The Rookies

Genre [drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]

Main cast :

Lee Taeyong SMRookies

Nakamoto Yuta SMRookies

Johnny Suh SMRookies

Jung Jaehyun SMRookies

Jin Hansol SMRookies

Ten SMRookies

And other character..

Rating : T

Length : Chaptered

Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.

Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow

I'm Taeyong-Yuta Shipper

Terinspirasi dari para Rookies yang kemarin ikut SMTown di Taiwan, melihat Taeyong-Ten pasangan Tom&Jerry dan Yuta yang sepertinya tidak mengacuhkan Taeyong, mereka dengan dunianya masing-masing, juga saat Taeyong yang hanya perform satu lagu Open the door saja, dia tidak ikut starting line buat dance Supermoon yang digantikan Jaehyun dan saat dance T.O.P juga Warrior Descendant tidak ada tanda-tanda Taeyong ikut serta, mungkin Taeyong sedang cedera, tapi saya jug atidak tahu saya harap tidak.

Typo : Taeyong cedera pinggang ya, bukan punggung, saya salah menulis. maaf.

.

.

Happy Reading

Chapter 7

.

.

Hari ini ada pemotretan untuk web baru Rookies. Mereka berangkat pagi menuju studio dan mempersiapkan diri. Taeyong masih dengan style cool prince-nya, mengancingkan kemejanya serta sedikit merapikan rambutnya sebelum masuk gilirannya.

Dari kejauhan, ia melihat Yuta sedang bercanda dengan Johnny, akhir-akhir ini Yuta terlihat menjauhinya dan jarang bicara dengannya. Ia hanya tersenyum tipis walaupun hatinya sedikit cemburu tapi ia bisa apa, mungkin ini yang Yuta rasakan jika melihat dia bersama namja atau yeoja lain.

"Taeyong giliranmu." Panggil Noona Stylish.

"Ah iya." Taeyong pun segera menuju tempat pemotretan.

Ia melakukan sesi pemotretan dengan beberapa pose dan semua berjalan lancar tanpa halangan. Taeyong benar-benar terlihat tampan.

Diam-diam Yuta memperhatikan Taeyong, ia tersenyum dan terpesona dengan ketampanan Taeyong yang menurutnya sangat alami itu. "Aku merindukanmu Yongie.." gumamnya.

.

.

Setelah selesai pemotretan, jadwal mereka kosong dan mereka bebas melakukan apa saja. Ten-Jaehyun-Johnny memilih untuk belanja, Hansol-Doyoung-Yuta memilih beristirahat di dorm, sedangkan Taeyong, ia mendapat pesan dari Karin untuk menemuinya.

.

"Dorm sepi sekali, kemana yang lain?" tanya Yuta sesaat setelah ia selesai mandi.

"Ten, Jaehyun dan Johnny, mereka sedang belanja." Jawab Hansol sambil menonton TV.

"Taeyong hyung?"

"Tidak tahu, dia bilang ada urusan di luar." Jawab Hansol sambil mengedikkan bahunya.

"Apa dia pergi ke rumah Karin?"

"Mungkin saja, tadi dia sempat menerima telepon, mungkin itu dari Karin." Jawabnya tanpa melihat Yuta.

"Makanan datang…" seru Doyoung, ia baru saja memasak dan setelah selesai, ia membawanya ke ruang TV untuk dimakan bersama. "Hei ada apa? Kenapa kau berdiri saja hyung?"tanya Doyoung yang melihat Yuta berdiri tak jauh darinya.

"Chagiya, apa kau tahu dimana Taeyong?" tanya Hansol pada namjachingunya.

"Taeyong hyung? Oh dia pergi menemui Karin. Mungkin pulang agak malam."

"Ada urusan apa dia dirumah Karin?"tanya Yuta penasaran.

"Tidak tahu, dia tidak bilang." Yuta pun merasa kecewa dengan jawaban mereka berdua tapi ia tak mungkin bertanya langsung pada Taeyong.

"Aku keluar sebentar hyung. Tidak akan lama."ucap Yuta pada Hansol.

"Mau kemana?" tanya Hansol.

"Ada yang ingin ku beli."

"Oh baiklah… hati-hati…" Yuta pun meninggalkan Hansol dan Doyoung tak lupa memakai masker dan topi untuk menutupi wajahnya . Ia memutuskan untuk menenangkan pikirannya.

.

