I Have A Love

Chapter 11

Happy reading^^~

.

.

.

.

Keterangan Umur

Kyuhyun : 19 tahun

Sungmin : 21 tahun

Siwon : 25 tahun

Kibum : 23 tahun

.

.

.

.

Sepulang dari hotel tempat Kibum menginap, Sungmin tak henti-hentinya menyuruh Kyuhyun untuk menambahkan kecepatan mobil mereka. Jika ditanya alasannya, yeoja cantik yang tengah berbadan dua itu akan menjawab dengan cepat, 'Chullie eomma sudah menungguku sejak tadi! Aku tidak mau di cap 'calon - menantu - durhaka' kalau membiarkan eomma menunggu lebih lama lagi'.. ya~ kira-kira seperti itu.

Namun siapa yang menyangka semua ocehannya pada Kyuhyun berhenti seketika saat manik beningnya menangkap bayangan boneka beruang jumbo berwarna pink yang mengisi etalase toko perlengkapan wanita tersebut. Kyuhyun pun tak mampu menolak ketika yeoja imut itu merengek padanya agar dibelikan.

Namja tampan itu menggeleng takjub ketika Sungmin berjalan keluar dari toko tersebut, meninggalkan Kyuhyun yang masih mengantri di kasir untuk membayar hasil belanjaan Sungmin. Dengan senyuman kelewat lebar yang membuat wajahnya berseri dan terlihat semakin cantik, Sungmin melenggangkan langkahnya ke tempat Kyuhyun memarkirkan mobil mereka. Dan Kyuhyun mengakui kalau dirinya cukup kesal saat beberapa namja sekolah tingkat akhir yang kebetulan lewat didepan Sungmin menatap calon pendamping hidupnya tersebut dengan tatapan memuja. Buru-buru Kyuhyun merogoh dompetnya lalu menyerahkan sejumlah uang pada kasir yang mengedip-ngedip genit padanya. Kyuhyun mengernyit risih sebelum beranjak secepat mungkin dari sana.

.

"Kyu~ kenapa kau lama sekali.. Baby bear sangat berattttt" rengek Sungmin sambil memasang wajah kelelahan. Yeoja itu berusaha menggapai kenop pintu mobil, sayangnya gumpalan besar dengan bulu lembut berwarna merah jambu yang berada didekapannya membatasi lengan yeoja imut tersebut untuk membuka pintu mobil. Jadilah ia menunggu diluar mobil sembari menatap Kyuhyun yang sedang berjalan cepat menyusulnya.

"sebentar chagi" Kyuhyun berlari kecil ketika hampir sampai seraya merogoh kunci mobil dan menekan tombol buka sebelum membukakan pintu untuk Sungmin.

Setelah merasa keduanya telah duduk dengan nyaman, Kyuhyun menoleh sebentar melihat Sungmin yang masih saja memeluk erat-erat boneka beruang tersebut dipangkuannya.

"kau bisa meletakkannya dibelakang dulu, Min.." nasihat Kyuhyun pelan. Tangannya menggapai seatbelt dan memasangkannya pada tubuh Sungmin, dan tentu saja seatbelt itu tak dapat terpasang dengan keberadaan buntalan pink tersebut.

"Chagi~" sekali lagi Kyuhyun menyarankan. Hembusan nafas terdengar saat yeoja manis itu mengangguk.

Kyuhyun tersenyum.

'CUP'

Hanya sebuah kecupan singkat yang mempertemukan dua belahan bibir tersebut, Kyuhyun begitu gemas melihat bibir mungil itu mengurucut maju dan jangan salahkan dirinya jika nyaris saja ia kembali mempertemukan bibir mereka. Memendam hasrat untuk kembali mengecup bibir merah Sungmin, Kyuhyun meraih boneka tersebut lalu meletakkannya di jok bagian belakang.

"kenapa menciumku?" bibir Sungmin masih mengurucut.

"memangnya tidak boleh?" goda Kyuhyun iseng seraya memutar kunci mobil.

Sungmin terlihat berfikir sejenak sebelum menggeleng. "bukan begitu. Hanya saja..."

Kyuhyun menoleh. Pandangannya dipenuhi wajah manis Sungmin yang kini terlihat sedang menimbang-nimbang sesuatu.

