Title : I Hate Gay!
Author : BunnyJungie (Tiara Putri)
Cast : Vkook, Yoonmin, Namjin, Hopezi
Genre : Hurt, Brothership, Friendship
Summary : Aku tahu ini tidak normal hyung- Jeon Jungkook … Aku sungguh sangat membencinya tapi mengapa hatiku tidak sejalan- Kim Taehyung
Part 7
Happy Reading.
"Jungkook-ah" ucapku dengan nada bergetar menahan desahanku. Ia melepaskan pelukannya lalu menatapku begitu intens yang semakin membuatku salah tingkah, ia tersenyum menunjukkan gigi kelincinya yang begitu terlihat sangat lucu.
"Hyung … "
Author POV
"Hyung …" panggil Jungkook pada Taehyung seraya tersenyum manis pada pria dihadapannya. Taehyung menatap bingung ke arah Jungkook. Jungkook menangkup kedua pipi Taehyung dan menatap lekat laki-laki yang dipanggilnya hyung itu.
"Aku …
Pluk
Taehyung mengerjabkan matanya saat merasakan kepala Jungkook tiba-tiba jatuh ke atas dadanya atau lebih tepat ke dalam pelukkannya, ia menepuk-nepuk pelan pipi Jungkook dan memanggil namja itu agar tersadar.
"Jungkook-ah? Hey Jeon Jungkook, bangunlah. Jeon Jungkook jangan bercanda!" seru Taehyung pada Jungkook. Ia menghela napas berat saat menyadari kalau Jungkook tidak main-main, namja ini benar-benar tidak sadarkan diri karena terlalu banyak minum. Dengan cepat Taehyung segara membopong tubuh berisi Jungkook menuju mobilnya, setelah dengan susah payah ia membawa tubuh Jungkook ia segera berlari kembali ke tempat mobil Jungkook terparkir untuk mengambil kunci mobil Jungkook di sana. selesainya Taehyung memutuskan membawa Jungkook ke apartemen milik Namjoon yang juga ia tinggali, ia tidak perduli jika Jungkook marah padanya ketika membuka matanya dan mendapati ia bersama dengannya yang terpenting ia benar-benar harus bicara dengan bocah itu secepatnya. Taehyung membawa Jungkook dengan tangan Jungkook di bahunya dan tangannya sendiri menahan pinggang laki-laki yang satu tahun dibawahnya itu.
Bruk
Taehyung membanting pintu apartemennya dengan mengunakan kakinya dan hal itu mengakibatkan sang pemilik apartemen terbagun karena kaget, Namjoon segera berlari keluar kamar untuk mengecek asal suara itu. Namjoon berseru panik saat melihat Jungkook tak sadarkan diri dalam bopongan Taehyung. Melihat Namjoon datang Taehyung segera meminta bantuan untuk membawa Jungkook ke kamarnya.
"hyung bantu aku palli!" ujarnya. Namjoon segera berjalan cepat dan mengambil lengan kanan Jungkook yang bebas ke atas bahunya.
"Tae-ya ada apa dengan Jungkook? Kenapa dia begini?" tanyanya penuh khawatir.
"Ia mabuk hyung." Jawab Taehyung seraya menatap sendu pada laki-laki yang begitu ia cintai itu. Namjoon mengerutkan keningnya tak mengerti.
"Mabuk?" tanya Namjoon.
"Ya mabuk, bahkan aku melihatnya hampir bercinta dengan seorang wanita di parkiran club." Jelas Taehyung dengan nada sedih yang begitu ketara. Namjoon memijat keningnya yang begitu terasa pening karena masalah antara kedua maknae kesayangannya itu. Namjoon benar-benar tidak habis pikir Jungkook bisa melakukan hal sejauh ini, ia sungguh kehilangan Jungkook dengan segala hal manisnya maknae itu.
"Ini semua salahku hyung. Andai saja aku menyadari perasaanku dari awal pasti semuanya tidak akan terjadi. Harusnya … harusnya aku …. " Taehyung terisak begitu pilu hingga menjatuhkan tubuhnya ke lantai karena tubuhnya bergetar begitu hebat. Namjoon meraih tubuh bergetar itu ke dalam pelukannya, menenangkan Taehyung dengan terus mengusap punggung namja itu.
"Ini bukan salahmu Taehyungie, jadi berhenti menyalahkan dirimu sendiri. Aku yakin Jungkook akan memaafkanmu nanti." Hibur Namjoon pada Taehyung
"Sudah malam, lebih baik kau tidur sekarang. Kau pasti lelah pergilah ke kamarku!" ujar Namjoon yang di angguki Taehyung. Taehyung segera beranjak pergi menuju kamar Namjoon seperti yang disuruh hyungnya itu.
