The Rookies
Genre [drama, hurt/comfort, yaoi,family, friendship, romance]
Main cast :
Lee Taeyong SMRookies
Nakamoto Yuta SMRookies
Johnny Suh SMRookies
Jung Jaehyun SMRookies
Ji Hansol SMRookies
Ten - Chittapon Leechaiyapornkul SMRookies
Moon Taeil SMRookies
And other character..
Rating : T
Length : Chaptered
Dislaimer : mereka milik orang tua mereka dan SMent, saya hanya pinjam nama.
Warning : cerita ini mengandung unsur boys x boys, don't like don't read, typo bertebaran. Mohon maaf. #deepbow
I'm Taeyong-Yuta Shipper
Terinspirasi dari para Rookies yang kemarin ikut SMTown di Taiwan, melihat Taeyong-Ten pasangan Tom&Jerry dan Yuta yang sepertinya tidak mengacuhkan Taeyong, mereka dengan dunianya masing-masing, juga saat Taeyong yang hanya perform satu lagu Open the door saja, dia tidak ikut starting line buat dance Supermoon yang digantikan Jaehyun dan saat dance T.O.P juga Warrior Descendant tidak ada tanda-tanda Taeyong ikut serta, mungkin Taeyong sedang cedera, tapi saya jug atidak tahu saya harap tidak.
Typo : Taeyong cedera pinggang ya, bukan punggung, saya salah menulis. maaf.
.
.
Happy Reading
Chapter 11
.
.
At Dorm
"Minggu depan, aku pulang ke Osaka." Ucap Yuta pada Taeyong saat mereka sedang menonton TV.
"Ada acara apa?"
"Urusan keluarga. Tidak akan lama, hanya beberapa hari saja."
"Emm, baiklah." Drrt-drt-drt, ponsel Taeyong berdering. Ia mengambil ponselnya dan melihat ID caller-nya. "Kakek." Kemudian ia mengangkatnya, "Yeoboseyo Kakek.."
"…"
"Aku di dorm."
"…"
"Minggu depan, ada libur 2 hari. Ada apa?"
"…"
"Pulang? Ada acara apa?"
"…"
"Baiklah."
"…"
"Tidak usah jemput, aku naik taksi saja."
"…"
"Iya harabeoji, kau tenang saja. aku tidak akan terlambat."
"…"
PIP! Taeyong menutup teleponnya. "Siapa yang telepon? Kakekmu? Ada apa?" tanya Yuta penasaran.
"Kakek mengajak makan malam. Mungkin dia merindukanku karena beberapa bulan tidak pulang."
"Hanya makan malam saja?"
"Sepertinya begitu."
"Kau tidak akan dijodohkan dengan relasi bisnis kakekmu kan?" tanya Yuta membuat Taeyong mengerutkan dahinya.
"Apa maksudmu? Dijodohkan? Dengan siapa? Bagus kalau begitu, aku tidak perlu repot-repot mencari calon istri." BUKK! Tiba-tiba bantal mendarat tepat di wajah Taeyong. "Aww.. sakit baby."
"Rasakan… kau lupa kau sudah punya pacar? Mau cari pacar lagi. Ya sudah sana." Yuta berdiri dan akan pergi tapi tangannya ditarik Taeyong hingga ia jatuh ke pelukan Taeyong. Taeyong memeluknya erat.
"Yaaa, pacarku marah. Kau cemburu? Kalau kau cemburu berarti kau sayang sekali padaku." Goda Taeyong.
"Lee Taeyong lepaskan. Taeyong!" Yuta mencoba melepaskan dirinya dari Taeyong tapi pelukan Taeyong terlalu erat. "Lepasss…"
"Aku tidak mau, bilang dulu kalau kau cemburu padaku."
"Tidak mau, aku tidak cemburu padamu."
"Benar kau tidak cemburu padaku? Kau tidak sayang padaku?"
"Iya."
"Oke, deal. Aku akan meminta kakekku mencarikan jodoh dari rekanan bisnisnya." Taeyong melepas pelukannya dan gantian dia yang berdiri dan akan pergi.