"Hanya saja apa?" desaknya karena Sungmin tak kunjung melanjutkan kalimatnya.

Sungmin menggeleng kuat-kuat. "t-tidak. Lu-lupakan saja"

"hey, kenapa kau gugup begitu?" cecar Kyuhyun dipenuhi rasa penasaran, tanpa sadar semakin memajukan wajahnya. Kenapa pula Sungmin tiba-tiba terlihat gugup?

"a- aku tidak gugup! Ya! jauhkan wajahmu Cho Kyuhyun"

Namja kelahiran Februari itu terkekeh tanpa menghiraukan ucapan Sungmin yang memintanya untuk menjauhkan wajahnya. Ia malah semakin menipiskan jarak antara wajah mereka. Tangan kanannya terulur mengusap kepala Sungmin penuh kasih.

"baiklah.. mungkin kau menyembunyikan sesuatu Min. Tapi kau harus ingat kalau aku sebentar lagi akan menjadi keluarga terdekatmu chagi. Kau boleh mengatakan apapun yang ingin kau ceritakan padaku. Meski itu keluh kesah sekalipun, aku siap mendengarkan. Kau mengerti sayang?"

Oh~ sepertinya Lee Sungmin tak hanya terbuai dengan kata-kata Cho Kyuhyun. Yeoja itu menahan gugupnya mati-matian saat Kyuhyun mengucapkan kata-kata tersebut dengan posisi sedekat ini. Bahkan wajah Kyuhyun hanya berjarak tak lebih dari sepuluh senti dari wajahnya sendiri.

Anggukan kaku dan rona merah yang menjalar dipipi chubby Sungmin menjadi jawaban yang cukup memuaskan. Kyuhyun menetralkan posisi duduknya sebelum kembali berucap.

"kurasa kita sudah benar-benar terlambat kali ini"

Sungmin terbelalak mengingat sesuatu.

"oh Tuhan! Chullie eomma!"

.

.

.

.

"eomma.. berhentilah merajuk seperti anak kecil" Kyuhyun menilik wajah sang ibu yang sejak tadi murung. Sebenarnya ia juga merasa bersalah karena membiarkan sang eomma menunggu diluar hingga satu jam. Sedangkan Sungmin- oh kalian tidak perlu bertanya lagi karena sepanjang perjalanan ia sudah kelabakan sendiri mencari alasan yang baik untuk diucapkannya pada sang calon mertua.

"lihatlah, bahkan Sungmin jadi ikut-ikutan sedih melihat eomma terus-terusan murung seperti itu"

Heechul agak terkejut mendengar ucapan Kyuhyun. Benarkah Sungmin jadi ikutan sedih karenanya?

Yeoja paruh baya itu segera bangkit dari posisi duduknya setelah melihat Sungmin yang hanya menunduk. Dirangkulnya tubuh yeoja yang sedang mengandung calon cucunya itu dengan selembut mungkin.

"Sungmin-ah, eomma tidak marah pada kalian. Sungguh" Sungmin mengangkat wajahnya, balas menatap Heechul.

"tapi kami membuat eomma menunggu lama" serunya lirih.

"ah~ eomma tidak masalah dengan menunggu. Lagipula kalian tidak begitu lama"

"lalu kenapa eomma murung sejak tadi?" Kyuhyun berseru bingung.

"oh, masalah itu... eomma melihat seekor kucing yang sangat lucu tadi. Baru saja eomma akan menangkapnya, kau sudah datang tiba-tiba dan membuatnya kabur. Eomma kesal sekali padamu, Kyu" sungut Heechul menjelaskan hal yang membuatnya murung sejak tadi.

Kyuhyun menganga tak percaya. Ia baru mengetahui sisi unik sang eomma yang selama ini tak ia sadari. Wajar saja, Kyuhyun bisa dibilang sangat jarang bisa berinteraksi seperti ini sebelum kejadian yang terjadi antara dirinya dan Sungmin yang justru semakin mempererat hubungannya dengan kedua orangtuanya.

