The Rookies
Author [ Takii_yuuki]
Genre [drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Lee Taeyong SMRookies
Nakamoto Yuta SMRookies
Johnny Suh SMRookies
Jung Jaehyun SMRookies
Jin Hansol SMRookies
Ten SMRookies
And other character..
Rating : T
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow
I'm Taeyong-Yuta Shipper
Terinspirasi dari para Rookies yang kemarin ikut SMTown di Taiwan, melihat Taeyong-Ten pasangan Tom&Jerry dan Yuta yang sepertinya tidak mengacuhkan Taeyong, mereka dengan dunianya masing-masing, juga saat Taeyong yang hanya perform satu lagu Open the door saja, dia tidak ikut starting line buat dance Supermoon yang digantikan Jaehyun dan saat dance T.O.P juga Warrior Descendant tidak ada tanda-tanda Taeyong ikut serta, mungkin Taeyong sedang cedera, tapi saya jug atidak tahu saya harap tidak.
Rumor mereka akan debut Agustus, kita doakan saja bersama.
Typo : Taeyong cedera pinggang ya, bukan punggung, saya salah menulis. maaf.
.
.
.
Happy Reading
Chapter 5
.
.
"Ini hot chocolate, minuman favoritmu." Karin menyodorkan cokelat panas untuk Taeyong.
"Terima kasih." Jawab Taeyong sambil menerima gelas yang disodorkan Karin. Karin pun duduk di sebelah Taeyong, saat ini mereka duduk di karpet sambil menonton TV.
"Bagaimana kencanmu kemarin? Sukses?" tanya Karin tiba-tiba.
"Kami hanya membeli bubble tea, bukan kencan."
"Tapi caramu memperhatikan namja itu lebih dari sekedar membeli bubble tea."Taeyong menghentikan minumnya dan menoleh ke Karin.
"Kau?" Tanya Taeyong balik.
"Ya, aku melihatmu tapi aku tidak mau mengganggumu. Oh ternyata kau pergi dengan Yuta. dia manis juga, tapi kemarin seharusnya kau lebih romantis lagi, kau terlihat kaku sekali saat berkencan."
"Kami tidak berkencan, aku hanya mentraktirnya membeli bubble tea."
"Kalian pacaran kan?"
"Dulu.."jawab Taeyong singkat.
"Maksudmu?" tanya Karin bingung.
"Kami sudah putus dan kemarin bukan kencan."
"Wae? Kenapa kau putus dengannya? Sepertinya dia baik."
"Ya memang dia baik, tapi ada hal yang membuatku tidak cocok saja dengannya." Jawab Taeyong memperhatikan TV-nya.
"Tidak cocok kenapa?"
"AKu merasa dia terlalu posesif padaku, kau tahu kan kalau aku tidak suka dibatas-batasi saat berteman. Dia cemburu saat aku dekat dengan Ten, Doyoung atau jaehyun. Dia mengira aku selingkuh dengan mereka, padahal kau kan tahu kalau aku sudah memberikan hatiku pada orang yang aku sayangi, aku tidak akan berpaling, tapi Yuta belum 100% percaya padaku dan aku meminta 'break' sebentar agar dia sedikit merubah sifat posesifnya. Tapi aku akan kembali padanya suatu hari nanti."
"Oh begitu rupanya, aku juga merasa Yuta itu posesif tapi kan dia begitu karena dia mencintaimu Paboo, kapan kau akan kembali padanya?"
"Mungkin Saat ulang tahunku besok."
"AH ide yang bagus, kau juga harus memberikan dia sesuatu."
"Apa?"
"Tunggu sebentar." Karin megambil sebuah catalog dan diberikan pada Taeyong. "Pilihlah, ini cocok untuk hadiah yang akan kau berikan pada Yuta besok." Taeyong mulai membuka catalog dan melihat-lihat.
