I Have A Love
Chapter 9
Happy reading^^~
.
.
.
.
Keterangan Umur
Kyuhyun : 19 tahun
Sungmin : 21 tahun
Siwon : 25 tahun
Kibum : 23 tahun
.
.
.
.
Kyuhyun termangu dalam lamunannya. Sudah lewat tiga hari dan ia masih memikirkan semua kilasan demi kilasan yang kian memenuhi memorinya. Ya, memorinya yang sempat menghilang. Memori yang selama ini hampir tak pernah tersentuh hingga rasanya ia tidak pernah mengalami masa kecil. Terlebih kedua orangtuanya yang seperti sengaja ikut mengubur dalam-dalam ingatan tersebut dengan tak pernah membahas sedikitpun tentang masa kecilnya.
Bukan tidak pernah ia mencari tahu dan bertanya pada sang eomma. Namun, hanya senyuman yang ia dapatkan. Dengan alasan segudang pekerjaan yang menanti ditempat pekerjaannya, sang eomma selalu menunda untuk bercerita. Tak jarang pula ia hanya menerima jawaban 'suatu saat kau akan mengingatnya sendiri Kyu.. tapi akan lebih baik kalau kau tidak mengingatnya lagi sama sekali'. Setelahnya sudah bisa ia tebak, heechul lagi-lagi meninggalkannya dengan tanda tanya besar yang seolah memenuhi kepala namja tampan itu. Pernah sekali kyuhyun mencoba peruntungan dengan bertanya pada Hangeng. Namja yang menjadi kepala keluarga Cho itu hanya tersenyum tipis, Kyuhyun merasa kesal jika mengingatnya. Selebihnya Hangeng memberikan jawaban yang hampir sama dengan Heechul meski menggunakan kalimat yang tak persis sama. 'tidak ada yang perlu kau ingat Kyuhyun. Semuanya berjalan biasa saja, tak jauh berbeda dengan kehidupanmu yang biasanya. cukup kenang masa remaja yang bisa kau ingat saja. kalau appa tidak salah, waktu itu kau baru saja menginjak sebelas, bukan?'
Ya, sebelas tahun. Sekitar delapan tahun yang lalu, dimana dirinya berhasil melupakan semua memori-memori dari tahun sebelumnya dan melupakan rasa sakit dan cinta pertamanya. Sepertinya ia mulai mengerti mengapa Heechul maupun Hangeng tak pernah mau membahas masa kecilnya lagi. Mereka begitu rapat menutupi semuanya. Bahkan Kyuhyun masih mengingat dengan jelas bagaimana kedua orangtuanya berakting seolah benar-benar tidak mengenal Sungmin saat pertama kali ia memberitahukan masalahnya dengan Sungmin (chapter 5). Namja tampan itu mendengus lelah. Ia seperti dibodohi- tidak! Ia memang dibodohi selama ini. Dibiarkan tidak mengetahui apa-apa padahal memori itu adalah bagian dari hidupnya.
Berbeda dengan usaha Kyuhyun sebelumnya yang tidak membuahkan hasil, dua hari yang lalu ia berhasil menemui sang eomma yang memang kebetulan sedang berada di Korea. Ia mengatakan telah mengingat masa kecilnya, meski tak utuh dan untuk itulah ia membutuhkan bantuan Heechul untuk menuntaskan kepingan yang belum berhasil diingatnya. Hanya dengan kalimat singkat itu, Heechul sontak memeluk Kyuhyun, mengeratkan lagi pelukannya saat Kyuhyun ikut menangis dalam dekapannya. Sepertinya sudah lama ia tidak memeluk Kyuhyun seerat itu. Setelahnya, alunan cerita mengalir begitu saja dari bibir Heechul. Kilasan-kilasan penting yang sempat hilang dari ingatan Kyuhyun, kini semuanya terasa begitu jelas.
Kyuhyun melirik layar ponselnya sekali lagi. Membaca ulang pesan singkat yang dikirimkan Kibum padanya beberapa menit yang lalu. Hanya sebuah pesan singkat. Sayangnya pesan singkat itu berhasil merobek hati Kyuhyun. Ia sadar tak seharusnya ia merasa sakit tapi begitulah kenyataannya. Mendengar ucapan selamat itu dari sahabat lamanya yang pernah ia cintai- 'atau mungkin masih?'. Kyuhyun menggeleng, merutuk pikirannya barusan namun sebagian hatinya membenarkan.
