The Rookies

Genre [drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]

Main cast :

Lee Taeyong SMRookies

Nakamoto Yuta SMRookies

Johnny Suh SMRookies

Jung Jaehyun SMRookies

Ji Hansol SMRookies

Ten - Chittapon Leechaiyapornkul SMRookies

Moon Taeil SMRookies

And other character..

Rating : T

Length : Chaptered

Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.

Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow

I'm Taeyong-Yuta Shipper

Terinspirasi dari para Rookies yang kemarin ikut SMTown di Taiwan, melihat Taeyong-Ten pasangan Tom&Jerry dan Yuta yang sepertinya tidak mengacuhkan Taeyong, mereka dengan dunianya masing-masing, juga saat Taeyong yang hanya perform satu lagu Open the door saja, dia tidak ikut starting line buat dance Supermoon yang digantikan Jaehyun dan saat dance T.O.P juga Warrior Descendant tidak ada tanda-tanda Taeyong ikut serta, mungkin Taeyong sedang cedera, tapi saya jug atidak tahu saya harap tidak.

Typo : Taeyong cedera pinggang ya, bukan punggung, saya salah menulis. maaf.

.

.

Happy Reading

Chapter 10

.

.

"Hyung…! Hyung…!" panggil Taeyong yang sedang menonton TV sambil tiduran, namun tidak ada jawaban. "Hyung…!" panggil Taeyong sekali lagi dan sedikit dengan nada tinggi.

Akhirnya dengan tergopoh-gopoh Taeil menghampiri Taeyong sambil memakai celemek dan sarung tangan, ternyata Taeil sedang mencuci piring, "Ada apa? Hyung sedang mencuci piring."

"Aku lapar." Rengek Taeyong manja. "Aku juga belum minum obat."

"Ya ampun, hyung lupa." Taeil menepuk jidatnya, "Ini sudah waktunya makan siang. Hyung baru masak nasi tapi belum masak sup-nya. Heum bagaimana ini?" Taeil terlihat kebingungan.

"Aku ingin sup sarang wallet." Celetuk Taeyong.

"MWO! Kau gila, sup sarang wallet mahal. Hyung tidak punya uang Taeyong." seru Taeil sambil berkacak pinggang. "Meskipun hyung punya uang restaurant-nya jauh. Hyung capek."

"Pakai uangku saja, tadi kakek baru saja mengirim uang." Ucap Taeyong dengan menunjukkan senyum lima jarinya.

"Hah dasar manja, baiklah terserah kau saja."

"Aku pesan lewat telepon ya hyung, nanti mereka akan mengantarnya."

"Ya sudah, Kau telepon sana, nanti kalau sudah datang, kau panggil hyung ya. Hyung mau menyelesaikan pekerjaan hyung dulu."

"Ne hyung." Taeil meninggalkan Taeyong untuk meyelesaikan pekerjaannya yang tertunda tadi. Sedangkan Taeyong ia mengambil ponselnya dan menelpon restaurant langganannya.

15 menit kemudian, terdengar suara bel. "Hyung..Taeil Hyung.. sup-nya sudah datang." panggil Taeyong. Taeil yang kebetulan sedang menyiapkan nasi untuk Taeyong segera keluar setelah mendengar bunyi bel. Dan benar yang datang adalah pengantar makanan dari restaurant langganan Taeyong. "Terima kasih." Ucap Taeil setelah menerima makanan itu dan ia pun masuk ke dalam.

"Hyung siapkan dulu. Setelah itu minum obatmu." Ucap Taeil pada Taeyong dan ia pun hanya mengangguk lucu. Beberapa saat kemudian,Taeil datang membawa nampan yang berisi makanan dan menghidangkannya di meja. "Makan sendiri atau hyung suapi?"

"Suapi." Jawab Taeyong langsung. Taeil hanya mendengus. "Wae? hyung tidak mau menyuapiku? Nanti kalau aku tidak makan, aku sakit lagi. Sakitku bisa tambah parah lalu aku masuk rumah sakit dan eummpphh.." Taeil menutup mulut Taeyong dengan tangannya.

"Jangan berlebihan, hyung akan menyuapimu dan kau harus habiskan setelah itu kau minum obat. Mengerti?"Taeyong mengangguk. "Oke. Jangan bicara dan makan. Mengerti?" lagi-lagi Taeyong mengangguk. "Good boy." Taeil pun melepas tangannya dari mulut Taeyong dan mulai menyuapi Taeyong. Taeyong mempoutkan bibirnya lucu. Taeil berusaha menahan tawa melihat Taeyong ngambek padanya.