Tiba-tiba ponsel Karin berdering, PIP! "Yeoboseyo…" Karin mengangkatnya kemudian menjauh dari Taeyong. Taeyong menghentikan kegiatannya sebentar, ia melihat Karin yang menjauh darinya, "Siapa yang menelponnya?"gumam Taeyong namun kemudian ia mengabaikannya dan saat ia berbalik tak sengaja ia melihat figura foto yang terpajang tak jauh darinya, ia mendekat dan melihat figura itu. Taeyong mengerutkan dahinya, tak lama kemudian Karin kembali, "Taeyong apa yang kau lakukan?"
"I-Ini, apa maksudnya?" tanya Taeyong sambil menunjuk figura itu. Karin melirik figura itu dan kemudian tersenyum.
"Itu…"
.
.
.
At SM Building
"Besok kita ke Jepang untuk melihat konser TVXQ dan Super Junior D&E." Ucap Noona Kim.
"Hanya menonton atau ada kegiatan lain disana?" tanya Johnny.
"Sejauh yang aku dengar, kita akan memberi support pada Super Junior D&E dan TVXQ yang sebentar lagi Yunho akan wamil, selebihnya mungkin jadwalnya menyusul." Jawab Noona Kim, yang lain hanya manggut-manggut. "Oke, sepertinya hanya ini yang bisa aku sampaikan, kalau ada tambahan, aku akan mengirim pesan pada kalian." ucap Noona Kim kemudian berlalu meninggalkan mereka.
"Kita liburan ke Jepang, itu berarti Yuta hyung akan pulang ke rumah." Seru Ten senang.
"Kita kan kerja bukan liburan dan sepertinya aku tidak akan sempat untuk pulang ke rumah, kita tidak akan ke Osaka. Karena konser TVXQ sunbae bukan di Osaka tapi di Bunkyo"
"Kau kan bisa meminta keluargamu menemuimu disana."
Yuta menggeleng, "Tidak bisa, aku tidak mau merepotkan keluargaku. Mereka juga punya urusan lain selain menemuiku,lagipula aku juga sudah menelpon mereka kemarin."
"Sayang sekali, padahal aku ingin bertemu dengan keluargamu hyung." Sesal Ten.
"Lain kali kalau kita libur, aku akan mengajakmu ke Jepang dan bertemu dengan keluargaku."
"Terima kasih hyung."
"Taeyong tidak kau ajak?" tanya Hansol tiba-tiba. Taeyong yang saat itu sedang rebahan segera terbangun setelah mendengar namanya disebut. "Eh kenapa namaku kau bawa-bawa hyung?" tanya Taeyong terkejut, Yuta juga tak kalah terkejut dari Taeyong tapi kemudian ia menjawabnya, "Bukan hanya Taeyong hyung tapi kalian semua."
"Oh, aku kira Taeyong tidak kau ajak." Yuta menggeleng kemudian tersenyum. "Kalau ada waktu kita liburan ke Osaka." Ajak Yuta.
Tiba-tiba ponsel Taeyong berbunyi, ia segera bangun dan mengambil di tas-nya. PIP! "Yeoboseyo… Karin." Jawab Taeyong. mendengar nama Karin, Yuta membalikkan badannya dan melihat Taeyong yang terlihat senang saat mendapat telepon dari Karin.
"…"
"Nanti malam? Aku tidak bisa, sampe seminggu kedepan aku tidak bisa, aku akan ke Jepang, akhir minggu ini."
"…"
"Baiklah, aku saja yang ke apartementmu tapi mungkin agak larut."
"…"
"Oke, bye!" PIP! Taeyong menutup teleponnya dan kembali ke teman-temannya.
"Siapa hyung?" tanya Doyoung.
"Karin, dia memintaku menemaninya membeli laptop baru tapi aku bilang tak bisa." Jawab Taeyong sambil merebahkan dirinya lagi.
"Karin, yeoja yang waktu itu?" tambah Ten.
"Iya,sebagai gantinya aku akan ke apartement-nya untuk membantunya mengerjakan tesis-nya." Yuta pun hanya terdiam, ia cemburu tapi ia bisa apa.
"Kenapa dia tidak meminta tolong pada yang lain sih? Kenapa dia selalu minta tolong padamu?" tanya Ten lagi.
