The Rookies
Author [ Takii_yuuki]
Genre [drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Lee Taeyong SMRookies
Nakamoto Yuta SMRookies
Johnny Suh SMRookies
Jung Jaehyun SMRookies
Jin Hansol SMRookies
Ten SMRookies
And other character..
Rating : T
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow
I'm Taeyong-Yuta Shipper
Terinspirasi dari para Rookies yang kemarin ikut SMTown di Taiwan, melihat Taeyong-Ten pasangan Tom&Jerry dan Yuta yang sepertinya tidak mengacuhkan Taeyong, mereka dengan dunianya masing-masing, juga saat Taeyong yang hanya perform satu lagu Open the door saja, dia tidak ikut starting line buat dance Supermoon yang digantikan Jaehyun dan saat dance T.O.P juga Warrior Descendant tidak ada tanda-tanda Taeyong ikut serta, mungkin Taeyong sedang cedera, tapi saya jug atidak tahu saya harap tidak.
Rumor mereka akan debut Agustus, kita doakan saja bersama.
Typo : Taeyong cedera pinggang ya, bukan punggung, saya salah menulis. maaf.
.
.
.
Happy Reading
Chapter 6
.
.
Previous Chapter :
"AKu ingin kau percaya padaku, aku ingin kau mengerti keadaanku, jika kau bisa melakukan itu, aku akan kembali padamu saat itu juga." Bisik Taeyong. Taeyong mencium puncak kepala Yuta dan pergi meninggalkannya. Yuta hanya bisa mnghela nafas. Mungkin benar kata-kata Taeyong, ia harus berubah. 'baiklah Yongie, aku akan berubah, tunggu aku.' Bathinnya.
.
.
THE ROOKIES
"Yuta!" panggil Johnny. Yuta pun menoleh, ia menghentikan kegiatannya untuk berkemas.
"Iya hyung, ada apa?"
"Apa kau ada waktu? Apa kau sudah selesai berkemas?" tanya Johnny sambil melihat tas Yuta.
"Sudah hyung, ini aku hanya mengecek ulang. Ada apa?"
"Bisa kita keluar sebentar?"
"Oh, oke." Yuta pun menuruti Johnny dan mereka pergi ke balkon.
At Balkon
"Ada apa hyung?"tanya Yuta sedikit bingung.
Johnny menghela nafas, kemudian ia memulai berbicara. "Bagaimana hubunganmu dengan Taeyong?"
"Ta-Taeyong hyung? Kami baik-baik saja hyung. Memang kenapa?"
"Kau masih menunggunya?"
"Menunggu?" Yuta menatap Johnny bingung, "Kami sedang berusaha memperbaiki diri. Ah lebih tepatnya aku yang sedang berusaha memperbaiki diriku menjadi lebih baik. Ada apa hyung? Kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Apakah itu tidak keterlaluan?"
"Maksudmu?"
"Kenapa hanya kau yang berubah sedangkan Taeyong tidak? Kenapa harus kau yang memperbaiki dirimu menjadi lebih baik sedangkan Taeyong tidak. Harusnya kalian berdua bukan hanya kau. Taeyong juga bukan namja yang sempurna. Dia juga memiliki banyak kekurangan kan?"
"Hyung, aku semakin tidak mengerti maksudmu?"
"Kali ini buatlah dia yang membutuhkanmu jangan kau yang membutuhkan dia. aku ingin, dia merasakan apa yang kau rasakan, aku ingin dia cemburu, aku ingin dia merasakan ketakutan kehilanganmu."
"Mworago? T-tapi h-hyung? B-bagaimana k-kalau dia malah semakin menjauhiku dan tidak akan pernah kembali padaku, aku sangat mencintainya hyung, aku tidak mau kehilangan dia."
Johnny memegang pundak Yuta dan menatapnya intens."Cinta sejati tahu dimana dia harus pulang. Percayalah padakku." Johnny menyakinkan Yuta. Yuta menelan ludahnya dan kemudian mengangguk pelan.
.
.