From : 010-4460-xxxx
Message : hi, kyunnie. Aku turut bahagia atas rencana pernikahan kalian. Kuharap lain waktu kita bisa berkumpul lagi seperti dulu. Aku titip salam pada Minnieku tersayang, ne? Kkkkkk~ sampai jumpa! _kibummie_
'cklek'
Pintu kamar yang membawa dirinya menuju balkon berderit kecil menandakan seseorang baru saja membuka dan kini mungkin saja berdiri dibelakang kyuhyun. Namja itu melirik sekilas, secepat mungkin menutup flip ponselnya dan menyimpan gadget mahal itu disakunya. Kalau saja kyuhyun sedang tidak dalam kondisi seperti tiga hari belakangan sudah pasti namja itu kini sedang memeluk erat tubuh gempal yang menjadi favoritenya semenjak yeoja yang sedang mengandung itu tinggal bersamanya. Tapi kali ini berbeda. Ia hanya menatap wajah manis itu dengan tatapan lemah, sebulir liquid bening menetes dari mata onyx miliknya. Lee Sungmin, tak lama lagi mungkin akan menjadi Cho Sungmin. Apa ia juga mengalami amnesia seperti dirinya? Apa yeoja itu belum mengingat semuanya? Atau Sungmin hanya berpura-pura tidak mengenalnya selama ini?
"Kyu.." suara itu terdengar begitu lirih, seolah bisa saja hilang dan tak terdengar kala angin berhembus sedikit saja lebih kencang. Sungmin perlahan mendekat. Merasa tak yakin dengan langkahnya namun ia tak mau seperti ini terus menerus. Bukan ia tak menyadari perubahan sikap Kyuhyun sejak terakhir kali mereka bertemu dengan Kibum.. ah- kakak tersayangnya yang akhirnya kembali tanpa diduga. Sungmin bahagia luar biasa. Namun, ia merasa janggal dengan kyuhyun sejak tiga hari belakangan. Namja itu lebih sering melamun bahkan tak jarang mengabaikannya.
Kyuhyun menunduk. Membiarkan lelehan airmatanya ikut mengalir.
"ada apa sebenarnya?" yeoja dihadapannya bertanya pelan. Mati-matian menahan isakannya yang ia tahan sejak masuk ke balkon kamar kyuhyun. Entahlah, seharusnya ia tak perlu se-emosional ini tapi seperti mendapat dorongan yang entah dari mana ia ikut merasakan kesedihan Kyuhyun. Atau mungkin karena ia sedang mengandung anak dari namja itu? Apa mungkin?
"kau- kau sebenarnya sudah mengenalku kan, Min?" tanya Kyuhyun yang terdengar aneh ditelinga Sungmin. Kening Sungmin berkerut, foxy bening miliknya balas menatap Kyuhyun dengan heran.
Lengan kokoh Kyuhyun terulur, menggapai sebelah tangan Sungmin, menggenggam jemari yang jauh lebih kecil dari miliknya dengan erat. "jawab aku, Min". Sungmin tak bisa lagi menahan kebingungannya, lebih lagi kegelisahan hatinya yang seolah ikut menjerit melihat Kyuhyunnya berbeda sejak beberapa hari belakangan. Ya, Kyuhyun-NYA. Satu tangan Sungmin yang terbebas meraih pipi calon suaminya, mengusapnya lembut. "kumohon jangan seperti ini , Kyu-" airmatanya menetes, "- tentu aku mengenalmu sejak pertama kali kau menanam benih ditubuhku." Jawab Sungmin seadanya. Jujur saja, ia bingung dengan pertanyaan Kyuhyun dan ia memilih untuk menjawab apa adanya. Ia memang mengenal Kyuhyun sejak pertama kali mereka dipertemukan oleh takdir yang sungguh tak terduga malam itu.
Tubuh Sungmin terhempas kedepan ketika Kyuhyun menariknya kedalam pelukan hangat. Kyuhyun memeluk tubuhnya kelewat erat, hampir saja menghimpit perutnya yang mulai membesar. "ugh.. Kyu, perutku.." Kyuhyun sontak memberi jarak, sungguh tidak berniat untuk menyakiti sungmin terlebih menyakiti bayi mereka. Jemarinya terulur mengusap rambut Sungmin, menyalurkan perasaan kalutnya yang terasa begitu menyesakkan. Dan kini ia tahu jawabannya. Sungmin pasti ikut mengalami amnesia, sama sepertinya.
