The Rookies

Genre [drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]

Main cast :

Lee Taeyong SMRookies

Nakamoto Yuta SMRookies

Johnny Suh SMRookies

Jung Jaehyun SMRookies

Ji Hansol SMRookies

Ten SMRookies

And other character..

Rating : T

Length : Chaptered

Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.

Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow

I'm Taeyong-Yuta Shipper

Terinspirasi dari para Rookies yang kemarin ikut SMTown di Taiwan, melihat Taeyong-Ten pasangan Tom&Jerry dan Yuta yang sepertinya tidak mengacuhkan Taeyong, mereka dengan dunianya masing-masing, juga saat Taeyong yang hanya perform satu lagu Open the door saja, dia tidak ikut starting line buat dance Supermoon yang digantikan Jaehyun dan saat dance T.O.P juga Warrior Descendant tidak ada tanda-tanda Taeyong ikut serta, mungkin Taeyong sedang cedera, tapi saya jug atidak tahu saya harap tidak.

Typo : Taeyong cedera pinggang ya, bukan punggung, saya salah menulis. maaf.

.

.

Happy Reading

Chapter 9

.

.

Previous Chap :

"Jelaskan apa yang sebenarnya terjadi disini? apa yang terjadi dengan kalian bertiga, kau, Taeyong dan Yuta?" tanya Taeil tanpa basa-basi. Johnny menghembuskan nafas panjang dan mengangguk.

"Baiklah, akan aku jelaskan tapi jangan disini." Taeil mengangguk dan mereka pun bersama pergi ke ruang makan, tempat yang agak jauh dari kamar para rookies.

.

.

.

"Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa Taeyong menangis dan memohon agar kau kembali seperti dulu, menjadi hyung-nya dan menyerahkan Yuta padamu? Apa yang sebenarnya terjadi diantara kalian bertiga?" Tanya Taeil dengan tangan dilipat di dada.

"Yuta dan Taeyong pernah menjalin hubungan tapi berakhir. Sebenarnya kemarin Taeyong menunggu Yuta di Hotel World untuk mengajak Yuta kembali tapi Yuta tidak datang, Taeyong kehujanan dan dia sakit." Jawab Johnny.

"Lalu hubungannya denganmu?" Johnny menghela nafas, "Aku-aku…"

"Tunggu dulu, apa kalian terlibat cinta segitiga? Kau, Yuta, Taeyong?" Johnny tak menjawab tapi Taeil bisa menangkap jawaban Johnny. "Youngho (nama Korea Johnny), Kau menyukai Yuta yang jelas-jelas adalah kekasih Taeyong dan imbas dari hal itu kau menjauhi Taeyong karena Yuta menjalin hubungan dengannya? Begitu kah? apa kau melakukan sesuatu pada Yuta hingga dia tidak datang menemui Taeyong di Hotel World?

"Bukan begitu hyung, aku memang menyukai Yuta tapi aku tidak menghalangi Yuta untuk kembali ke Taeyong. Malam itu aku juga tidak tahu apa yang terjadi kenapa Yuta tidak datang menemui Taeyong, sungguh."

"Kenapa kau menjauhi Taeyong? Waeyo?"

"Aku tidak tahu hyung, aku-aku tidak menjauhinya. Aku hanya, aku tidak tahu. aku tidak suka melihat Yuta menangis setiap kali ia bertengkar dengan Taeyong. Taeyong tidak peka dengan keadaan Yuta."

"Itu alasan kau menjaga jarak dengan Taeyong? bukankah lebih baik jika kau menasehatinya, sebagai seorang kakak yang peduli pada adiknya. Pernahkah kau berpikir sejauh itu? Pikiran rasionalmu tertutup rasa cintamu yang besar pada Yuta hingga kau melupakan fakta bahwa Taeyong adalah dongsaeng-mu, dongsaeng kesayanganmu."