At Hotel Room
Jaehyun terlihat tak bersemangat saat berkemas, Taeyong yang kebetulan satu kamar dengannya segera menghampirinya."Hei kau kenapa?" tanya Taeyong sesaat setelah keluar dari kamar mandi.
"Tidak apa-apa hyung."
"Jangan bohong, katakan padaku, ada apa?"
"Doyoung hyung."
"Doyoung? Dia kenapa?"
"Dia sudah bersama Hansol hyung."
"MWo? B-benarkah itu?" tanya Taeyong sedikit terkejut. Jaehyun mengangguk pelan. "Kau terlambat.." lagi-lagi dia mengangguk. Taeyong menghela nafas. "Bersabarlah, aku yakin kau akan mendapat yang lebih baik."
"Seharusnya aku lebih cepat mengatakan itu tapi ya sudah lah. Hyung kau juga, jangan sampai terlambat, atau kau akan menyesal sepertiku."
"Maksudmu?"
"Yuta hyung, sebelum hatinya berubah dan memilih yang lain, lebih baik kau segera mengajaknya kembali jika tidak dia akan benar-benar meninggalkanmu."
"Dia tidak akan meninggalkanku, dia akan menungguku."
"Jangan terlalu percaya diri hyung, Yuta hyung juga hanya manusia biasa, dia juga memiliki hati dan kau menggantungkan hubungan kalian, tanpa tahu kejelasannya. Sewaktu-waktu jika ada orang lain yang memberikan cinta lebih besar darimu bukan tidak mungkin dia akan berpaling darimu meskipun awalnya dia menjaga janji untuk menunggumu. Jadi sebelum terlambat, lebih baik kau segera mengutarakan isi hatimu dan mengajaknya kembali menjalin hubungan." Ujar Jaehyun panjang lebar.
Taeyong memikirkan kata-kata Jaehyun dan itu memang tidak salah, hati Yuta bisa berpaling pada orang yang memberinya perhatian yang lebih darinya dan Taeyong tak memungkiri hal itu. Taeyong hanya bisa menghela nafas panjang, berharap Yuta tidak berpaling darinya dan menunggunya hingga saat itu tiba.
.
Beberapa jam kemudian mereka berangkat ke bandara Haneda untuk pulang ke Korea, dan selama perjalanan, Yuta terlihat lebih akrab dengan Johnny. Ia tak menyapa atau berbicara dengan Taeyong kecuali Taeyong yang menyapanya lebih dulu dan Yuta pun hanya menjawab seperlunya. Taeyong pun hanya bisa pasrah.
"See…! Johnny hyung lebih perhatian pada Yuta hyung, jadi kau tidak boleh marah jika suatu hari nanti Yuta hyung akan bersama Johnny hyung." Sindir Jaehyun yang tiba-tiba duduk di sebelah Taeyong.
"Apa-apaan kau ini, aku tidak apa-apa."jawab Taeyong bohong.
"Jangan bohong, aku bisa lihat kau cemburu pada mereka, hyung."
"Aku tidak cemburu paboo."Taeyong pun mengambil ponselnya untuk menghindari Jaehyun.
"Benarkah?" goda Jaehyun.
"Hei-hei Jung Jaehyun jangan menggodaku. Kau sendiri bagaimana? Apa kau tidak cemburu melihat Hansol hyung dan Doyoung sedang bermesraan? Aku yakin kau pasti cemburu melihat mereka, benar kan?" balas Taeyong.
"Jangan mengalihkan pembicaraanku hyung."
"Kau juga jangan memulai."
"Haiii…." Sapa Ten dan kemudian duduk di tengah-tengah Jaehyun dan Taeyong. "Kalian sedang apa? Kenapa kalian bertengkar?"
"Tsk!Kau ini suka sekali mencampuri urusan orang hyung." Balas Jaehyun sedikit kesal.
"Kau ini kenapa? aku kan datang baik-baik." Ucap Ten polos.
"Kami tidak apa-apa Ten. Bagaimana? Apa kau sudah merekam semuanya?" tanya Taeyong menengahi Ten dan Jaehyun.
"Sudah hyung, semua sudah beres."
