Title : I Hate Gay!
Author : BunnyJungie
Cast : Vkook, Yoonmin, Namjin, Hopezi and other
Genre : Hurt, Brothership, Friendship
Summary : Aku tahu ini tidak normal hyung- Jeon Jungkook … Aku sungguh sangat membencinya tapi mengapa hatiku tidak sejalan- Kim Taehyung

Part 6

Author POV

"Taehyungie?"

"Ne?"

"Kau harus tahu … sebenarnya …" ucap Jin seraya menatap Taehyung dengan pandangan yang sulit diartikan. Taehyung menatap bingung ke arah Seok Jin dan yang lainnya.

"Sebenarnya apa hyung?" tanyanya pada Seok Jin.

"Kau, aku, Namjoon, Yoongi, dan Jimin sama." Terang Jin pada Taehyung yang mana malah membuat Taehyung semakin mengerjap bingung ke arah mereka. Yoongi tersenyum pada Taehyung lalu menepuk pelan bahu namja itu pelan seraya berkata.

"Nanti malam, datanglah ke apartemenku dan Jimin. Kau akan tahun semuanya ." titah Yoongi yang di angguki oleh keempat namja lainnya kecuali Hoseok.

"Hyung boleh aku ikut? Aku ingin mengenalkan seseorang pada kalian." Tanya Hoseok hati-hati. Kini semuanya beralih menatap Hoseok bingung.

"Tentu saja hyung, kau juga kan sahabat kami. Datanglah" ucap Jimin pada Hoseok dengan senyum yang menampilkan eyes smile cantiknya yang mana malah membuat Yoongi menatap gemas ke arahnya.

"Ayo pulang, hari sudah semakin sore." Ajak Namjoon pada yang lainnya.

SKIP

Tepat pukul delapan malam Taehyung bersama Namjoon pergi menuju apartemen Yoongi dan Jimin tidak lupa juga menjemput kekasih Namjoon atau pria cantik penyuka pink bernama Kim Seok Jin di apartemennya, awalnya Taehyung sempat bingung karena saat sampai di kediaman hyung tertuanya itu tiba-tiba Namjoon memeluk hyungnya tertuanya itu dengan manja. Namun Taehyung hanya diam membiarkannya karena mungkin itu memang hal biasa untuk mereka meskipun sangat terlihat kurang wajar. Sesampainya di apartemen Yoongi dan Jimin ia bisa melihat sudah ada Hoseok di sana namun tiba-tiba ia berubah murung dan membuat para hyungnya dan Jimin menatap bingung.

"Waeyo Taehyungie?" tanya Jimin khawatir. Taehyung hanya menggeleng ke arah Jimin lalu duduk di samping Hoseok.

"Hoseok-ah, kenapa kau sendiri? Kau bilang kau mau mengenalkan seseorang pada kami?" tanya Namjoon pada Hoseok.

"Sebentar lagi dia datang tenang saja." Balasnya tanpa mengalihkan matanya dari layar TV di depannya.

Author POV end

Namjoon POV

Aku menatap laki-laki tampan dengan surai cokelat itu sendu, wajah yang biasanya menampilkan senyum bodoh itu kini berubah menjadi murung dan penuh dengan raut kesedihan. Aku memang kecewa dengan sikapnya pada Jungkook tapi mau bagaimana pun dia tetap seseorang yang sudah aku anggap sebagi adik kadungku sendiri, aku ingin marah padanya sangat ingin marah namun itu percuma karena marah padanya sama saja aku membaung-buang tenagaku. Aku membuang napas berat lalu bangkit menuju dapur untuk menemui kekasihku dan juga sahabat tercintanya Yonggi hyung.

"Jinnie hyung?" panggilku seraya memeluknya yang sedang memotong buah itu dari belakang.

"Ada apa Namjoonie?" balasnya. Aku memejamkan mataku menyenderkan kepalaku pada punggungya.