"Karena satu-satunya teman yang dia miliki hanya aku saat ini."
"Memang dia tidak punya teman saat SMP disini selain dirimu?" tanya Johnny tiba-tiba.
"Hanya teman biasa, sejak masuk SMP, dia tidak bergaul dengan banyak orang, dia hanya dekat denganku. Orang-orang mengira kami pacaran padahal kami…-" ucapan Taeyong terputus saat Yuta tiba-tiba ingin ke toilet."Aku ke toilet dulu." Ucap Yuta tiba-tiba. Yuta bangkit dan meninggalkan ruang latihan. Taeyong bangun dan melihat pintu sudah ditutup.
"-…hanya bersahabat, Kami seperti Hermione dan Harry. Dekat tapi hanya bersahabat." Lanjutnya.
"Kenapa lagi dengannya?" tanya Hansol bingung.
"Mungkin Yuta hyung cemburu." Jawab Jaehyun asal.
"Cemburu? Cemburu kenapa?" tanya Taeyong polos.
PLOK! Ten menggeplak kepala Taeyong, "Kau itu baboya atau benar-benar polos sih hyung, jelas-jelas dia cemburu dengan kedekatanmu dengan sahabatmu Karin. Kau masih tidak mengerti juga."
"Kalau semua orang dia cemburui, lalu aku harus berteman dengan siapa?" tanya Taeyong gerah. "Aku pulang, pinggangku sakit." Taeyong bangkit dan megambil tas-nya kemudian meninggalkan ruang latihan.
"Huh, mereka itu kenapa sih? Bilang saja masih saling cinta susah sekali." Celetuk Ten.
"Mereka berdua keras kepala. Harus ada yang mengalah agar hubungan mereka berjalan baik." Saran Doyoung.
"Sepertinya Yuta hyung cocok dengan Johnny hyung daripada dengan Taeyong hyung." Ucap Jaehyun.
"Jangan bawa-bawa namaku." Sela Johnny.
"Maaf hyung, tapi kau benar-benar lebih perhatian daripada Taeyong hyung.."
"Ah sudahlah, lebih baik kita siap-siap untuk keberangkatan kita ke Jepang akhir minggu ini." Johnny mencoba mengalihkan pembicaraan.
"Aku akan beli TVXQ towel dan aku akan bersorak paling keras untuk mereka." Seru Ten.
"Jangan keras-keras, nanti tenggorokanmu sakit." Hansol memberi nasehat.
"Siap hyung.." ucap Ten dengan pose hormat.
.
Yuta berpapasan dengan Taeyong saat ia akan kembali ke ruang latihan. "Taeyong hyung." Panggil Yuta. Taeyong berhenti dan berbalik. "kau mau kemana?"
"AKu mau pulang, hari ini aku tidak ada kelas lain. Kebetulan juga,aku ingin menemui keluargaku."
Yuta hanya ber-oh ria, "H-hyung, a-apa malam ini, kau akan pergi, eum pergi…" Yuta menghentikan pertanyaannya.
"Pergi ke apartement Karin?" lanjut Taeyong, "Nde, aku akan kesana."
"K-Kalian mau apa?"
"Mengerjakan tugas kuliahnya. Kenapa? kau takut kami berbuat macam-macam? Demi Tuhan Yuta, sudah berapa kali aku bilang, aku dengan Karin hanya sahabat. Hilangkan rasa curigamu kalau kau ingin aku cepat kembali padamu." Ucap Taeyong kemudian ia pegi.
Yuta hanya terdiam menatap punggung Taeyong yang semakin menjauh darinya, ia merasa sudah keterlaluan kali ini, Taeyong marah padanya karena kecemburuannya yang tidak beralasan. Sungguh Yuta tidak ingin kehilangan untuk kembali bersama Taeyong, ia bermaksud untuk meminta maaf nanti malam saat ia bertemu Taeyong.
.
.
"Dia cemburu lagi pada kita?" tanya Karin sambil membaca buku kuliahnya.
"Nde.." jawab Taeyong sambil mengetik sesuatu di laptop Karin.