Sungmin balas memeluk Kyuhyun. Merasa senang dengan perlakuan Kyuhyun yang begitu lembut mengusap surainya. Ia sungguh rindu dengan pelukan Kyuhyun yang terasa begitu penuh seperti saat ini, membuatnya semakin yakin kalau Kyuhyun memang ditakdirkan untuknya meski diawali dengan kecelaka- ah. BUKAN. Sungmin tak pernah lagi menganggap kejadian itu sebagai sebuah kecelakaan. Justru Sungmin mensyukuri semuanya, terlebih dengan kehadiran malaikat kecil ditengah-tengah mereka.
Lama keduanya tak berniat untuk melepas pelukan erat mereka, selama itu pula Sungmin terus merasakan rembesan dipundaknya kian bertambah. Sejak tadi Kyuhyun menangis, ia menyadari itu. Namun, ia merasakan sesuatu yang lain. Ia yakin ada hal lain yang sedang dipikirkan namja itu. Dan dugaan Sungmin semakin menjadi ketika Kyuhyun memohon dengan lirih lewat bisikan yang sangat pelan ditelinganya.
"kumohon jangan pernah melepaskanku, Min.." bibir itu bergetar. Tiba-tiba Kyuhyun merasa takut. Ia tak ingin kehilangan Sungmin, namun ia tak dapat membohongi sebagian hatinya yang bahagia saat kembali melihat Kibum.
"jangan biarkan aku goyah.. Tahan aku sekuat tenagamu jika tanpa sadar aku menjauh darimu.. aku mohon, Min.."
.
.
.
.
*flashback 9 years ago*
Senja itu terasa begitu damai sekaligus membahagiakan. Lagi-lagi mendapatkan nilai tertinggi ulangan matematika, orangtuanya berjanji akan pulang malam ini, dan yang paling berhasil membuat seorang Cho Kyuhyun tersenyum sepanjang hari-... Lee Sungmin meminta bantuannya untuk mengajari yeoja itu pelajaran matematika! Kyuhyun sekali lagi tersenyum, diam-diam ia mendoakan guru matematika Sungmin yang memberikan ulangan harian esok hari sehingga Sungmin meminta diajari olehnya.'Semoga saja Kim sonsaengnim mendapatkan cucu seratus!' begitulah kira-kira isi doa Kyuhyun-_-
Belum pernah Kyuhyun memasang wajah konyol seperti saat ini sebelumnya. Namja itu merapikan sekilas tatanan rambutnya sebelum meraih kenop pintu kamarnya.
"Min? Minnie-ah?" panggilnya ketika tak menangkap sosok yeoja manis yang sudah membuat janji dengannya. Seingatnya ia sudah menyuruh Sungmin untuk menunggunya dikamar ini. Apa mungkin Sungmin merasa canggung dan memutuskan untuk menunggu diluar?
Kyuhyun berniat untuk beranjak keluar mencari Sungmin ditempat lain kalau saja mata onyxnya tak menangkap sosok Sungmin yang sepertinya ketiduran disofa miliknya yang mengarah ke arah balkon. Kakinya melangkah pelan. Sebisa mungkin tak menimbulkan sedikitpun suara yang bisa mengusik tidur Sungmin.
'DEG'
Kyuhyun nyaris melonjak kesenangan kala menatap wajah Sungmin yang sedang tertidur pulas dengan jarak sedekat ini. Demi Starcraft! Sungmin terlihat seperti bayi mungil ketika terlelap seperti ini. Begitu cantik dan manis disaat bersamaan. Lama Kyuhyun memandangi wajah putih mulus itu sebelum –entah mendapat keberanian dari mana- Kyuhyun memajukan wajahnya, mendekat ke bibir Sungmin yang sedikit terbuka dan-
'CUP'
Kyuhyun merapalkan doa berkali-kali dalam hati. Oh Tuhan! Ia baru saja mencium Sungmin! sepertinya keberuntungan memang sedang berada dipihaknya. Lihat saja, Sungmin bahkan tak merasa terusik sedikitpun setelah Kyuhyun mencium bibirnya.