Saat ia berjalan melewati toko perhiasan, ia melihat Taeyong dengan Karin sedang memilih perhiasan. Yuta berhenti sejenak dan mengamati mereka. Karin begitu senang saat menunjukkan cincin yang ia pilih pada Taeyong. Taeyong mengacungkan jempolnya tanda ia juga suka cincin pilihan Karin.

Yuta menggigit bibirnya, ia menahan tangisnya agar tidak keluar. Cukup! Ia tak mau melihat lagi, akhirnya dia meninggalkan tempat itu.

Yuta duduk ditaman dengan tangis yang tak bisa ia bendung lagi. Ia merasa sudah tidak harapan lagi, semua usahanya dengan Johnny tak membuahkan hasil. Taeyong sudah berpaling pada Karin dan itu membuatnya sedih.

"Apa kau masih memegang janjimu untuk kembali padaku Yongie? Apa ini saatnya aku untuk menyerah?" bathin Yuta dalam tangisnya.

.

.

Malam Hari saat makan malam, Taeyong terlihat begitu senang, berbanding terbalik dengan Yuta, yang hatinya kacau.

"Kau kenapa hyung?" tanya Ten bingung.

"Tidak apa-apa, hanya senang saja." jawab Taeyong sambil memakan kimchinya.

"Kau tadi pergi kemana? Kenapa pas aku pulang dari belanja, kau tidak ada?"

"Aku menemani Karin membeli cincin."

"Siapa yang bayar? Kau atau dia?"

"Dia…" jawabnya singkat.

"Loh bukan kau yang membayarnya?" tanya Ten bingung.

"Kenapa harus aku? Yang ingin beli kan dia, aku hanya menemaninya."jawab Taeyong santai.

"Bukannya kalian berpacaran ya?" tanya Ten polos, / "Uhukk!" Yuta tersedak karena terkejut. Taeyong pun tak kalah terkejutnya, ia sempat menyemburkan air yang ia minum dan tak sengaja menyiprat ke Jaehyun.

"Tae hyung, akkhh kau ini. Jorok hyung." Seru Jaehyun sambil mengambil tissue dan membersihkan lengannya.

"Yuta Hyung kau tidak apa-apa?" tanya Doyoung yang ada disamping Yuta. Ia segera menyodorkan minuman pada Yuta dan Yuta pun segera meminumnya.

"Kalau bicara jangan sembarang, aku dan Karin hanya bersahabat." Jelas Taeyong.

"Lagian, akhir-akhir ini kau sering bersamanya, ku kira kau pacaran dengannya."

"Sudah kubilang berkali-kali aku dan Karin hanya bersahabat. Harus kujelaskan berapa kali agar kalian percaya." Ujar Taeyong agak kesal.

"Ya maaf hyung." Ucap Ten menyesal. Yuta masih sedikit terbatuk. Taeyong pun khawatir pada Yuta dan hendak menanyakan keadaannya, "Yu.." Panggil Taeyong namun… "Yuta kau tidak apa-apa?" tanya Johnny lebih dulu. Yuta mengangguk, ia menetralkan pernafasannya.

"AKu tidak apa-apa hyung hanya tersedak saja." jawab Yuta pada Johnny.

"Hati-hati.."ucap Johnny khawatir.

"Ne hyung, terima kasih." Yuta melirik Taeyong sebentar, terlihat Taeyong hanya tersenyum tipis dan tak berkata apa-apa kemudian Taeyong mengalihkan pandangannya kearah lain. Yuta hanya bisa menghela nafas. Ia merasa Taeyong tak perhatian lagi padanya.

.

.

.

Keesokan harinya - At SM Building

Selesai latihan, Yuta berjalan menuju lokernya untuk mengambil tas dan pulang. Saat ia membuka lokernya. Tiba-tiba sebuah kertas jatuh dan ia segera menangkapnya. Kemudian ia membaca isinya.

Invitation Letter

Dear : My Yuta

I want to tell you something. You must come. Tonight, World Hotel,at Rooftop – 7.00 KST

Don't be late!

Taeyong-ie!

P.S : Wear the best clothes.

Yuta tak percaya dengan apa yang baru saja ia terima, ia menerima undangan dari Taeyong. Taeyong mengajaknya bertemu, bukankah itu sama dengan kencan. Yuta melonjak kegirangan, ia menahan untuk tidak berteriak tapi sungguh ia sangat senang dengan surat yang ia terima dari Taeyong.

"Aku akan membeli baju baru. Baju terbaik untuk bertemu dengan Yongie…" Yuta mengemasi barang-barang-nya dan bergegas berhenti di sebuah toko baju dan membeli baju yang menurutnya cocok ia pakai nanti malam untuk menemui Taeyong.