Jadi hanya karena itu? Astaga~

"Akan kubelikan seratus kucing yang jauh lebih lucu eomma"

Kali ini Sungmin ikut menoleh, menatap Kyuhyun. "kalau begitu aku juga mau dibelikan kelinci Kyu~" merubah raut wajah sedihnya secepat mungkin dan sepertinya mood yeoja manis itu sudah membaik.

Kyuhyun menepuk jidatnya, namun tetap mengangguk. Ia tidak mungkin lupa dengan sikap dan permintaan Sungmin yang akhir-akhir ini cukup asing dan sulit ditebak.

Kedua yeoja yang tadinya memasang wajah murung itu sontak tersenyum lebar. Sangat senang ketika Kyuhyun menuruti permintaan mereka.

"baiklah~ kalau begitu, sekarang kita bicarakan pernikahan kalian..." seru Heechul semangat.

.

.

.

.

"Kyu~ aku tidak percaya kita akan menikah seminggu lagi" Sungmin mengerat selimut kuat-kuat seolah melampiaskan rasa senangnya pada kain halus tersebut.

Kyuhyun yang baru saja menuntaskan acara mandinya dengan handuk yang masih mengalung indah dileher hanya tersenyum menyadari raut bahagia yang dipancarkan Sungmin. Ia membuka lemari, memilih piyama ditumpukkan pakaian paling atas dan mengenakannya seraya menyusul Sungmin yang sudah lebih dulu berbaring.

Yeoja penyuka pink tersebut menggeser tubuhnya ke pinngir ranjang, memberi ruang untuk Kyuhyun berbaring disampingnya.

"lebih cepat lebih baik Min.." Kyuhyun berbaring setelah meletakkan bantal persegi untuk menyangga kepalanya. Ia menepuk dadanya, menyuruh Sungmin untuk mendekat dan bersandar disana. Melihat isyarat Kyuhyun, Sungmin segera mendekat dan memeluk erat-erat namja tampan yang kini menjadi sandaran kepalanya.

"lalu bagaimana dengan sekolahmu?" Sungmin mendongak, menanti jawaban Kyuhyun.

"memangnya ada apa dengan sekolahku?" Kyuhyun balas bertanya, belum menangkap maksud Sungmin.

"maksudku... apa kau tidak masalah dengan status kita sedangkan kau masih bersekolah? Kau tidak masalah dengan pendapat teman-teman sekolahmu nantinya?"

Kyuhyun balas memeluk tubuh montok Sungmin.

"jangan terlalu dipikirkan sayang.. Aku tidak tidak masalah dengan apapun yang menyangkut status kita selama kau berada disini, disampingku." Sungmin tersenyum lega. Tadinya ia berpikir Kyuhyun harus menahan malu karena status mereka diusia Kyuhyun yang masih terbilang sangat muda.

"ujian terakhir akan dilangsungkan tiga minggu lagi. Setelahnya aku akan lulus dan mencari pekerjaan untuk biaya hidup kita bertiga kedepannya" Sungmin mulai berkaca-kaca. Tangan Kyuhyun mengusap perut Sungmin sebelum kembali berucap.

"maka itu, tumbuhlah dengan baik baby~ Appa akan berusaha mencukupi semua kebutuhanmu asalkan kau sehat dan tidak membuat eomma kerepotan" setetes air mata mengalir di pipi mulus Sungmin. Perlu diperjelas jika itu merupakan air mata kebahagiaan. Ya, Sungmin sangat bahagia.

Mendengar samar-samar isakan dari yeoja yang berada dalam pelukannya, Kyuhyun meraih dagu Sungmin, menarik wajah tertunduk itu untuk menatapnya. Dada Kyuhyun berdesir melihat Sungmin yang sedang menangis.

"hey, kenapa menangis?" tanyanya panik.

"apa baby membuatmu mual lagi, heum?" dengan segera Kyuhyun merubah nada suaranya menjadi lembut dan setitik kekhawatiran terselip disela kalimatnya.

Gelengan yang Kyuhyun dapatkan.

"lalu ada apa Min?" tanyanya lagi sambil mengusap lelehan air mata Sungmin. Tak tahan melihat yeoja yang sudah menempati bagian paling spesial dihatinya itu menangis.