Kyuhyun mengusap bibir Sungmin. "aku berharap ini pertama kalinya bagimu. Karna ini pertama kalinya bagiku" bisiknya pelan seraya beranjak sebelum Sungmin terbangun.
.
.
.
.
Sungmin bersenandung pelan. Jemari lentiknya menggapai satu demi satu bunga yang sedang bermekaran di taman depan rumah mereka. Ah.. betapa dirinya menyukai musim semi. Senyum manisnya terkembang sempurna, dengan terpaan sinar matahari yang siang itu cukup menyengat gadis remaja itu semakin terlihat berkilau dan menawan.
Setelah merasa puas dengan bunga-bunga bermekaran, Sungmin mendudukkan tubuhnya dan bersender pada pohon mapple yang terletak dipinggir taman. Dari sana ia dapat melihat rumah Kyuhyun, dengan sedikit mendongak ia bahkan bisa berpandangan langsung dengan kamar milik namja yang hanya berbeda dua tahun darinya itu.
Lama ia memandang. Sama sekali tak memiliki niatan untuk mengintip, tapi rasa penasarannya seolah menguasai pikiran yeoja manis itu. Apalagi setelah melihat kedua daun jendela kamar Kyuhyun terbuka, menampilkan wajah yang diam-diam sering ia kagumi karena ketampanan Kyuhyun yang memang luar biasa meski namja itu masih remaja.
Tubuh Sungmin sontak terlonjak ketika pandangannya terbalaskan. Kyuhyun balas menatapnya dari tempat namja itu berdiri. Sungmin berniat untuk lebih dahulu memutus pandangan mereka kalau saja Kyuhyun tidak lebih dulu berpaling dan menutup jendela kamarnya. 'Mwo? Tak biasanya Kyuhyun melakukan itu' seru Sungmin sedikit kesal dalam hati. Merasa kecewa, Sungmin segera beranjak meninggalkan taman dan tanpa sadar menghentakkan kakinya sebal.
.
.
.
.
Kyuhyun memegangi dadanya tepat setelah kedua lengannya menutup jendela kamarnya rapat-rapat. 'nyaris saja!' ya, nyaris saja dirinya tertangkap basah oleh Sungmin. sudah menjadi kegiatan rutinnya untuk memandangi Sungmin yang biasanya sedang belajar di siang hari. Kamarnya dengan kamar Sungmin yang tepat bersebrangan seolah membuka jalan bagi Kyuhyun untuk melancarkan kegiatan favorite-nya itu. Melihat wajah Sungmin yang serius, berfikir, dan sesekali merengut kesal merupakan kesenangan tersendiri bagi namja tampan bermarga Cho tersebut. Namun siapa yang menyangka kalau Sungmin sedang berada ditaman dan memandangi dirinya dari bawah? Aish! Untung saja ia cepat tanggap dan segera menutup jendelanya tadi. Lagi pula ia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk tidak mengganggu Sungmin lagi. Haahhhh~
Sebuah ketukan terdengar. Kyuhyun menghela nafas kasar, pasti maid yang bertugas untuk mengingatkannya makan siang! Pintu itu terbuka, disusul dengan Kyuhyun yang melewati seorang maid tua yang memang betugas untuk mengingatkannya makan siang tanpa menoleh sedikitpun. Mood nya sedang kurang baik.
"Kyuhyun chagiiiiiiii..." sebuah suara terdengar. Cukup menyentak Kyuhyun untuk meletakkan sendok dan garpunya. Tanpa menunggu ia berlari ke arah pintu depan, tersenyum lebar kala obsidiannya menangkap siluet sang eomma. Langkahnya yang lebar membantu Kyuhyun semakin cepat menuju Heechul dan memeluk tubuh ramping itu erat.
"bersiaplah chagi.. kita akan jalan-jalan bersama dengan keluarga ahjussi Lee.." senyum Kyuhyun semakin lebar terkembang. Apalagi yang lebih menyenangkan dari pada ajakan eomma-nya barusan? ia mengangguk cepat dan berlari untuk berganti baju, mengabaikan isi piring makan siangnya yang baru ia habiskan sebagian.
.
.
.
.
"WHOAAAA! Minnie.. Kyunnie... kemariiiiiii..."
