I Love You (Sequel I Hate Gay)
Author : BunnyJungie
Cast : Vkook, Yoonmin, Namjin, Hopezi
Genre : Romance, Friendship, Brothership
Summary : Aku mencintaimu Jeon Jungkook- Kim Taehyung ... AHH! Hyung andwe!- Jeon Jungkook

.

.

.

.

Happy Reading

.

.

.

Author POV

.

.

Sudah satu bulan berlalu sejak kejadian di atap sekolah waktu itu, kini hubugan Taehyung dan Jungkook sudah membaik begitupun dengan ketiga pasangan lainnya. Bahkan hubungan Taekook begitu romantis dari yang lainnya membuat semua murid Bangtan High School selalu memandang iri pada mereka berdua, dengan Taehyung yang begitu protektif dan sabar ditambah sifat Jungkook yang lemut juga perhatian membuat siapa saja berseru iri. Lihat saja sekarang ini apa yang Taehyung dan Jungkook lakukan, berdiam diri menatap langit malam di balkon apartemen mereka dengan posisi Taehyung memeluk Jungkook dari belakang. Romantis bukan? Jungkook bahkan sekarang sudah kembali menjadi sosok yang manis dan mengemaskan bukan sosok mengerikan juga nakal, membuat semua hyung juga kekasihnya bernafas lega. Namun yang membuat Taehyung juga yang lain bingung adalah masalah perjodohan antara Jungkook dengan Seulgi yang sampai sekarang masih belum jelas, dan sepertinya Jungkook pun eggan membahasanya. Meski ia penasaran setengah mati tapi Taehyung lebih memilih diam dan membiarkan Jungkook yang menjelaskannya sendiri nanti, karena jika ia bertanya sekarang ia takut dengan jawaban yang akan ia dapatkan dari mulut kekasihnya itu. Mereka berdua masih tenggelam dalam kesunyian, menyalurkan rasa hangat yang begitu nyaman pada tubuh keduanya. Mereka berdua terus memejamkan mata hingga suara merdu Jungkook memutuskan kesunyian diantara mereka.

"Hyung?" paggil Jungkook tetap dalam posisinya. Taehyung hanya mengumam untuk menjawab panggilan Jungkook, karena kini ia sedang fokus pada leher jenjang sang kekasih.

Jungkook menghela napas pelan lalu memejamkan matanya sejenak untuk menyakinkan dirinya memberitahu Taehyung tentang ia dan Kang Seulgi. Jungkook berpalik menghadap yang lebih tua, ia menatap lekat sosok itu dengan tatapan yang sulit diartikan membuat kening namja yang ditatapnya mengerutkan kening bingung. Taehyung mengerutkan keningnya menyadari tatapan Jungkook yang terlihat berbeda dari biasanya, ia membiarkan Jungkook menatapnya walaupun Taehyung merasa risih karena tatapannya begitu sulit ia baca. Jungkook mengenggam kedua lengan Taehyung tanpa melepas tatapannya dari sang kekasih.

"Hyung ..." Jungkook menjilat pelan bibir bawahnya sebelum meneruskan ucapannya. "kau ingat ketika aku turun dari mobil yang sama dengan Seulgi hari itu?" tanya Jungkook hati-hati. Rahang Taehyung mengeras mendengar kalimat yang terucap dari bibir Jungkook, tentu saja ia ingat jelas apa yang terjadi bahkan masih menempel jelas di kepalanya apa yang diucapkan laki-laki manis di hadapannya ini.

.

.

POV end

.

.

Taehyung POV

.

.

"Hyung ..." Jungkook menjilat pelan bibir bawahnya sebelum meneruskan ucapannya. "kau ingat ketika aku turun dari mobil yang sama dengan Seulgi hari itu?" tanya Jungkook hati-hati. Rahangku mengeras mendengar kalimat yang terucap dari bibir Jungkook, tentu saja aku ingat jelas apa yang terjadi bahkan masih menempel jelas di kepalaku apa yang diucapkan laki-laki manis di hadapanku ini. Tidak, jangan sekarang Jungkook-ah. Aku belum siap mengetahui semuanya sekarang, aku mohon biarkan aku menikmati moment kebesamaan kita lebih lama tanpa adanya beban juga penghalang. Aku menelan ludahku kasar melihat tatapan Jungkook yang meminta jawaban padaku, kenapa rasanya begitu sulit hanya untuk menjawab pertanyaan itu? Kenapa suaraku serasa menghilang begitu saja? Aku menghela napas kasar lalu menatap lembut malaikat cantik di hadapanku ini, meraih jari-jari lentik nan lembutnya untuk kugenggam.