"Kau yakin akan memberitahu Taehyung?" tanyaku. Jujur saja aku belum yakin untuk memberitahu semuanya apalagi di sini ada Jung Hoseok yang belum tentu sama seperti kami penyuka sesame jenis

"Tentu saja aku yakin. Aku, Suga, dan Jimin sudah siap dengan konsekuensinya." Jawabnya dengan yakin

"Tapi Hoseok?" gumamku. Dia menghela napas pelan lalu memutar tubuhnya untuk menatapku.

"Aku siap Namjon-ah." Balasnya seraya tersenyum padaku. Aku memeluknya erat, aku pikir ini memang saatnya untuk memberitahu segalanya kan?

Namjoon POV end

Taehyung POV

Aku melirik sekelilingku saat suasana di ruang tamu mendadak hening, aku jadi bertambah bingung dengan apa yang akan mereka beritahu padaku. Apa sangat serius sampai-sampai suasananya pun hening begini? apapun itu aku harus siap bukan? Aku menoleh pada Suga hyung saat ia akan memulai pembicaraan ini.

"ehem…" aku semakin menatap Suga hyung serius.

"Hoseok-ah Taehyung-ah, kalian harus berjanji pada kami setelah mendengar ini kalian tak akan marah." aku semakin penasaran saat tiba-tiba Suga hyung menghentikan ucapannya, sebenarnya kenapa dengan mereka berempat? Dan akhirnya aku dan Hoseok hyung hanya mengangguk mengerti.

"kalian kenapa hyung?" tanya Hoseok hyung

"Kami … aku, Namjoon adalah sepasang kekasih begitu pun Suga dan Jimin." Jelas Jin hyung pada kami berdua. Aku dan Hoseok hyung melebarkan mata terkejut mendengar pengakuan mereka, jadi selama ini mereka sepang kekasih?

"Kami minta maaf karena baru memberitahu kalian setelah hampir satu tahun kami menjalin hubungan. Jujur saja kami tak bermaksud, awalnya kami ingin memberitahu kalian tapi mengingat kalian normal apalagi Taehyung sangat membenci hubungan gay jadi kami memutuskan menutupinya dari kalian. Mianhe." Terang Namjoon hyung. Aku semakin menundukkan kepalaku dalam-dalam, aku sungguh menyesal gara-gara sikapku mereka harus menyembunyikan hubungan mereka demi aku.

"Seharusnya kau memberitahuku hyung! Sungguh aku tidak pernah masalah kalian gay atau apapun itu, kalian tetap sahabatku." ucap Hoseok hyung merajuk. Aku menatap satu persatu hyungku dengan pandangan penuh sesal.

"Hyung aku minta maaf. Karena aku kalian harus menyembunyikan hubungan kalian. Andai saja aku …" ucapanku terhenti karena aku sudah tidak bisa menahan lagi tangisku. Aku merasakan sebuah tangan mengusak pelan surai kecokelatan milikku.

"gwenchana Taehyung-ah, kami baik-baik saja." Ujar Jin hyung padaku. Tiba-tiba kegiatan kami terhenti saat bel apartemen Suga hyung berbunyi tanda adanya seseorang yang dating.

Taehyung POV end

J-Hope POV

Ting tong ting tong

Aku tersenyum saat suara bel apartemen Suga hyung berbunyi, itu pasti kekasih manisku yang datang. Ahkirnya dia datang juga setelah dua jam lamanya aku menunggu, ahh ini saatnya aku memberi kejutan pada kelima sahabatku ini. Haha ini pasti akan membuat mereka benar-benar terkejut apalagi Suga hyung.

"Siapa yang bertamu?" tanya Jimin. Ckck si bantet ini kepo sekali.

"Biarkan aku yang membukanya. Itu pasti seseorang yang akan aku kenalkan pada kalian." Ujarku pada mereka seraya berlari kearah pintu apartemen.

Cklek..

"Annyeong cutie-ya?" ujarku dengan riang. Aku lihat ia tersenyum begitu manis ke arahku ahh dan apa itu? Semburat merah di pipinya, ya tuhan manis sekali anak ini.

"An annyeong hyungie." Balasnya dengan menundukkan kepalanya malu.

"Aigoo neomu kyeopta" aku memekik keras melihat dia yang malu-malu begitu manis dan cute. Aku segera menarik tangan putihnya masuk apartemen, aku sudah tidak sabar mengenalkan dia pada sahabatku di dalam.