Ia berjalan sambil bersenandung kecil menuju dorm. Saat ia akan menyebrang, ia melihat Taeyong berdiri di seberang jalan tapi tak melihatnya, Yuta ingin menemuinya karena hari ini Taeyong libur jadi mereka tidak bertemu.

"Yongie..!" panggil Yuta namun tak terdengar oleh Taeyong. Taeyong terlihat sedang menunggu seseorang dan tak berapa lama kemudian seseorang menutup mata Taeyong. dan ya si pelaku adalah Karin. Taeyong begitu senang sekali saat Karin datang. mereka terlihat sedang berbincang seru dan tiba-tiba Taeyong mengeluarkan sesuatu dari kantongnya dan ia perlihatkan pada Karin. Karin mengambil kotak itu dan membukanya, ia senang sekali melihat benda yang ada di dalamnya dan kemudian ia memeluk Taeyong.

BRUK! Tas belanja yang Yuta beli terjatuh, tiba-tiba airmatanya menetes. "Jadi nanti malam kau ingin mengatakan padaku kalau kau dan Karin berpacaran?" bathinnya. Yuta pun meninggalkan tempat itu dan tak menghiraukan tas belanjanya. Hatinya sakit, teramat sakit melihat kemesraan Taeyong dan Karin.

.

.

Hotel World, jam 7 malam

Taeyong sudah menunggu di rooftop. Dia menyiapkan candle light dinner yang romantis dan barang yang ingin ia berikan pada Yuta.

PING! Ada pesan masuk, Taeyong segera membukanya, dan itu dari Karin. "SEMANGAT!" Taeyong hanya tersenyum kemudian ia memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku jasnya.

.

Yuta tak mau keluar dari kamarnya sejak ia pulang 2 jam lalu. ia melihat jam dinding, dan waktu sudah menunjukkan pukul 7 tapi ia tak mau bangun dan menemui Taeyong. ia tak mau menemuinya daripada nanti ia sakit hati.

.

Pukul 9 malam,

Taeyong masih setia menunggu. Ia melihat jam tangannya dan waktu telah menunjukkan pukul 9 tapi tak ada tanda-tanda kedatangan Yuta namun ia tetap menunggu, mungkin Yuta ada latihan ekstra hingga membuatnya terlambat. Karin berulang kali mengirim pesan pada Taeyong menanyakan apakah Yuta sudah datang tapi jawabannya sama belum datang, hal itu membuat Karin khawatir.

.

"Hyung, kau mau ikut kami keluar, aku dan Jaehyun akan membeli camilan." Tanya Ten pada Yuta.

"Tidak." Jawabnya singkat.

"Oh baiklah. Eh hyung apa kau tahu dimana Taeyong hyung? Sejak tadi siang aku tidak bertemu dengannya?"

"Aku tidak tahu."

"Oh ya sudah, aku pergi dulu hyung." Pamit Ten. Yuta hanya membalas dengan deheman. BLAM! Pintu tertutup, Yuta menghela nafas dan kemudian ia melihat jam dinding, Pukul 9 lebih 15 menit. ia hanya melihatnya sekilas lalu kembali lagi.

.

Pukul 11.30 malam, Yuta tak kunjung datang dan mendadak hujan turun. Taeyong terlihat bingung, ia menutupi makanan yang ia pesan dengan jasnya. Tubuhnya pun basah karena hujan tapi ia tak bergeming, ia tetap menunggu.

.

Di apartemen, Karin mulai khawatir, hujan mulai turun dan Taeyong tak memberinya kabar sejak 30 menit yang lalu. Ia pun memutuskan untuk menemui Taeyong. Karin bersiap-siap, ia mengambil jaket dan payung kemudian ia membuka pintu dan "Surprise…!" seru seorang namja dengan membawa boneka dan bunga lily favorit Karin.

"Sayang, kau-kau.. kapan kau kembali?" tanya Karin bingung.

"Baru saja tiba dan aku langsung kemari. Hujan diluar deras sekali. Heh Kau mau kemana?"

"Nanti saja aku ceritanya, bisakah kau ikut aku sekarang."

"Baiklah, aku letakkan ini di dalam dulu."

"Oke, cepat ya." Namja itu menaruh boneka dan bunga ke dalam rumah kemudian menyusul Karin.

.