"Baguslah kalau begitu, sebentar lagi kita berangkat. Ayo kita bersiap."
"Oke!" mereka pun memeriksa barang mereka untuk yang terakhir kali sebelum mereka berangkat dan tak lama kemudian, mereka pun kembali ke Korea.
.
.
.
At Rehearsal Room- 23.50 KST
Taeyong berlatih sendiri setelah jam latihan resmi mereka berakhir. Ia melakukan improvisasi setelah melihat video DBSK-Mirotic. Namun ia tidak focus dan sering sekali melakukan kesalahan, Taeyong pun akhirnya memutuskan untuk berbaring dilantai, sambil menatap langit-langit ia kembali memikirkan masa lalu.
Flashback on
Malam itu seusai latihan, Taeyong dan Yuta memutuskan untuk pulang terakhir karena mereka masih harus membereskan beberapa peralatan yang mereka pakai.
"Taeyongiee, kemarin aku melatih gerakan baru." Ujar Yuta pada Taeyong.
"Benarkah?" tanya Taeyong tak percaya.
"Hehemm, kau tidak percaya?"
"Coba buktikan." Yuta pun mulai gerakannya dan saat ditengah gerakan tiba-tiba ia terjatuh dan pingsan. Taeyong pun panic dan ia berlari menghampiri Yuta yang pingsan.
"Yuta, hei kau kenapa? Yuta?" Taeyong menepuk pipi Yuta dan mengguncang tubuh Yuta tapi tak ada gerakan, "Yuta, hei baby. Yuta!" panggil Taeyong berkali-kali tapi Yuta tak kunjung bangun. "Jangan membuatku panic." Taeyong pun berpikir sejenak, "Nafas buatan. Apa mungkin jika aku memberinya nafas buatan dia akan bangun, baiklah, tidak ada salahnya aku coba." Taeyong pun memposisikan dirinya, ia memegang pipi Yuta dan mendekatkan wajahnya ke wajah Yuta, saat akan memberi nafas buatan tiba-tiba,
"Yak tertipu…!" Yuta membuka matanya dan mengejutkan Taeyong yang hendak menciumnya.Taeyong terkejut, ia menjauhkan dirinya dari Yuta dengan wajah yang memerah malu,
"Hayoo kau ingin menciumku kan? Hayoo…" goda Yuta yang kemudian bangun sambil tertawa dengan memegang perutnya.
"Yak, apa-apaan kau ini? Kau membuatku panic tau." Balas Taeyong sedikit marah. Ia pun memunggungi Yuta.
"Taeyongiee…" panggil Yuta, " Yongiee, jangan marah, hei aku minta maaf." Yuta merengek, Taeyong masih terlihat marah dan enggan menjawab Yuta. sekarang gantian Yuta yang terlihat bingung. "Yongiee maafkan aku, iya aku tahu aku salah, aku minta maaf." Yuta mendekati Taeyong yang memunggunginya. "Maafkan aku. Jangan marah." Yuta pun menunduk dan menyesal
Tiba-tiba, GREP! Taeyong berbalik dan menangkap kedua lengan Yuta kemudian menjatuhkan Yuta dan menindihnya.
"Hei-hei Yongiee apa yang kau lakukan?" tanya Yuta bingung.
"Sekarang kau yang kena tipu." Balas Taeyong jahil.
"Yak kau ini, menyebalkan." Decak Yuta kesal, "Menyebalkan! huhh" Taeyong hanya terkekeh melihat Yuta mempuotkan bibirnya.
"Jangan mempoutkan bibirmu seperti itu, kau ingin kucium ya?" mendadak Yuta terdiam, ia tidak mempoutkan bibirnya lagi. Taeyong tersenyum dan menatap Yuta. Yuta pun terlihat salah tingkah. Taeyong mendekatkan wajahnya ke wajah Yuta dan…
Flashback off
Taeyong menggeleng-gelengkan kepalanya, ia entah kenapa ia malah teringat kenangannya bersama Yuta diruang latihan itu. Ia memijat kepalanya yang sedikit berdenyut.