"Itu tandanya dia begitu mencintaimu paboo.."
"Tidak perlu berlebihan seperti itu. Aku akan mempertimbangkan lagi untuk kembali pada Yuta."
"Apa maksudmu? Jangan bodoh, mungkin emosinya sedang tidak stabil jadi dia begitu. Lagipula kau mencintainya kan?"
"Tentu saja, kalau saja dia tidak terlalu posesif."
"Memang sulit jika memiliki pacar posesif." Karin menghela nafas, "Eh ini tolong dimasukkan ke jawaban nomor 2 ya." Karin menandai paragraph yang dimaksud dan diserahkan pada Taeyong. "Kau tenang saja, aku yakin dia akan berubah. Kita belum dewasa jadi wajar kalau kita masih labil."
"Barangnya sudah jadi?" tanya Taeyong sambil membaca tambahan paragraph yang diberikan Karin.
"Belum Tae, kau masih menunggu sekitar 3 antrian lagi, 2-3 minggu lagi barangmu baru jadi. Barang itu adalah kualitas terbaik jadi jangan khawatir mengecewakan."
"Oke…" mereka pun melanjutkan kegiatan-nya, mengerjakan tugas kuliah Karin.
.
.
.
At Dorm
"Yeayy akhirnya kita pergi ke Jepang." Seru Ten senang. Saat ini mereka sedang berkemas dan bersiap akan ke Bandara.
"Kau semangat sekali, seperti mendapat lotre." Celetuk Doyoung.
"Tentu saja, karena kita kesana menonton konser TVXQ sunbaenim dan Super Junior D&E gratis dan kali ini lebih istimewa."
"Huh?" Jaehyun mengerutkan dahinya. "Sejak kapan kau perhitungan? Bukankah kau itu orang kaya Hyung?" tanya Jaehyun bingung.
"Aku tidak perhitungan hanya saja kali ini kita pergi dengan Tuan Lee Soo Man dan Taeil hyung. Suatu kesempatan langka kita bisa pergi dengan salah satu namja terhormat di SM."
"Benar juga, baru kali ini kita pergi di temani Tuan Lee,..-" Doyoung berhenti sebentar, "-… ah pasti beliau ingin memberi dukungan pada Yunho sunbaenim yang sebentar lagi akan wamil." Tambah Doyoung.
"Sepertinya kita juga ada pemotretan disana." Ujar Johnny
"Benarkah?" tanya Ten tak percaya.
"Yang kudengar begitu,"
"Saat ini ada Nakameguro Sakura Matsuri-Festival di Meguro River, yang aku dengar kita akan kesana untuk pemotretan." Tambah Taeyong.
"Jinjja?" tanya Ten dengan mata berbinar, "Wah pasti itu indah sekali, cocok untuk kencan." Yuta menghentikan kegiatannya dan melihat Taeyong, ia membayangkan dirinya dan Taeyong di Meguro River saat festival itu, pasti akan menyenangkan sekali. Namun ia hanya bisa membayangkan saja karena pada kenyataannya dia dan Taeyong sudah tidak memiliki hubungan apapun.
.
.
Mereka pun berangkat ke Jepang, seperti biasa meskipun mereka belum debut tapi mereka sudah memiliki banyak fans. Sebelum berangkat mereka sempat ber-selfie dengan Johnny yang memegang kameranya, dan kebetulan mereka tidak memakai masker seperti saat mereka ke Taiwan, jadi fans bisa melihat wajah tampan mereka dengan jelas. Hari itu juga member Rookies lain, Taeil ikut dalam rombongan, sesuatu yang langka menurut para fans, karena Taeil, Yongju dan satu unknown member jarang diikutkan dalam kegiatan starting line (Taeyong-Yuta-Ten-Jaehyun-Johnny-Hansol) Doyoung pun baru-baru ini, jadi para fans yang penasaran berbondong-bondong mengabadikan foto Taeil meskipun itu sulit. Untuk Rookies mini hanya Mark yang ikut, sedangkan yang lain tidak.
.
"Hyung.." panggil Yuta pada Taeyong. Taeyong menoleh, "Ya, ada apa?"