"Kajja, Hyungie akan mengenalkan kau pada mereka."

Aku melangkah menuju tempat yang lain berkumpul, aku terus mengenggam erat lengan kekasih manisku itu. Sesampainya di ruang tamu semua orang menatap ke arahku juga seorang laki-laki yang berada di belakang punggungku.

"Hyung dia siapa?" tanya Jimin seraya menunjuk orang di belakangku. Aku menarik lembut sosok itu untuk membuatnya terlihat oleh sahabatku.

"Jung Hoseok apa maksudmu?" tanya Suga hyung padaku dengan tatapan yang begitu tajam. Haha sudah kuduga mereka khususnya suga hyung pasti terkejut hhihihi…

"Calm down hyung." Balasku padanya tersenyum lebar.

"Apa yang calm down, cepat jelaskan!" betak Suga hyung. Aku semakin tersenyum lebar dan semakin mengeratkan gengamanku padanya.

"oke, kenalkan ini Min Woozi. Adik Suga hyung dan juga kekasihku." Terangku dengan masih mengandeng tangannya. Suga hyung menajamkan matanya dan sisanya menatapku terkejut.

"Jung J-hope kau…"

"Aku gay. Sama seperti kalian." Ucapku meneruskan ucapan Jin hyung.

"Daebak!" seru Jimin heboh. Aku hanya tersenyum menatap mereka.

"ckck… kenapa harus adikku yang mendapatka namja byuntae sepertimu!" Suga hyung berdecak kesal kearahku. Aku memutar bola mataku malas

"Heol~ seperti kau tidak byuntae hyung."

"Aku? Aku tidak sepertimu." Elaknya. Mwoya, memangnya aku tak tahu apa kalau dia pernah mencium Jimin dengan ganas di atap sekolah waktu itu. Sebenarnya aku sudah tahu hubungan mereka sejak dua bulan yang lalu namun aku hanya diam membiarkan mereka sendiri yang akan memberitahunya padaku.

"Apanya yang tidak byuntae jika kau selalu mencium bibir Jimin begitu ganas di atap sekolah." Cibirku. Kena kau hyung, lihatlah haha wajah mereka berdua ya ampun.

"Hahaha …. Hyung lihat wajahmu seperti kepiting rebus." aku dan juga yang lain tergelak melihat betapa merahnya wajah pasangan Yoonmin itu.

"DIAM KALIAN!" bentaknya pada kami.

Hoseok POV end

Jungkook POV

Aku terus menari meliukkan tubuhku di lantai club malam ini, aku sudah benar-benar mabuk sekarang. Membiarkan tubuhku disentuh oleh wanita-wanita jalang di sini, aku hanya ingin membiarkan otakku sedikit melupakan kejadian-kejadian memuakkan dihidupku. Hari semakin malam dan musik pun semakin mengema keras, orang-orang semakin banyak berdatangan memenuhi tempat menyenangkan ini. Aku berjalan sempoyongan menuju tempatku bermain dengan para wanita jalang, kududukkan tubuhku diantara dua wanita berdada besar juga sexy di samping kiri juga kananku. Dengan kondisi setengah sadar aku mencium bibir gadis di samping kiriku dengan ganas, tanganku yang bebas bergerak pindah menuju payudara besar gadis itu meremasnya juga sesekali memelintir putingnya yang masih tertutup bra juga baju. Aku pun membiarkan tangan jalang itu meraba dan menyentuh setiap inci tubuhku, aku melepaskan ciumanku saat napasku sesak. Aku menatap leher putih yang terekspos cantik di depanku tanpa perintah aku segera menjilat lalu mengigit kecil leher itu sehingga menimbulkan bercak merah keunguan di sana, aku terus melakukannya diberbagi tempat karena mendengar desahan wanita itu. Namun saat baru saja aku memasukkan lengan kiriku ke dalam celana dalamnya tiba-tiba aku menghentikan permainanku karena muak, dengan cepat aku mengeluarkan lagi lenganku lalu mengusir wanita itu pergi.