Yuta mendengar kilat menyambar, ia pun membuka matanya dan melihat jam lagi, pukul 00.01 dan belum ada tanda-tanda Taeyong pulang. 'Apa mungkin Taeyong menginap di rumah Karin?' bathinnya. Ia mengacuhkannya. 'Apa peduliku? Untuk apa aku peduli pada namja yang melanggar janjinya dan membuatku menunggu sesuatu yang tidak pasti.' Bathinnya marah.

.

CKLEK! "TAEYONG!" seru Karin saat melihat Taeyong pingsan dengan kondisi basah kuyup. Ia berlari menghampiri Taeyong. "Taeyong bangun.. Taeyong..Sayang tolong aku."pinta Karin.

Namja itu menghampiri Karin dan membantunya mengangkat Taeyong, "Bawa dia ke apartemen kita, aku akan mengurus sesuatu sebentar setelah itu aku akan pulang. Tunggu aku dirumah. Please!"

"Baiklah, jangan lama-lama."

"Ne, kau tenang saja." Namja itu membawa Taeyong lebih dulu sedangkan Karin mengambil sesuatu di meja dan pergi ke suatu tempat.

.

.

TOK-TOK-TOK-TOK-TOK! Karin mengetuk pintu berkali-kali, ia juga membunyikan bel hingga membuat gaduh.

"Aduh siapa sih malam-malam begini bertamu. Berisik lagi!" Ucap Jaehyun sebal, dengan langkah malas ia menuju pintu dan membukanya

CKLEK! "ADuh kau ini bisa tenang tidak…"ucapnya begitu membuka pintu.

"Dimana Yuta? dimana dia?" tanya Karin tiba-tiba.

"Loh, k-kau Karin kan? Ada apa malam-malam begini datang kemari? Bajumu juga basah semua?" tanya Jaehyun mengamati Karin dari atas hingga bawah yang basah kuyup.

"Dimana dia? kalau kau tidak katakan, aku akan masuk dan mencarinya.." saat Karin akan masuk, ia dihalangi Jaehyun..

"HEi Wow-wow-wow, kau tidak boleh masuk. Ada perlu apa dengan Yuta hyung? Kau tidak boleh sembarangan masuk."

"kalau kau tak izinkan aku masuk, aku akan berteriak. YUTA! DIMANA KAU? YUTA!" panggil Karin namun Jaehyun segera menutup mulut Karin dengan tangannya.

"Hei jangan teriak, mereka semua sudah tidur.." Karin menepis tangan Jaehyun dan terus memanggil Yuta. "Hei jangan berisik, aduh kau ini kenapa sih.." Jaehyun bingung bagaimana menenangkan Karin, satu persatu member keluar, "Ada apa ini? Kenapa malam-malam ribut sekali?" tanya Johnny yang lebih dulu keluar, diikuti, Hansol, Ten dan Doyoung.

"A-aku tidak tahu Hyung, Karin menerobos masuk." Jawab Jaehyun sedikit ketakutan karena tidak bisa menenangkan Karin.

"Dimana Yuta? aku ingin bertemu dengannya."

"Ada urusan apa kau ingin bertemu dengannya?" tanya Johnny dingin.

"Bukan urusanmu."

"Ini urusanku juga karena kau masuk dorm ini tanpa izin. Aku bisa memanggil keamanan kemari dan menyeretmu keluar." Ujar Johnny marah.

"Ada apa?" tanya Yuta tiba-tiba, ia datang terakhir. Ia menatap Karin dengan tatapan sulit diartikan.

"Kemana saja kau? Berani sekali kau tidak datang saat Taeyong memintamu menemuinya. Dia sudah menunggu-mu selama 5 jam dan kau dengan enaknya tidur." Ucap Karin emosi.

"A-apa? Dia menungguku?" tanya Yuta bingung.

"Kau ini tidak tahu apa pura-pura tidak tahu? Kau sudah menerima surat dari Taeyong untuk menemuinya di Hotel World kan? Kenapa kau tidak datang? dia menunggumu, kau kira dia hanya bercanda." Para member Rookies selain Yuta juga bingung dengan kata-kata Karin. Ten lebih bingung lagi karena setahu dia Taeyong mengirim pesan tidak pulang karena ada urusan, tidak tahunya membuat acara untuk Yuta.

"B-Bu-Bukankah itu acara kalian?"

"Acaraku? Apa maksudmu?" tanya Karin gantian bingung.

"Bu-bukankah kalian berpacaran?"

"Berpacaran?" Karin bertanya balik pada Yuta, ia tersenyum meremehkan, "Kau bodoh Yuta."

"DIAM KAU, BERANI SEKALI KAU MENGATAKAN YUTA BODOH." Ucap Johnny tak terima.

