' dengan Taeyong, tapi sepertinya kencan terlalu berlebihan, beli bubble tea bersama. 15 menit kemudian mereka berangkat.
Beberapa jam perjalanan akhirnya mereka tiba di Korea dan mereka tak berlama-lama disana karena mobil jemputan sudah menunggu dan membawa mereka kembali ke dorm.
.
.
.
Sekembalinya ke Korea, mereka berlatih seperti biasa, dance, vocal, public speaking dan sebagainya sebagai persiapan debut mereka makan siang, Hansol-Ten-Doyoung-Yuta dan Taeyong bersama-sama pergi ke Kantin. "Nanti kita jadi pergi ke Mango kafe?" tanya Yuta lagi.
"Nde, sepertinya jadwal kita tidak terlalu malam, jadi kita bisa pergi." jawab Taeyong santai seperti biasa.
"Kalian mau pergi kemana? Kenapa hanya berdua? Mencurigakan?" tanya Ten tiba-tiba.
"Tidak kemana-mana…-" Jawab Taeyong, "-… kau ini, ingin tahu saja urusan orang."
"Ish.. kalian mau kencan kan?" tanya Ten lagi.
"Bukan urusanmu." Jawab Taeyong sambil berjalan mendahului mereka berempat.
"Hyung…!" Rengek Ten.
"Ten! Sebaiknya jangan ganggu mereka,mereka sedang dalam tahap rekonsiliasi." Tambah Hansol.
"Huh?" Ten mengerutkan dahinya mendengar perkataan Hansol. "Bilang saja mau balikan." Celetuk Ten. Yuta hanya tersenyum melihat tingkah Ten.
"Taeyong!" tiba-tiba terdengar seorang yeoja memanggil Taeyong. Taeyong berhenti menoleh kearah yeoja yang memanggilnya itu. Ia mengerutkan dahinya saat melihat yeoja itu. Yuta-Hansol-Ten dan Doyoung juga berhenti dan melihat kearah yeoja itu.
Yeoja itu memakai mini dress tanpa lengan dengan hiasan pita di dada kiri, dengan tas pink kecil sederhana tapi terlihat cantik dengan rambut tergurai panjang sebahu dan memakai bando membuatnya semakin manis.
"Taeyong.. hei!" yeoja itu melambai pada Taeyong dan kemudian berlari kearah Taeyong.
"Karin!" BRUk! Yeoja yang dipanggil Taeyong dengan nama Karin itu tiba-tiba memeluk Taeyong, membuat Taeyong terkejut begitu juga dengan keempat temannya yang lain, dan tentu saja yang paling terkejut adalah Yuta.
"Karin.."panggil Taeyong lagi.
"Taeyong.. akhirnya aku menemukanmu." Karin melepas pelukannya dan terlihat sumringah saat melihat sahabatnya Taeyong ada dihadapannya.
"K-kapan kau pulang? Kau bilang masih beberapa hari lagi kau kembali ke Korea." Tanya Taeyong bingung.
"Tit-tot,kau salah."
"A-apa maksudmu?"
"Sebenarnya saat aku menelpon dirimu beberapa hari yang lalu, aku sudah ada di Korea."
"Kau dapat darimana nomorku?"
"Pamanku, dia kan salah satu dewan direksi disini. Aku menemukanmu di Website SM Rookies saat aku sedang iseng. Lalu aku hubungi pamanku dan meminta nomormu. Kau semakin tampan saja sejak terakhir aku melihatmu saat SMP dulu."
"Ini sudah 3 tahun lebih Karin."
"Ya I know,"jawab Karin santai, "-…eummm kau tidak mau mengenalkanku dengan teman-temanmu. Karena sejak tadi mereka disini."
"Ah iya, kenalkan, ini Hansol hyung, Ten, Doyoung dan Yuta." Taeyong mengenalkan Karin pada mereka berempat, "Hansol hyung, Ten, Doyoung, Yuta kenalkan sahabatku Park Hye Sung, tapi di lebih suka dipanggil Karin. Kami teman saat SMP."
"Hai, aku Karin. Senang bisa bertemu kalian." Karin menjabat tangan U10Sol-Young satu persatu dan mereka juga membalasnya.
"Senang bertemu denganmu Karin-ssi." Balas Yuta.
"Nde, terima kasih." Jawab Karin sambil tersenyum. "By the way, kalian akan makan siang kan? Ayo kita makan, aku juga sudah lapar." Grep! Karin menggandeng lengan Taeyong dan mengajaknya pergi. DEG~ hati Yuta berdesir, ia cemburu melihat Karin menggelayut pada Taeyong.
"Jadi dia yang bernama Karin." Gumam Doyoung.
"Apa kau bilang?" tanya Ten.
"Tidak-tidak apa-apa, ayo makan,aku juga lapar." Ajak Doyoung, mereka pun akhirnya menyusul Taeyong ke kantin.