"Ini." Yuta menyodorkan vitamin pada Taeyong. "Minumlah, kau terlihat lelah." Taeyong tersenyum dan mengambil minuman itu. "Terima kasih."
"Jangan sampai sakit, sebentar lagi kita debut."
"Nde, aku akan mulai menjaga kesehatanku, kau juga, jangan terlalu lelah."ucap Taeyong sambil mengacak pelan rambut Yuta. Yuta tersenyum, entah kenapa hanya perhatian kecil seperti itu dari Taeyong membuatnya senang. Inikah yang disebut cinta dalam kesederhanaan?
.
Mereka pun tiba di hotel sebelum menonton konser Sunbae mereka. Ten tak lupa membawa banner untuk memberi dukungan.
Venue Konser – Tokyo Dome, 1 Chome-3-61 Koraku, Bunkyo.
"Aku ingin seperti mereka, berdiri diatas panggung dan bernyanyi bersama fans kita." Ujar Jaehyun saat melihat TVXQ konser.
"Nde, aku juga. TVXQ memiliki Cassiopeia yang setia. Aku juga ingin memiliki fans seperti mereka." Puji Taeyong.
"Red Ocean, very beautiful." Tambah Johnny. "Someday, aku harap kita akan seperti mereka." Mereka begitu menikmati konser TVXQ.
Hari pertama konser tanggal 2 April – TVXQ, mereka konser di Tokyo Dome, 1 Chome-3-61 Koraku, Bunkyo. Setelah dari konser TVXQ mereka pergi ke Jingu/ Kuil Meiji, 1-1 Yoyogikamizonocho, Shibuya. Jarak ke Kuil Meiji 13 km ditempuh dengan mobil 21 menit.
Mereka pergi ke Kuil Meiji di Shibuya, Kuil yang didedikasikan untuk memuja arwah kaisar meiji dan istirnya permaisuri Shoken. Kuil Meiji terletak di dalam hutan yang melingkupi area seluas 700.000 meter persegi, ditutupi evergreen yang terdiri 120.000 pohon dan 365 spesies yang berbeda. Terdiri dari 2 area utama, Naien dan Gaien. Tidak ada foto official hanya fantaken,mereka kesana murni liburan.
Dari awal kedatangan, Taeyong menempel pada Mark, hal itu membuat Yuta sedikit cemburu, bahkan Taeyong berani memeluk Mark dari belakang/backhug. Yuta mempoutkan bibirnya sebal.
"Kau kenapa hyung?" tanya Jaehyun.
"Tidak apa-apa." jawabnya sedikit sewot.
"Kau cemburu melihat Taeyong hyung dan Mark berpelukan?"
"Tidak." Jawabnya bohong.
"Ayolah, kau tidak bisa membohongiku." Yuta hanya diam saja. "Benar kan? Huft… hyung, jangan begitu, kau tahu kan Taeyong hyung itu bagaimana,kenapa kau cemburu hanya karena melihat kau begini terus, Taeyong hyung benar-benar tidak akan kembali padamu."
"Dia mendiamkanku."
"karena kau terlalu posesif padanya. Sudah hyung tenang saja, kalau benar Taeyong hyung memiliki kekasih lain padahal dia sudah berjanji padamu, kau bisa menghajarnya. Aku akan senang hati membantumu."
"Aku pergi ke toilet dulu." Jaehyun hanya berdeham. Yuta berjalan meninggalkan rombongan dan pergi ke toilet. Setelah kepergian Yuta, Jaehyun berjalan mendekati Taeyong.
"Hyung…" panggil Taeyong. Taeyong berbalik, "Ya, ada apa?"
"Yuta hyung sakit, sekarang dia ke toilet, dia bilang dia mual." Ucapnya sedikit memelas.
"Benarkah?" tanya Taeyong mendadak panic. ".. baiklah aku akan menyusulnya." Taeyong pun berlari menyusul Yuta ke toilet sedangkan Jaehyun hanya terkekeh saat Taeyong telah menjauh.
"Ada apa hyung?" tanya Ten bingung.