CKLEK! Taeyong menoleh untuk melihat siapa yang datang. betapa terkejutnya dia saat ia melihat seseorang yang datang malam itu.
"Karin, kenapa kau bisa masuk kemari? Malam-malam begini?" tanya Taeyong bingung.
"AKu menyelinap." Jawabnya sambil menunjukkan senyum lima jarinya.
"Mworago? Nanti kalau ada yang melihat, aku bisa kena masalah Karin."ucap Taeyong takut.
"Tidak akan, sekarang aku punya akses penuh ke SM. Aku parkir di basement, dan kau bisa bersembunyi di dalam mobil saat kita keluar."
"Tapi, a-aku belum selesai latihannya."
"Latihan resmi sudah selesai jam 10.30 tadi Taeyong. sekarang kau berada diluar jam resmi kan? Aku ingin mengajakmu ke suatu tempat. Aku yakin kau pasti suka dan aku yakin kau akan gunakan tempat itu untuk makan malam romantis dengan Yuta."
"A-apa maksudmu?"Karin menarik Taeyong dan mengajaknya keluar. Mereka keluar melewati jalan rahasia, bukan jalan keluar biasa.
Setelah berhasil keluar dari gedung SM, Karin membawanya ke suatu tempat. Hanya butuh 10 menit sebelum sampai di tempat yang dituju.
.
"Apartemenmu disebelah kan?" tanya Taeyong saat Karin membawanya masuk gedung di sebelah apartemennya. Karin tak menjawab, ia membawa Taeyong masuk lift dan pergi ke rooftop.
At Rooftop!
"Tadaa…" Karin menunjukkan pemandangan di rooftop gedung sebelah apartemennya. "Bagus kan? Kau bisa melihat kota Seoul dari sini dan kau juga bisa melihat Seoul Tower. Gedung sebelah apartemenku, setiap malam, lampu hiasnya akan berpedar, berwarna-warni. Air mancur itu, akan bergerak saat malam, kalau dilihat dari sini, akan terlihat 100 x lebih indah." Karin menunjukkan satu persatu tempat yang ia jelaskan pada Taeyong.
"Wow, darimana kau dapat view seperti ini Karin?" tanya Taeyong takjub.
"Aku mencarinya beberapa hari ini dan Menemukannya saat kau di Jepang."
"Karin, kau.."Taeyong kehilangan kata-katanya
"Aku akan melakukan apapun agar sahabatku bisa bahagia. Ajak Yuta kemari, dia pasti suka."
"Ne-ne, aku akan mengajaknya kemari."
"Manager gedung ini ternyata sahabat Appa-ku jadi, kau tidak usah khawatir. Aku punya akses penuh untuk keluar masuk kemari." Lanjut Karin.
Taeyong tersenyum, "Terima kasih Karin, terima kasih."ucap Taeyong, ia menikmati pemandangan malam kota Seoul dari gedung itu bersama Karin sambil merencanakan sesuatu untuk Yuta.
.
.
.
At Rehearsal Room
Johnny, Yuta, Taeyong, Ten, Doyoung, Jaehyun dan Hansol berlatih dance dengan Sunbae mereka TVXQ. Kebetulan saat itu Yunho dan Changmin sedang tidak ada jadwal jadi ia berinisiatif melatih para Rookies.
"Selamat pagi semua.." sapa Yunho.
"Pagi Yunho Sunbaenim,.." jawab mereka serempak.
"Pagi ini, kita akan berlatih dance bersama-sama. Kalian tidak keberatan kan? Sekalian latihan untuk persiapan debut kalian nanti."
"Tentu saja tidak Yunho sunbaenim, kami menunggu kesempatan untuk berlatih bersama anda dan Changmin sunbaenim." Jawab Johnny.
"Oke, kita akan latihan dance apa? Kalian yang memilih sendiri, kami akan mengikuti kalian."
"Maximum." –Jaehyun.
"Catch Me!" – Ten.
"Keep Your Head Down!" –Johnny.
"Mirotic." –Doyoung.
"Purple Line."-Johnny.