"Ya, hyung menginggatnya. Ada apa kau menanyakan tentang ini?" balasku. Kulihat Jungkook mengigit bibirnya pelan, bola matanya begerak gelisah. Aku menghela napas lagi melihat Jungkook hanya diam tak mengindahkan pertanyaanku, aku mengangkat lengan kananku untuk menyentuh pipi gembilnya dan lengan sebelahnya kubiarkan tetap mengenggam lengannya.

"Ada apa, hm?" tanyaku padanya. Jungkook meraih tanganku yang berada di pipinya lalu menunduk tak membiarkan aku menatap manik hitamnya.

"Appa menjodohkan aku dengan Seulgi hyung." Ujarnya lirih, sangat lirih hingga aku bahkan hampir tak mendengarnya jika bukan karena jarak kami yang sangat dekat. Aku memejamkan mata menahan rasa sesak yang menguar begitu saja di dadaku, pegangan tanganku melemas seiring dengan denyutan dadaku yang semakin terasa sesak.

"Aku tidak bisa menolak perjodohan ini meskipun aku tak menginginkannya." lanjutnya. Aku melangkah mundur memberi jarak antara aku dan Jungkook, aku menatap tajam juga dingin ke arahnya. Amarahku memuncak mendengar semua ucapannya, jika ia memang di jodohkan dengan gadis populer itu lalu untuk apa dia menerimaku satu bulan yang lalu?

"Kau brengsek Jeon Jungkook!" aku berteriak ke arahnya dengan air mata yang kutahan sekuat mungkin agar tak meluncur.

"Jika sejak awal kau memang dijodohkan untuk apa kau menerimaku HAH? Untuk apa? Beritahu aku untuk apa?" cercaku seraya mencengkram kerah bajunya juga air mata yang berhasil lolos dari pelupuk mataku.

.

.

POV end

.

.

Jungkook POV

.

.

"Kau brengsek Jeon Jungkook!" Tae hyung berteriak ke arahku dengan air mata yang mulai mengumpul di pelupuk mata indahnya.

"Jika sejak awal kau memang dijodohkan untuk apa kau menerimaku HAH? Untuk apa? Beritahu aku untuk apa?" cercanya seraya mencengkram kerah bajuku juga air mata yang berhasil lolos dari pelupuk matanya. Aku tersentak kaget saat melihat air mata Tae hyung mengalir jatuh di pipinya, dadaku berdenyut perih melihat air matanya. Aku mencoba melepaskan cengkraman Tae hyung pada kerah bajuku yang membuatku kesulitan untuk bernafas, aku terbatuk saat cengkraman itu akhirnya terlepas sungguh ini begitu terasa sakit karena Tae hyung sangat kencang mencengkramnya.

Uhuk..uhuk...uhuk

"Hyu..ng"

"Jika ini semua hanya bahan pembalasan dendammu padaku 'SELAMAT' kau berhasil Jeon Jungkook! Kau berhasil membuatku hancur sekarang!" ujarnya tajam lalu pergi meninggalkanku sendiri di balkon apartemen. Aku menghela napas prustasi, dengan cepat aku melangkah menyusul Tae hyung ke dalam kamar kamu. Aku meraih tangan namja yang kucintai ini dan menariknya kembali ke hadapanku

"Hyung, aku mohon dengarkan aku dulu." Titahku lembut. Ia menatapku tajam membuatku meringis pelan namun aku tak perduli dan tetap menariknya mendekat padaku. Aku menghapus air matanya yang masih mengalir deras dengan lembut seakan ia adalah benda pecah yang harus ku jaga baik-baik.