Kedua remaja yang merasa dipanggil oleh Kibum sontak menoleh dan menuruti ajakan Kibum setelah melihat kearah stand yang sedang dikunjungi oleh yeoja yang paling tua diantara mereka. Perbedaan umur mereka yang tak jauh terkadang membuat kedua orangtua mereka menganggap mereka seperti teman sebaya. Lagipula Kibum maupun Sungmin tak pernah merasa keberatan dengan Kyuhyun yang memanggil mereka tanpa embel-embel 'noona'.
Jalanan pada saat itu cukup ramai- bahkan bisa terbilang sangat ramai. Hari ini merupakan festival musim semi yang hanya dirayakan setahun sekali didaerah tempat tinggal mereka. Pengunjung yang datang kemari tak main-main jumlahnya. Bahkan beberapa keluarga dari daerah lain rela untuk datang ketempat ini demi ikut menikmati keseruan festival musim semi. Tak heran jika mereka harus rela berdesakkan saat mengunjungi beberapa stand yang menjadi stand favorite di festival ini.
"hati-hati Sungmin!"
Keluarga Lee sontak mengerang panik mengingatkan anak bungsu mereka yang kini berlari-lari demi mencapai tempat Kibum. Mereka cukup khawatir jika Sungmin, Kibum, maupun Kyuhyun mulai berpisah dan terlepas dari pengawasan mereka mengingat suasana yang semakin ramai seiring waktu mulai mendekati malam.
"Kyuhyun chagi.. kau harus menjaga mereka, arraso?" nasihat Heechul sebelum Kyuhyun beranjak dari sana. "Arraso, eomma.." jawabnya seraya mengangguk dan kini beralih menatap Kangin dan Leeteuk bergantian. "ahjussi dan ahjumma tenang saja.. aku akan menjaga mereka" setelahnya ia tersenyum dan beranjak mengikuti langkah Sungmin yang sudah jauh berada didepannya.
Heechul dan Leeteuk saling berpandangan, melempar senyum haru. Tak menyangka anak-anak mereka sudah menginjak remaja. Terlebih Heechul yang kini menahan airmata haru ketika mengingat saat Kyuhyun memandangi Sungmin diam-diam dan tertangkap basah olehnya. Anaknya yang terkenal dingin dan tak peduli pada orang lain sangat berubah seratus delapan puluh derajat sejak bertemu dengan Sungmin dan Kibum. Dan mengingat saat Kyuhyun bercerita penuh semangat saat Sungmin menerima ajakannya untuk pertama kalinya, Heechul kembali tersenyum lebar. Ia tahu perasaan anaknya belum terbalaskan, tapi ia yakin suatu saat Sungmin akan menyadari perhatian Kyuhyun pada yeoja itu dan tak lagi bersikap dingin pada Kyuhyun.
"kami berencana pergi ke kedai. Kalian mau ikut atau punya tujuan lain?" tanya Hangeng sekaligus meminta ijin sebelum dirinya bersama Kangin pergi untuk meminum secangkir kopi dikedai temaram yang terletak dipinggir area festival.
"kalian duluan saja.. aku dan Teukkie akan menyusul nanti.. see you, yeobo..." jawab Heechul sebelum mengecup pipi suaminya dan meraih lengan Leeteuk lalu beranjak dari sana. "aish.. sangat tidak ingat umur" ledek Kangin iseng sambil terkekeh sebelum ikut beranjak bersama Hangeng menuju kedai. Hangeng ikut tertawa.
.
.
.
.
"kalian tunggu disini sebentar, ne? Aku akan membeli minuman.." Kibum berdiri dari bangku yang sebelumnya ia duduki bersama Kyuhyun dan Sungmin. Dengan sayang ia mengusap kepala Sungmin, "jangan kemana-mana, Minnie.. aku menitipkanmu pada Kyuhyun" Kibum mengerling jahil, membuahkan raut masam diwajah Sungmin meski kali ini Sungmin tidak menolak untuk dititipkan pada Kyuhyun. Setelahnya Kibum melangkah meninggalkan keduanya dalam keheningan. Tak ada yang memulai pembicaraan. Kyuhyun sangat ingin memulai percakapan namun kata-kata yang sudah disiapkannya tertelan begitu saja saat mengingat janjinya pada dirinya sendiri untuk tidak lagi mengganggu Sungmin.