"a- aku hanya terlalu bahagia" setelah mengucapkannya dengan cepat, Sungmin berhambur menyusupkan wajahnya lebih dalam lagi di pelukan Kyuhyun.

Oke, kita tinggalkan dulu pasangan yang sedang asik berpelukan tersebut~

.

.

.

.

Kibum menghirup dalam-dalam udara Seoul yang rasanya sudah begitu lama ia rindukan. Sudah lewat beberapa tahun ia tidak berjalan-jalan sore dipinggir sungai Han seperti saat ini. Satu persatu kenangan ketika keluarganya dahulu sedang menghabiskan waktu bersama terlintas diingatannya.

Helaian rambutnya terurai dan terhempas saat angin berhembus begitu kencang. Tapi Kibum tidak merasa terganggu sedikitpun meski rambutnya mulai tak beraturan lagi, ia justru menikmatinya. Yeoja cantik itu memejamkan matanya, gemericik air sungai yang mengalir deras memenuhi pendengarannya. Begitu tenang, begitu nyaman.

"Saya mengerti direktur Han. Lima belas menit lagi saya akan menuju tempat yang telah kita sepakati"

Samar-samar telinganya menangkap sebuah suara berat tak asing. Meski sudah berselang lima tahun, Kibum masih mengenal suara tersebut. Suara milik seseorang yang mampu membuai perasaannya setinggi langit, sekaligus menghempaskan perasaannya tanpa ampun hingga jatuh ke jurang terdalam.

Kelopak matanya terbuka. Setengah tak percaya ketika retinanya menatap wajah itu. Wajah seorang namja yang sedang duduk di bangku yang tersedia di pinggir-pinggir jalanan sepanjang sungai Han. Wajah itu- wajah yang begitu ia hindari selama dirinya berada di Seoul.

Otaknya memerintah untuk segera beranjak dari sana sebelum sosok yang masih duduk disana menyadari keberadaannya. Namun, tubuhnya seolah terpaku disana. Buncahan rindu kian terasa meski Kibum mencoba menepisnya berkali-kali.

Pada akhirnya Kibum patut bersyukur karena tubuhnya mulai merespon, ia bersiap untuk segera beranjak dari sana. Tepat saat ia nyaris melangkah, tatapan mereka bertemu. Untuk pertama kalinya setelah perpisahan menyakitkan lima tahun lalu.

Siwon melebarkan matanya penuh keterkejutan. Ponsel yang berada dalam genggamannya terjatuh. Nafasnya tercekat diiringi perasaan sesak yang secepat kilat memenuhi dadanya.

"Kibummie~" nama itu terucap dengan lancar.

Kibum tersentak, seperti baru ditarik pada kenyataan. Ia berlari, secepat yang bisa.

"Kim Kibum!" Siwon dipukul telak oleh kenyataan saat tubuh itu bergerak menjauh. Tidak! Ia tidak mau ditinggalkan untuk kesekian kalinya!

Tubuh tinggi Siwon dipacu secepat mungkin, menyusul yeoja didepannya yang kian menjauh. Tapi Siwon tidak akan menyerah sampai ia benar-benar mendapatkan yeoja itu kembali. Setidaknya ia ingin diberikan waktu untuk menjelaskan semuanya kepada yeoja itu.

'GREP!'

"Lepaskan aku, Choi Siwon!" Kibum meronta sekuat tenaga, nyaris terpekik.

Rengkuhan Siwon menguat seiring rontaan Kibum.

"kumohon Kibummie~ kali ini saja dengarkan penjelasanku. Aku memohon" tutur Siwon tepat ditelinga Kibum.

"tidak! Aku tidak mau mendengar apapun. Cukup lepaskan aku Choi Siwon!" Kibum menghentak kasar. Tidak peduli jika Siwon akan kesakitan ataupun terluka. Ia sangat ingin kabur secepat mungkin.

"LEPASKAN KUBILANG!" tangan Kibum memukul-mukul lingkupan lengan Siwon dipinggangnya.

"baik. Akan kulepas asal kau tidak kabur setelahnya dan dengarkan penjelaskanku"

"HIKS.." tubuh itu berhenti melawan. Tanpa membuang waktu, Siwon melepas pelukannya, memutar tubuh Kibum menghadapnya.