"Hyung aku minta maaf…"

"Youngho aku kecewa padamu, Taeyong bukan hanya dongsaeng kesayanganmu tapi kesayanganku juga. Dia butuh perhatian kita sebagai hyungnya, Kau tahu kan alasannya? Bahkan Jaehyun yang seharusnya jadi maknae kita, dia malah lebih dewasa dari Taeyong. Taeyong memiliki cara untuk membahagiakan Yuta. jika Yuta menangis karena bertengkar dengan Taeyong, itu karena dia tidak tahu Taeyong itu seperti apa? Siapa yang menyukai Yuta lebih dulu? Kau atau Taeyong atau Yuta duluan yang menyukai salah satu dari kalian?"ujar Taeil panjang lebar.

"Aku menyukai Yuta duluan. Jauh sebelum mereka bersama."

"Lalu kenapa mereka bisa bersama kalau kau yang memiliki rasa itu lebih dulu?"

"K-karena Yuta menyukai Taeyong sebelum aku sempat menyatakan perasaanku. Yuta lebih dulu bilang padaku kalau dia menyukai Taeyong dan akhirnya mereka bersama. aku hanya bisa menyimpan perasaan ini pada Yuta."

"Apa Taeyong juga menyukai Yuta?"

"Awalnya tidak tapi dia mencoba menjalin hubungan dengan Yuta dan hubungan mereka berjalan beberapa bulan tapi semenjak menjalin hubungan Yuta sering menangis karena Taeyong dan Taeyong hanya diam saja. dia tidak peka dengan keinginan Yuta, dia egois. Aku tidak suka Taeyong memperlakukan Yuta seperti itu hyung."

"Pernahkah kau jujur pada Taeyong tentang siapa orang yang kau sukai?" Johnny menggeleng pelan.

"Itu salahmu, kalau sejak awal kau jujur pada Taeyong, dia tidak akan menerima Yuta karena dia tahu bahwa hyung kesayangannya menyukai Yuta. Taeyong menerima Yuta karena dia tidak tahu bahwa kau menyukainya."

"Aku salah hyung. Maafkan aku. Aku kira Taeyong tahu kalau aku menyukai Yuta. Ku kira Taeyong mengerti perhatian yang selama ini aku berikan pada Yuta bukanlah sekedar perhatian hyung ke dongsaeng-nya tapi perhatian seorang namja yang menyukainya."

"Taeyong bukan Tuhan yang bisa menebak isi hatimu Youngho. Aku pun juga tidak akan tahu jika kau tidak memberitahukannya padaku."

"Lalu apa yang harus aku lakukan? Menyatukan mereka kembali, disaat Taeyong sudah menyerah dengan hubungannya atau membuat Yuta menyukaiku seperti keinginan Taeyong?"

"Mereka masih saling mencintai, kau tahu itu. Taeyong menyerah karena dia merasa Yuta lebih bahagia jika kau yang bersamanya dan agar kau kembali menjadi hyung-nya lagi. Ia lebih baik kehilangan Yuta daripada kehilanganmu, hyung yang sangat dia sayangi." Taeil bangkit dari kursinya dan pergi meninggalkan Johnny di meja makan.

Johnny mengusap wajahnya, ia merasa bersalah pada Taeyong dan juga merasa bertanggung jawab atas apa yang terjadi antara Yuta dan Taeyong. SIGH! Johnny menghela nafas, "Maafkan aku Tae, maafkan hyung yang sudah melukaimu." ucap Johnny pelan.

.

.

.

Keesokan paginya, Taeyong sudah bergabung bersama yang lain untuk makan pagi, ia sudah cukup sehat meskipun masih sedikit pusing. Dokter menyarankan agar Taeyong istirahat total selama 3 hari.

"Demam-mu sudah turun." Ucap Taeil saat menyentuh dahi Taeyong, ia mengambil tempat duduk disamping Taeyong

"Tentu hyung, aku juga sudah minum obat dan beristirahat seperti yang diperintahkan dokter. Johnny hyung juga menemaniku. Terima kasih Johnny hyung." Ucap Taeyong senang.

Johnny tersenyum, "Kau tidak boleh lupa minum obatmu. Harus sampai habis"

"Siap hyung."

"Hari ini jadwal kalian apa?" tanya Taeil kemudian.

"Aku,Yuta hyung dan Johnny hyung pergi ke Child Grand Park. Hari Ini kan hari anak. Kami dapat tiket kesana." Jawab Ten senang.