"Tidak apa-apa." Jawabnya santai.
"Hyung bilang Yuta hyung sakit." Celetuk Mark.
"Benarkah?" tanya Ten panic.
"Tidak juga, kalau dia sakit, Yuta hyung lebih memilih tinggal di hotel daripada kemari."
"Jadi kau berbohong pada Taeyong hyung?" tanya Ten tak percaya. Jaehyun tersenyum jahil. Ten dan Mark terbelalak tak percaya.
.
.
Taeyong berlari menyusul Yuta ke toilet, BRAK! Taeyong membuka pintu toilet dengan keras, beruntung tidak ada orang dan hanya Yuta, Yuta terkejut, ia berbalik dan terlihat Taeyong berjalan kearahnya.
"Kau tidak apa-apa?" tanya Taeyong masih panic.
"Aku-aku tidak apa-apa. Memangnya aku kenapa?" tanya Yuta bingung.
"Jaehyun bilang, kau sakit dan ingin muntah."
"Apa? Jaehyun bilang begitu?" tanya Yuta semakin bingung. "Sepertinya dia mengerjaimu hyung. Aku baik-baik saja. Aku tidak sakit." Jelas Yuta menhilangkan ke khawatiran Taeyong.
"Syukurlah kalau kau baik-baik saja. aku khawatir padamu. Awas saja dia, akan aku balas nanti."
"Kau khawatir padaku?"
"Tentu saja, kau tidak percaya padaku? Bagaimana aku tidak khawatir kalau orang yang yang aku sayangi sakit." Yuta menggeleng, ia langsung menghambur ke pelukan Taeyong.
"Terima kasih hyung, terima kasih…" ucapnya sambil memeluk Taeyong sangat senang karena Taeyong masih menyayanginya. Taeyong hanya tersenyum, ia pun membalas pelukan Yuta erat.
.
.
.
At Hotel
Taeyong kebetulan satu kamar dengan Jaehyun dan Doyoung. BUK! Taeyong melempar bantal pada Jaehyun yang saat itu sedang membaca.
"Hei hyung apa yang kau lakukan?" tanya Jaehyun sedikit marah.
"Kau mengerjaiku, kau bilang Yuta sakit mana buktinya, dia sehat-sehat saja."
"Aku hanya ingin kau memperhatikannya hyung, dia merasa kau mengabaikannya dan menempel pada Mark terus."
"Mark meminta pendapatku tentang SOPA (seoul of performing arts), Mark ingin mendaftar di SOPA hanya saja dia belum tahu jurusan yang tepat. Menurutmu kami akan melakukan apa?"
"Kalau kau selingkuh dengan Mark, aku akan senang hati menghajarmu bersama Yuta hyung."
"AKu bukan playboy dan aku sangat mencintai Yuta, memang saat ini kami belum bersama tapi suatu hari nanti aku akan kembali padanya. Kau sendiri, kapan kau akan menyatakan cintamu pada Doyoung, sampai kapan kau akan menyembunyikan perasaanmu padanya? Hansol Hyung mungkin akan menyatakan cintanya dulu pada Doyoung jika kau tak juga mengungkapkan perasaanmu."
"Aku tidak tahu hyung. Aku belum berani mengatakannya, aku merasa aku masih belum pantas untuknya."
"Kau tahu darimana kalau kau tidak pantas untuknya. Ayolah, coba sampaikan perasaanmu, sebelum terlambat. Masalah jawaban apa yang akan Doyoung berikan padamu, itu urusan terakhir yang penting kau sudah mengungkapkan apa yang seharusnya kau ungkapkan sejak dulu. Siapa tahu Doyoung juga menyimpan perasaan padamu." Jaehyun menghentikan membacanya, ia melempar bukunya dan bangun dari tempat tidurnya.
"Doyoung hyung dimana?"
"Dia di lobby sepertinya." Jaehyun mengambil jaketnya dan berlari keluar mencari Doyoung. Taeyong hanya tersenyum, ia mengambil ponselnya dan mengirim pesan pada seseorang sebelum memutuskan untuk tidur.