"Hyung ... aku memang tidak bisa menolak perjodohan itu karena itu adalah permintaan appa. Tapi itu dulu sebelum aku memberitahu mereka kalau aku mencintai anak dari keluarga Kim yang juga sahabat Eomma." Terangku. Aku terkekeh pelan saat melihat wajah bingung juga terkejut yang ditunjukkan oleh Tae hyung. Aku berdehem pelan untuk menghilangkan kegugupanku setelah mengatakan semua itu, ya tuhan aku malu sekali dan aku yakin sekarang wajahku sudah memerah bak kepiting rebus.

Greb

Aku tersentak kaget saat sebuah tubuh memelukku begitu erat, kuulurkan lenganku menuju pinggangnya membalas pelukannya tak kalah erat. Aku melesakkan wajahku ke dada bidang milik Tae hyung mencari rasa hangat juga nyaman di sana.

"Kau membuatku takut Kookie" lirih Tae hyung padaku. Aku terkekeh mendengar penuturan Tae hyung, dengan segara aku melepaskan pelukannya lalu tertawa keras karena wajahnya yang begitu terlihat lucu.

"HAHAHAHA! Ya ampun hyung kau lucu sekali, sungguh." Gelakku semakin tak terkontrol saat melihat wajah Tae hyung yang memerah karena habis menangis tadi ditambah saat ini ia sedang memajukan bibirnya pose andalannya jika sedang marah.

.

.

POV end

.

.

.

Author POV

.

.

Jungkook menghentikan tawanya saat Taehyung menatapnya begitu intens dan juga posisi mereka terasa begitu dekat, ia kan jadi merasa risih dan salah tingkah ditatap sedalam itu.

"Hyu..hyung" cicitnya seraya melangkah mundur menghindari Taehyung yang semakin mendekat ke arahnya.

Jungkook terus melangkah mundur dan dengan lihai Taehyung menyesuikan langkah si manis, hingga akhirnya

Brak

-tubuh Jungkook terhempas ke atas ranjang dengan tubuh Taehyung berada di atasnya mengunci setiap pergerakan Jungkook. Taehyung menaruh kedua lengannya di sisi kepala Jungkook untuk menumpu tubuhnya agar tak menimpa sang kekasih, ia menatap sepasang mata milik Jungkook begitu dalam sehingga membuat makhluk di bawahnya salah tingkah juga gugup.

"Hyung bisakah kau menyingkir? Kau berat." Ucap Jungkook tanpa menatap Taehyung. Membuat Taehyung berseru gemas dalam hati, lihatlah bagaimana bola mata itu bergerak sembarang arah, pipi gembul yang bersemu merah hingga menuju telinga benar-benar manis kekasihnya itu. Taehyung merunduk mendekatkan bibirnya pada telinga Jungkook untuk membisikan sesuatu pada tubuh di bawahnya itu.

"Puas menggodaku ? hm? Jadi apa boleh aku memberi hukumannya sekarang?" tanya Taehyung berbisik di telinga Jungkook dan itu sukses membuat tubuh dibawahnya menegang takut.

Belum sempat Jungkook menjawab Taehyung sudah lebih dulu mencium area lehernya yang mana mau tak mau membuat Jungkook menahan napasnya, Jungkook mengigit bibirnya saat Taehyung mulai menyesap kuat lehernya.

"Jangan ditahan sayang, mendesahlah!" titah Taehyung berbisik lalu meneruskan kegiatannya menyesap leher milik Jungkook.

"AH!" satu desahan berhasil lolos dari bibir bengkak milik Jungkook kala Taehyung mengigit kuat lehernya, meskipun rasanya sakit tapi tetap terasa nikmat karena lidah Taehyung bermain begitu lihai di kulit putih milik Jungkook.