"Hanya kalian bertiga?"

"Karena yang lain ada jadwal hari ini, dan yang kosong hanya kami bertiga. Taeyong hyung juga ada jadwal, benarkan hyung?" tanya Ten, Taeyong mengangguk.

"Hansol kau ada jadwal apa hari ini?"Tanya Taeil pada Hansol.

"Aku ada latihan vocal, hyung." Jawab Hansol.

"Kalau kau Jae?" beralih ke Jaehyun.

"Aku ada kelas public speaking dengan Doyoung hyung. Kau sendiri bagaimana hyung?" tanya Jaehyun balik.

"Aku ada jadwal kelas bahasa." jawab Taeil.

"Oh.." Jaehyun hanya ber-oh ria.

"AKu juga hyung, hari ini aku ada kelas bahasa." Taeyong menimpali.

"Benarkah? aku juga baru lihat perubahan jadwalku tadi pagi tapi melihat keadaanmu Yongie, kau masih harus istirahat, jadi mungkin hanya aku sendiri yang berangkat."

"Aku sudah sehat hyung, jadi nanti bisa ikut kelas bahasa denganmu."

"Kita tunggu manager Noona, nanti dia yang akan memutuskan kau bisa masuk atau masih istirahat. kita tidak mau mengambil resiko kau semakin sakit jika tidak mau beristirahat.

"Baiklah.." Taeyong pun menurut. Tak berapa lama kemudian makanan datang, Doyoung dibantu Yuta menghidangkan masakan yang baru mereka buat untuk sarapan.

"Wow masakan hari ini enak. Sup daging kesukaanku." Ujar Ten senang.

"Khusus hari ini, Taeyong hyung hanya boleh makan bubur. Yuta hyung sudah membuatkan buburnya. Karena kau baru sembuh hyung jadi kau tidak boleh makan yang pedas, berminyak dan makan yang berat." Sela Doyoung. Yuta hanya tersenyum.

"Huft… kenapa hanya aku yang dibedakan, aku sudah sembuh." Balas Taeyong tak terima.

"Eh tidak boleh, bubur atau tidak sama sekali." Ancam Doyoung. Taeyong mempoutkan bibirnya sebal. "Aku tidak mau makan." Tolak Taeyong.

"Ya sudah silahkan, kalau nanti kau pingsan karena kelaparan jangan salahkan aku." Balas Doyoung.

"Hei sudah-sudah. Taeyong makan buburmu. Kau memang belum boleh makan yang berat-berat. Kau baru sembuh. Besok kalau kau sudah sembuh, hyung akan mentraktirmu apa saja yang kau mau." Taeil menengahi.

"Jinjja?" tanya Taeyong memastikan dengan mata berbinar. Taeil mengangguk. "Eum oke, tapi ada syaratnya hyung.."

"Apa?"

"Suapi aku." Jawab Taeyong manja. Jaehyun terkejut dengan permintaan Taeyong.

"Yak Tae hyung! kau ini, bisa-bisanya minta disuapi Taeil hyung. Manja sekali." Seru Jaehyun tak terima.

"Wae? kau ingin disuapi juga oleh Taeil hyung?" balas Taeyong.

"Kau kan sudah sembuh bisa makan sendiri, lagipula Taeil hyung juga harus sarapan. Dasar Manja. Yang maknae itu aku atau kau sih hyung?"

"Aku." Jawab Taeyong singkat.

"Kau lahir 2 tahun lebih tua dariku. Aku maknae disini." balas Jaehyun tak terima.

"Aku maknae-nya Taeil hyung. Wlekk (mehrong)."

"Hei sudah-sudah, kenapa kalian bertengkar. Iya hyung akan menyuapimu Yong-ie. Jaehyun apa kau mau disuapi juga?" Taeil menawarkan.

"Aku bukan anak kecil hyung, aku bisa makan sendiri."

"Itu tahu, kenapa protes aku minta disuapi Taeil hyung." Sela Taeyong.

"Yak..!"

"Hei sudah, Taeyong-Jaehyun jangan bertengkar. Ayo makan, jadwal kita padat. Youngho, jaga Yuta dan Ten. Jangan boros belanja, bawa air minum sendiri dari dorm."