"B-U-T..!"-Taeyong
"Oke-oke, satu persatu. Bagaimana kalau Catch Me lebih dahulu, baru B-U-T, Maximum, KYHD, Purple Line dan Mirotic." Yunho menyela mereka.
"Nde sunbaenim." Jawab mereka bersama.
"Oke, sekarang, kalian bentuk kelompok, masing-masing berisi 2 orang, sisanya nanti akan berpasangan denganku atau Changmin sebagai lead. Mengerti?" Yunho memberi instruksi.
"Nde sunbaenim." Jawab mereka bersama.
"Aku dan Changmin akan mengawasi kalian bergantian. Ayo mulai bentuk kelompok." Plok-plok-plok Yunho mulai memberi apa-apa dan mereka pun mulai mencari pasangan masing-masing.
Yuta memilih bersama Johnny, Ten-Jaehyun, Doyoung dengan Hansol dan terakhir yang tidak memiliki pasangan adalah Taeyong. Taeyong melongo karena ia sendirian dan lebih terkejut lagi karena Yuta dengan cepat memilih Johnny, biasanya ia akan menunggu hingga seseorang mengajaknya tapi kali ini Yuta berinisiatif sendiri memilih Johnny tanpa menoleh ke Taeyong sama sekali. Taeyong lagi-lagi hanya bisa melihat kedekatan Yuta dengan Johnny yang membuatnya cemburu.
"Oke, kelompok sudah terbentuk. Taeyong kemari, kau akan berpasangan dengan Changmin lebih dahulu." Taeyong mengangguk, ia menghela nafas panjang dan kemudian maju sejajar dengan Changmin.
"Jangan takut," Changmin menenangkan Taeyong yang gugup. "Disini, kau jadi aku dan aku yang jadi Yunho. Kau bergerak setelahku, mengerti?"
"Ne Sunbae."
"Oke kita mulai." Ajak Changmin.
"Allright.. semua bersiap di posisi masing-masing." Perintah Yunho.
NP : TVXQ - Catch Me
Mereka pun mulai menirukan dance TVXQ dari video yang diputar Yunho. Changmin dan Taeyong memulai dance-nya.
"Taeyong perhatikan Changmin. Yang lain jangan terlalu rapat."
(CM) Catch Me, Girl!
"Doyoung kepalkan tanganmu."
(TY) Catch Me Now!
(CM) (Catch me if you wanna)-3x
"Yuta maju sedikit,Ten pertahankan posisimu."
(TY)(Catch me if you wanna) C-C-C-C-Catch me if you…
"Taeyong, perhatikan part-mu." Yunho memberi instruksi. "Yang lainnya juga, Johnny mundur 1 langkah." Yunho berkeliling mengawasi mereka.
(CM) han beon dan hanbeondo ggeutkkaji/naege mameul yeonjeok eobseo/nan machi byeogeul bogo seon deuthan gibuniya /geugeo aratni?
"Hansol, jangan terlalu dekat dengan Jaehyun. Doyoung mundur sedikit."
(TY) gyeote itjiman deo werowojil ppun/Tonight Tonight Tonight/ "Taeyong bungkuk-kan badanmu sedikit lagi." / neol gidaryeotjiman igeon jom aniya/ijen neol ddeonanda
(CM) gajima han madil mothanda i baboga "Taeyong luruskan kakimu, ikuti gerakan Changmin. Hansol-Johnny besiap menahan Changmin. Jaehyun-Doyoung, angkat Taeyong"
(TY) naega wae… i baboman bwasseulkka? cham motnan neol
(CM&TY) Baby Catch Me. Catch Me./Catch Me, Girl, Tonight./ddeona beorigi jeone (I'm serious I'm serious)/ "Taeyong rileks, jangan terlalu tegang."/nareul jabgo makgo ulgo ddaerigo/iyureul malhaejwotdamyeon (I'm serious I'm serious) "Ten kau terlambat 1 detik, hati-hati."
(CM) o,… moreugetda neoui mame/naega gipi isseowatneunji ddo, aninji "Taeyong, lebarkan sedikit kakimu."
(TY) geuge gunggeumhae jichyeobeorigi/jeone malhaejwo malhaejwo daedabhae
"Yuta, angkat tanganmu keatas sedikit lagi."