"Kalau kau makan sambil mempoutkan bibirmu seperti itu, makananmu tidak habis-habis. Kau harus cepat minum obat dan istirahat."

"Andwae…" tolak Taeyong.

"Kenapa?"

"Hyung tidak sayang lagi padaku, hyung marah-marah lagi padaku?" keluh Taeyong.

"Hyung tidak marah padamu. Hyung sayang padamu. Kau itu dongsaeng kesayanganku. Tapi ada kalanya hyung tidak bisa selalu ada untukmu Taeyong, kadang kau harus melakukan semuanya sendiri."

"Maafkan aku hyung. Aku kesepian hyung sejak kau pergi. Johnny hyung menjauhiku beberapa waktu ini. Ya tidak secara terang-terangan tapi aku bisa merasakan hal itu. Aku kehilangan Johnny hyung karena hubunganku dengan Yuta. aku harap setelah kau melepaskan Yuta, dia akan bersama Yuta dan kembali menjadi hyungku."

"Kau tidak perlu minta maaf. Tidak ada yang salah. Sudah jangan bersedih lagi. Sekarang habiskan makanmu, kau harus minum obat agar cepat sembuh. Ne? Hyung ada disini. Johnny hyung akan kembali padamu, dia akan menjadi hyungmu lagi. Hyung yang sangat menyayangimu seperti aku. Mengerti?" Taeyong mengangguk dan melanjutkan lagi makannya.

.

.

.

Sore hari menjelang malam Yuta, Ten dan Johnny pulang dari Child Grand Park. Mereka juga membawa beberapa oleh-oleh untuk para member. "Kami pulang…!" sapa Ten saat masuk ke dorm.

"Selamat datang." balas Taeil sambil membawa makan malam ke ruang makan.

"Yang lain belum pulang hyung?" tanya Yuta.

"Mungkin sebentar lagi. Bagaimana liburan kalian?"

"Seru sekali hyung, besok kalau kita libur, kita kesana ya. Kita ajak yang lain." Ujar Ten sambil menggelayut di lengan Taeil.

"Iya." jawab Taeil tenang.

"Taeyong dimana hyung? Apa dia masih sakit?" tanya Johnny.

"Oh dia masih tidur setelah minum obat tadi siang. Sebentar lagi akan aku bangunkan untuk makan malam."

"Jangan hyung, biarkan saja dia istirahat. Dia kan masih sakit. Nanti biar dia bangun dengan sendirinya, kalau dia ingin makan, aku akan siapkan untuknya." Saran Johnny.

"Ya sudah kalau begitu, kalian bersihkan diri dulu setelah itu kita tunggu yang lain dan makan malam." Mereka bertiga mengangguk dan kembali ke kamar masing-masing.

Johnny memasuki kamar yang dia tempati dengan Taeyong. Pelan-pelan ia membuka pintu dan melihat Taeyong tidur dengan pulasnya. Johnny mendekati bed Taeyong dan duduk disebelahnya.

"Hai Yongie, hyung pulang? Apa kau sudah baikkan? Maafkan hyung ya tidak bisa menjagamu. Tapi hyung janji besok hyung akan merawatmu sampai kau sembuh" Ucap Johnny pelan sambil tersenyum, ia mengusap rambut Taeyong dan kemudian beranjak untuk mandi.

.

.

Sekitar 30 menit dari kedatangan YuTen-Johnny, Hansol, Doyoung dan Jaehyun pun pulang. Taeil menyuruh mereka untuk membersihkan diri sebelum makan malam.

Taeil, Yuta, Ten dan Johnny yang lebih dulu selesai kemudian berkumpul di meja makan sambil menunggu Hansol, Doyoung dan Jaehyun. "Tae hyung masih belum bangun hyung?" tanya Ten sambil celingukan mencari Taeyong.

"Dia masih tidur. Lebih baik dia perbanyak istirahat-nya agar cepat sembuh." jawab Johnny.

"Hyung tadi aku lihat ada sup sarang wallet di dapur, apa kau memasaknya?" tanya Yuta penasaran.

"Itu milik Taeyong, dia membelinya tadi. Katanya dia tidak mau makan kalau bukan sup sarang wallet."

"Delivery order? Bukankah itu mahal sekali." Tanya Johnny bingung.

"Dia bilang kakeknya baru saja mengirim uang."

"Apa dia mengatakan pada kakeknya kalau dia sakit?"

"Aku tidak tahu, dia tidak bilang padaku."