"Basah! Baru segitu saja kau sudah klimaks. Memuakkan! Pergi!" ujarku dengan sinis. Aku hanya membiarkan wanita itu saat ia mulai terisak karena ulahku, aku sudah tak perduli lagi dengan puluhan gadis yang menagis karena ulahku dalam satu bulan ini.

"Memuakkan semuanya. Fuck!" desahku prustasi. Aku segera bangkit untuk pulang ke apartemen, lebih baik aku pergi tidur sekarang karena kepalaku benar-benar pening karena terlalu banyak minum.

POV end

Author POV

Waktu sudah menunjukkan pukul dua malam namun Jungkook masih duduk tenang di dalam mobilnya yang terparkir di parkiran club, ia sudah tidak mampu menyetir mobilnya sendiri dengan keadaan mabuk berat meskipun tidak sepenuhnya. Dengan hanya kesadaran yang minim ia memutuskan untuk menelepon seseorang untuk menjemputnya di sini, ia menekan asal nomor di kontak handphonenya tanpa tahu siapa yang ia hubungi.

"Yeoboseyo, hyung tolong jemput aku!" ucapnya penuh perintah.

"Yeoboseyo, Jungie-ah kau oke?" tanya seseorang disebrang sana dengan khawatir.

"Hyung palli jemput aku. Kepalaku pening, aku terlalu mabuk sekarang. Cepat jemput aku di club XXX" balasnya lagi.

"Kau mabuk?" belum sempat seseorang itu bicara Jungkook sudah mematika teleponnya begitu saja.

Tut..tut…

Sedangkan Taehyung yang menerima telepon dari Jungkook cepat-cepat berangkat pergi ke tempat di mana yang sudah Jungkook katakan, dengan perasaan campur aduk antara sedih, senang, menyesal, dan marah. Marah? Kenapa ia harus marah? Jelas saja ia marah karena ialah penyebab utama mengapa Jungkook jadi seperti ini. Setelah menempuh perjalan selama 20 menit akhirnya ia sampai di tempat yang dikatakan Jungkook, ia segera memarkirkan mobil Ferrari hitamnya di tempat parkir club itu. Ia keluar dari mobil untuk mencari keberadaan mobil Jungkook, saat hazel cokelatnya menemukan mobil Lamborghini Aventador merah yang begitu ia kenal Taehyung segera berlari kecil menuju mobil itu. Namun sesuatu memaksanya berhenti dari larinya kala melihat pemandangan yang begitu menyesakkan, hingga rasanya tubunya begitu lemas dan hatinya berdenyut nyeri. Hatinya begitu hancur melebur melihat pemandangan itu, tanpa sadar lagi-lagi Kristal bening mengalir indah dari pelupuk matanya.

"Kau benar-benar menghukumku yah?" Gumamnya begitu lirih. Ia terus menatap sepasang manusia yang tengah berciuman mesra di depan mobil merah itu dengan pandangan penuh luka dan linangan air mata.

POV end

Taehyung POV

sarangiran apeugo apeun geot yeah
ibyeoriran apeugo deo apeun geot gatae
niga eopseumyeon nan andoel geot gata
saranghaejwo saranghaejwo
dasi nae pumeuro wajwo

"Shit! Siapa sih yang tengah malam begini meneleponku?" Aku mendesah kesal saat ponsel putih milikku itu berdering keras membangunkanku dari tidur, segera aku meraba sekitar tempat tidurku untuk mencari keberadaan ponsel itu. Setelah menemukannya aku segera mengangkatnya.

"Yoboseyo, hyung tolong jemput aku." Aku mengerutkan alisku saat mendengar suara yang begitu familiar berdengung di telingaku, segera aku membuka mata dan membaca siapa penelepon itu. Aku melebarkan mataku tak percaya saat nama Jungkookie tertera di layar ponselku, sergera aku menempelkan lagi ponselku ke kuping dan menjawab telponnya.

"Yoboseyo, Jungie kau oke?" tanyaku khawatir karena aku mendengar suaranya benar-benar terdengar aneh seperti orang yang sedang mabuk.