"Yakk Lee Taeyong…" seru Yuta sebal. Taeyong terkekeh ia berbalik dan tiba-tiba mencium Yuta. DEG! Mendadak jantungnya berdegub kencang dan wajahnya bersemu merah.
"EHEMMM!" suara Taeil menginterupsi kegiatan mereka. Taeyong pun segera melepas ciumannya pada Yuta. mereka berdua terkejut tapi yag paling terkejut adalah YUta, jantungnya masih berdegup dan wajahnya masih merah. Ia yakin pasti Taeil akan mengolok-olok dirinya dengan keadaan seperti itu. Ia pun segera menunduk.
"Yakk hyung, menganggu saja." ucap Taeyong sebal.
"Kalian jangan ciuman disini, kalian lupa masih ada Jaehyun yang masih kotori pikirannya dengan perbuatan 18+ mu disini."
"Memang hanya aku yang pernah berciuman, kau dan Yongju hyung juga pernah kan." Taeil mendadak terdiam.
"Kau kenapa hyung?" tanya Taeyong, "Apa kau ada masalah dengan Yongju hyung?"
Taeil pun tersenyum, "Kami baik-baik saja. sudah-sudah jangan bahas itu lagi. Hyung pusing. Hari ini jatahmu cuci piring kan. sana ke dapur cuci piring. Hyung sudah selesai masak."
"Aku yang cuci piring?" tunjuk Taeyong pada dirinya sendiri.
"Iya memang siapa lagi? Kan sudah ada jadwalnya."
"Hyung tanganku gatal. Kau tau sendiri kan aku alergi sabun cuci."
"Pakai sarung tangan. Kka! Jangan banyak alasan."
"Biar aku bantu ya hyung." Yuta menimpali.
"Jangan, nanti malah kau yang mencuci bukan dia. Kau disini saja. menonton TV dengan ku. KKaaa! Lee Taeyong." Taeil mendorong Taeyong menuju dapur.
"Jahat." Taeyong mempoutkan bibirnya.
"Kkkaaa!" seru Taeil lagi. Akhirnya Taeyong pasrah dah melaksanakan tugasnya.
.
Di ruang TV, Taeil menonton TV bersama Yuta.
"Hyung, sebenarnya apa yang terjadi denganmu dan Yongju hyung?" tanya Yuta tiba-tiba. Taeil cukup terkejut mendengar Yuta bertanya seperti itu padanya.
"Kami-kami baik-baik saja." jawabnya bohong.
"Kau tidak bohong kan?"
"Ya, tentu saja."
"Bagaimana kabar Yongju hyung sekarang?"
"Dia baik, dia sering menanyakan kalian. dia bilang dia merindukan kalian."
"Ahh, sampaikan salam kami untuknya hyung kalau kau bertemu lagi dengannya."
"Tentu.." mereka pun melanjutkan menonton TV-nya.
.
Di dapur, Taeyong mencuci piring dengan sedikit sebal namu ia timbul pertanyaan dalam pikirannya.
"Apa yang terjadi pada Yongju hyung dan Taeil hyung? Pasti ada masalah. Nanti aku telepon Yongju hyung dan bertanya padanya, apa yang terjadi?" tekad Taeyong.
.
.
Tut-tut-tut! PIP! "Yeoboseyo? Yongju hyung. Ini aku Taeyong."
"Ya, ada apa?"
"Bagaimana kabarmu hyung?"
"Baik. Ada apa kau menelponku?"
"Aku ingin bertanya padamu hyung. Apa kau sedang ada masalah dengan Taeil hyung?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu? Apa Taeil mengadu padamu?"
"Ti-tidak hyung. Taeil hyung bahkan tidak tahu kalau aku menelponmu."
"Sebaiknya kau tidak mengurusi urusan kami. Kau masih kecil Taeyong. Urusi saja urusanmu yang lain. Antara aku dan Taeil, biarkan kami saja yang tahu."