Namjoon POV
Aku menatap punggung sahabat yang sudah kuanggap seperi adik kandungku sendiri itu sendu, aku jelas tahu bagaimana dengan perasaannya sekarang tapi mau bagaimana lagi aku benar-benar tidak bisa membantunya. Kini aku beralih menatap laki-laki manis yang tengah berbaring di hadapanku tidak kalah sendu, aku membelai poni yang menutupi wajah manisnya. Aku menghela napas berat memikirkan mereka benar-benar membuat kepalaku mau pecah, apalagi aku sugguh tidak bisa mengendalikan Jungkook yang sekarang. Dia benar-benar berubah, sekarang aku seperti tidak mengenalnya Jungkook terasa begitu asing untuk kami semua. Aku tidak tahu apa yang terjadi dengannya setelah pulang dari Amerika, Hoseok sempat menceritakannya pada kami perihal perubahan Jungkook.
"Aku benar-benar bingung. Malam itu Jungkook menangis semalaman lalu tiba-tiba paginya ia bersikap biasa seperti tidak terjadi apapun. Dia membangunkanku sambil tersenyum lebar, aku bingung melihatnya tapi aku senang karena ia tidak sedih lagi. Ia memang menceritakan rencananya untuk berubah menjadi lebih baik, ia hanya bilang kalau ia ingin merubah diri menjadi lebih baik meskipun sebenarnya aku tahu alasan kenapa ia menangis. Ia memintaku mengantarkannya ke bandara, ia bukan pergi ke Busan tapi Ameriaka hyung. aku tidak tahu jika berubah yang ia maksud adalah berubah menjadi seperti itu."
Kau berbohong Jeon Jungkook. Kau bilang kau pergi ke Busan karena acara perjodohanmu dengan Seulgi tapi nyatanya kau ke Amerika, bahkan dalam waktu dua hari kau berjalan dengan Yuju dan membiarkan Seulgi begitu saja. Hyung sungguh kecewa denganmu Jungkook-ah, haruskan seperti ini? Apa kau bahagia membuat Taehyung menderita seperti ini? Aku mohon berhenti menghukumnya seperti ini. Kau tahu? Dia sekarang sudah sadar kalau di mencintaimu. Jadi aku mohon hentikan semua ini, aku tahu kau juga masih mencintainya.
"Jungkook-ah dia mencintaimu. Jangan seperti ini, hyung mohon, dia sudah sangat tersiksa dengan semua ini. Kami merindukanmu maknae-ya. Kembalilah." Gumamku lalu mengecup keningnya. Aku beranjak pergi meninggalkan kamarnya, aku meraih ponsel hitamku di dalam saku lalu menelepon sahabatku yang lain untuk meminta mereka datang besok kemari. Ini sudah saatnya untuk memperbaiki semuanya terutama hubungan Jungkook dan Taehyung.
"Yoboseyo baby, apa aku menganggumu?" tanyaku pada Seok Jin hyung.
'Anio, memangnya ada apa Namjoonie? Tengah malan begini kau menelepon." Ujar Seok Jin hyung padaku.
"Baby jadi begini tadi Taehyung membawa Jungkook ke apartemen kami dalam keadaan tidak sadarkan diri karena mabuk." Jawabku padanya.
"Astaga! Jungkook mabuk? Bagaimana bisa Namjoon?" teriaknya dari sebrang sana. Aku menghembuskan napasku kasar,
"aku tidak tahu bagaimana bisa ia mabuk berat seperti itu. Ini sudah keterlaluan baby, aku rasa besok adalah saat yang tepat menyelesaikan masalan ini dengannya. Jadi bisa kau datang ke sini dengan yang lainnya?"
"Arraso, aku akan datang ke sana besok dengan yang lain."
"geuraeu, kalau begitu aku tutup teleponnya. Maaf menganggumu di tengah malam begini. saranghae." Ucapku mengakhiri percakapan kami.
"Gwenchana, nado saraghae Namjoonie.' Jawabnya.
POV end
SKIP
Jungkook POV
Aku membuka mataku saat sinar matahari mengenai rentina mataku, aku bangkit dan memegang kepalaku yang begitu terasa pening.
"Sudah bangun anak nakal?" tanya seseorang padaku. Aku menoleh ke arah jendela dan menemukan Suga hyung di sana sedang menatapku tajam, aku membalas tatapan tajamnya dengan kebingunga. Kutatap sekelilingku yang begitu berbeda ini bukan kamarku tapi ini seperti kamar tamu Namjoon hyung, bagaimana bisa aku di sini bukankah semalam aku ada di club? Lalu siapa yang membawaku ke sini? Semalam aku menelpon seseorang yang tak tau siapa, apa itu Namjoon hyung?