"Ya dia memang bodoh, apa kau dia pernah bertanya pada Taeyong bagaimana statusku sekarang? Kau, kalian ingin tahu statusku saat ini?" Karin memberi jeda,"Aku sudah menikah, dan orang yang kunikahi bernama Park Yoo Kang, kau bisa memanggilnya Julian. Kau tidak tahu? kau tidak tahu statusku kan?"

"A-a-apa?" tanya Yuta tergagap, ia mulai menangis. Member yang lain hanya bisa terdiam.

"Kau mau tahu kenapa akhir-akhir ini Taeyong dekat denganku? Kau ingin tahu?" Karin mengambil sesuatu dari dalam sakunya dan ia tunjukkan pada Yuta. "Ini, karena ini." Karin melemparnya hingga jatuh di depan Yuta dan isinya berserakan, sebuah gelang couple yang begitu indah tergeletak begitu saja. "Apa kau tahu, Taeyong sengaja memesan itu sejak beberapa minggu lalu untuk dia berikan padamu saat ia mengutarakan untuk kembali padamu. Kami sering bersama karena dia memesan ini dan merencakan candle light dinner bersamamu. Tapi kau, akh… Apa Taeyong tidak pernah menjelaskan bahwa kami hanya bersahabat. Meskipun dulu saat SMP dia pernah menyukaiku tapi itu dulu, sekarang aku sudah memiliki suami. Pernahkah kau bertanya pada Taeyong bagaimana hubungan kami? Pernahkah?" YUta hanya terdiam sambil menangis.

"Tidak pernah kan… itu karena kau bodoh. Taeyong hanya ingin kau percaya padanya, dia tidak meminta hal lain darimu, sedikit pengertian darimu. Dia takut kehilanganmu karena kau mulai dekat Johnny jadi dia merencanakan candle light ini untuk megajakmu kembali menjalin hubungan, tapi karena kebodohanmu, semua rencana Taeyong berantakan. Dia hanya ingin kau mengurangi kecemburuanmu, Taeyong itu setia tidak mungkin ia selingkuh jika dia sudah memiliki orang yang dia sayang. Taeyong sahabatku, aku tahu bagaimana dia. kau tahu, Suamiku, dia memiliki sekretaris yang jauh lebih cantik dariku tapi aku percaya padanya begitu juga dia percaya padaku meskipun disini aku bersama Taeyong karena dia tahu kalau aku dan Taeyong hanya bersahabat, malah dia meminta Taeyong menjagaku selama aku disini dan kau.. aku tak percaya kau melakukan hal ini pada Taeyong."

"D-dimana Taeyong? apa dia masih disana? A-apa dia masih menungguku?" tanya Yuta tergagap. Airmatanya mengalir deras.

"Untuk apa kau tanyakan itu? Bukankah kau tidak peduli padanya."

"Dimana Taeyong, aku mohon katakan dimana dia?" Yuta memohon pada Karin.

"Aku tidak tahu dia dimana, aku kesana dia sudah tidak ada."

"Aku ingin minta maaf, aku ingin minta maaf padanya."

"Percuma, dia sudah pergi dan kau akan menyesal karena sudah melakukan ini padanya." Karin pun meninggalkan dorm Rookies dengan perasaan dongkol tapi setidaknya ia telah mengeluarkan unek-uneknya.

'Maafkan aku teman-teman, tapi saat ini lebih baik Taeyong jangan bertemu kalian dulu, biarkan dia istirahat. Maafkan aku Taeyong, maaf aku memarahi Yuta, aku hanya ingin dia tahu betapa besar cintamu padanya.' Bathin Karin sambil berlalu.

Yuta terduduk lemas, ia memungut gelang yang Karin jatuhkan dan medekapnya. Doyoung menenangkan Yuta sedangkan yang lain hanya bisa terdiam begitu juga dengan Johnny, ia menatap iba pada Yuta yang masih menangis di pelukan Doyoung.

.

.

TBC

HEI I'M BACK!

Maaf ceritanya semakin gaje, muter2, membingungkan dan semakin tidak masuk akal, ya namanya juga ff, jika berkenan silahkan baca kalau tidak silahkan di X. beberapa minggu ini blank ide, gak ada mood n apalah sulit dijelaskan. penyakit malasnya kumat saudara-saudara,maaf kalau sangat jelek. Author sudah berusaha sekeras mungkin. #deepbow. maaf typo bertebaran. terima kasih mau membaca ff-ku. tolong jangan bash saya. terima kasih