Title : I Hate Gay!
Author : BunnyJungie
Cast : Vkook and other couple of BTS (akan bertambah nanti)
Genre : Hurt, Friendship, Brothership
Summary : Aku tahu ini tidak normal hyung –Jeon Jungkook ... Aku sungguh membencinya tapi kenapa hatiku tidak sejalan? –Kim Taehyung

Part 2

Happy Reading

Taehyung POV

Aku membuka mataku saat kurasa hari mulai pagi, aku melirik jam yang terletak di meja nakas samping tempat tidurku. Sudah pukul enam pagi, itu berarti aku harus bersiap-siap pergi menuju sekolah. Dengan berat hati aku melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, setelah lima belas menit akhirnya aku selesai lalu pergi keluar kamar untuk sarapan dan setelahnya berangkat dengan Namjoon hyung. Hanya butuh waktu sepuluh menit untuk kami sampai ke sekolah karena memang jarak antara apartemen Namjoon hyung dengan sekolah tidak terlalu jauh.
"Taetae! Namjoon hyung!" aku dan Namjoon hyung berbalik ke belakang saat sebuah suara yang begitu familiar memanggil kami, di sana ada Jimin dan Hoseok hyung yang berjalan cepat ke arah kami berdua.

"Oh ... chankama. Kemana Kookie, Tae?" Aku tersentak saat Jimin menanyakan laki-laki itu padaku, aku terdiam lalu melirik Namjoon hyung. Aku benar-benar bingung harus menjawab apa, kulihat Jimin dan Heseok hyung mengerutkan keningnya sambil menatapku.

"YA! Kenapa melamun? Jimin bertanya di mana Jungkook, biasanya kalian berangkat bersama kan? Kenapa kau jadi bersama Namjoon?" Aku semakin bingung saat suara Hoseok hyung terdengar, aku menatap Namjoon hyung meminta tolong.

"Taehyung menginap di apartemenku Heseok-ah makanya dia berangkat bersamaku, untuk soal Jungkook mungkin dia masih di apartemennya. Kau tahu sendiri kan maknae itu sulit dibangunkan jika tidak ada Taehyung." Ucap Namjoon hyung. Aku semakin tersentak saat mendengar kalimat terakhir yang Namjoon hyung ucapkan, aku baru ingat kalau Jungkook sangat sulit dibangunkan dan itu artinya ia akan semakin sulit jika bangun sendiri.

"ckck... Aku harus meneleponnya sebelum ia datang terlambat, sepuluh menit lagi bel akan berbunyi." Ujar Jimin pada Heseok hyung.
"Sudahlah, ayo masuk." Ucap Namjoon hyung menyadarkanku dari lamunan.

POV end

Jungkook POV

Drrr...drrr...drrr

Aku terbangun saat getaran dari ponselku terus bergetar, aku benar-benar mengantuk sekarang. Dengan masih memejamkan mata aku mengangkan panggilan itu dan aku semakin terkejut saat suara penelepon itu berteriak kencang.

"YA! JEON JUNGKOOK, KAU DI MANA? Jangan bilang kau baru bangun dari tidurmu. Cepat datang ke sekolah sebelum kau terlambat, lima menit lagi bel akan berbunyi. BODOH!" aku membulatkan mataku lalu melihat ke arah jam dan taraaa... jam menunjukkan jam 06:55 yang artinya aku hanya punya waktu lima menit untuk sampai ke sekolah.

"Argggghhh... Sial! Aku terlambat, kenapa Tae hyung tak membangunkanku? Aishh." Tanpa sadar aku mengumpat, dengan cepat aku berlari ke kamar mandi untuk sekedar membasuh muka dan menggosok gigi. Dengan cepat aku berlari ke arah bus yang hampir saja pergi meninggalkanku kalau saja aku tidak berlari cepat. Aku segera duduk di kursi bus yang berada paling belakang, aku memandang jalanan kota dari jedela bus. Hari ini begitu begitu berbeda, biasanya aku akan duduk bersama Tae hyung di dalam bus sambil bersenda gurau. Aku menghela napas mengingatnya.

"Aku merindukanmu hyung" ujarku lirih. Tidak terasa air mataku menetes begitu saja. Oh tidak jangan lagi, jangan menangis Jeon Jungkook. Aku menghapus air mataku dengan kasar lalu berlari turun dari bus, aku semakin berlari kencang saat gerbang hampir saja tertutup.

TAP..

Aku berhasil masuk saat pintu gerbang sedikit lagi tertutup. Aku cepat-cepat berlari menuju kelas dan untung saja Park saem belum datang.

"Huftt.. hampir saja." ucapku

"Tumben kau terlambat Kookie?" tanya Bambam teman sebangkuku.

Skip

POV end

Author POV

Kringg...

Jam istirahat sudah berbunyi, semua murid Bangtan Art High School pun berhamburan keluar kelas tapi tidak dengan namja manis nan mengemaskan ini. Dia hanya duduk diam di bangkunya tanpa berniat pergi atau sekedar makan mengisi perutnya di kantin, itu sontak membuat teman sebangkunya mengerut heran. Tumben, karena biasanya setiap bel berbunyi dia akan segera berlari menuju kantin dan bergabung dengan ketujuh hyungnya itu.