"Bukan begitu hyung, aku-aku hanya ingin tahu saja. Taeil hyung sering menangis akhir-akhir ini."
"Sudah kubilang itu bukan urusanmu. Kenapa kau tidak tanya langsung pada hyung kesayanganmu itu." PIP! Yongju menutup teleponnya tiba-tiba. Taeyong sedikit terkejut, ia melihat layar ponselnya dan ternyata panggilan telah berakhir.
"Kenapa dia marah? Aku kan tanya baik-baik." Keluh Taeyong sambil mempoutkan bibirnya.
"Siapa yang marah?" tanya Taeil tiba-tiba. Taeyong pun berbalik dan melihat Taeil masuk membawa susu untuk Taeyong.
"Taeil hyung.." seru Taeyong agak terkejut.
"Siapa yang marah? Kau habis telepon siapa?"
"Bukan siapa-siapa hyung." Jawab Taeyong bohong. Ia memasukkan ponselnya ke laci.
"Kakekmu marah padamu?"
"Ka-kakek? I-iya, iya dia marah gara-gara aku tanya tentang Ruby. Ruby sakit tapi kakek bilang sudah sembuh tapi karena aku bertanya berkali-kali, kakek marah padakku hyung."
"Oh, ya sudah kalau begitu. Cepat minum susumu lalu tidur."
"Siap hyung." Taeil memberikan susu yang dia bawa pada Taeyong dan keluar. Setelah pintu tertutup, Taeyong pun menghela nafasnya, "Huft untung Taeil hyung tidak tahu tapi kalau nanti Yongju hyung marah-marah pada Taeil hyung bagaimana?" Taeyong pun kebingungan. "Ah, aku tanya Johnny hyung saja." Taeyong mengambil ponselnya dan menelpon Johnny yang saat itu belum pulang karena masih ada urusan di SM Building.
.
.
"Yeoboseyo.."
"Apa kau mengadu pada Taeyong?"
"Apa maksudmu? kenapa kau tiba-tiba bertanya seperti itu?"
"Apa kau mengadu pada Taeyong tentang masalah kita?"
"Mengadu? Masalah kita? Aku-aku tidak cerita pada siapapun."
"Kau tau, Dongsaeng kesayanganmu itu, tadi menelponku bertanya apa yang terjadi pada kita, kenapa kau menangis akhir-akhir ini dan bla-bla-bla."
"Taeyong menelponmu?
"Jangan pura-pura tidak tahu. kau kan yang menyuruhnya menelponku?"
"Aku tidak melakukan itu. Tunggu, apa kau memarahinya tadi? Kau memarahi Taeyong kan?"
"Iya, aku memarahinya. Aku benci dengan orang yang sering ikut campur dengan urusan orang lain."
"Yongju-ah, kau kan bisa bicara baik-baik dengannya, kau tidak perlu memarahinya. Dia dongsaengmu juga kan?"
"Ahh kau sama saja. selalu membela Taeyong-Taeyong dan Taeyong. kenapa kalian tidak menikah saja sekalian." PIP! Tut-tut-tut! Yongju menutup teleponnya secara sepihak. "Yongju-ah, Yongju." Taeil frustasi dengan perubahan sikap Yongju yang semakin besar temperament-nya.
Taeil pun bergegas menuju kamar Taeyong namun saat ia baru akan masuk tiba-tiba Johnny keluar dari kamar."Taeyong sudah tidur?" tanya Taeil pada Johnny.
"Sudah."
"Ah ya sudah besok saja aku bicara padanya."
"Apa ini tentang Taeyong yang menelpon Yongju hyung?"
"Darimana kau tahu?"
"Karena sebelum tidur, Taeyong menelponku dan dia menceritakan hal itu. Dia ingin minta maaf tapi takut padamu. Ia hanya ingin tahu apa yang terjadi dengan kalian. karena kau tidak cerita apapun padanya, akhirnya, dia memutuskan untuk menelpon Yongju hyung. Tapi bukan jawaban yang dia terima malah dia dimarahi."