(TY) siganeun neol geureohge mukkeo dulgeoya/jigeum geu jarie
(CM) nareul bonaejima huhwehage dwae (CM&TY) miryeon jom ddeoljima (Yeah~)
(CM&TY) gajima han madil mothanda i baboga (Baby...)
"Bagus, pertahankah ritme kalian."
(TY) naega wae i baboman bwasseulkka? cham motnan neol (TY) handongan naegen neoman gadeuk chan gibun/cham manhi haengbokhaetdeon gieogi na
(CM) nugudo namankeum gidaryeojul sarameun/No! eobtdaneun geol neon itjima
(TY) Yeah~….
"Jangan sampai terpleset. Perhatikan langkah kalian"
(CM) aewonhaejugil barae nan gidarilge/ijenajeojena nal ddeonajima/mallago malhae
"Taeyong, Pegang lengan Changmin."
(TY) neomu neuryeo, ni mameul jeonghal ddaeggaji/neoman bonda nan dodaeche … wae
(CM) aewonhaejugil barae nan gidarilge/ijenajeojena nal ddeonajima, mallago malhae
(TY) babo naega wae neoreul saranghaetgetni?/neo bakke eobseo dodaeche …. wae? Oh…..
"Ten-Yuta-Doyoung bersiap, Jaehyun-Johnny-Hansol kalian juga. Mungkin ini agak sedikit berat untuk kalian." / "Yaaa, great job."
(CM) gajima han madil mothanda i baboga
(TY) naega wae i baboman bwasseulkka? cham motnan neol
(CM&TY)Baby Catch Me. Catch Me./Catch Me, Girl, Tonight./ddeona beorigi jeone (I'm serious I'm serious)
nareul jabgo makgo ulgo ddaerigo/iyureul malhaejwotdamyeon (I'm serious I'm serious)
(CM) (Catch Me. If you wanna)
"Hentakkan kaki kalian. Yakk!"
(TY) (Catch Me. If you wanna) /C-C-C-C-Catch me if you…
"Yeahh.. bagus." Plok-plok-plok, Yunho memberi aplaus pada mereka setelah lagu berakhir. "Kalian Hebat. Taeyong jangan terlalu tegang. Rileks." Taeyong membungkuk meminta maaf."Ne Yunho sunbaenim. Akan saya usahakan lagi."
PUK! Changmin menepuk bahu Taeyong, "Beberapa kali latihan, kau akan menguasai dance ini. Rileks.."
"Terima kasih Changmin Sunbaenim."
"Kita ulangi sekali lagi, baru setelah itu kita ganti lagu. Kali ini aku yang menggantikan part yang Changmin lakukan sebelumnya, dan Changmin yang akan mengawasi kali ini."
"Ne sunbaenim."jawab mereka serempak.
"Tolong bersabar, nanti mungkin agak sedikit berat." Ucap Yunho pada Johnny-Hansol dan Jaehyun dengan sedikit senyum nakal. Mereka bertiga hanya mengangguk sambil sedikit terkekeh.
Dan mereka pun mulai latihan kembali.
.
.
Setelah beberapa jam latihan, akhirnya mereka beristirahat. Taeyong merebahkan dirinya di lantai karena dirinya adalah lead jadi dance kali ini, sedikit ekstra keras untuknya.
Ia menghela nafas panjang, mencoba menetralkan nafasnya yang sedikit terengah-engah. Saat ia menoleh kesamping, tak sengaja ia melihat Yuta membawakan minuman untuk Johnny. DEG! Hatinya sedikit berdesir, sepertinya ia cemburu, biasanya ia-lah yang dibawakan Yuta minuman tapi kali ini Yuta membawakannya untuk Johnny.
Taeyong pun memutuskan untuk menghindar dan melihat langit-langit ruang latihan sambil menetralkan nafasnya. Ia memejamkan matanya sejenak. Tak berapa lama kemudian, ia merasakan pipinya dingin, ia membuka matanya dan melihat Changmin menempelkan minuman kaleng yang dingin pada Taeyong.