"Sepertinya tidak, kalau sampai kakeknya tahu, mungkin Taeyong akan langsung dibawa ke rumah sakit dan mungkin tidak akan boleh kembali kemari." Sela Ten. Taeil manggut-manggut mendengar penjelasan Ten.

Tak berapa lama kemudian Hansol,Doyoung dan Jaehyun ikut bergabung dengan mereka. "Taeyong belum sembuh?" tanya Hansol.

"Dia masih istirahat. Nanti aku akan sisakan makan malam untuknya." Jawab Taeil. Hansol hanya ber-oh ria. Dan mereka pun mulai makan malam.

Di tengah-tengah makan, "HYung.. Taeil hyung…" panggil Taeyong.

Taeil yang saat itu baru saja akan makan, menghentikan makannya sejenak, "Iya sebentar." Jawab Taeil. "Kalian lanjutkan makannya." Taeil pun meninggalkan piringnya dan pergi ke kamar Taeyong.

CKLEK! Taeil membuka pintu kamar Taeyong dan melihat Taeyong menguap sambil mengusap matanya yang belum sepenuhnya terbuka."Kau sudah bangun?"

"Heum.. yang lain sudah pulang hyung?"

"Sudah, mereka diluar sedang makan malam. Apa kau mau ikut juga?" Taeyong mengangguk. "Baiklah, ayo hyung bantu kau jalan." Taeil membantu Taeyong berjalan dan memapahnya ke meja makan. "Tunggu sebentar, hyung siapkan makan malam-mu dulu." Taeil kemudian pergi ke dapur.

"Hyung apa keadaanmu sudah lebih baik?" tanya Ten. "Kulihat wajahmu masih pucat."

"Aku masih sedikit pusing dan perutku sakit tapi lebih baik daripada tadi pagi dan kemarin."

"Kenapa kau kemari? Seharusnya kau dikamar saja. nanti hyung bawakan makan malam." Tambah Johnny.

"Tidak apa-apa hyung, aku memang ingin makan disini." Taeil pun datang sambil membawa obat dan makan malam-nya Taeyong. "Terima kasih hyung."

"Ne, sekarang kau harus makan setelah itu minum obat. Kau mau makan sendiri atau aku suapi?"

"Suapi hyung."

"Baiklah, hyung akan…" / "Biar aku saja hyung." Sela Yuta. "Biar aku saja. kau sama sekali belum menyentuh makan malam-mu, aku juga sudah selesai. Kali ini Tae hyung tidak boleh menolak untuk aku suapi."

"Ah, baiklah, kau mau kan disuapi Yuta?" tanya Taeil. Taeyong mengangguk pelan. "Oke, silahkan." Taeil pun kembali ke tempat duduknya untuk melanjutkan makannya dan Yuta mengambil makanan Taeyong kemudian menyuapinya. Taeyong tak menolak. Johnny tersenyum melihat Taeyong dan Yuta sudah kembali akur.

Yuta melihat ada sisa makanan menempel di bibir Taeyong, saat ia akan mengambil tissue, Doyong lebih dulu menyodorkannya. Ia juga tersenyum melihat Yuta begitu bahagia. Yuta membalas senyum Doyoung dan mengambil tissue itu. Ia pun membersihkan bibir Taeyong pelan-pelan.

Jantung Taeyong berdegup kencang, wajahnya juga memerah. Bagaimana tidak? Ia melihat Yuta dengan jarak yang sangat dekat. Begitu juga dengan Yuta, jantungnya berdegub kencang saat mengusap bibir Taeyong.

Tiba-tiba, "Tae Hyung wajahmu memerah." Celetuk Jaehyun.

"Uhukk.." Hansol menyemburkan minumnya karena kaget. "Hyung.." Seru Doyoung. Taeil-Ten dan Johnny menghentikan makannya.

Taeyong yang juga kaget segera merebut tissue Yuta dan membersihkannya sendiri. Yuta hanya terdiam melihat tingkah Taeyong yang buru-buru mengambil tissue yang dia pegang kemudian Taeyong meminum obatnya.

"Aku-aku ke kamar dulu hyung." Ia pun pamit dan kembali ke kamar meskipun dengan langkah agak terseok-seok karena masih lemas.

"Ta-Taeyong.." panggil Yuta.

"Kalian kenapa?" tanya Taeil bingung.

"Taeyong kau mau kemana?" tanya Johnny namun Taeyong tak menjawab.

"Loh, ada apa sih?" Tanya Ten penasaran. Ia melihat Doyoung menepuk punggung Hansol yang sedang terbatuk, Yuta yang mendadak cengo saat Taeyong tiba-tiba meninggalkannya. "Jae, ada apa?"