"Hyung palli jemput aku, kepalaku pening. Aku terlalu mabuk, cepat jemput aku di club XXX." Jawabnya begitu cepat. Aku terkejut dengan apa yang baru saja kudengar dari sebrang sana, Jungkook mabuk? Sejak kapan dia mabuk dan juga pergi ke club malam? Dadaku berdenyut nyeri saat sadar kalau semua ini adalah aku penyebabnya. Dengan terburu-buru aku segera berlari mengambil jaket, dompet dan juga kunci mobilku, aku menjalankan mobilku dengan kecepatan tinggi aku tidak inginsesuatu yang buruk terjadi pada Jungkook di sana. sesampainya aku segera memarkirkan mobilku di depan club lalu turun dan mencari di mana keberadaan mobil milik Jungkook, aku terus mengedarkan pandanganku ke setiap sudut tempat parkir saat aku menoleh ke arah kiri aku melihat mobil Lamborghini merah yang aku kenal milik Jungkook. Aku berlari kecil menghampirinya namun larianku terhenti saat mataku menangkap sepasang manusia tengah saling menautkan bibir mereka di depan mobil mereah itu, bahkan meski dalam penerangan yang minim aku masih dapat melihat tangan laki-laki itu menyentuh dada besar milik gadisnya. Aku menatap nanar pada sosok itu yang tak lain adalah Jeon Jungkook, seseorang yang memintaku untuk menjemputnya. Air mataku turun tanpa perintah menyaksikan pemandangan itu, jadi kau menyuruhku menjemputmu hanya untuk memperlihatkan ini Jeon Jungkook? Tega sekali!

"Kau benar-benar menghukumku yah?" aku bergumam lirih seray menundukkan kepalaku. Aku meremas dadaku yang begitu terasa memilukan, kenapa rasa sakitnya tak menghilang juga? Ya tuhan aku mohon hilangkan walaupun hanya sedikit saja.

"Pergi! Kau tidak memuaskan. Kubilang pergi!" aku mendongkak menatap pada tempat Jungkook berdiri saat suaranya terdengar di telingaku, aku menatapnya tak percaya saat melihat ia membuat gadis itu menangis dan lebih parahnya ia membentak gadis itu. Aku tidak pernah menyangka Jungkook yang lembut kini menjadi sosok yang begitu kasar dan bejat. Saat sudah melihat gadis itu pergi aku segera berlari menghampiri Jungkook yang sedang duduk di cap mobilnya, aku begitu gugup saat mata itu menatap tepat kea rah mataku. Jantungku berdetak begitu kencang saat ia tersenyum begitu manis di depanku, oh tuhan kenapa ia begitu tampan?

Bruk

Aku semakin salah tingkah saat Jungkook tiba-tiba memeluk tubuh begitu erat bahkan aku dapat mencium wangi cologne yang menguar dari tubuhnya, ia menaruh kepalanya ke ceruk leherku yang membuat aku bergidik karena napasnya yang menerpa leherku.

"Jungkook-ah" ucapku dengan nada bergetar menahan desahanku. Ia melepaskan pelukannya lalu menatapku begitu intens yang semakin membuatku salah tingkah, ia tersenyum menunjukkan gigi kelincinya yang begitu terlihat sangat lucu.

"Hyung … "

TBC

Hihihi akhirnya update juga chapter enam. Aku mau bilang makasih sama yang udah baca dan setia nunggu ff ini. Aku janji bakal sering update, oh iya kalau misalkan chapter ini sedikit mengecewakan maaf yah? Dan satu lagi nih aku bakal jawab hal yang bikin kalian penasaran, jadi Kookie itu berubah bukan karena rencana dia sama para hyungdeul buat bikin Tae sadar tapi dia berubah karena emang keinginan hatinya sekaligus mau buktiin sama Tae kalau dia itu nggak seperti yang Tae bilang. Kalian ingetkan Tae pernah bilang apa sama Kookie? Nah karena hal itu yang bikin dia berubah jadi bad boy. Udah kan nggak penasaran lagi? Kalau gitu sekian dari Bunny. Bunny pamit undur diri dulu mau temenin Kookie mandi *eh salah maksudnya mau mandi.