"Changmin sunbaenim." Taeyong pun segera bangun.
"Wow-wow-wow, santai. Kenapa kau bangun?istirahatlah." Changmin menenangkan Taeyong.
"T-Tidak a-apa-apa Sunbaenim, hanya terkejut saja."
"Maafkan aku mengagetkanmu, aku hanya ingin memberikanmu ini, kulihat kau belum minum dari tadi." Changmin menyodorkan minuman yang ia bawa pada Taeyong, Taeyong pun menerimanya dengan sedikit sungkan. "Ambillah, aku tidak meracuninya."
"Sunbaenim bisa saja, tidak mungkin Sunbae meracuni minumanku. Aku tidak pernah berpikir begitu padamu Changmin sunbaenim."
"Apa yang tadi kau lihat?" tanya Changmin tiba-tiba.
"Maksud Changmin Sunbae apa?" tanya Taeyong bingung.
"Yuta. apa kau melihat Yuta tadi?"
"Y-Ye? Aku tidak mengerti."
"Aku mendengar kau dan Yuta menjalin hubungan?" tanya Changmin sambil menegak minumannya.
"K-kami sudah putus Sunbae, kami hanya bersahabat sekarang."
"BEnarkah itu?"
"Ne, itu benar. Kenapa Sunbae bertanya seperti itu?"
"Sepertinya kau masih menyukainya, aku bisa melihatnya. kau cemburu kan melihatnye dekat dengan Johnny?"
"Su-Sunbaenim, a-aku.."Taeyong terlihat bingung saat Changmin men-skak-mat dirinya.
"Tidak apa-apa, hanya saja jika kau masih menyukainya, katakan saja. daripada terlambat." Saran Changmin. "Apa Jaehyun menyukai salah satu dari mereka, Doyoung/Hansol?"
"AH itu, Jaehyun menyukai Doyoung, tapi Doyoung sudah bersama Hansol hyung. Dia terlambat mengatakannya."
"Ya, bisa aku lihat, Jaehyun menatap mereka berdua intens sekali. Kau harus belajar dari Jaehyun."
"Ne Sunbae, terima kasih."
"Dance-mu makin berkembang, kalau ada kesempatan aku ingin kau menjadi backdancer ku. Bukankah dari dulu kalian ini backdancer-nya Shinee, aku ingin kalian juga merasakan pengalaman lain. Apa kalian mau?"
"B-benarkah itu Changmin sunbae?" tanya Taeyong dengan mata berbinar.
"AKu akan bicara dulu dengan Yunho hyung. Aku yakin dia akan setuju."
"Terima kasih Changmin Sunbae, terima kasih."ucapnya sambil membungkuk.
"Yang penting kalian yang rajin berlatihnya."
"Ne, kami akan berusaha." Changmin mengacak-acak rambut Taeyong.
"Ayo kita berlatih lagi. tapi kita berdua saja."
"Ne.." Changmin mengajak Taeyong berlatih lagi, tapi kali ini hanya berdua karena yang lain masih terlihat lelah.
"B-U-T.. kau tidak keberatan kan?"
"Terserah Sunbae saja."
"Kau ambil part-ku, dan aku part-nya Yunho hyung."
"Siap Sunbae." NP : B-U-T, Taeyong mengambil part milik Changmin dan Changmin menggantikan part Yunho.
Taeyong memulai part yang dibawakan Changmin, member yang lain hanya melongo melihat Taeyong begitu cool saat menyanyikan lagu itu ditambah posisi-nya sebagai lead dance membuat tubuhnya lentur dan mengikuti irama.
"What? Itu Taeyong?" tanya Hansol melongo.
"Changmin sunbae kerennnn…" puji Ten.
"Changmin Sunbae perhatian sekali pada Taeyong hyung, aku jadi iri." Ucap Jaehyun sambil mempoutkan bibirnya. Melihat hoobae-nya terlihat kesal, Yunho mendekati Jaehyun.
"Mau berlatih bersamaku? Berdua seperti mereka?" tanya Yunho tiba-tiba. Jaehyun sedikit terlonjak, ia terkejut karena melihat Yunho sudah ada di dekatnya.