"Wajah Taeyong hyung memerah saat Yuta hyung membersihkan bibirnya." Jawab Jaehyun polos.

"Benarkah?" tanya Ten tidak percaya.

"Tanya saja Yuta hyung." Ten kemudian beralih ke Yuta. "Benarkah itu hyung?"

"Aku-aku tidak tahu. Aku tidak sadar."

"Kau tidak tahu? ah aku jadi bingung." Ten menggaruk kepalanya bingung.

"Sudahlah, sekarang lanjutkan makannya, nanti aku akan melihat Taeyong." Taeil menyuruh Ten untuk melanjutkan makannya begitu juga dengan yang lain.

.

Taeyong membungkus dirinya dengan selimut, setelah kejadian tadi ia memutuskan untuk kembali ke kamar. "Apa yang terjadi denganku? Kenapa jantungku berdegub kencang? Yuta.. ah tidak-tidak Yuta milik Johnny hyung. Lupakan Taeyong, lupakan." Gumam Taeyong, ia menggeleng-gelengkan kepalanya. "Lebih baik aku tidur." Taeyong pun memejamkan matanya erat-erat hingga, "Hayooo.. sedang apa kau dibalik selimut? Memikirkan hal jorok ya?" sapa seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah Johnny, ia menimpa tubuh Taeyong. Taeyong membuka selimutnya dan melihat Johnny.

"Hyung, sedang apa kau disini? berat hyung." Johnny pun tersenyum dan kemudian menyingkir.

"Apa yang sedang kau lakukan dibawah selimut? Kau tidak kedinginan kan? suhu kamar kita hangat. pasti Memikirkan hal jorok? " Goda Johnny.

"Hyung ini bicara apa? Aku tidak memikirkan apa-apa. Kau mau tidur hyung? Ini kan masih sore."

Johnny menggeleng, "Hyung tidak ingin tidur, hyung ingin melihat dongsaeng hyung yang sedang sakit ini. Hyung ingin menunggu-nya dan merawatnya hingga dia sembuh."

"Kepalamu habis terbentur batu ya hyung? Sudahlah, aku baik-baik saja hyung. Terima kasih tawarannya. Lebih baik aku tidur, kau tidak perlu menungguku."

"Apa kau marah padaku?"

"Marah? Marah kenapa? aku mengantuk hyung, obat yang kuminum tadi reaksinya sudah terasa sekarang."

"Ya sudah, hyung akan menunggumu sampai kau tidur."

"Terserah kau saja hyung." Taeyong seperti enggan berdebat lagi. Ia sudah mengantuk karena efek dari obat yang dia minum. 10 menit kemudian Taeyong pun tertidur. Johnny mengusap kepala Taeyong dengan sayang.

"Seo Youngho Hyung kesayangan Lee Taeyong sudah kembali rupanya." ucap Taeil tiba-tiba. Taeil berdiri di depan pintu sambil menyilangkan kedua tangannya di depan dada.

"AKu melakukan apa yang seorang hyung harus lakukan pada dongsaeng kesayangan-nya yang sedang sakit."

"Kau sudah merelakan-nya?"

"Ya, aku sudah melepaskan-nya dan kau tahu hyung, rasanya seperti aku baru saja melepas beban ribuan ton di pundak-ku."

"Kau akan mendapatkan yang lebih baik dari dia."

"Seperti dirimu hyung.."gumam Johnny.

"Apa kau bilang?" tanya Taeil tidak perlalu mendengar.

"Tidak,tidak apa-apa. Bisa kita bicara di luar, ada sesuatu yang harus ku bicarakan denganmu."

"Baiklah.." dan mereka berdua pun keluar dari kamar meninggalkan Taeyong yang sedang tertidur.

.

.

.

Pagi harinya saat bangun dari tidur, Taeyong merasa ada yang menimpa perutnya. Ia membuka penuh matanya dan melihat Yuta tidur disampingnya.

"Yu-Yuta." Yuta pun terusik dan kemudian ikut bangun.

"Kau sudah bangun hyung."

"Sejak kapan kau tidur disini?"

"Tadi malam, aku meminta izin Johnny hyung untuk menemanimu dan aku juga sudah bicara dengan Taeil hyung tentang kita."

"Wae? bagaimana bisa? Aku-aku tidak mau Johnny hyung menjauhiku lagi, aku…" / "Kami sudah bicara." Sela Yuta. / "Mwo? A-a-apa maksudmu bicara dengannya?"

"Kami sudah menyelesaikan urusan kami. Aku dan dia tidak ada hubungan apapun, kecuali hyung dan dongsaeng, selamanya akan seperti itu."