Merasa sudah cukup dengan leher Jungkook kini Taehyung berpindah menuju dada milik sang kekasih, ia membuka satu-persatu kancing piama yang Jungkook kenakan. Setelah semuanya berhasil ia buka Taehyung segera meluncurkan aksinya, mengelus lembut perut rata milik Jungkook dengan tatapan mata yang tertuju pada makhluk manis di bawahnya. Menatap bagaimana mata itu terpejam, bibir yang setengah terbuka, napas yang memburu juga warna merah samar yang terlukis indah di pipi gembul milik Jungkook. Saat tangan Taehyung sampai di nipple kelincinya, dengan lihai ia memilin benda cokelat itu hingga membuat Jungkook mendesah menyeruakan nama Taehyung Taehyung dan Taehyung.

Jungkook hanya mampu mendesahkan nama sang kekasih kala Taehyung mengerjai tubuhnya yang begitu mampu menghantarkan rasa nikmat di tubuhnya, tubuh Jungkook menggelinjang saat Taehyung memainkan nipple-nya menggunakan lidahnya.

"Ahn... Taaee...hyuu..ngg..." lagi desahan itu menggema di kamar apartemen mereka.

Malam yang sunyi saat ini bersama suara deritan kasur juga suara desahan keduanya menjadi saksi bisu penyatuan dua manusia yang saling mencintai dan berakhirnya sebuah penantian menyakitkan kedua makhluk adam di dalam sana.

.

.

End

.

.

.

Epilog

.

.

Taehyung terbangun saat sinar matahari menyilaukan kedua matanya, ia menggeliat pelan merasakan tubuhnya yang begitu terasa pegal akibat kegiatan panasnya semalam dengan sang kekasih. Ia menunduk untuk menatap mahakarya tuhan yang tercipta begitu indah sedang terlelap di dalam dekapannya, ia menarik tubuh polos Jungkook ke dalam pelukannya dengan sangat pelan karena sejujurnya tubuh mereka masih menyatu di bawah sana.

"Aku mencintaimu Jeon Jungkook." Gumamnya seraya mengecup lama kening milik Jungkook

Semalam Taehyung bersikeras agar miliknya tidak dilepas dari lubang Jungkook, karena terlalu lelah akhirnya Jungkook hanya mengangguk mengiyakan malas juga kalau harus berdebat disaat tubuhnya begitu terasa remuk dan ia sangat mengantuk. Namun tanpa sadar gerakan pelan itu malah membuat junior milik Taehyung kembali menyentuh titik terdalam milik Jungkook dan berhasil membuat sosok di dekapannya mendesah dalam tidurnya,

"Enghh..."

Taehyung membeku mendengar desahan yang lolos dari bibir kekasihnya, jujur saja itu membuatnya kembali menegang. Menyeringai, tanpa meminta persetujuan Taehyung kembali mengerakkan miliknya di lubang milik Jungkook. Merasa tidurnya terganggu dengan malas Jungkook membuka matanya perlahan namun semakin lama gerakan itu semakin terasa nikmat dan membuatnya mendesah, Jungkook melotot saat sadar sosok di yang mendekapnya ini sedang melakukan apa. Ia segera bangkit namun dengan gerakan cepat sosok yang ia tahu adalah kekasihnya lebih cepat menariknya kembali berbaring dan ia bisa melihat Taehyung berada di atasnya sedang mengerakan milikya di dalam sana.

"Agghhh... hyuuu...nnggg... ap...a ya..ng kau laku...kannn...?" tanyannya dengan suara desahan. Taehyung hanya tersenyum santai lalu membalas pertanyaan kekasih manisnya itu.

"Menu...rut...mu.." tanyanya kembali. Taehyung semakin mempercepat gerakannya di bawah sana membuat Jungkook mengerang prustasi karena nikmat.

"AH hyung andwe!" teriaknya seraya mencoba menghentikan Taehyung dari kegiatannya.

.

.

Real End

.

.

.

Hai BabyJungie balik lagi! Gimana nih sequelnya menurut kalian? Baguskah? Maaf yah kalau sequelnya kurang bagus atau memuaskan, maaf juga karena terlalu lama update. Habis kemarin2 nggak ada ide buat jalan ceritanya jadi deh lama, tolong maklum yah kalau ada typo atau kesalahan lain. Kalian bisa kasih tahu kalau ada kesalahan.

.

Last, review juseyo..