"sudah cukup kau menghukumku selama lima tahun Kibummie.. aku tidak bisa menahannya lebih lama lagi. Lebih baik kau bunuh aku dari pada menyuruhku untuk membiarkanmu pergi sekali lagi"

Kibum terisak dalam diam. Raut wajah terluka Siwon seolah menampar perasaannya. Tubuhnya kian melemas, tak lagi berniat untuk kabur ataupun menghindar. Mungkin sudah saatnya ia menghancurkan tembok tempatnya bersembunyi selama ini. Ia harus menghadapi kenyataan didepannya.

Ya, semoga Kibum tidak salah akan keputusannya kali ini.

.

.

.

.

Kyuhyun memasuki kamar dengan nampan dilengannya. Diatas nampan tersebut sudah ada semangkuk ramen hasil kerja kerasnya yang sejak tadi 'bereksperimen' didapur setelah mendengar permintaan yeoja manis yang saat ini duduk menantinya diatas ranjang.

"sudah matang?" tubuh Sungmin menegak. Tak sabar mencicipi hasil masakan Kyuhyun.

"yeah.." Kyuhyun menjawab ragu. Entahlah, ia sendiri tidak tahu apakah mie yang berada didalam mangkuk ini layak untuk disebut sebagai makanan. Sebenarnya ia sangat ingin melarang Sungmin untuk memakan masakannya ini. Takut-takut kalau ramen buatannya bisa membuat Sungmin sakit perut.

Dengan semangat 45 Sungmin mengambil alih mangkuk tersebut, mengaduknya dengan sumpit sebelum melahapnya tanpa jeda. Kyuhyun terbengong-bengong melihat Sungmin yang begitu lahap memasukkan suapan demi suapan.

"mashitaaaaaaa~" pekik Sungmin girang.

Sudut bibir Kyuhyun perlahan membentuk sebuah senyuman puas. Ditepuknya dada yang membusung tersebut, sedikit menyombongkan diri.

"aku memang mahir di segala bidang" pujinya pada diri sendiri, tanpa sengaja menarik perhatian Sungmin yang sontak menghentikan suapannya.

"kau mau mencobanya juga Kyu?" tawar Sungmin dengan senyum merekah. Tanpa ragu Kyuhyun mengangguk, ia akui dirinya sedikit penasaran dengan hasil masakannya yang sempat dipuji-puji Sungmin tadi.

Sungmin mengulurkan tangannya, memasukkan sesuap ramen ke mulut Kyuhyun yang sudah terbuka lebar.

"bagaimana?" tanya Sungmin penuh antusias.

Sedangkan Kyuhyun- namja tampan itu secepat mungkin menutup mulutnya dengan sebelah tangan, mencegah dirinya untuk memuntahkan makanan yang disuapkan Sungmin saat itu juga.

"wae?" Sungmin menatap Kyuhyun khawatir. Wajah namja itu kian memerah seperti menahan sesuatu. Dengan panik ia meletakkan mangkuk tersebut dimeja lalu menepuk-nepuk punggung Kyuhyun. Mungkin saja Kyuhyun seperti ini karena tersedak.

Sambil merapalkan doa-doa, Kyuhyun terpaksa menelannya. Buru-buru ia meraih mangkuk yang baru saja diletakkan Sungmin, menyodorkan benda cekung tersebut tepat didepan mulut sang yeoja.

"cepat muntahkan ramen itu Min! kau bisa keracunan" serunya penuh kepanikan. Demi apapun, itu adalah ramen terburuk yang pernah Kyuhyun makan selama hidupnya.

"ti-tidak mau. Memangnya ada apa? tidak ada yang aneh kok dengan ramen buatanmu. Justru itu ramen terlezat yang pernah kumakan" Sungmin menggeleng seraya menutup mulut. Menolak untuk menuruti ucapan Kyuhyun.

Kyuhyun terbelalak. TERLEZAT?! Oh astaga, apa yang salah dengan lidah Sungmin? jelas-jelas Kyuhyun sudah memakan ramen itu dan rasanya- luar biasa BURUK!