"Siap hyung." Jawab Johnny.

"Jangan sore-sore pulangnya."

"Iya hyung." Tambah Ten. Dan mereka pun melanjutkan sarapannya. Taeil tak lupa menyuapi dongsaeng kesayangnnya Taeyong. Jaehyun memandang sebal Taeyong yang asyik disuapi Taeil, hingga tiba-tiba PUK! Sebuah sendok yang berisi nasi dan lauk menempel di bibir Jaehyun. Jaehyun pun terkejut, "Ayo buka mulutmu. Aa.." ternyata Doyoung yang menyodorkan sendok berisi nasi itu pada Jaehyun. Jaehyun terlihat kebingungan tapi akhirnya ia pun memakannya.

"Kau juga dongsaeng-ku. Jangan iri pada Taeyong, aku juga mau menyuapimu." Jaehyun tak bisa berkata apa-apa, pipinya merona merah. "Mau aku suapi lagi?" Jaehyun menggeleng, "A-aku bisa makan sendiri hyung." Jawabnya kemudian.

"Mau juga kan disuapi Doyoung." Celetuk Taeyong.

"Kau ini, ingin aku pukul ya hyung." Ancam Jaehyun.

"Pukul kalau bisa, nanti Eomma (Noona manager Rookies) akan memarahimu."

"ISh…!Dasar tukang adu."

"hei sudah, kalian ini."Johnny pun melerai mereka. "Taeyong, cepat habiskan buburmu, kasihan Taeil hyung belum sarapan."ujar Johnny.

"Aku tidak mau makan cepat-cepat, perutku sakit hyung." Keluh Taeyong.

"Tidak apa-apa, lagipula jadwalku masih 1 jam lagi, nanti biar aku cuci piringnya. Kalian tidak usah khawatir."

"Biar aku saja yang suapi hyung, aku sudah selesai sarapan." Ucap Yuta tiba-tiba.

"Heh?" Taeil sedikit bingung.

"Biar aku saja yang menyuapi Taeyong, aku sudah selesai kau makanlah hyung." Yuta menawarkan diri.

"Ti-tidak usah, aku bisa makan sendiri." Taeyong merebut mangkok bubur yang dipegang Taeil.

"Eh, benar kau mau makan sendiri?" Tanya Taeil memastikan. Taeyong mengangguk dan mulai memakan buburnya meskipun pelan. Yuta mendesah kecewa tapi dia tetap mencoba tersenyum. Johnny melihat Yuta yang begitu kecewa karena tidak bisa menyuapi Taeyong, ia hanya menghela nafas.

Taeil menepuk paha Yuta pelan dan tersenyum seolah berkata, 'Bersabarlah.' Yuta mengangguk pelan. Hanya beberapa sendok dan kemudian Taeyong berhenti, ia bangkit dari kursi makan. Taeil melihat bubur Taeyong tersisa banyak tapi Taeyong melenggang pergi begitu saja.

"Tae hyung, kau mau kemana?" tanya Ten Tapi Taeyong tak menjawab.

"Taeyong, kau mau kemana? Buburmu belum habis.. Taeyong..Taeyong.." Taeyong memegang perutnya dan masuk kamar mandi. "Apa yang terjadi padanya?" tanya Taeil bingung, begitu juga dengan yang lain. "Biar aku susul dia." saat Taeil akan berdiri tiba-tiba tangannya ditahan oleh Yuta.

"Biar aku saja hyung, kau lanjutkan makanmu. Disini yang sudah selesai kan aku, tidak apa-apa, Biar aku saja."

"Baiklah." Yuta pun berdiri dan mengikuti Taeyong.

.

Sampai di kamar mandi, ia mendengar suara seperti muntah, Yuta pun segera membuka pintu kamar mandi dan melihat Taeyong muntah di toilet. "Tae hyung." Yuta berlari menghampiri Taeyong dan menolongnya."Hyung kau tidak apa-apa?"Taeyong menggeleng, wajahnya pucat. Yuta membantu Taeyong berdiri dan membawanya keluar.

.

