Title : I Hate Gay
Author : BunnyJungie
Cast : Vkook and other couple of BTS (bisa bertambah sewaktu-waktu)
Genre : Hurt, Friendship, Brothership
Summary : Aku tahu ini tidak normal hyung- Jeon Jungkook ... Aku sungguh membencinya tapi mengapa hatiku tidak sejalan- Kim Taehyung

Part 3

"Hyung ... aku ... aku ...

KRINGG!

Belum sempat Jungkook menyelesaikan ucapannya tiba-tiba bel masuk berbunyi, sontak hal itu membuat Jungkook bernapas lega karena bisa sedikit menghindari pembahasan ini. Karena jujur saja ia belum siap menceritakan hal yang sebenarnya terjadi apalagi ini tentang perasaannya, ia takut para hyungnya ikut membencinya seperti Taehyung sekarang. Dengan senyum manis ia menyuruh para hyungnya untuk segera masuk kelas karena bel sudah berbunyi.

"Hyungdeul lebih baik kalian segera pergi ke kelas masing-masing, pelajaran akan segera dimulai." Titah Jungkook.

"Baiklah-baiklah, kami pergi. Kalian memang lolos kali ini, tapi aku akan tetap mencari tahu masalah kalian nanti." Ucap Yoongi seraya menatap Jungkook juga Taehyung bergantian lalu pergi bersama yang lainnya ke kelas.

"Hahhh ... untung saja." Gumam Jungkook

"Apa yang untung saja?" tiba-tiba Bambam datang dan bertanya pada Jungkook yang hampir saja membuat Jungkook terjungkal kebelakang saking terkejutnya.

"YA! Aku terkejut pabo!" teriak Jungkook kesal. Ia menatap Bambam kesal seraya memajukan bibirnya dan tangan yang ia lipat di dada, Yang mana lebih terlihat sedang merajuk oleh Bambam. Bukannya merasa bersalah Bambam malah bersorak gemas melihat Jungkook yang marah, karena demi apapun Jungkook yang seperti ini itu sangat jarang bahkan mungkin yang dapat melihat sisi imutnya ini hanya dia dan ke enam hyungnya.

"Aigoo! Jungkookie neomu kyeopta!" sorak Bambam gemas seraya mencubit pipi gembil Jungkook yang membuat sang pemilik pipi meringis sakit dan mengelus pipi yang berubah merah itu.

"Ishh ... Appoyo Bammie!" rengek Jungkook pada Bambam seraya mengembungkan pipi gembilnya yang menambah pekikkan gemas dari teman-teman di kelasnya yang melihat pertengkaran mereka berdua.

POV end

Taehyung POV

"Brengsek!" aku menatap kesal ke arah bocah menjijikan itu dari jedela depan kelasnya, aku memang sengaja menyuruh para hyungku untuk terlebih dahulu ke kelas karena aku memang ingin membicarakan sesuatu dengan bocah itu. Namun belum sempat aku kembali masuk ke kelasnya aku malah disuguhkan dengan pemandangan menjijikan yang membuatku kesal setengah mati. Apa maksud bocah itu sebenarnya? Bertingkah mengemaskan di hadapan teman satu kelasnya, oh tuhan Jeon Jungkook berhenti membuat semua orang memekik gemas padamu. Berhenti sekarang juga, aku mengepalkan tanganku menahan emosi yang begitu meledak-ledak di hatiku. Fuck Jeon Jungkook wajah mengmaskanmu hanya aku yang boleh melihatnya, aku semakin emosi saat tangan sialan teman Thailandnya mencubit pipi putih nan gembil Jungkook dan apa itu? Dia, Jeon Jungkook yang dingin pada siapapun sekarang sedang bertingkah manja pada namja jelek itu? Sial.

"SHIT! Kim Taehyung ada apa denganmu, kenapa kau jadi seperti ini? Jangan bilang kau cemburu! Tidak, itu tidak benar. Kau membencinya, ya tentu kau membencinya. Kau membenci Jeon Jungkook!" aku terus menyakinkan diriku bahwa aku benar-benar membencinya tapi sungguh kenapa ini begitu sesak? Kenapa hatiku selalu berdenyut nyeri? Kenapa aku marah saat dia bersikap manja pada orang lain? Ada apa denganku? Dengan perasaan gusar aku memutuskan pergi menuju kelas sebelum Jimin mencurigaiku. Aku menghela napas kasar memikirkan semuanya, ini benar-benar membuatku stres setengah mati. Jujur saja aku sungguh merindukan kelinci manis itu, aku juga rindu saat ia bersikap manja padaku tapi semuanya menguap begitu saja karena egoku.

"Tae-ya kau kenapa?" tanya Jimin padaku. Aku menatapnya dengan tatapan datarku agar dia tidak curiga denganku. Dia mengerutkan keningnya saat aku hanya melengos duduk di belakangnya mengabaikan pertanyaannya.