Sungmin diam-diam melirik ke arah Kyuhyun. Tak biasanya namja itu hanya diam dan tak mengajaknya bicara. Merasa bosan, ia berdiri. Kyuhyun mendongak dan mengikuti dari arah belakang. "kau mau kemana? Nanti Kibum akan kesulitan mencari, Min.." seru Kyuhyun mengingatkan. Tidak bermaksud untuk melarang yeoja yang dicintainya, hanya saja ia merasa kasihan pada Kibum jika yeoja itu tersesat saat mencari mereka. "Min... aku tidak mau terjadi sesuatu yang buruk pada Kibum kalau ia sampai tersesat"
Sungmin menghentikan langkahnya, tiba-tiba merasa sakit mendengar nada khawatir Kyuhyun ketika mengungkit-ungkit nama Kibum. Tidak, ia tidak cemburu pada kakaknya sendiri. Tapi, entahlah... hatinya merasa pedih saat Kyuhyun begitu mengkhawatirkan Kibum.
"kalau begitu berhenti mengikutiku dan tunggu saja Kibum eonni disana" sungmin menjawab dengan nada dingin seperti biasa. Tanpa menunggu jawaban Kyuhyun, yeoja manis itu kembali melangkah. Sengaja meninggalkan Kyuhyun dibelakangnya.
"tunggu, Min.. aku juga tidak mau kau tersesat!" Kyuhyun berucap frustasi ketika tubuh Sungmin nyaris hilang ditelan keramaian. Kyuhyun menghela nafas lega melihat Sungmin berhenti. Dengan tergesa ia menghampiri yeoja itu dan begitu terkejut ketika pipi Sungmin basah dengan airmata.
"M- min.. kau kenapa?" ingin sekali Kyuhyun menyeka airmata Sungmin dengan jemarinya tapi ia terlalu takut. Ia tak ingin Sungmin semakin risih padanya jika ia berani menyentuh yeoja itu. Sungmin mengusap pipinya kasar. Berusaha kembali memasang wajah dinginnya meski tak berhasil dan malah terlihat menyedihkan dimata Kyuhyun. "berhenti mengikutiku, Kyuhyun!" bentaknya seraya mendorong bahu namja dihadapannya sekuat tenaga. Tubuh Kyuhyun sedikit terhuyung, matanya tetap fokus pada wajah Sungmin yang penuh dengan gurat kekecewaan dan kini kembali meneteskan airmata. Tidak! Kyuhyun tidak akan meninggalkan Sungmin sendirian, apalagi kondisi yeoja itu sepertinya sedang tidak stabil. Entah apa yang membuat Sungmin bisa tiba-tiba semenyedihkan ini yang jelas Kyuhyun akan terus mengikuti Sungmin.
Sungmin berniat untuk melanjutkan langkahnya sebelum tubuhnya berubah kaku saat menerima pelukan Kyuhyun. "aku akan mengikutimu kemana pun. Demi Tuhan, Min! aku tidak mau kau tersesat.. Kibummie juga akan kecewa padaku kalau kau sampai tersesat." Kibum. Lagi-lagi karena Kibum. Sungmin meringis pedih, sangat sakit. Ia sadar akan pelukan Kyuhyun yang semakin erat, ia tak berniat membalas. Sungmin sadar semua perhatian Kyuhyun hanya sebatas tanggung jawab namja itu kepada Kibum.
"lepas." Kyuhyun mengeratkan pelukannya sebisa mungkin. Ia bahkan tidak tahu keberadaan Kibum saat ini dan Sungmin mau ikut-ikutan menjauh darinya? Yang benar saja!
"kubilang lepaskan!" tubuh Sungmin memberontak dalam dekapan Kyuhyun, nafasnya memburu. Suasana festival yang ramai tidak membantu sama sekali, suara-suara berisik kian memenuhi telinga mereka hingga tak seorangpun menyadari bentakan demi bentakan yang keluar dari bibir merah Sungmin.
"kalian disini?" suara Kibum menyusul, cukup heran saat tidak menemui Kyuhyun dan Sungmin ditempat tadi. Untungnya mereka belum pergi terlalu jauh dan Kibum berhasil menemukan mereka. Sedangkan Sungmin bertambah panik saat mendengar suara kakaknya, ia tidak mau Kibum salah paham. "lepaskan aku sekarang juga sebelum aku membencimu selamanya, Cho Kyuhyun-ssi" desis Sungmin pelan namun penuh nada mengancam.