"Hyung.." ucap Ten saat melihat Yuta memapah Taeyong. Mereka semua melihat kearah Taeyong dan Yuta. "Hyung kau kenapa?" tanya Ten sedikit panik.

"Taeyong.." Taeil meninggalkan makannya dan berlari menghampiri Tae-Yu. "Apa yang terjadi padanya?"

"Molla, aku melihat Taeyong muntah tadi hyung. A-apa karena bubur buatanku?" ucap Yuta takut.

"Kau ini bicara apa? Taeyong kan memang sedang sakit. Dia belum sembuh benar." Bantah Taeil. "Youngho, tolong telepon manager Noona, Taeyong sakit. Kalian tetap melanjutkan jadwal kalian, aku akan menjaga Taeyong disini. Yuta, kau tetap pergi dengan Youngho dan Ten." Johnny mengangguk, ia segera mengambil ponselnya dan menelpon Manager Noona.

"Tapi hyung, bagaimana aku bisa pergi kalau Taeyong hyung sakit."

"Dia akan baik-baik saja." Taeil menenangkan Yuta. mereka berdua membawa Taeyong ke kamar dan membiarkannya istirahat sambil menunggu kedatangan Manager Noona.

.

.

30 menit kemudian Manager Noona datang membawa dokter. Dokter itu segera memeriksa Taeyong dan tidak terjadi sesuatu yang berbahaya pada Taeyong, dia tidak keracunan hanya memang kondisinya yang belum fit jadi setiap makanan yang masuk pasti akan dikeluarkan lagi. Jadi saat ini Taeyong harus istirahat total. Manager Noona tidak bisa menunggu Taeyong tapi dia mengikuti U10+Johnny ke Child Grand Park. Selain liburan mereka juga ada pekerjaan disana.

"Kalian pergilah, aku sudah bicara dengan manager Noona tadi, aku izin menunggu Taeyong hingga dia sembuh, kalian tetap pada Jadwal kalian."

"Kalau terjadi apa-apa dengan Taeyong hyung, kau harus memberitahu kami hyung." Pinta Doyoung. Taeil mengangguk.

"Yuta kau tenang saja, Taeyong hanya butuh istirahat besok atau lusa dia pasti sembuh. Kka, pergilah, Manager Noona sudah menunggu kalian."

"Jaga Taeyong hyung. Aku akan terus menghubungimu untuk mengetahui keadaan Taeyong." ucap Johnny.

"Ya, kalian tenang saja, aku akan menjaga Taeyong." meskipun dengan berat hati, akhirnya Yuta pun pegi bersama Ten dan Johnny ke Child Grand Park. Hansol-Doyoung dan Jaehyun pun juga berangkat ke SM Building dan tinggallah Taeil yang akan menjaga Taeyong sendiri.

"Oke, hal pertama yang harus aku lakukan, bersih-bersih dorm. Mumpung Taeyong sedang tidur." Taeil menyingsingkan lengan bajunya dan mulai membersihkan dorm.

.

.

.

At Child Grand Park

Yuta terlihat tak bersemangat seperti biasa tapi Ten segera mengalihkan perhatian Yuta agar tidak terlalu memikirkan Taeyong.

"Hyung, ayo kita main Merry-Go-Around. Aku ingin kesana." Ajak Ten.

"Kau main dengan Johnny hyung saja,aku akan melihat dari sini." Tolak Yuta.

"Ayolah, ikutlah main. Kau jangan khawatir, dokter bilang Taeyong hanya masuk angin, dia hanya perlu istirahat, besok atau lusa pasti sudah sembuh." Johnny menambahkan.

"Tapi hyung…"

"Iya hyung, ayo main, kita sudah jauh-jah kemari, sayang kan kalau semua dilewatkan. Bukannya aku tidak perhatian pada Taeyong tapi Taeyong akan baik-baik saja, nanti sebelum kita pulang, kita akan bawakan oleh-oleh untuknya. Bagaimana?"

"Ten benar, nanti sebelum kita pulang, kita akan membeli sesuatu untuk Taeyong dan yang lain. Kita bukan hanya liburan disini tapi kita juga ada pekerjaan. Ayolah, kesempatan tidak akan datang 2 kali."