"Taeyong baik-baik saja?"
"Dia baik-baik saja. dia hanya bingung, kenapa Yongju hyung bisa semarah itu padahal Taeyong bilang dia bertanya baik-baik dan dengan nada yang biasa."
"Aku percaya Taeyong tidak akan bertanya yang macam-macam dan dengan nada penuh emosi. Taeyong tidak seperti itu."
"Ya, aku juga berpikir begitu. Ya sudahlah lebih baik kita istirahat, sudah malam. Besok aku akan menemuinya. Selamat malam Youngho."
"Selamat malam hyung."Taeil pun kembali ke kamarnya dan Johnny pergi ke dapur karena niat awalnya memang dia ingin ke dapur.
.
.
Keesokan harinya.
Yuta membaca pesan yang masuk ke ponselnya. "Malam ini, di Rooftop Dorm jam.7 jangan terlambat." Yuta tersenyum senang membaca pesan dari Taeyong.
"Oke, kalau begitu aku harus mempersiapkan diri." Yuta membereskan barangnya yang ada di Loker dan bergegas pulang.
.
.
Jam 7 malam tepat. Yuta menaiki tangga menuju Rooftop. Ia benar-benar penasaran dengan kejutan yang diberikan Taeyong. dari pagi sampai malam ini, dia belum bertemu dengan Taeyong sama sekali. Selain mereka berbeda kelas, jadwal Taeyong hanya sampai jam 3 sedangkan Yuta sampai jam 6, dan saat ia pulang ke dorm, Taeyong sudah pergi.
CKLEK! Yuta membuka pintu acces Rooftop dan ia benar-benar terkejut atas kejutan yang disiapkan Taeyong. ia membekap mulutnya tak percaya.
Makan malam romantis, meskipun tidak mewah dan sedikit lampu warna-warni yang menghias pagar rooftop. Taeyong sudah menunggu di meja makan. Ia berdiri sambil merentangkan tangannya seolah-olah bersiap menyambut pelukan. Yuta berlari kecil menuju Taeyong dan memeluknya.
"Ku suka?" Yuta hanya mengangguk, ia terlampau senang dengan kejutan yang diberikan Taeyong padanya. "Sebenarnya di Hotel world itu jauh lebih romantis dari ini."
"Aku menyukainya, sangat menyukainya."
"AKu meminta sedikit bantuan dari Karin sebelum dia bulan madu kedua di Jeju."
"Karin sudah pergi ke Jeju?"
"Tadi sore. Walaupun sedikit mengamuk gara-gara aku meminta tolong dadakan tapi dia tetap membantu." Yuta melepas pelukanya dan menatap Taeyong. "Maafkan aku. Harusnya aku datang malam itu."
"Sudahlah jangan dibahas. Ayo kita makan, kau pasti lapar, pulang latihan belum makan kan?" YUta mengangguk. Taeyong membawa Yuta ke meja makan. "Silahkan My Takoyaki Prince Yuta."
"Pasti makanan ini harganya mahal."
"Karin sudah mengurusnya. Lebih baik kita makan, jangan pikirkan apapun." Dan mereka pun makan malam dengan romantis, kadang Taeyong menyuapi Yuta begitu juga sebaliknya.
.
.
At Dorm
"Kau mau kemana hyung?" tanya Doyoung saat melihat Taeil memakai mantel dan bersiap akan keluar.
"Aku ada urusan sebentar."
"Jangan pulang malam-malam hyung."
"Iya, nanti aku usahakan. Aku pergi dulu." Pamit Taeil dan kemudian pergi meninggalkan dorm.
.
.
At Rooftop
Setelah makan malam romantis, Taeyong dan Yuta berbaring di tempat yang sudah disiapkan Taeyong sebelumnya. Yuta berbaring di lengan Taeyong sambil menatap bintang.
"Apa kau bahagia denganku?"tanya Taeyong.
"Tentu saja, kenapa kau bertanya seperti itu?"