Kyuhyun tersentak akan ucapan Sungmin. Perlahan pelukannya mengendur dan secepat kilat Sungmin berlari, dengan sigap Kyuhyun menghampiri Kibum. "biarkan aku yang mengejarnya. Kau tunggu disini, arraso?" ucapnya yang dibalas dengan anggukan kaku Kibum. Yeoja itu masih belum mengerti apa yang sedang terjadi dan kini ia harus ditinggal sendirian. Yeoja itu menghela nafas, memanjatkan doa dalam hati agar Sungmin dan Kyuhyun dapat kembali secepatnya.
.
.
.
.
"Min! jangan berlari, kau bisa terjatuh!" Kyuhyun menyadari yeoja yang masih berlari untuk menjauhinya sudah kelelahan, tapi Sungmin terlalu keras kepala. Kyuhyun hanya tidak mau Sungmin tersandung atau menabrak orang lain mengingat betapa ramainya festival. Setelahnya ia terus mengikuti Sungmin yang berlari menjauhi keramaian festival, mengarah ke sebuah jalan besar dan saat itu pula Kyuhyun merasa nafasnya benar-benar sudah diujung.
"berhenti mengikutiku! Atau aku tidak akan berhenti berlari!"
"Lee Sungmin.. Kita tak perlu seperti ini.. hahh.. hahh..." kyuhyun terengah, bahkan sekedar menarik oksigen saja terasa sulit. Kepalanya berputar. Ia hanya menangkap bayangan Sungmin yang kini berada disebrang jalan. Sejak kecil Kyuhyun selalu mengutuki kelemahannya yang satu ini. Ia sangat tidak kuat berlari jauh, sekalipun ia berhasil memaksakan diri setelahnya ia pasti mengalami pusing luar biasa. Seperti saat ini. Pandangannya mengabur.
Sungmin berbalik, nafasnya sudah tersengal tapi ia tidak mau Kyuhyun melihatnya sehancur ini. Ia tidak mau Kyuhyun menyadari kalau ia sedang cemburu. Ia tidak mau Kyuhyun menyadari perasaan yang mati-matian ia tutupi selama ini.
Perlahan ia mengatur nafasnya agar kembali normal, melihat Kyuhyun yang memegangi dadanya dan kesulitan bernafas cukup untuk meruntuhkan ego seorang Lee Sungmin. Sungguh! Ia tidak bermaksud untuk membuat Kyuhyun kesakitan seperti sekarang. Tubuh yeoja itu menggigil ketakutan, apa tindakannya sudah keterlaluan?
Dengan ragu Sungmin melangkah, tatapannya hanya terfokus pada Kyuhyun meski bulir bening menggenang di pelupuknya, membuat Sungmin tak dapat menangkap sosok Kyuhyun dengan jelas. "K-Kyuhyun.. M-mianhe.. Mian-"
'TIIIINNNNNN!'
Kyuhyun terbelalak. Dengan sisa tenaga yang masih ia miliki, Kyuhyun menggapai tubuh Sungmin, memeluk seerat mungkin tubuh mungil itu dan mengarahkan tubuhnya sendiri kearah mobil van dengan kecepatan tinggi sebelum-
'BRAKKKKKKKKKK!'
Kedua tubuh remaja itu terpental jauh dan teriakan dari beberapa orang yang menyaksikan menjadi suara terakhir yang terdengar sebelum mata keduanya terpejam.
.
.
.
.
*2 bulan kemudian*
"eomma, aku ingin bertemu yeoja baik yang kemarin datang menjengukku" Heechul tersenyum menanggapi. Ia mengusap surai ikal Kyuhyun penuh kasih. "tunggu sebentar lagi, ne? Ia berjanji akan datang nanti siang. Dan berhenti memanggilnya 'yeoja baik' Kyu, namanya Kibum.. dulu kau sering memanggilnya Kibummie" Kyuhyun merasa bingung pada awalnya, sebelum akhirnya ia mengangguk. Lagipula nama itu terdengar manis, cocok dengan wajah yeoja yang ia temui kemarin.