Yuta mnghela nafas dan kemudian mengangguk, ia pun mengikuti kemauan Ten dan Johnny dengan ikut bermain dan melihat berbagai wahana disana.

.

.

At Dorm

"Hyung.. hyung…hyung!" panggil Taeyong saat ia sudah bangun. Kebetulan saat itu Taeil juga sudah menyelesaikan pekerjaannya membersihkan rumah.

CKLEK! Pintu kamar Taeyong terbuka. "Hei kau sudah bangun? Ada apa?" tanya Taeil masuk kedalam.

"Haus, perutku juga sakit. Uughh!" Keluh Taeyong. Taeil menghampiri Taeyong dan mengambilkan obat untuknya.

"Minum obatmu, tadi kau keburu tidur sebelum minum obat." Taeyong pun meminum obatnya.

"Yang lain sudah berangkat?" tanya Taeyong kemudian merebahkan dirinya kembali ke bed.

"Sudah, aku meminta Noona untuk mengizinkan ku tidak masuk latihan menjagamu selama kau sakit." Taeil membenahi selimut Taeyong yang melorot.

"Lalu aku?"

"Kau boleh masuk kalau kau sudah sembuh benar."

"Ten pergi ke Child Grand Park. Huft aku ingin kesana."

"Salah sendiri kau sakit." Taeil menyentil dahi Taeyong

"Aduh Hyung… aku sedang sakit kenapa kau malah memarahiku?" tanya Taeyong sebal ia mengusap dahinya yang disentil Taeil.

"Aku tidak memarahimu, memangnya siapa yang marah. Lain kali kau harus menjaga kesehatanmu, jangan gampang sakit. Kenapa kau rela menunggunya selama berjam-jam sambil hujan-hujanan? Bukankah itu artinya kau masih mencintainya?"

"Hyung…" Taeyong terlihat bingung mendengar pertanyaan Taeil.

"Aku sudah tahu semua, mengenai hubunganmu dengan Yuta dan Youngho. Ini pasti hanya salah paham sehingga semua terlihat rumit. Kalian sebaiknya duduk bertiga dan bicara tentang masalah kalian."

"Masalah kami sudah selesai hyung."

"Belum selesai, semua orang terluka disini, kau, Yuta dan Youngho. Kau masih mencintainya tapi kau takut kehilangan Youngho sebagai hyungmu kan? jadi kau mengorbankan perasaanmu demi persaudaraanmu dengan Youngho."

"Johnny hyung pantas untuk Yuta, aku seharusnya sadar dari dulu kalau aku tidak pantas untuk Yuta, aku selalu membuatnya menangis tapi sebaliknya Johnny hyung begitu menyayangi Yuta dan menjaganya."

"Taeyong bukan begitu caranya untuk membahagiakan Yuta, Yuta belum tentu bisa bahagia seperti saat bersamamu, dia menganggap Youngho adalah hyung-nya sedangkan kau adalah orang yang dia cintai. Apa kau kira Yuta akan bahagia dengan Youngho kalau kau memaksakan hal itu terjadi? tentu saja tidak, dia akan semakin menderita. Yuta masih sangat mencintaimu Taeyong. luruskan kesalahpahaman kalian dan hyung yakin semua akan baik-baik saja. Biarkan dia lebih mengenalmu dan kau, usahakan dirimu sedikit lebih peka pada Yuta. Hyung tau bagaimana sifatmu, meskipun kau terlihat dingin tapi sebenarnya kau adalah orang yang peduli pada semua member terlebih pada orang yang kau sayangi seperti Yuta. "

"Lalu Johnny hyung?"

"Dia akan mengerti nanti." Jawab Taeil sambil tersenyum. "Hyung percaya padamu, kau bisa membahagiakan Yuta." Taeyong mengangguk mengerti. Ia akan meluruskan kesalahpahamannya dengan Yuta, sejujurnya ia masih sangat meyayangi Yuta tapi entah kenapa hati dan bibirnya tidak sejalan. Mulai hari ini ia akan membuang ego-nya.

.

.

AT Child Grand Park

PING! Sebuah pesan masuk ke ponsel Johnny. Johnny pun segera membukanya dan membaca isinya.