"Kyu.. sebenarnya kau kenapa?" Kyuhyun melirik Sungmin yang sedang mengusap-usap perutnya yang mulai membesar. Apa mungkin karena Sungmin sedang mengandung? Tapi- aish! Kyuhyun memilih diam. Ya, mungkin saja selera makan Sungmin turut berubah karena yeoja itu sedang mengandung.

"hah~ tidak apa-apa. maaf membuatmu panik"

Sungmin merengut. Kyuhyun menyebalkan sekali! Membuatnya panik lalu dengan santainya berucap kalau tidak ada apa-apa.

"kau menyebalkan." Sungutnya sebal.

Merasa bersalah dan membuat mood Sungmin berubah buruk, Kyuhyun sekali lagi menyodorkan mangkuk berisi ramen 'absurd' tersebut kehadapan Sungmin.

"mianhe Min.. cha~ kau boleh memakannya lagi" Kyuhyun mencoba merayu Sungmin dengan ramen 'absurd' buatannya. Siapa tahu Sungmin akan kembali luluh jika ditawari makanan yang menurut Sungmin 'sangat lezat' tadi.

"aku sudah tidak selera lagi" cepat-cepat Sungmin meneguk air putih lalu berbaring membelakangi Kyuhyun.

Namja yang merasa bersalah tersebut menghela nafas. Kalau saja ia tahu sejak lama bahwa menghadapi wanita hamil akan sesulit ini, Kyuhyun pasti sudah menyayangi appa-nya sejak jauh-jauh hari.

Tanpa semangat Kyuhyun meletakkan mangkuk tersebut lalu ikut berbaring. Tidak betah jika harus dimusuhi oleh Sungmin seperti ini. Direngkuhnya tubuh itu, membuahkan perlawanan kecil dari Sungmin.

"tidak usah memelukku. Tidak akan mempan"

Kyuhyun tersenyum kecil.

"benarkah?"

Sungmin meronta pelan. Berpura-pura risih dengan pelukan Kyuhyun, padahal ia sendiri menikmati momen seperti saat ini. Ia memutar tubuhnya, menghadap Kyuhyun masih dengan wajah merengut.

"bahkan baby ikut panik tadi. Kau menyebalkan"

Dengan lembut Kyuhyun menyingkap poni yang sedikit menutupi foxy Sungmin, menghirup dalam-dalam aroma vanilla memabukan yang menjadi ciri khas Sungmin.

"kau bilang pelukanku sudah tidak mempan, heum?" Kyuhyun berucap dengan nada rendah, membuat Sungmin sedikit merinding mendengar suara Kyuhyun yang terdengar sangat sexy ditelinganya.

"kalau begitu aku akan mencoba cara lain.." seringai mesum tercetak dibibir tebal nan sexy milik Kyuhyun. Sungmin hanya mengerjap tak mengerti tanpa menyadari makna terselubung dari perkataan Kyuhyun.

Perlahan kedua bibir itu menyatu, dengan dominasi Kyuhyun yang memimpin pergerakan bibir mereka. Pagutan Kyuhyun begitu membuai Sungmin hingga tanpa sadar yeoja tersebut melupakan kekesalannya dan membalas ciuman Kyuhyun.

Menyadari respon positif yang diberikan Sungmin, Kyuhyun tersenyum disela-sela ciuman yang kian memanas tersebut. Sesekali Kyuhyun memberi jarak, membiarkan Sungmin untuk meraih oksigen sebelum kembali memperdalam ciuman mereka dengan menekan tengkuk Sungmin lebih lagi.

Kyuhyun menjauhkan wajahnya, membuat pagutan itu terlepas. Sungmin melenguh kecewa. Ia belum puas!

Tatapan protes dilayangkan Sungmin, membuat sisi mesum Kyuhyun bersorak girang.

"cepat sekali" lirihnya kecewa.

"sudah tidak kesal lagi padaku?" tanya Kyuhyun memastikan. Walaupun ia sendiri dapat menyimpulkan dengan sikap Sungmin yang tak menolak ciumannya.

"kalau aku masih kesal tidak mungkin aku membalas ciumanmu Kyuhyun pabo!"

Kyuhyun terkekeh. Sangat menyenangkan menggoda Sungmin. Ekspresi kesal yeoja itu sangat menggemaskan. Pantas saja Kyuhyun seolah tak pernah bosan mengerjai yeoja manis tersebut.