"Sampai kapan kau akan melamun Jeon Jungkook? Cepat pergi mandi lalu sarapan!" titah Suga hyung yang menyadarkanku dari lamunan. Aku segera menuruti perintahnya itu karena jujur saja perutku juga sudah minta diisi, sejak kemarin aku belum menyentuh sedikitpun nasi jadi wajar saja aku lapar sekarang. Setelah selesai mandi aku segera keluar dari kamar dan pergi menuju dapur untuk sarapan, namun langkahku terhenti saat mendapati semua hyungku ada di sini termaksud laki-laki itu. Mereka semua menatapku saat sadar aku ada di sana namun aku tidak perduli dan langsung duduk di sebelah Hoseok hyung.
"Kenapa kalian semua menatapku begitu?" tanyaku risih karena mereka terus menatapku sedari aku datang. Aku hanya mengangkat bahu acuh saat mereka serempak menggeleng dan kembali fokus pada makanan masing-masing. Suasana sarapan begitu hening membuatku sedikit bingung sebenarnya karena biasanya mereka semua akan ribut apalagi Jimin dan Hoseok hyung, tapi kali ini mereka semua hanya diam tanpa suara hanya ada suara dentingan sendok disini. Selesai sarapan aku bergegas beranjak untuk kembali ke apartemenku namun tiba-tiba namja itu menahan lenganku.
"Jeon Jungkook, kita perlu bicara." Ujarnya. Aku memiringkan kepalaku lalu menyeringai ke arahnya.
"Maaf tapi aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan … Sunbae." Balasku lalu menghentakkan kasar lengannya dari lenganku. Ia menatapku tajam seolah menakutiku namun sayang aku tidak takut sama sekali dengan tatapannya itu.
"Aku mohon Jungie-ya" aku semakin mendelik sebal padanya saat mendengar kata terakhirnya itu.
"Jangan pernah memanggilku dengan nama itu! Kita tidak saling mengenal jadi berhenti mengangguku!" bentaku padanya. Aku berjalan pergi meninggalkan semua orang di sana namun sebuah teriakan menghentikan langkahku.
"Jungkook-ah saranghae! Jeon Jungkook aku mencintaimu!" aku mengepalkan tanganku mendengar teriakan dari orang yang begitu aku benci. Aku merasakan sebuah lengan memeluk leherku dari belakang, aku hanya diam membiarkan orang itu melakukan apapun yang ia mau.
"Aku mohon maafkan aku, aku tahu aku salah. Seharusnya aku tidak bersikap kasar padamu, dan seharusnya aku sadar kalau aku juga mencintaimu." Ujarnya padaku. Aku diam tidak menjawab sama sekali.
POV end
Taehyung POV
"Jeon Jungkook, kita perlu bicara." Ucapku padanya seraya menahan pergelangan tangannya agar ia tidak pergi. Ia memiringkan kepalanya lalu menyeringai ke arahku, aku menahan napasku karena aku benar-benar takut sekarang.
" Maaf tapi aku rasa tidak ada yang perlu kita bicarakan … Sunbae" jawabnya padaku. Aku menatapnya tajam meskipun tidak membuatnya ketakutan seperti dulu lagi. Aku melembutkan tatapanku padanya memohon agar ia mau berbicara denganku.
"Aku mohon Jungie-ya." Pintaku yang mana malah membuatnya mendelik sebal ke arahku.
"Jangan pernah memanggilku dengan nama itu! Kita tidak saling mengenal jadi berhenti mengangguku!" bentaknya padaku lalu menghentak kasar lenganku dari lengannya. Ia berlalu begitu saja dari hadapanku sampai akhirnya teriakanku membuatnya berhenti.
"Jungkook-ah saranghae. Jeon Jungkook aku mencintaimu!" teriakku padanya lalu berlari memeluknya dari belakang. Ia tetap diam tak bergeming membuatku semakin menyerah padanya.
"Aku mohon maafkan aku. Aku tahu aku salah, seharusnya aku tidak bersikap kasar padamu, dan seharusnya aku sadar kalau aku mencintaimu." Ucapku lirih. Dia tetap tidak merespon setiap ucapanku. Aku semakin putus asa, dengan kasar aku membalikkan tubuhnya ke hadapanku. Aku lihat ia hanya memandang kosong ke arahku, namun detik berikutnya ia menangkup kedua pipiku seperti saat di parkiran club semalam. Dia tersenyum manis padaku senyum yang begitu aku rindukan, tapi sampai akhirnya.
"Hyung …
TBC
Hai, bunny balik lagi nih bawa chapter tujuhnya. Semoga di chap ini kalian puas yah, aku juga mau minta maaf nih karena sedikit telat. Because kemarin nenek Bunny meninggal jadi baru sempet nerusin ffnya hari ini, yah meskipun aku capek karena baru pulang dari kelas dance tapi demi kalian aku rela nerusin. So aku harap kalian suka dan nggak kecewa dengan ff ini. Thanks