"Aku tidak seperti Johnny hyung yang begitu perhatian padamu. Aku tidak bisa mengungkapkan perasaanku di depan banyak orang."
"Iya aku tahu. tapi aku sangat menyukaimu dan mencintaimu, bukan Johnny hyung. Johnny hyung memang pernah mengatakan kalau dia menyukaiku tapi aku memilihmu dan tidak akan berpaling pada siapapun."
"Terima kasih." Taeyong mengeratkan pelukannya dan mencium pucuk kepala Yuta.
"Aku harap dia mendapat yang lebih baik." Harap Yuta.
"Taeil hyung tidak buruk." Celetuk Taeyong.
"Apa maksudmu? Taeil hyung bukankah dia masih bersama Yongju hyung."
Taeyong menghela nafas, "Mungkin tidak akan lama."
"Hah? Kenapa kau bicara begitu, kau mengharapkan mereka putus?"
"Bukan mengharapkan tapi memang kenyataan-nya Taeil hyung dan Yongju hyung lebih banyak bertengkar akhir-akhir ini. Kemarin aku dimarahi Yongju hyung, padahal aku hanya bertanya apa yang terjadi pada mereka."
"Taeil hyung bilang, hubungannya dengan Yongju hyung baik-baik saja, tapi tidak tahu juga kalau Taeil hyung berbohong."
"Sejak kapan Taeil hyung mau berbagi masalahnya dengan kita. Ya sudahlah semoga Taeil hyung dapat menyelesaikan masalahnya."
"Eum, aku harap juga begitu."
"Ada bintang jatuh. Make a wish." Taeyong menunjuk bintang yang melintas di langit kemudian mereka memjamkan mata untuk make a wish. Beberapa saat kemudian mereka membuka mata dan saling bertatapan.
"Tapi kau tidak keberatan kan jika hubungan kita tidak terlalu diumbar di depan banyak orang? Maksudku saat di depan mereka, kita seperti teman biasa saja tapi jika kita hanya berdua, terserah kau ingin apa dariku. Apa kau keberatan?"pinta Taeyong.
"Tentu saja tidak. Aku mengerti maksudmu."Yuta mengangguk, menyanggupi permintaan Taeyong.
"Kumohon jangan terlau cemburu jika aku dekat dengan siapapun, meskipun begitu hatiku tetap untukmu."
"Iya, aku tidak akan seperti dulu. Aku mengerti." Jawab Yuta sambil tersenyum. Senyum yang membuat hati Taeyong bergetar, senyum yang ia rindukan sejak lama.
"I love you my Osaka prince Yuta." ucap Taeyong.
"I love you too My ice prince Taeyong." balas Yuta. Taeyong mendekatkan wajahnya ke wajah Yuta. Yuta hanya terdiam dan memejamkan matanya. Dan mereka pun berciuman di rooftop dibawah naungan langit yang penuh bintang.
.
.
Taeil mendatangi Yongju di apartemennya. Ia ingin menyelesaikan permasalahannya dengan Yongju yang menurutnya semakin lama semakin tidak ada ujungnya.
"Kau tidak perlu semarah itu pada Taeyong, kau kan bisa bicara baik-baik padanya." Bela Taeil.
"Dia terlalu ikut campur masalah kita, dia masih anak kecil tidak pantas ikut campur urusan hyung-nya."
"Tapi kau tidak perlu marah, nasehati saja dia dia begitu karena dia khawatir padaku."
"Kenapa kau selalu membela dia, aku bosan mendengarnya, Taeyong lagi-Taeyong lagi. Sepertinya dia lebih berarti untukmu daripada aku."
"Ini bukan tentang Taeyong, ini tentang aku dan dirimu. Kita harus menyelesaikan masalah kita yang tidak ada ujungnya."
"Masalah kita, sepertinya tidak ada yang perlu dibicarakan lagi." Ucap Yongju sambil membelakangi Taeil. Ia menatap kota Seoul dari apartemennya.
"Kau berubah sejak keluar dari Rookies? Kau sering marah-marah padaku karena hal yang tidak jelas. Aku tidak mengerti dimana salahku."