"Tapi, dia menyukaimu. Johnny hyung sudah lama menyukaimu."

"Tapi aku menyukaimu Taeyong bukan Johnny hyung. Aku tahu hal itu dan kami sudah bicara. Tidak akan ada hubungan romantis yang terjalin diantara kami. Hanya ada Hyung dan Dongsaeng." Yuta mencopot gelang couple-nya dan dia ulurkan pada Taeyong. "Apa kau juga merasakan hal yang sama sepertiku? Apa kau masih mencintaiku? Jika kau masih mencintaiku, ambil satu gelang ini,tapi kalau kau sudah tidak mencintaiku ambil keduanya dan kau bisa membuangnya." Taeyong menatap Yuta dan gelang itu bergantian. "Percayalah, Johnny hyung sudah merelakan hubungan kita." Taeyong menghela nafas panjang dan kemudian mengambil satu gelang bertuliskan nama Yuta sambil tersenyum.

"AKu tidak pernah berhenti mencintaimu." Ia pun memakai gelang itu. "Mulai sekarang Yuta adalah milik Taeyong, begitu juga Taeyong adalah milik Yuta." ucap Taeyong mantap. Yuta menangis haru dan memeluk Taeyong erat. Taeyong pun membalas pelukannya.

"Terima kasih. Maafkan aku tidak percaya padamu." Yuta meminta maaf pada Taeyong.

"Kau tidak salah, aku yang salah tidak menjelaskannya padamu."Yuta melepas pelukannya dan mencium bibir Taeyong sekilas kemudian menenggelamkan kepalanya di ceruk leher Taeyong. Taeyong mengusap kepala Yuta dengan sayang. Dan akhirnya mereka kembali bersama lagi.

Johnny lagi-lagi hanya bisa tersenyum saat melihat mereka celah pintu. Dia merasa inilah yang terbaik untuk dirinya, Taeyong dan Yuta.

PUK! Sebuah tepukan di bahu membuyarkannya. "Apa kau bahagia melihat mereka?" tanya Taeil.

"Kebahagiaan mereka adalah kebahagiaanku juga." Jawab Johnny. Taeil mengangguk dan menepuk pelan bahu Johnny untuk menguatkannya.

.

.

.

Beberapa hari kemudian Taeyong telah benar-benar sembuh dari sakitnya dan ia sudah kembali beraktifitas bersama yang lain.

Hari sabtu adalah hari yang sangat dinantikan oleh para Rookies karena mereka libur dari latihan. Sabtu ini Johnny,Yuta, Taeyong, Doyoung, Jaehyun dan Hansol berencana untuk keluar ke taman di dekat sungai Han. Hari itu Ten dan Taeil tidak ikut karena ada urusan.

Mereka menghabiskan malam itu dengan bersenang-senang layaknya remaja kebanyakan. Johnny terlihat membawa skate board (dari foto), mereka mungkin juga membawa sepeda tapi tidak terlihat.

Hansol dan Doyoung selfie dengan background sungai dan beton tiang jembatan. Doyoung berpose manis dan Hansol dengan gaya V-pose. (Couple saingan U10Sol, couple Han-Young)

Kemudian menyusul Taeyong,Doyoung dan Jaehyun. Tae-Do melakukan V-pose sedangkan Jaehyun pose kalem. (Soulmate Couple Jae-Do).

Berikutnya adalah Yuta, Taeyong dan Hansol. Pasangan yang baru saja balikan ini, ber-pose cukup 'mesra' dan 'sweet', Taeyong duduk di atas pagar dengan dagu menempel di kepala Yuta dan tangan kanan-nya di pundak Yuta, bertautan dengan tangan Yuta, sedang tangan kirinya di pundak Hansol. Lagi-lagi Hansol melakukan V-pose, gaya andalannya. (Foto yang sangat-sangat romantis.) Hati keduanya begitu bahagia.

Yang terakhir Groupie, dengan Hansol yang memegang kamera. Tak lupa gaya andalannya V-pose, disampingnya ada Taeyong dengan wajah ice prince-nya dan Jaehyun dengan senyum kalemnya. Dibelakang Taeyong, Yuta menempel di kepala Taeyong dengan posisi mendongak dan mempoutkan bibirnya, (faktor tinggi badan yang membuatnya harus seperti itu) lalu dibelakang Yuta, ada Doyoung dengan gaya V-pose juga seperti namjachingu-nya dan Johnny dengan membawa skate board diatas kepalanya.