From:Taeil Hyung

Aku sudah bicara dengan Taeyong, dia masih mencintai Yuta hanya saja dia tidak mau kehilanganmu sebagai hyungnya. Taeyong juga sangat menyayangimu Youngho. Segera selesaikan masalah kalian.

Johnny menghela nafas, ia melihat Yuta yang sedang tersenyum tulus dan lepas saat membagikan balon pada anak-anak di Child Grand Park. Ia memang mencintai Yuta tapi jika nanti mereka bersama apakah Yuta akan tersenyum seperti itu?

.

Setelah membagikan balon, Johnny mengajak Yuta naik Komedi Putar berdua saja. Ten mengerti isyarat yang diberikan Johnny sebelumnya jadi dia mengalah dan pergi dengan manager Noona.

Beberapa saat kemudian mereka sampai di puncak tertinggi dan wahana itu berhenti sejenak untuk melihat sunset. "Indah sekali hyung." Yuta mengambil ponselnya dan memfoto pemandangan itu. "Kita beruntung mendapatkan pemandangan matahari terbenam dari sini hyung."Senyum tak lepas dari wajah Yuta.

"Kau suka?"

"Sangat hyung, aku sangat menyukainya."

"Maafkan aku." ucap Johnny tiba-tiba. Yuta berbalik dan melihat Johnny.

"Ada apa hyung?" tanya Yuta bingung.

"Harusnya aku mengatakan hal ini sejak dulu."

"Hah?"

"Aku menyukaimu Yuta. aku menyukaimu sebelum kau bersama Taeyong." Yuta sedikit terkejut dengan pernyataan cinta dari Johnny secara tiba-tiba.

"Hyung.."

"Tapi sumber kebahagiaanmu itu bukan aku tapi Taeyong."

"Hyung aku minta maaf. Kau begitu baik padaku tapi aku tidak bisa membalas semua yang kau berikan padaku. Maafkan aku." mata Yuta mulai berkaca-kaca.

Johnny menggeleng, "Kau tidak salah, tidak salah sama sekali. Aku lah yang salah dalam hal ini. Kalau saja, aku jujur pada Taeyong dan dirimu lebih awal, mungkin kisahnya akan berbeda. Aku juga merasa bersalah pada Taeyong karena menjauhinya. Sungguh Taeyong tak pantas mendapatkan perlakuan itu dariku"

"Johnny Hyung…"Airmata Yuta mulai menetes namun dengan cepat Johnny menghapusnya.

"Jangan menangis, jangan menangis lagi. aku benci melihatmu menangis."Yuta mengangguk."May i kiss you?" tanya Johnny,"For the first and the last with you. Aku janji, setelah ini aku akan melupakan rasaku ini padamu dan menjadi hyung yang baik untukmu dan Taeyong." Sekali lagi Yuta mengangguk meskipun pelan. Johnny tersenyum, ia mendekatkan wajahnya ke wajah Yuta dan ia pun mencium Yuta di bibirnya.

Ciuman lembut tanpa nafsu tapi akan selalu teringat di hati keduanya. "Eungghh..." terdengar sedikit suara lenguhan dari mereka, beberapa saat kemudian, mereka melepas ciumannya. Johnny mengusap bibir Yuta yang sedikit basah dan tersenyum, "Terima kasih." kemudian ia memeluknya erat. Mungkin ini saatnya ia harus melepas Yuta untuk Taeyong, dia akan membantu Yuta kembali pada Taeyong.

.

.

TBC

HEI I'M BACK!

Maaf ceritanya semakin gaje, muter2, membingungkan dan semakin tidak masuk akal, ya namanya juga ff, jika berkenan silahkan baca kalau tidak silahkan di X. beberapa minggu ini blank ide, gak ada mood n apalah sulit dijelaskan. penyakit malasnya kumat saudara-saudara,maaf kalau sangat jelek. Author sudah berusaha sekeras mungkin. #deepbow. maaf typo bertebaran. terima kasih mau membaca ff-ku. tolong jangan bash saya. terima kasih

tinggal beberapa chap lagi selesai, sekali terima kasih atas perhatiannya.