"Pulang-lah, aku sedang ingin sendiri."usir Yongju halus.
"Yongju-ah, kumohon jangan begini." Pinta Taeil. Ia mem-back hug Yongju dari belakang."Aku sangat menyayangimu, aku merindukamu." Ia sangat merindukan Yongju-nya yang dulu. Ia sangat merindukannya.
"Aku butuh bukti."
"Bukti apa? Aku beanr-benar mencintaimu. Apa itu masih kurang?"
"Aku ingin bukti nyata." Yongju melepas pelukan Taeil dan membalikkan badannya hingga mereka saling berhadapan.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Taeil penuh harap, Yongju menghela nafas panjang.
.
.
At Dorm
Yuta dan Taeyong kembali ke dorm setelah makan malam romatis mereka. di dorm para member rookies berkumpul di ruang tengah. Mereka menonton film yang baru dibeli Ten. Karena besok libur jadi meskipun sudah larut mereka belum tidur dan memilih menghabiskan waktu untuk menonton film.
Saat Taeyong dan Yuta memasuki ruang tengah, Ten langsung menggoda mereka. "Ciee yang habis kencan." Goda Ten sambil memakan popcorn-nya.
"Waeyo? Kau iri karena masih jomblo." Balas Taeyong. ia masih menggenggam erat tangan Yuta. Yuta pun terkekeh pelan.
"Ish kau ini hyung."decak Ten sebal.
"Bagaimana makan malam kalian? sukses?" tanya Johnny.
"Tentu saja hyung." Taeyong pun menarik Yuta untuk bergabung bersama mereka, ia memilih duduk di karpet karena sofa sudah dipakai Ten dan Jaehyun, sedangkan Johnny, Doyoung dan Hansol duduk di karpet. Taeyong celingukan mencari seseorang, "Loh, Taeil hyung kemana? Apa dia sudah tidur?"
"Dia keluar tadi." Jawab Doyoung.
"Benarkah? kemana? Kenapa belum pulang? Ini kan sudah larut."
"Aku tidak tahu, Taeil hyung tadi terlihat terburu-buru. Aku tidak sempat bertanya banyak." Jawab Doyoung sambil menyadarkan kepalanya di pundak Hansol.
"Apa mungkin dia pergi ke apartemen Yongju hyung?" tanya Taeyong. tiba-tiba Johnny menghentikan minumnya, ia mulai berpikir apa mungkin Taeil mendatangi Yongju untuk menyelesaikan masalah mereka berdua.
"Kau mengantuk?" tanya Taeyong pada Yuta. Yuta terlihat mengantuk, matanya sedikit memerah. Yuta mengangguk pelan. "AKu antar ke kamar ya?"
"Tidak usah, disini saja." tolak Yuta. "Aku tidak enak dengan yang lain."
"Ya sudah, sini tidur di pahaku saja." Yuta mengangguk, Taeyong pun membiarkan Yuta tidur di pahanya dan ia melanjutkan menonton film bersama yang lain.
"Kalian tidak coba menghubungi Taeil hyung?" tanya Jaehyun.
"AKu sudah menelponya tadi tapi tidak diangkat."
"Kalau dia menginap di sana, aku rasa tidak masalah." Sela Hansol.
"Ya sepertinya tidak apa-apa, lagipula besok libur." Tambah Ten. Semua member kecuali Johny sepertinya tidak masalah tapi masih ada yang mengganjal di hati Johnny, ia merasa ada yang aneh. Harusnya Taeil menghubunginya tapi sama sekali tak ada kabar, ia berharap semoga tidak terjadi apa-apa pada Taeil.
.
.
.
Keesokan paginya.
Hari libur, hari yang sangat disukai para member Rookies. Pagi hari mereka berolah raga di taman, ada yang bermain basket (Johnny-Ten-Jaehyun), ada juga yang bersepeda (Doyoung-Hansol) dan ada yang bermain bola (Yuta-Taeyong).