"M-Maksud Yunho sunbaenim apa?" tanya Jaehyun bingung.
"Seperti mereka, apa kau mau?"
"Tentu saja sunbae, tentu saja aku mau."
"Baiklah , setelah mereka selesai giliran kita." Jaehyun mengangguk dengan semangat. Yang lain hanya bisa cengo melihat Yunho meminta Jaehyun berduet dengannya.
.
.
At Dorm
BRUK! Ten menjatuhkan dirinya di sofa tanpa sempat mengganti bajunya, "Duh badanku…" keluhnya dalam posisi telungkup.
"Hei, mandi dulu hyung, baru tidur dasar jorok!" Jaehyun memperingatkan Ten.
"AKu capek Jae, nanti saja mandinya." tolak Ten.
"Habis mandi langsung tidur."
"Iya, nanti. Dasar cerewet!"
"Yak awas saja kau hyung nanti kau dimarahi Taeyong hyung." Jaehyun meninggalkan Ten yang masih dalam posisi telungkupnya.
.
"Kau hebat sekali Tae, sejak awal latihan kau jadi lead bersama Yunho dan Changmin sunbaenim, aku jadi iri." Ujar Hansol.
"Aku tegang sekali tadi, apalagi pas dance B-U-T, aku takut mengecewakan Changmin Sunbae."
"Kau keren sekali tadi." Tambah Doyoung. "Apalagi pas part solo-mu itu. Aku yakin para yeoja akan menjerit saat melihat hal itu."
"Mereka memang keren apalagi saat.." snif-snif.. Taeyong menghentikan bicaranya dan mencium sesuatu yang agak menyengat untuknya, "Bau apa ini?"
"Ada apa hyung?" tanya Doyoung melihat Taeyong berhenti mendadak. Dan tiba-tiba, "Yak, Ten Chittaphon Leechaiyapornkul," Doyoung dan Hansol cengo mendengar Taeyong memanggil nama lengkap Ten. "Bangun….kenapa kau langsung tidur di Sofa tanpa mandi. Kau tidak tahu badanmu penuh dengan kuman. Aku baru saja membersihkan sofanya tadi pagi."
"Heumm…Hyung kau berisik sekali, aku capek hyung. Nanti saja aku mandinya." Jawab Ten dengan mata masih terpejam.
"Tidak boleh, kau harus mandi atau ku seret kau ke kamar mandi." Ancam Taeyong.
"Yakin kau mau menyeretku ke kamar mandi, memegang tubuhku yang banyak kumannya ini." Goda Ten. Taeyong mengeryit mendengar kata-kata kuman.
"Bukan aku tapi Hansol hyung dan Doyoung yang akan menyeretmu. Kalau perlu ku panggilkan keamanan untuk menyeretmu." Doyoung dan Hansol terkejut namanya diikut-ikutkan.
"Hei, kenapa harus kami?" tanya Doyoung bingung.
"Karena kalian tidak bermasalah dengan Kuman, tapi aku, aku bisa gatal-gatal kalau menyentuh Ten yang belum mandi."
"Tidak usah berlebihan hyung, iya-iya aku bangun." Dengan malas-malasan Ten pun bangun dan pergi ke kamar mandi. Tapi sebelum masuk kamar mandi ia melempar kaos kaki yang lupa ia lepas dan mendarat tepat di tangan Taeyong.
PUK! Taeyong terkejut dengan benda yang mendarat mulus di tanganya."YAK! Ten Chittaphon Leechaiyapornkul.. apa yang kau lakukan?!" Hansol menarik Doyoung menjauh dari Taeyong sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
.
.
TBC
HEI I'M BACK!
Maaf ceritanya semakin gaje, muter2, membingungkan dan apalah. beberapa minggu ini blank ide, gak ada mood n apalah sulit dijelaskan. penyakit malasnya kumat saudara-saudara,maaf kalau sangat jelek. Author sudah berusaha sekeras mungkin. #deepbow. maaf typo bertebaran. terima kasih mau membaca ff-ku.