Mereka benar-benar memanfaatkan libur mereka. Bahkan ada Fans yang mengenali mereka dan mengungkapkan di medsos kalau mereka sangat tampan meskipun tanpa make-up.

Yuta bersepeda dengan Taeyong mengelilingi taman. Mereka membuat quality time untuk keduanya meskipun hanya bersepeda dan dimanfaatkan sebaik-baiknya dengan waktu yang tidak begitu banyak. Yuta sangat bahagia dengan hal seperti itu, ia baru mengerti, menjalin hubungan dengan Taeyong tidaklah rumit, hal sesederhana seperti ini saja membuat kesan yang begitu mendalam bagi dirinya dan hal itu pula yang membuatnya semakin mencintai Taeyong.

.

.

"Besok ada jadwal untuk kita. Jam 9 berkumpul di Gedung SM." Ucap Ten pada Tae-Yu-Han-Jae-John-Young saat mereka istirahat setelah pulang dari taman.

"Jadwal? Bukankah besok hari minggu?" tanya Doyoung bingung.

"Aku tidak tahu, Manager Noona tadi menyampaikan infonya saat aku di GEdung SM."

"Oke kalau begitu, sekarang kita istirahat saja. Eum dimana Taeil hyung?" tanya Johnny.

"Dia sedang keluar, aku tidak tahu kemana."

"Oh, baiklah kalau begitu. Ayo semua kita istirahat, besok ada jadwal jadi kita kita boleh terlambat." Perintah Johnny.

"Siap hyung." Jawab mereka kompak meskipun dengan tidak terlalu bersemangat mungkin karena factor lelah. Taeyong lebih dulu mengantar Yuta ke kamar sebelum dia kembali ke kamarnya sendiri.

.

.

Tengah malam Johnny terbangun, ia merasa kehausan dan kebetulan air minum yang dia sediakan di kamar habis. Terpaksa dia harus mengambil ke dapur. Dengan keadaan setengah sadar atau masih mengantuk berat, ia berjalan ke dapur, namun langkahnya terhenti saat ia melihat seseorang terisak sambil menelungkupkan kepalanya di kedua tangan yang tertumpu di meja. Johnny mengusap kedua matanya dan berusaha 'sadar' dari kantuknya.

"Hyung.." panggil Johnny. Namja itu pun menegakkan kepalanya dan kemudian mengusap airmatanya, meskipun terlambat ia berusaha untuk menghapusnya.

"Young-Youngho, a-apa yang kau lakukan disini?" tanya Taeil sedikit terbata, matanya masih memerah namun ia sudah tidak menangis lagi.

"Kau kenapa? kenapa menangis?" Johnny menghampiri Taeil.

"Si-siapa yang menangis? Tidak, aku tidak menangis, hanya saja mataku kemasukan debu." Jawab Taeil bohong namun Johnny tak bisa dibohongi begitu saja.

"Jangan bohong, aku sudah melihat dan mendengar tangisanmu dari tadi, ada apa? Katakan padaku." Taeil tak menjawab, ia hanya menatap wajah Johnny cukup lama dengan mata berkaca-kaca dan kemudian ia kembali menangis dengan kepala tertunduk. "Hyung, kau kenapa?" Johnny berlutut di hadapan Taeil, Taeil menggeleng, ia kembali mengusap airmatanya. "Wae? Waeyo?"

"Yongju.."

"Yongju hyung? Ada apa dengannya?"

"Kami.."

"Kami apa? Ada apa dengan kalian?"

"Kami bertengkar hebat dan hubungan kami berakhir. Aku berusaha mengalah tapi dia, dia tidak mau mengerti, aku berusaha mempertahankan hubungan kami tapi dia bersikeras untuk mengakhiri hubungan kami. Aku-aku.."

"Hyung..." Johnny memeluk Taeil dan berusaha menenangkannya.

"Aku mencoba menjelaskan kenapa kemarin aku tidak bisa menemuinya, kau tahu kan saat itu aku merawat Taeyong yang sakit. Tapi dia tidak mau mengerti. Dia berubah sejak dia meninggakan kita."

"Coba hyung hubungi dia lagi besok jika keadaannya sudah tenang,mungkin dia mau mengerti."

"Ne, aku akan menghubunginya lagi besok." Johnny pun melepaskan pelukannya dan Taeil pun terlihat tidak menangis lagi. Tak lama kemudian mereka mendengar suara orang berjalan kearah dapur. "Hoamm, aku haus.. kenapa air minumku habis? Tadi aku mengisinya penuh.." keluh Ten. Mereka terlihat bingung. Apalagi mata Taeil masih memerah.