.
.
Hari kedua konser tanggal 3 April - SuJu D&E konser di Saitama Super Arena, 8 Shintoshin setelah itu para Rookies pergi ke Meguro River untuk melihat Nakameguro Sakura Matsuri. Dari Saitama Super Arena, 8 Shintoshin ke Nakameguro jaraknya 37.3 km dengan waktu tempuh 37 menit.
Di Nakameguro, mereka melakukan pemotretan untuk official web Rookies. Mereka juga diberi tantangan, siapa yang bisa mengumpulkan like atau retweet terbanyak di masing-masing foto yang mereka ambil di Meguro, maka pemenangnya akan mendapat kesempatan untuk mengupload foto pribadi mereka di fanspage Rookies.
Ada 8 gambar, dan pemenang via twitter adalah Ten sedangkan yang menang via FB adalah Hansol jadi mereka berdua berhak mengupload foto mereka di Fanspage Rookies.
Di Nakameguro, mereka melakukan pemotretan dengan berpasang-pasangan, Jaehyun-Mark, Ten-Jaehyun, Yuta-Hansol, Ten-Hansol, Mark-Johnny dan Ice Prince Taeyong sendirian, lokasi mereka di Meguro River.
Ten-Doyoung, Ten-Hansol mereka juga melakukan pemotretan di Jalan dan toko souvenir. Ten dan Doyoung membeli topi boneka, sebelumnya Ten dan Hansol membeli es krim.
Dan terakhir mereka ber-selfie berdelapan dengan Mark yang membawa kamera. Mereka terlihat begitu menikmati liburan mereka di Nakameguro,menikmati festival bunga sakura sambil ber-selfie. (Saya kurang tahu Taeil ikut atau tidak, tidak ada fotonya)
.
"Hyung…" panggil Yuta. Taeyong menoleh dan melihat Yuta berjalan kearahnya. Taeyong tersenyum dan kemudian kembali menikmati bunga sakura yang terjajar rapi di dekat sungai Meguro. "Kau sepertinya menikmati sekali berada disini."
"Ya, aku sangat senang bisa berada disini. Bunga Sakura-nya sangat indah, sayang jika dilewatkan."
"Aku pernah berharap, aku kemari dengan orang yang aku sayangi dan sekarang terwujud, aku disini bersama-mu. Terima kasih." Taeyong hanya tersenyum. "Hyung bolehkah aku bertanya sesuatu padamu?"
"Ya, kau ingin bertanya tentang apa?"
"Sampai kapan aku harus menunggumu hyung? Kapan kita akan kembali bersama lagi? Kita sudah tahu kita saling mencintai dan menyayangi, apa yang kurang? Bukankah itu sudah cukup?"
"Belum cukup Yuta, ada hal-hal yang aku pertimbangkan mengenai hubungan kita."
"Hyung… kalau itu mengenai sikapku yang masih sering cemburu dengan kedekatanmu dengan yang lain, itu wajar karena aku menyayangimu, aku mencintaimu."
"Cemburumu keterlaluan Yuta,coba control rasa cemburumu padaku, mungkin aku akan kembali padamu secepatnya."
"Hyung…" rengek Yuta, Taeyong hanya berbalik kemudian ia berjalan mendekati Yuta dan memeluknya.
"AKu ingin kau percaya padaku, aku ingin kau mengerti keadaanku, jika kau bisa melakukan itu, aku akan kembali padamu saat itu juga." Bisik Taeyong. Taeyong mencium puncak kepala Yuta dan pergi meninggalkannya. Yuta hanya bisa mnghela nafas. Mungkin benar kata-kata Taeyong, ia harus berubah. 'baiklah Yongie, aku akan berubah, tunggu aku.' Bathinnya.
.
.
TBC
HEI I'M BACK!
Maaf ceritanya semakin gaje, muter2, membingungkan dan apalah. beberapa hari ini, keluar kota dan blank ide,maaf kalau sangat jelek. Author sudah berusaha sekeras mungkin. #deepbow. maaf typo bertebaran. terima kasih mau membaca ff-ku.