"ahhh ... aku tau! Kau pasti merindukan kelinci manismu kan?" ujarnya.

"Aku? Merindukan siapa? Jeon Jungkook maksudmu? Haha omong kosong macam apa itu? ... aku tertawa remeh padanya. Sangat! Aku sangat merindukannya Jimin-ah." Lanjutku dalam hati. Dengan cepat aku menidurkan kepalaku di atas meja membiarkan Jimin yang bingung dengan sikapku.

SKIP

Taehyung POV end

Jimin POV

Aku menghela napas untuk yang kesekian kalinya bahkan aku mengabaikan TV yang menyala. Aku masih memikirkan sikap Taehyung pada Jungkook tadi, begitu dingin dan seakan membencinya.

"Kau ini kenapa Jiminie? Daritadi hanya diam melamun hem?" aku tersentak kaget saat sebuah suara yang kusukai membuyarkanku dari lamunan, aku berbalik ke belakang saat sebuah tangan memeluk leherku dari belakang. Ah itu Yoongi hyung atau sosok yang lebih dikenal dengan nama Suga, dia hyung kesayanganku sekaligus juga kekasihku selama satu tahun ini. Aku memang tidak memberi tahu siapapun tentang hubungan kami kecuali Namjoon hyung dan Seok jin hyung, karena mereka kebetulan memergoki kami saat itu ketika kami sedang berciuman di atap sekolah dan kebetulan juga mereka sama seperti kami sepasang kekasih dan juga pasangan gay. Bukannya kami berempat tidak mau memberitahu mereka hanya saja kami tidak mau merusak hubungan persahabatan kami yang sudah terjalin sangat lama, apalagi kami semua tahu bahwa Taehyung dan Jungkook bukanlah penyuka sesama jenis jadi kami memutuskan untuk tidak memberi tahu Hoseok hyung, Taehyung dan Jungkook.

"Hey, kenapa kau diam? Ada yang menganggu pikiranmu?" tanya Suga hyung padaku tanpa menghentikan kegiatannya menciumi leher dan tengkukku.

"Ani ... aku hanya masih memikirkan masalah Jungkook dan alien menyebalkan itu." Jawabku. Setelah mendengar jawabanku, aku lihat Suga hyung hanya menghela napasnya pelan lalu berjalan duduk di sampingku.

"Jangan terlalu kau pikirkan, lihat wajahmu jadi jelek ketika mengerutkan kening begitu." Ucap Suga hyung membuat aku mendelik sebal mendengarnya.

"Hyungie~ aku serius, aku mengkhawatirkan mereka." Rengekku seraya mengembungkan pipiku karena sebal, aku kan serius kenapa dia malah meledekku.

"Aigoo~ Jiminie baby jangan menggodaku begitu! Aku jadi ingin memakanmu sekarang!" ucap Suga hyung dengan senyum manisnya yang begitu menyebalkan di mataku saat ini, aku semakin mendelik sebal padanya. Apa maksudnya ingin memakanku dasar menyebalkan.

"Heol~ memangnya aku permen yang bisa kau makan hyung." Aku mencibir sebal ke arahnya. Aku lihat Suga hyung terkekeh kecil di sampingku lalu menatapku begitu intens, sontak hal itu membuat wajahku terasa begitu panas dan dapat aku pastikan bahwa wajahku pasti merah bak kepiting rebus sekarang. Aku memejamkan mataku saat aku merasakan bibir manis Suga hyung mendarat di bibirku, rasanya begitu menyenangkan meskipun aku sudah berkali-kali melakukannya dengan Suga hyung. Semakin lama ciuman kami semakin panas, aku mencengkram kuat hoodie yang dipakai Suga hyung saat merasakan bibirku dilumat, dihisap dan digigit oleh Suga hyung.

"Eunghh~" desahanku lolos begitu saja saat Suga hyung memasukan lidahnya ke dalam mulutku mengabsen setiap inci cela di mulutku, lalu mengajakku berperang lidah. Aku memukul dadanya saat aku mulai kehabisan napas, Suga hyung melepaskan ciumannya lalu menghapus lelehan saliva yang terdapat di bibirku dan daguku.

"Aku mencintaimu Park Jimin." Ucap Suga hyung padaku dengan senyuman yang begitu aku suka. Aku menatap matanya lembut membalas senyumannya dengan senyuman termanis yang aku punya.

"Aku juga mencintaimu Yoongi hyung." Balasku lalu beringsut memeluknya erat, menenggelamkan seluruh wajahku di dadanya yang begitu nyaman dan hangat.

TBC

Hi! Bunny nih! Sorry yah kalo chap ini kurang memuaskan. Oh yah thanks banget yah yang udah rewiew ffnya. Aku juga makasih banget sama yang udah ngasih saran dan benerin kesalahan penulisan, itu ngebantu banget. So tunggu next chapternya yah, akan segera di update. Aku akan update setiap dua hari sekali. Oke thanks