Di kantin, mereka duduk berenam dalam satu meja. "Ternyata makanan disini tak kalah enak dengan restaurant." Puji Karin saat mencicipi salah satu makanan yang dia ambil.
"Memang di Amerika makanannya tidak enak?" tanya Ten.
"Enak, tapi aku lebih sering masak sendiri."
"Kau bisa masak?" tanya Hansol.
"Mmhh-mmm… aku ikut kelas memasak selama beberapa bulan."
"Kau tinggal disana sendirian?" tambah Doyoung.
"Eumm ya.. orangtuaku sering berpindah-pindah saat disana, jadi aku putuskan menetap di Kanada sampai aku lulus."
"Dimana Paman dan Bibi Park, sekarang?" tanya Taeyong sambil memakan rotinya.
"Mereka di Las Vegas, bulan depan pulang ke Korea." Taeyong menganggapinya dengan ber-oh ria. "Nanti malam, temani aku jalan ya. Aku belum kemana-mana sejak kembali." Ajak Karin. Yuta menghentikan makannya, bukankah nanti malam dia dan Taeyong akan pergi bersama, Yuta melihat Taeyong dengan penuh harap agar Taeyong menjawab tidak.
"Maaf aku tidak bisa." Yuta menghela nafas lega, ia kembali melanjutkan makannya.
"Wae? Kau ada acara?"
"Nde, aku ada janji…-" / "Janji? Dengan siapa? Pacarmu ya? Ku kira kau masih belum bisa melupakanku ternyata kau sudah bisa move on dariku." Sela Karin.
"Ap-pha..Uhuk-uhukk!" Yuta tiba-tiba tersedak dan terbatuk, Taeyong-Ten-Hansol-Doyoung seketika melihat Yuta, begitu juga dengan Karin.
"Uhuk-uhuk.." dan dengan sigap, Doyoung segera mengambilkan minum untuk Yuta.
"Hei kau tidak apa-apa?" tanya Karin sedikit panic.
"Minumlah.." Yuta segera meminum air yang diambilkan Doyoung.
"Terima kasih, uhuk! Ahh.. aku baik-baik saja."ia mencoba menetralkan tenggorokannya.
"Hati-hati, jangan bicara sambil makan,kau bisa tersedak. Minum yang banyak." Karin melakukan backblow pada Yuta.
"Sudah-sudah aku tidak apa-apa. Terima kasih." Yuta memilih untuk minum lagi dan itu membuatnya lebih baik.
"Jadi nanti kau akan keluar dengan siapa?" tanya Karin lagi pada Taeyong.
"Temanku. Karin,Besok aku akan ke apartement-mu, aku janji tapi untuk malam ini, aku tidak bisa."
"Heum..baiklah,tapi janji besok kau kerumah, aku akan masakan sup kesukaanmu. Kalau kau tidak datang, aku akan menelpon Paman dan Bibi Lee dan meminta mereka mengantarmu ke Apartemenku. Promise?" Ucap Karin sambil memegang tangan Taeyong.
"Nde.." jawab Taeyong singkat sambil tersenyum. Yuta menatap Taeyong dengan tatapan yang sulit diartikan, Hansol-Ten-Doyoung saling bertatapan satu sama lain, seperti mengisyaratkan sepertinya-akan-ada-perang-dingin-lagi. Mereka saling mengangguk pelan sebelum mereka melanjutkan makannya kembali.
.
Taeyong mengantar Karin sampai di depan, ia menunggu sampai Karin mendapat taksi. Tak berapa lama kemudian taksi datang, Taeyong membukakan pintu dan Karin pun masuk. Sebelum pergi, Karin mengingatkan Taeyong lagi tentang rencana besok malam dan taksi pun melaju meninggalkan gedung.
Saat ia masuk, ia melihat Ten berdiri di hadapannya, "Wae? Kenapa tidak masuk?"
"Sepertinya kau dalam masalah hyung."
"Wae? Ada apa?" tanya Taeyong bingung.
"Nanti kau akan melihatnya sendiri." Ten berbalik dan berjalan lebih dulu, "What?!" ia menghela nafas dan mengikuti Ten.
Dan benar selama latihan, Taeyong melihat Yuta tak menampakkan senyum sedikitpun padanya, ia terlihat menjauhi Taeyong dan enggan bicara dengannya. Yuta juga kelihatan tidak berkonsetrasi dan beberapa gerakannya pun salah, beberapa kali ia ditegur pelatih karenanya.
Saat mereka telah selesai latihan, Yuta buru-buru keluar dan tidak mengucapkan sepatah kata pun pada Taeyong juga yang lain.
"Hyung, kejar Yuta hyung, sepertinya dia sedang tidak enak hati." Suruh Ten pada Taeyong. Taeyong menghela nafas kemudian mengangguk. Ia mengejar Yuta dan akhirnya berhasil menemuinya di tangga.