Selesai berolah raga mereka kembali ke dorm, dan ternyata belum pulang, sehingga Doyoung dan Yuta menggantikan jadwal memasaknya.
"Taeil hyung belum pulang juga? Johnny hyung, apa dia tidak menghubungimu?" tanya Taeyong khawatir.
"Tadi aku sidah menelponnya tapi tidak diangkat, nanti aku coba telepon lagi." Johnny mengambil ponselnya dan mencoba menelpon Taeil. Tiba-tiba CKLEK! Pintu dorm terbuka dan munculnya sosok yang dicari-cari Taeyong sejak tadi malam.
"Hei, maaf ya aku baru pulang." Johnny pun mematikan ponselnya.
"Taeil hyung." Taeyong berlari kearah Taeil dan memeluknya. "Kau kemana saja? kenapa baru memberi kabar? Aku khawatir hyung?" tanya Taeyong bertubi-tubi. Taeil pun terkekeh, ia tak menyangka dongsaeng kesayangannya begitu khawatir padanya.
"Maafkan hyung ya, hyung menginap diapartemen Yongju hyung. Kami menyelesaikan masalah kami dan kau tahu dia berjanji tidak akan marah-marah lagi pada kalian dan dia juga minta maaf padamu Taeyong." Taeyong melepas pelukannya.
"Jinjja? Dia tidak akan marah lagi kalau aku menelponnya?" tanya Taeyong memastikan.
"Tentu saja, dia sudah berjanji tidak akan marah lagi."
"Kau pucat hyung.." ucap Johnny saat melihat wajah Taeil yang sedikit pucat.
"Aku tidak apa-apa Youngho..mungkin hanya kurang tidur saja."
"Ayo hyung masuk. Doyoung dan Yuta sudah menyiapkan sarapan."
"Nde." Mereka bertiga pun masuk dan mulai sarapan.
Sejak saat itu Yongju tidak lagi marah-marah jika member rookies menelponnya dan hubungan mereka membaik sejak saat itu.
.
.
.
Beberapa hari kemudian.
Doyoung pergi ke istana Gyeongbok. Sekilas tentang istana Gyengbok adalah sebuah istana yang terletak di sebelah utara kota Seoul (gangbuk), Korea Selatan. Istana ini termasuk dari 5 besar istana dan merupakan yang terbesar yang dibangun oleh dinasti Joseon. Istana Gyeongbok saat ini dibuka untuk umum dan Museum Nasional Rakyat Korea berdiri dalamnya.
Sedangkan Jaehyun pergi ke Daelim Museum. Sekilas tentang Museum Seni Kontemporer Daelim, terletak di jantung kota Seoul mengambil pendekatan mendalam untuk seni kontemporer Korea dan internasional. Dirancang oleh arsitek Perancis Vincent Cornu dan dibuka untuk umum pada akhir Mei 2002.
Yuta liburan ke Jepang, sepertinya di Osaka. Di foto terlihat Yuta mengenakan Yukata dan selca dengan V-pose. Yuta juga terlihat di stasiun kereta.
Incheon Airport
Drt-drt-drt! Ponsel Yuta bergetar,ia mengambilnya dan buru-buru mengangkatnya.
"Yeoboseyo…"
"Kau sudah sampai? Mau aku jemput di bandara?"
"Tidak usah. Mobil jemputan sudah datang. tunggu aku di dorm."
"Baiklah. Aku tunggu. Saranghae My Osaka Prince.."
"Nado, baby." Setelah menutup ponselnya, ia bergegas naik ke mobil jemputan dan kembali ke dorm.
.
.
"Besok hari terakhir kami menjadi MC di Show Champion. Kalian harus datang untuk fanmeet kami." Ajak Doyoung pada member yang lain..
"Sepertinya aku bisa.. tapi yang lain aku tidak tahu." Ucap Taeyong.
"Sepertinya kecuali Yuta hyung semua bisa datang." timpal Jaehyun.
"Taeil hyung juga tidak bisa.." tambah Taeyong.