"Ten, Ten kemari. Dia tidak boleh melihatku menangis, tidak boleh." Johnny malah ikut kebingungan, kemudian ia melihat tempat yang aman untuk bersembunyi.

"Ayo ikut hyung." Johnny menarik Taeil dan membawanya bersembunyi. Meskipun agak sempit tapi muat untuk berdua. Johnny memeluk Taeil agar lebih pas.

"Aigoo,.. jangan-jangan Yuta hyung yang menghabiskannya. Ish dasar hyung nakal." Ten membuka kulkas dan mengambil air putih. Saat dia sedang minum tiba-tiba ia mendengar suara. DUK! Ten menghentikan minumnya dan mencari kearah suara. TErnyata kaki Johnny tak sengaja menabrak sesuatu hingga sedikit menimbulkan suara. Mereka berdua panik. "Ada apa ya?" Ten mencoba mencari suara, dia berjalan pelan kearah persembunyian Johnny dan Taeil. Johnny semakin mengeratkan pelukannya pada Taeil dan saat Ten semakin dekat tiba-tiba.

"Ten, Sedang apa kau disitu?" Ten berbalik dan melihat Hansol memanggilnya.

"Hansol Hyung? Sedang apa kau disini?" Ten balik bertanya

"Kenapa kau balik bertanya? Kau belum jawab pertanyaanku."

"Aku mengambil minum hyung."

"Kulkasnya disini, kenapa kau disitu?" tanya Hansol sambil mengerutkan dahinya bingung.

"Tadi aku mendengar suara disekitar sini, jadi aku mencoba mencarinya."

"Kau masih mengantuk Ten, kalau sudah selesai, kembalilah ke kamar."

"Kau sendiri sedang apa?"

"Doyoung minta diambilkan minum, katanya tenggorokanya sakit."

"Oh, ya sudah aku kembali ke kamar dulu hyung." Pamit Ten. Ia kemudian pergi meninggalkan Hansol dan begitupun dengan Hansol yang pergi tak lama setelah mengambil minum.

Setelah Hansol dan Ten pergi, Johnny dan Taeil keluar dari tempat persembunyiannya. Johnny menghela nafas panjang, ia lega semua selesai."Kenapa tadi aku ikut sembunyi ya?" tanya Johnny bingung.

"Maafkan aku, harusnya tadi aku saja yang sembunyi, kau tidak usah ikut." Taeil meminta maaf.

"Ya sudah lah hyung, sudah terlanjur juga. Lebih baik kau tidur saja hyung, istirahatlah. Besok kita ada jadwal. Kau tidak usah khawatir, aku yakin Yongju hyung akan memaafkanmu." Taeil mengangguk. Taeil memilih pergi lebih dulu dan Johnny menyusul setelahnya.

.

.

.

PAgi harinya mereka berkumpul di GEdung SM untuk pergi ke tempat yang akan mereka gunakan untuk photoshoot.

Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, akhirnya mereka pun sampai dan segera mempersiapkan diri, make-up dan juga mengganti pakaian mereka dengan kostum yang sudah disiapkan.

Ternyata hari itu mereka syuting entah itu Teaser atau MV (minim info-maaf) dengan kostum serba hitam mereka syuting di gudang tua. Mereka juga melakukan photoshoot (mungkin untuk calon album mereka besok).

Foto pertama Hansol, Johnny dan Jaehyun, foto kedua Hansol dan Jaehyun, foto ketiga Ten dan Jaehyun. (dilihat dari update fb SMRookies)

Di sela-sela istirahat, Yuta dan Taeyong memilih untuk duduk berdua sambil menunggu giliran untuk pemotretan.

"Kenapa Lee Taeyong selalu tampan? Aku iri." Keluh Yuta sambil mempoutkan bibirnya.

"Takdir. kakekku bilang aku terlahir tampan sejak bayi." jawab Taeyong narsis.

"Ish selalu begitu."

"Wae? kenapa memangnya kalau aku tampan? Memangnya kau masih kurang tampan? Kau juga tampan tapi manis." Goda Taeyong sambil mencubit hidung Yuta

"Ahh sakit.." Yuta mengusap hidungnya yang baru saja dicubit Taeyong. "Aku tampan, lebih tampan darimu." Kekeh Yuta.

"Tampan tapi kalau menangis bisa berjam-jam. Seorang namja tidak boleh menangis lama-lama."

"Kau mau aku pukul?"

"Coba kalau berani." Tantang Taeyong.

"Yak awas kau.." saat Yuta mengayunkan tangannya tiba-tiba BRUK! Seseorang duduk di depan mereka dengan wajah tertekuk.