"Jungkook-ah kau tidak ke kantin? Tanya Bambam. Jungkook manatap Bambam lalu tersenyum.

"Tidak, aku ingin di sini saja. Jika kau mau ke kantin silahkan." Balas Jungkook.

"Kau yakin? Kau tidak ingin menitip sesuatu? Aku bisa membelikannya untukmu." Ucap Bambam lagi.

"Tidak terima kasih Bambam, aku tidak lapar."

"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu. Jika kau lapar hubungi saja aku oke" ujar Bambam
pada Jungkook.
Jungkook hanya menganguk dan setelahnya Bambam pergi berlalu. Sepeninggalan Bambam, Jungkook hanya melamun seraya menatap ke arah luar jedela kelasnya dengan sendu. Ia ingat biasanya setiap jam istirahat ia akan berkumpul dengan para hyungnya, setiap hari ia selalu bersama dengan hyung overprotektivnya Yoongi dan Jimin hyung, selalu bersama pertengkaran Hoseok dan Taehyung hyung, selalu bersama perhatian Seok jin dan Namjoon hyung. Sedangkan sekarang ia hanya diam sendirian di dalam kelas, sebenarnya ia sangat ingin ke sana namun mengingat ada Taehyung di sana ia mengurungkan niatnya ke kantin. Tiba-tiba sebuah suara menyadarkan Jungkook dari lamunannya ia berbali menatap ke depan kelas dan ia semakin terkejut dengan asal suara itu.

"Jungkookie, kenapa tidak ke kantin?" itu suara Jimin hyung. Mereka semua dengan cepat berjalan ke arah tempat duduk Jungkook, Jungkook semakin gugup saat matanya bertemu dengan mata tajam Taehyung.

"Aku hanya tidak lapar hyung." Balas Jungkook pada Jimin. Ia menunduk tidak berani menatap para hyung karena ia tidak ingin mereka melihat mata bengkaknya akibat menangis semalaman, ia sedang kacau sekarang.

"Tidak bisa begitu, kau tetap harus makan Kookie. Hei kenapa kau menunduk seperti itu? Tatap mataku jika aku sedang bicara!" Ujar sebuah suara yang ternyata Yoongi. Karena tidak sabaran akhirnya Yoongi mengangkat dagu Jungkook agar menatapnya dan betapa terkejutnya mereka saat melihat mata indah itu membengkak dan hampir menangis.

"Jeon Jungkook! Apa yang terjadi?" tanya Yoongi. Jungkook memalingkan bola matanya agar ia tidak menatap mata Yoongi hyungnya.

"Jeon Jungkook, aku tanya sekali lagi ada apa denganmu? Kau menagis?" bentak Yoongi

"Aku ... Aku tidak apa-apa hyung, ini hanya terkena debu jadi air mataku terus keluar." Jawab Jungkook dengan senyum yang begitu manis namun tetap terlihat memaksa.

"Aku tahu kau berbohong Kookie ..." jawab Seok jin "Tae ada apa dengan Jungkook?" lanjut Seok jin bertanya pada Taehyung. Jungkook semakin gugup saat Seok jin bertanya pada Taehyung, ia takut Taehyung akan menceritakan semuanya pada para hyungnya.

"Mana aku tahu hyung, aku kan menginap di rumah Namjoon hyung" jawab Taehyung dingin.
Mereka semakin mengerutkan kening (kecuali Namjoon) saat Taehyung menjawab dengan nada yang begitu dingin bahkan dia terlihat begitu acuh pada kelinci kesayangannya itu, padahal mereka sangat tahu bahwa Taehyung begitu kalau Taehyung sangat amat menyanyangi Jungkook. Dulu saja ketika tengah malam Jungkook demam, saking paniknya ia rela berlari di tengah hujan deras hanya untuk membeli obat ke apotik yang jaraknya jauh dari apartemen. Bayangkan ia rela berlari padahal jelas-jelas ia memiliki sebuah mobil mewah, terlihat jelaskan kalau Taehyung begitu menyanyangi Jungkook.

"Kalian bertengkar?" kini giliran Hoseok yang bertanya. Kini semua mata menatap bergantian ke arah Jungkook dan Taehyung yang hanya diam, sangat terlihat jelas bahwa Jungkook sangat gugup sedangkan Taehyung diam tidak perduli.

"Jungkook-ah jawab aku!" desak Hoseok. Jungkook memejamkan matanya menghembuskan napas kasar, ia menatap sendu Hoseok dengan mata memerah menahan tangis.

"Hyung ... aku ...

TBC

Hufftt... ceritanya makin aneh yah? Maklum deh baru petama kali soalnya :D. Oh yah jadinya aku bakal terusin ff ini meskipun responnya cuman sedikit karena aku pikir sayang juga kalau dibiarin, kebetulan juga karena aku Homeschooling alias jadi nggak banyak pekerjaan akhirya ku mutusin nerusin sekalian nyari kesibukan thanks yang udah kasih masukan tentang kesalahan ffnya aku ngerasa kebantu banget. Untuk next chapter akan segera di update.