"Ya sudah tidak apa-apa. Nanti bantu kami menyiapkan hadiah untuk para fans yang datang ya. Tadi Manager Noona sudah mengirim barang dan permen."
"Siap…" dan mereka pun mulai mengepak hadiah untuk fanmeet.
"Johnny hyung, Hansol hyung, Ten dan Yuta kemana?" tanya Doyoung setelah beberapa saat tak menemukan hyung dan dongsaeng-nya itu.
"Sepertinya mereka pergi ke Line Store." Jawab Taeyong tanpa melihat Doyoung.
"Belanja lagi?"
"Aku tidak tahu. mungkin mereka ingin membelikan hadiah untukku, sebentar lagi kan ulang tahunku."
"Pede sekali." Celetuk Jaehyun.
"Heii kalian jangan lupa membelikanku hadiah. Awas kalau kalian sampai lupa." Taeyong memberi ultimatum pada Doyoung dan Jaehyun.
"Kalau kami ingat. Kau lupa kami harus pergi ke Yeoju untuk MC terakhir Show Champion."ujar Doyoung.
"Alasan, malam harinya kan bisa." balas Taeyong tak mau kalah.
"Ish kau ini hyung, tak mau kalah." Celetuk Jaehyun sebal. Begitulah mereka, meskipun banyak perdebatan kecil tapi mereka tetap satu.
.
.
.
Sebelum acara fanmeet, sembari menunggu Doyoung dan Jaehyun masih memandu acara. Johnny dan Ten menyempatkan diri berfoto di rootop. Di sela-sela jeda, Doyoung menyempatkan diri berfoto bersama Hansol dan sebelum acara berakhir Doyoung dan Jaehyun berfoto bersama Taeyong.
At Fanmeet
Para rookies mengenalkan dirinya masing-masing seperti "hello, I'm smrookies' (name) kecuali Doyoung yang mengenalkan dirinya seperti, "hello, I am smrookies doyoung who has a lot of charm!"
Hansol menyapa dengan sangat lembut dan dia terlihat sangat pemalu dan canggung melakukannya, fans merasa itu lucu ! Dia benar-benar terlihat seperti dia berbicara buruk.
Setidaknya ada 80 fans yang menghadiri mini fanmeet.
Fanmeet hanya berlangsung sekitar selama 10 menit.
Fans mengatakan Hansol sepertinya benar-benar orang yang pemalu.
Ten benar-benar begitu responsif terhadap fans hari ini. Fans menyebut Ten ketika mobil smrookies lewat dan dia mengangguk kembali.
Taeyong sibuk mengambil gambar fans. Ten, Jaehyun, Doyoung sibuk menjadi MC dan Hansol juga sibuk dengan Johnny entah apa yang mereka lakukan.
Seorang Fans mengatakan TEN begitu kecil, dia hanya setinggi telinga Johnny bila dibandingkan dengan tinggi Johnny.
Staff tidak mengizinkan ada kamera di mini fanmeet.
Seorang Fans ingin memberikan TEN permen bento tapi TEN mengatakan ia tidak dapat menerima hadiah itu.
Fans meminta para Rookies untuk memperkenalkan diri satu per satu.
Hansol memperkenalkan diri dua kali karena fans tidak bisa mendengar dengan baik.
Jaehyun memberi permen sementara poster itu diberikan oleh Taeyong
Sekilas tentang Mini fanmeet
.
.
.
TBC
HEI I'M BACK!
Maaf ceritanya semakin gaje, muter2, membingungkan dan semakin tidak masuk akal, ya namanya juga ff, jika berkenan silahkan baca kalau tidak silahkan di X. beberapa minggu ini blank ide, gak ada mood n apalah sulit dijelaskan. penyakit malasnya kumat saudara-saudara,maaf kalau sangat jelek. Author sudah berusaha sekeras mungkin. #deepbow. maaf typo bertebaran. terima kasih mau membaca ff-ku. tolong jangan bash saya. terima kasih
tinggal beberapa chap lagi selesai, sekali terima kasih atas perhatiannya.