"Yuta tunggu, hei Yuta…" panggil Taeyong namun Yuta mengabaikannya. "Yuta…" Taeyong terus berlari dan menangkap tangan Yuta. GREP! "Stop!"
"Lepaskan, aku ingin pulang."
"Kita ada janji keluar dan aku ingin kita keluar sekarang."
"Aku tidak mau." Tolak Yuta.
"Tapi aku mau. Ayo kita pergi." Taeyong menyeret Yuta tapi Yuta mencoba melepaskannya.
"Aku tidak mau." Yuta pun menghempaskan tangan Taeyong dan dia berhasil. "Aku tidak mau keluar, kau pergi saja sendiri." Taeyong menghela nafas berat, "Sebenarnya kau kenapa? tadi kau merengek padaku untuk keluar, tapi sekarang tidak mau. Karin? Apa karena dia? Ya Tuhan Yuta dia hanya sahabatku, teman SMP ku, kami dekat karena dia tetanggaku dan temanku dari kecil."
"Aku tidak peduli."
"Kalau kau tidak peduli, kenapa kau membatalkan janji kita?"
"Aku tidak apa-apa, aku sedang tidak ingin keluar saja. kalau kau ingin keluar sendiri silahkah kau pergi sendiri tidak usah menyeretku. Aku minta maaf karena menyusahkanmu, aku minta maaf." Yuta meninggalkan Taeyong begitu saja. Taeyong hanya bisa menghela nafas, ia melihat punggung Yuta yang semakin menjauh.
"Kenapa tidak bilang padaku kalau dia cinta pertamamu." Gumam Yuta, tiba-tiba Bruk! Yuta terjatuh, ia terpleset lantai yang baru saja di bersihkan, padahal ada papan peringatan tapi karena dia tidak konsen akhirnya ia terpleset dan jatuh. Yuta memegang lututnya dan kemudian menangis.
"Apa kau baik-baik saja?" tanya Taeyong menghampirinya.
Yuta sudah tidak tahan lagi, ia berdiri dan berteriak, "Aku menyukaimu, aku mencintaimu, jadi jangan mencintainya! Aku bilang aku menyukaimu Lee Taeyong."
"Ya seperti itu, jika ada yang ingin kau katakan, katakan saja. Jangan seperti tadi. Jadi aku tahu perasaanmu yang sebenarnya."
"Apa kau juga merasakan hal yang sama? kau merasakannya kan?"
"Aku sudah bilang, aku juga menyukaimu, aku juga mencintaimu dan aku akan kembali padamu, nanti. Ku mohon bersabarlah."
"Kenapa harus nanti, kenapa tidak sekarang? Apa kau masih mengingat cinta pertamamu hingga kau ragu padaku?"
"Bukan itu, ada hal lain yang tidak bisa aku jelaskan padamu. Ku mohon bersabarlah, tidak ada orang yang kusukai selain dirimu," jawab Taeyong, 'Aku ingin melihat seberapa besar kepercayaanmu padaku sampai tiba waktunya nanti kita kembali.' Bathin Taeyong. "Jadi bisa kita pergi sekarang, aku sudah lapar." Pinta Taeyong dengan senyum mengembang. Yuta mengangguk meskipun matanya masih memerah karena menangis "Let's go." Taeyong mengusap airmata Yuta dan menggandengnya keluar dari gedung. Mereka pergi ke kafe favorit mereka.
.
.
TBC
Maaf ceritanya semakin gaje, muter2, membingungkan dan apalah. beberapa hari ini, mungkin lebih dari satu minggu blank ide,maaf kalau sangat jelek. Author sudah berusaha sekeras mungkin. #deepbow. Yang lain masih dalam proses ya. maaf typo bertebaran. terima kasih mau membaca ff-ku.
.
.
FYI buat yang belum nonton videonya SMRookies Game time : cerita sebenarnya saat Taeyong dan Ten memakai kaos couple Tom and Jerry. Saat dibandara mereka bermain game time bestfriend, mereka saling suit dan siapa yang kalah harus memakai kaos couple, terakhir yang suit Yuta, Taeyong dan Ten dan sudah tahu jawabannya, Yuta menang dan Tae-Ten kalah. Mereka harus memakai kaos couple Tom-black/namja and Jerry-Red/yeoja, dan ternyata saudara-saudara Ten memilih Tom-black-he's namja, dan Taeyong, Jerry-Red, he's yeoja.. #tepukjidat, tapi yang sudah terjadi terjadilah. Mereka berpegangan tangan dari awal mereka membeli minum sampai berakhir di elevator. Bagi yang belum menonton videonya silahkan buka page FB SMRookies dan download videonya.
Yang kedua saat mereka di Hankuo street, Yuta menjadi reporter dan Doyoung sebagai PD-nya. Disini Yuta hanya bilang, "This is Taipei.!" Aku tidak tahu maksudnya tapi, ya itulah Yuta.