"Doyoung, sedang apa kau disini?" tanya Taeyong bingung.

"Aku sebal."

"Wae?"

"Lihat Hansol hyung, sedari tadi dia mengacuhkanku tidak peduli padaku. Selalu menempel pada Noona stylish itu."

"Oh.. aku kira ada apa?" Taeyong hanya beroh ria.

"OH? Kau ini?" Doyoung mulai sebal pada Taeyong.

"Lalu aku harus bilang apa? Wajar kan kalau Hansol hyung dekat dengan Noona stylish. Dia kan harus memperhatikan penampilannya sebelum shoot."

"Kenapa kau membela dia? Yakk.. Yuta kenapa kau betah sekali dengan namja seperti dia." tanya Doyoung kesal dan beralih ke Yuta.

"Sebenarnya aku juga sebal tapi rasa cintaku mengalahkan rasa sebalku." Jawab Yuta dengan senyum andalannya.

"Ishh kalian ini." Doyoung pergi meninggalkan mereka dan menghampiri Ten, entah apa yang dia bicarakan karena sepertinya mood-nya lebih baik saat bersama Ten.

.

Johnny sudah selesai untuk pemotretan dirinya, kali ini giliran Hansol. Karena haus ia berjalan ke luar dari gedung untuk mengambil minum di mobil. Setelah mengambil minum, ia melihat Taeil gelisah sambil menelpon seseorang. Johnny pun menghampirinya.

"Yongju-ya, kumohon dengarkan aku. Aku-aku, halo-halo..Yongju-ya.." Taeil melihat ponselnya dan ternyata panggilannya terputus. Ia begitu kecewa dan airmata menggenang di pelupuk matanya.

"Hyung.." panggil Johnny. Taeil segera memasukkan ponselnya dan mengusap airmatanya.

"Youngho.. se-sedang apa kau disini? a-apa kau sudah selesai?"

"Sudah,kau sendiri sedang apa hyung. Jangan bilang kau bertengkar lagi dengan Yongju hyung."

"Aku baik-baik saja." jawab Taeil bohong. "Ayo kita masuk, mereka pasti menunggu kita." Taeil mengajak Johnny masuk tapi Johnny menahannya.

"Apa yang terjadi? ceritakan padaku sekarang?"

Taeil menghela nafas dan kemudian bicara, "Tadi aku menelponnya dan meminta maaf padanya, dia mau mengangkat teleponku dan bicara baik-baik padaku tapi setelah dia bertanya aku sedang apa dan aku menjawab kalau kita sedang syuting MV tiba-tiba dia marah dan menuduhku pamer karena sebentar lagi kita debut. Aku mencoba menjelaskan padanya tapi dia sudah marah-marah dan langsung menutup teleponnya. Aku bingung Youngho, sangat bingung. Bagaimana lagi aku harus jelaskan padanya? Padahal kau tahu sendiri, dia yang memilih meninggalkan kita bukan aku yang menyuruhnya tapi entah kenapa setelah dia keluar, dia berubah dan sering marah-marah padaku." Taeil mengungkapkan semua perasaannya dan Johnny yang tak tahan mendengar keluhan Taeil tentang Yongju segera memeluknya, mencoba menenangkannya.

"Sudah hyung, jangan menangis. Sudahlah."

"Aku harus bagaimana lagi? Bukan aku yang menentukan jadwal syuting atau kapan kita debut tapi dia merasa aku lah yang melakukan semua itu."

"SSssttt.. sudah hyung, sudah. Lebih baik kita masuk. Usap airmatamu jangan sampai mereka tahu kalau kau habis menangis." Johnny menepuk punggung Taeil pelan dan Taeil pun mengangguk.

Dari jauh, Taeyong yang awalnya hendak keluar, menghentikan langkahnya dan melihat kedua hyung-nya saling berpelukan. "Ada apa dengan Taeil hyung dan Johnny hyung?" tanya Taeyong bingung.

.

.

TBC

HEI I'M BACK!

Maaf ceritanya semakin gaje, muter2, membingungkan dan semakin tidak masuk akal, ya namanya juga ff, jika berkenan silahkan baca kalau tidak silahkan di X. beberapa minggu ini blank ide, gak ada mood n apalah sulit dijelaskan. penyakit malasnya kumat saudara-saudara,maaf kalau sangat jelek. Author sudah berusaha sekeras mungkin. #deepbow. maaf typo bertebaran. terima kasih mau membaca ff-ku. tolong jangan bash saya. terima kasih

tinggal beberapa chap lagi selesai, sekali terima kasih atas perhatiannya.