"Kyuhyun chagi.." panggil Heechul tanpa menghentikan usapannya pada surai kecoklatan milik anak semata wayangnya itu. Kyuhyun mendongak, memberi tanda bahwa ia mendengar panggilan Heechul.
"kau... benar-benar tidak mengingat apapun?" tanyanya pelan. Sebenarnya ia merasa ragu untuk menanyakan hal ini, ia tidak mau Kyuhyun mengingat-ingat apa yang membuatnya kecelakaan dan mengalami amnesia seperti sekarang. Heechul sudah mendengar semua rincian kecelakaan itu dari saksi mata yang berada disana. kyuhyun, anak semata wayangnya rela ditabrak demi melindungi Sungmin meski akhirnya yeoja itu ikut terluka parah dan amnesia seperti Kyuhyun. Ia tidak membenci Sungmin, tidak sama sekali. Ia sudah menganggap Sungmin seperti anak kandungnya sendiri. Ia hanya menyesalkan bahwa Sungmin tak kunjung menyadari perasaan Kyuhyun bahkan sampai anaknya sudah mengorbankan dirinya bagi yeoja itu. Dan sekarang yeoja itu juga amnesia, semakin mustahil bagi Heechul saat berharap Sungmin menyadari perasaan Kyuhyun... atau bahkan, mungkin Sungmin juga tidak mengingat Kyuhyun sama sekali?
"anni, eomma. Aku tidak mengingat apapun. Kalau ada sesuatu yang penting dan ternyata aku tak mengingatnya, eomma bisa menceritakannya padaku kan?"
Dan sejak saat itu Heechul memutuskan untuk menutupi semuanya, membiarkan Kyuhyun melupakan masa kecilnya terlebih mengenai Sungmin. Ia melakukan semua itu demi Kyuhyun. Ia hanya tidak mau Kyuhyun memendam perasaannya yang tak terbalaskan lagi. Ia juga mengingat ucapan Leeteuk beberapa hari yang lalu, sahabatnya itu mengatakan Sungmin akan segera pindah ke Busan sampai beberapa tahun kedepan untuk melakukan terapi mengingat patah tulang serius yang dialami Sungmin membuat yeoja manis itu kesulitan untuk berjalan.
Kalau pun Kyuhyun dan Sungmin memang ditakdirkan untuk bersama, Heechul yakin suatu saat mereka akan kembali bertemu.
.
.
.
.
"Ini untukmu, Kibummie.." sebuah kalung dengan liontin indah menggelayut begitu mempesona ditangan Kyuhyun. Kibum menganga lebar mengagumi betapa indahnya kalung itu.
"whoaaa... ini sangat indah, Kyunnie. Gomawooooo~" ia meraih kalung tersebut, memandanginya lamat-lamat membuat Kyuhyun terkekeh melihat kepolosan yeoja yang terpaut empat tahun diatasnya itu.
"ne, cheonma.. aku senang jika kau menyukainya" remaja tampan itu terkekeh, refleks mengacak rambut Kibum. Yeoja yang menemaninya sejak berada dirumah sakit, yeoja yang selalu menemaninya bicara kala merasa bosan dirumah sakit, bahkan yeoja itu menyuapinya ketika tangan kanannya masih diperban. Kibummie...
Perlahan wajah tampan itu mendekat, menghapus jarak antara wajahnya dengan Kibum sebelum bibir tebalnya mendarat di pipi lembut yeoja cantik itu.
'cup'
Hanya sebuah kecupan singkat. Namja itu tersenyum geli menatap wajah shock Kibum yang justru terlihat manis. Kyuhyun merasa sangat bersyukur saat itu karena telah memberikan ciuman pertamanya pada orang yang tepat meski hanya sebatas cium di pipi tapi tetap saja Kyuhyun merasa bahagia. Sama sekali tidak mengingat tentang ciuman pertamanya yang sesungguhnya bersama yeoja yang berbeda, yeoja yang seminggu lagi akan meninggalkannya ke Busan entah untuk berapa waktu lamanya.
'aku berharap ini pertama kalinya bagimu. Karna ini pertama kalinya bagiku.' Bisik Kyuhyun dalam hati.
.
.
.
.
TBC/end?
Maaf untuk typo yang bertebaran. Jika kalian suka chapter ini silahkan di review supaya saya semakin semangat ngelanjutinnya kkkkk~
Hope you like it!^^