"ah iya! kau tidak mau bercerita padaku tentang siang tadi?" Kyuhyun melontarkan pertanyaan itu saat dirinya kembali mengingat kejadian di mobil siang tadi. Sungmin sepertinya menyembunyikan sesuatu.

"ah! soal itu..." wajah Sungmin merona seketika. "aku maluuuuu~"

"untuk apa malu padaku sayang.. katakanlah" Sungmin menarik-narik ujung piyamanya. Menimbang-nimbang sejenak sebelum memutuskan untuk jujur saja pada Kyuhyun.

"sebenarnya.. eum, sebenarnya akhir-akhir ini aku sangat mudah terangsang setiap kau melakukan kontak yang sedikit intim denganku, seperti... mencium? " Sungmin menyelesaikan kalimatnya dengan ragu. Menanti respon Kyuhyun yang tak kunjung membalas ucapannya.

Yang diperhatikan hanya diam. Namja itu memproses baik-baik arti kalimat Sungmin. kalau ia tidak salah menangkap maksud Sungmin, bukankah itu berarti Sungmin menginginkan Kyuhyun untuk menyentuhnya?

"kyu~ aku aneh ya jika merasa seperti itu? A- aku tidak akan memaksamu melakukannya. Kalau kau tidak mau menyentuhku aku juga ti-"

'CUP'

Kyuhyun membungkam kalimat Sungmin dengan bibirnya. Mengapa Sungmin bisa berfikir seperti itu? Dunia akan kiamat kalau seorang namja mesum bernama Cho Kyuhyun menolak untuk menyentuh calon istrinya.

Lagi-lagi ciuman itu terlepas.

"apa kau kembali terangsang?" Kyuhyun bertanya memastikan. Dalam hati ia merapalkan doa agar Sungmin menjawab 'iya' atau sekedar mengangguk pun tak masalah.

"i- iya" ditengah deru nafasnya, Sungmin menjawab pelan sambil menunduk malu. Oh astaga~ bahkan ekspresi menahan malu yang kau tampilkan semakin menguarkan aura mesum yang selama ini disimpan rapat-rapat oleh calon suamimu Minnie sayang~.

Kyuhyun tersenyum mesum. Kali ini ia tidak akan menahan lagi. Bahkan Sungmin yang meminta sendiri padanya. Beruntungnya kau Cho!

Jemari Kyuhyun dengan lihai membuka piyama pink yang dikenakan Sungmin. Hingga tubuh mulus itu terekspos sempurna, Kyuhyun melakukan semua itu dengan sangat pelan dan penuh kehati-hatian. Tentu saja ia memikirkan kondisi perut Sungmin yang mulai berubah menjadi lebih besar, berbeda dengan waktu pertama kali mereka melakukannya.

"K- kyu~" Sungmin menahan pergerakan tangan Kyuhyun yang baru saja akan melepas piyama yang dikenakan namja itu. Kyuhyun membalas tatapannya bingung.

"bagaimana dengan baby?" Sungmin mengusap perutnya. Ia takut jika aktivitasnya dengan Kyuhyun nanti dapat melukai bayi yang berada dalam perutnya.

"tenang saja sayang.. aku akan melakukannya dengan lembut"

.

.

.

.

TBC/end?

Kok pendek? Kok NC-nya gantung? Kok isinya kebanyakan KyuMin moment doang?

Iya, ini pendek karena chapter ini hanya pelampiasan rasa bahagia author yang kemaren baru ulang tahun /PLAK/

Iya, NC-nya memang gantung karena author ga bisa bikin NC. Hueeeeee T_T /PLAK/ /PLAK/

Iya, chap ini isinya kebanyakan KyuMin moment karena author lagi KANGEN BERATTTTT sama KyuMin. Hueeeeeeeeeeeeeeeee T_T /PLAK/ /PLAK/ /PLAK/

Yang mau protes, silahkan protes.

Yang mau bunuh author, silahkan bunuh. (eh tapi- siapa yg lanjutin ceritanya dong kalo kalian bunuh author? *ketawasetan*)

Oke, cukup sekian cuap-cuap ga jelasnya.

Hope you like it!^^